Anda di halaman 1dari 16

EKONOMI PREPARASI BATUBARA

18.1 PENGENALAN

Ketika rancangan preparasi batubara dimulai, keuntungan dan total biaya


harus dapat diseimbangkan supaya batubara dapat berkompetisi di pasaran. Dengan
perluasan ekspor batubara di seluruh dunia yang terjadi pada dekade terakhir telah
menimbulkan tingkat daya saing yang sangat hebat dalam pemasaran dan lebih ketat
dalam spesifikasi penjualan batubara. Ini menunjukkan bahwa lebih dari sekedar
penjualan metalurgi batubara, dimana spesifikasi yang lebih detil telah ditetapkan,
sebagaimana teknologi blending telah dikembangkan untuk penyediaan kokas dengan
biaya minimum.
Tingkat kerumitan pada sirkuit pabrik preparasi batubara biasanya
menggambarkan spesifik tertentu. Banyak batubara bersulfur rendah dapat
dibersihkan dengan metode preparasi batubara normal supaya pembakaran langsung
tidak membutuhkan semburan gas. Dengan kata lain, perpindahan sebagian sulphur
pyritic, biasanya lebih dominan pada ukuran yang lebih kecil, untuk menjamin bahwa
biaya lebih untuk fasilitas, dibutuhkan untuk flue-gas desulphurisasi pada pabrik
pembangkit energi.
Metalurgi batubara, biasanya memerlukan ketelitian yang sangat seksama
mengenai aspek kualitas batubara untuk semua cadangan batubara tertambang.
Seleksi perencanaan tambang dan blending batubara mentah dapat sangat
berpengaruh pada keuntungan tambang. Konsekuennya, test kualitas batubara dan
program analisa wajib dilakukan untuk menyediakan data seperti penilaian
parameter-parameter tertentu.
Oleh karena itu, level pembersihan atau preparasi batubara diperlukan untuk
mencocokkan keinginan pasar .
Apa yang dinamakan pendekatan “cheap adn nasty”, meskipun jarang diterima
di dalam istilah ilmiah, untuk seorang pengusaha, pertama harus obyektif agar dapat
menjalankan pabrik untuk menghasilkan Cash Flow dan menetapkannya kemudian.
Biasanya, ini yang kemudian mendekati persetujuan dan mungkin dalam
kenyataannya akan melindungi keuntungan. Sebagai contoh, jika suatu operator
merinci untuk memakai material lapis yang mahal untuk bagian dari sirkuit yang
tidak membutuhkan ini, atau pilihan alternatif yang tidak sesuai tetapi material dasar
yang mahal. Biaya ini perlu dan jelas tidak akan diulang. Jika suatu keputusan yang
terlambat sampai lebih parah menggunakan acuan yang telah diketahui dari operasi
pabrik, jelas penghematan biaya akan diwujudkan dengan memakai belanja material
yang sudah siap.
Banyak operator mencoba untuk memperoleh keuntungan sedang dengan
menggunakan pengalaman terdahulu (dari perusahaan sendiri atau konsultan) untuk
membuat semuanya betul-betul menghemat ongkos yang mungkin.
Ongkos preparasi batubara merupakan bagian yang signifikan dari total biaya
produksi dan pengiriman batubara ke pasar. Biaya total biasanya di bagi kedalam 4
elemen utama, antara lain:
a. Biaya capital.
b. Biaya operasi, termasuk :
- Biaya penambangan
- Biaya preparasi.
- Biaya administrasi (overhead).
c. Pajak dan royalti.
d. Biaya transportasi termasuk:
- Ongkos pemindahan batubara.
- Ongkos pemuatan batubara.
Dalam hal pengeluaran batubara, komponen transportasi mungkin lebih lanjut
dibagi untuk penanganan di pelabuhan dan pengapalan. Biaya keseluruhan sering
digambarkan sebagai bagian dari rantai batubara dan gambar 18.1 memberikan
beberapa ide biaya relatif untuk semua elemen yang dimasukkan dalam rantai.
Bagian ini menyelidiki setiap dari elemen biaya dan mencoba untuk
menerangkan beberapa pengertian umum yang ambigu, serta berlaku ketika engineer
preparasi batubara dan ahli ekonomi mencoba untuk menentukan biaya secara
mandiri (independen).

18.2 Biaya Kapital (Capital Cost)


Jumlah total dari biaya investasi dalam pabrik preparasi batubara terdiri dari
modal tetap dan modal kerja. Modal tetap adalah jumlah total dari uang yang
dibutuhkan untuk pembelian pabrik dan semua yang dibutuhkan, sedangkan bagian
modal kerja adalah uang yang harus dipergunakan untuk mencapai produksi penuh.
Ini sangat penting untuk mewujudkan bahwa investasi modal adalah terpisah dari
biaya total produksi yang dibayar per unit waktu dari pendapatan kotor per unit
waktu. Beberapa biaya yang termasuk dalam bagian biaya operasi berhubungan
dengan biaya produksi langsung, ongkos tetap dan biaya overhead pabrik, secara
umum termasuk biaya administrasi muatan, biaya distribusi dan pemasaran, biaya
penelitian dan pengembangan serta biaya belanja kotor.
Dalam perhitungan atau estimasi total biaya modal, pada pabrik dibagi kedalam area
yang berbeda, sebagai contoh:
a. Penanganan batubara mentah (raw coal) dan penampungannya,
b. Pabrik preparasi batubara.
c. Pabrik pengeringan batubara.
d. Penanganan produk dan penampungannya.
e. Pemuatan produk keluar.
f. Penanganan limbah dan pembuangannya.
g. Penanganan pengotor dan pembuangannya.
h. Gedung ancillary, sebagai biaya langsung.
i. Biaya konstruksi, sebagai biaya langsung.
Setiap area biasanya dibagi lebih rinci lagi, sebagai contoh:
a. Pabrik preparasi batubara, termasuk:
- Petunjuk pabrik preparasi atau bagiannya.
- Thickener.
- Limbah.
- Lubang keluaran.
b. Setiap area dibagi dalam beberapa bagian, antara lain:
- Sitework.
- Gedung dan bangunan.
- Jasa bangunan.
- Peralatan mekanik.
- Proses pemipaan.
- Pembangkit listrik.
- Peralatan.
Dan setiap bidang yang dibiayai dalam persetujuan dengan akurasi yang ditentukan
oleh tahap dari proyek. Sebagai contoh, estimasi kasar mungkin akurasinya hanya 15
sampai 20% (jelas estimasi yang berlebihan) sedangkan estimasi yang dihasilkan
menurut keputusan untuk diteruskan ke pembangunan fasilitas baru dibutuhkan
akurasi sebesar 5%. Dalam menghasilkan estimasi akhir, kuota terbaru dibutuhkan
untuk seluruh bagian dari perlengkapan dan kontrak tarif pekerja yang akan dipakai
didasarkan atas kuota perusahaan.

18.2.1 Estimasi fix kapital cost


Estimasi fix capital cost dapat berdasarkan rentang data yang luas dari
beberapa bentuk rasio atau faktor yang menyangkut dengan biaya atau kapasitas
(contoh, USS 3000 per tipe1 hingga USS 50.000 per tipe 7, per t/h, lihat table 21.1)
untuk detail estimasi kost dari desain teknis yang lengkap.
Dalam banyak proyek, lebih dari satu estimasi dibuat dalam satu peiode dari waktu
dari studi preliminary hingga studi kelayakan yang digunakan untuk menjelaskan dan
mendapatkan modal keuangan yang diperlukan untuk kelangsungan konstruksi.
Merupakan panduan yang berguna untuk beberapa langkah telah ditunjukkan pada
table 16.4, bab 16. Perusahaan tambang dan desain dan kontraktor teknis biasanya
mengestimasi tiga hingga lima kategori, contoh : A, B, C atau kelas I, II,II, IV, dst.
American Association of Cost Engineers merekomendasikan beberapa tipe :
a. estimasi besarnya pesanan, berdasarkan dari data biaya sebelumnya. Sebagai
rasio estimasi biaya, akurasi harus lebih baik dari ± 30 %.
b. Estimasi pabrik, berdasarkan peralatan besar yang disebut juga estimasi awal,
tergantung data-data tertentu (in house, verbal atau data telex-quotation)
dalam budgeting. akurasi ± 20%.
c. Estimasi definitif atau project kontrol, estimasi ini berdasarkan data yang
hampir selesai, tapi tidak termasuk kepada peralatan atau spesifikasi material
atau gambar yang jadi. akurasi ± 10% sampai ±15%.
d. Estimasi detil atau estimasi kontraktor, berdasarkan pada gambar teknis yang
sudah selesai. Spesifikasi dan survey lokasi, akurasi ± 5%.

Estimasi awal dari kapital cost sangat besar pengaruhnya pada pemilihan
peralatan dan desain tambang. Karena kebanyakan operating cost perusahaan hanya
terbatas pada modal kapital tersedia., penaksiran segera dari keperluan kapital dengan
baik diperlukan untuk melangkah dari tanggal proyek yang sudah ditetapkan.
Beberapa penaksiran estimasi biaya dapat juga dilakukan dengan lebih dari satu cara.
Dalam situasi dimana harus meminjam untuk capital cost, jumlah dari kapital awal
diperlukan untuk meminimalisir resiko dari proyek. Dalam beberapa keadaan,
estimasi awal dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan proyek akan
berlanjut atau tidak.
Untuk estimasi besar permintaan tidak mempunyai fleksibilitas dari estimasi
pabrik, dimana ketika estimasi otorisasi budget, diperlukan lebih banyak informasi
dari pada yang lain, tentunya memakan lebih banyak biaya dan waktu.
Seperti ketika studi kelayakan masih dalam tahap evaluasi, perkiraan lebih dari
estimasi otorisasi budget tidak selamanya dibenarkan, dan dapat dibenarkan hanya
apabila proyek telah melangkah ke tahap selanjutnya dan flowsheet telah
dikonfirmasi dengan sejumlah tes. Pada waktu tersebut kelayakan dari total proyek
dapat dikaji ulang, termasuk kepada aspek lain, seperti penambangan, preparasi
batubara, infrastruktur, dll.
Estimasi yang menentukan memerlukan banyak biaya dan waktu dan biasanya
dikomisikan dengan maksud untuk menjelaskan perkiraan yang penting pada estimasi
kapital cost untuk menaikkan kapital dari proyek. Estimasi tersebut biasanya
berupakan bagian dari studi kelayakan detil dimana biasa digunakan oleh
pengembang atau eksekutif manajeman proyek sebagan dokumen tersimoan atau
dengan maksud untuk mendapatkan persetujuan dari dewan direksi. Dapat juga dibuat
oleh perusahaan kontraktor yng tendernya pada supply dari pabrik baru pada
basisturn-key, dimana pada kasus bagian eror dapat juga men dapat efek langsung
atau keuntungan lain dari tawaran terrendah, atau kesuksesan yang tinggi menawar
memenangkan pekerjaan tersebut. Hati-hati dan jeli terhadap semua penawar karena
sangat penting untuk memilih yang terbaik. Dalam banyak kasus, pembeli dan
penjual akan dideterminasikan oleh estimasi yang pasti.
Esrimasi kontraktor biasanya dideterminasikan dari penyelesaian desain teknis
dan gambar. Maka estimasi dari biaya untuk membangun pabrik baru, dan karena
informasi detil tersebut tersedia, estimasi ini biasanya tentunya akurat. Untuk
beberapa kondisi sangat umum apabila pembeli meminta tawaran harga tetap
pekerjaan dari penawar dengan dengan request yang detil untuk kuota dan meminta
garansi performa yang jelas. Beberapa aspek lebih detil pada bab 21.

18.2.2 Working Capital-cost Estimates (Perkiraan Working Capital Cost)


Perkiraan working capital cost biasanya diperoleh melalui satu dari dua
metode berikut ini :
(a). melalui pengambilan persentase dari fixed capital investment,10%
(b). melalui penggunaan data biaya sebenarnya (actual) pada proyek sebelumnya.
Atau dengan mengkombinasikan keduanya, tergantung pada tingkat estimasi.

Jika data sebelumnya telah tersedia, format / susunan perkiraan ialah sebagai berikut:
1. inventaris bahan mentah (harga selama 1 bulan penyediaan),
2. inventaris material-in-process (harga selama 1 bulan penyediaan),
3. inventaris produk (harga barang selama 1 bulan),
4. pemasukkan yang diterima (harga penjualan selama 1 bulan),
5. ketersediaan tunai (untuk membayar beban gaji, bahan mentah, utilitas, dan
supply selama 1 bulan sesuai dengan harga produksi).
Oleh karena itu,modal kerja (working capital) adalah penyajian terakhir dari (i)
hingga (v).

18.2.3 Estimating Procedures (Prosedur Estimasi)


Golongan besarnya perkiraan biaya
Estimasi ini sering didasarkan pada data perkiraan biaya yang diperoleh dari
sumber yang dipublikasikan dengan penyesuaian yang cocok yang dibuat untuk
keadaan (sekitar) dan tingkat kenaikan yang spesifik (diketahui).
Table 18.1 memberikan perkiraan biaya pabrik pengolahan batubara USA
dengan bermacam - macam kerumitan, dan tabel ini juga dipergunakan sebagai
contoh bagus dari sumber informasi yang khas. Jenis informasi ini banyak disebarkan
oleh industri batu bara nasional yang mempelajari analisis harga/biaya dari beberapa
pabrik.
Faktor yang mempengaruhi estimasi
Ini biasanya dipengaruhi oleh satu dari empat metode berikut :
i. metode sixth-tenths rule
ii. metode perbandingan plant cost
iii. metode perbandingan atau rasio harga peralatan
iv. metode perbandingan atau rasio plant component.
Didasarkan pada 3.000.000 ton/tahun ROM (1000 ton/jam)a

I-A I-B II III IV V

Coarse and fines Cleaning all


Coarse and
Crushing and Hanya Coarse cleaning and sizes, fines
Rotary Breaker simple fines closed circuit
screening cleaning flotation closed crushing,
cleaning
circuit multistages

6.800.000 5.800.000 12.000.000 18.000.000 25.000.000 50.000.000

0.23 0.20 0.40 0.60 0.83 1.66

0.1 0.08 0.25 0.60 1.00 2.00

0.33 0.28 0.65 1.20 1.83 3.66

a
1000 ton per jam x 9.078 x 10-1 = metrik ton

Tabel 18.1 Perkiraan Biaya dengan US$ (1978) untuk lima level preparasi batubara
Capital Cost (US$)c

Per ton/ROM (dep. 10 tahun)dCapital Cost (US$)

(O dan M) per ton/ROMeOperating Cost (US$)

Per ton/ROMTotal cost (US$)

ma level cleaning pada masing-masing bagian,I-B digunakan pada rotary breaker pada crushing 2 tingkat. Sirkulasi air tertutup digunakan pada level IV dan
V
Untuk menggunakan metode (i), (ii), (iii), dan (iv) diperlukan hal – hal berikut ini :
1. flowsheet yang lebih sederhana;
2. neraca atau keseimbangan material dan likuid;
informasi di lokasi dan tempat pabrik.
Capital cost
Rata-rata Input feed
Contoh Tipe pabrik (pert/h input, 1977, USS
(t/h)
dollar)
1 Simple jig 600 6 600
2 Intermediate jig 1000 13 700
3 Intermediate jig 1000 12 100
4 Jig kompleks 1600 14 300
5 Simple dense medium separator 1400 13 800
6 Simple dense medium kompleks 600 22 400
7 Simple dense medium kompleks 600 14 000
8 Simple dense medium kompleks 900 23 200

(i) Sixth-tenths rule Penetapan harga capital dari sebuah pabrik pada
pengenalan kapasitas dan untaian yang sama digunakan dalam rumus berikut
untuk mendapatkan harga dari pabrik yang diusulkan :
0.6
 kapasitas pabrik baru 
Harga pabrik baru = harga pabrik lama x 
 kapasitas pabrik lama 

 

Ini mengasumsikan bahwa harga untuk pabrik lama yang telah diperbaharui
mengikuti harga. Dengan kata lain, bentuk index yang biasa digunakan :

index sekarang 
Harga sekarang = harga kemudian x  index kemudian 
 

Oleh karena itu perbandingan index harga dari harga dasar pada arti atau
harga rata-rata berlebih seperiode pada satu waktu. Biasanya akurasi ± 10% dan
digunakan dengan akurasi yang sama atau lebih ketika setelah 10 tahun.dari
beberapa varialbel yang mungkin, berikut yang biasa dipakai dalam industri
mineral dan batubara, yaitu :
1. Engineereing News Record Construction Index (ENR)
2. Marshall and Stevens Cost Index ( M and S)
3. Chemical Engineering Plant Construction-Cost Index (CE)
4. Nelson Refinery Construction-Cost Index (NR)
Aliran nilai dari harga index dan index ekonomi yang lain diterbitkan dalam
berbagai jenis jurnal seperti Chemical engineering, engineering news record dan
oil and gas journal.

(ii) Plant cost-ratio method Metode ini memerlukan sebuah


perkiraan dari item utama pada proses pengiriman alat seperti dense-medium
bath, baum jig, dan lain-lain, terpasangan dan terinstalas. Jika jumlah dari harga
ini adalah N , kemudian dari harga instalasi pada pabrik dari berbagai jenis level
bergantung dengan banyak faktor seperti :
Tipe 1 crushing and screening = 3,6N
Tipe 2 Partial washing = 3,8N
Tipe 3 Washed coal-raw coal blending = 4,2N
Tipe 4 Coarse and small-coal washing = 4,6N
Tipe 5 Total washing = 5,2N

(iii) Metode perbandingan harga alat Metode ini lebih akurat


dari pada perkiraan yang lain karena sebagian dari jenis kategori pada alat
dikalikan dengan faktor koresponding sebelum dihitung jumlahnya. Jika harga
dari item utama pertama adalah Xi , kemudian harga pabrik diasosiasi dengan satu
item yang adalah sama untuk FiXi, dimana Fi adalah faktor spesifik alat, maka
didapatkan total pabrik adalah dalam bentuk :
in

Harga total =  FiXi


i 1

untuk sebuah pabrik yang terdiri dari n item utama dari alat.
(iv) Metode Plant-component cost-ratio Method Metode ini
memberikan jumlah fleksibilitas yang paling baik. Hal ini melibatkan perincian
detail capital cost dalam jenis kategori cost, yang kemudian diperoleh sebagai
rasio cost peralatan utama.
Table 18.3 memberikan contoh bentuk plant dan konstruksi cost untuk
preparasi batubara di United Kingdom pada pertengahan tahun 1970an. Dalam
perhitungan metode plant component cost ratio untuk jenis ini, perlu untuk
ditentukan suatu faktor kenaikan yang tepat untuk masing-masing kategori kerja
dan menggambarkan untuk periode 1973-1975 yang terlihat pada table.
Bentuk perkiraan/estimasi total akhir adalah sebagai berikut :
1. Capital cost peralatan : N
2. Civil work : N = Fc
3. Struktur Kerja : N = Fs
4. Kelistrikan : N = FEI
5. Pemipaan : N = FP
6. Pengaliran : N = FE
7. Design : N = FD
Contoh-contoh faktornya adalah sebagai berikut :

Plant Type
Dense Medium Jig
Factor
(Appropriate ranges)
FC 0.35-0.45
FS 0.35-0.45
FEI 0.40-0.50
FP 0.15-0.25
FEI 0.35-0.45
FD 0.15-0.025

TABEL 18.3
Escalation in Coal-Preparation Plant Design and Construction Costs
June 1973-June 1975
Average % Average %
contract Excalation Current %
Category of Work contract value
value factor
mid-1973 1975 on 1973 basis contract value
Structural steel work and 18.45 2.44 45.02 20.08
supports
Fabricated plate work 3.08 2.53 7.79 3.47
Civil works 14.32 2.22 31.78 14.17
Cladding 1.64 1.80 2.95 1.32
Process equipment 16.70 1.32 41.73 13.55
Conveyors 3.83 1.32 41.73 3.08
Gearboxes 1.06 1.32 41.73 0.86
Pumps 1.34 1.32 41.73 1.07
between 3.00
Pipe works 4.45 and 6.00 by 2.02 8.93
size
Electric motors 2.70 1.95 21.76 9.70
Switch gear 5.88 1.95 21.76 9.70
Cabling 2.58 1.95 21.76 9.70
Intrumentation and
controls 2.80 2.06 5.60 2.50
Erection and
commisioning 11.18 2.60 29.06 12.96
Design 5.86 1.75 10.25 4.57
Painting 1.70 2.06 8.26 1.52
Miscelaneous, bought
out, etc 2.43 2.00 8.26 2.22

100.00 224.22 100.00

Dalam perhitungan capital cost batubara untuk tujuan penawaran, seorang engineer
design dan perusahaan konstruksi akan mengambil sebuah pendekatan standar yang
menggunakan metode plant component ratio. Untuk sebuah kontrak turn-key,
pendekatan normal bertujuan untuk membangun sebuah margin keuntungan untuk
setiap produk menggunakan suatu bentuk tipe standar yang ditunjukkan tabel 18.4.

Estimasi biaya
Serangkaian dari penggambaran teknis biasanya membentuk dasar untuk tipe estimasi
ini, bersama dengan daftar detail komponen-komponen peralatan. Kebutuhan untuk
penggambaran biasanya termasuk hal-hal berikut ini :
(i) Penggambaran pengaturan umum (kenaikan dan rencana)
(ii) Bagan alir konsep dengan aliran utama antara solid dan liquid.
(iii) Skema dasar sipil dan persyaratan structural.

Pemipaan dan penggambaran instrumentasi

TABEL 18.4
Contract-cost Estimate Summary Sheet

CLIENT COMPLETION EST No


DESCRIPTION Firm Budget
Tender date Price variation Fixed Base date
Weight Item Hours Cost Margin Sales
Value
% Value
Mechanical design
Electrical design
Project
Commisioning
Supervision of
erection
SUB TOTAL I
Structural
Mechanical
Civils
Electrical/instrume
ntation
Painting
Cladding
Erection
Commisioning

SUB-TOTAL 2
TOTAL 1 dan 2
Finance
Retention Finance
Contingency
Negoitation margin
GRAND TOTAL
Overall margin %
REMARKS

Peralatan pengukuran, steelwork pemipaan luar dan pekerjaan sipil lainnya


telah diperkirakan menggunakan penggambaran ini dan peralatan tersebut dibawa
keluar. Ditambah lagi daya listrik dapat diperoleh dari peralatan tersebut. Pekerjaan
lainnya berhubungan dengan fasilitas seperti peralatan pengeringan, jalur jalan,
pencahayaan, pemanasan, penyediaan air, pembuangan tailing dan lain sebagainya
telah diestimasi.
Sebagian besar data didapat dengan menggunakan peralatan diatas dengan
daftar perlengkapan tadi. Sedangkan biaya lainnya didapat dari pola beberapa faktor
seperti desain teknik dan biaya konstruksi.
Estimasi terakhir selanjutnya ditingkatkan dari penggabungan beberapa sumber
seperti :
a. informasi sebelumnya yang didapat dari pekerjaan terdahulu.
b. Pernyataan atau telefacsimile yang didapatkan dari supplier
c. Sebagian besar dari 25% faktor estimasi yang menggunakan teknik
sebelumnya.

Proyek estimasi capital cost


Hal ini biasanya disusun dengan metode yang memberi gambaran sebelumnya
untuk komponen cost. Karena beberapa susunan pekerjaan umum telah ditentukan
dengan pencatatan barang-barang yang sudah pasti maka mudah untuk mengetahui
harga setiap barang.. karena itu, perlengkapan, steelwork, panjang pipa dan pekerjaan
sipil hanya sangat mungkin diestimasi dari kepastian pengerjaan teknik, desain teknik
dan harga konstruksi.
Teknik detail
Metoda ini menggunakan data teknik dan estimasi harga tak langsung. Semua
segi dari pengerjaan desain untuk proyek ini dikeluarkan dan pengembangan estimasi
harga telah ditetapkan, setap perlengkapan telah diketahui harganya pada data basis
perusahaan dan karena semua spesifikasi konstruksi telah dilengkapkan, harga
komponen lainnya mudah didapatkan.
Derajat keakuratan dan yang dibutuhkan oleh pembeli yang meminta kontrak
harga lebih kecil dari penawaran, harus dipastikan keuntungan yang bisa didapatkan .
tapi hanya terdapat sedikit perbedaan kecil detailnya telah didapatkan dari estimasi
harga.