Anda di halaman 1dari 21

SMK NEGERI 1 SUMEDANG

TEKNOLOGI DAN REKAYASA


TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Jl. Mayor Abdurakhman No.209, Sumedang
Tlp.(0261)202056 , Fax:(0261) 202056, lembaga Sertifikasi Sistem Mutu

E-mail: smkn1smd@gmail.com, QSC 01096 LSSM-002-IDN


Website : www.smkn1sumedang.sch.id
F. KUR.7.5.1.a-08 Edisi/Revisi : A/0 Tgl. Berlaku : 8 MEI 2017 Hal 1 dari 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 1 SUMEDANG


Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : TGB (Teknik Gambar Bangunan)
Paket Keahlian : Gambar Bangunan
Kelas / Semester : XI-B
Mata Pelajaran : Konstruksi Bangunan
Topik : Penggunaan Pondasi Sesuai Spesifikasi
Teknis Dan Kebutuhan
Alokasi Waktu : 3 X 45 menit
Pertemuan : 1
KKB : 75

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli


(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan


prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
1. Kompetensi Dasar
1.1 Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya .
1.2 Mendeskripsikan kebesaran Tuhan yang menciptakan berbagai sumber energi di alam.
1.3 Mengamalkan nilai-nilai keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan
sehari-hari.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan berdiskusi.
2.2 Menunjukan perilaku patut dan santun serta menghargai kerja individu maupun
kelompok dalam aktivitas sehari-hari.
2.3 Menunjukan perilaku responsif dan pro-aktif serta bikajsana sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan.

2. Indikator
Pengetahuan :
3.10.1 Siswa dapat mengetahui definisi pondasi dan fungsinya pada bangunan
3.10.2 Siswa dapat mengetahui jenis-jenis pondasi dan macam-macam pondasi
3.10.3 Siswa dapat mengetahui penggunaan macam-macam pondasi berdasarkan daya
dukung tanah dan kebutuhan
4.10.1 Siswa dapat menganalisis dan menalar macam-macam pondasi dan penggunaannya
pada bangunan
Keterampilan :
4.6.1 siswa dapat menggambar pondasi dengan tepat

Sikap:
2.1.1 Siswa memiliki sikap rasa ingin tahu yang besar
2.1.2 Siswa memiliki sikap objektif.
2.1.3 Siswa memiliki sikap teliti.
2.2.1 Siswa dapat menghargai hubungan kerja antara individu dan kelompok dalam
kegiatan belajar mengajar

C. Tujuan Pembelajaran
1. Mengetahui definisi dan fungsi pondasi
2. Mengetahui jenis dan macam-macam pondasi
3. Memahami penggunaan pondasi berdasarkan daya dukung tanah
4. Menalar penggunaan pondasi berdasarkan daya dukung tanah
5. Menggambar pondasi pada gambar kerja

D. Materi Pembelajaran
Pertemuan 1
1. Definisi dan Fungsi Pondasi
Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi bangunan. Fungsi
pondasi adalah meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah yang berada di bawah
pondasi dan tidak melampaui kekuatan tanah yang bersangkutan. Apabila kekuatan
tanah dilampaui, maka penurunan yang berlebihan atau keruntuhan dari tanah akan
terjadi, kedua hal tersebut akan menyebabkan kerusakkan konstruksi yang berada di
atas pondasi.
2. Syarat Pondasi
Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh pondasi antara lain:
a. Terhadap tanah dasar:
o Pondasi harus mempunyai bentuk, ukuran dan struktur sedemikian rupa
sehingga tanah dasar mampu memikul gaya-gaya yang bekerja.
o Penurunan yang terjadi tidak boleh terlalu besar/tidak merata.
o Bangunan tidak boleh bergeser atau mengguling.
b. Terhadap struktur pondasi sendiri:
o Struktur pondasi harus cukup kuat sehingga tidak pecah akibat gaya yang
bekerja.
3. Jenis-jenis Pondasi
Pemilihan jenis pondasi yang akan digunakan sebagai struktur bawah dipengaruhi oleh
berbagai faktor antara lain kondisi tanah dasar, beban yang diterima pondasi, peraturan
yang berlaku, biaya, kemudahan pelaksanaannya dan sebagainya. Berdasarkan elevasi
kedalamannya, maka pondasi dibedakan menjadi pondasi dangkal (shallow foundation)
dan pondasi dalam (deep foundation) (Das, 1998).
a. Pondasi Dangkal (Shallow Foundation)
Pondasi dangkal adalah struktur konstruksi paling bawah yang berfungsi
meneruskan (mendistribusikan) beban bangunan ke lapisan tanah keras yang berada
relatif dekat dengan permukaan tanah. Pada awalnya, yang dikategorikan pondasi
dangkal adalah pondasi yang memiliki kedalaman (Df) lebih kecil atau sama
dengan dimensi lebar pondasi (B). Namun dalam perkembangannya, pondasi masih
dianggap dangkal meskipun kedalaman pondasi mencapai tiga (3) sampai empat
(4) kali lebar pondasi (4B) (Budi, 2011).

Pondasi dangkal biasanya digunakan untuk bangunan yang beratnya relatif tidak
besar yang biasanya disebut pondasi langsung (spread footing) yaitu dengan
memperlebar bagian bawah dari kolom atau dinding bangunan, sehingga beban
bangunan disebarkan (spread) menjadi desakan yang lebih kecil daripada daya
dukung tanah yang diizinkan.
Pondasi dangkal menurut bentuk konstruksinya dapat dibagi menjadi empat bagian
yaitu:
1. Pondasi menerus (continous footing)
2. Pondasi telapak (individual footing)
3. Pondasi kaki gabungan (combined footing)
4. Pondasi pelat (mat footing/raft footing)

1). Pondasi Telapak


Pondasi telapak ialah pelebaran alas kolom atau dinding dengan tujuan
untuk meneruskan beban pada tanah suatu tekanan yang sesuai dengan sifat-
sifat tanah yang bersangkutan. Pondasi telapak yang mendukung kolom
tunggal disebut telapak kolom individual, telapak tersendiri atau telapak
sebar. Pondasi telapak di bawah suatu dinding disebut telapak dinding atau
telapak menerus. Apabila sebuah pondasi telapak mendukung beberapa
kolom disebut telapak gabungan. Bentuk khusus dari telapak gabungan
yang umumnya digunakan apabila salah satu kolomnya mendukung dinding
luar disebut telapak kantilever.
2). Pondasi Cakar Ayam
Pondasi sistem cakar ayam terdiri dari pelat tipis yang didukung oleh pipa-
pipa (cakar) yang tertanam di dalam tanah. Posisi pipa-pipa ini
menggantung pada bagian bawah pelat. Hubungan antara pipa-pipa dengan
pelat beton dibuat monolit. Kerjasama sistem yang terdiri dari pelat-cakar
tanah ini, menciptakan pelat yang lebih kaku dan lebih tahan terhadap beban
dan pengaruh penurunan tidak seragam. Pondasi system cakar ayam
ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo pada tahun 1961.
Secara umum perkerasan cakar ayam terdiri dari pelat tipis beton bertulang
tebal 10-17 cm yang diperkaku dengan pipa-pipa beton (cakar) berdiameter
120 cm, tebal 8 cm, dan panjang pipa 150-200 cm, yang tertanam pada
lapisan subgrade, dengan jarak pipa-pipa berkisar 2,0- 2,5m. Di bawah pelat
beton, terdapat lapisan lean concrete setebal ± 10 cm (terbuat dari beton
mutu rendah) dan lapisan sirtu setebal ± 30 cm yang berfungsi, terutama
sebagai perkerasan sementara selama masa pelaksanaan dan agar
permukaan subgrade dapat rata sehingga pelat beton cakar ayam dapat
dibuat di atasnya. Pipa-pipa beton tersebut disebut cakar. Sistem cakar ayam
telah banyak diaplikasikan pada berbagai macam bangunan, seperti pondasi
menara transmisi tegangan tinggi, bangunan gedung bertingkat, power
stasion, kolam renang, gudang dan hanggar, jembatan, menara bandara
(runway, taxi way, dan apron), perkerasan jalan tol, dan lain-lain
(Hardiyatmo, 2010).

3). Pondasi Batu Kali


Pondasi batu kali ini sering disebut juga pondasi menerus atau pondasi
memanjang,
Bentuk pondasi ini secara gambar detail pondasi adalah trapesium, namun
tak jarang kita temui dilapangan jenis pondasi batu kali ini berbentuk kotak,
pondasi ini selain menggunakan batu kali juga bisa menggunakan batu
pecah sebagai pengganti.
Fungsinya sendiri yaitu untuk menopang beban memanjang, baik itu untuk
menopang beban dinding atau beban kolom yang tidak dapat secara
langsung di tahan oleh satu atau dua kolom, sehingga beban menjadi merata
dengan adanya pondasi.

4). Pondasi Umpak


Jenis pondasi ini sangat cocok untuk area tanah yang keras karena pondasi
ini tidak memerlukan kedalaman yang lebih untuk membuatnya, sampai
sekarang pun pondasi ini masih banyak digunakan didaerah tertentu namun
dengan bantuan ditopang oleh pondasi batu kali yang diletakakn tepat di
bawahnya.
5). Pondasi Rakit
Bila dikedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk diletakan
pondasi, maka solusinya bisa menggunakan pondasi rakit, selain itu
pondasi ini juga berguna untuk mendukung kolom-kolom yang
jaraknya terlalu berdekatan tidak mungkin untuk dipasangi telapak satu
persatu, solusi dijadikan satu kekuatan. pondasi rakit sejatinya adalah
plat beton bertulang.

6). Pondasi Roolag Bata


Rollag bata merupakan pondasi sederhana yang fungsinya bukan
menyalurkan beban bangunan, melainkan untuk menyeimbangkan
posisi lantai agar tidak terjadi amblas pada ujung lantai. Pondasi ini
biasanya digunakan untuk membuat teras rumah, fungsinya hampir
sama dengan sloof gantung namun rollag bata tidak sekuat sloof
gantung dan tidak semahal sloof gantung.
7). Pondasi Batu Bata
Seperti halnya pondasi Batu Kali, pondasi batu bata memiliki fungsi
sama. Namun yang membedakan keduanya hanyalah bahan yang
digunakan serta kondisi alam di daerah sekitarnya. Dikarenakan
batu-bata merupakan bahan yang rentan terhadap air, maka
pemasangan harus lebih maksimal artinya bata yang dipasang harus
dapat terselimuti dengan baik.
b. Pondasi Dalam (Deep Foundation)
Pondasi dalam merupakan struktur bawah suatu konstruksi yang berfungsi untuk
meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah keras yang berada jauh dari
permukaan tanah. Suatu pondasi dapat dikategorikan sebagai pondasi dalam apabila
perbandingan antara kedalaman dengan lebar pondasi lebih dari sepuluh (Df/B
10).
1. Pondasi sumuran.
Pondasi sumuran merupakan sebuah bentuk peralihan diantara pondasi dangkal
dan pondasi tiang. Pondasi sumuran sangat tepat digunakan pada tanah kurang
baik dan lapisan tanah kerasnya tidak terlalu dalam, diantara kedalaman 3 – 5
meter. Diameter sumuran biasanya antara 0.80 - 1.00 m dan ada kemungkinan
dalam satu bangunan diameternya berbeda-beda, ini dikarenakan masing-masing
kolom berbeda bebannya.

2. Pondasi tiang pancang


Pondasi tiang pancang digunakan apabila tanah yang berada dibawah dasar
bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk
memikul berat bangunan atau tanah yang daya dukungnya mencukupi untuk
memikul berat bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan
yang sangat dalam dari permukaan tanah yaitu lebih dari 8 meter.
Fungsi dari pondasi tiang pancang adalah untuk meneruskan beban-beban dari
konstruksi di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras yang letaknya sangat
dalam.
Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus
dalam tanah, tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat
menahan gaya-gaya horizontal yang bekerja, Hal seperti ini sering digunakan
pada konstruksi dermaga yang terjadi tekanan kesamping dari kapal dan perahu.
Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung dari alat yang
dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.

3. Pondasi bore pile


Pondasi bored pile fungsinya sama dengan pondasi dalam lainya yait seperti
pondasi tiang pancang. Perbedaannya adalah pada cara pengerjaanya, yaitu
bored pile dimulai dengan melubangi tanah dahulu sampai kedalaman yang
dibutuhkan, kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan
pengecoran beton
Pertemuan 2
1. Definisi Tanah
Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari agregat (butiran) mineral–mineral
padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan dari bahan-bahan
organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) disertai dengan zat cair dan gas yang
mengisi ruang-ruang kosong diantara partikel-partikel padat tersebut (Das, 1998).
Tanah adalah pondasi pendukung suatu bangunan, atau bahan konstruksi dari bangunan itu
sendiri seperti tanggul atau bendungan, atau terkadang sebagai sumber penyebab gaya luar
pada bangunan, seperti tembok/donding penahan tanah. Namun tidak semua tanah mampu
mendukung konstruksi. Hanya tanah yang mempunyai stabilitas baik yang mampu
mendukung konstruksi yang besar. Sedangkan tanah yang kurang baik harus distabilisasi
terlebih dahulu sebelum dipergunakan sebagai pondasi pendukung.
2.Faktor penentu bentuk pondasi
Tipe bentuk pondasi yang paling cocok untuk suatu bangunan tergantung pada beberapa
faktor; fungsi bangunan dan beban yang harus dipikul, kondisi permukaan serta biaya
pondasi dibanding dengan biaya bangunan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan
dalam merencanakan pondasi dangkal antara lain bahwa elevasi dasar pondasi harus di
bawah (Budi, 2011):
a) batas beku tanah yang mungkin terjadi pada musim dingin (untuk Negara yang
mempunyai 4 musim),
b) zona yang berpotensi mengalami perubahan volume yang besar akibat perubahan kadar
air di dalam tanah (tanah expansive),
c) lapisan tanah organik,
d) lapisan tanah gambut (peat),
e) material yang tidak dapat dikonsolidasi (sampah).
Jenis-jenis pondasi yang sesuai dengan keadaan tanah pondasi yang bersangkuta
(Sosrodarsono dan Nakazawa, 1990), yaitu:
a. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah
permukaan tanah, dalam hal ini pondasinya adalah pondasi telapak (spread foundation).
b. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 10 meter di bawah
permukaan tanah, dalam hal ini dipakai pondasi tiang atau pondasi tiang apung (floating
pile foundation) untuk memperbaiki tanah pondasi. Jika memakai tiang , maka tiang baja
atau tiang beton yang dicor di tempat kurang ekonomis, karena tiang-tiang tersebut
kurang panjang.
c. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 20 meter di bawah
permukaan tanah, dalam hal ini tergantung dari penurunan (settlement) yang diizinkan.
Apabila tidak boleh terjadi penurunan, biasanya digunakan pondasi tiang pancang (pile
driven foundation). Tetapi bila batu besar (cobble stones) pada lapisan antara, pemakaian
kaison lebih menguntungkan.
d. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 30 meter di bawah
permukaan tanah, biasanya dipakai kaison terbuka, tiang baja atau tiang yang dicor di
tempat. Tetapi apabila tekanan atmosfer yang bekerja ternyata kurang dari 3 kg/cm2
digunakan juga kaison tekanan.
e. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman lebih dari 40 meter di bawah
permukaan tanah, dalam hal ini yang paling baik adalah tiang baja dan tiang beton yang
dicor di tempat.
Langkah-langkah perancangan pondasi adalah sebagai berikut (Hardiyatmo, 2010):
1. Menentukan jumlah beban efektif yang akan ditransfer ke tanah di bawah pondasi. Untuk
perancangan tulangan, perlu ditentukan besarnya beban mati dan beban hidup dan beban-
beban tersebut harus dikalikan factor-faktor pengali tertentu menurut peraturan yang
berlaku.
2. Menentukan nilai kapasitas dukung ijin (qa). Luas dasar pondasi, secara pendekatan
ditentukan dari membagi jumlah beban efektif dengan kapasitas dukung ijin (qa).
3. Didasarkan pada tekanan yang terjadi pada dasar pondasi, dapat dilakukan perancangan
struktur dari pondasinya, yaitu dengan menghitung momen- momen lentur dan gaya-gaya
geser yang terjadi pada pelat pondasi.

E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Problem Based Leaarning
3. Metode : Ceramah, demontrasi (gambar,video dan menggambar langsung), dan
Games (tebak gambar).

F. Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar


1. Alat, Bahan dan Media
a. Proyektor
b. Papan Tulis dan Spidol
c. Laptop
d. Peralatan Kebutuhan permainan edukatif
2. Sumber Belajar
a. Frick, Heinz. Ir. 1980. Ilmu Konstruksi Banguna Kayu 1. Kanisius.
b. Frick, Heinz. Ir. 1980. Ilmu Konstruksi Banguna Kayu 2. Kanisius.
c. Frick, Heinz. Ir. 1980. Rumah Sederhana.. Kanisius.
d. Gunawan, Rudy. Ir. 1978. Pengantar Ilmu Bangunan. Kanisius.
e. Gunawan, Rudy. Ir. 1978 Menggambar Bangunan Kayu. Kanisius.
f. Frick, Heinz. Ir dan Stiawan, Pujo 2002. Ilmu Konstruksi Perlengkapan dan Utilitas
Bangunan . Penerbit Kanisius.
g. Edward T White, (Graphic Vocabulary for Architectural Presentation)
h. Dian Ariestadi.2008. Teknik Struktur Bangunan.Jilid1-3.BSE PSMK Depdikbud.

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1

Kegiatan Alokasi
Deskripsi Kegiatan
Waktu

1. Guru menyampaikan salam pembuka 15 menit


2. Guru memeriksa kesiapan tempat pembelajaran
3. Guru mempersilahkan untuk membaca do’a sebelum
belajar yang dipimpin oleh salah seorang siswa.
4. Guru menyapa dengan menanyakan kabar dan
perkenalan diri
Pendahuluan 5. Guru melakukan presensi peserta didik
6. Guru menyiapkan media pembelajaran yaitu
memasang proyektor dan laptop.
7. Guru menyampaikan kompetensi dasar
8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
9. Guru melakukan apersepsi untuk mereview materi
yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya.
1. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik 150 menit
mengenai pengertian pondasi
2. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
mengenai fungsi pondasi
Kegiatan Inti
3. Guru menjelaskan dan menyimpulkan hasil tanya jawab
mengenai pengertian pondasi dan fungsi pondasi
4. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik
mengenai macam-macam pondasi dan penggunaannya
5. Guru menjelaskan dan menyimpulkan hasil tanya jawab
mengenai macam-macam pondasi dan penggunaannya
6. Guru memberikan gambaran berupa video mengenai
macam-macam pondasi dan penggunaannya
7. Guru melakukan tes dengan menampilkan gambar
contoh pondasi agar siswa dapat memahami macam-
macam pondasi dan penggunaannya
8. Guru melakukan permainan kecil dengan ketentuan :
 Siswa dikondisikan untuk berpasangan
 Masing-masing pasangan memilih amplop yang
telah disediakan
 Setiap pasangan menentukan siapa penggambar
dan siapa presenter
 Penggambar dan presenter di kelompokkan
terpisah
 Penggambar menggambarkan ciri atau bentuk
yang berkaitan dengan pilihan pondasi pada isi
amplop yang telah dipilih pada secarik kertas
 Penggambar menyerahkan kertas kepada
presenter untuk ditebak gambarnya
 Presenter mempresesntasikan gambar yang
telah dibuat temannya dengan menjelaskan
nama pondasinya dan penggunaannya
9. Guru melakukan tes dengan menampilkan suatu
bangunan, kemudian siswa menalar pondasi yang
digunakan disertai alasannya
1. Menyimpulkan mengenai materi pembelajaran yang 15menit
telah disampaikan.
2. Memberikan motivasi kepada peserta didik dengan
cara menyampaikan maksud peserta didik mempelajari
Penutup
materi penggunaan pondasi
3. Menjelaskan gambaran materi yang akan diberikan
dipertemuan selanjutnya.
4. Menutup kegiatan pembelajaran.
Pertemuan 2
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
1. Guru menyampaikan salam pembuka 15 menit
2. Guru memeriksa kesiapan tempat pembelajaran
3. Guru mempersilahkan untuk membaca do’a
sebelum belajar yang dipimpin oleh salah seorang
siswa.
4. Guru menyapa dengan menanyakan kabar dan
perkenalan diri
Pendahuluan 5. Guru melakukan presensi peserta didik
6. Guru menyiapkan media pembelajaran yaitu
memasang proyektor dan laptop.
7. Guru menyampaikan kompetensi dasar
8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
9. Guru melakukan apersepsi untuk mereview
materi yang telah diajarkan pada pertemuan
sebelumnya.
1. Guru melakukan Tanya jawab mengenai definisi 150 menit
tanah
2. Guru menjelaskan kesimpulan jawaban siswa
3. Guru menjelaskan mengenai materi daya dukung
tanah
4. Guru memperbolehkan siswa bertanya langsung
jika ada materi yang tidak dimengerti pada saat
pematerian
Kegiatan Inti
5. Guru menampilkan video pondasi dilapangan
6. Guru melakukan tanya jawab dengan peserta
didik tentang material yang terdapat pada pondasi
menerus batu belah dengan menampilkan contoh
gambar
7. Guru menyimpulkan hasil tanya jawab dengan
menjelaskan material pada pondasi menerus batu
belah
8. Guru memberikan demonstrasi menggambar
pondasi menerus batu belah pada papan tulis
9. Guru memberikan waktu kepada siswa untuk
mencoba menggambarkan sendiri pondasi
menerus batu belah seperti yang dicontohkan
10. Guru berkeliling memeriksa pekerjaan masing-
masing siswa
11. Guru memberikan sesi pertanyaan kepada siswa
ketika guru mendatangi siswa tersebut untuk
diperiksa hasil gambarnya
12. Guru menarik lalu memeriksa hasil gambar siswa
13. Guru mereview hasil gambar siswa
14. Guru memberikan waktu tanya jawab untuk siswa
15. Guru menjawab setiap pertanyaan siswa
1. Menyimpulkan mengenai materi pembelajaran 15menit
yang telah disampaikan.
2. Memberikan motivasi kepada peserta didik
dengan cara menyampaikan maksud peserta
Penutup
didik mempelajari materi penggunaan pondasi
3. Menjelaskan gambaran materi yang akan
diberikan dipertemuan selanjutnya.
4. Menutup kegiatan pembelajaran.

H. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Sikap
Instrumen dan Rubrik Penilaian, Indikator Penilaian Sikap.
Indikator perkembangan sikap: religius, jujur, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan
tanggung jawab
a. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
b. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
c. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
d. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

2. Penilaian Pengetahuan
Kisi-kisi dan Soal, Opsi Jawaban, Instrumen dan Rubrik Penilaian

JENIS
KD IPK INDIKATOR SOAL
SOAL

3.10 Menyimpulkan Siswa dapat 1. Siswa dapat Essay 1. Apa yang dimaksud
penggunaan memahami dengan pondasi?
mengetahui definisi
macam pondasi definisi Jelaskan fungsinya!
berdasarkan pondasi dan fungsinya
pondasi, fungsi
daya dukung pondasi, jenis- pada bangunan
tanah dan
jenis pondasi 2. Siswa dapat Essay 2. sebutkan jenis-jenis
kebutuhan
dan pondasi dan macam-
mengetahui jenis-
penggunaan macam pondasi
pondasi jenis pondasi dan
sidalamnya!
berdasarkan macam-macam
daya dukung
pondasi
tanah dan
kebutuhan
3. Siswa dapat Essay 3. Sebutkan 3 jenis
mengetahui macam pondasi!
Jelaskan
penggunaan macam-
penggunaannya!
macam pondasi
berdasarkan daya
dukung tanah dan
kebutuhan

4.10 Menalar Siswa 4. Siswa dapat essay 3. Analisis gambar


penggunaan menganalisis menganalisis dan bangunan berikut!
macam pondasi dan menalar menalar macam- Sebutkan pondasi
sesuai yang tepat dan
pondasi yang macam pondasi dan
spesifikasi jelaskan alasannya!
tepat pada penggunaannya pada 4. Gambarlah pondasi
teknis dan
suatu bangunan bangunan menerus batu belah
kebutuhan
sesuai 5. Siswa dapat dengan lengkap dan
spesifikasi menggambar pondasi tepat!
teknik dan menerus batu belah
dengan tepat
kebutuhan
Opsi Jawaban :
1.
Pedoman Penskoran
Tahapan Skor

Mampu menjelaskan pengertian pondasi dan funsinya secara jelas 20

Mampu menyebutkan jenis-jenis pondasi dan macam-macam pondasi 20


didalamnya

Mampu menjelaskan fungsi dari 3 macam pondasi 20

Mampu menganalisis dan menjelaskan pondasi yang tepat pada suatu bangunan 20

Mampu menggambarkan pondasi menerus batu belah dengan tepat 20

Total 100

5. Penilaian Keterampilan

Instrumen dan Rubrik Penilaian Eksperimen di Ruang kelas dengan sesi Tanya jawab dan
games

Tahapan Skor
Setiap siswa yang bertanya dan menjawab sedikitnya 3 kali 20
Siswa yang menjawab dengan benar pada games tebak gambar 30
Siswa yang menggambarkan dengan tepat 50
Total Skor 100

Sumedang, Mei 2017

Mengetahui,

Guru Pamong, Mahasiswa PLP,


Arif Mulyawan, S.ST Vivit Vitrotul Aeni

NIP.19600723 198803 1 NIM. 1406203


004

Mengetahui,

Kepala Kompetensi
Keahlian,

Kusmana, S.Pd

NIP. 19600508 198303 1 01