Anda di halaman 1dari 8

MATA KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

MATERI : KOMPETENSI GURU

OLEH :

1. QOIDUL UMAM NIM. 1414031001


2. NI KOMANG NOVIANI NIM. 1414031002

1. HAKIKAT KOMPETENSI GURU

Guru dalam proses pembelajaran di kelas dipandang dapat memainkan peran


penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif
dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan
ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam
belajar. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki
pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik.

a. Pengertian Kompetensi

Menurut E. Mulyasa (2004: 37-38), kompetensi merupakan perpaduan dari


pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan
berpikir dan bertindak. Pada sistem pengajaran, kompetensi digunakan untuk
mendeskripsikan kemampuan profesional yaitu kemampuan untuk menunjukkan
pengetahuan dan konseptualisasi pada tingkat yang lebih tinggi. Kompetensi ini
dapat diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman lain sesuai tingkat
kompetensinya.
Kompetensi sangat diperlukan dalam proses kehidupan. Melakukan segala
sesuatu secara efektif, membutuhkan kompetensi tertentu. Tidak terkecuali guru,
dalam aktivitasnya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran
serta membimbing peserta didik, guru senantiasa membutuhkan keahlian tertentu,
sehingga tindakan yang dilakukan berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Moch. Surya mengungkapkan 3 (tiga) hal yang harus dimiliki guru dalam kaitannya
dengan profesionalisme guru, antara lain:
1. Memiliki keahlian

1
2. Memiliki rasa tanggu jawab
3. Memiliki semangat silih asah, silih asih, silih asuh
Ungkapan tersebut mensinyalir bahwasannya keahlian atau kompetensi
menjadi faktor yang penting dalam upaya melaksanakan profesi sebagai guru.
Kompetensi diartikan sebagai sejumlah kemampuan dasar (ability) yang
dibutuhkan seseorang dalam melakukan sesuatu secara efektif. Di dalam
terminologi pendidikan, kompetensi tersebut berupa penampilan yang terlihat pada
kemampuan yang dapat diamati dan dapat diukur. Gagne (1985) mengungkapkan
bahwa, “kompetensi merupakan perubahan dalam kesiapan menghadapi
lingkungan sebagai hasil dari belajar tentang suatu hal”.
Dalam konteks ungkapan di atas, guru dapat dikatakan telah memiliki
kompetensi apabila perubahan-perubahan yang terjadi pada guru sesuai dengan
kebutuhan kinerja, peserta didik,sekolah, pemerintah dan masyarakat. Dengan
demikian terhadap hal yang bersifat negatif dan tidak sesuai dengan
kebutuhan, tidak dapat dikatakan belajar walaupun diperoleh dari latihan atau
pengalaman.
Menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yangharus
dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan. Dari beberapa denfinisi di atas dapat disimpulkan bahwa
kompetensi merupakan keterampilan yang dimiliki seseorang guna menunjang
keprofesionalan. Guru merupakan profesi yang mewajibkan memiliki 4 kompetensi
utama, yakni kompetensi social, pribadi, profesionali dan pedagogik.
Kompetensi guru adalah kecakapan untuk menunjukan daya kinerja yang
berkembang melalui proses belajar dan melaksanakan tugas dalam memfasilitasi
berkembangnya potensi siswa melalui rekayasa suasana belajar dan proses
pembelajaran yang dapat memnuhi kebutuhan siswa belajar. Kompetensi guru
dikembangkan dalam ruang lingkup yang variatif meliputi empat cakupan wilayah
yang utama yaitu pada lingkungan sosial, kelembagaan, kelompok pendidik dan
individu, serta pada lingkungan kelas. Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap
pendidik, meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, professional dan sosial.

2
b. Komponen Kompetensi Guru
Hingga kini masih ada sebagian anggota masyarakat yang berpendapat bahwa
menjadi guru atau pendidik adalah mudah dan tidak sesulit untuk menjadi dokter
atau akuntan. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar, ada yang benar dan ada
yang salah, sebab jika hanya melihat dari segi banyaknya biaya operasional untuk
menghasilkan seorang guru memang biaya untuk menghasilkan seorang guru lebih
rendah jika dibandingkan menghasilkan seorang dokter ataupun akuntan. Namun
jika dilihat dari segi profesi, semuanya merupakan pekerjaan yang menuntut
profesionalitas yang tinggi. Oleh karena itu untuk menjadi guru yang berkompeten
mereka mampu menjalankan tugasnya secara professional.
Seorang pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompentensi sebagai
agen pembelajaran, sehat jasmani dan rokhani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (PP. No.19 Tahun 2005). Yang dimaksud
kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh
seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah atau sertifikat keahlian yang
relevan, yang sesuai dengan bidang studi yang menjadi tugas pokok.
Sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional meliputi 3 (tiga)
komponen. Komponen tersebut meliputi :
1. Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan
Kompetensi pengelolaan pembelajaran artinya adalah kemampuan guru
dalam merencanakan, melaksanakan, menilai hasil belajar, dan melakukan
tindak lanjut terhadap hasil penilaian hasil belajar siswa. Kompetensi
pengelolaan pembelajaran diperoleh dari kompetensi guru dalam menguasai
wawasan kependidikan. Wawasan kependidikan yang harus dikuasai guru
meliputi:
a. Penguasaan landasan kependidikan, yang meliputi ilmu-ilmu dan
ketrampilan pendidikan pendidikan.
b. Pemahaman terhadap kebijakan pendidikan, yaitu berbagai aturan dan
kebijakan pendidikan baik yang ditetapkan oleh pemerintah maupun
kebijakan yang diambil oleh sekolah.

3
c. Pemahaman terhadap tingkat perkembangan siswa yang didasarkan atas
konsep-konsep psikologi.
d. Pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran sesuai materi
pembelajaran, yang berarti pula ketrampilan dalam menerapkan konsep-
konsep didaktik-metodik. Guru terampil menerapkan pendekatan-
pendekatan pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran
berlangsung efektif, dalam arti siswa berhasil mencapai kompetensi yang
ditetapkan.
e. Ketrampilan memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi dalam
pembelajaran.
2. Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran
Kompetensi ini pada dasarnya merupakan bagian dari kompetensi profesi.
Penguasan kompetensi ini ditandai dengan penguasaan materi pembelajaran
secara optimal oleh guru, baik secara teoretik maupun praktik.
3. Pengembangan Profesi
Kompetensi ini menunjuk pada kemampuan guru dalam mengembangkan
diri sesuai bidang profesinya. Guru merupakan profesi ganda, yaitu sebagai
ilmuwan sekaligus praktisi. Sebagai praktisi, guru jelas dituntut mampu
melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sedangkan sebagai ilmuwan guru
dituntut mampu melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah, melakukan penelitian
dan penulisan karya ilmiah, mempublikasikan hasil karyanya, menjadi
prasaran seminar dan pelatihan serta menulis buku dan bahan ajar sendiri.

2. KARAKTERISTIK KOMPETENSI GURU


Seorang guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian
dalam bidang keguruan atau dengan kata lain ia telah terdidik dan terlatih dengan
baik. Terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal saja akan
tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik didalam kegiatan belajar
mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum
dalam kompetensi guru. Untuk melihat apakah seorang guru dikatakan profesional
atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, dilihat dari tingkat
pendidikan minimal dari latar pendidikan untuk jenjang sekolah tempat dia menjadi

4
guru. Kedua, penguasaan guru terhadap materi bahan ajar, mengelola kelas,
mengelola proses pembelajaran, pengelolaan siswa, dan melakukan tugas-tugas
bimbingan dan lain-lain.

Menurut Gordon sebagaimana yang dikutip oleh E. Mulyasa, bahwa ada enam
aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu sebagai berikut
:

1. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya


seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar,
dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai
dengan kebutuhannya.

2. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif dfan afektif yang


dimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akan melaksanakan
pembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik
dan kondisi peserta didik, agar melaksanakan pembelajaran berjalan secara
efektif dan efesien.

3. Kemampuan (skill), adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk


melakuakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnya
kemampuan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sederhana untuk
memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik.

4. Nilai (value), adalah suatu atandar perilaku yang telah diyakini dan secara
psikologis telah menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar perilaku
guru dalam pembelajaran (kejujuran, keterbukaan, demokratis, dan lain-
lain)

5. Sikap (attitude) yaitu perasaan (senang, tak senang, suka-tidak suka) atau
reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, reaksi terhadap
krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji, dan lain-lain.

6. Minat (interest), adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu


perbuatan, misalnya minat untuk melakukan sesuatu atau untuk
mempelajari sesuatu.

5
3. KOMPETENSI PEDAGOGIK
Kompetensi pedagogik merupakan pemahaman terhadap perencanaan,
pembelajaran, dan evaluasi serta mengoptimalkan potensi dirinya dalam proses
belajar mengajar. Kompetensi pedagogic menjadi bagian utama seorang guru untuk
menyampaikan pemahaman materi dengan baik kepada peserta didik. Berkaitan
dengan kegiatan Penilaian Kinerja Guru terdapat 7 (tujuh) aspek yang berkenaan
penguasaan kompetensi pedagogik. Berikut ini disajikan ketujuh aspek kompetensi
pedagogik:

a. Menguasai karakteristik peserta didik. Guru mampu mencatat dan


menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk
membantu proses pembelajaran. Karakteristik ini terkait dengan aspek fisik,
intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.
b. Menguasasi teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik.
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran yang mendidik secara kreatif sesuai dengan standar
kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikanmetode pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik peserta didik dan memotivasi mereka untuk
belajar
c. Pengembangan kurikulum. Guru mampu menyusun silabus sesuai dengan
tujuan terpenting kurikulum dan menggunakan RPP sesuai dengan tujuan
dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun, dan
menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik
d. Kegiatan pembelajaran yang mendidik. Guru mampu menyusun dan
melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap.
Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik. Guru mampu menyusun dan menggunakan
berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan
karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi
informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran
e. Pengembangan potensi peserta didik. Guru mampu menganalisis potensi
pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan
potensi peserta didik melalui program embelajaran yang mendukung siswa

6
mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya
sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi
mereka
f. Komunikasi dengan peserta didik. Guru mampu berkomunikasi secara
efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan
positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada
komentar atau pertanyaan peserta didik.
g. Penilaian dan Evaluasi. Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses
dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas
efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil
penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses
pembelajarannya.

KESIMPULAN

Pada materi yang telah kami sampaikan ini dapat disimpulkan bahwa,
kompetensi guru adalah kecakapan untuk menunjukan daya kinerja yang
berkembang melalui proses belajar dan melaksanakan tugas dalam memfasilitasi
berkembangnya potensi siswa melalui rekayasa suasana belajar dan proses
pembelajaran yang dapat memnuhi kebutuhan siswa belajar. Sebagaimana yang
telah dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional meliputi 3 (tiga) komponen.
Komponen tersebut meliputi, Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan
Kependidikan. kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran dan
pengembangan profesi. Untuk melihat apakah seorang guru dikatakan profesional
atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, dari tingkat pendidikan dan
kedua dari penguasaan guru terhadap proses belajar mengajar. Kompetensi
pedagogik merupakan pemahaman terhadap perencanaan, pembelajaran, dan
evaluasi serta mengoptimalkan potensi dirinya dalam proses belajar mengajar.

7
DAFTAR PUSTAKA

Dariadi.Moch Wahid.2016.Karakteristik Kompetensi Guru. Tersedia pada


(http://tulisanterkini.com/artikel/pendidikan/9191-karakteristik-
kompetensi-guru.html). Diakses 27 September 2016
E. Mulyasa. 2004.Kurikulum Berbasis Kompetensi,. Bandung: Remaja Rosdakarya
Offset.
Kementerian Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik
dan TenagaKependidikan. 2010. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja
Guru (PK Guru). Jakarta.
Nisura.Abdi.2013. Hakikat Kompetensi Guru. Tersedia Pada
(http://guruabdi.blogspot.co.id/2013/11/hakikat-kompetensi-guru.html) .
Diakses 28 September 2016
Tamwifi.Irvan.2012.Komponen-Komponen Kompetensi Guru. Tersedia Pada
(http://kampuspendidikan.blogspot.co.id/2012/06/komponen-komponen-
kompetensi-guru.html). Diakses 30 September 2016