Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan musik adalah bidang studi yang terkait dengan


pengajaran dan pembelajaran musik. Bidang studi ini mencakup semua
aspek pembelajaran, termasuk psikomotor (pengembangan kemampuan),
kognitif (pemerolehan pengetahuan), dan efektif, termasuk apresiasi
musik dan sensitivitasnya. Keberadaan pelatihan musik mulai dari
pendidikan prasekolah sampai pasca sekunder umum ditemukan di
berbagai negara karena keterlibatan dalam musik dianggap sebagai
komponen dasar budaya dan perilaku manusia. Musik seperti bahasa,
adalah pencapaian yang membedakan manusia dengan makhluk lain.
(Yudkin, J. (2008). Understanding Music part 4).
Musik telah dikenal sebagai kebudayaan manusia jauh berabad-
abad sebelum masehi dan sekarang musik telah menjadi kebutuhan akan
hiburan yang tak bisa dipisahkan dari gaya hidup manusia saat ini. Musik
sebagai salah satu seni yang dianggap merupakan bahasa seni yang
paling universal, karena dapat dinikmati segala bangsa dan menjadi
media potensial untuk membina kebudayaan. Dalam beberapa tahun
terakhir, perkembangan musik di Indonesia mengalami peningkatan yang
pesat. Ratusan band baru muncul dengan membawa karakteristik masing-
masing bersaing untuk berada pada Chart Musik yang ada pada setiap
stasiun Televisi dan Stasiun Radio. Dengan seiringnya daya tampung
musik yang semakin luas, sehingga membuat bermunculannya puluhan
Major Label Musik di Indonesia.
Kota Ambon, salah satu kota yang berada di provinsi Maluku yang
dikenal sebagai kota musik. Hal ini ditandai dengan dibangunnya
monumen “Ambon City of Music” oleh Pemerintah kota Ambon di kawasan
Hative besar, kecamatan Teluk Ambon. Selain itu, Badan Ekonomi Kreatif

1
(BERKRAF) Indonesia akan mencanangkan Ambon menuju kota musik
dunia berdasarkan standar UNESCO pada 28 Oktober 2016. Menurut Ari
Juliano Gema (Deputi Fasilitasi HKI Bekraf Indonesia), ada tujuh syarat
dari UNESCO yang harus dipenuhi Kota Ambon menuju kota musik dunia
di antaranya infrastruktur penunjang berupa penyiapan Sumber Daya
Manusia (SDM), gedung pertunjukan seni, studio rekaman dan sekolah
musik (Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) Triawan
Munaf pada acara “Pencanangan Program Ambon menuju Kota Musik
Dunia” di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu 28 Oktober 2016 ).
Kota Ambon juga dikenal sebagai salah satu gudang musisi
terkenal baik di tanah air maupun di dunia internasional seperti Daniel
Sahuleka, Broery Marantika, Ruth Sahanaya, Regina Idol, Lexs Trio, Ello,
Doddie Latuharhary, Corr Tetelepta, Jhon Lawalatta, Chamber Choral,
Utha Likumahua, Glenn Fredly, Obbie Mesakh, Bob Tutupoli, Harvey
Mailaholo, Grace Simon, Utha Likumahua, Enteng Tanamal, dan lain-lain.
Adapun Festival yang paling menarik dalam permusikan kota Ambon yaitu
digelarnya Ambon Jazz Plus Festival yang diselenggarakan setiap
tahunnya sejak tahun 2008 - sekarang. Festival ini bukan hanya
menggelar musik Jazz tapi juga berbagai tari tradisional Maluku dan
kesenian lainnya (DestinAsian.com, 10 Festival Jazz di Indonesia) .
Seiring dengan perkembangan musik yang kini senantiasa
mempengaruhi kehidupan masyarakat, dirasakan belum lengkap tanpa
adanya suatu wadah yang mampu menampung, membina dan
menyalurkan segala aktifitas yang berkaitan dengan musik, terutama
suatu wadah pendidikan musik di Ambon. Menjamurnya wadah-wadah
pendidikan non formal musik tidak sebanding dengan pendidikan formal
musik. Saat ini keberadaan pendidikan formal musik di Kota Ambon masih
sangat langka, yaitu hanya di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri
Ambon. Dimana institusi tersebut hanya memfokuskan pendidikan
formalnya pada bidang musik gerejawi, bukan pendidikan musik secara
umum.

2
Pada proses perancangan wujud arsitektur bangunan terdapat
sebuah konsep bagaimana bangunan dapat menjadi identitas kawasan/
Landmark sehingga mampu menarik pengunjung baik lokal maupun non
lokal. Maka, muncul desain bangunan dengan tatanan tampilan bangunan
yang mampu mengarahkan pengunjung menuju objek rancangan dengan
desain yang menarik. Dalam mewujudkan konsep tersebut maka
menggunakan pendekatan tema yang berkaitan dengan objek rancangan.
Tema yang diangkat adalah ekspresi bentuk. Tema ini dikaitkan kembali
dengan potensi masyarakat kota Ambon dalam seni musik. Salah satu
alat musik tradisional Ambon adalah Tahuri (alat musik yang ditiup yang
terbuat dari kerang). Keunikan bentuk dari alat musik Tahuri tersebut
merupakan penggambaran dari ekspresi. Ekspresi dihadirkan dari
keterkaitan fungsi, ruang, dan bentuk yang bersifat subyektif. Ekspresi
dapat meliputi apa saja yang merupakan hasil tampilan budaya. Menurut
Smithies, 1984, berpendapat ekspresi adalah apa yang telah dilihat
menurut pengaruh atau pengalaman sebelumnya. Hal tersebut terlihat
pada kesan bentuk ekspresif yang dihasilkan pada fasad bangunan
Dengan adanya kondisi tersebut. guna menciptakan dan
menyelenggarakan peningkatan pendidikan musik yang ideal dan
profesional membutuhkan sebuah sarana pendidikan yang mampu
menjadi wadah pembelajaran untuk menyalurkan bakat - bakat di bidang
musik.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana mendesain suatu bangunan Sekolah Tinggi Ilmu Musik
yang dapat memfasilitasi pembelajaran musik secara akademik di kota
Ambon.
2. Bagaimana wujud bangunan Sekolah Tinggi Musik Ambon yang
memiliki ekpresi bentuk.

3
1.3. Tujuan dan Manfaat
1.3.1. Tujuan Perancangan
1. Mendesain bangunan pendidikan seni musik yang dapat mewadahi
seluruh aktivitas pendidikan musik.
2. Menyediakan sarana-sarana yang diperlukan untuk menunjang
pendidikan seni musik di Ambon yang memilki fungsi bangunan seni
Musik.

1.3.2. Manfaat Perancangan


1. Manfaat bagi masyarakat umum :
a. Tersedianya sarana pendidikan musik di kota Ambon.
b. Menambah wawasan masyarakat Ambon mengenai
perkembangan pendidikan musik.
2. Manfaat bagi komunitas pecinta musik di Ambon :
a. Tersedianya suatu tempat pendidikan musik untuk
mengekspresikan dan mengembangkan bakat dan kemampuan
mereka di dunia seni musik.
b. Dapat menjalin serta mempererat hubungan diantara komunitas
musik melalui aktivitas-aktivitas bermusik yang dilakukan dalam
wadah pendidikan musik tersebut
3. Manfaat bagi Pemerintah Kota Ambon :
a. Dapat mengembangkan sektor pendidikan melalui pendidikan
musik.
b. Dapat membantu pemerintah kota Ambon dalam menyediakan
tempat pelatihan dan pendidikan di bidang musik.

1.4. Batasan Perancangan


1. Pendekatan pada disiplin ilmu Arsitektur, tentang aspek perancangan
bangunan Sekolah Tinggi Ilmu Musik.

4
2. Mengacu pada Pendekatan Ekspresi Bentuk Tahuri (Kulit Kerang
dengan nama latin Syrinx aruanus) sebagai tinjauan terhadap
tampilan Bangunan.

1.5. Metodelogi Pembahasan


Untuk proses menghasilkan suatu rancangan, baik itu secara
kawasan wilayah studi maupun objek rancangan maka langkah-langkah
yang digunakan yaitu :
1. Gagasan
Merupakan tahapan awal penentuan titik tolak rancangan yang
mencakup; latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat,
batasan perancangan dan metode pembahasan.
2. Informasi
Merupakan tahapan pengumpulan data dan informasi. Metode yang
digunakan adalah metode deskriptif yaitu pencarian fakta dengan
interpretasi yang tepat. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan
cara :
a. Studi Observasi, yakni pengumpulan data pada objek pengamatan
dan hasilnya berupa dokumentasi dari pengamatan secara
langsung
b. Studi Literatur, yakni pengumpulan data yang berdasarkan pada
catatan tertulis atau referensial, baik berupa petunjuk teknik,
artikel, buku teks, dan penelusuran internet.
3. Analisa
Tahapan ini merupakan tahapan proses analisa data dan informasi
4. Evaluasi
Merupakan tahapan umpan balik (feed back) berupa pengulangan
proses terhadap informasi terbaru yang didapat.
5. Optimisasi
Merupakan tahapan proses transformasin konsep rancangan kedalam
desain visual objek

5
1.6. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika pembahasan ini akan diuraikan secara
bertahap sebagai berikut:
1. BAB I Pendahuluan :
Berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup
pembahasan, metode pembahasan dan sistematika pembahasan.
2. BAB 2 Tinjauan Teori
Menguraikan tentang penggunaan teori, literatur dan ketentuan
teknis terkait dengan objek rancangan (rumusan masalah, tujuan dan
manfaat perancangan, ruang lingkup pembahasan) serta
penggunaan teori arsitektur
3. BAB III Metode Perancangan
Menguraikan tentang tahapan-tahapan dalam penelitian guna
menghasilkan objek desain yang sesuai dengan target yang ingin
dicapai.
4. BAB IV Tinjauan Objek Perancangan:
Menguraikan tentang tinjauan terkait dengan lokasi perencangan dan
tinjuan khusus objek rancangan
5. BAB V Analisa dan Konsep Perancangan:
Menguraikan tentang tahapan-tahapan dalam menganalisa data
sehingga menghasilkan konsep desain yang sesuai dengan tujuan
Perancangan.
6. BAB VI Penutup
Terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan menguraikan tentang
hasil dari keseluruhan penulisan, sedangkan Saran difokuskan pada
pendalaman, pengkajian serta langkah-langkah strategis terkait
dengan pengembangan objek desain.

6
1.7. Kerangka Pikir

kawasa
Sekolah Tinggi
Latar Belakang
Musik Ambon

 Rumusan Masalah
 Tujuan dan Manfaat

 Batasan Perancangan

Studi Literatur

Data Primer Data Sekunder

Analisa

Konsep Perancangan

Sketsa Ide Desain

Ket:
Hubungan langsung
Hubungan tidak langsung

Gambar 1.1 Kerangka Pikir


Sumber : analisa penulis