Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pendahuluan
Risiko merupakan informasi, kejadian, kerugian atau pekerjaan yang
terjadi sebagai akibat dari keputusan yang di ambil dalam kehidupan sehari-
hari. Risiko dapat besifat pasti maupun tidak pasti yang bisa di kalkulasi
secara kuantitatif. Kunci untuk mengetahui seberapa besar risiko yang akan
Anda hadapi adalah seberepa anda mandapatkan informasi. Semakin
sempurna Anda mengetahui seberepa besar risikonya.
Risiko bagi para wirausaha bukanlah sebagai suatu hambatan untuk
meraih kesuksesan tetapi dijadikan sebagai suatu tantangan. Wirausaha adalah
orang yang lebih menyuka ihal-hal yang menantang untuk lebih mencapai
kesuksesan dalam hidupnya. Pengambilan risiko menurut perspektif wirausaha
yaitu dengan mengambil risiko yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu
rendah. Karena seorang wirausaha selalu ingin berhasil mereka menjauhi
risiko yang tinggi, dan menghindari risiko yang lebih rendah karena bagi
mereka tidak ada tantangan. Dalam pengambilan risiko para wirausaha selalu
memperhitungkan matang-matang keputusan yang akan diambil.
Pengambilan risiko berkaitan erat dengan kepercayaan diri. Semakin besar
keyakinan pada kemampuan diri sendiri, semakin besar pula keyakinan dalam
mempengaruhi hasil dan keputusan, serta semakin siap pula mencoba apa
yang menurut orang lain penuh dengan risiko. Yang membedakan seorang
wirausaha dengan yang lainnya adalh kesiapan dalam pengambilan risiko.
Kebanyakan orang lebih suka berada dalam titik yang aman dan nyaman
dengan tidak mengambil hal yang berisiko atau lebih memilih risiko yang
lebih rendah. Berbeda dengan wirausaha risiko dijadikan sebagai tantangan
untuk mencapai kesuksesan, bukan suatu hambatan yang menjadikan kita
gagal

1
Secara umum, konsep risiko selalu dikaitkan dengan adanya suatu tingkat
ketidakpastian pada masa yang akan datang. Secara spesifik, risiko
didefinisikan sebagai adanya konsekuensi, sebagaindampak adanya
ketidakpastian, yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak
dianggap sebagai risiko. Konsekuensi positif ini dianggap sebagai keuntungan
yang diharapkan.
Risiko akan selalu ada dalam kehidupan usaha sehari-hari. Intensitas risiko
akan semakin meningkat manakala kita melakukan kegiatan bisnis. Jika ingin
mendapatkan hasil/keuntungan yang besar, maka risiko yang dihadapi pun
besar juga (high risk, high return). Oleh karenanya, seorang wirausaha tidak
dapat dilepaskan dengan bagaimana seorang wirausaha melakukan
pengambilan risiko untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Bentuk risiko usaha dapat berupa kerugian finansial dan pengalaman
buruk. Dari risiko usaha ini, seorang wirausahawan dapat memperbaiki
dengan cara belajar lagi dengan cara yang yang baru, gigih, ulet, dan bekerja
keras agar dapat meraih keberhasilan. Adapun karakteristik risiko yaitu
sesuatu ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa sehingga menimbulkan
kerugian. Risiko selalu terjadi apabila keputusan yang diambil menggunakan
kriteria peluang atau kriteria ketidakpastian.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik seorang pengusaha?
2. Apa yang perlu dipersiapkan ketika terjun ke dunia usaha?
3. Apa saja klasifikasi dan jenis risiko usaha?
4. Apa pengertian manajemen risiko dan jenisnya?

C. Tujuan
1. Mengetahui karakteristik seorang pengusaha.
2. Memahami persiapan ke dunia usaha serta risiko usaha yang ada.
3. Memahami manajemen risiko serta jenisnya.

2
BAB II
ISI

A. Karakteristik Wirausaha
Setiap individu memiliki keunikan dan perbedaan masing-masing, namun
para ahli telah menyepakati bahwa terdapat karakteristik khusus yang dimiliki
oleh seorang wirausaha yang membedakannya dari individu lain. Memang
tidak ada resep khusus untuk membuat seorang individu sukses dalam
berwirausaha, namun demikian telah banyak penelitian yang membuktikan
bahwa sejumlah karakteristik khusus dapat berpengaruh terhadap keberhasilan
berwirausaha.
Karateristik khusus yang dimiliki wirausaha sukses adalah berorientasi
pada tindakan (action oriented), berorientasi pada hasil (result oriented),
percaya diri, antusias dan energik, berkomitmen dan mencintai hal-hal yang
dilakukannya (passion), mampu mengerjakan banyak hal sekaligus (multi
tasker), mampu menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, bersedia bekerja
keras, mampu memotivasi diri untuk mencapai prestasi, optimistik, aktif
sebagai anggota tim (team player), terampil berkomunikasi, tidak mudah
menyerah, mampu memimpin dan menginspirasi orang lain, selalu belajar
untuk meningkatkan kemampuan diri, berani mengambil risiko, mampu
mengenali dan memanfaatkan peluang, kreatif, dan inovatif. Dari berbagai
karakteristik tersebut, terdapat tiga ciri yang paling sering disebutkan oleh
para ahli, yaitu kemampuan mengambil risiko, kemampuan mengenali
peluang, serta kreatif dan inovatif.
Wirausaha sukses harus cermat dalam mengkalkulasi risiko, Kecermatan,
ketelitian, kehati-hatian merupakan suatu sifat yang harus dimiliki oleh
seorang wirausaha. Penggabungan dari ketiga sifat diatas memberi dampak
yang positif untuk kemajuan usaha dimasa datang. Seorang wirausaha harus
bisa mengkalkulasikan hal-hal yang menghambat pada kemajuan usahanya,
meskipun hal yang peling kecil sekalipun. Ia tidak boleh ceroboh dalam
mengambil sikap maupun mengambil suatu keputusan, apalagi dianggap

3
sepeleh, karena itu semua juga akan menghambat perkembangan bisnis dan
juga harus tetap mengontrol emosi.

B. Kemampuan Pengambilan Risiko


Salah satu faktor yang menyebabkan orang takut berwirausaha adalah
risiko jika bisnisnya mengalami kegagalan. Kerugian akibat bisnis yang
bangkrut dapat menimbulkan efek yang menyulitkan bagi seseorang, baik dari
segi materi maupun dari segi moral. Semangatnya dapat hilang, bahkan dapat
menimbulkan stres bagi dirinya. Namun, suatu bisnis tidak dapat berkembang
jika pemiliknya tidak berani untuk mengambil risiko. Kemampuan mengambil
risiko inilah yang membedakan seorang wirausaha dari individu lainnya.
Menurut Leigh (Lejuez, dkk., 2002), perilaku pengambilan risiko adalah
perilaku yang mengandung potensi menimbulkan kerugian, namun juga
memberikan kesempatan untuk memeroleh keuntungan. Ketika seseorang
memutuskan untuk memulai suatu bisnis, maka keputusan tersebut sebenarnya
sudah merupakan risiko. Dalam proses pengembangan bisnisnya, semakin
banyak risiko yang dihadapi. Langkah demi langkah adalah risiko bagi dirinya
yang harus diperhitungkan sebelum mengambil suatu keputusan.
Risiko berwirausaha memiliki sisi negatif dan positif. Dari sisi negatif,
risiko muncul karena situasi yang dihadapi dalam berbisnis tidak pasti.
Berbagai kemungkinan dapat terjadi dalam situasi yang tidak dapat ditebak.
Contoh, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan akibat krisis
moneter dunia yang terjadi pada tahun 1997-1998. Krisis ekonomi di
Indonesia bahkan tercatat sebagai yang terparah di Asia Tenggara pada saat
itu. Kondisi global yang fluktuatif merupakan faktor lingkungan yang sulit
untuk dikendalikan oleh seorang wirausaha. Dari sisi positif, jika wirausaha
dapat memperhitungkan risiko secara tepat, maka keuntungan bisnis justru
akan diperoleh. Banyaknya risiko yang ditemui seharusnya membuat seorang
wirausaha justru selalu berusaha untuk memperhitungkan strategi bisnis
dengan cerdas, agar dapat meminimalisir kerugian dan memaksimalkan
keuntungan.

4
C. Risiko Dan Ketidakpastian
Ketika anda terjun ke dunia usaha, Anda juga harus siap menghadapi
segala bentuk perubahan, kejadian dan hal-hal yang penuh ketidakpastian.
Inilah perbedaan yang paling mendasar antara belajar di sekolah, yang penuh
teori dankepastian, dengan berwirausaha,yang penuh dengan hal-hal yang
tidak pasti dan berisiko
a. Ketidakpastian (Unexpected risk)
Ketikdakpastian selalu berhubungan dengan keadaan yang memiliki
beberapa kemungkinan kejadian dan dampaknya. Ketidakpastian
(uncertainty) sering di sebut “unexpected risk” atau risiko tak terduga dari
sebuah kejadian. Ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan
kerugian Ada beberapa penyebab kegagalan usaha :
 Perencanaan yang kurang matang
 Kurangnya modal
 Bakat yang tidak cocok
 Kurang pengalaman
 Lemahnya pemasaran
 Tidak mempunyai semangat berwirausaha
 Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
Ciri-ciri risiko dari ketidakpastian adalah:
 Tidak bisadi duga sebelumnya.
 Sulit di rencanakan.
 Bersifat tiba-tiba.
 Biasa digolongkan “force majeure”(bencana alam).

b. Risiko ( expected risk)


Risiko merupakan informasi, kejadian,kerugian atau
pekerjaanyamg terjadi sebagai akibat dari keputusan yang di ambil dalam
kehidupan sehari-hari. Risiko dapat besifat pasti maupun tidak pasti yang
bisa di kalkulasi secara kuantitatif.Kunci untuk mengetahui seberapa

5
besar risiko yang akan Anda hadapivadalah seberepa nda mandapatkan
informasi.Semakin sempurna Anda mengetahui seberepa besar risikonya.

D. Berani Mengambil Risiko


Risiko itu ada bilamana waktu yang akan datang (future) tidak diketahui
(uknown). Jadi, dengan perkataan lain risiko itu ada bila ada ketidakpastian
(uncertainty). Berhubungan akibat daripada risiko itu sangat tidak kita
kehendaki, maka setiap orang akan bertindak sebgai risk manager, bukan
karena dipilih tetapi karena terpaksa. Berhubung risiko itu banyak ragamnya,
dalam tahap ini akan dibahas terutama risiko yang dihadapi oleh business
firm :
1. Objective risk : ialah risiko yang terjadi secara alami (nature)
yang sama bagi semua orang dan cara mengatasinya pun sama.
2. Subjective risk : adalah risiko yang diperkirakan akan terjadi
oleh setiap orang sebagai akibat objective risk.
3. Uncertainty : adalah kesadaran orang akan adanya risiko
dalam situasi tertentu, tetapi sulit untuk memperkirakan mana dari sekian
akibat atau hasil yang akan terjadi. Tidak seperti halnya kemungkinan,
ketidakpastian ini tidak dapat diukur dengan alat apa pun yang dapat
diterima.

E. Klasifikasi Risiko Usaha


Secara umum, risiko usaha dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Risiko Murni
Risiko murni adalah risiko yang menyebabkan kerugian dan tidak
mungkin menimbulkan keuntungan. Risiko mutni menjadi karena
ketidaksengajaan dan tidak dapat dicegah. Misalnya : kebakaran, bencana
alam, pencurian dan sebagainya

6
2. Risiko Spekularif
Risiko sprkulatif adalah risiko yang diambil secara sengaja atau sadar
oleh seorang wirausaha dan memiliki dua kemungkinan hasil, yaitu
keuntungan atau kerugian.
Misalnya :utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya
3. Risiko Fundamental
Yaitu risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada
seseorang dan yang menderita cukup banyak.
Misalnya : banjir, angin topan, dan sebagainya.
Berdasarkan jenis dampaknya, risiko usaha bisa diklasifikasikan sebagai
berikut :
 Risiko Sistematik
Risiko sistematik adalah risiko yang mampunyai dampak lebih
komleks dibandingkan risiko murni dan risiko spualatif.
 Risiko spesifik
Risiko spesifik adalah risiko yang memiliki dampak khusus dan
tidak dapat dihindari tetapi bisa diminimalisasi tingkat risikonya.

F. Jenis-Jenis Risiko Usaha


Dalam kondisi yang penuh ketidakpastian dan ketatnya persaingan usaha,
Anda tidak mungkin menghindari risiko. Salah satu cara yang efektif dan
efesien dalam menghadapi risiko adalah dengan negenali jenis-jenis risiko itu
sendiri. Jenis-jenis risiko yang sering terjadi dalam dunia usaha dan
berwirausaha adalah sebagai berikut.
1. Risiko perusahaan
Risiko perusahaan adalah risiko yang terjadi pada usaha Anda yang
akan berdampak pada kelangsungan hidup atau saham perusahaan Anda.
2. Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah risiko yang berdampak kerugian pada
aspek keuangan perusahaan.
3. Risiko Likuiditas (ketersediaan uang tunai)

7
Risiko likuiditas terjadi ketika ada tagihan mecet dari pelanggan
yang menyebabkan alam ketersediaan uang tunai (likuiditas) perusahaan.
Hal ini bisa berdampak pada kerugian tingkat suku bunga dan kesulitan
dalam membayar gaji karyawan.
4. Risiko Permodalan
Risko permodalan adalah risiko yang terjadi karena
kerugian,penjualan,likuiditas,dan keuangan yang membuat modal usaha
Anda mengalami penurunan yang signifikan (rugi besar). Hal ini harus
segera diatasi dengan meneliti dan mengevaluasi faktor penyebabnya.
5. Risiko Pasar
Risiko pasar, yaitu risiko yang terjadi akibat persaingan usaha,
perubahan pola persaingan, daya hidup pelanggan,maupun munculnya
pesaing baru yang potensial di pasarproduk Anda.
6. Risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko dari penyimpangan hasil yang di
prediksikan karena tidak sempurnanya penerapan keputusan, perubahan
sistem, SDM, tegnolovasi, produktivitas, inovasi, proses dan mutu
produk.

G. Klasifikasi Wirausaha Dalam Menghadapi Risiko Usaha


Berdasarkan cara pandang dan menghadapi risiko,setiap orang wirausaha
dapatdiklasifikasikan sebagai berikut.
1. Risk avoidar
Risk avoider adalah orang yang tidak senang menghadapirisiko
bahkan cenderung menghindari risiko.
2. Risk Calculator
Risk calculator adalah orang yang berani mengambil keputusan
bila risiko atau dampaknya bisa dikalkulasikan (dihitung berapa tingkat
kerugiannya).

8
3. Risk Taker
Risk taker adalah orang yang berani dan mampu mengambil
keputusan dengan mengukur risiko secara intuitif saja. Para risk taker ini
sering disebut speculator atau gambler.
Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko menempatkan
salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau
megambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Menurut Angelita S.
Bajaro, “seorang wirausaha yang berani menanggung risiko ialah orang
yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang
baik.” Wirausaha ialah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih
menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan ketimbang usaha
yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai
risiko yang terlalu rendah atau yang terlalu tinggi. Wirausaha akan
menyukai risiko yang paling seimbang (moderat). Dengan demikian,
keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan
adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistik.
Bahwa pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri.
Artinya, semakin besar keyakinan seorang kepada kemampuan sendiri,
semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan untuk
mempengaruhi hasil dan keputusan. Dan semakin besar pula kesediaan
seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang lain sebagai risiko.
Oleh sebab itu, pengambil risiko ditemukan pada orang-orang yang
inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku
kewirausahaan.

H. Pengertian Manajemen Risiko


Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko,
serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang
tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer risiko pada
pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek buruk dari risiko dan
menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari risiko tertentu.

9
Manajemen risiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan mengembangkan
proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam
mengimplementasikan. Manajemen risiko seharusnya ditujukan untuk
menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode yang digunakan
dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi di masa lalu, masa kini
dan masa depan. Definisi manajemen risiko (risk management) di atas dapat
dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata kunci sebagai berikut:
1. On going process
Manajemen risiko dilaksanakan secara terus menerus dan
dimonitor secara berkala. Manajemen risiko bukanlah suatu kegiatan yang
dilakukan sesekali (one time event).
2. Effected by people
Manajemen risiko ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di
lingkungan organisasi. Untuk lingkungan instansi pemerintah, manajemen
risiko dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi/departemen yang
bersangkutan.
3. Applied in strategy setting
Manajemen risiko telah disusun sejak dari perumusan strategi
organisasi oleh manajemen puncak organisasi. Dengan penggunaan
manajemen risiko, strategi yang disiapkan disesuaikan dengan risiko yang
dihadapi oleh masing-masing bagian/unit dari organisasi.
4. Applied across the enterprised
Strategi yang telah dipilih berdasarkan manajemen risiko
diaplikasikan dalam kegiatan operasional, dan mencakup seluruh
bagian/unit pada organisasi. Mengingat risiko masing-masing bagian
berbeda, maka penerapan manajemen risiko berdasarkan penentuan risiko
oleh masing-masing bagian.
5. Designed to identify potential events
Manajemen risiko dirancang untuk mengidentifikasi kejadian atau
keadaan yang secara potensial menyebabkan terganggunya pencapaian
tujuan organisasi.

10
6. Provide reasonable assurance
Risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan
jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung
secara optimal.
7. Geared to achieve objective
Manajemen risiko diharapkan dapat menjadi pedoman bagi
organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi
risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih
pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa
berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi,
manusia, organisasi, dan politik. Di sisi lain, pelaksanaan manajemen
risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya
entitas manajemen risiko (manusia, staff, organisasi).

I. Proses Manajemen Risiko

Proses manajemen risiko meliputi tahapan sebagai berikut:


a. Mengidentifikasi risiko
Risiko merupakan peristiwa yang menghambat pencapaian tujuan
perusahaan. Seluruh risiko yang mungkin terjadi dan berdampak negative

11
bagi perusahaan secara signifikan harus terlebih dahulu diidentifikasi.
Seorang wirausaha perlu mengindentifikasi risiko agar meminimalkan
dampak yang terjadi. Cara mengindentifikasi risiko adalah sebagai berikut.
1) Metode Analisa Dari Pengalaman dan Sejarah
Gunakan informasi dan data yang ada untuk menganalisa risiko yang
akan terjadi di kemudian hari. aontoh:
 Informasi keluhan pelanggan
 Informasi kecacatan produk
 Informasi track record SDM (rekam jejak karyawan)
 Informasi pertumbuhan penjualan.
2) Metode Pengamatan dan Survei
Dengan melakukan pengamatan survie, akan di peroleh informasi
tentang hal yang diinginkan . Contoh:
 Pengamatan dan survie tingkat kebutuhan pasar.
 Pengamatan dan survie tentang ketidakpuasan pelanggan.
 Pengamatan dan survie untuk menemukan produk baru.
 Pengamatan dan survie gaya hidup pelanggan .
 Pengamatan dan survie lokasiberdirinya pabrik dan lingkungan.
3) Metode Acuan
Metode acuan sering digunakan ancaman dalam menemukan
kelemahan, peluang, hambatan, kekuatan, dan ancaman sehingga
wirausaha tahu apakah produk,srategi, dan mutunya telah sesuai
dengan pasar. Acuan yang digunakan adalah acuan yang bersifat
trategis, yaitu pemimpin pasar atau produk unggalan.

b. Menganalisis Risiko
Setelah seluruh risiko diidentifikasi, maka dilakukan pengukuran
tingkat kemungkinan dan dampak risiko. Pengukuran risiko dilakukan
setelah mempertimbangkan pengendalian risiko yang ada. Pengukuran

12
risiko dilakukan menggunakan kriteria pengukuran risiko secara kualitatif,
semi kualitatif, atau kuantitatif tergantung pada ketersediaan data tingkat
kejadian peristiwa dan dampak kerugian yang ditimbulkannya.

c. Mengevaluasi Risiko
Setelah risiko diukur tingkat kemungkinan dan dampaknya, maka
disusunlah urutan prioritas risiko. Mulai dari risiko dengan tingkat risiko
tertinggi, sampai dengan risiko terendah. Risiko yang tidak termasuk
dalam risiko yang dapat diterima/ditoleransi merupakan risiko yang
menjadi prioritas untuk segera ditangani. Setelah diketahui besarnya
tingkat risiko dan prioritas risiko, maka perlu disusun peta risiko.
d. Menangani Risiko
Risiko yang tidak dapat diterima/ditoleransi segera dibuatkan rencana
tindakan untuk meminimalisir kemungkinan dampak terjadinya risiko dan
personel yang bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana tindakan.
Cara menangani risiko berupa memindahkan risiko melalui asuransi dan
kontrak kerja kepada pihak ketiga, mengurangi tingkat kemungkinan
terjadinya risiko dengan cara menambah/meningkatkan kecukupan
pengendalian internal yang ada pada proses bisnis perusahaan, dan
mengeksploitasi risiko bila tingkat risiko dinilai lebih rendah dibandingkan
dengan peluang terjadinya peristiwa yang akan terjadi.
Pemilihan cara menangani risiko dilakukan dengan
mempertimbangkan biaya dan manfaat, yaitu biaya yang dikeluarkan
untuk melaksanakan rencana tindakan lebih rendah daripada manfaat yang
diperoleh dari pengurangan dampak kerugian risiko.
Seluruh risiko yang diidentifikasi, dianalisis, dievaluasi, dan ditangani
dimasukkan ke dalam register risiko yang memuat informasi mengenai
nama risiko, uraian mengenai indikator risiko, faktor pencetus terjadinya
peristiwa yang merugikan, dampak kerugian bila risiko terjadi,
pengendalian risiko yang ada, ukuran tingkat kemungkinan/dampak
terjadinya risiko setelah mempertimbangkan pengendalian yang ada, dan

13
rencana tindakan untuk meminimalisir tingkat kemungkinan/dampak
terjadinya risiko, serta personil yang bertanggung jawab melakukannya.
e. Memantau Risiko
Perubahan kondisi internal dan eksternal perusahaan menimbulkan
risiko baru bagi perusahaan, mengubah tingkat kemungkinan/dampak
terjadinya risiko, dan cara penanganan risikonya. Sehingga setiap risiko
yang teridentifikasi masuk dalam register risiko dan peta risiko perlu
dipantau perubahannya.
f. Mengkomunikasikan Risiko
Setiap tahapan kegiatan identifikasi, analisis, evaluasi, dan
penanganan risiko dikomunikasikan/dilaporkan kepada pihak yang
berkepentingan terhadap aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan untuk
memastikan bahwa tujuan manajemen risiko dapat tercapai sesuai dengan
keinginan pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan berasal
dari internal perusahaan (manajemen, karyawan) dan eksternal perusahaan
(pemasok, pemerintah daerah/pusat, masyarakat sekitar lingkungan
perusahaan, dan konsumen).
Agar manajemen risiko dapat diterapkan dengan baik, maka perlu
disiapkan segala infrastruktur manajemen risiko antara lain: pedoman
manajemen risiko (kebijakan, pedoman umum, prosedur, dan formulir),
struktur organisasi manajemen risiko (tugas, wewenang, tanggung jawab
personil untuk melaksanakan manajemen risiko), dan sistem informasi
pelaporan/pemantauan pelaksanaan manajemen risiko.

14
BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Salah satu karakteristik seorang pengusaha adalah berani
mengambil risiko. Karena pada hakikatnya keuntungan berbanding lurus
dengan risiko yang diambil sebagai seorang pengusaha. Sebagai seorang
pengusaha yang baik sebelum terjun ke dunia wirausaha perlu
mempersiapkan segala sesuatunya termasuk memetakan resiko yang akan
diambil serta dampaknya. Untuk menghadapi risiko yang telah dikenali
maka perlu manajemen risiko yang baik dan tepat sebagai seorang
pengusaha.
B. Saran
Pembuat makalah sadar masih banyak kesalahan dalam pembuatan
makalah ini sehingga memerlukan masukan dari dosen dan pembaca
makalah ini terlebih pembuat makalah tidak berasal dari konsentrasi di
bidang tersebut.

15
DAFTAR PUSTAKA

Arif. 2015. “Resiko Usaha”. http://arif1112kwuor.blogspot.co.id/2015/05/resiko-


usaha.html. Diakses pada Tanggal 25 Februarui 2018.

Muis, Ismarli. 2015. Modul Kewirausahaan Untuk Mahasiswa Edisi Uji Coba.
Pusat Kewirausahaan Universitas Negeri Makasar: Makasar

Nadita, Lastri. 2015. “Modul Kewirausahaan Pengambilan Resiko”.


http://lastrinadita.blogspot.co.id/2015/10/modul-kewirausahaan-
pengambilan-resiko.html. Diakses pada Tanggal 12 Februarui 2018.

Shellaryana. 2017. Makalah Kewirausahaan.


http://shellaryana05.blogspot.co.id/2017/04/makalah-kewirausahaan-
tentang.html. Diakses pada Tanggal 25 Februari 2018.

16