Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“Sumber-Sumber Pencemaran Air Tanah”

OLEH :
KELOMPOK 6

HERMAN R1C1 16 085


MUH. SIDIK R1C1 16 087
JULIANA R1C1 16 088
IFALDIN R1C1 16 089
SANDRILLA ADITYA R1C1 16 093

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2018
KATA PENGANTAR

Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan karunia-Nya, dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul
“Sumber-sumber Pencemaran Air Tanah” dengan baik dan lancar.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dan mendukung dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu
penulis memohon kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan makalah yang
akan penulis susun berikutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman
pengetahuan tentang “Pencemaran Air”, khususnya bagi penulis, pelajar dan
pembaca pada umumnya.

Kendari, 25 Maret 2018

Kelompok 6
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang……………………………………….........................................
1.2 Pembahasan masalah…………………………………......................................
1.3 Tujuan…………………………………………………......................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Air Tanah .........................................................................................
2.2 Klasifikasi Air Tanah ........................................................................................
2.3 Sumber-sumber Air Tanah ................................................................................
2.4 Kandungan dalam Air Tanah .............................................................................
2.5 Sumber-Sumber Pencemaran Air Tanah ...........................................................
2.6 Cara Penanggulangan Pencemaran Air Tanah ..................................................

BAB III PENUTUP


3,1 Kesimpulan……………………………………………....................................
3.2 Saran……………………………………………….….....................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan aspek yang penting bagi kehidupan, terutama bagi manusia. Selama
ini kebutuhan manusia akan air sangatlah besar ,oleh sebab itu air tidak dapat
terlepas dari kehidupan manusia. Mulai dari hal kecil, seperti air minum untuk
melepas dahaga hingga kincir air yang dimanfaatkan sebagai penghasil energi
listrik.

Hampir 71% permukaan bumi tertutupi oleh air. Terdapat 1,4 triliun kilometer
kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi akan tetapi ketersediaan air masih saja
kurang, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti semakin meningkatnya
penggunaan air bersih oleh masyarakat, menipisnya ketersediaan air bersih yang
dikarenakan oleh kekeringan, sebagian besar air terdapat di laut (air asin), serta
terjadinya pencemaran air sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan air sehari-hari.

Salah satu sumber air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
adalah air tanah. Air tanah ini digunakan oleh manusia untuk minum, mandi,
memasak, mencuci, ataupuan memenuhi kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, air
tanah yang ada harus dijaga dengan baik. Akan tetapi pada masa kini, ketersediaan
air tanah mulai berkurang, ditambah lagi banyaknya sumber air tanah yang sudah
mulai tercemar oleh zat-zat berbahaya sehingga tidak dapat digunakan.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :

1. Apa yang dimaksud dengan air tanah ?


2. Apa sajakah klasifikasi dari air tanah ?
3. Apa saja kandungan yang terdapat dalam air tanah?
4. Apa yang dimaksud dengan pencemaran air tanah ?
5. Apa saja sumber-sumber Air tanah ?
6. Apa saja sumber-sumber pencemaran air tanah ?
7. Bagaimana cara menanggulangi dan mencegah pencemaran air tanah?
1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, maka tujuan dari
penulisan makalah ini antara lain :

1. Mengetahui pengertian air tanah


2. Mengetahui pentingnya ketersediaan air bersih
3. Meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian air tanah sebagai sumber
air bersih
4. Mengetahui mengenai pencemaran air tanah
5. Mengetahui sumber serta cara penanggulangan pencemaran air tanah
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Air Tanah


Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di
bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satusumber daya air.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat
penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air
untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk
kepentingan industri. Air tanah juga berarti air yang mengalir di lapisan akuifer di
bawah water table. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air
tanah telah mencapai ± 70%.Penduduk biasanya mengambil air dan air tanah
ditingkat dangkal untuk kebutuhan domestk dan pertanian, sedangkan industri
biasanya memerlukan air dalam jumlah banyak sehingga mengambil air tanah
dalam, yaitu dari sumur artesis. Air tanah bergerak di dalam tanah mengisi ruang-
ruang antarbutir tanah atau dalam retakan batuan. Aliran air tanah merupakan salah
satu rangkaian proses dalam siklus hidrologi. Sumber utama air tanah adalah air
hujan yang terinfiltrasi, dikurangi penguapan dari permukaan tanah dan transpirasi.

2.2 Klasifikasi Air Tanah


1. Air Tanah Dangkal (air freatis)
Air tanah dangkal adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air dan
biasanya tidak begitu dalam. Air ini banyak dimanfaatkan unutk sumur galian.
2. Air Tanah Dalam (air artesis)
Air tanah dalam adalah air tanah yang terletak di antara dua lapisan kedap air,
seperti air yang berasal dari pegunungan. Umunya air ini terletak pada lapisan
akuifer dengan jumlah air yang relatif besar. jika tekanan air sangat besar

2.3 Sumber-sumber Air Tanah


Berdasarkan jenisnya, air tanah dapat dikelompokkan ke dalam tujuh
bagian, yaitu sebagai berikut :
a. Meteoric Water (Vadose Water)
Air tanah ini berasal dari air hujan, dan terdapat pada lapisan tanah yang
tidak jenuh.Air dari danau, sungai, dan lelehan salju termasuk dalam air meteorik
yang perasal dari pengendapan secara tidak langsung. Sementara sebagian besar air
hujan atau air lelehan dari salju dan es mencapai laut melalui aliran permukaan,
sebagian besar dari air meteorik merembes ke dalam tanah. Air yang sudah
terinfiltasi akan mengalir ke lapisan tanah jenuh dan menjadi bagian dari air tanah
di akuifer.
b. Connate Water (Air Tanah Tubir)
Air tanah ini berasal dari air yang terperangkap dalam rongga-rongga batuan
endapan, sejak pengendapan tersebut terjadi. Termasuk juga air yang terperangkap
pada rongga-rongga

batuan beku leleran (lelehan) ketika magma tersembur ke permukaan bumi. Dapat
berasal dari air laut atau air darat. Ait connate juga disebut air fosil. Air ini memiliki
salinitas yang tinggi dibandingkan dengan air daerah laut.

c. Fossil Water (Air Fosil)


Air tanah ini berasal dari hasil pengendapan fosil-fosil, baik fosil
tumbuhan maupun fosil binatang.

d. Juvenil Water (Air Magma)


Air ini berasal dari dalam bumi (magma). Air ini bukan dari atmosfer atau
air permukaan, tetapi berasal dari magma yang berupa gas (H2O) tang masuk ke
bagian pori-pori bumi bagian dalam.

e. Pelliculkar Water (Air Pelikular)


Air yang tersimpan dalam tanah karena tarikan molekul-molekul tanah.

f. Phreatis Water (Air Freatis)


Air tanah yang berada pada lapisan kulit bumi yang poreus (sarang).
Lapisan air tersebut berada di atas lapisan yang tidak tembus air (pejal/kedap) atau
di antara dua lapisan yang tidak tembus air.

g. Artesian Water (Air Artesis)


Air artesis ini dinamakan juga air tekanan (pressure water). Air tersebut
berada di antara dua lapisan batuan yang kedap (tidak tembus) air
sehingga dapat menyebabkan air tersebut dalam keadaan tertekan. Jika
air tanah ini memeroleh jalan keluar baik secara disengaja atau tidak,
akan keluar dengan kekuatan besar ke permukaan bumi dan terjadilah
sumber air artesis.

2.4 Kandungan dalam Air Tanah


Air tanah memiliki kandungan mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, dan
silika, meski dalam satuan ppm. Hal itu karena dalam perjalanannya, air tanah
menemui banyak bebatuan sehingga air mengikis bebatuan tersebut dan
melarutkannya. Selain yang disebutkan diatas, air tanah, khususnya untuk
pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran rendah
memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi.
Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki
deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh
aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa
disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan
kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau
kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :
 Air mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning.
Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air
akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal
dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah
keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.
 Air kuning permanen
Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang
kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar
besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar
dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna
kuning.

2.5 Sumber-Sumber Pencemaran Air Tanah

Berikut adalah uraian dari sumber-sumber penyebab pencemaran air tanah.

1. Sampah anorganik
Penyebab pertama dari percemaran air tanah adalah sampah anorganik.
Sampah anorganik ini bisa berwujud sampah plastik, kaleng dan sterofoam
yang menumpuk di atas tanah atau tertimbun di dalam tanah. Ketika turun
hujan, air hujan akan meresap ke dalam tanah. Resepan air hujan tersebut
membawa serta zat- zat pencemar yang berasal dari sampah organik dan pada
akhirnya menyebabkan pencemaran air tanah.
2. Sampah organik
Sampah organik bukannya tidak bisa menjadi penyebab pencemaran air
tanah. Secara logika, sampah organik mudah terurai dan dapat menjadi
kompos alami bagi tanah. Akan tetapi bagaimana jika sampah organik seperti
sayuran dan bahan makanan busuk lainnya tertimbun di dekat sumber air
tanah dan butuh waktu lama untuk terurai karena kondisi tanah lembab
diguyur hujan. Sampah- sampah organik itu akan semakin membusuk,
mengeluarkan bau tak sedap dan mengandung banyak bakteri. Bakteri-
bakteri yang ada pada sampah organik itulah yang bisa menyebabkan
terjadinya pencemaran air tanah.
3. Limbah cair
Limbah cair beracun dapat berwujud air bekas mencuci pakaian, air sisa
pestisida, cairan berminyak atau bahkan cairan limbah industri yang
mengandung zat kimia beracun. Limbah industri seharusnya dikelola dengan
baik. Jika pihak pengelola lalai, misalnya tidak melapisi penampungan
limbah cair dengan bahan kedap air, maka limbah cair industri zat
mengandung racun bisa merembes ke dalam tanah. Jika rembesan limbah cair
terbawa oleh air hujan kemudian bermuara di sumber air tanah, maka
kandungan beracun dari limbah cair tersebut bisa menjadi penyebab
pencemaran air tanah yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

4. Air lindi
Penyebab selanjutnya dari percemaran air tanah adalah air lindi. Diantara kita
mungkin ada yang belum pernah mendengar tentang air lindi. Air lindi
merupakan salah satu jenis air yang berada di dalam lapisan tanah dengan
kedalam berkisar 2 meter dari permukaan tanah. Mengapa jenis air
ini berbahaya? Air lindi biasa digunakan sebagai open dumping di tempat
pembuangan akhir (TPA) sampah, sehingga sumber air tanah di sekitar TPA
bisa tercemar oleh amoniak, nitrit dan zat lain yang terkandung dalam air
lindi. Air tanah yang tercemar air lindi akan mengalami peningkatan suhu
sehingga terjadi percepatan reaksi kimia di dalam air. Tidak hanya perubahan
suhu, air lindi juga menyebabkan terjadinya perubahan warna dan bau air
tanah.

2.6 Cara Penanggulangan Pencemaran Air Tanah

cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran air tanah

 Remediasi
Cara pertama untuk menanggulangi pencemaran air tanah adalah remediasi.
Kegiatan yang perlu dilakukan dalam sistem remediasi ini adalah
memulihkan kembali permukaan tanah yang telah mengalami pencemaran.
Pemulihan ini dilakukan dengan cara membersihkan permukaan tanah dari
polutan. Remediasi dapat dibagi menjadi 3 jenis yakni remiadiasi in situ dan
ex situ.

Remediasi ex situ dilakukan dengan cara menggali tanah yang telah tercemar
lalu diangkut menuju tempat lain yang lebih aman. Di tempat tersebut, tanah
galian yang tercemar dimasukkan ke dalam tangki yang kedap air lalu
ditambahkan zat pembersih. Setelah disimpan untuk beberapa waktu, zat
pembersih tersebut dikeluarkan lagi dari tangki dan diolah ditempat
pengolahan limbah cair. Sementara itu, remediasi in situ lebih mudah
dilakukan dari pada remediasi ex situ. Kegiatan yang dilakukan hanya
membersihkan tanah dan bioremediasi.

 Bioremediasi
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bioremediasi ini termasuk dalam
remediasi in situ. Pembersihan tanah dengan teknik bioremediasi ini
dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme pengurai seperti
jamur vesikular arbuskular mikoriza dan bakteri pengurai ke dalam tanah.
Mikroorganisme pengurai tersebut akan memecah polutan menjadi gas
korbon dioksida dan air sehingga tidak berbahaya lagi untuk tanah.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Air tanah merupakan salah satu sumber air yang diandalkan masyarakat untuk
keperluan sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, air tanah
mulai tercemar karena adanya zat buang yang kemudian mengendap dan meresap
ke dalam tanah sehingga mencemari air tanah. Dampak terbesar yang ditimbulkan
oleh pencemaran tanah adalah terganggunya kesehatan pada manusia, yaitu dapat
berupa gangguan pencernaan maupun penyakit kulit. Selain itu, mengurangi
persediaan air bersih. Jika air tanah sudah tercemar dapat ditanggulangi dengan
bioremediasi dan remediasi.

3.2 Saran

Kita sebagai konsumen terbesar dalam penggunaan air dibandingkan dengan


mahluk lain sebaiknya peduli dengan apa yang tengah terjadi sekarang. Kita bisa
melakukan upaya pencegahan seperti membuat biopori, jangan membuang sampah
dan zat buang lain sembarangan, serta kurangi penggunaan air secara berlebihan.
Selain itu, pemerintah pun harus memperluas daerah resapan air yan kini mulai
terabaikan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pencemaran Tanah. http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah [29


September 2013]
Jumianto. 2011. Upaya Pencegahan Pencemaran
Air. http://jumianto.blogspot.com/2011/03/upaya-penanggulangan-pencemaran-
air.html. [6 Oktober 2013]
Lesmana, yelinda.MasalahPencemaran Air.
http://yelindalesmana.blogspot.com/2013/04/dampak-pencemaran-air.html [6
Oktober2013 ]
Sugiarto, Kadek Agus. 2013. Klasifikasi Air
Tanah. http://agussunthe.blogspot.com/2013/03/klasifikasi-air-tanah.html.
1. Pengaruh Air Lindi Terhadap Air
Tanah.http://airminum.globalmuliaperkasa.com/2012/11/pengaruh-air-
lindi-terhadap-lingkungan.html. [27 Oktober 2013]
2013. Pencemaran
Tanah. http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah#Penanganan.[6 Oktober
2013]