Anda di halaman 1dari 128

STUDI KELAYAKAN BISNIS ASPEK FINANSIAL UMKM BIMBINGAN

BELAJAR
(Studi Kasus : LKP PT Escentia Prima Sejati)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dn Bisnis


Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

Rangga Permana Putra

1112081000029

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULAH JAKARTA

1438 H / 2017 M
i
ii
iii
iv
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

Nama : Rangga Permana Putra

TTL : Jakarta, 16 Agustus 1994

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama : Islam

Alamat : Jl. Madrasah No.35A RT 03/07, Kp.Utan, Krukut, Limo, Depok.

Ayah : Sukiman

Ibu : Sumiyati

No. Telepon : 087886876885

Email : raperasta@gmail.com

II. PENDIDIKAN FORMAL

a. 1998-2005 : SDN 016 Pondok Labu, Jakarta Selatan.

b. 2005-2008 : SMP NEGERI 85, Jakarta Selatan.

c. 2008-2011 : SMA NEGERI 66, Jakarta Selatan.

d. 2012-2017 : UIN Syarif Hidayahtullah Jakarta

III. SEMINAR DAN WORKSHOP

a. Seminar Sosialisasi Hemat Energi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
b. Seminar “ASEAN 2015 Threat or Opportunity”.
c. Seminar Pasar Modal Syariah (Panin Sekuritas)
d. Seminar Pelatihan Pajak dalam Bisnis

v
IV. PENGALAMAN ORGANISASI

a. Anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Ciputat.


b. HMJ Manajemen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
c. Bendahara ikatan pemuda IRSADA Depok.

vi
ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa kelayakan bisnis usaha


dengan skala menengah kecil dan mikro pada jenis usaha bimbingan belajar. Dalam
menganalisa kelayakan bisnis usaha tersebut digunakan parameter-parameter
kelayakan di dalam capital budgeting, seperti net present value, internal rate of
return, net benefit-cost ratio, profitability index, dan payback period. Selain itu,
digunakan juga Analisa sensitivitas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
perubahan manfaat dan biaya terhadap kelayakan usaha yang diteliti.
Perusahaan yang diteliti adalah LKP PT. Escentia Prima Sejati. Perusahaan ini
dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, yaitu perusahaan yang memiliki izin
legalitas dari Dinas Pendidikan Nasional tingkat Kota/Kabupaten, perusahaan telah
beroperasi minimal selama 5 tahun, dan perusahaan memiliki laporan keuangan yang
cukup untuk dijadikan data penelitian.
Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa hasil dari masing-masing
parameter adalah positif dengan asumsi 100% modal sendiri maupun 30% modal
pinjaman yang berarti perusahaan ini layak untuk dijalankan. Kemudian, hasil analisa
sensitivitas menunjukkan bahwa jika perusahaan menggunakan modal pinjaman
maka perusahaan ini cukup rentan terhadap penurunan pendapatan dan peningkatan
biaya operasional secara bersamaan. Hasil Analisa sensitivitas juga menunjukkan
bahwa perusahaan lebih rentan terhadap penurunan pendapatan daripada peningkatan
biaya operasional.
Kata kunci : Usaha Menengah, Kecil dan Mikro, Studi Kelayakan Bisnis, Capital
Budgeting, Analisa Sensitivitas.

vii
ABSTRACT

This research was conducted with the aim of analyzing the feasibility of a
business with medium, small and micro scale on the type of tutoring business. In
analyzing the business feasibility, parameters in capital budgeting was used, such as
net present value, internal rate of return, net benefit-cost ratio, profitability index,
payback period In addition, the sensitivity analysis was also used to determine how
much influence changes in benefits and costs of the feasibility study.
The company under study is LKP PT. Escentia Prima Sejati. The company was
selected based on certain criteria, i.e. companies that have a legal license from the
National Department of Education level of the City / County, the company has been
in operation for at least 5 years, and the company has sufficient financial reports to
be used as research data.
The results of the feasibility analysis shows that the results of each parameter is
positive, assuming 100% owner’s equity or 30% equity loan, which means the
company is eligible to run. Then, the results of the sensitivity analysis shows that if
companies use the loan capital then the company is quite susceptible to a decrease in
revenue and increased operating costs simultaneously. The results of the sensitivity
analysis also shows that the company is more vulnerable to a decline in income than
the increase in operating costs.
Keywords : Medium, small, and micro business, Feasibility Study, Capital Budgeting,
Sensitivity Analysis

viii
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’alaa atas segala nikmat, rahmat, karunia,
hidayah dan inayah-Nya yang diberikan kepada kita semua. Shalawat serta salam
semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga,
sahabat, dan seluruh saudara saudara kita sesama muslim.
Alhamdulilahi rabbil’alamin tak lupa penulisa mengucapkan dan dengan Rahmat
dan Ridho-Nya akhirnya skripsi dengan judul “Studi Kelayakan Bisnis Aspek
Finansial UMKM Bimbingan Belajar (Studi Kasus: LKP PT. Escentia Prima Sejati)
dapat diselesaikan.
Dalam proses penyelesaian skripsi ini, tidak terlepas dari dukungan, bantuan,
bimbingan, dan doa dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengcucapkan terima kasih
kepada:
1. Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang diberikan, nikmat sehat
wal’fiyat, sehingga bisa menyelesaikan penulisan skripsi ini.
2. Untuk kedua orang tua tercinta terimakasih atas seluruh kasih sayang dan
cintanya. Dukungan luar biasa dari awal perkuliahan dan telah sabar menunggu
terselesaikannya skripsi ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan Ayah
dan Ibu. Aamiin.
3. Bapak Dr. Indoyama Nasarudin, SE., MAB selaku dosen Pembimbing Skripsi
yang selaku meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan juga
masukan-masukan yang positif dan membantu menyempurnakan skripsi ini.
4. Bapak Dr. M. Arief Mufraini LC., MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis yang telah memberikan izin dalam penulisan skripsi ini.

ix
5. Ibu Titi Dewi Warninda, SE., M.Si selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis dan ibu Ela Patriana, MM selaku Sekretaris Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
6. Ibu Ela Patriana, MM. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang senantiasa
memberikan saran dan dorongan di setiap semester yang dilalui oleh penulis.
7. Seluruh jajaran dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan
yang telah memberikan ilmu mulai dari semester awal sampai dengan penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Sluruh Staff dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syrif
Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulisa mengurus keperluan
administrasi skripsi.
9. Adik Penulis, Sabrina Khairunnisa dan Mutiara Azzahra yang selalu
mendukung dan memberikan motivasi kepada penulis..
10. Terimakasih untuk teman-teman Manajemen kelas A, Manajemen Keuangan,
FEB 2012 dan teman-teman KKN Konstanta 2015 yang senantiasa
memberikan dukungan, saran, dan motivasi yang sangat berarti. Semoga segala
kebaikan kalian dibalas dengan balasan yang berlipat oleh Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki kekurangan karena
terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu,
penulis berharap adanya saran dan kritik yang membangun dari barbagai pihak untuk
menyempurnakan skripsi ini. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat dan
semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Aamiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 16 Juni 2017

Rangga Permana Putra

x
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................. i

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF ................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI .................................................... iii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ............................ iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................. v

ABSTRAK ............................................................................................................. vii

ABSTRACT ............................................................................................................ viii

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix

DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ................................................................................................. xv

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xviii

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xix

BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1

B. Perumusan Masalah .............................................................................. 10

C. Tujuan Penelitian .................................................................................. 11

D. Manfaat Penelitian ................................................................................ 11

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 12

A. Landasan Teori ...................................................................................... 12

1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis ................................................. 12

2. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis ....................................................... 13

xi
3. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis ..................................................... 13

B. Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis .................................................. 15

1. Aspek Pasar ..................................................................................... 15

a. Product ...................................................................................... 16

b. Price ......................................................................................... 16

c. Promotion.................................................................................. 17

d. Place.......................................................................................... 18

2. Aspek Teknis Dan Produksi ............................................................ 18

3. Aspek Manajemen Dan SDM ......................................................... 18

4. Aspek Hukum/Yuridis .................................................................... 19

5. Aspek Ekonomi Dan Sosial ............................................................ 19

6. Aspek Dampak Lingkungan ............................................................ 20

7. Aspek Finansial ............................................................................... 20

a. Arus Kas .................................................................................... 21

b. Kriteria Kelayakan Usaha ......................................................... 22

c. Analisa Sensitivitas ................................................................... 24

C. Penelitian Terdahulu ............................................................................. 25

D. Kerangka Pemikiran .............................................................................. 30

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN .......................................................... 32

A. Ruang Lingkup Penelitian ..................................................................... 32

B. Metode Penentuan Sampel .................................................................... 32

C. Metode Pengumpulan Data ................................................................... 33

xii
D. Metode Analisis Data ............................................................................ 33

1. Net Present Value ............................................................................ 34

2. Internal Rate Of Return ................................................................... 35

3. Net Benefit/Cost Ratio ..................................................................... 36

4. Payback Period ............................................................................... 37

5. Profitability Index ........................................................................... 38

6. Analisa Sensitivitas ......................................................................... 38

BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN ....................................................... 41

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian .......................................... 41

1. Sejarah Singkat Perusahaan ............................................................ 41

2. Struktur Organisasi Perusahaan ...................................................... 42

B. Analisis Dan Pembahasan ..................................................................... 43

1. Aspek Finansial ............................................................................... 43

a. Kebutuhan Dan Sumber Dana ................................................... 43

b. Biaya-Biaya. .............................................................................. 45

c. Pendapatan ................................................................................ 52

d. Laba/Rugi .................................................................................. 53

e. Hasil Analisis Kelayakan Usaha ............................................... 54

1. Analisa Sensitivitas ......................................................................... 63

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 78

A. Kesimpulan ........................................................................................... 78

B. Implikasi ................................................................................................ 80

xiii
C. Saran ...................................................................................................... 80

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 82

LAMPIRAN ........................................................................................................... 85

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Penyebaran Jumlah Lembaga Bimbel Menurut Provinsi, Tahun 2015 5

Tabel 1.2 Materi Belajar Menurut Strata dan Kelas di Lembaga Bimbel ........... 7

Tabel 1.3 Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta ............................... 9

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 27

Tabel 3.1 Pemilihan Kasus ................................................................................... 32

Tabel 4.1 Biaya Investasi Usaha Bimbel Escentia .............................................. 43

Tabel 4.2 Biaya-biaya Usaha Bimbingan Belajar Escentia .................................. 44

Tabel 4.3 Biaya Penyusutan Aset Usaha Bimbingan Belajar Escentia ................ 45

Tabel 4.4 Rincian Biaya Sewa Gedung ................................................................ 46

Tabel 4.5 Kebutuhan Listrik Untuk Peralatan dan Penerangan ............................ 48

Tabel 4.6 Jumlah Pemakaian Listrik Dalam 1 Tahun........................................... 49

Tabel 4.7 Jumlah Siswa Peserta Bimbingan Belajar Escentia .............................. 51

Tabel 4.8 Daftar Rincian Harga Program Bimbingan Belajar Escentia ............... 52

Tabel 4.9 Pendapatan Usaha Bimbingan Belajar Escentia ................................... 52

Tabel 4.10 Ikhtisar Laba/Rugi Usaha Bimbingan Belajar Escentia ....................... 53

Tabel 4.11 Net Present Value Bimbel Escentia (100% Modal Sendiri) ................. 54

Tabel 4.12 Net Present Value Bimbel Escentia (30% Modal Pinjaman) ............... 55

Tabel 4.13 Perhitungan NPV (100% Modal Sendiri) ............................................. 56

Tabel 4.14 Perhitungan NPV (100% Modal Sendiri) ............................................. 56

Tabel 4.15 Tabel Perhitungan NPV (30% Modal Pinjaman) ................................. 57

Tabel 4.16 Tabel Perhitungan NPV (30% Modal Pinjaman) ................................. 57

xv
Tabel 4.17 Tabel Perhitungan Net B/C (100% Modal Sendiri).............................. 58

Tabel 4.18 Tabel Perhitungan Net B/C (30% Modal Pinjaman) ........................... 59

Tabel 4.19 Hasil Perhitungan Profitability Index ................................................... 60

Tabel 4.20 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% (100% Modal
Sendiri) ................................................................................................ 63

Tabel 4.21 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 12% (100% Modal
Sendiri) ................................................................................................ 64

Tabel 4.22 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% (30% Modal
Pinjaman) ............................................................................................. 64

Tabel 4.23 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Pendapatan 10% (100%


Modal Sendiri) ..................................................................................... 65

Tabel 4.24 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Pendapatan 10% (100% Modal
Sendiri) ................................................................................................ 66

Tabel 4.25 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 6% (100%


Modal Sendiri) ..................................................................................... 67

Tabel 4.26 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 22% (100%
Modal Sendiri) ..................................................................................... 68

Tabel 4.27 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 6% (30%


Modal Pinjaman) ................................................................................. 69

Tabel 4.28 Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 14% (30%
Modal Pinjaman) ................................................................................. 70

Tabel 4.29 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% (100%


Modal Sendiri) ..................................................................................... 70

Tabel 4.30 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% (30%


Modal Pinjaman) ................................................................................. 71

Tabel 4.31 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% dan


Peningkatan Biaya Operasional 6% (100% Modal Sendiri) ............... 73

xvi
Tabel 4.32 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% dan
Peningkatan Biaya Operasional 6% (30% Modal Pinjaman) .............. 74

Tabel 4.33 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% dan


Peningkatan Pendapatan 10% (100% Modal Sendiri) ......................... 75

Tabel 4.34 Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% dan


Peningkatan Pendapatan 10% (30% Modal Pinjaman) ....................... 76

xvii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ............................................................................ 31

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Lembaga Bimbel Escentia .................................. 42

xviii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Data Rata-rata Inflasi Indonesia Periode 2010-2015

Lampiran 2 : Data Rata-rata Tingkat Bunga Kredit Investasi Bank Umum Periode
2010- 2015.
Lampiran 3: Daftar Pertanyaan Kuisioner.

Lampiran 4 : Jumlah Pendapan Bimbel Escentia.

Lampiran 5 : Biaya Investasi Bimbel Escentia.

Lampiran 6 : Biaya Operasional Tetap dan Tidak Tetap

Lampiran 7 : Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri)

Lampiran 8 : Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman)

Lampiran 9 : Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Penurunan
Pendapatan 10%

Lampiran 10: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Penurunan
Pendapatan 10%

Lampiran 11: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Pinjaman) Penurunan
Pendapatan 12%

Lampiran 12: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 6%

Lampiran 13: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 6%

Lampiran 14: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 22%

xix
Lampiran 15. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 14%

Lampiran 16: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 6% dan Penurunan Pendapatan 10%.

Lampiran 17: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 6% dan Penurunan Pendapatan 10%.

Lampiran 18: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Penurunan
Biaya Operasional 6%

Lampiran 19: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Penurunan
Biaya Operasional 6%

Lampiran 20: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Pendapatan 10%

Lampiran 21: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Pendapatan 10%

Lampiran 22: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Pendapatan 10% dan Penurunan Biaya Operasional 10%

Lampiran 23: Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Pendapatan 10% dan Penurunan Biaya Operasional 10%

Lampiran 24: Hasil Keseluruhan Analisis Kelayakan

xx
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional

memiliki peran yang penting dan strategis. Ini dapat dilihat dari data statistik

Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Berdasarkan data tersebut jumlah unit UMKM pada tahun 2012 yaitu sebesar 56,53

juta unit dengan persentase 99,99% dibandigkan dengan jumlah unit usaha besar

(UB) yang hanya berjumlah 4.968 unit. Kemudian UMKM mampu menyerap tenaga

kerja sebesar 107,65 juta orang dengan persentase 97,16% dari total keseluruhan

angatan kerja yang bekerja. Terakhir, dalam hal pembentukan PDB atas dasar harga

yg berlaku, UMKM meyumbangkan PDB sebesar 59,8% dari total PDB.

Namun demikian, UMKM masih memiliki kendala, baik untuk mendapatkan

pembiayaan maupun untuk mengembangkan usahanya. Dari sisi pembiayaan, masih

banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit

dari bank, baik karena kendala teknis, misalnya tidak mempunyai/tidak cukup

agunan, maupun kendala non teknis, misalnya keterbatasan akses informasi ke

perbankan. Dari sisi pengembangan usaha, pelaku UMKM masih memiliki

keterbatasan informasi mengenai pola pembiayaan untuk komoditas tertentu. Di sisi

lain, ternyata perbankan juga membutuhkan informasi tentang komoditas yang

potensial untuk dibiayai.

1
Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan satuan Pendidikan Luar

Sekolah atau Nonformal (PNF) yang diselenggarakan bagi masyarakat yang

memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk

mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah, mengembangkan profesi dan atau

melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan Undang-Undang

Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pasal 26 Ayat 5 disebutkan bahwa kursus dan pelatihan

adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta

didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan, standar kompetensi,

pengembangan sikap kewirausahawan serta pengembangan kepribadian profesional.

Bimbingan belajar untuk selanjutnya disingkat dengan Bimbel, termasuk salah

satu dari berbagai jenis LKP sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003

tersebut. Penyelenggaraan bimbingan belajar bertujuan memberikan bekal

pengetahuan dan sikap untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih

tinggi kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu para siswa Sekolah Dasar (SD),

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Berdasarkan

penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu lembaga

PNF yang keberadaannya telah diakui oleh Pemerintah. Pengakuan pemerintah

dilaksanakan dalam bentuk pemberian izin, sebagaimana terlihat dalam UU Sisdiknas

No. 20 tahun 2003 pada pasal 62 tentang pendirian satuan pendidikan. Dalam ayat

disebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan

wajib memperoleh izin Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

2
Pada awal pendirian di tahun 1970-an, bimbingan belajar terkenal sebagai

lembaga bimbingan belajar bagi para siswa kelas tiga SMA yang akan mengikuti

ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Keberhasilan lembaga bimbingan

belajar mengantarkan siswa-siswanya masuk PTN membuktikan bahwa bimbingan

belajar merupakan salah satu usaha jasa disektor pendidikan yang memiliki prospek

dimasa datang. Timbulnya lembaga bimbingan belajar didorong juga oleh adanya

peraturan mengenai ujian masuk ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di

Indonesia.

Pada awal tahun 1980-an muncul berbagai lembaga bimbingan belajar di kota-

kota besar di pulau Jawa dimana terdapat perguruan tinggi negeri dan swasta yang

terkenal. Program bimbingan belajar ini berkembang lebih jauh dalam arti program

pembelajaran tidak hanya melayani para siswa lulusan SMA yang akan mengikuti

ujian masuk perguruan tinggi, tetapi sudah berkembang menjadi lembaga bimbingan

belajar dengan program bimbingan yang lebih variatif, yaitu program-program belajar

untuk siswa-siswa SD, SMP dan SMA secara regular, intensif dan private. Bahkan

dalam beberapa tahun terakhir ada bimbingan belajar yang menawarkan program

bimbingan multimedia, yaitu sistem pembelajaran melalui internet atau bimbingan

belajar online.

Lembaga bimbingan belajar saling bersaing dengan menawarkan berbagai jenis

program dan metoda pembelajaran yang menarik misalnya Bimbingan belajar

Primagama dengan Metoda Smart Solution (S = simple, M = mind, A = applicable, R

= rational, T = trick), Bimbingan belajar Gama UI dengan metoda Brilliant Solution,

3
bimbingan belajar Teknos Genius dengan metode belajar Genius Solution Bilingual

Multimedia (GSBM) yaitu metoda belajar yang memadukan rumus cepat

penyelesaian soal dengan dua bahasa ditampilkan secara multimedia dan

edutaintment, Bimbingan belajar GSC (Gamaliel Science Center) menawarkan cara

belajar fisika dan matematika tanpa rumus yang dikenal dengan sebutan Gasing yaitu

Gampang, Asyik, dan Menyenangkan.

Dengan demikian terlihat bahwa pada saat ini ada peluang pasar bimbingan

belajar yang sangat besar dan menjanjikan sehingga masing-masing lembaga

bimbingan belajar saling bersaing dengan menawarkan berbagai metode dan program

pembelajaran.

Peluang pasar bimbingan belajar ini didorong pula oleh penetapan pemerintah

mengenai Standar Nasional Pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) yang semakin

ketat dan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang terlalu banyak peminatnya.

Disamping itu pendirian lembaga Bimbingan belajar menjadi menarik dan

menguntungkan serta biaya investasi yang sangat ringan bagi investor dengan adanya

system bisnis waralaba (franchisee). Sudah ada sejumlah lembaga bimbingan belajar

terkenal menawarkan bisnis waralaba kursus dan pelatihan antara lain bimbingan

belajar Teknos Genius, bimbingan belajar Primagama, bimbingan belajar Gama UI,

bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri.

Secara statistik, berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Pembinaan

Kursus dan Pelatihan Kemendikbud diperoleh data jumlah lembaga bimbingan

belajar per provinsi di Indonesia pada tabel 1.1 berikut.

4
Tabel 1.1
Penyebaran Jumlah Lembaga Bimbingan belajar Menurut Provinsi, Tahun
2015

No. Provinsi Jumlah % No. Provinsi Jumlah %


Sulawesi
1 DKI Jakarta 52 3.49 18 Tengah 4 0.22
Sulawesi
2 Jawa Barat 333 22.3 19 Selatan 13 0.73
Sulawesi
3 Jawa Tengah 152 10.2 20 Tenggara 10 0.56
4 DI. Yogyakarta 23 1.54 21 Maluku 4 0.22
5 Jawa Timur 331 22.2 22 Bali 31 1.74
6 Aceh 48 3.22 23 NTB 19 1.07
7 Sumatra Utara 53 3.55 24 NTT 1 0.06
8 Sumatra Barat 87 4.88 25 Papua 0 0
9 Riau 33 1.85 26 Bengkulu 16 0.9
Maluku
10 Jambi 45 2.52 27 Utara 3 0.17
11 Sumatra Selatan 133 7.46 28 Banten 65 3.25
Bangka
12 Lampung 76 4.26 29 Belitung 16 0.9
Kalimantan
13 Barat 34 1.91 30 Gorontalo 3 0.17
Kalimantan Papua
14 Tengah 11 0.62 31 Barat 2 0.11
Kalimantan
15 Selatan 30 1.68 32 Kep Riau 105 5.89
Kalimantan Sulawesi
16 Timur 45 2.52 33 Barat 2 0.11
Kalimantan
17 Sulawesi Utara 6 0.34 34 Utara 5 0.28
Jumlah 1784 100
Sumber : Laporan Direktorat Kemendikbud
(http://infokursus.net/sie/rekap-lkp.php, diakses 21 Juni 2016, 19.30)

Pada Tabel 1.1 terlihat bahwa jumlah lembaga bimbingan belajar menumpuk

di pulau Jawa dengan jumlah 949 lembaga atau 62.9%, dengan provinsi Jawa Barat

yang terdapat lembaga bimbingan belajar yang paling banyak yaitu 333 lembaga atau

5
22.3%. Sedangkan di pulau Sumatra terdapat 612 lembaga bimbingan belajar atau

35.4%. Jadi jumlah lembaga bimbingan belajar di provinsi-provinsi di Jawa dan

Sumatera 1561 lembaga atau 98.3% sisanya sebanyak 223 lembaga atau 1.7%

tersebar di provinsi-provinsi lainnya.

Pengembangan lembaga bimbingan belajar baru tentunya memerlukan dana yang

cukup besar baik untuk investasi maupun modal kerja, sehingga terbuka juga

kesempatan bagi perbankan untuk ikut membantu membiayainya. Berdasarkan

informasi multimedia, dalam beberapa tahun terakhir lembaga perbankan sudah mulai

memberikan kredit kepada lembaga bimbingan belajar, baik lembaga bimbingan

belajar franchisor maupun lembaga bimbingan belajar franchisee, namun jumlah

lembaga bimbingan belajar yang dibantu relatif masih terbatas dan dana kredit yang

diberikan masih kecil. Ini dikarenakan masih terbatasnya informasi mengenai

investasi di bidang usaha bimbingan belajar ini.

Menurut Dr. Dimyati dan Mudjiono (2006: 9), belajar merupakan interaksi antara

keadaan internal dan proses kognitif siswa dengan stimulus dari lingkungan. Proses

kognitif tersebut menghasilkan suatu hasil belajar yang terdiri atas informasi verbal,

keterampilan intelek, keterampilan motorik, sikap dan siasat kognitif. Bimbingan

belajar adalah suatu usaha lebih mendinamisasikan program belajar dari materi

belajar tertentu yang telah dipelajari oleh siswa di sekolahnya untuk lebih

meningkatkan hasil belajar, agar dapat mencapai jenjang pendidikan formal yang

lebih tinggi. Materi pembelajaran yang diberikan di lembaga bimbingan belajar

6
adalah materi pembelajaran yang menjadi ukuran penilaian untuk kenaikan kelas atau

kelulusan sebagaimana dicantumkan dalam tabel 1.2.

Tabel 1.2
Materi Belajar Menurut Strata dan Kelas di Lembaga Bimbingan Belajar

No. Strata & Jenjang kelas Materi Pembelajaran


1. SD kelas 3, 4, 5 Matematika, IPA, Bhs. Indonesia, Bhs.
Inggris, PPKn.
2. SD kelas 6 Matematika, IPA, Bhs. Indonesia, Bhs.
Inggris, PPKn.
3. SMP kelas 7, 8 Matematika, Fisika, Biologi, Bhs. Inggris.
4. SMP kelas 9 Matematika, Fisika, Biologi, Bhs. Inggris,
Bhs. Indonesia, IPA, IPS.
5. SMA kelas 10, 11 Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bhs.
Inggris.
6. SMA kelas 12 IPA Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bhs.
Inggris, Bhs. Indonesia.
7. SMA kelas 12 IPS Matematika, Ekonomi, Geografi, Sosiologi,
Bhs. Inggris, Bhs. Indonesia.
Sumber : Data Diolah

Dari materi pembelajaran tersebut, ada materi belajar yang tidak diberikan oleh

semua bimbingan belajar. Misalnya, Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn)

tidak semua bimbingan belajar memberikannya baik di kelas akhir maupun kelas-

kelas dibawahnya. Demikian pula tidak semua lembaga Bimbingan belajar

memberikan bimbingan dalam pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD.

Untuk mengikuti bimbingan belajar seorang siswa harus membayar sejumlah

uang sebagai balas jasa atas bimbingan yang diterimanya, karena lembaga bimbingan

belajar bukanlah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah atau mendapat

subsidi dari pemeritah, tapi inisiatif dari masyarakat untuk menginvestasikan uangnya

disektor pendidikan. Dengan demikian lembaga bimbingan belajar sesungguhnya

7
adalah suatu bentuk industri jasa pendidikan yang berorientasi mencari keuntungan

(profit). Untuk menarik calon-calon siswa lembaga bimbingan belajar menciptakan

berbagai cara pembelajaran dengan pengembangan metode belajar yang exclusive;

Sedangkan materi belajar disesuaikan dengan Garis-garis Besar Program

Pembelajaran (GBPP) yang ditetapkan oleh Kemendiknas.

Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan

Kemendiknas terhadap lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, rasio

Peserta/pendidik, yaitu antara 15–20 siswa, sehingga setiap jumlah siswa peserta 100

orang dibutuhkan 5 sampai 6 Tutor. Namun menurut lembaga bimbingan belajar

jumlah siswa terlalu banyak; agar proses pembelajaran dapat berlangsung efektif,

jumah siswa per kelas/tutor adalah 8–10 siswa. Jumlah siswa per kelas atau per tutor

tersebut, ternyata juga menjadi pertimbangan utama orangtua siswa memasukkan

anaknya di suatu lembaga bimbingan belajar.

Pada umumnya target siswa peserta semua lembaga bimbingan belajar adalah

siswa sekolah umum mulai dari SD sampai SMA. Untuk SD sebagian lembaga

bimbingan belajar ada juga yang melayani siswa SD mulai dari kelas 1, namun lebih

banyak bimbingan belajar melayani mulai dari kelas 3 s.d. 6. Ada sebagian kecil

lembaga Bimbingan belajar juga melayani siswa kelas Play Group/Taman Kanak-

kanak. Jumlah dan proporsi siswa peserta Bimbingan belajar disajikan pada tabel 1.3.

8
Tabel 1.3
Jenjang Kelas dan Proporsi Jumlah Siswa Peserta

No. Jenjang Kelas Proporsi Siswa Peserta Proporsi/Jenjang

1. SD kelas 3 – 5 19%
2. SD kelas 6 27% 46%
3. SMP kelas 7 – 8 15%
4. SMP kelas 9 31% 46%
5. SMA kelas 10 – 11 4%
6. SMA kelas 12 IPA 4% 8%
7. SMA kelas 12 IPS 0
Sumber: Data Diolah

Studi kelayakan diperlukan untuk menjadi suatu bahan pertimbangan dalam

berinvestasi dan pengambilan keputusan usaha. Adapun dalam studi kelayakan usaha

tersebut terdapat peninjauan dalam aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial

untuk mengetahui kelayakan dari usaha ini. Hasil analisa ini diperlukan untuk

mengetahui apakah kegiatan usaha ini akan menguntungkan secara ekonomis atau

tidak, karena kegiatan yang dilakukan oleh suatu bisnis usaha pada umumnya

bertujuan untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomis.

Menurut penelitian, setiap tahunnya terjadi peningkatan sebesar 10% terhadap

jumlah siswa yang mengikuti lembaga bimbingan belajar (Tim Penelitian dan

Pengembangan Perkreditan dan UMKM Bank Indonesia, 2010). Selain itu, pangsa

pasar waralaba lembaga pendidikan dan pelatihan termasuk lembaga bimbingan

belajar adalah 15% dari seluruh 800 usaha waralaba yang sekarang ada di Indonesia.

Bisnis waralaba Pendidikan dan pelatihan menduduki peringkat ketiga terbesar,

setelah waralaba makanan, minuman dan waralaba ritel (Tim Penelitian dan

9
Pengembangan Perkreditan dan UMKM Bank Indonesia, 2010). Mengingat

penyebaran lembaga bimbingan belajar yang tidak merata di seluruh Indonesia yang

dapat dilihat pada tabel 1.1 sebelumnya, menyebabkan peluang bagi lembaga

bimbingan belajar yang baru berkembang seperti lembaga Escentia untuk melakukan

ekspansi ke wilayah lain agar dapat meraih pangsa pasar yang lebih besar lagi dan

bersaing dengan bisnis waralaba bimbingan belajar yang sudah besar dan terkenal.

Keadaan ini didukung pula dengan semakin bertambahnya perguruan tinggi di

daerah-daerah yang selalu mengadakan ujian masuk penerimaan mahasiswa baru

sehingga permintaan terhadap jasa bimbingan belajar akan terus meningkat.

Berdasarkan permasalahan dan penjelasan tersebut, penulis tertarik untuk

melakukan penelitian terkait dengan analisis kelayakan bisnis terhadap suatu usaha.

Oleh karena itu, penulis mengambil sebuah topik skripsi dengan judul: Studi

Kelayakan Bisnis Aspek Finansial UMKM Bimbingan Belajar (Studi Kasus: LKP

PT. Escentia Prima Sejati).

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi perumusan masalah dalam

penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana kelayakan bisnis bimbingan belajar yang dijalankan oleh lembaga

Bimbingan belajar Escentia ditinjau dari aspek finansial?

2. Bagaimanakah tingkat sensitivitas usaha bimbingan belajar terhadap

perubahan-perubahan yang terjadi pada manfaat dan biaya?

10
C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan dari penelitian

ini adalah:

1. Menganalisa tingkat kelayakan usaha pada aspek finansial dari kegiatan bisnis

yang dilakukan oleh lembaga Bimbingan belajar Escentia

2. Menganalisa tingkat sensitivitas usaha lembaga bimbingan belajar Escentia

terhadap perubahan-perubahan manfaat dan biaya.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Bagi perusahaan/owner.

Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mengevaluasi dan menilai

kelayakan investasi yang tepat untuk menambah nilai perusahaan,

memaksimalkan laba dan meminimalkan risiko investasi.

2. Bagi investor

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi

para investor yang ingin menanamkan modalnya perusahaan ini ataupun pada

jenis usaha bimbingan belajar.

3. Bagi akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan dan rujukan pengembangan

penelitian dengan metode capital budgeting di dalam studi kelayakan bisnis,

tidak hanya pada bidang usaha bimbingan belajar saja, tapi pada bidang usaha

yang lainnya.

11
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

Landasan teori ini menjelaskan teori-teori yang mendukung penelitian

serta berguna dalam analisis hasil penelitian. Landasan teori berisi pemaparan teori

serta argumentasi yang disusun sebagai tuntunan dalam memecahkan masalah

penelitian.

1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Subagyo (2008:7), studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang

mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk

dilaksanakan.

Menurut Husein Umar (2005:8), studi kelayakan bisnis merupakan penelitian

terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak

bisnis dibangun, tetapi juga pada saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka

pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.

Menurut Kasmir dan Jakfar (2008), studi kelayakan bisnis adalah suatu

kegiatan penelitian yang dilakukan secara mendalam tentang rencana bisnis, dalam

rangka menentukan layak atau tidaknya rencana bisnis tersebut dijalankan. Layak

dalam arti akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang

menjalankanya, tetapi juga bagi investor, kreditor, pemerintah dan masyarakat

luas.

12
2. Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Kasmir dan Jakfar (2007:11), ada lima tujuan mengapa sebelum

suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan, yaitu:

a. Menghindari Risiko Kerugian Bertujuan untuk meminimalkan risiko yang

dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

b. Memudahkan Perencanaan Perencanaan tersebut meliputi jumlah dana, waktu

pelaksanaan, lokasi, serta keuntungan yang akan didapat.

c. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan yang telah dibuat dapat

dijalankan sesuai dengan jadwal pelaksanaan usaha sehingga pelaksanaan

pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar.

d. Memudahkan Pengawasan Pengawasan dilakukan agar pelaksanaan usaha

tidak melenceng dari rencana yang telah disusun.

e. Memudahkan Pengendalian Tujuannya yaitu untuk mengembalikan

pelaksanaan pekerjaan yang melenceng dari pengawasan.

3. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Husein Umar (2007:19), seperti diketahui, hasil dari suatu studi

kelayakan bisnis adalah laporan tertulis. Isi laporan studi kelayakan bisnis

menyatakan bahwa suatu rencana bisnis layak direalisasikan. Berikut ini adalah

manfaat-manfaat dilakukannya studi kelayakan bisnis pada suatu usaha atau

proyek:

a. Bagi pihak investor, jika hasil studi kelayakan yang telah dibuat ternyata

layak direalisasikan, pemenuhan kebutuhan akan pendanaan dapat mulai

13
dicari. Misalnya dengan mencari investor atau pemilik modal yang mau turut

serta menanamkan modalnya pada proyek yang akan dikerjakan itu, sudah

tentu calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang

telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang

keuntungan yang akan diperoleh serta jaminan keselamatan atas modal yang

akan ditanamkanya.

b. Bagi pihak kreditor, sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau

tidak, perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, termasuk

mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas dan tersedianya agunan

yang dimiliki perusahaan.

c. Bagi pihak manajemen perusahaan, studi kelayakan bisnis dapat dibuat oleh

pihak eksternal perusahaan maupun pihak internal perusahaan (sendiri).

Terlepas dari siapa yeng membuat, pembuatan proposal ini merupakan upaya

dalam rangka merealisasikan ide proyek yang berujung pada peningkatan

usaha untuk meningkatkan laba perusahaan. Sebagai pihak yang menjadi

project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajari studi

kelayakan itu, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari

modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan dari kreditor.

d. Bagi pihak pemerintah dan masyarakat, penyusunan studi kelayakan bisnis

perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh

pemerintah karena bagaimanapun pemerintah dapat secara langsung maupun

tidak langsung, mempengaruhi kebijakan perusahaan. Penghematan devisa

14
negara, penggalakan ekspor nonmigas dan pemakaian tenaga kerja massal

merupakan contoh-contoh kebijakan pemerintah di sektor ekonomi. Proyek-

proyek bisnis yang membantu kebijakan pemerintah inilah yang diprioritaskan

untuk dibantu, misalnya dengan subsidi dan keringanan lain.

e. Dalam menyusun studi kelayakan bisnis perlu juga dianalisis manfaat yang

akan didapat dan biaya yang akan ditimbulkan oleh proyek

terhadap perekonomian nasional. Aspek-aspek yang perlu dianalisis untuk

mengetahui biaya dan manfaat tersebut antara lain ditinjau dari aspek Rencana

Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada seluruh masyarakat, nilai

investasi per tenaga kerja, pengaruh sosial, serta analisis kemanfaatan dan

beban sosial. Jadi, jelas bahwa studi kelayakan bisnis yang dibuat perlu dikaji

demi tujuan-tujuan pembangunan ekonomi nasional.

B. Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis

Menurut Husein Umar (2003: 24), belum ada keseragaman mengenai aspek-

aspek bisnis apa saja yang harus dikaji dalam rangka studi kelayakan bisnis. Dalam

proses analisis setiap aspek saling berketerkaitan antara satu aspek dengan aspek yang

lainya. Mengacu kepada konsep bisnis terdahulu aspek yang perlu diteliti adalah

sebagai berikut:

1. Aspek Pasar

Menurut Sofyan (2002: 169), bahwa lingkup aspek pemasaran meliputi posisi

permintaan berupa perkembangan permintaan terhadap produk atau jasa yang

akan ditawarkan di masa yang akan datang, posisi penawaran selama ini serta

15
prospeknya dimasa yang akan datang. Analisis aspek pemasaran akan dilakukan

dengan menggunakan bauran pemasaran, yaitu seperangkat alat pemasaran yang

digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam sasaran.

Menurut Kotler (2002: 18), mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat

kelompok yang luas yang disebut empat P (4P) dalam pemasaran yaitu:

a. Produk (Product)

Produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan kepada sebuah pasar

agar diperhatikan, diminta, dipakai, atau dikonsumsi sehingga mungkin

memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler, 1999: 41). Produk bisa berupa

benda fisik, jasa, orang, organisasi, dan gagasan. Unit produk bisa dibedakan

menurut ukuran, harga, penampilan atau beberapa atribut lainnya. Mutu

produk menunjukkan kemampuan suatu produk untuk menjalankan fungsinya

dan ciri produk merupakan sarana kompetitif untuk membedakan produk

perusahaan dengan produk pesaing. Klasifikasi produk/jasa merupakan suatu

kegiatan yang penting dalam menentukan produk/jasa apa yang akan

ditawarkan karena dari klasifikasi ini akan lebih mudah untuk mengetahui apa

yang menjadi keinginan, minat, model, atau kecenderungan dari orang-orang

di pasar sasaran.

b. Harga (Price)

Harga (price) adalah sejumlah uang yang dibayar oleh konsumen untuk

mendapatkan suatu produk. Menurut Kotler (2001: 439), harga adalah

sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari

16
nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau

menggunakan produk atau jasa tersebut. Menurut Rewold dan Warshaw

(1987), bahwa penentuan harga adalah suatu alat untuk mencapai tujuan dan

bukan tujuan itu sendiri. Tujuan penetapan harga adalah:

1) Memaksimumkan laba dalam jangka panjang (tujuan pokok) seperti:

pertumbuhan, kontrol atas pasar dan bebas dari persaingan yang

berlebihan.

2) Memaksimumkan laba dalam jangka pendek yaitu sasaran dari asumsi-

asumsi yang mendasari model-model ekonomi.

c. Promosi (Promotion)

Promosi merupakan kegiatan yang sangat menentukan dalam

meningkatkan nilai penjualan dan pertumbuhan suatu produk. Menurut Kotler

(1997: 275) bahwa promosi menunjukan dari berbagai kegiatan yang

dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya,

membujuk dan meningkatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk

membeli produk tersebut.

Konsumen sekarang lebih kritis dan mereka mulai membandingkan

antara produk satu dengan yang lainnya. Harga murah belum jaminan bahwa

produk akan diterima konsumen, karena mereka memperhatikan faktor

lainnya seperti mutu dan manfaat. Konsep promosi dilakukan untuk

memperkenalkan produk yang dihasilkan ke khalayak, baik dengan

menggunakan periklanan maupun dengan melakukan adaptasi komunikasi.

17
d. Tempat (Place)

Tempat merupakan sarana untuk menjual barang dan jasa agar dapat

dijangkau oleh konsumen. Untuk mencapai hal itu, diperlukan saluran

distribusi. Menurut Kotler (1997: 279) pengertian dari saluran distribusi

adalah sekelompok perusahaan dan perorangan yang memiliki hak pemilikan

atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa

ketika dipindahkan dari produsen ke konsumen.

2. Aspek Teknis dan Produksi

Aspek teknis produksi adalah aspek yang berhubungan dengan pembangunan

dari proyek yang direncanakan, baik dilihat dari faktor lokasi, luas produksi,

proses produksi, penggunaan teknologi (mesin), maupun keadaan lingkungan

yang berhubungan dengan proses produksi (Ibrahim, 2003: 118).

3. Aspek Manajemen dan SDM

Menurut Umar (2003: 115), aspek manajemen dalam pembangunan proyek

bisnis maupun manajemen dalam implementasi rutin bisnis adalah sama saja

dengan manajemen lainnya. Manajemen berfungsi sebagai aktivitas-aktivitas

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.

Aspek SDM bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pembangunan dan

implementasi bisnis diperkirakan layak atau sebaliknya dilihat dari ketersediaan

SDM. Kesuksesan suatu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah

proyek bisnis sangat tergantung pada SDM yang solid, yaitu manajer, dan tim-nya

(Umar, 2003: 157-158).

18
Menurut Umar (2007: 164), aspek SDM menyangkut produktivitas dari suatu

tenaga kerja yang secara umum, mengandung arti sebagai perbandingan antara

hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan

(input). Produktivitas memiliki dua (2) dimensi, yaitu:

a. Suatu efektivitas yang mengarah pada pencapaian untuk kerja yang maksimal,

yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu.

b. Efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan masukan dengan

realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

4. Aspek Hukum/Yuridis

Aspek ini mempelajari tentang bentuk badan usaha yang akan digunakan,

jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan sumber dana

yang berupa pinjaman, berbagai akta, sertifikat, izin yang diperlukan dan

sebagainya (Husnan dan Suwarsono, 2000: 20).

5. Aspek Ekonomi dan Sosial

Aspek ekonomi dan sosial meliputi gambaran mengenai pengaruh usaha

terhadap peningkatan penghasilan negara, pengaruh usaha ini terhadap devisa

yang akan dihemat atau diperoleh, penambahan kesempatan tenaga kerja,

pemerataan kesempatan kerja, dampak pada kehidupan sosial masyarakat,

kemajuan pembangunan infrstruktur pendukung, meningkatkan pajak ,stabilisasi

harga pasar, serta pengaruh industri terhadap industri lain. Diharapkan pada

proyek atau usaha yang akan dilaksanakan akan berdampak positif pada mutu

hidup masyarakat sekitar.

19
6. Aspek Dampak Lingkungan

Menurut Sofyan (2002: 97), aspek lingkungan adalah suatu pengkajian yang

dikenal sebagai analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang

merupakan suatu mekanisme untuk mencapai kelestarian lingkungan, aspek

lingkungan meliputi limbah yang dihasilkan proses produksi.

Dampak lingkungan harus dianalisis sehingga dampak ini dapat diatasi

dengan cara atau metode yang ada jika dapat berapa besar biaya yang diperlukan,

jika masih dapat diatasi berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan dari sudut

analisis AMDAL-nya (Sofyan, 2002: 98-99).

7. Aspek Finansial

Dalam pembahasan studi kelayakan ini aspek keuangan adalah merupakan

suatu aspek yang sangat menentukan berjalannya invetasi yang akan dilakukan.

Karena aspek keuangan dapat menentukan rencana investasi melalui perhitungan

biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan cara membandingkan antara

pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan

untuk membayar kembali investasi yang telah dilakukan dalam waktu yang telah

ditentukan, serta dapat menilai apakah investasi tersebut berjalan sesuai dengan

yang diharapkan.

Aspek keuangan juga dapat dikatakan sebagai dasar terlaksana atau tidaknya

suatu investasi yang diinginkan. Maka dari itu dalam menilai investasi harus

benar-benar memperhatikan dana yang tersedia apakah dapat digunakan secara

maksimal demi mencapai tujuan dari perusahaan. Dalam aspek keuangan ini juga

20
membicarakan bagaimana memperkirakan kebutuhan dana yang digunakan untuk

aktiva tetap maupun untuk modal kerja. Dari aspek keuangan atau finansial,

sebuah proyek dikatakan layak jika dapat memperoleh keuntungan dan

memenuhui kewajiban finansialnya.

a. Arus Kas (Cash Flow)

Cash flow merupakan aliran kas dari suatu usaha yang terdiri dari

penerimaan usaha (inflow) dan pengeluaran usaha (outflow). Menurut Kasmir

dan Jakfar (2007:95), cashflow adalah jumlah uang yang masuk dan keluar

dalam suatu perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan

berakhirnya investasi tersebut.

Aliran kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode

tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan

menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya

(Umar, 2007:179). Berdasarkan jenis transaksinya menurut Haming dan

Basamalah (2003: 67), kas dalam cashflow dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1) Arus kas masuk (cash inflow), yaitu arus kas menurut jenis transaksinya

yang mengakibatkan terjadinya arus penerimaan kas. Inflow yang ada

pada industri kecil terdiri dari penerimaan penjualan, manfaat tambahan,

dan nilai sisa. Ketiga penerimaan tersebut yang paling utama adalah

penerimaan penjualan karena penerimaan ini bersifat rutin.

21
2) Arus kas keluar (cash outflow) adalah arus kas menurut jenis transaksinya

yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran dana kas. Outflow usaha

dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu biaya investasi, biaya tetap, dan

biaya tidak tetap (biaya variabel).

b. Kriteria Kelayakan Usaha

Menurut Bambang Riyanto (2000, hal 122). Kelayakan investasi dapat

diukur dengan berbagai metode, diantaranya yaitu menggunakan metode Net

Present Value, Internal Rate of Return, Benefit/Cost Ratio, Payback Period,

Profitability Index, dan Break Even Point.

1) Net Present Value (NPV)

Menurut Husein Umar (2007:200), Net Present Value yaitu selisih

antara Present value dari investasi dengan nilai sekarang

dari penerimaan-penerimaan kas bersih (aliran kas operasional maupun

aliran kas terminal) di masa yang akan datang. Untuk menghitung nilai

sekarang perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.

2) Internal Rate of Return (IRR)

Internal Rate of Return merupakan metode yang digunakan untuk

mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas

yang diharapkan di masa yang akan datang atau penerimaan kas, dengan

mengeluarkan investasi awal (Umar, 2007: 198).

Internal Rate of Return dapat diidentifikasi sebagai tingkat bunga

yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari proceed yang

22
diharapkan akan diterima sama dengan jumlah nilai sekarang dari

pengeluaran modal. Pada dasarnya IRR harus dicari dengan cara trial and

error (Bambang Riyanto, 1997:129)

3) Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)

B/C Ratio merupakan metode yang dilakukan untuk melihat beberapa

manfaat yang diterima oleh proyek untuk satu rupiah pengeluaran proyek.

Menurut Sofyan (2003: 177), Net B/C Ratio adalah suatu rasio yang

membandingkan antara benefit atau penerimaan dari suatu usaha dengan

biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan rencana pendirian dan

pengoperasian usaha tersebut.

4) Payback Period (PP)

Menurut Husein Umar (2007: 197), Payback Period adalah

suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran

investasi (Initial Cash Investment) dengan menggunakan aliran kas,

dengan kata lain , PP merupakan rasio antara Initial Cash Investment

dengan aliran kas masuknya yang hasilnya merupakan satuan waktu.

Selanjutnya nilai rasio ini dibandingkan dengan maksimum payback

period yang dapat diterima.

Menurut Kasmir dan Jakfar (2007: 98), metode Payback Period

merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu pengembalian

investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini dapat dilihat dari

perhitungan kas bersih (proceed) yang diperoleh setiap tahun. Nilai kas

23
bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan

penyusutan (dengan catatan jika investasi 100 % menggunakan modal

sendiri).

5) Profitability Index (PI)

Menurut Siswanto Sutojo (2002: 122), Profitability Index merupakan

cara lain lagi untuk mengukur profitibilitas rencana investasi proyek.

Dalam metode ini, profitibilitas dicari dengan jalan memperbandingkan

jumlah seluruh present value net cash flows dan salvage value dengan

nilai investasi proyek. Dengan kata lain, Profitability Index merupakan

perbandingan antara nilai cash flow investasi dengan biaya investasi yang

dikeluarkan.

6) Break Even Point (BEP)

BEP merupakan suatu keadaan atau penjualan usaha dimana jumlah

manfaat (pendapatan) sama besarnya dengan pengeluaran (biaya) dengan

kata lain keadaan dimana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan

tidak menderita kerugian (Fatah, 1994: 45).

c. Analisa Sensitivitas

Untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan

faktor-faktor atau parameter-parameter yang mempengaruhinya, maka setiap

pengambilan keputusan pada investasi suatu proyek atau usaha hendaknya

disertai dengan analisa sensitivitas. Analisa sensitivitas dilakukan dengan

24
mengubah nilai dari suatu parameter pada suatu saat untuk selanjutnya dilihat

bagaimana pengaruhnya terhadap aspektabilitas suatu alternatif investasi.

Parameter-parameter yang biasanya berubah dan perubahannya bisa

mempengaruhi keputusan-keputusan dalam investasi adalah penurunan

penerimaan hasil, kenaikan ongkos investasi, aliran kas, nilai sisa, tingkat

bunga, tingkat pajak, dan sebagainya.

Analisis sensitivitas dilakukan untuk meneliti kembali analisa kelayakan

proyek yang telah dilakukan. Tujuan analisis sensitivitas adalah adalah untuk

mengkaji sejauh mana perubahan unsur-unsur dalam aspek finansial terhadap

faktor yang dipilih (Fatah, 1994: 96).

Teknik melakukan analisis sensitivitas adalah dengan mengukur ulang

ukuran kemanfaatan proyek menggunakan perkiraan baru dari satu atau lebih

faktor biaya atau hasil. Tiap analisa sensitivitas harus dilakukan secara

terpisah untuk dapat mengestimasi pengaruh yang terjadi terhadap asumsi-

asumsi yang digunakan untuk mengukur kemanfaatan proyek, dan setelah itu

dapat ditarik kesimpulan bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi

proyek, apakah tetap layak atau menjadi tidak layak untuk dilaksanakan.

C. Penelitian Terdahulu

Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang memiliki tema dan variabel

yang berkaitan dengan penelitian ini. Pada tabel dibawah ini akan dijelaska beberapa

penelitian tentang studi kelayakan bisnis.

25
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu

Nama dan Judul Sampel Alat Analisis Hasil


Penelitian

1 K.Varalakshmi Pabrik NPV, IRR, Studi analisis kelayakan


(2015), pengolahan B/C Ratio, pada pabrik pengolahan
Feasibility produk dan Analisa produk daging ayam
Analysis of Meat daging ayam Sensitivitas menunjukkan bahwa
processing plant - skala pabrik pengolahan (skala
Case of medium menengah di menengah) secara
scale plant for India ekonomis layak dengan
Restructured NPV dari Rs. 44.74
chicken products lakhs dan IRR 31% dan
B-C ratio 1,78. Proyek
akan membayar kembali
investasi dalam waktu
kurang dari 3 tahun
(2.72). arus kas tahunan
tak terdiskonto dan arus
kas terdiskonto
diperkirakan masing-
masing sebesar Rs. 21.03
lakhs dan 5.59 lakh.
Kesimpulan dari analisis
sensitivitas bahwa dalam
kasus ini harga jual tidak
bisa dikurangi lebih dari
5% atas dasar skenario
NPV menjadi negatif
jika pengurangan lebih
dari 5% dari harga jual.
Demikian pula biaya
variabel tidak boleh
meningkat melebihi 10%
karena akan
menghasilkan NPV yang
negatif (Rs.-13,2 lakh).
Dengan demikian,
pengolahan produk
daging harus didorong

26
dan pengusaha harus
terus meneruskan untuk
menuai keuntungan dari
bisnis pengolahan
daging.

2. Tereza Svatoňová, Perusahaan NPV, ROI, Dalam penelitian ini


David Herák,, perkebunan IRR, PP, dan analisis ekonomi
Abraham Kabutey minyak Analisa perkebunan kelapa sawit
(2015), Financial kelapa sawit Sensitivitas. dikembangkan. Dengan
Profitability di Sumatra menghitung nilai NPV
and Sensitivity Utara, dalam jangka waktu
Analysis of PALM Indonesia. analisis selama 25 tahun
Oil Plantation In (PT pada produksi
Indonesia Perkebunan perkebunan Indonesia.
Nusantara Hasilnya adalah NPV
IV) bernilai positif sebesar
USD 10,670 yang
menandakan bahwa
investasi ini baik dan
menguntungkan. Nilai
ROI sebesar 73.50%/
hektar lahan perkebunan.
Ini dapat diperoleh
karena adanya tenaga
kerja murah di
perkebunan kelapa sawit.
IRR sebesar 14.83%
diperkirakan akan
menghasilkan
pengembalian yang
tinggi dan PP adalah
selama 6.75 tahun.
Sensitivitas terhadap
perubahan tingkat
diskonto menunjukan
peluang investasi yang
positif hingga 26%.
Analisis sensitivitas juga
menunjukkan bahwa
perubahan harga jual
FFB lebih sensitif dari

27
perubahan investasi dan
biaya berulang.
3. Nantarat Proyek NPV, NPV dari total
Tangvitoontham, pelabuhan Benefit-Cost keuntungan bersih dari
Papusson domestik A, Ratio, proyek ini adalah
Chaiwat (2012), Pelabuhan Economic 2,887.19 juta baht. Biaya
Economic Laem- Internal Rate ekonomi 2,268.48 juta
Feasibility Chabang di of Return dan baht. Selain itu,NPV
Evaluation of Provinsi Analisa lebih dari nol yaitu
Government Chonburi, Sensitivitas. sebesar 618.7 juta baht.
Investment Thailand. EIRR adalah sebesar
Project by Using 16,81% yang lebih dari
Cost tingkat diskonto serta
Benefit Analysis: B/C Ratio lebih dari 1.
A Case Study of ini membuktikan bahwa
Domestic Port proyek memberikan
(Port A), Laem- kontribusi untuk
Chabang Port, kesejahteraan sosial dan
Chonburi ekonomi. Selanjutnya,
Province analisis sensitivitas
menunjukkan bahwa
proyek ini adalah layak
bahkan dari setiap
keadaan tak terduga yang
akan terjadi sejak NPV,
EIRR, dan B / C juga
diterima di bawah setiap
skenario yang mungkin.
4. Thi Thi Soe Proyek NPV, IRR, NPV yang dihasilkan
(2015), pembangunan Simple dari proyek ini adalah
Assessment of PLTA di Payback sebesar $251.753,
Economic Rakan, Period, dan $247.688, $248.252 dan
Feasibility on Pathein, Analisa $251.699. Nilai
Promising Wind Yangon dan Sensitivitas minimum IRR yang
Energy Sites in Ye diperlukan adalah 19%
Myanmar untuk setiap situs PLTA.
Dan Simple Payback
Perioad adalah 10 tahun
untuk setiap PLTA. Dari
hasil analisis sensitivitas,
tingkat parameter kunci
seperti rasio

28
hutang,tingkat diskonto,
tingkat bunga kredit
adalah optimal untuk
listrik pedesaan. Harga
energi yang tidak terlalu
tinggi dan NPV yang
positif, yang berarti
proyek ini layak untuk
diajukan di setiap situs.
5. Mohit Sharma 150 petani NPV, IRR, Net Present Value
(2014), Economic bunga di B/C Ratio, (NPV) dari tanaman
Feasibility wilayah dan Analisa bunga yang berbeda
Analysis of Major Himachal Sensitivitas adalah positif dari
Flower Crops In Pradesh rentang antara 30-44
Himachal lakhs. rasio biaya
Pradesh State of manfaat (BCR)
India diperkirakan masing-
masing 2.37, 2.01, 1.89,
2.39 dan 2.89 untuk
anyelir, gerbera, Lilium,
krisan dan mawar. IRR
semua bunga ditemukan
menjadi tinggi yaitu
lebih dari 70 persen
dalam kasus setiap
tanaman bunga yang
dipelajari. Ini
membuktikan bahwa
investasi di tanaman
bunga adalah layak
secara finansial.
Kurangnya pelatihan dan
pengetahuan teknis, tidak
tersedianya fasilitas
penyimpanan yang
layak, tidak tersedianya
pasar lokal, dan biaya
transportasi yang tinggi
menjadi masalah yang
dihadapi oleh para petani
bunga.yang dijadikan
sampel.

29
D. Kerangka Pemikiran

Dalam penelitian ini akan menganalisis usaha bimbingan belajar Escentia dalam

pengembangan usaha yang dapat memberikan informasi-informasi dengan

menganalisis pada aspek-aspek studi kelayakan usahanya. Hasil analisis tersebut

menunjukkan apakah usaha bimbingan belajar Escentia layak atau tidak untuk

dilaksanakan.

Langkah pertama adalah menganalisis data kuantitatif dengan menghitung aspek

finansial yang mempunyai beberapa kriteria yaitu NPV, IRR, B/C ratio, payback

period (PP), dan profitability index. Kemudian, langkah kedua mencari perhitungan

analisis sensitivitas untuk melihat sampai berapa persen peningkatan atau penurunan

faktor-faktor pemasukan atau biaya tersebut dapat mengakibatkan perubahan dalam

kriteria investasi pada aspek keuangan yaitu dari layak atau menjadi tidak layak untuk

dilaksanakan. Kemudian dari hasil analisis kualitatif dan analisis kuantitatif

dimasukkan kedalam analisis usaha yang diterapkan. Langkah terakhir adalah

interpretasi hasil analisis kelayakan, apakah layak atau tidak. Bila hasilnya

menyatakan layak maka diteruskan dengan pelaksanaan. Bila hasilnya menyatakan

tidak layak maka perlu dilakukan evaluasi. Berdasarkan perumusan masalah dan

tujuan penelitian yang disesuaikan dengan teori , konsep jalur dan hasil penelitian-

penelitian terdahulu , maka dapat dibuat kerangka pemikiran sebagai berikut:

30
Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran

Usaha Menengah,
Kecil dan Mikro

Studi Kelayakan Bisnis Aspek


Finansial

Analisa Sensitivitas Capital Budgeting

1. Perubahan Pendapatan 1. NPV


2. Perubahan Biaya 2. IRR
3. Net B/C
4. PI
5. PP
6. Analisa Sensitivitas

Analisa Kelayakan

Kesimpulan

31
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian dilakukan terhadap lembaga bimbingan belajar yang ada di provinsi

Banten. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh

melalui wawancara dengan pihak manajemen bimbingan belajar yang terpilih.

Sedangkan data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian bersumber dari

laporan keuangan manajemen perusahaan selama 5 (lima) tahun yang terdiri dari

laporan tahunan, peraturan-peraturan, kebijakan perusahaan berkaitan dengan

masalah-masalah yang diteliti, sejarah perusahaan, dan struktur organisasi

perusahaan. Data sekunder juga diperoleh dari Kementrian Koperasi UMKM dan

Biro Pusat Statistik (BPS).

B. Metode Penentuan Sampel

Dalam penelitian ini akan meneliti sebuah kasus yaitu studi kelayakan pada

perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa bimbingan belajar, yaitu LKP PT.

Escentia Prima Sejati. Dalam studi kasus ini, perusahaan LKP PT. Escentia Prima

Sejati yang dipilih karena memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Lembaga Bimbingan belajar yang memiliki izin dan NILEK (Nomor Induk

Lembaga Kursus) dari Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.

2. Lembaga bimbingan belajar telah berdiri dan beroperasional minimal selama 5

(lima) tahun.

32
3. Lembaga bimbingan belajar memiliki pencatatan laporan keuangan yang lengkap

untuk melakukan pengukuran menggunakan metode capital budgeting.

4. Lembaga bimbingan belajar hanya memiliki 1 tempat operasional.

5. Lembaga bimbingan belajar bukan lembaga bimbingan belajar franchisee.

6. Lembaga bimbingan belajar merupakan perusahaan yang berbadan hukum.

Tabel 3.1
Pemilihan Kasus

No. Kriteria Jumlah


1 Lembaga Bimbingan belajar yang memiliki
izin dan NILEK (Nomor Induk 65
Lembaga Kursus) dari Dinas
Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten
2 Lembaga bimbingan belajar telah berdiri
dan beroperasional minimal selama 5 (30)
(lima) tahun
3 Lembaga bimbingan belajar memiliki
pencatatan laporan keuangan yang (2)
lengkap untuk melakukan pengukuran
menggunakan metode capital
budgeting
4 Lembaga bimbingan belajar hanya (4)
memiliki 1 tempat operasional
5 Lembaga bimbingan belajar bukan (10)
lembaga bimbingan belajar franchisee
6 Lembaga bimbingan belajar merupakan (18)
perusahaan yang berbadan hukum
Perusahaan yang memenuhi kriteria 1
Sumber: Data Diolah

C. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan

metode-metode sebagai berikut:

33
1. Metode Studi Pustaka

Metode studi pustaka adalah metode dengan melakukan telaah pustaka,

eksplorasi dan mengkaji berbagai literatur pustaka seperti buku-buku, jurnal-

jurnal, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian.

2. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah metode dengan cara mengumpulkan, mencatat,

dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan,

peraturan-peraturan, kebijakan perusahaan mengenai masalah-masalah yang

diteliti, sejarah perusahaan dan struktur organisasi perusahaan.

D. Metode Analisis Data

Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif

dilakukan untuk mengetahui karakteristik usaha lembaga bimbingan belajar tersebut

yang disajikan pada aspek-aspek non finansial dalam bentuk uraian deskriptif, tabel,

bagan, atau gambar untuk mempermudah pemahaman. Sedangkan data kuantitatif

disajikan untuk mengetahui keadaan perusahaan secara finansial melalui analisis

capital budgeting seperti net present value (NPV), internal rate return (IRR), net B/C

ratio, payback period (PP), profitability index (PI), serta analisa sensitivitas.

Menurut Francis J. Clauss (2010), capital budgeting merupakan suatu metode

yang digunakan untuk menganalisis (mengidentifkasi dan memilih) kelayakan suatu

proyek /jenis investasi dalam jangka panjang yang akan dilakukan oleh perusahaan

dan diharapkan untuk menghasilkan benefit lebih dari satu tahun.

34
Untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu proyek tersebut menguntungkan

atau tidak, maka perlu dilakukan evaluasi proyek dengan cara menghitung manfaat

dan biaya yang diperlukan sepanjang umur proyek. Setelah dilakukan identifikasi

terhadap semua manfaat dan biaya, maka baru dapat dilakukan perhitungan untuk

mendapatkan nilai dari kriteria investasi. Adapun metode yang digunakan dalam

analisis kelayakan finansial pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Net Present Value (NPV)

Menurut Sofyan (2002: 180), NPV adalah nilai neto sekarang dari dana yang

diinvestasikan selama umur proyek. NPV mencerminkan besarnya tingkat

pengembalian dari usulan usaha atau proyek, oleh karena itu usulan proyek yang

layak diterima haruslah memiliki nilai NPV > 0, jika tidak maka proyek itu akan

merugi. Rumus yang digunakan dalam NPV adalah sebagai berikut:

n
CFt
NPV   1  r 
t 1
t
 Io

Dimana:

NPV = Net Present Value atau Nilai Sekarang

Σ = Simbol untuk penjumlahan

t = Periode waktu atau tahun ke-t

n = Umur usaha

CFt = Aliran kas pada tahun t

35
r = Tingkat suku bunga atau biaya modal

Io = Modal investasi awal

Kriteria untuk menerima atau menerima rencana investasi dengan metode

NPV adalah sebagai berikut:

a. Jika NPV > 0, maka rencana investasi diterima.

b. Jika NPV < 0, maka rencana investasi ditolak.

c. Jika NPV = 0, maka rencana investasi dapat diterima atau nilai perusahaan

akan tetap jika rencana investasi diterima atau ditolak.

2. Internal Rate of Return (IRR)

IRR dapat menggambarkan besarnya suku bunga tingkat pengembalian atas

modal yang diinvestasikan. Dalam kriteria investasi IRR harus lebih besar dari

opportunity cost of capital agar rencana atau usulan investasi dapat layak

dilaksanakan (Sofyan, 2002:178). Rumus yang digunakan untuk IRR adalah

sebagai berikut:

IRR  i   i  i'  
NPV
NPV'  NPV

Dimana:

IRR = Internal rate of return atau tingkat pengembalian internal

i = Bunga diskonto yang menghasilkan NPV positif

i’ = Bunga diskonto yang menghasilkan NPV negative

NPV = Nilai sekarang yang positif

NPV’ = Nilai sekarang yang negative

36
3. Net B/C Ratio

Merupakan perbandingan antara NPV total dari benefit bersih terhadap total

dari biaya bersih. B/C menunjukan manfaat bersih yang diperoleh setiap

penambahan satu rupiah pengeluaran bersih. Perhitungan dengan menggunakan

rumus (Gray dkk, 1997:86):

n
Bt
 1  i 
t 1
t
Net B/C  n
Ct
 1  i 
t 1
t

Dimana:

Net B/C = Rasio manfaat bersih terhadap biaya bersih

Σ = Simbol untuk penjumlahan

Bt = Manfaat pada tahun t

Ct = Biaya pada tahun t

i = tingkat bunga

Kriteria penilaian kelayakan recana investasi dengan metode Net B/C Ratio

adalah sebagai berikut:

a. Jika Net B/C > 0, maka rencana investasi layak untuk dilaksanakan

b. Jika Net B/C = 0, maka rencana investasi akan mengalami impas, diterima

atau ditolaknya rencana investasi akan menjadi kebebasan pengambil

keputusan.

c. Jika Net B/C < 0, maka rencana investasi tidak layak untuk dilaksanakan

37
4. Payback Period (PP)

Menurut Husein Umar (2007:197), payback period adalah suatu periode

yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi awal dengan

menggunakan aliran kas, dengan kata lain payback period merupakan rasio antara

investasi awal dengan cash aliran kas masuknya yang hasilnya merupakan satuan

waktu. Selanjutnya nilai rasio ini dibandingkan dengan maksimum payback

period yang dapat diterima. Rumus yang digunakan dalam menghitung payback

period adalah sebagai berikut :

Payback Period = Investasi = xxx


Proceeds tahun 1 = xxx -
Sisa = xxx
Proceeds tahun 2 = xxx -
Sisa = xxx
Dst.

5. Profitability Index (PI)


Menurut Siswanto Sutojo (2002:122), profitability index merupakan cara

lain untuk mengukur profitibilitas rencana investasi proyek. Dalam metode ini,

profitibilitas dicari dengan jalan memperbandingkan jumlah seluruh present value

net cash flows dan salvage value dengan nilai investasi proyek.

profitability index merupakan perbandingan antara nilai cash flow investasi

dengan biaya investasi yang dikeluarkan. Suatu investasi dikatakan layak jika

nilai profitability index lebih dari satu, sebaliknya jika kurang maka investasi

38
ditolak. Rumus yang digunakan dalam metode profitability index adalah sebagai

berikut:

Profitability Index =

6. Analisa Sensitivitas

Untuk mengkaji sejauh mana perubahan unsur-unsur dalam aspek finansial

kegiatan usaha yang akan dijalankan atau diusahakan. Analisis sensitivitas akan

melihat apa yang akan terjadi dengan hasil kegiatan usaha jika terjadi perubahan-

perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya dan pendapatan.

Dalam penelitian, analisis sensitivitas dilakukan pada arus penerimaan

(manfaat) dan pengeluaran (biaya) pada analisis kelayakan usaha, yaitu perubahan

biaya operasional dan perubahan penerimaan pada kondisi pesimis, moderat dan

agresif.

Perubahan yang diamati adalah bagaimana nilai NPV, IRR, Net B/C, PI dan

PP jika terjadi perubahan pada variabel alat analisis. Variabel-variabel yang

digunakan sebagai alat analisis sensitivitas pada penelitian diantaranya adalah:

a) Perubahan biaya operasional sebesar 6%

b) Perubahan pendapatan 10%

Perubahan biaya operasional sebesar 6% didasarkan pada hasil perhitungan

rata-rata inflasi nasional periode 2011-2016 (lampiran 1). Sedangkan perubahan

39
penerimaan sebesar 10% berdasarkan hasil penelitian Bank Indonesia, yaitu

peningkatan jumlah siswa yang mengikuti bimbingan belajar sebesar 10% setiap

tahun (Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Bank

Indonesia, 2010).

Tingkat suku bunga yang digunakan dalam analisis sensitivitas ini adalah

sebesar 6% yang merupakan rata-rata tingkat suku bunga Bank Indonesia periode

2011-2016 (lampiran 2).

40
BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Perusahaan

LKP PT. Escentia Prima Sejati atau yang lebih dikenal dengan nama bimbingan

belajar Escentia dengan NILEK 28204.4.1.0043./19 adalah usaha pendidikan luar

sekolah bimbingan belajar milik pribadi yang telah berdiri cukup lama dan memiliki

pangsa pasar yg cukup luas di sekitaran wilayah Cirendeu, Tangerang Selatan.

Lembaga Bimbingan belajar Escentia dimiliki dan didirikan oleh Ibu Julie sejak

tahun 2009 dengan nama awal Bimbingan belajar Julie’s Lessons yang beralamat di

Taman Sari Pesona Bali Blok D-3B No.6 Rt.005 Rw.015 Kel. Pisangan, Kec. Ciputat

Timur, Kota Tangerang Selatan. Awal mula pendirian lembaga Bimbingan belajar ini

didasari dari ketertarikan Ibu Julie di dunia pendidikan. Diawal pendiriannya,

sebagian besar tenaga pengajar di tempat bimbingannya adalah mahasiswa yg

direkrut dari universitas-universitas di Jakarta, Depok dan Tangerang. Sampai saat ini

pun masih ada tenaga pengajar yang masih berstatus sebagai mahasiswa, namun tidak

sebanyak dahulu. Kebanyakan pengajar di Escentia saat ini adalah guru sekolah dan

dosen.

Usaha bimbingan belajar Escentia dapat bertahan dan berkembang sampai

sekarang karena memiliki metode belajar yang kreatif dan fun sehingga siswa-siswa

yang belajar dapat menikmati proses belajar-mengajar dan dapat menyerap dengan

41
baik materi pelajaran yang diberikan. Selain itu, Ibu Julie dan tim pengajar selalu

menyusun dan memperbaharui sendiri buku modul pelajaran dan soal-soal latihan

sesuai dengan standar agar belajar dapat menjadi efektif dan efisien.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi dan manajemen dalam lembaga bimbingan belajar Escentia

sangat sederhana dan fleksibel. Di posisi manajemen puncak ditempati oleh pemilik

perusahaan sendiri, dalam hal ini pemilik perusahaan bertugas untuk mengawasi,

mengambil keputusan dan menerima serta menganalisa laporan dari direktur.

Kemudian dibawah posisi pemilik perusahaan terdapat direktur yang

bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di dalam perusahaan mulai dari

proses produksi, perekrutan tutor, pemasaran, serta penggajian karyawan.

Direktur dibantu oleh beberapa bagian yang masing-masing dijabat oleh satu

orang yaitu, bagian administrasi dan keuangan, bagian akademik, dan bagian

pemasaran. Adapun bagian-bagian dari organisasi dan tugas dari masing-masing

bagian adalah sebagai berikut:

a. Bagian administrasi dan keuangan bertugas dalam mencatat arus kas masuk

dan keluar perusahaan, mendata siswa dan tutor, mengelola asset perusahaan,

serta menggaji karyawan/tutor.

b. Bagian akademik bertugas dalam menyusun modul dan materi pelajaran yang

sesuai dengan metode yang dipakai oleh Bimbingan belajar, menentukan

jadwal kelas tutor dan siswa, serta pelatihan atau seleksi tutor.

42
c. Bagian pemasaran bertugas dalam perencanaan strategi pemasaran, membuat

dan mendesain media-media untuk memasarkan produk jasa perusahaan

Di masing-masing bagian tersebut dapat dibantu oleh 1-2 orang staf karyawan,

tergantung dari banyaknya kegiatan dari lembaga. Dibawah posisi direktur juga

terdapat kelompok tutor/pengajar yang banyaknya tergantung dari banyaknya siswa

sekolah yang dilayani oleh lembaga Bimbingan belajar. Adapun bentuk organisasi

lembaga Bimbingan belajar Escentia terdapat pada bagan 1.

Gambar 4.1
Struktur Organisasi Lembaga Bimbingan Belajar Escentia

Pemilik Perusahaan

Direktur

Administrasi dan
Akademik Tutor/Pengajar Pemasaran
keuangan

B. Analisis dan Pembahasan

1. Aspek Finansial

a. Kebutuhan Dana dan Sumber Dana

43
Dana investasi awal yang dibutuhkan untuk mendirikan lembaga

bimbingan belajar Escentia adalah sebesar Rp. 389.495.061,00. Berikut adalah

rincian biaya investasi lembaga bimbingan belajar Escentia:

Tabel 4.1
Biaya Investasi Usaha Bimbingan belajar Escentia
No. Jenis Biaya Jumlah Fis ik Harga/Satuan Nilai Jumlah

1 Perizinan
a. Tanda Daftar Perus ahaan 1 File 2.700.000 2.700.000
b. Izin Badan Us aha NILEK 1 File 3.000.000 3.000.000
c. NPWP 1 File 1.000.000 1.000.000
d. Akta Perus ahaan 1 File 3.500.000 3.500.000

2 Sewa Gedung
a. Ruang Kelas 200 m2 400.000 80.000.000
b. Ruang Guru 15 m2 400.000 6.000.000
c. Lobi 15 m2 400.000 6.000.000
d. Ruang Kantor 25 m2 400.000 10.000.000
e. Ruang Baca Sis wa 15 m2 400.000 6.000.000

3 Peralatan Kantor
a. Komputer 2 Unit 5.000.000 10.000.000
b. Printer 1 Unit 2.300.000 2.300.000
c. Laptop 1 Unit 6.200.000 6.200.000
d. Telepon/Fax 1 Unit 1.300.000 1.300.000
f. Rak Buku 5 Unit 330.000 1.650.000
g. Filling Cabinet 5 Unit 1.300.000 6.500.000
h. Meja Kerja 5 Unit 900.000 4.500.000
i. Kurs i Tamu 1 Set 2.250.000 2.250.000
j. AC 1/2 PK 4 Unit 2.000.000 8.000.000
k. Mes in Foto Copy 1 Unit 30.000.000 30.000.000

4 Peralatan Belajar
a. Kurs i Belajar 150 Buah 372.000 55.800.000
b. Meja Guru 10 Unit 800.000 8.000.000
c. White Board 10 Unit 594.000 5.940.000
d. AC 1 PK 10 Unit 3.000.000 30.000.000

5 Sarana Belajar
a. Modul Belajar 5 Paket 1.200.000 6.000.000
b. Soal Latihan 5 Paket 700.000 3.500.000
c. Buku Pelajaran Tambahan 3 paket 1.000.000 3.000.000

6 Biaya Modal Kerja awal 1 Paket 86.355.061

Jumlah 389.495.061

Sumber: Data Diolah

44
b. Biaya-biaya

Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh lembaga bimbingan belajar Escentia

adalah biaya penyusutan dan biaya operasional tetap yang terdiri dari biaya

administrasi dan biaya reinvestasi untuk sewa gedung. Untuk biaya penyusutan

adalah sebesar Rp.36.388.000,00/tahun, biaya tetap adalah sebesar

Rp.249.000.000,00/tahun. Sedangkan untuk biaya tidak tetap jumlahnya selalu

berubah dari tahun pertama sampai tahun ketiga, di tahun pertama biaya tidak

tetap adalah sebesar Rp.189.620.732,00, pada tahun kedua biaya tidak tetap

adalah sebesar Rp. 300.140.732,00, kemudian pada tahun ketiga dan

seterusnya biaya tidak tetap adalah sebesar Rp 303.860.732.,00. Berikut adalah

biaya-biaya usaha bimbingan belajar Escentia pada tabel 4.2.

Tabel 4.2
Biaya-biaya Usaha Bimbingan Belajar Escentia

No. Jenis Biaya Tahun 1 (Rp) Tahun 2 (Rp) Tahun 3 dst. (Rp)
1 Biaya Penyusutan 36.388.000 36.388.000 36.388.000
2 Biaya Tetap
a. Biaya Administrasi 141.000.000 141.000.000 141.000.000
b. Biaya Reinvestasi 108.000.000 108.000.000 108.000.000
3 Biaya Tidak Tetap
a. Biaya Tidak Langsung 45.060.732 45.060.732 45.060.732
b. Biaya Langsung 124.560.000 235.080.000 238.800.000
c. Biaya Pemasaran 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Total Biaya 475.008.732 585.528.732 589.248.732
Sumber: Data Diolah

45
1) Biaya Penyusutan

Pada tabel berikut adalah daftar biaya penyusutan pada lembaga

bimbingan belajar Escentia.

Tabel 4.3
Biaya Penyusutan Aset Usaha Bimbingan Belajar Escentia

No Aset Umur Ekonomis Penyusutan/thn


1 Peralatan Kantor
a. Komputer 5 2,000,000
b. Printer 5 460,000
c. Laptop 5 1,240,000
d. Telepon/Fax 5 260,000
f. Rak Buku 5 330,000
g. Filling Cabinet 5 1,300,000
h. Meja Kerja 5 900,000
i. Kursi Tamu 5 450,000
j. AC 1/2 PK 5 1,600,000
k. Mesin Foto Copy 5 6,000,000

2 Peralatan Belajar
a. Kursi Belajar 5 11,160,000
b. Meja Guru 5 1,600,000
c. White Board 5 1,188,000
d. AC 1 PK 5 6,000,000

3 Sarana Belajar
a. Modul Belajar 5 1,200,000
b. Soal Latihan 5 700,000
c. Buku Pelajaran Tambahan 5 600,000
Sumber: Data diolah

Biaya penyusutan atau depresisasi pada asset yang dihitung

depresiasinya adalah perlengkapan kantor, peralatan belajar dan sarana

belajar. Depresiasi yang digunakan oleh lembaga bimbingan belajar

46
Escentia adalah metode straight line atau metode garis lurus. Biaya

penyusutan dengan metode garis lurus dihitung dengan cara membagi nilai

awal sebuah aset dengan umur ekonomis aset tersebut tersebut.

2) Biaya Administrasi

Biaya yang dikeluarkan untuk gaji 1 orang direksi sebesar Rp.

36.000.000,00/tahun, gaji 3 orang staf manajemen sebesar Rp.

72.000.000,00/tahun dan gaji 2 orang karyawan sebesar Rp

30.00.000,00/tahun. Selain itu ada pula biaya untuk keperluan surat, fax dan

telepon sebesar 3.000.000,00/tahun.

3) Biaya Reinvestasi

Biaya reinvestasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga

bimbingan belajar Escentia untuk membiayai sewa gedung sebesar Rp.

108.000.000,00/tahun. Adapun rinciannya pada tabel 4.7 berikut.

Tabel 4.4
Rincian Biaya Sewa Gedung

2
Sewa Gedung Luas Biaya/m Jumlah
2
a. Ruang Kelas 200 m 400,000 80,000,000
2
b. Ruang Guru 15 m 400,000 6,000,000
2
c. Lobi 15 m 400,000 6,000,000
2
d. Ruang Kantor 25 m 400,000 10,000,000
2
e. Ruang Baca Siswa 15 m 400,000 6,000,000
Total 108.000.000
Sumber: Data Diolah

47
4) Biaya Tidak Langsung

a) Biaya Alat Tulis Kantor

Biaya ini dikeluarkan untuk keperluan pembelian alat-alat tulis

kantor. Biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 1.200.000,00/tahun

b) Biaya Internet

Biaya internet merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan

karena penggunaan jasa internet. Biaya yang dikeluarkan dengan jumlah

pascabayar sebesar Rp. 400.000,00/bulan atau sebesar Rp. 4.800.000,00

tahun.

c) Biaya Air dan Air Mineral

Biaya air dan air mineral untuk keperluan minum dan lainnya

diasumsikan tetap selama masa periode proyeksi perusahaan yaitu

sebesar Rp. 600.000,00/tahun untuk biaya air dan Rp. 750.000,00/tahun

untuk biaya air mineral.

d) Biaya Listrik

Biaya listrik merupakan biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan

kebutuhan listrik untuk penggunaan peralatan dan perlengkapan serta

untuk penerangan. Peralatan dan perlengkapan yang dimaksud seperti

komputer, mesin printer, fotocopy dan telepon, Kebutuhan listrik untuk

peralatan, perlengkapan serta penerangan antara lain:

48
Tabel 4.5
Kebutuhan Listrik Untuk Peralatan dan Penerangan

Kebutuhan
No Peralatan Jumlah Listrik (Kwh) Total Kwh

1 Mesin fax, printer dan


1 1 1
fotocopy
2 Air Conditioner 1 PK 10 0.66 6.6
3 Komputer 1 0.5 0.5
4 Telepon 1 0.05 0.05
5 Laptop 1 0.05 0.05
6 Air Conditioner 1/2 PK 4 0.32 1.28
7 Lampu Penerangan 15 0.02 0.3
Jumlah Kwh 9.78
Sumber: Data diolah

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui kebutuhan listrik pertahun

lembaga bimbingan belajar Escentia yaitu sebesar: 8 jam x 24 hari x 12

bulan x 9,78 Kwh = 22.533,12 Kwh.

Berdasarkan penetapan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff

adjustment) tahun 2017, dengan daya listrik pada bangunan yang disewa

sebesar 6.600 VA maka biaya listrik yang harus dibebankan adalah terdiri

dari biaya beban daya dan biaya pemakaian listrik. Berikut tarif yang

ditetapkan:

i. Biaya beban/bulan = 40 (jam nyala) x daya (kVa) x biaya pemakaian

ii. Biaya pemakaian daya 6.600 VA = 1.467,28 (Rp/kWh)

Dengan tarif diatas tersebut maka jumlah biaya dan pemakaian

listrik di lembaga bimbingan belajar Escentia adalah sebagai berikut:

49
Tabel 4.6
Jumlah Biaya Pemakaian Listrik Dalam 1 Tahun

Jumlah Biaya
Rincian
(Rp)
Biaya beban daya
40 jam x 6.6 kva x 1467.28 x 12 bulan 4,648,343
Biaya listrik pemakaian
9.78 x 8 jam x 24 hari x 12 bulan x 1467.28 33,062,396
Total 37,710,732
Sumber: Data diolah

5) Biaya Langsung

a) Biaya Gaji Tutor

Biaya gaji tutor adalah biaya gaji yang dikeluarkan untuk membayar

gaji tutor yang mengajar para siswa di lembaga bimbingan belajar

Escentia. Gaji yang dibebankan adalah Rp. 1.500.000,00/bulan/tutor.

b) Biaya Alat Tulis Kelas

Biaya alat tulis kelas adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli

alat tulis yang digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas

bimbingan belajar Escentia, seperti spidol, tinta, dan penghapus. Biaya

yang dikeluarkan adalah sebesar Rp. 600.000,00/tahun.

c) Biaya Modul dan Soal Latihan

Biaya modul dan soal latihan adalah biaya yang dikeluarkan untuk

membuat fasilitas berupa buku modul yang berisi bahan ajar dan buku

soal latihan yang diberikan kepada setiap siswa bimbingan. Biaya yang

dikeluarkan untuk membat buku modul adalah Rp. 20.000,00/buku dan

50
biaya buku soal latihan adalah sebesar Rp. 10.000,00/buku. Setiap buku

modul dan buku soal latihan digunakan untuk satu tahun ajaran.

6) Biaya Pemasaran

a) Biaya Cetak Brosur

Biaya cetak brosur adalah biaya yang dikeluarkan untuk mencetak

brosur dengan tujuan mempromosikan lembaga bimbingan belajar

Escentia. Diasumsikan setiap tahun lembaga bimbingan belajar Escentia

mencetak 5.000 lembar brosur dengan biaya cetak sebesar

Rp.1000,00/lembar. Maka biaya cetak brosur per tahunnya adalah Rp.

5.000.000,00.

b) Biaya Try Out

Biaya try out adalah biaya yang dikeluarkan untuk melakukan tes

try out di sekolah-sekolah dalam rangka mengenlkan lembaga

bimbingan belajar Escentia kepada siswa-siswi sekolah. Tes try out

dilakukan 2 kali dalam setahun di masing-masing awal atau akhir

semester. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 10.000.000,00/tahun.

c) Biaya Souvenir

Souvenir berupa 1 paket pulpen dan buku tulis dari lembaga

bimbingan elajar Escentia kepada peserta try out. Biaya yang

dikeluarkan adalah sebesar Rp. 5.000.000,00/tahun untuk 500 paket

souvenir.

51
c. Pendapatan

Pendapatan yang diperoleh dari usaha Bimbingan belajar Escentia adalah

berasal dari permbayaran oleh siswa yang mengikuti program-program

pembelajaran di Bimbingan belajar Escentia, yaitu program pembelajaran

konsisten dan program pembelajaran intensif. Berikut jumlah siswa yang

mengikuti program bimbingan di lembaga Bimbingan belajar Escentia.

Tabel 4.7
Jumlah Siswa Peserta Bimbingan Belajar Escentia

No. Strata Sub Program Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5


1 SD
a. Konsisten 115 120 190 190 190
b. Intensif 20 40 50 50 50
Jumlah 135 160 240 240 240

2 SMP
a. Konsisten 48 66 86 86 86
b. Intensif 9 18 26 26 26
Jumlah 57 84 112 112 112

3 SMA
a. Konsisten 24 36 48 48 48
b. Intensif-IPA 8 20 24 24 24
c. Intensif-IPS 8 16 16 16 16
Jumlah 40 72 88 88 88
Total Siswa 232 316 440 440 440
Sumber: Data Diolah

Jumlah pendapatan dihitung dari jumlah siswa yang mengikuti bimbingan

belajar dikalikan dengan harga program bimbingan yang diikuti oleh siswa

tersebut. Daftar harga bimbingan terdapat pada tabel 4.8.

52
Tabel 4.8
Daftar Rincian Harga Program Bimbingan Belajar Escentia

Biaya-biaya per semester (Rp)


No. Program
Pendaftaran Fasilitas Bimbingan Jumlah

1 Konsisten 125,000 800,000 1,200,000 2,125,000

2 Intensif 125,000 900,000 1,350,000 2,375,000


Sumber: Data Diolah

Kemudian berikut rincian pendapatan lembaga Bimbingan belajar Escentia

berdasarkan program pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4.9
Pendapatan Usaha Bimbingan Belajar Escentia

No. Program Tahun 1 (Rp) Tahun 2 (Rp) Tahun 3 dst. (Rp)


1 Konsisten 397,375,000 471,750,000 688,500,000
2 Intensif 106,875,000 223,250,000 275,500,000
Jumlah 504,250,000 695,000,000 964,000,000
Sumber: Data Diolah

Dapat dilihat pada tabel 4.9 bahwa pendapatan bimbingan belajar Escentia

pada tahun pertama sebesar Rp.504.250.000,00. Seiring bertambahnya siswa

bimbingan belajar Escentia, pada tahun kedua pendapatannya meningkat

menjadi Rp.695.000.000,00. Kemudian, meningkat lagi menjadi

Rp.964.000.000,00 pada tahun ketiga dan seterusnya.

d. Laba/Rugi

Pada tahun pertama, usaha bimbingan belajar Escentia memperoleh

keuntungan bersih sebesar Rp. 92.133.479,00. Kemudian, pada tahun kedua

53
usaha bimbingan belajar Escentia memperoleh keuntungan sebesar Rp.

418.605.000,00. Setelah itu, pada tahun ketiga dan seterusnya keuntungan

usaha bimbingan belajar Escentia meningkat menjadi sebesar Rp.

553.033.229,00. Berikut adalah ikhtisar laba/rugi usaha bimbingan belajar

Escentia dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10
Ikhtisar Laba/Rugi Usaha Bimbingan belajar Escentia

No Uraian Tahun 1 (Rp) Tahun 2 (Rp) Tahun 3 dst. (Rp)


1 Pendapatan 504,250,000 695,000,000 964,000,000
2 Biaya-biaya
a. Biaya Tetap 249,000,000 249,000,000 249,000,000
b. Biaya Penyusutan 36,388,000 36,388,000 36,388,000
c. Biaya Tidak Tetap 189,620,732 300,140,732 303,860,732
3 Laba Kotor 29,241,268 109,471,268 374,751,268
4 Pajak 1% 5,042,500 6,950,000 9,640,000
5 Laba Bersih 24,198,768 102,521,268 365,111,268
Sumber: Data Diolah

e. Hasil Analisis Kelayakan Usaha

Analisis kelayakan usaha bimbingan belajar Escentia menggunakan

beberapa kriteria kelayakan investasi yaitu, Net Present Value (NPV), Internal

Rate of Return (IRR), Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C), dan Profitability Index

(PI). Sedangkan Payback Period (PP) digunakan untuk menghitung jangka

waktu pengembalian investasi pada usaha bimbingan belajar Escentia. Semua

hasil analisis kelayakan usaha menggunakan asumsi 100% modal sendiri dan

30% modal pinjaman. Berikut adalah hasil analisis kelayakan usaha lembaga

bimbingan belajar Escentia.

54
1) Net Present Value (NPV)

NPV merupakan nilai sekarang dari proyek yang sedang dijalankan.

NPV diperoleh dengan mendiskontokan selisih antara jumlah kas yang

masuk dengan jumlah kas yang keluar tiap tiap tahun dengan tingkat bunga

yang telah ditentukan sebelumnya. Berikut adalah hasil perhitungan NPV

pada usaha lembaga bimbingan belajar Escentia dengan asumsi 100%

modal sendiri dan 30% modal pinjaman.

Tabel 4.11
Net Present Value Bimbingan belajar Escentia (100% Modal Sendiri)

Tahun Net Cash Flow DF 6% Present Value


1 60.586.768 0,94 57.157.328
2 138.909.268 0,89 123.628.754
3 401.499.268 0,84 337.106.528
4 401.499.268 0,79 318.025.026
5 419.993.268 0,75 313.843.402
Total Present Value 1.149.761.038
Investasi 389.495.061
Net Present Value 760.265.977
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan Net Present Value pada tabel 4.11, dapat

dilihat bahwa usaha lembaga Bimbingan belajar Escentia dengan 100%

modal sendiri dapat menghasilkan NPV positif sebesar Rp. 760.265.977,00,

yang berarti bahwa usaha lembaga Bimbingan belajar Escentia dengan

100% modal sendiri akan memberikan keuntungan sebesar Rp.

760.265.977,00 selama 5 tahun umur proyek menurut nilai waktu sekarang

55
Tabel 4.12
Net Present Value Bimbingan belajar Escentia (30% Modal Pinjaman)

Tahun Net Cash Flow DF 6% Present Value


1 30.206.153 0,94 28.496.371
2 108.528.653 0,89 96.590.115
3 371.118.653 0,84 311.598.378
4 371.118.653 0,79 293.960.734
5 389.612.653 0,75 291.141.239
Total Present Value 1.021.786.836
Investasi 389.495.061
Net Present Value 632.291.775
Sumber: Data Diolah

Kemudian berdasarkan hasil perhitungan Net Present Value pada tabel

4.12, dapat dilihat bahwa usaha lembaga bimbingan belajar Escentia dengan

30% modal pinjaman dapat menghasilkan NPV positif sebesar Rp.

632.291.775,00, yang berarti bahwa usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia dengan 30% modal pinjaman akan memberikan keuntungan

sebesar Rp. 632.291.775,00 selama 5 tahun umur proyek menurut nilai

waktu sekarang.

Dengan demikian, berdasarkan kritertia kelayakan NPV lebih besar dari

0, maka dapat dikatakan usaha ini layak dengan asumsi 100% modal sendiri

maupun 30% modal pinjaman

2) Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah tingkat bunga yang apabila dipergunakan untuk

mendiskonto

56
seluruh selisih kas masuk pada tahun-tahun proyek akan menghasilkan

jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi proyek. Untuk mendapatkan

nilai IRR, maka ditentukan rate bunga saat NPV = 0. Dalam kriteria

investasi IRR harus lebih besar dari opportunity cost of capital agar rencana

atau usulan investasi dapat layak dilaksanakan. Berikut adalah hasil

perhitungan IRR pada usaha lembaga bimbingan belajar Escentia dengan

asumsi 100% modal sendiri dan 30% modal pinjaman.

Tabel 4.13
Perhitungan NPV (100% Modal Sendiri)

Tahun Net Cash Flow DF 6% Present Value


1 60.586.768 0,94 57.157.328
2 138.909.268 0,89 123.628.754
3 401.499.268 0,84 337.106.528
4 401.499.268 0,79 318.025.026
5 419.993.268 0,75 313.843.402
Total Present Value 1.149.761.038
Investasi 389.495.061
Net Present Value 760.265.977
Sumber: Data Diolah

Tabel 4.14
Perhitungan NPV (100% Modal Sendiri)

Tahun Net Cash Flow DF 48% Present Value


1 60.586.768 0,68 40.937.005
2 138.909.268 0,46 63.417.306
3 401.499.268 0,31 123.851.027
4 401.499.268 0,21 83.683.126
5 419.993.268 0,14 59.147.140
Total Present Value 371.035.605
Investasi 389.495.061
Net Present Value -18.459.456
Sumber: Data Diolah

57
Dengan menggunakan rumus maka hasil IRR (100% modal sendiri) adalah :

IRR  6   48  6  
760.265.977
 47,00%
 18.459.456  760.265.977

Berdasarkan hasil IRR sebesar 47,00% yang berarti bahwa usaha

lembaga bimbingan belajar Escentia dengan 100% modal sendiri akan

memberikan laju keuntungan sebesar 47,00% per tahun, nilainya juga lebih

besar dari tingkat bunga yang dipersyaratkan yaitu 6%. Maka, dapat

dikatakan usaha lembaga bimbingan belajar Escentia layak.

Tabel 4.15
Tabel Perhitungan NPV (30% Modal Pinjaman)

Tahun Net Cash Flow DF 6% Present Value


1 30.206.153 0,94 28.496.371
2 108.528.653 0,89 96.590.115
3 371.118.653 0,84 311.598.378
4 371.118.653 0,79 293.960.734
5 389.612.653 0,75 291.141.239
Total Present Value 1.021.786.836
Investasi 389.495.061
Net Present Value 632.291.775
Sumber: Data Diolah

Tabel 4.16
Tabel Perhitungan NPV (30% Modal Pinjaman)

Tahun Net Cash Flow DF 48% Present Value


1 30.206.153 0,68 20.409.563
2 108.528.653 0,46 49.547.413
3 371.118.653 0,31 114.479.477
4 371.118.653 0,21 77.350.998
5 389.612.653 0,14 54.868.675
Total Present Value 316.656.127
Investasi 389.495.061
Net Present Value -72.838.934
Sumber: Data Diolah

58
Dengan menggunakan rumus maka hasil IRR (30% modal pinjaman)

adalah:

IRR  6   48  6  
632.291.775
 43,66%
 72.838.934  632.291.775

Berdasarkan hasil IRR sebesar 43,66% yang berarti bahwa usaha

lembaga bimbingan belajar Escentia dengan 30% modal pinjaman akan

memberikan laju keuntungan sebesar 43,66% per tahun, nilainya juga lebih

besar dari tingkat bunga yang dipersyaratkan yaitu 6%. Maka, dapat

dikatakan usaha lembaga bimbingan belajar Escentia layak.

3) Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C)

Net Benefit/Cost Ratio diperoleh dari perbadingan total aliran manfaat

dengan total aliran biaya selama umur usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia, semua total aliran manfaat dan biaya tersebut didiskontokan

dengan nilai discount factor yaitu 6%. Dengan demikian, nilai yang

didapatkan adalah:

Tabel 4.17
Tabel Perhitungan Net B/C (100% Modal Sendiri)

DF PV Benefit PV Cost
475.707.547 448.121.445
618.547.526 521.118.487
6% 809.392.989 494.744.598
763.578.291 466.740.187
734.176.671 440.320.931
Investasi 389.495.061
Total 3.401.403.024 2.760.540.709
Net B/C Ratio 1,23
Sumber: Data Diolah

59
Pada tabel 4.17 dapat dilihat bahwa hasil Net B/C adalah sebesar 1,23.

Hal ini menunjukan bahwa setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan akan

menghasilkan manfaat sebesar Rp. 1,23. Sehingga, menurut kriteria

kelayakan Net B/C usaha bimbingan belajar Escentia dengan 100% modal

sendiri adalah layak untuk dijalankan.

Tabel 4.18
Tabel Perhitungan Net B/C (30% Modal Pinjaman)

DF PV Benefit PV Cost
475.707.547 476.743.950
618.547.526 548.120.850
6% 809.392.989 520.218.525
763.578.291 490.772.194
734.176.671 462.992.635
Investasi 389.495.061
Total 3.401.403.024 2.888.343.215
Net B/C Ratio 1,18
Sumber: Data Diolah

Sedangkan dengan asumsi 30% modal pinjaman, hasil Net B/C pada

usaha bimbingan belajar Escentia adalah sebesar 1,18, turun sebesar 0,06

dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Namun, hasil ini masih dalam

kriteria layak, karena setiap pengeluaran biaya sebesar Rp. 1,00 akan

menghasilkan manfaat sebesar Rp. 1,18.

4) Profitability Index (PI)

Profitability Index digunakan untuk mengukur seberapa baiknya usaha

bimbingan belajar Escentia dalam menghasilkan keuntungan. PI dapat

dihitung dengan membandingkan Net Present Value usaha bimbingan

60
belajar Escentia dengan biaya investasinya. Berikut adaah hasil perhitungan

PI usaha lembaga bimbingan belajar Escentia pada tabel 4.15

Tabel 4.19
Hasil Perhitungan Profitability Index

100% Modal Sendiri 30% Modal Pinjaman

NPV 760.265.977 632.291.775


Biaya Investasi 389.495.061 389.495.061
PI 1,95 1,62
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.19 diatas, dapat dilihat bahwa usaha lembaga

bimbingan belajar Escentia memiliki nilai PI sebesar 1,95 dengan asumsi

100% modal sendiri dan nilai PI sebesar 1,62 dengan asumsi 30% modal

pinjaman. Hasil ini menyatakan bahwa usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia adalah layak untuk dijalankan karena memiliki nilai PI lebih besar

dari 1.

5) Payback Period (PP)

Payback Period digunakan untuk mengukur jangka waktu yang

dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi awal yang telah

dikeluarkan oleh pemilik usaha lembaga bimbingan belajar Escentia.

Periode pengembalian untuk investasi antara lain:

Investasi (100% modal sendiri) : Rp. 389.495.061

Proceeds tahun 1 : Rp. 60.586.768 -

Sisa : Rp. 328.908.293

61
Proceeds tahun 2 : Rp. 138.909.268 -

Sisa : Rp. 189.999.025

Payback Period = 2 + (189.999.025/ 401.499.268)

= 2 + (0,4732 tahun x 12 bulan)

= 5 bulan + (0.6786 x 30 hari)

= 20 hari

PP = 2 tahun 5 bulan 20 hari

Investasi (30% modal pinjaman) : Rp. 389.495.061

Proceeds tahun 1 : Rp. 30.206.153 -

Sisa : Rp. 359.288.908

Proceeds tahun 2 : Rp. 108.528.653

Sisa : Rp. 250.760.255 -

Payback Period = 2 + (250.156.174./371.118.653)

= 2 + (0,6757 x 12 bulan)

= 8 bulan + (0,1083 x 30 hari)

= 3 hari

PP = 2 tahun 8 bulan 3 hari

Berdasarkan investasi dengan modal 100% milik sendiri pada usaha

lembaga bimbingan belajar Escentia, maka periode waktu yang dibutuhkan

untuk mengembalikan biaya investasi awal adalah selama 2 tahun 5 bulan

20 hari.

62
Sedangkan untuk investasi dengan modal 30% berasal dari pinjaman,

maka periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi

awal adalah selama 2 tahun 8 bulan 3 hari.

f. Analisa Sensitivitas

1) Perubahan Pendapatan.

Analisa sensitivitas ini akan mengukur seberapa besar pengaruh yang

ditimbulkan dari perubahan pendapatan pada 3 kondisi, yaitu pesimis,

moderat, dan agresif terhadap kelayakan usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia. Perubahan pendapatan ini didasarkan pada penelitian yang

menyatakan bahwa setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah siswa

sekolah yang masuk mengikuti bimbingan belajar sebesar 10% (Tim

Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Bank Indonesia,

2010).

Pada kondisi pesimis adalah dimana kondisi bisnis sedang dalam posisi

yang kurang baik, dalam kondisi ini diasumsikan bisnis mengalami

penurunan pendapatan sebesar 10% dari kondisi moderat. Pada kondisi

agresif adalah dimana kondisi bisnis sedang dalam posisi yang sangat baik,

dalam kondisi ini diasumsikan bisnis mengalami peningkatan pendapatan

sebesar 10% dari kondisi moderat. Peningkatan pendapatan 10% ini dapat

terjadi disebabkan oleh berbagai faktor seperti, peningkatan jumlah siswa

dan kenaikan harga jasa bimbingan belajar. Sedangkan pada kondisi

moderat adalah dimana kondisi bisnis sedang berjalan normal, tanpa adanya

63
perubahan. Hasil pada kondisi moderat dapat dilihat pada bagian

sebelumnya yaitu hasil analisis kelayakan. Analisis ini menggunakan asumsi

lembaga bimbingan belajar Escentia menggunakan 100% modal sendiri dan

asumsi 30% modal pinjaman. Sehingga didapatkan hasil analisis sebagai

berikut.

Tabel 4.20
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% (100%
Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 424.895.237 Layak
2 Internal Rate of Return 37,24 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,11 Layak
4 Profitability Index 1,09 Layak
5 Payback Period 3 tahun 3 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.20 dapat dilihat bahwa usaha lembaga bimbingan

belajar Escentia dapat menyesuaikan dengan perubahan penurunan

pendapatan sebesar 10% pada kondisi pesimis. Usaha ini dikatakan layak

karena memiliki nilai NPV yang positif sebesar Rp.424.895.237,00, tingkat

IRR yang lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 6 % yaitu

37,24%, dan memiliki nilai Net B/C serta PI yang lebih besar dari 1, yaitu

masing-masing sebesar 1,11 dan 1,09. Selain itu, waktu pengembalian

investasi usaha ini adalah selama 3 tahun dan 3 hari.

Kemudian jika diuji dengan angka penurunan yang lebih besar lagi,

maka lembaga bimbingan belajar Escentia tidak dapat bertahan jika

64
penurunan pendapatan mencapai 12% atau lebih. Usaha ini dianggap tidak

layak, karena meskipun memiliki NPV yang positif dan tingkat IRR yang

lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan, usaha ini memiliki nilai PI

yang lebih kecil dari 1. Hasil analisis ini dapat dilihat pada tabel 4.21.

Tabel 4.21
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 12% (100%
Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 357.821.089 Layak
2 Internal Rate of Return 34,37 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,08 Layak
4 Profitability Index 0,92 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 1 bulan 27 hari
Sumber: Data Diolah

Hasil analisis berikutnya adalah penurunan pendapatan 10% pada

kondisi pesimis dengan asumsi usaha bimbingan belajar menggunakan 30%

modal pinjaman. Hasil analisis terdapat pada tabel 4.22.

Tabel 4.22
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% (30%
Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 296.921.036 Layak
2 Internal Rate of Return 31,06 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,06 Layak
4 Profitability Index 0,76 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 4 bulan 2 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.22, dapat dilihat bahwa usaha lembaga bimbingan

belajar Escentia tidak dapat menyesuaikan dengan perubahan penurunan

65
pendapatan sebesar 10% pada kondisi pesimis saat usaha menggunakan

30% modal pinjaman. Usaha ini dianggap tidak layak, karena meskipun

memiliki NPV yang positif sebesar Rp.296.921.036,00 dan tingkat IRR

yang lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan 6%, yaitu sebesar

31,06% . Usaha ini memiliki nilai PI yang leih kecil dari 1 yaitu 0,76. Selain

itu, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 3 tahun 4 bulan 2

hari.

Hasil analisis berikutnya adalah hasil pada kondisi agresif yaitu

peningkatan pendapatan sebesar 10%. Berikut adalah hasil analisis dengan

asumsi usaha menggunakan 100% modal sendiri.

Tabel 4.23
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Pendapatan 10% (100%
Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 1.095.636.717 Layak
2 Internal Rate of Return 52,66 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,35 Layak
4 Profitability Index 2,81 Layak
5 Payback Period 2 tahun 1 bulan 21 hari
Sumber: Data diolah

Berdasarkan tabel 4.23 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan peningkatan pendapatan 10% adalah positif sebesar

Rp.1.095.636.717,00. Nilai IRR sebesar 52,66 % , lebih besar dari tingkat

bunga yang disyaratkan yaitu sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI

yang dihasilkan lebih besar dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,35 dan

66
2,81. Selain itu, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2

tahun 1 bulan 21 hari.

Pada tabel 4.26 dibawah ini adalah peningkatan pendapatan sebesar

10% pada kondisi agresif dengan asumsi usaha menggunakan 30% modal

pinjaman.

Tabel 4.24
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Pendapatan 10% (30%
Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 967.662.515 Layak
2 Internal Rate of Return 50,53 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,29 Layak
4 Profitability Index 2,48 Layak
5 Payback Period 2 tahun 3 bulan 11 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.24 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan peningkatan pendapatan 10% adalah positif sebesar

Rp.967.662.515,00. Nilai IRR sebesar 50,53 % , lebih besar dari tingkat

bunga yang disyaratkan yaitu sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI

yang dihasilkan lebih besar dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,29 dan

2,48. Selain itu, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2

tahun 3 bulan 11 hari.

67
2) Perubahan Biaya Operasional.

Analisa sensitivitas ini akan mengukur seberapa besar pengaruh yang

ditimbulkan dari perubahan biaya operasional pada 3 kondisi yaitu, pesimis,

moderat dan agresif terhadap kelayakan usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia. Pada kondisi pesimis adalah dimana kondisi bisnis sedang dalam

posisi yang kurang baik, dalam kondisi ini diasumsikan bisnis mengalami

peningkatan biaya operasional sebesar 6% dari kondisi moderat.

Peningkatan variabel analisis sensitivitas untuk kenaikan biaya operasional

sebesar 6% didasarkan pada hasil perhitungan rata-rata inflasi nasional

periode 2011-2016. Sedangkan pada kondisi agresif adalah dimana kondisi

bisnis sedang dalam posisi yang sangat baik, dalam kondisi ini diasumsikan

bisnis mengalami penurunan biaya operasionall sebesar 6% dari kondisi

moderat. Analisis ini menggunakan asumsi lembaga bimbingan belajar

Escentia menggunakan 100% modal sendiri dan asumsi 30% modal

pinjaman. Sehingga didapatkan hasil analisis sebagai berikut.

Tabel 4.25
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 6%
(100% Modal Sendiri)
No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value 654.496.125 Layak
2 Internal Rate of Return 44,39 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,19 Layak
4 Profitability Index 1,68 Layak
5 Payback Period 2 tahun 7 bulan 17 hari
Sumber: Data Diolah

68
Berdasarkan tabel 4.25 dapat dilihat bahwa usaha lembaga bimbingan

belajar Escentia dapat menyesuaikan pada kondisi pesimis dengan

peningkatan biaya operasional 6% disaat usaha menggunakan 100% modal

sendiri. Usaha ini dikatakan layak karena memiliki nilai NPV yang positif

sebesar Rp. 654.496.125,00, nilai IRR sebesar 44,39% yang lebih besar dari

tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 6%, dan memiliki nilai Net B/C serta

PI yang lebih besar dari 1, yaitu masing-masing sebesar 1,19 dan 1,68.

Kemudian, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2 tahun 7

bulan 17 hari.

Kemudian jika diuji dengan angka peningkatan biaya yang lebih besar

lagi, maka lembaga bimbingan belajar Escentia dikatakan tidak layak jika

peningkatan biaya operasional mencapai 22% atau lebih. Usaha ini

dianggap tidak layak, karena meskipun memiliki NPV yang positif sebesar

Rp.372.443.186,00 dan nilai IRR sebesar 34,51% yang lebih besar dari

tingkat bunga yang disyaratkan, serta memiliki nilai Net B/C lebih dari 1

yaitu sebesar 1,08, akan tetapi usaha ini memiliki nilai PI yang leih kecil

dari 1 yaitu sebesar 0,96. Kemudian jangka waktu pengembalian investasi

yang dikeluarkan adalah selama 3 tahun 2 bulan 6 hari. Hasil analisis ini

dapat dilihat pada tabel 4.26.

69
Tabel 4.26
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 22%
(100% Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 372.443.186 Layak
2 Internal Rate of Return 34,51 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,08 Layak
4 Profitability Index 0,96 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 2 bulan 6 hari
Sumber: Data Diolah

Hasil analisis berikutnya adalah peningkatan biaya operasional 6%

dengan asumsi usaha bimbingan belajar menggunakan 30% modal

pinjaman. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.27.

Tabel 4.27
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 6%
(30% Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 526.521.924 Layak
2 Internal Rate of Return 40,42 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,14 Layak
4 Profitability Index 1,35 Layak
5 Payback Period 2 tahun 10 bulan 10 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.27 dapat dilihat bahwa usaha lembaga bimbingan

belajar Escentia dapat menyesuaikan pada kondisi pesimis dengan

peningkatan biaya operasional 6% disaat usaha menggunakan 30% modal

pinjaman. Usaha ini dikatakan layak karena memiliki nilai NPV yang positif

sebesar Rp.526.521.924,00. Nilai IRR yaitu 40,42% yang lebih besar dari

tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 6%, dan memiliki nilai Net B/C serta

70
PI yang lebih besar dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,14 dan 1,35.

Kemudian, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2 tahun

10 bulan 10 hari.

Kemudian jika diuji dengan angka peningkatan biaya yang lebih besar

lagi, maka lembaga bimbingan belajar Escentia dikatakan tidak layak jika

peningkatan biaya operasional mencapai 14% atau lebih. Usaha ini

dianggap tidak layak, karena meskipun memiliki NPV yang positif dan

tingkat IRR yang lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan serta nilai

Net B/C yang lebih dari 1, akan tetapi usaha ini memiliki nilai PI yang leih

kecil dari 1. Hasil analisis ini dapat dilihat pada tabel 4.28.

Tabel 4.28
Analisa Sensitivitas Terhadap Peningkatan Biaya Operasional 14%
(30% Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 381.295.774 Layak
2 Internal Rate of Return 34,80 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,08 Layak
4 Profitability Index 0,98 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 2 bulan 9 hari
Sumber: Data Diolah

Hasil analisis berikutnya adalah hasil pada kondisi agresif yaitu

penurunan biaya operasional sebesar 6% . Berikut adalah hasil analisis

dengan asumsi usaha menggunakan 100% modal sendiri.

71
Tabel 4.29
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6%
(100% Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 866.035.829 Layak
2 Internal Rate of Return 49,23 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,28 Layak
4 Profitability Index 2,22 Layak
5 Payback Period 2 tahun 4 bulan 0 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.29 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan penurunan biaya operasional 6% adalah positif sebesar

Rp.866.035.829,00. Nilai IRR sebesar 49,23 % , lebih besar dari tingkat

bunga yang disyaratkan yaitu sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI

yang dihasilkan lebih besar dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,28 dan

2,22. Selain itu, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2

tahun 4 bulan 0 hari.

Pada tabel 4.30 dibawah ini adalah penurunan biaya operasional sebesar

6% pada kondisi agresif dengan asumsi usaha menggunakan 30% modal

pinjaman.

72
Tabel 4.30
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% (30%
Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 738.061.627 Layak
2 Internal Rate of Return 46,37 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,22 Layak
4 Profitability Index 1,89 Layak
5 Payback Period 2 tahun 6 bulan 5 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.32 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan penurunan biaya operasional 6% adalah positif sebesar

Rp.738.061.627,00. Nilai IRR sebesar 46,37 % , lebih besar dari tingkat

bunga yang disyaratkan yaitu sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI

yang dihasilkan lebih besar dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,22 dan

1,89. Selain itu, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2

tahun 6 bulan 5 hari.

3) Perubahan Pendapatan dan Perubahan Biaya Operasional.

Analisa sensitivitas ini akan mengukur seberapa besar pengaruh yang

ditimbulkan dari perubahan pendapatan dan biaya operasional secara

bersamaan pada 3 kondisi, yaitu pesimis, moderat dan agresif terhadap

kelayakan usaha lembaga bimbingan belajar Escentia. Kondisi pesimis

adalah dimana usaha sedang berada pada posisi yang kurang baik, dalam

kondisi ini diasumsikan usaha mengalami peningkatan biaya operasional

sebesar 6% dan penurunan pendapatan sebesar 10% secara bersamaan.

73
Sedangkan pada kondisi agresif adalah dimana usaha sedang berada pada

posisi yang sangat baik, dalam kondisi ini diasumsikan usaha mengalami

penurunan biaya operasional sebesar 6% dan peningkatan pendapatan

sebesar 10% secara bersamaan. Analisis ini akan menguji apakah usaha

lembaga bimbingan belajar Escentia dengan asumsi 100% modal sendiri dan

asumsi 30% modal pinjaman mampu menyesuaikan terhadap 2 perubahan

variabel secara bersamaan. Sehingga didapatkan hasil analisis sebagai

berikut.

Tabel 4.31
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% dan
Peningkatan Biaya Operasional 6% (100% Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 319.125.385 Layak
2 Internal Rate of Return 32,36 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,07 Layak
4 Profitability Index 0,82 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 3 bulan 7 hari
Sumber: Data Diolah

Dapat dilihat pada tabel 4.31, bahwa usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia tidak dapat menyesuaikan perubahan pada kondisi pesimis yaitu

penurunan pendapatan 10% dan peningkatan biaya operasional 6% secara

bersamaan. Usaha ini dianggap tidak layak karena meskipun memiliki NPV

yang positif sebesar Rp.319.125.385,00, nilai IRR yaitu 32,36% yang lebih

besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 6%, dan memiliki nilai Net

B/C sebesar 1,07, usaha ini memilik nilai PI yang lebih kecil dari 1 yaiitu

74
sebesar 0,82. Kemudian, waktu pengembalian investasi usaha ini adalah

selama 3 tahun 3 bulan 7 hari.

Hasil analisis berikutnya adalah penurunan pendapatan 10% dan

peningkatan biaya operasional 6% dengan asumsi usaha lembaga bimbingan

belajar menggunakan 30% modal pinjaman. Hasilnya dapat dilihat pada

tabel 4.32.

Tabel 4.32
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Pendapatan 10% dan
Peningkatan Biaya Operasional 6% (30% Modal Pinjaman)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 191.151.184 Layak
2 Internal Rate of Return 24,46 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,02 Layak
4 Profitability Index 0,49 Tidak Layak
5 Payback Period 3 tahun 8 bulan 1 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.32, bahwa jika pada saat kondisi pesimis dengan

asumsi menggunakan 30% modal pinjaman usaha lembaga bimbingan

belajar Escentia tidak dapat menyesuaikan perubahan-perubahan yang

terjadi pada penurunan pendapatan 10% dan peningkatan biaya operasional

6% secara bersamaan. Usaha ini dianggap tidak layak karena meskipun

memiliki NPV yang positif sebesar Rp.191.151.184,00, nilai IRR yaitu

24,46% yang lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu 6%, dan

memiliki nilai Net B/C sebesar 1,02, usaha ini memilik nilai PI yang lebih

75
kecil dari 1 yaiitu sebesar 0,49. Kemudian, waktu pengembalian investasi

usaha ini adalah selama 3 tahun 8 bulan 1 hari.

Hasil analisis berikutnya adalah hasil pada kondisi agresif yaitu

penurunan biaya operasional sebesar 6% dan peningkatan pendapatan

sebesar 10% secara bersamaan . Berikut adalah hasil analisis dengan asumsi

usaha menggunakan 100% modal sendiri.

Tabel 4.33
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% dan
Peningkatan Pendapatan 10% (100% Modal Sendiri)

No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan


1 Net Present Value 1.201.406.569 Layak
2 Internal Rate of Return 54,11 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,41 Layak
4 Profitability Index 3,08 Layak
5 Payback Period 2 tahun 17 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.33 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan penurunan biaya operasional 6% dan peningkatan pendapatan 10%

secara bersamaan adalah positif sebesar Rp.1.201.406.569,00. Nilai IRR

sebesar 54,11 % , lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu

sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI yang dihasilkan lebih besar

dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,41 dan 3,08. Selain itu, waktu

pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2 tahun 17 hari.

Kemudian pada tabel 4.36 dibawah ini adalah hasil analisis pada

kondisi agresif yaitu penurunan biaya operasional sebesar 6% dan

76
peningkatan pendapatan 10% secara bersamaan dengan asumsi usaha

menggunakan 30% modal pinjaman.

Tabel 4.34
Analisa Sensitivitas Terhadap Penurunan Biaya Operasional 6% dan
Peningkatan Pendapatan 8% (30% Modal Pinjaman)
No. Parameter Kelayakan Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value 1.073.432.367 Layak
2 Internal Rate of Return 52,23 Layak
3 Net Benefit/Cost ratio 1,34 Layak
4 Profitability Index 2,76 Layak
5 Payback Period 2 tahun 2 bulan 2 hari
Sumber: Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.36 dapat dilihat bahwa NPV pada kondisi agresif

dengan penurunan biaya operasional 6% dan peningkatan pendapatan 10%

secara bersamaan adalah positif sebesar Rp.1.073.432.367,00. Nilai IRR

sebesar 52,23 % , lebih besar dari tingkat bunga yang disyaratkan yaitu

sebesar 6%. Kemudian, nilai Net B/C dan PI yang dihasilkan lebih besar

dari 1 yaitu masing-masing sebesar 1,34 dan 2,76. Selain itu, waktu

pengembalian investasi usaha ini adalah selama 2 tahun 2 bulan 2 hari.

77
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini menganalisa kelayakan bisnis usaha lembaga bimbingan belajar

Escentia yang ditinjau dari aspek finansial yang menggunakan laporan keuangan

tahunan perusahaan yang bersangkutan. Dari hasil analisa tersebut maka dapat

disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi moderat dengan 100% modal

sendiri maupun 30% modal pinjaman telah memenuhi kriteria kelayakan usaha

yang sudah ditetapkan.

2. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi pesimis, yaitu penurunan

pendapatan sebesar 10% dengan 100% modal sendiri telah memenuhi kriteria

kelayakan usaha yang sudah ditetapkan. Sedangkan dengan 30% modal pinjaman,

lembaga usaha bimbingan belajar Escentia belum memenuhi kriteria kelayakan

usaha yang sudah ditetapkan.

3. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

78
usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi agresif, yaitu peningkatan

pendapatan sebesar 10% dengan 100% modal sendiri maupun 30% modal

pinjaman telah memenuhi kriteria kelayakan usaha yang sudah ditetapkan.

4. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi pesimis, yaitu peningkatan biaya

operasional sebesar 6% dengan 100% modal sendiri maupun 30% modal

pinjaman telah memenuhi kriteria kelayakan usaha yang sudah ditetapkan.

5. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi agresif, yaitu penurunan biaya

operasional sebesar 6% dengan 100% modal sendiri maupun 30% modal

pinjaman telah memenuhi kriteria kelayakan usaha yang sudah ditetapkan.

6. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi pesimis, yaitu penurunan

pendapatan sebesar 10% dan peningkatan biaya operasional sebesar 6% dengan

100% modal sendiri maupun 30% modal pinjaman belum memenuhi kriteria

kelayakan usaha yang sudah ditetapkan.

7. Hasil analisis kelayakan dengan perhitungan net present value, internal rate of

return, net benefit/cost ratio, dan profitability index menunjukkan bahwa lembaga

usaha bimbingan belajar Escentia pada kondisi agresif, yaitu peningkatan

79
pendapatan sebesar 10% dan penurunan biaya operasional sebesar 6% dengan

100% modal sendiri maupun 30% modal pinjaman telah memenuhi kriteria

kelayakan usaha yang sudah ditetapkan.

B. Implikasi

4. Bagi perusahaan/owner.

Penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mengevaluasi dan menilai

kelayakan investasi yang tepat untuk menambah nilai perusahaan,

memaksimalkan laba dan meminimalkan risiko investasi.

5. Bagi investor

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi

para investor yang ingin menanamkan modalnya perusahaan ini ataupun pada

jenis usaha bimbingan belajar.

6. Bagi akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan dan rujukan pengembangan

penelitian dengan metode capital budgeting di dalam studi kelayakan bisnis,

tidak hanya pada bidang usaha bimbingan belajar saja, tapi pada bidang usaha

yang lainnya.

C. Saran

Berdasarkan hasil Analisa yang telah dilakukan oleh peneliti, maka untuk usaha

lembaga Bimbel Escentia, peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Menambah program-program pembelajaran yang baru agar dapat memenuhi

kebutuhan pendidikan masyarakat yang lebih spesifik seperti, program home

80
schooling, program bidik misi untuk mengarahkan siswa dalam memilih jurursan

di universitas, dan program privat. Hal ini perlu dilakukan untuk lebih banyak

menarik minat siswa belajar di Bimbel Escentia sekaligus meningkatkan daya

saing dengan kompetitor Bimbel lainnya.

2. Melakukan promosi-promosi yang kreatif kepada masyarakat, seperti melakukan

seminar atau workshop ke sekolah-sekolah.

3. Sebaiknya tidak melakukan kebijakan penurunan harga bimbingan , karena usaha

ini cukup sensitif terhadap penurunan pendapatan.

4. Sebaiknya usaha ini dijalankan dengan 100% modal sendiri, karena jika

menggunakan modal pinjaman akan sangat beresiko terhadap penurunan

pendapatan dan peningkatan biaya secara bersamaan.

81
DAFTAR PUSTAKA

Brigham, Eugene F., Joel F. Houston, “Fundamentals Of Financial Management”,


South-Western, 2004.
Brigham, Houston, “Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Essentials of Financial
Management”, Edisi 11, Salemba Empat, Jakarta, 2007.
Clifton, David S., “Project Feasibility Analysis”, John Wiley And Sons LTD, New
York, 1997.
Dimyati dan Mudjiono, “Belajar Dan Pembelajaran”, Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan Indonesia, 2006.
Djamin, Zulkarnain, “Perencanaan Dan Analisa Proyek”, Edisi ketiga, Fakultas
Ekonomi Unversitas Indonesia, Jakarta, 1993.
Fatah, Nanang, “Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah”,
Bani Quraisy, Bandung, 2004.
Gray, Clive, et. al., “Pengantar Evaluasi Proyek”, PT. Gramedia Pustaka Utama,
2002.
Haming dan Basamalah, “Studi Kelayakan Investasi:Proyek dan Bisnis”, PPM,
Jakarta, 2003
Havard, Tim, “Financial Feasibility Studies For Property Development, Theory And
Practice”, Routledge, 2014.
Husnan, Suad dan Suwarsono, “Studi Kelayakan Proyek Bisnis”, UPP STIM YPKN,
Yogyakarta, 2014.
Karis, Christie, “Feasibility Study For A Small Business”, Christie Karis Business
Plan Services, 2015.
Kasmir dan Jakfar, “Studi Kelayakan Bisnis”, Edisi Revisi, Kencana, Jakarta, 2012
Kotler, “Manajemen Pemasaran”, Jilid 2 Edisi 13, Erlangga, 2010
Nasarudin, Indo Yama, “Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial Usaha Ternak
Ayam Potong Di Wilayah Parung Hijau”, UIN, Jakarta.
Nasarudin, Indo Yama, “Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial Usaha Ikan
Lele Asap Di Wilayah Pekanbaru”, Jurnal Etikonomi Volume 11 No.2, 2012.

82
Novom, Martin L., “The Fundraising Feasibility Study , It’s Not About The Money”,
John Wiley And Sons LTD, 2007.
Rangkuti, Freedy, ”Business Plan, Teknik Membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis
Kasus”, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006.
Rewold, Steward dan Warshaw, “Strategi Distribusi Pemasaran”, Jakarta Bina
Aksara, Jakarta, 1987.
Riyanto, Bambang, “Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan”, edisi 4, BPFE,
Yogyakarta, 2011
Sharma, Mohit, et al., “Economic Feasibility Analysis Of Major Flower Crops In
Himachal Pradesh State Of India”, International Journal Of Advanced Research
In Management And Social Sciences.
Sofyan, “Manajemen Pemasaran Jasa”, Jilid 1, PT. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, 2003
Subagyo, Ahmad, “Studi Kelayakan, Teori dan Aplikasi”, PT. Elex Media
Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta, 2008.
Sudgen, R. dan Williams, A. “The Principles Of Practical Cost-Benefit Analysis”, 1st
Edition, Oxford: Oxford Univesity Press, 1990.
Sutojo, Siswanto, “Studi Kelayakan Proyek, Teori dan Praktek, Seri Manajemen
No.66”, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 2002
Tangvitoontham, Nantarat and Papusson Chaiwat, “Economic Feasibility Of
Government Investment Project By Using Cost Benefit Analysis: A Case Study
Of Domestic Port (Port A), Laem-Chabang Port, Chonburi Province”, Procedia
Economics and Finance, 2012.
Tereza, David, and Abraham K., “Financial Profitability And Sensitivity Of Palm Oil
Plantation In Indonesia”, Acta Universitatis Agriculturae Et Silviculturae
Mendelianae Brunensis Vol. 3 No. 4, Prague.
Thi Thi Soe, et al., “Assesment Of Economic Feasibility On Promising Wind Energy
Sites In Myanmar”, International Journal of Renewable Energy Research Vol.5
No.2, 2015.
Tim Penelitian dan Pengembangan Perkreditan dan UMKM Bank Indonesia, “Pola
Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK) Komoditas Jasa Bimbingan Belajar”
Umar, Husein, “Metode Penelitian Untuk Skripsi Dan Tesis Bisnis”, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta, 2005.

83
Umar, Husein, “Studi Kelayakan Bisnis, Teknik Menganalisis Kelayakan Usaha
Secara Komperhensif”, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Varalakshmi, K., “Feasiblity Analysis of Meat Processing Plant- Case of Medium
Scale Plant for Restructured Chicken Products”, International Journal of
Advanced Research Vol.3 Issue 8, 2015.
Yacob, Ibrahim, “Studi Kelayakan Bisnis”, Edisi Revisi, Rineka Cipta, 2003.
www.bi.go.id
http://www.bi.go.id/id/umkm/kelayakan/pola-
pembiayaan/perdagangan/Pages/bimbel_19042011.aspx
www.bps.go.id
www.infokursus.net

84
Lampiran 1 : Data Rata-rata Inflasi Indonesia Periode 2010-2015

Tahun Tingkat Inflasi Indonesia


2010 5.1
2011 5.4
2012 4.3
2013 8.4
2014 8.4
2015 3.4
Rata-rata 5.83
Sumber: Laporan Tahunan Bank Indonesia (2010-2015)
(http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/data/Default.aspx ,diakses 20 Oktober 2016)

Lampiran 2 : Data Rata-rata Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia Periode 2010- 2015

Tahun BI Rate (%)


2010 6.50
2011 6.50
2012 5.75
2013 7.50
2014 7.50
2015 7.50
Rata-rata 6.88
Sumber: Laporan Tahunan Bank Indonesia (2010-2015)
(http://www.bi.go.id/en/moneter/bi-rate/data/Default.aspx ,diakses 20 Oktober 2016)

85
Lampiran 3: Daftar Pertanyaan Kuisioner

1. Gambaran Umum Objek Penelitian.

a. Bagaimana sejarah berdirinya perusahaan LKP PT. Escentia Prima Sejati?

b. Bagaimana bentuk struktur organisasi dalam perusahaan ini?

2. Aspek Finansial

a. Berapa banyak biaya investasi yang dibutuhkan untuk mendirikan perusahaan

ini?

b. Sumber dana dari mana yang digunakan untuk mendirikan perusahaan ini?

c. Berapa banyak biaya operasional tetap dan tidak tetap yang dikeluarkan untuk

menjalankan usaha ini?

d. Berapa banyak biaya penyusutan yang ditimbulkan terhadap aset-aset yang

dimiliki perusahaan?

e. Berapa banyak pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan selama

beroperasi?

86
Lampiran 4 : Jumlah Pendapan Bimbel Escentia

No. Strata Sub Program Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5


1 SD
a. Konsisten 244,375,000 255,000,000 403,750,000 403,750,000 403,750,000
b. Intensif 47,500,000 95,000,000 118,750,000 118,750,000 118,750,000
Jumlah 291,875,000 350,000,000 522,500,000 522,500,000 522,500,000

2 SMP
a. Konsisten 102,000,000 140,250,000 182,750,000 182,750,000 182,750,000
b. Intensif 21,375,000 42,750,000 61,750,000 61,750,000 61,750,000
Jumlah 123,375,000 183,000,000 244,500,000 244,500,000 244,500,000

3 SMA
a. Konsisten 51,000,000 76,500,000 102,000,000 102,000,000 102,000,000
b. Intensif-IPA 19,000,000 47,500,000 57,000,000 57,000,000 57,000,000
c. Intensif-IPS 19,000,000 38,000,000 38,000,000 38,000,000 38,000,000
Jumlah 89,000,000 162,000,000 197,000,000 197,000,000 197,000,000
Jumlah Sub Program konsisten 397,375,000 471,750,000 688,500,000 688,500,000 688,500,000
Jumlah Sub Program intensif 106,875,000 223,250,000 275,500,000 275,500,000 275,500,000
Total 504,250,000 695,000,000 964,000,000 964,000,000 964,000,000

Jumlah Pendapatan Bimbel 5 tahun


Sub Program Konsisten 2,934,625,000
Sub Program Intensif 1,156,625,000
Total 4,091,250,000

87
Lampiran 5 : Biaya Investasi Bimbel Escentia

No. Jenis Biaya Jumlah Fisik Harga/Satuan Nilai Jumlah Umur Ekonomis Penyusutan Nilai sisa

1 Perizinan
a. Tanda Daftar Perusahaan 1 File 2.700.000 2.700.000 -
b. Izin Badan Usaha NILEK 1 File 3.000.000 3.000.000 -
c. NPWP 1 File 1.000.000 1.000.000
d. Akta Perusahaan 1 File 3.500.000 3.500.000

2 Sewa Gedung -
a. Ruang Kelas 200 m2 400.000 80.000.000 1
b. Ruang Guru 15 m2 400.000 6.000.000 1
c. Lobi 15 m2 400.000 6.000.000 1
d. Ruang Kantor 25 m2 400.000 10.000.000 1
e. Ruang Baca Siswa 15 m2 400.000 6.000.000 1

3 Peralatan Kantor
a. Komputer 2 Unit 5.000.000 10.000.000 5 2.000.000 1.000.000
b. Printer 1 Unit 2.300.000 2.300.000 5 460.000 230.000
c. Laptop 1 Unit 6.200.000 6.200.000 5 1.240.000 620.000
d. Telepon/Fax 1 Unit 1.300.000 1.300.000 5 260.000 130.000
f. Rak Buku 5 Unit 330.000 1.650.000 5 330.000 165.000
g. Filling Cabinet 5 Unit 1.300.000 6.500.000 5 1.300.000 650.000
h. Meja Kerja 5 Unit 900.000 4.500.000 5 900.000 450.000
i. Kursi Tamu 1 Set 2.250.000 2.250.000 5 450.000 225.000
j. AC 1/2 PK 4 Unit 2.000.000 8.000.000 5 1.600.000 800.000
k. Mesin Foto Copy 1 Unit 30.000.000 30.000.000 5 6.000.000 3.000.000

4 Peralatan Belajar
a. Kursi Belajar 150 Buah 372.000 55.800.000 5 11.160.000 5.580.000
b. Meja Guru 10 Unit 800.000 8.000.000 5 1.600.000 800.000
c. White Board 10 Unit 594.000 5.940.000 5 1.188.000 594.000
d. AC 1 PK 10 Unit 3.000.000 30.000.000 5 6.000.000 3.000.000

5 Sarana Belajar
a. Modul Belajar 5 Paket 1.200.000 6.000.000 5 1.200.000 600.000
b. Soal Latihan 5 Paket 700.000 3.500.000 5 700.000 350.000
c. Buku Pelajaran Tambahan 3 paket 1.000.000 3.000.000 5 600.000 300.000

6 Biaya Modal Kerja awal 1 Paket 86.355.061

Jumlah 389.495.061 36.388.000 18.494.000

1. Nilai sisa diasumsikan 10% dari harga pembelian awal pada aktiva tetap.
2. Penyusutan dihitung dengan menggunakan straight line method

88
No. Jenis Biaya Satuan Jumlah Harga/Satuan Nilai (Rp) Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
1 Biaya Tidak Langsung
a.ATK Kantor paket 1 100.000 100.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000
b. Internet paket 1 400.000 400.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.800.000
c. Air Mineral unit 5 12.500 62.500 750.000 750.000 750.000 750.000 750.000
d. Air unit 1 50.000 50.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000
e. Listrik unit 1 3.142.561 3.142.561 37.710.732 37.710.732 37.710.732 37.710.732 37.710.732

2 Biaya Langsung
a. Tutor Semester 1 orang 10 1.500.000 15.000.000 45.000.000 90.000.000 90.000.000 90.000.000 90.000.000
b. Tutor Semester 2 orang 15 1.500.000 22.500.000 72.000.000 135.000.000 135.000.000 135.000.000 135.000.000
c. ATK Kelas paket 1 150.000 150.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000
d. Cetak Modul konsisten 324 20.000 6.480.000 3.740.000 4.440.000 6.480.000 6.480.000 6.480.000
intensif 116 20.000 2.320.000 900.000 1.880.000 2.320.000 2.320.000 2.320.000
e. Cetak soal latihan konsisten 324 10.000 3.240.000 1.870.000 2.220.000 3.240.000 3.240.000 3.240.000
intensif 116 10.000 1.160.000 450.000 940.000 1.160.000 1.160.000 1.160.000

3 Pemasaran
a. Pamflet/brosur lembar 5.000 1.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
b. Tryout frekuensi 2 5.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000
c. Souvenir unit 500 10.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
Jumlah 74.605.061 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
Lampiran 6 : Biaya Operasional Tetap dan Tidak Tetap

No Jenis Biaya Satuan Jumlah Harga/Satuan Nilai (Rp) Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
1 Biaya Administrasi Umum
a. Gaji Direksi orang 1 3.000.000 3.000.000 36.000.000 36.000.000 36.000.000 36.000.000 36.000.000
b. Gaji Staf manajemen orang 3 2.000.000 6.000.000 72.000.000 72.000.000 72.000.000 72.000.000 72.000.000
c. Gaji Karyawan orang 2 1.250.000 2.500.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000
d. Telepon unit 1 200.000 200.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000
e. Surat/Fax paket 1 50.000 50.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000

2. Biaya Reinvestasi
a. Sewa Gedung unit 1 108.000.000 9.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
Jumlah 11.750.000 249.000.000 249.000.000 249.000.000 249.000.000 249.000.000
Biaya Modal Kerja 1 Bulan 86.355.061

89
Lampiran 7 : Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri)

Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 475.008.732 585.528.732 589.248.732 589.248.732 589.248.732
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 29.241.268 109.471.268 374.751.268 374.751.268 393.245.268
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 24.198.768 102.521.268 365.111.268 365.111.268 383.605.268
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 60.586.768 138.909.268 401.499.268 401.499.268 419.993.268
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 57.157.328 123.628.754 337.106.528 318.025.026 313.843.402
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 40.937.005 63.417.306 123.851.027 83.683.126 59.147.140
NPV Pada DF 6% 760.265.977
NPV Pada DF 48% -18.459.456
IRR (%) 47,00
Net B/C Ratio 1,23
Profitability Index 1,95
Payback Period 2 tahun 5 Bulan 20 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 448.121.445 proceed 1 60.586.768
618.547.526 521.118.487 sisa 328.908.293
809.392.989 494.744.598 proceed 2 138.909.268
763.578.291 466.740.187 189.999.025
734.176.671 440.320.931 401.499.268
3.401.403.024 2.371.045.648 0,4732 12 5,678686
Net B/C Ratio 1,23 0,6786 30 20,358

90
Lampiran 8 : Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman)

Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 505.389.347 615.909.347 619.629.347 619.629.347 619.629.347
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -1.139.347 79.090.653 344.370.653 344.370.653 362.864.653
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -6.181.847 72.140.653 334.730.653 334.730.653 353.224.653
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 30.206.153 108.528.653 371.118.653 371.118.653 389.612.653
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 28.496.371 96.590.115 311.598.378 293.960.734 291.141.239
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 20.409.563 49.547.413 114.479.477 77.350.998 54.868.675
NPV Pada DF 6% 632.291.775
NPV Pada DF 48% -72.838.934
IRR (%) 43,66
Net B/C Ratio 1,18
Profitability Index 1,62
Payback Period 2 tahun 8 bulan 3 hari

Angsuran Pokok
Pinjaman 30% Beban Bunga
Selama 5 tahun
116.848.518 23.369.704 7.010.911

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 476.782.403 proceed 1 30.206.153
618.547.526 548.157.126 sisa 359.288.908
809.392.989 520.252.748 proceed 2 108.528.653
763.578.291 490.804.479 sisa 250.760.255
734.176.671 463.023.094 371.118.653
3.401.403.024 2.499.019.849 0,6757 12 8,1083
Net B/C Ratio 1,18 0,1083 30 3,2490

91
Lampiran 9. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Penurunan
Pendapatan 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 867.600.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 886.094.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 475.008.732 585.528.732 589.248.732 589.248.732 589.248.732
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -21.183.732 39.971.268 278.351.268 278.351.268 296.845.268
Pajak 1% 0 4.538.250 6.255.000 8.676.000 8.676.000 8.676.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -25.721.982 33.716.268 269.675.268 269.675.268 288.169.268
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 10.666.018 70.104.268 306.063.268 306.063.268 324.557.268
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 10.062.281 62.392.549 256.976.622 242.430.775 242.528.071
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 7.206.769 32.005.236 94.411.754 63.791.726 45.707.005
NPV Pada DF 6% 424.895.237
NPV Pada DF 48% -146.372.573
IRR (%) 37,24
Net B/C Ratio 1,11
Profitability Index 1,09
Payback Period 3 tahun 3 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 10.666.018
PV Benefit PV Cost sisa 378.829.043
428.136.792 448.121.445 proceed 2 70.104.268
556.692.773 521.118.487 sisa 308.724.775
728.453.690 494.744.598 proceed 3 306.063.268
687.220.462 466.740.187 2.661.507
662.140.983 440.320.931 306.063.268
3.062.644.701 2.371.045.648 0,0087 12 0,1044
Net B/C Ratio 1,11 0,1044 30 3,1320

92
Lampiran 10. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Penurunan
Pendapatan 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 867.600.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 886.094.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 505.389.347 615.909.347 619.629.347 619.629.347 619.629.347
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -51.564.347 9.590.653 247.970.653 247.970.653 266.464.653
Pajak 1% 0 4.538.250 6.255.000 8.676.000 8.676.000 8.676.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -56.102.597 3.335.653 239.294.653 239.294.653 257.788.653
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 -19.714.597 39.723.653 275.682.653 275.682.653 294.176.653
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 -18.598.676 35.353.910 231.468.472 218.366.483 219.825.908
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 -13.320.673 18.135.342 85.040.204 57.459.597 41.428.540
NPV Pada DF 6% 296.921.036
NPV Pada DF 48% -200.752.051
IRR (%) 31,06
Net B/C Ratio 1,06
Profitability Index 0,76
Payback Period 3 tahun 4 bulan 2 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 -19.714.597
PV Benefit PV Cost sisa 409.209.658
428.136.792 476.782.403 proceed 2 39.723.653
556.692.773 548.157.126 sisa 369.486.005
728.453.690 520.252.748 proceed 3 275.682.653
687.220.462 490.804.479 sisa 93.803.351
662.140.983 463.023.094 275.682.653
3.062.644.701 2.499.019.849 0,3403 12 4,0831
Net B/C Ratio 1,06 0,0831 30 2,4930

93
Lampiran 11. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Penurunan
Pendapatan 12%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 443.740.000 611.600.000 848.320.000 848.320.000 848.320.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 443.740.000 611.600.000 848.320.000 848.320.000 866.814.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 475.008.732 585.528.732 589.248.732 589.248.732 589.248.732
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -31.268.732 26.071.268 259.071.268 259.071.268 277.565.268
Pajak 1% 0 4.437.400 6.116.000 8.483.200 8.483.200 8.483.200
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -35.706.132 19.955.268 250.588.068 250.588.068 269.082.068
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 681.868 56.343.268 286.976.068 286.976.068 305.470.068
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 643.272 50.145.308 240.950.640 227.311.925 228.265.005
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 460.722 25.722.821 88.523.899 59.813.445 43.018.978
NPV Pada DF 6% 357.821.089
NPV Pada DF 48% -171.955.196
IRR (%) 34,37
Net B/C Ratio 1,08
Profitability Index 0,92
Payback Period 3 tahun 1 bulan 27 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 681.868
PV Benefit PV Cost sisa 388.813.193
418.622.642 448.121.445 proceed 2 56.343.268
544.321.823 521.118.487 sisa 332.469.925
712.265.830 494.744.598 proceed 3 286.976.068
671.948.896 466.740.187 sisa 45.493.857
647.733.846 440.320.931 286.976.068
2.994.893.037 2.371.045.648 0,1585 12 1,9023
Net B/C Ratio 1,08 0,9023 30 27,0690

94
Lampiran 12. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 6%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 200.997.976 318.149.176 322.092.376 322.092.376 322.092.376
d. Biaya administrasi umum 0 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 494.845.976 611.997.176 615.940.376 615.940.376 615.940.376
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 9.404.024 83.002.824 348.059.624 348.059.624 366.553.624
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 4.361.524 76.052.824 338.419.624 338.419.624 356.913.624
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 40.749.524 112.440.824 374.807.624 374.807.624 393.301.624
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 38.442.947 100.071.933 314.695.709 296.882.744 293.897.853
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 27.533.462 51.333.466 115.617.419 78.119.878 55.388.189
NPV Pada DF 6% 654.496.125
NPV Pada DF 48% -61.502.647
IRR (%) 44,39
Net B/C Ratio 1,19
Profitability Index 1,68
Payback Period 2 tahun 7 bulan 17 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 466.835.826 proceed 1 40.749.524
618.547.526 544.675.308 sisa 348.745.537
809.392.989 517.155.417 Proceed 2 112.440.824
763.578.291 487.882.469 sisa 236.304.713
734.176.671 460.266.480 374.807.624
3.401.403.024 2.476.815.500 0,6305 12 7,5656
Net B/C Ratio 1,19 0,5656 30 16,9680

95
Lampiran 13. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 6%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 200.997.976 318.149.176 322.092.376 322.092.376 322.092.376
d. Biaya administrasi umum 0 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 525.226.591 642.377.791 646.320.991 646.320.991 646.320.991
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -20.976.591 52.622.209 317.679.009 317.679.009 336.173.009
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -26.019.091 45.672.209 308.039.009 308.039.009 326.533.009
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 10.368.909 82.060.209 344.427.009 344.427.009 362.921.009
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 9.781.990 73.033.294 289.187.559 272.818.452 271.195.690
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 7.006.020 37.463.573 106.245.869 71.787.750 51.109.724
NPV Pada DF 6% 526.521.924
NPV Pada DF 48% -115.882.126
IRR (%) 40,42
Net B/C Ratio 1,14
Profitability Index 1,35
Payback Period 2 tahun 10 bulan 10 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 495.496.784 proceed 1 10.368.909
618.547.526 571.713.947 sisa 379.126.152
809.392.989 542.663.567 proceed 2 82.060.209
763.578.291 511.946.761 sisa 297.065.942
734.176.671 482.968.643 344.427.009
3.401.403.024 2.604.789.701 0,8625 12 10,3499
Net B/C Ratio 1,14 0,3499 30 10,497

96
Lampiran 14. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 22%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 231.337.293 366.171.693 370.710.093 370.710.093 370.710.093
d. Biaya administrasi umum 0 172.020.000 172.020.000 172.020.000 172.020.000 172.020.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 547.745.293 682.579.693 687.118.093 687.118.093 687.118.093
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -43.495.293 12.420.307 276.881.907 276.881.907 295.375.907
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -48.537.793 5.470.307 267.241.907 267.241.907 285.735.907
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 -12.149.793 41.858.307 303.629.907 303.629.907 322.123.907
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 -11.462.069 37.253.744 254.933.525 240.503.325 240.709.722
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 -8.209.320 19.109.892 93.661.132 63.284.548 45.364.317
NPV Pada DF 6% 372.443.186
NPV Pada DF 48% -176.284.491
IRR (%) 34,51
Net B/C Ratio 1,08
Profitability Index 0,96
Payback Period 3 tahun 2 bulan 6 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 -12.149.793
PV Benefit PV Cost sisa 401.644.854
475.707.547 516.740.842 proceed 2 41.858.307
618.547.526 607.493.497 sisa 359.786.547
809.392.989 576.917.601 proceed 3 303.629.907
763.578.291 544.261.887 56.156.640
734.176.671 513.454.611 303.629.907
3.401.403.024 2.758.868.438 0,1850 12 2,2194
Net B/C Ratio 1,08 0,2194 30 6,582

97
Lampiran 15. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 14%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 216.167.634 342.160.434 346.401.234 346.401.234 346.401.234
d. Biaya administrasi umum 0 160.740.000 160.740.000 160.740.000 160.740.000 160.740.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 8.295.623 8.295.623 8.295.623 8.295.623
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 551.676.249 678.953.761 683.194.561 683.194.561 683.194.561
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -47.426.249 16.046.239 280.805.439 280.805.439 299.299.439
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -52.468.749 9.096.239 271.165.439 271.165.439 289.659.439
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 -16.080.749 45.484.239 307.553.439 307.553.439 326.047.439
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 -15.170.518 40.480.811 258.227.798 243.611.130 243.641.614
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 -10.865.371 20.765.266 94.871.429 64.102.317 45.916.864
NPV Pada DF 6% 381.295.774
NPV Pada DF 48% -174.704.556
IRR (%) 34,80
Net B/C Ratio 1,08
Profitability Index 0,98
Payback Period 3 tahun 2 bulan 9 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 -16.080.749
PV Benefit PV Cost sisa 405.575.810
475.707.547 520.449.292 proceed 2 45.484.239
618.547.526 604.266.430 sisa 366.676.726
809.392.989 573.623.327 proceed 3 307.553.439
763.578.291 541.154.082 59.123.286
734.176.671 510.522.719 307.553.439
3.401.403.024 2.750.015.850 0,1922 12 2,3068
Net B/C Ratio 1,08 0,3068 30 9,204

98
Lampiran 16. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Biaya Operasional 6% dan Penurunan Pendapatan 10%.
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 867.600.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 886.094.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 200.997.976 318.149.176 322.092.376 322.092.376 322.092.376
d. Biaya administrasi umum 0 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 494.845.976 611.997.176 615.940.376 615.940.376 615.940.376
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -41.020.976 13.502.824 251.659.624 251.659.624 270.153.624
Pajak 1% 0 4.538.250 6.255.000 8.676.000 8.676.000 8.676.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -45.559.226 7.247.824 242.983.624 242.983.624 261.477.624
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 -9.171.226 43.635.824 279.371.624 279.371.624 297.865.624
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 -8.652.100 38.835.728 234.565.803 221.288.493 222.582.522
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 -6.196.774 19.921.395 86.178.146 58.228.477 41.948.053
NPV Pada DF 6% 319.125.385
NPV Pada DF 48% -189.415.764
IRR (%) 32,36
Net B/C Ratio 1,07
Profitability Index 0,82
Payback Period 3 tahun 3 bulan 7 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 -9.171.226
PV Benefit PV Cost sisa 398.666.287
428.136.792 466.835.826 proceed 2 43.635.824
556.692.773 544.675.308 sisa 355.030.463
728.453.690 517.155.417 proceed 3 279.371.624
687.220.462 487.882.469 sisa 75.658.839
662.140.983 460.266.480 279.371.624
3.062.644.701 2.476.815.500 0,2708 12 3,2498
Net B/C Ratio 1,07 0,2498 30 7,4940

99
Lampiran 17. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Biaya Operasional 6% dan Penurunan Pendapatan 10%.
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 867.600.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 453.825.000 625.500.000 867.600.000 867.600.000 886.094.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 200.997.976 318.149.176 322.092.376 322.092.376 322.092.376
d. Biaya administrasi umum 0 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000 149.460.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 525.226.591 642.377.791 646.320.991 646.320.991 646.320.991
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 -71.401.591 -16.877.791 221.279.009 221.279.009 239.773.009
Pajak 1% 0 4.538.250 6.255.000 8.676.000 8.676.000 8.676.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 -75.939.841 -23.132.791 212.603.009 212.603.009 231.097.009
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 -39.551.841 13.255.209 248.991.009 248.991.009 267.485.009
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 -37.313.057 11.797.089 209.057.653 197.224.201 199.880.359
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 -26.724.217 6.051.502 76.806.596 51.896.349 37.669.588
NPV Pada DF 6% 191.151.184
NPV Pada DF 48% -243.795.243
IRR (%) 24,46
Net B/C Ratio 1,02
Profitability Index 0,49
Payback Period 3 tahun 8 bulan 1 hari

investasi 389.495.061
proceed 1 -39.551.841
PV Benefit PV Cost sisa 429.046.902
428.136.792 495.496.784 proceed 2 13.255.209
556.692.773 571.713.947 sisa 415.791.692
728.453.690 542.663.567 proceed 3 248.991.009
687.220.462 511.946.761 sisa 166.800.683
662.140.983 482.968.643 248.991.009
3.062.644.701 2.604.789.701 0,6699 12 8,0389
Net B/C Ratio 1,02 0,0389 30 1,1670

100
Lampiran 18. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Penurunan
Biaya Operasional 6%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 178.243.488 282.132.288 285.629.088 285.629.088 285.629.088
d. Biaya administrasi umum 0 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 455.171.488 559.060.288 562.557.088 562.557.088 562.557.088
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 49.078.512 135.939.712 401.442.912 401.442.912 419.936.912
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 44.036.012 128.989.712 391.802.912 391.802.912 410.296.912
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 80.424.012 165.377.712 428.190.912 428.190.912 446.684.912
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 75.871.709 147.185.575 359.517.346 339.167.308 333.788.951
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 54.340.549 75.501.147 132.084.635 89.246.375 62.906.092
NPV Pada DF 6% 866.035.829
NPV Pada DF 48% 24.583.736
IRR (%) 49,23
Net B/C Ratio 1,28
Profitability Index 2,22
Payback Period 2 tahun 4 bulan 0 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 429.407.064 proceed 1 80.424.012
618.547.526 497.561.666 sisa 309.071.049
809.392.989 472.333.779 proceed 2 165.377.712
763.578.291 445.597.905 sisa 143.693.337
734.176.671 420.375.382 428.190.912
3.401.403.024 2.265.275.796 0,3356 12 4,0270
Net B/C Ratio 1,28 0,027 30 0,81

101
Lampiran 19. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Penurunan
Biaya Operasional 6%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 964.000.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 504.250.000 695.000.000 964.000.000 964.000.000 982.494.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 178.243.488 282.132.288 285.629.088 285.629.088 285.629.088
d. Biaya administrasi umum 0 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 485.552.103 589.440.903 592.937.703 592.937.703 592.937.703
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 18.697.897 105.559.097 371.062.297 371.062.297 389.556.297
Pajak 1% 0 5.042.500 6.950.000 9.640.000 9.640.000 9.640.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 13.655.397 98.609.097 361.422.297 361.422.297 379.916.297
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 50.043.397 134.997.097 397.810.297 397.810.297 416.304.297
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 47.210.752 120.146.936 334.009.196 315.103.016 311.086.788
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 33.813.106 61.631.253 122.713.085 82.914.247 58.627.627
NPV Pada DF 6% 738.061.627
NPV Pada DF 48% -29.795.743
IRR (%) 46,37
Net B/C Ratio 1,22
Profitability Index 1,89
Payback Period 2 tahun 6 bulan 5 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


475.707.547 458.068.022 proceed 1 50.043.397
618.547.526 524.600.305 sisa 339.451.664
809.392.989 497.841.929 proceed 2 134.997.097
763.578.291 469.662.197 sisa 204.454.567
734.176.671 443.077.544 397.810.297
3.401.403.024 2.393.249.997 0,5139 12 6,1674
Net B/C Ratio 1,22 0,1674 30 5,022

102
Lampiran 20. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Pendapatan 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.060.400.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.078.894.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 475.008.732 585.528.732 589.248.732 589.248.732 589.248.732
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 79.666.268 178.971.268 471.151.268 471.151.268 489.645.268
Pajak 1% 0 5.546.750 7.645.000 10.604.000 10.604.000 10.604.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 74.119.518 171.326.268 460.547.268 460.547.268 479.041.268
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 110.507.518 207.714.268 496.935.268 496.935.268 515.429.268
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 104.252.375 184.864.959 417.236.433 393.619.277 385.158.733
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 74.667.242 94.829.377 153.290.300 103.574.527 72.587.276
NPV Pada DF 6% 1.095.636.717
NPV Pada DF 48% 109.453.661
IRR (%) 52,66
Net B/C Ratio 1,35
Profitability Index 2,81
Payback Period 2 tahun 1 bulan 21 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


523.278.302 448.121.445 proceed 1 110.507.518
680.402.278 521.118.487 sisa 278.987.543
890.332.288 494.744.598 proceed 2 207.714.268
839.936.120 466.740.187 sisa 71.273.275
806.212.359 440.320.931 496.935.268
3.740.161.348 2.371.045.648 0,1434 12 1,7211
Net B/C Ratio 1,35 0,7211 30 21,633

103
Lampiran 21. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Pendapatan 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.060.400.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.078.894.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 189.620.732 300.140.732 303.860.732 303.860.732 303.860.732
d. Biaya administrasi umum 0 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000 141.000.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 505.389.347 615.909.347 619.629.347 619.629.347 619.629.347
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 49.285.653 148.590.653 440.770.653 440.770.653 459.264.653
Pajak 1% 0 5.546.750 7.645.000 10.604.000 10.604.000 10.604.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 43.738.903 140.945.653 430.166.653 430.166.653 448.660.653
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 80.126.903 177.333.653 466.554.653 466.554.653 485.048.653
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 75.591.418 157.826.320 391.728.283 369.554.984 362.456.570
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 54.139.799 80.959.484 143.918.750 97.242.399 68.308.811
NPV Pada DF 6% 967.662.515
NPV Pada DF 48% 55.074.182
IRR (%) 50,53
Net B/C Ratio 1,29
Profitability Index 2,48
Payback Period 2 tahun 3 bulan 11 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


523.278.302 476.782.403 proceed 1 80.126.903
680.402.278 548.157.126 sisa 309.368.158
890.332.288 520.252.748 proceed 2 177.333.653
839.936.120 490.804.479 sisa 132.034.505
806.212.359 463.023.094 466.554.653
3.740.161.348 2.499.019.849 0,2830 12 3,3960
Net B/C Ratio 1,29 0,396 30 11,88

104
Lampiran 22. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (100% Modal Sendiri) Peningkatan
Pendapatan 10% dan Penurunan Biaya Operasional 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.060.400.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.078.894.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 178.243.488 282.132.288 285.629.088 285.629.088 285.629.088
d. Biaya administrasi umum 0 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 455.171.488 559.060.288 562.557.088 562.557.088 562.557.088
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 99.503.512 205.439.712 497.842.912 497.842.912 516.336.912
Pajak 1% 0 5.546.750 7.645.000 10.604.000 10.604.000 10.604.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 93.956.762 197.794.712 487.238.912 487.238.912 505.732.912
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 130.344.762 234.182.712 523.626.912 523.626.912 542.120.912
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 122.966.757 208.421.780 439.647.252 414.761.559 405.104.282
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 88.070.785 106.913.218 161.523.908 109.137.775 76.346.228
NPV Pada DF 6% 1.201.406.569
NPV Pada DF 48% 152.496.853
IRR (%) 54,11
Net B/C Ratio 1,41
Profitability Index 3,08
Payback Period 2 tahun 17 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


523.278.302 429.407.064 proceed 1 130.344.762
680.402.278 497.561.666 sisa 259.150.299
890.332.288 472.333.779 proceed 2 234.182.712
839.936.120 445.597.905 sisa 24.967.587
806.212.359 420.375.382 523.626.912
3.740.161.348 2.265.275.796 0,0477 12 0,5722
Net B/C Ratio 1,41 0,5722 30 17,166

105
Lampiran 23. Arus Kas dan Analisis Kelayakan (30% Modal Pinjaman) Peningkatan
Pendapatan 10% dan Penurunan Biaya Operasional 10%
Tahun
Uraian
0 1 2 3 4 5
Aliran Kas Manfaat
a. Pendapatan Bimbel 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.060.400.000
b. Nilai Sisa 0 0 0 0 0 18.494.000
Total Aliran Kas Manfaat 554.675.000 764.500.000 1.060.400.000 1.060.400.000 1.078.894.000
Aliran Kas Biaya
a. Biaya Investasi 389.495.061
b. Biaya reinvestasi 0 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000 108.000.000
c. Biaya operasional tidak tetap 0 178.243.488 282.132.288 285.629.088 285.629.088 285.629.088
d. Biaya administrasi umum 0 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000 132.540.000
e. Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
f. Angsuran Pokok 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704 23.369.704
g. Beban Bunga 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911 7.010.911
Total Aliran Kas Biaya 389.495.061 485.552.103 589.440.903 592.937.703 592.937.703 592.937.703
Aliran Kas Manfaat Kotor -389.495.061 69.122.897 175.059.097 467.462.297 467.462.297 485.956.297
Pajak 1% 0 5.546.750 7.645.000 10.604.000 10.604.000 10.604.000
Aliran Kas Manfaat Bersih -389.495.061 63.576.147 167.414.097 456.858.297 456.858.297 475.352.297
Penyusutan 0 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000 36.388.000
Total Aliran Kas Akhir -389.495.061 99.964.147 203.802.097 493.246.297 493.246.297 511.740.297
DF 6% 1 0,94 0,89 0,84 0,79 0,75
PV Pada DF 6% -389.495.061 94.305.799 181.383.141 414.139.102 390.697.266 382.402.119
DF 48% 1 0,68 0,46 0,31 0,21 0,14
PV Pada DF 48% -389.495.061 67.543.343 93.043.324 152.152.358 102.805.647 72.067.763
NPV Pada DF 6% 1.073.432.367
NPV Pada DF 48% 98.117.374
IRR (%) 52,23
Net B/C Ratio 1,34
Profitability Index 2,76
Payback Period 2 tahun 2 bulan 2 hari

PV Benefit PV Cost investasi 389.495.061


523.278.302 458.068.022 proceed 1 99.964.147
680.402.278 524.600.305 sisa 289.530.914
890.332.288 497.841.929 proceed 2 203.802.097
839.936.120 469.662.197 sisa 85.728.817
806.212.359 443.077.544 493.246.297
3.740.161.348 2.393.249.997 0,1738 12 2,0857
Net B/C Ratio 1,34 0,0857 30 2,571

106
Lampiran 24. Hasil Keseluruhan Analisis Kelayakan
No Kondisi NPV IRR (%) Net B/C PI PP Status
1 Moderat
a. 100% modal sendiri 760.265.977 47,00 1,23 1,95 2 tahun 5 Bulan 20 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 632.291.775 43,66 1,18 1,62 2 tahun 8 bulan 3 hari Layak
2 Pesimis (Penurunan pendapatan 10%)
a. 100% modal sendiri 424.895.237 37,24 1,11 1,09 3 tahun 3 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 296.921.036 31,06 1,06 0,76 3 tahun 4 bulan 2 hari Tidak Layak
3 Agresif (Peningkatan pendapatan 10%)
a. 100% modal sendiri 1.095.636.717 52,66 1,35 2,81 2 tahun 1 bulan 21 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 967.662.515 50,53 1,29 2,48 2 tahun 3 bulan 11 hari Layak
4 Pesimis (Peningkatan biaya operasional 6%)
a. 100% modal sendiri 654.496.125 44,39 1,19 1,68 2 tahun 7 bulan 17 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 526.521.924 40,42 1,14 1,35 2 tahun 10 bulan 10 hari Layak
5 Agresif (Penurunan biaya operasional 6%)
a. 100% modal sendiri 866.035.829 49,23 1,28 2,22 2 tahun 4 bulan 0 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 738.061.627 46,37 1,22 1,89 2 tahun 6 bulan 5 hari Layak
Pesimis (Penurunan pendapatan 10% dan
6
peningkatan biaya operasional 6%)
a. 100% modal sendiri 319.125.385 32,36 1,07 0,82 3 tahun 3 bulan 7 hari Tidak Layak
b. 30% modal pinjaman 191.151.184 24,46 1,02 0,49 3 tahun 8 bulan 1 hari Tidak Layak
Agresif (Peningkatan pendapatan 10% dan
7
penurunan biaya operasional 6%
a. 100% modal sendiri 1.201.406.569 54,11 1,41 3,08 2 tahun 17 hari Layak
b. 30% modal pinjaman 1.073.432.367 52,23 1,34 2,76 2 tahun 2 bulan 2 hari Layak

107