Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu drainase bermula tumbuh dari kemampuan manusia mengenali lembah-
lembah sungai yang mampu mendukung kehidupannya. Adapun kebutuhan pokok
tersebut diantaranya yaitu drainase pertanian yang biasa digunakan untuk pengeringan
lahan pertanian. Drainase jalan raya berfungsi untuk menjaga kondisi jalan raya tidak
tergenang air hujan sehingga merusak badan jalan bahkan dengan genangan air ini
akan merusak kontruksi jalan raya itu. Drainase perkotaan berfungsi untuk
mengeringkan areal perkotaan dari air limbah rumah tangga dan air hujan yang
merupakan preoritas utama dalam memberikan pelayan kepada masyarakat kota.
Drainase gedung yang berfungsi untuk menjaga pengaliran air limbah gedung secara
baik dan memenuhi syarat kesehatan.
Oleh karena itu perlunya perencanaan dan penataan drainase yang matang pada
suatu wilayah atau kawasan dengan sebaik-bainya, sehingga tatanan wilayah atau kota
yang ideal dapat terwujudkan. Drainase sangatlah diperlukan dan sangat penting untuk
diketahui. Seperti yang telah diajarkan kepada penulis dan pada teman-teman sekalian
pada beberapa waktu yang lalu mengenai Praktik Kerja Drainase yang diharapkan
seluruh mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Malang mampu memahami dan
melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan prosedur dan standar-standar yang ada
baik ditingkat nasional maupun internasional. Sehingga kedepannya diharapkan
bangunan-bangunan yang ada di Indonesia dapat memenuhi standar internasional.

1.2 Tujuan
Tujuan utama dalam penulisan laporan “Praktik Kerja Drainase” ini adalah
sebagai salah satu syarat yang harus penulis selesaikan sebagai salah satu tugas setelah
selesai praktik kerja drainase di Bengkel Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang, serta
sebagai salah satu bahan penilaian oleh dosen pembimbing atau instruktur.

1
1.3 Manfaat
1. Menambah wawasan bagi pembaca.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teknik sipil sesuai dengan teori
yang didapat di pekuliahan.
3. Ilmu atau materi yang didapat bisa diaplikasikan ketika dilapangan.
4. Memudahkan mahasiswa atau mahasiswi untuk melaksanakan sistem drainase,
dalam perencana dan perancangan drainase di dunia kerja nanti.

2
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Drainase


Drainase merupakan pekerjaan pembuatan saluran pembuangan. Baik air buangan
hujan, air permukaan maupun air buangan dari kamar mandi, dapur dan WC. Secara
umum drainase didefisinikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk
mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu. Sedangkan
drainase perkotaan adalah ilmu drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan
perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial
yang ada dikawasan kota tersebut. Dengan demikian kriteria desain drainase perkotaan
memiliki kekhususan, sebab untuk perkotaan ada tambahan desain seperti keterkaitan
dengan tata guna lahan, keterkaitan dengan master plan drainase kota, keterkaitan dengan
masalah sosial (kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut memelihara fungsi drainase
kota) dan lain-lain.

2.2 Fungsi Dan Tujuan Pekerjaan Drainase


2.2.1 Untuk Pengeringan

Adakalanya di sekitar suatu kompleks perumahan penduduk terdapat rawa-


rawa atou suatu lapangan yang digenangi air. Keadaan lingkungan yang seperti ini
dapat mendatangkan wabah penyakit bagi penduduk yang tinggal disekitar area
tersebut. Oleh karena genangan air atau rawa tersebut telah menjadi sarang berbagai
penyakit seperti Malaria, Cholera, Demam berdarah dan lain-lainnya. Untuk
menghindari hal itu diperlukan suatu sistem drainase yang baik agar tidak terjadi
genangan air agar lingkungan di situ sehat, aman, dan sejahtera.

2.2.2 Untuk Pencegahan Banjir

Ada daerah-daerah tertentu yang hujannya turun sering seperti pada saat
musim sekarang curah hujan hampir di daerah-daerah di wilayah Indonesia curah
hujan sangat tinggi jadi hampir tiap harti terjadi hujan, kalau saluran drainase tidak
dibuat dengan baik maka banjir akan terjadi di mana-mana. Maka saluran drainase
harus difungsikan sebagai mana mestinya.

3
2.2.3 Untuk Pembuangan Air Kotor

Air buangan dari industri adalah penyebab pencemaran lingkungan ,kerena


air buangan ini mengandung berbagai macam bahan kimia, sampah-sampah pabrik,
dll. Banyak ikan dan hewan ternak penduduk mati disebabkan air lingkungan
mereka tercemari oleh air buangan dari industri atau di sebut dengan air limbah
pabrik. Untuk mencegah agar lingkungan tempat tinggal penduduk tidak tercemari,
maka buangan dari industri harus dialirkan secara khusus dengan melalui
pengolahan limbah yang sesuai dengan semestinya agar pada saat dialirkan ke
pembuangan air, tidak berbahaya karena sudah steril.

2.2.4 Penyuplaian Air Untuk Penduduk

Dalam suatu kota pada umumnya, air yang dibutuhkan penduduk didatangkan
dari suatu kabupaten pada umumnya, air yang dibutuhkan penduduk tersebut akan
dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa yang diinstalasi sedemikian
rupa agar air tersalurkan dengan lancar dan baik ke konsumen.

2.2.5 Jenis Saluran

Saluran drainase pada umumnya ada yang terbuka dan ada juga yang tertutup.
Tetapi layaknya pada saluran terbuka untuk mengalirkan air buangan yang relative
tidak berbau, seperti air hujan maupun air permukaan (rembesan sistem irigasi,
mata air, dll). Sedangkan Saluran tertutup digunakan untuk mengalirkan air
buangan dari kamar mandi, WC, dapur, cucian maupun buangan hasil proses
industri.

2.3 Jenis Drainase


2.3.1 Saluran Terbuka

Saluran terbuka dapat terjadi dalam bentuk yang bervariasi cukup besar, mulai
dari aliran di atas permukaan tanah yang terjadi pada waktu hujan, sampai aliran
dengan kedalaman air konstan dalam saluran prismatis. Masalah aliran saluran
terbuka banyak dijumpai dalam aliran sungai, aliran saluran-saluran irigasi, aliran
saluran pembuangan dan saluran-saluran lain yang bentuk dan kondisi geometrinya
bermacam-macam. selayaknya pada saluran terbuka hanya untuk mengalirkan air

4
buangan yang relatif tidak berbau, seperti air hujan maupun air permukaan
(rembesan sistem irigasi, mata air, dll)
Mekanika aliran saluran terbuka lebih sulit dibanding dengan mekanika
saluran tertutup. Pada aliran saluran tertutup tidak terdapat permukaan bebas
sehingga tidak terdapat pengaruh langsung dari tekanan atmosfer, pengaruh yang
ada hanyalah tekanan hidraulik yang besarnya dapat lebih besar atau lebih kecil
daripada tekanan atmosfer. Sedangkan pada aliran saluran terbuka terdapat
permukaan bebas yang berhubungan dengan atmosfer dimana permukaan bebas
tersebut merupakan suatu batas antara dua fluida yang berbeda kerapatannya yaitu
cairan dan udara, dan pada permukaan ini terdapat tekanan atmosfer. Dalam hal ini
hubungannya dengan atmosfer perlu adanya pertimbangan bahwa kerapatan udara
jauh lebih rendah daripada kerapatan air. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa
tipe aliran saluran terbuka adalah :
A. Aliran Tetap ( steady flow )
1. Aliran seragam ( uniform flow )
2. Aliran tidak seragam ( non uniform flow ) atau aliran berubah-
ubah ( varied flow ) yang terdiri dari :
a. Aliran tetap berubah lambat laun (gradually varied flow)
b. Aliran tetap berubah dengan cepat (rapidly varied flow)
B. Aliran tidak tetap ( unsteady flow )
1. Aliran seragam tidak tetap ( unsteady uniform flow ). Aliran ini
hampir tidak pernah tejadi.
2. Aliran tidak tetap dan berubah-ubah ( unsteady varied flow ) yang
terdiri dari :
a. Aliran tidak tetap berubah lambat laun
b. Aliran tidak tetap berubah dengan cepat
2.3.2 Saluran Tertutup

Saluran tertutup digunakan untuk mengalirkan air buangan dari kamar


mandi, WC, dapur, cucian maupun buangan hasil proses industri Saluran Terbuka
dan Saluran Tertutup. Saluran Tertutup ini cocok digunakan di kota-kota besar.

5
2.4 Penampang Saluran
Ada berbagai macam penampang saluran yang digunakan , tetapi pada saluran
terbuka banyak digunakan saluran berpenampang segi empat maupun trapezium. Untuk
penampang saluran tertutup, banyak digunakan pipa saluran berpenampang bulat.
A. Penampang Saluran Terbuka
a. Penampang Segi Empat

b. Penampang Segi Empat Dengan Saluran Kecil (cunnette)

c. Penampang Trapesium

d. Penampang Trapesium Dengan Saluran Kecil (cunnette)

6
e. Penampang Bentuk Lainnya

B. Penampang Saluran Tertutup


a. Gorong-gorong Segi Empat (box culvert)

b. Gorong-gorong Bulat

c. Gorong-gorong Bulat Telur

d. Gorong-gorong Tapal Kuda

7
2.5 Bak Kontrol
Bak kontrol merupakan suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan atau
menjaring kotoran-kotoran yang berada disaluran air, dan sebagai pengontrol dari fungsi
saluran. Dengan adanya bak kontrol ini kita lebih mudah untuk mengontrol kebersihan
dan kelancaran fungsi saluran. Bak kontrol biasa dibuat pada setiap perubahan saluran /
setiap belokan dan pada saluran yang relative lurus, dibuat pada jaran sekitar 50 meter.

8
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Pembuatan Bouwplank

Bouwplank adalah penanda sementara yang digunakan untuk menentukan


titik-titik as pada area kerja di dalam proyek pembangunan sesuai dengan hasil
pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi utama bowplank adalah sebagai
penentu arah pondasi dan ketinggian lantai bangunan atau kedalaman galian.

Karena hanya dipasang untuk sementara waktu, bowplank biasanya dibuat dari
bahan yang murah seperti kayu berkualitas rendah. Kayu yang berbentuk tiang
pancang ini selanjutnya ditancapkan di sudut-sudut area pekerjaan pembuatan
bangunan. Sedangkan kayu yang berbentuk papan dipasang secara horisontal
menghubungkan masing-masing tiang pancang. Setelah itu, titik-titik as untuk
menandai area kerja pondasi, kolom, dinding, dan lain-lain dibuat memakai tali kenor
yang dibentangkan serta diikatkan di papan kayu yang dipasang secara mendatar.

Alat :
1. Selang air
2. Roll meter
3. Palu paku
4. Palu godam
5. Penanda

Bahan :
1. Papan 2x20 cm
2. Paku 4 cm
3. Tali kasur
4. Patok

Langkah Kerja :
1. Lakukan penghitungan lebar galian, elevasi, panjang papan dan
kemiringan.
2. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

9
3. Ukur panjang galian sepanjang 6m ( jarak antar patok sebagai as).
4. Tancapkan patok di dua sisi sebagai as menggunakan palu godam.
5. Ukur lebar galian sesuai dengan perhitungan (diatas).
6. Tandai lebar galian pada dua sisi menggunakan tali dan sebagai pembatas
galian putarkan tali sesuai lebar dan bentuk galian.
7. Ukur lebar kebutuhan bouwplank sesuai gambar kerja (diatas).
8. Pada bagian hilir, tancapkan 2 patok disisi kanan dan kiri patok as
dengan jarak 50 cm.
9. Pasang papan pada patok menggunakan paku, sesuaikan tinggi papan
dengan BM atau ketinggian yang sudah ditentukan.
10. Pada bagian hulu, tancapkan 2 patok disisi kanan dan kiri patok as
dengan jarak 50 cm.
11. Ukur dan tandai kedataran papan di bagian hilir dengan papan yang akan
dipasang di bagian hulu menggunakan waterpass selang, tandai pada 2
patok yang telah terpasang.
12. Tambahkan ketinggian papan di hulu sesuai dengan perhitungan (diatas)
dengan ketentuan 1,25% dari panjang galian.
13. Pasang papan pada patok menggunakan paku.
14. Pekerjaan telah selesai, bouwplank terpasang pada bagian hilir dan hulu.

3.2 Pekerjaan Galian


Pekerjaan galian ini dilakukan setelah selesai memasang bowplank yang sudah
dibuat sesuai dengan rencana serta sudah adanya penilaian dari dosen atau instruktur.

Alat :
1. Cangkul
2. Sekop
3. Roll meter
4. Lempag
5. Ember
6. Tandem

Bahan :
1. Tali Kasur
10
2. Patok

Langkah Kerja :
1. Menyiapkan alat.
2. Sket gambar rencana dan hitung elevasi disetiap bagian yang akan di gali.
3. Gali tanah selebar yang sudah di beri batasan oleh benang kemarin,
sedalam 104 cm dari atas papan duga/bowplank.
4. Gali di bagian hulu dan hilir trlebih dahulu. Agar mengetahui batasan
galian.
5. Gali sepanjang bagian hilir ke hulu. Lalu sekop tanah yang sudah di gali
ke samping galian.
6. Kemudian beri benang pada as papan duga dari hilir ke hulu untuk
menyetarakan tinggi galian
7. Padatkan tanah dengan tandem sepanjang galian hulu ke hilir.
8. Lalu cek kedalaman tanah yang sudah ditetukan dengan boningrod. Bila
kurang dari ukuran maka membutuhkan urugan tanah bila lebih maka
membutuhkan galian lagi.
9. Ratakan dari hulu ke hilir dengan kedalaman yang sama.
10. Ukur jarak sepanjang 4m dari hilir ke hulu dan beri tanda (patok), tanda
tersebut untuk pekerjaan pembuatan bak pengontrol pada pekerjaan
selanjutnya.

3.3 Pembuatan Bak Kontrol dan Saluran Tertutup


Bak kontrol merupakan suatu konstruksi yang berfungsi untuk
menahan/menjaring kotoran-kotoran yang berada disaluran air, dan sebagai pengontrol
dari fungsi saluran. Dengan adanya bak kontrol ini kita lebih mudah untuk mengontrol
kebersihan dan kelancaran fungsi saluran. Bak kontrol biasa dibuat pada setiap
perubahan saluran / setiap belokan dan pada saluran yang relatif lurus.

Alat :
1. Cangkul
2. Bak spesi
3. Roll meter
4. Ember
11
5. Sekop
6. Sendok spesi
7. Tandem

Bahan :
1. Batu bata
2. Pasir uruk
3. Kapur
4. Air
5. Pipa 6 dim

Langkah Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Tuangkan pasir urug pada galian yang telah dipadatkan dengan ketebalan
5 cm dan ratakan.
3. Gunakan tandem untuk memadatkan.
4. Kontrol ketinggian dengan boningrod untuk mendapatkan ketebalan yang
sesuai.
5. Untuk pembuatan bak kontrol, ukur terlebih dahulu sepanjang 4m dari hilir
serta beri penanda.
6. Kemudian gali bagian yang telah diberi penanda untuk pembuatan bak
kontrol dengan diameter 50 cm serta kedalaman galian minimal 8cm untuk
pemasangan lantai kerja, dan 5 cm untuk ketebalan parir urug bak kontrol.
7. Pada saat pemberian pasir urug disiram dengan air sedikit demi sedikit.
8. Campurkan semua bahan kapur dan pasir (spesi) dengan perbandingan 1
kapur : 5 pasir.
9. Letakkan bata (rolag) setiap 1 meter di atas jalur pipa dan beri spesi
diatasnya
10. Letakkan pipa (d=6inch) diatas bata yang sudah terdapat spesi (4 meter
dari bak kontrol ke hilir, 1 meter dari bak kontrol ke hulu)
11. Lanjutkan pekerjaan bak kontrol hingga menutup permukaan pipa, sisakan
pemasangan bak kontrol untuk penutup bak sejajar dengan permukaan
tanah.

12
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Praktik kerja drainase sangat diperlukan ketilitian dimana saat kita menetukan
ukuran-ukuran yang telah diukur dengan patokan. Sebelum itu perlu diperhatikan juga
lokasi pembuatan drainase harus diamati dengan benar jenis tanah yang akan digali,
sehingga tidak akan terjadi masalah saat pengerjannya. Setelah melakukan praktik kerja
drainase merupakan salah satu sifat yang harus dilaksanakan didalam dunia teknik sipil
karena bila nanti kita membuat denah / bangunan kita harus dapat pastikan dimana posisi
kedudukannya. Karena apabila kita tidak melakukannya dengan baik maka akan berakibat
yang fatal karena dalam pembuatan instalasi ini harus benar dan tepat, agar air yang kita
buang mengalir ketempat yang telah kita tentukan terlebih dahulu dan pembuatan
plesengan pada aliran drainase ini harus diperhatikan karena plesengan batu kali ini akan
mempengaruhi juga volume air pada daerah aliran sungai supaya dapat memenuhi air
didaerah sekitarnya tercukupi semua.

4.2 Saran
Kami mengharapkan agar praktek kedepan akan lebih memadai fasilitas
pendukung dalam kerja drainase dan melengkapi peralatan, pahami dan perhatikan K3
dalam melaksanakan pratek kerja drainase.

13
Lampiran 1. Laporan praktik kerja drainase hari ke 2

LAPORAN HARIAN
PRAKTEK DRAINASE
POLITEKNIK NEGERI MALANG

Nama : Ardiansyah Setia Anugrah


Kelas : 2-E
Prodi : D-III teknik sipil
Nim : 1631310019

Hari ke :2
Tanggal : 07 Nopember 2017
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan pemasangan bouwplank (papan duga)

A. Gambar Bouwplank

12,5 cm

Galian

50 cm

53 cm

14
B. Hitungan
1. Lebar Galian
ø pipa = 6” = 6 x 2.54 = 15.24 cm
W = 1.5 x ø pipa + 30 cm
= 1.5 x 15.24 + 30
= 52,86 cm ≈ 53 cm
2. S = 0,75%
Jarak = 7 m
3. Elevasi hilir = +350.700
4. Elevasi hulu = (0,75% x 7 m) + 350.700 = 350.752,5 m
5. Panjang bouwplank = W + ( 2 x 50 cm) = 53 + 100 = 153 cm

C. Alat
1. Roll meter

2. Palu paku

3. Palu godam

15
4. Spidol/penitik/penanda

D. Bahan
1. Papan 2x20 cm
2. Paku 4 cm
3. Tali Kasur
4. Patok

E. Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja sesuai dengan ketentuan.
2. Pakailah helm kerja untuk melindungi kepala.
3. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka.
4. Gunakan sepatu safety untuk melindungi kaki dari alat-alat yang tajam.
5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya dengan rapi.
6. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasi pada pekerjaan.
7. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

F. Langkah Kerja
1. Lakukan penghitungan lebar galian, elevasi, panjang papan dan kemiringan.
2. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
3. Ukur panjang galian sepanjang 6m ( jarak antar patok sebagai as).
4. Tancapkan patok di dua sisi sebagai as menggunakan palu godam.
5. Ukur lebar galian sesuai dengan perhitungan (diatas).
6. Tandai lebar galian pada dua sisi menggunakan tali dan sebagai pembatas galian
putarkan tali sesuai lebar dan bentuk galian.
7. Ukur lebar kebutuhan bouwplank sesuai gambar kerja (diatas).
8. Pada bagian hilir, tancapkan 2 patok disisi kanan dan kiri patok as dengan jarak
50 cm.

16
9. Pasang papan pada patok menggunakan paku, sesuaikan tinggi papan dengan BM
atau ketinggian yang sudah ditentukan.
10. Pada bagian hulu, tancapkan 2 patok disisi kanan dan kiri patok as dengan jarak
50 cm.
11. Ukur dan tandai kedataran papan di bagian hilir dengan papan yang akan
dipasang di bagian hulu menggunakan waterpass selang, tandai pada 2 patok
yang telah terpasang.
12. Tambahkan ketinggian papan di hulu sesuai dengan perhitungan (diatas) dengan
ketentuan 1,25% dari panjang galian.
13. Pasang papan pada patok menggunakan paku.
14. Pekerjaan telah selesai, bouwplank terpasang pada bagian hilir dan hulu.

G. Dokumentasi

Pemasangan patok sebagai as

17
Lampiran 2. Laporan praktik kerja drainase hari ke 3

LAPORAN HARIAN
PRAKTEK DRAINASE
POLITEKNIK NEGERI MALANG

Nama : Ardiansyah Setia Anugrah


Kelas : 2-E
Prodi : D-III Teknik Sipil
Nim : 1631310019

Hari ke :3
Tanggal : 08 Nopember 2017
Jenis pekerjaan : Penggalian Tanah

A. Alat
1. Roll meter

2. Cangkul

18
3. Sekop

4. Lempag

B. Bahan
1. Tali kasur
2. Patok

C. Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja sesuai dengan ketentuan.
2. Pakailah helm kerja untuk melindungi bagian kepala.
3. Pakailah sarung tangan kerja agar tangan tidak terluka.
4. Gunakan sepatu safety untuk melindungi bagian kaki.
5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya dengan rapi.
6. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasi pada pekerjaan.
7. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan Alat dan Bahan
2. Sket gambar rencana dan hitung elevasi disetiap bagian yang akan di gali.
3. Gali tanah selebar yang sudah di beri batasan oleh benang kemarin, sedalam 104
cm dari atas papan duga/bowplank.
4. Gali di bagian hulu dan hilir trlebih dahulu. Agar mengetahui batasan galian.

19
5. Gali sepanjang bagian hilir ke hulu. Lalu sekop tanah yang sudah di gali ke
samping galian.
6. Kemudian beri benang pada as papan duga dari hilir ke hulu untuk menyetarakan
tinggi galian
7. Padatkan tanah sepanjang galian hulu ke hilir.
8. Lalu cek kedalaman tanah yang sudah ditetukan dengan boningrod. Bila kurang
dari ukuran maka membutuhkan urugan tanah bila lebih maka membutuhkan
galian lagi.
9. Ratakan dari hulu ke hilir dengan kedalaman yang sama.
10. Ukur jarak sepanjang 4m dari hilir ke hulu dan beri tanda (patok), tanda tersebut
untuk pekerjaan pembuatan bak pengontrol pada pekerjaan selanjutnya.

E. Dokumentasi

20
Lampiran 3. Laporan praktik kerja drainase hari ke 4

LAPORAN HARIAN
PRAKTEK DRAINASE
POLITEKNIK NEGERI MALANG

Nama : Ardiansyah Setia Anugrah


Kelas : 2-E
Prodi : D-III Teknik Sipil
Nim : 1631310019

Hari ke :4
Tanggal : 09 Nopember 2017
Jenis pekerjaan : Pengurugan pasir pada saluran dan penggalian lubang kontrol

A. Alat
1. Roll meter
2. Cangkul
3. Lempak
4. Sekop
5. Alat pemadat manual/stamper
6. Boning rod
7. Sendok spesi
8. Ember

B. Bahan
1. Pasir urug
2. Air

C. Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja sesuai dengan ketentuan.

21
2. Pakailah helm kerja untuk melindungi kepala.
3. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka.
4. Gunakan sepatu safety untuk melindungi kaki dari alat-alat yang tajam.
5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya dengan rapi.
6. Perhatikan instruksi.
7. Pusatkan perhatian pada pekerjaan.
8. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.
9. Simpan kembali alat dalam keadaan bersih.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Tuangkan pasir urug pada galian yang telah dipadatkan dengan ketebalan 5 cm
dan ratakan.
3. Gunakan stamper untuk memadatkan.
4. Kontrol ketinggian dengan boningrod untuk mendapatkan ketebalan yang sesuai.
5. Untuk pembuatan bak kontrol, ukur terlebih dahulu sepanjang 4m dari hilir serta
beri penanda.
6. Kemudian gali bagian yang telah diberi penanda untuk pembuatan bak kontrol
dengan diameter 50 cm serta kedalaman galian minimal 8cm untuk pemasangan
lantai kerja, dan 5 cm untuk ketebalan parir urug bak kontrol.
7. Pada saat pemberian pasir urug disiram dengan air sedikit demi sedikit.

TAMPAK POTONGAN MEMANJANG

Tebal pasir
Minimal 8 cm
urug 5 cm
Tebal pasir urug 5 cm

22
TAMPAK PENAMPANG ATAS

Lebar galian

Diameter galian 53 cm
110 cm

E. Dokumentasi

23
Lampiran 4. Laporan praktik kerja drainase hari ke 5

LAPORAN HARIAN
PRAKTEK DRAINASE
POLITEKNIK NEGERI MALANG

Nama : Ardiansyah Setia Anugrah


Kelas : 2-E
Prodi : D-III Teknik Sipil
Nim : 1631310019

Hari ke :5
Tanggal : 14 Nopember 2017
Jenis pekerjaan : Melanjutkan pekerjaan bak kontrol dan pemasangan pipa

A. Alat
1. Roll meter

2. Cangkul

24
3. Sekop

4. Sendok spesi

B. Bahan
1. Pipa diameter 6 inchi
2. Kapur
3. Pasir
4. Bata

C. Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja sesuai dengan ketentuan.
2. Pakailah helm kerja untuk melindungi bagian kepala.
3. Pakailah sarung tangan kerja agar tangan tidak terluka.
4. Gunakan sepatu safety untuk melindungi bagian kaki.
5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya dengan rapi.
6. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasi pada pekerjaan.
7. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan Alat dan Bahan
2. Campurkan semua bahan kapur dan pasir (spesi) dengan perbandingan 1 kapur :
5 pasir.
3. Letakkan bata (rolag) setiap 1 meter di atas jalur pipa dan beri spesi diatasnya

25
4. Letakkan pipa (d=6inch) diatas bata yang sudah terdapat spesi (4 meter dari bak
kontrol ke hilir, 1 meter dari bak kontrol ke hulu)
5. Lanjutkan pekerjaan bak kontrol hingga menutup permukaan pipa

E. Dokumentasi

26
Lampiran 5. Laporan praktik kerja drainase hari ke 6

LAPORAN HARIAN
PRAKTEK DRAINASE
POLITEKNIK NEGERI MALANG

Nama : Ardiansyah Setia Anugrah


Kelas : 2-E
Prodi : D-III Teknik Sipil
Nim : 1631310019

Hari ke :6
Tanggal : 15 Nopember 2017
Jenis pekerjaan : Melanjutkan pekerjaan pembuatan bak kontrol dan pemasangan pipa

A. Alat
1. Roll meter

2. Cangkul

27
3. Sekop

5. Sendok spesi

B. Bahan
1. Pipa diameter 6 inchi
2. Kapur
3. Pasir
4. Bata

C. Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja sesuai dengan ketentuan.
2. Pakailah helm kerja untuk melindungi bagian kepala.
3. Pakailah sarung tangan kerja agar tangan tidak terluka.
4. Gunakan sepatu safety untuk melindungi bagian kaki.
5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya dengan rapi.
6. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasi pada pekerjaan.
7. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan Alat dan Bahan
2. Campurkan semua bahan kapur dan pasir (spesi) dengan perbandingan 1 kapur :
5 pasir.

28
3. Letakkan bata (rolag) setiap 1 meter di atas jalur pipa dan beri spesi diatasnya
4. Letakkan pipa (d=6inch) diatas bata yang sudah terdapat spesi (4 meter dari bak
kontrol ke hilir, 1 meter dari bak kontrol ke hulu)
5. Lanjutkan pekerjaan bak kontrol hingga menutup permukaan pipa, sisakan
pemasangan bak kontrol untuk penutup bak sejajar dengan permukaan tanah.

E. Dokumentasi

29