Anda di halaman 1dari 3

STRATEGI PELAKSANAAN V (SPVP)

RESIKO PERILAKU KEKERASAN


SABTU, 24 Agustus 2013

I. PROSES KEPERAWATAN
A. Kondisi klien
DS: Klien mengatakan bahwa ia pernah marah dan memukul orang karena ada
suara yang mengatakannya parakang
DO: Klien tampak tersenyum, dan cukup koopreatif dalam menceritakan
kondisinya, dan klien tampak tenang
B. Diagnosa keperawatan
Resiko perilaku kekerasan
C. Tujuan
1. Membantu pasien mengendalikan PK dengan minum obat secara teratur
2. Mendiskusikan hasil latihan sebelumnya
D. Tindakan
1. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Latih pasien mengontrol PK dengan cara minum obat
3. Menganjurkan pasien untuk memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian

II. STRATEGI KOMUNIKASI


A. Fase Orientasi
 Salam terapeutik
“Assalamu Alaikum, Selamat pagi!”
 Validasi
“Bagaimana perasaannya S hari ini? Latihan apa yang sudah dilakukan?
Apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur? Bagus sekali.
Bagaimana untuk cara spiritualnya?
 Kontrak
- Topik: “Baiklah S, seperti janjinya kemarin kita akan cerita lagi
mengenai cara mengontrol marah dengan minum obat”
- Waktu: “Bagaimana kalau kita cerita-cerita sekitar 15 menit S?”
- Tempat:”Dimana S mau bicara-bicara?”
B. Fase Kerja
“Coba S sebutkan cara mengontrol marahnya S yang sudah dipelajari yang 4
cara itu?”
“S sudah dapat obat dari dokter?”
“ berapa macam obat yang S minum? Warnanya apa saja? Bagus! Jam berapa
M minum?”
“Obatnya ada 3 macam S, yang warnanya orange ini namanya ClorPromaZine
di minum 2 kali sehari pagi/sore hari, gunanya itu agar pikirannya tenang, nah
kalu yang warna kuning ini namanya TriHexilPenedil ini diminum 3 kali
dalam sehari gunanya itu agar rileks dan tenang.dan yang putih kecil ini
namanya Haloperidol diminum 3 kali sehari 3 biji gunanya itu untuk agar
pikiran teratur dan rasa marah berkurang.
“bila S merasa mata berkunag kunang , S sebaiknya istirahat dan jangan
berktifitas dulu”
“bagaimana S?”
“jangan pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan
dokter ya S, karena dapat terjadi kekambuhan”
“saya yakin S pasti bisa melakukannya?”
“ini semua demi kebaikan S juga”
“sekarang kita masukkan waktu minum obatnya kedalam jadwal ya pak”
C. Fase Terminasi
 Evaluasi respon klien
Subjektif :
- “Bagaimana perasaan S setelah selesai bincang-bincang?”
Objektif :
- “Jadi, S sudah tahukan obat-obatnya. M bisa sebutkan kembali? Nah,
M masih ingat cara lain untuk mengontrol marah? Ya ada 3 cara lain,
coba sebutkan kembali. Bagus sekali S”
“Ya, bagus S jadi saya sudah ajarkan 5 cara mengontrol perilaku kekerasan
sama S. pertama dengan nafas dala, kedua dengan latihan pukul bantal kasur,
ketiga dengan latihan bicara baik, keempat dengan ibadah dan terakhir
dengan minum obat. S harus lakukan itu ya sesuai dengan jadwalnya. M harus
ingat yah karena penting untuk mengontrol marahnya nanti. Ini hari terakhir
saya disini jadi S jangan lupa yang apa yang sudah saya ajarkan supaya S
cepat sembuh dan cepat kembali kepada keluarga. Ok, semangat S
Assalamualaikum Wr.Wb.