Anda di halaman 1dari 5

LIPOMA

A. Definisi
Adeyi A Adoga (2008) dan Amit Gothwal (2010), lipoma adalah suatu neoplasma
jinak yang terdiri dari mesenkim jaringan lemak matang, biasanya dikelilingi oleh
kapsul yang tipis dan merupakan neoplasma yang paling umum pada jaringan lunak
dan sekitar 20% kasusnya terjadi di daerah kepala dan leher, tetapi hanya 1 % - 4 %
kasusnya terjadi pada rongga mulut.
Nigel Rawlinson (2000), lipoma adalah neoplasma jinak yang mengandung sel-sel
lemak yang dipisahkan oleh fibrous yang longgar. Lipoma ini mempunyai ukuran yang
bervariasi dari millimeter hingga sentimeter.

B. Etiologi
1) Tidak diketahui dengan pasti
2) Bahan kimia
3) Lingkungan
4) Genetik,
5) Imunologi, virus

C. Manifestasi Klinis
Secara klinis, lipoma paling sering tanpa disertai gejala (asymptomatic).Gejala Adapun
gejala-gejala lipoma antara lain:
1) Predileksi : Lipoma terletak di bawah kulit dan tidak menonjol.. Lipoma sering
terjadi di leher, punggung, lengan dan paha.
2) Lipoma jika disentuh terasa empuk dan mudah bergerak jika sedikit ditekan
dengan jari.
3) Paling sering lipoma berukuran kecil, dengan diameter kurang dari 2 inci (5 cm).
Tapi lipoma dapat tumbuh besar dengan diameter mencapai lebih dari 4 inci (10
cm).
4) Lipoma bisa juga menyakitkan jika tumor lemak ini tumbuh dan ditekan di dekat
saraf, atau jika mengandung banyak pembuluh darah. Karena pertumbuhannya
lambat, kita mungkin baru tahu memiliki lipoma setelah bertahun-tahun. Etiologi
Penyebab pasti dari lipoma belum jelas hingga saat ini.
D. Patofisiologi Lipoma
E. Penatalaksanaan
Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali berkembang
menjadi nyeri dan mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang menjalani operasi
bedahuntuk alasan kosmetik. Operasi yang dijalani merupakan operasi kecil, yaitu
dengan caramenyayat kulit diatasnya dan menluarkan lipoma yang ada. Namun hasil
luka operasiyang ada akan sesuai dengan panjangnya sayatan. Untuk mendapatkan
hasil operasi yanglebih minimal, dapat dilakukan liposuction.
Sekarang dikembangkan tehnik denganmenggunakan gelombang ultrasound
untuk menghancurkan lemak yang ada. Yang perlu diingat adalah jika lipoma yang
ada tidak terangkat seluruhnya, maka masih ada kemungkinan untuk berkembang lagi
dikemudian hari.
Terapi
1) Terapi Medis
Terapi medis termasuk eksisi endoskopik tumor di traktur gastrointestinal
bagian atas, misalnya esophagus, perut dan duodenum atau colon.
2) Terapi Pembedahan (Surgical Therapy)
Pembedahan (complete surgical exision) dengan kapsul sangatlah penting
untuk mencegah kekambuhan setempat (local recurrence). Terapi tergantung
lokasi tumor. Pada lokasi yang tidak biasanya, pemindahan lipoma menyesuaikan
tempatnya.
a) Pemindahan setempat diindikasikan pada lipoma di dekat saluran nafas
utama (major airways). Lipoma paru-paru memerlukan resection parenkim
paru-paru atau saluran pernafasan yang terlibat (the involved airway).
b) Pemindahan setempat diindikasikan pada lipoma usus (intestinal lipomas)
yang menyebabkan obstruction.
c) Lipoma isofagus tidak dapat dipindahkan dengan endoskopi, maka diperlukan
pembedahan (surgical exision).
d) Lipoma pada payudara (breast lipomas) dihilangkan jika pada dasarnya
meragukan.
e) Lipoma usus, khususnya duodenum sebaiknya dihilangkan baik secara
endoskopi maupun pembedahan karena dapat menyebabkan obstruction,
jaundice atau perdarahan (hemorrage)
f) Lipoma pada vulva dapat dihilangkan ditempat (locally excised).
F. Indikasi Pembedahan untuk Lipoma
1) Alasan kosmetik
2) Untuk mengevaluasi histologi (adakah keganasan pada jaringan), sehingga dapat
menyingkirkan kemungkinan liposarcoma.
3) Jika menyebabkan gejala
4) Jika berkembang menjadi lebih dari 5 cm

G. Komplikasi Lipoma
1) Luminal obstruction
2) Perdarahan (hemorrhage)
3) Kanker

H. Masalah Keperawatan Umum Pasien Lipoma


1. Nyeri
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan
3. Resiko infeksi
4. Gangguan konsep diri
5. Cemas
6. Kurang pengetahuan
DAFTAR PUSTAKA

Doengues, Marilynne E. dkk.,Nursing Care Plans, FA Daus Company, Philadelphia 1989.


FKUI , 1990, Patologi: Bagian Patologi Anatomi.
LuckmanLuckman and Serensen, S. Medical Surgical Nursing, A pschophysiologic
Approach, Edition 1993.
PricePricePricePrice, Anderson Silvia, Patofisiologi, Ed. 4. Alih bahasa: Dr. Peter Anugerah,
EGC., Jakarta 1995
Suhidajat, Sjasn, Buku Ajar Ilmu Bedah.
Tucker, Susan Martin, Mary, M. Canobio, Patient Care Standards, Ed. 5; Mosby Year Book
Inc. Missouri 1991