Anda di halaman 1dari 7

2

PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH DIABETIC EXERCISE TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA

PENDERITA DM TYPE 2 DI CLASS PROLANIS

PUSKESMAS PAMOTAN

Oleh :

SRI ASTUTIK

NIM : IV.12.3010

Pembimbing :

1. Rusnoto, SKM.,M.Kes (Epid)

2. Diah Andriani K,S.SIT.,M.Keb

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS

TAHUN 2017
3

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik


peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemi) yang terjadi akibat kelainan
sekresi insulin,kerja insulin atau keduanya (American Diabetes Assosiation, 2004
dalam Smeltzer &Bare,2008). Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit
kronik yang memerlukan waktu perawatan lama dan pembiayaan perawatan yang
sangat mahal, selain itu prevalensi diabetes mellitus juga terus meningkat. Angka
kejadian diabetes mellitus di dunia saat ini diperkirakan 250 juta orang, angka ini
akan terus bertambah dengan jumlah terbanyak,sekitar tiga perempatnya berada
di negara berkembang. Indonesia saat ini menduduki urutan keempat setelah
Amerika Serikat, China,dan India. Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia
sejak 2000 meningkat dan pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 21,3 juta
orang.
Jumlah penderita diabetes berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) tahun 2010, pasien diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia naik dari 8,4 juta
pada 2000 menjadi 21,3 juta tahun 2010. Peningkatan angka pasien diabetes
berdampak signifikan bagi kesehatan secara keseluruhan. Berdasarkan laporan
tahunan Dinas Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012, kasus terbanyak masih
tegolong penyakit degeneratif salah satunya penyakit diabetes mellitus dengan
102.399 kasus. Di Indonesia, yang terbanyak adalah DM tidak tergantung insulin.
DM jenis ini baru muncul pada usia di atas 40 tahun.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 menyebutkan DM
dapat menjadi penyebab aneka penyakit seperti hipertensi, stroke, jantung
koroner, gagal ginjal, katarak, glaukoma, kerusakan retina mata yang dapat
membuat buta, impotensi, gangguan fungsi hati, luka yang lama sembuh
mengakibatkan infeksi hingga akhirnya harus diamputasi terutama pada kaki.
Perubahan gaya hidup seperti makan, berkurangnya aktivitas fisik dan obesitas
dianggap sebagai faktor-faktor penyebab terpenting terkena DM.
DM dapat timbul pada orang tanpa riwayat diabetes mellitus dalam
keluarga,dimana proses terjadinya penyakit memakan waktu bertahun-tahun dan
4

sebagaian besar berlangsung tanpa gejala. DM merupakan penyakit kronis yang


tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan, artinya sekali didiagnosa DM
seumur hidup bergaul dengannya. Penderita mampu hidup sehat bersama DM,
asalkan mau patuh dan kontrol teratur. Gejala khas berupa Polyuri (sering
kencing), Polydipsi (sering haus), Polyfagi (sering lapar). Sedangkan gejala lain
seperti Lelah/lemah, berat badan menurun drastis, kesemutan/gringgingan,
gatal/bisul, mata kabur, impotensi pada pria, pruritis vulva hingga keputihan pada
wanita, luka tdk sembuh sembuh.
Berdasarkan data dari profil kesehatan Jawa Tengah, jumlah kasus
Diabetes Melitus tergantung insulin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013
sebesar 9.376 kasus, lebih rendah dibanding tahun 2012 (19.493). Kasus
tertinggi di Kabupaten Brebes dan Kota Semarang (1.095 kasus). Sedangkan
jumlah kasus DM tidak tergantung insulin lebih dikenal dengan DM tipe II,
mengalami penurunan dari 181.543 kasus menjadi 142.925 kasus. Berdasarkan
data dinas Kabupaten Rembang, jumlah kunjungan penderita DM di 13
puskesmas kecamatan dan kabupaten rembang selama th 2016 mencapai total
11.999 orang.
Empat pilar penatalaksanaan diabetes yaitu edukasi, terapi gizi medis,
latihan jasmani/olahraga, dan terapi farmakologi (Perkeni,2006). Komponen
latihan jasmani atau olahraga seperti teknik senam sangat penting dalam
penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa
darah dengan meningkatkan pengambilan glukosa oleh otot dan memperbaiki
pemakaian insulin (Smeltzer SC & Brenda GB 2001,h.1226 dalam Zaenurokhim
dan Andi, 2012).
Menurut Ilyas tahun 2007 Latihan jasmani/olahraga merupakan upaya
awal dalam mencegah,mengontrol,dan mengatasi diabetes menyatakan bahwa
latihan jasmani menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah,jala-jala kapiler
lebih banyak terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor
menjadi lebih aktif yang akan berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah
pada pasien diabetes.
Upaya pemerintah melalui BPJS dalam program PROLANIS (program
pengelolaan penyakit kronis) dengan sasaran pasien DM diharapkan mampu
memberikan pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan
secara terintegrasi yang melibatkan peserta,fasilitas kesehatan dan BPJS
kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS yang
5

menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan
biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Adapun kegiatan
prolanis,seperti Edukasi klub,konsultasi medis,pemantauan kesehatan melalui
pemeriksaan penunjang,senam prolanis,home visit.
Diabetes mellitus yang disebabkan oleh faktor kebiasaan hidup tersebut
dapat diatasi antara lain dengan olahraga rutin, hidup sehat dan teratur, pada
prinsipnya olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan orang yang
sehat, juga antara penderita baru maupun lama. Aktivitas olahraga merupakan
salah satu pilar penatalaksanaan diabetes mellitus disamping edukasi, terapi gizi,
dan intervensi farmakologis. Manfaat aktivitas olahraga bagi penderita diabetes
mellitus antara lain meningkatkan penurunan kadar gula darah, mencegah
kegemukan dengan cara membakar kalori tubuh sehingga glukosa darah bisa
terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gulanya bisa turun (Deni
Damayanti,2013).
Di Puskesmas pamotan program PROLANIS sudah berjalan mulai april
2017 dengan anggota PENDERITA dm tipe 2 sebanyak 58 0rang. Untuk kegiatan
senam dilakukan 2 x dalam sebulan. Sedangkan pemeriksaan glukosa darah
para peserta tidak pernah dilakukan baik sebelum atau setelah senam
dilakukan.Sehingga evaluasi keberhasilan senam terhadap perubahan kadar gula
darah belum diketahui.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul Pengaruh diabetic exercise terhadap kadar
gula darah pada penderita DM type 2 di Class Prolanis Puskesmas Pamotan
Kabupaten Rembang.

B. Pertanyaan Peneliti
Pertanyaan peneliti adalah apakah terdapat Pengaruh diabetic exercise
terhadap kadar gula darah pada penderita DM type 2 di Class Prolanis
Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang.
6

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh diabetic exercise terhadap kadar gula darah

pada penderita DM type 2 di Class Prolanis Puskesmas Pamotan

Kabupaten Rembang.
Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui Karakteristik penderita DM di class Prolanis

Puskesmas Pamotan.
b. Untuk mengetahui kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan

diabetic exercise
c. Untuk menganalisis perbedaan kadar gula darah penderita diabetes

pada 2 grup dengan frekuensi berbeda.

A. Manfaat Penelitian
1. Bagi Puskesmas
Dapat memberikan masukan secara ilmiah pada puskesmas sehingga

dapat digunakan sebagai penentuan kebijakan dalam perumusan

standar oprasional dalam meningkatkan mutu pelayanan pada penderita

DM di wilayah puskesmas
2. Bagi institusi pendidikan
Sebagai bahan masukan ilmiah dan refrensi diskusi tambahan untuk

meningkatkan ilmu pengetahuan tentang penanganan dan aplikasi

penatalaksanaan pada Diabetes Mellitus.


3. Bagi Peneliti
Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam memberikan

asuhan keperawatan kepada pasien secara komperhensif pada pasien

DM.
B. Keaslian Penelitian
Penelitian sebelumnya dengan tema yang sama sudah pernah dilakukan

oleh beberapa peneliti lainnya, namun dalam penelitian ini dilakukan pada

komunitas penderita DM yang sudah pernah mendapatkan intervensi di class

prolanis dan pada penelitian ini juga mengukur dengan tingkat frekuensi yang

berbeda.
C. Ruang Lingkup Penelitian
1. Ruang lingkup waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2017
7

2. Ruang lingkup tempat


Penelitian dilakukan pada penderita DM di Puskesmas Dawe Kudus .
3. Ruang lingkup materi
Peneliti ini dilakuan untuk mengetahui pengaruh diabetic exercise

terhadap kadar gula darah.


8