Anda di halaman 1dari 101

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum tentang musik


2.1.1 Pengertian Musik secara umum
Istilah musik berasal dari bahasa Yunani yaitu Mousikos, yang diambil
dari salah satu nama dewa Yunani. Mousikos dilambangkan sebagai
suatu dewa keindahan dan menguasai bidang seni dan keilmuan.
Dalam Kata Kamus Besar Bahasa Indonesia, musik dapat
diartikan ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan,
kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara)
yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
Menurut Wikipedia pengertian musik yaitu suara yang disusun
demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan
terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan
irama. Pendapat Jamalus bahwa seni musik adalah suatu hasil karya seni
berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan
pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu
irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi
sebagai suatu kesatuan. Aristoteles mengatakan bahwa musik merupakan
curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa
dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Menurut David Ewen, musik adalah ilmu pengetahuan dan seni
tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental,
yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu
yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional.
Menurut ahli perkamusan (Lexicographer) musik ialah Ilmu dan seni
dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang
melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang
memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional.

8
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa musik
adalah salah satu ilmu atau bidang seni yang berupa suara/ bunyi/ nada
yang terkombinasi dalam urutan yang mempunyai kesatuan irama, melodi,
harmoni yang dapat menggambarkan perasaan penciptanya terutama
dalam aspek emosional.

2.1.2 Fungsi Musik


Musik merupakan salah satu dari kebudayaan, nerarti musik diciptakan
oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan sebuah keindahan.
Dapat diartikan bahwa musik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia.
Merriam dalam bukunya The Anthropology Of Music menyatakan ada 10
fungsi dari musik. Berikut adalah fungsi musik antara lain :
1. Fungsi pengungkapan emosional
Musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk
mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain, pemusik
dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui musik.
2. Fungsi penghayatan estetis
Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya
seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya.
Melalui musik, penikmat musik dapat merasakan nilai-nilai keindahan
baik melalui melodi ataupun dinamikanya.
3. Fungsi hiburan
Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa
sebuah musik pasti mengandung unsur-unsur yang bersifat
menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.
4. Fungsi komunikasi.
Musik memiliki fungsi komunikasi berarti bahwa sebuah musik yang
berlaku di suatu daerah kebudayaan mengandung isyarat-isyarat
tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung
kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi
musik tersebut.

9
5. Fungsi perlambangan
Musik memiliki fungsi dalam melambangkan suatu hal. Hal ini dapat
dilihat dari aspek-aspek musik tersebut, misalmya tempo sebuah
musik. Jika tempo sebuah musik lambat, maka kebanyakan teksnya
menceritakan hal-hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu
melambangkan akan kesedihan.
6. Fungsi reaksi jasmani
Jika sebuah musik dimainkan, musik itu dapat merangsang sel-sel
saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti
irama musik tersebut.
7. Fungsi yang berkaitan dengan norma sosial
Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma-norma atau
peraturan-peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks-teks
nyanyian yang berisi aturan-aturan.
8. Fungsi pengesahan lembaga sosial.
Fungsi musik disini berarti bahwa sebuah musik memiliki peranan yang
sangat penting dalam suatu upacara . Musik merupakan salah satu
unsur yang penting dan menjadi bagian dalam upacara, bukan hanya
sebagai pengiring.
9. Fungsi kesinambungan budaya.
Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang berkaitan dengan norma
sosial. Dalam hal ini musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk
meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan terhadap generasi
selanjutnya.
10. Fungsi pengintegrasian Masyarakat
Musik memiliki fungsi dalam pengintegrasian masyarakat. Suatu musik
jika dimainkan secara bersama-sama maka tanpa disadari musik
tersebut menimbulkan rasa kebersamaan diantara pemain atau
penikmat musik itu.

10
2.2. Tinjauan umum Pendidikan Tinggi dan Perguruan Tinggi
2.2.1 Pengertian Pendidikan Tinggi dan Perguruan tinggi
Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang
pedoman penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan penilaian hasil
belajar dalam ketentuan umum pasal 1 yang dimaksud dengan :
1. Pendidikan Tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang
diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota
masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan /atau profesional
yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan /atau menciptakan
ilmu pengetahuan, teknologi dan /atau kesenian.
2. Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan tinggi yang dapat berbentuk Akademi, Politeknik, Sekolah
Tinggi, Institut, atau Universitas.

2.2.2 Struktur Pendidikan Tinggi


Berdasarkan Pasal 3 keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang
pedoman penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan penilaian hasil
belajar. Struktur Pendidikan Tinggi di Indonesia terdiri atas dua jalur, yaitu
pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Kedua jenis pendidikan
tersebut masing-masing di bagi sebagai berikut:
1. Pendidikan Akademik
a. Program Sarjana
b. Program Pasca Sarjana
1) Program Magister
2) Program Doktor
2. Pendidikan Profesional
a. Program Diploma I
b. Program Diploma II
c. Program Diploma III
d. Program Diploma IV

11
2.2.3 Bentuk Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi menyelenggarakan Pendidikan Tinggi, Penelitian,
serta Pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan Tinggi merupakan
kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik. Penelitian
merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya menemukan
kebenaran dana atau kesenian. Pengabdian kepada masyarakat
merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya
memberikan sumbangan dari kemajuan masyarakat. Adapun bentuk
perguruan tinggi adalah sebagai berikut :
1. Akademik
Menyelenggarakan program Pendidikan Profesional pada satu cabang
atau sebagai cabang ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian
tertentu.
2. Politeknik
Menyelenggarakan program Pendidikan Profesional pada beberapa
bidang pengetahuan khusus.
3. Sekolah Tinggi
Menyelenggarakan program Pendidikan Akademik dan atau
Profesional dalam lingkup disiplin ilmu tertentu.
4. Institut
Menyelenggarakan program Pendidikan Akademik dan atau
profesional dalam sekelompok disiplin ilmu Pengetahuan, Teknologi,
dan atau kesenian sejenis.
5. Universitas
Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan atau profesional
dalam beberapa disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau
kesenian tertentu.

12
2.2.4 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi
Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi
mengatur bahwa penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dilakukan oleh
masyarakat haruslah berbentuk Yayasan atau Badan yang bersifat sosial.
Ketentuan tersebut di maksudkan untuk memberikan status Badan Hukum
pada penyelenggara Pendidikan Tinggi. Hak-hak dimiliki oleh Yayasan
antara lain boleh mendirikan badan usaha, memiliki aset, memiliki
bangunan, memiliki tanah, dan sebagainya dalam batasan-batasan yang
diatur oleh Perundang-undangan. Untuk Perguruan Tinggi Negeri,
Perguruan sendiri sudah merupakan Badan Hukum Milik Negara (BHMN)
yang bersifat Nirlaba, sejajar dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
1. Badan Hukum Milik Negara
Peraturan tentang Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dituangkan
dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 61 Tahun 1999 tentang
penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum. Peraturan
menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi milik negara adalah badan
Hukum Milik Negara yang bersifat Nirlaba. Maksudnya ialah Perguruan
inggi milik negara adalah badan hukum mandiri yang berhak
melakukan semua perbuatan hukum sebagaimana layaknya suatu
badan hukum pada umumnya. Walaupun bersifat nirlaba, tetapi
perguruan tinggi milik negara dapat menyelenggarakan kegiatan lain
dan mendirikan unit usaha yang hasilnya digunakan untuk
menyelenggarakan fungsi utama Perguruan Tinggi.
Perguruan Tinggi terdiri atas unsur-unsur Majelis Wali Amanah, Dewan
Audit, Senat Akademik, Pimpinan, Dosen, tenaga Administrasi,
Pustakawan, teknis, unsur pelaksana Akademik, unsur pelaksana
Administrasi, dan unsur penunjang dengan pelaksana berikut :
a. Majelis Wali Amanah
Adalah organ perguruan tinggi yang berfungsi mewakili
pemerintahan dan masyarakat serta terdiri atas unsur-unsur
Menteri, senat Akademiik, masyarakat dan Rektor.

13
b. Dewan Audit
Adalah organ perguruan tinggi yang secara independen
melaksanakan evaluasi hasil audit internal dan eksternal atas
penyelenggaraan Perguruan Tinggi untuk dan atas nama Majelis
Wali Amanah.
c. Senat Akademik
Adalah badan normatif tertinggi di Perguruan Tinggi di bidang
Akademik, yang terdiri atas atas pimpinan, dekan Fakultas, guru
besar yang dipilih melalui pemilihan, kepala Perpustakaan, dan
unsur lain yang ditetapkan oleh Senat Akademik bersangkutan.
d. Pimpinan
Pimpinan perguruan tinggi terdiri atas rektor yang dibantu oleh
beberapa orang pembantu rektor.
e. Unsur Pelaksana Akademik
Terdiri atas Fakultas, Jurusan, lembaga-lembaga, pusat-pusat, dan
bentuk lain yang dianggap perlu.
f. Unsur Pelaksanaan Administrasi
Terdiri atas biro-biro, bagian-bagian, dan bentuk lain yang dianggap
perlu
g. Unsur Penunjang
Terdiri atas Perpustakaan, Laboratorium, Bengkel, pusat komputer,
kebun percontohan, dan bentuk lain yang dianggap perlu.
2. Badan Hukum Yayasan
Sebelum keluarnya Undang-undang yayasan yang baru, bentuk
yayasan merupakan bentuk badan hukum yang paling popular
digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial karena cukup sederhana
dan belum ada peraturan ketat yang mengaturnya. Pada tahun 2001,
pemerintah mengeluarkan Undang - Undang RI Nomor 61 Tahun 2001
tentang yayasan, yang mulai diberlakukan sejak tanggal 6 Agustus
2002. Adanya undang-undang tersebut menegaskan bahwa yayasan
adalah badan hukum yang harus mempunyai maksud dan tujuan yang

14
bersifat sosial, keagamaan, dan kemanusiaan serta didirikan dengan
memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan.
Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas pembina, pengurus, dan
pengawasan, yang masing-masing secara singkat dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Pembina
Pembina adalah organ yayasan dengan kewenangan yang
diserahkan kepada pengurus atau pengawasan oleh undang-
undang atau Anggaran Dasar. Kewenangan yang dimaksud
meliputi: memutuskan perubahan Anggaran Dasar, mengangkat
dan memberhentikan anggota Pengurus dan Pengawas,
menetapkan kebijakan umum yayasan, mengesahkan program
kerja dan rancangan anggaran tahunan yayasan, serta
menetapkan keputusan mengenai penggabungan atau
pembubaran yayasan.
b. Pengurus
Pengurus adalah organ yayasan yang melakukan kepengurusan
yayasan
c. Pengawas
Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan
pengawasan serta memberi nasihat kepada pengurus dalam
menjalankan kegiatan yayasan.

2.2.5 Struktur Pejabat Perguruan Tinggi


Para pejabat struktural adalah jajaran berbagai bentuk perguruan
tinggi adalah seperti tertera pada Tabel 2.1
Tabel 2.1 Pejabat struktural di Perguruan Tinggi
Universitas Sekolah Tinggi Akademik Politeknik Institut
Jalan Akademik
Rektor Ketua Direktur Direktur Rektor
Pembantu Rektor Pembantu Ketua Pembantu Direktur Pembantu Direktur Pembantu Rektor
Dekan Ketua Jurusan Ketua Jurusan Ketua Jurusan Dekan

15
Universitas Sekolah Tinggi Akademik Politeknik Institut
Jalan Akademik
Sekretaris
Pembantu Dekan Sekretaris Jurusan Sekretaris Jurusan Pembantu Dekan
Jurusan
Direktur Program Direktur Program Direktur Program
Pascasarjana Pascasarjana Pascasarjana
Pimpinan Lembaga Pimpinan Lembaga
Peneliti Peneliti
Pimpinan Lembaga Pimpinan Lembaga
Pengabdian Pengabdian
Masyarakat Masyarakat
Jabatan Administrasi
Kepala Biro Kepala Bagian Kepala Bagian Kepala Bagian Kepala Biro
(Sumber : R. Eko Indrajit, RE 2006, Manajemen Perguruan Tinggi Moderen, Andi
Jakarta)

2.2.6 Pengertian Sekolah Tinggi Musik Ambon


Adapun pengertian dari Sekolah Tinggi Musik Ambon adalah sebagai
berikut :
1. Sekolah Tinggi
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
1989 pasal 16 ayat 2 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 20 ayat 1
tentang Sistem Pendidikan Nasional, Sekolah Tinggi merupakan salah
satu bentuk Perguruan Tinggi selain Akademi, Politeknik, Institut, dan
Universitas. Penjelasan pasal 20 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2003
menyebutkan, "Sekolah Tinggi menyelenggarakan pendidikan
akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu
pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat
menyelenggarakan pendidikan profesi". Sekolah tinggi juga merupakan
perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan
atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi,
dan atau seni jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan
pendidikan profesi.
2. Musik
Musik adalah sebuah seni yang medianya adalah suara. Elemen-
elemen musik yang penting yaitu melodi, harmoni, dan irama.

16
Musik adalah seni menyusun nada dan suara dalam urutan kombinasi
dan hubungan temporal yang menghasilkan komposisi yang memiliki
harmoni, kesatuan, dan kesinambungan.
3. Ambon
Ambon merupakan sebuah kota dan sekaligus Ibu kota dari provinsi
Maluku, Indonesia. Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda
disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah
Timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau
Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah
Barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu,
Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku
Tengah) dan di sebelah Utara (kecamatan Sala Hutu, Maluku Tengah).
Sekolah Tinggi Musik Ambon adalah perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikan akademik atau vokasi dalam disiplin ilmu
musik berskala kota.

2.3. Pedoman Perencanaan Sekolah Tinggi Musik


2.3.1 Kurikulum yang digunakan Sekolah Tinggi Musik
Program yang diterapkan dalam Pendidikan Sekolah Tinggi Musik
adalah Music Performance. Music Performance merupakan program
kegiatan yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Musik adalah program studi 4
tahun yang dirancang untuk membimbing, melatih, dan menyiapkan
mahasiswa untuk menempuh karir di industri musik profesional.
Mahasiswa program ini tidak hanya diajarkan kemampuan memainkan
instrument saja, namun juga akan dilengkapi dengan kemampuan
menciptakan komposisi musik, menulis lagu, dan aransemen.
Materi perkuliahan tidak hanya diberikan di dalam kelas saja,
mahasiswa juga akan dilatih untuk meng-aplikasikan materi yang sudah
mereka dapat di kelas ke dalam dunia musik yang sebenarnya melalui
berbagai mata kuliah dan kegiatan performance, mis. ensemble,
junior/senior recital, STM events, concert, recording session, dll.

17
Mahasiswa Music Performance Sekolah Tinggi Musik akan
dibimbing oleh musisi-musisi terbaik di bidangnya, baik soal
pengetahuan bermusik, bersosialisasi dengan musisi lain, dan
kemampuan lain yang akan menunjang mahasiswa untuk siap terjun
di industri musik. Pada dua tahun pertama, mahasiswa music
performance STM akan mempelajari teknik, skill, dan metode yang cukup
untuk dapat memainkan instrument dengan mahir/baik.
Dua tahun selanjutnya, mahasiswa Music Performance Sekolah
Tinggi Musik Ambon akan mempelajari teknik penciptaan lagu,
komposisi, aransemen, orkestrasi, dan pengetahuan bermusik lainnya
yang akan melengkapi kemampuan bermusik mereka. Adapun kurikulum
yang harus ditempuh mahasiswa untuk program Music Performance,
adalah :

Tabel 2.2 Kurikulum Music Performance


Tingkat Keterampilan
No Mata Kuliah 1 2 3 4 5 6 7 8 Diperlukan
Kuliah Keterampilan 62
1 Kejuruan 3 3 3 3 3 3 3 3
Keterampilan Penglihatan &
2 2 2 2 2
Pembacaan
3 Kelas studio 2 2 2 2 2 2 2 2
4 Seminar keterampilan dasar 2
5 Seminar Keterampilan Kesusastraan 2 2 2
6 Peraturan Seminar 2
7 Seminar Keaslian Komposisi 2
8 Improvisasi 2
Komposisi & Pengaturan 6
1 Pengaturan 1 2
2 Pengaturan 2 2
3 Penulisan lagu 2
Pertunjukan 10
1 Pertunjukan dasar 4
2 Pertunjukan Lanjutan 6
Kuliah Inti 40
1 Pra Harmony 2
2 Harmony 1-4 2 2 2 2
3 Latihan pendengaran & Solfeggio 2 2 2 2
4 Bentuk & Analisa Musik 2

18
Tingkat Keterampilan
No Mata Kuliah 1 2 3 4 5 6 7 8 Diperlukan
5 Sejarah Musik 1-2 2 2
6 Instrumen Pelengkap 1-2 2 2
7 Ekspresi & Interpretasi 2
8 Program Dasar "MIDI" 2
9 Pelaksanaan 2
10 Pengenalan Pendidikan Musik 2
11 Industri Musik 2
12 Musik Tradisional Maluku 2
Kuliah Ansambel 4
1 Instrumen Ansambel 2
2 Band Ansambel 2
Mata Kuliah Pilihan 10
Mata Kuliah Pilihan (16 KREDIT) 2 2 2 2
Mata Kuliah Umum 14
1 Kewarganegaraan 2
2 Bahasa Indonesia 2
3 Pendidikan Agama 2
4 English for Musician 1-2 2 2
5 Pengembangan karakter untuk musisi 2
6 Pelatihan kepemimpinan untuk musisi 2
Total kredit semester 19 21 21 21 19 15 15 13
Total Kredit yang diperlukan 146
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))
Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga
kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa sesuai
departemen masing-masing di Sekolah Tinggi Musik Ambon, yaitu :
1. Gitar
Sebuah Revolusi dalam pendidikan musik kontemporer bagi para
gitaris dengan keunikan sistem yang memadukan teknik bermain,
kreatifitas, dan profesionalisme untuk menjadi seorang musisi. Di
Sekolah Tinggi Musik Ambon mahasiswa bukan hanya belajar dari
gitaris-gitaris terbaik, tetapi juga akan bersosialisasi dengan musisi
lain, mencari identitas bermusik, dan dilatih untuk siap terjun ke dalam
industri musik.

19
Gambar 2.1 Pelatihan Gitar
(Sumber : https://sekolahmusik219.wordpress.com)
Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga
kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa gitar
Sekolah Tinggi Musik Ambon, yaitu :
Tabel 2.3 Kurikulum Pilihan Gitar
Tingkat Keterampilan Musik Pilihan
No Mata Kuliah Kredit
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Funk
Latin
Rock
Blues & Early Rock
Keterampilan Instrumen Ansambel 2
Drum & Perkusi ansambel
Gitar ansambel
Acapella/ Vocal Grup
Keyboard Ansambel
Bass Ansambel
Keterampilan Pilihan
Keterampilan Pilihan 2
Gitar Teknik Permainan
Fingerstyle
Chord Melody 1-2
Pengenalan Alat Musik
Minor Piano
3-5
Minor Vocal
1-3
Choir 1-2
Pilihan Terbuka 2
Software Notasi Dasar
Manejemen Musik 1-2
Pendidikan Musik 1-2

20
Tingkat Keterampilan Musik Pilihan
No Mata Kuliah Kredit
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Nada Pengiring
Improvisasi 1-2
Musik & masyarakat
Orkestra 1-2
Filosofi Seni
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))
2. Bass
Sebuah program yang dirancang spesifik bagi para pemain bass,
dengan memadukan pengetahuan dan pengalaman bermusik untuk
membantu mahasiswa menemukan style bermusiknya Didukung tim
instruktur yang terdiri dari para pemain bass terbaik, mahasiswa
akan mempelajari teknik dan menimba pengalaman bermusik
mereka agar siap bermain dalam berbagai style. Dari Rock sampai
Jazz, dari Slap sampai Tap.
Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga
kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa bass STM,
yaitu :
Tabel 2.4 Kurikulum pilihan Bass
TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Funk
Latin
Rock
Blues & Early Rock
Keterampilan Instrumen Ansambel 2
Drum & Perkusi ansambel
Gitar ansambel
Acapella/ Vocal Grup
Keyboard Ansambel
Bass Ansambel
Keterampilan Pilihan
Keterampilan Pilihan 2
Bass Teknik Permainan

21
TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Teknik Slapping
Walking bass technique
Contra Bass
Pengenalan Alat Musik
Minor Piano
3-5
Minor Vocal
1-3
Choir 1-2
Pilihan Terbuka 2
Software Notasi Dasar
Manejemen Musik 1-2
Pendidikan Musik 1-2
Nada Pengiring
Improvisasi 1-2
Musik & masyarakat
Orkestra 1-2
Filosofi Seni
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))
3. Drums
Sebuah program pendidikan yang terus berevolusi bagi para drummer.
Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga akan terlibat
dan terjun langsung ke dalam dunia musik. Dimana para mahasiswa
akan belajar "groove" atau "fill" baru di pagi hari dan memainkannya di
panggung pada sore harinya dibawah bimbingan langsung dari
drummer-drummer terbaik. Selain mempelajari traditional drumming
kit, mahasiswa drum Sekolah Tinggi Musik juga akan belajar
electronic drumming, digital recording, loop composition, dll.

Gambar 2.2 Pelatihan drum


(Sumber : http://www.klinikdrum.com/artikel/imi.html)

22
Selain mata kuliah wajib di Music Perfomance, terdapat juga
kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa drum
Sekolah Tinggi Musik, yaitu :
Tabel 2.5 Kurikulum pilihan drum
TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Funk
Latin
Rock
Blues & Early Rock
Keterampilan Instrumen Ansambel 2
Drum & Perkusi ansambel
Gitar ansambel
Acapella/ Vocal Grup
Keyboard Ansambel
Bass Ansambel
Keterampilan Pilihan
Keterampilan Pilihan 2
Drum Contemporary Drumming
Double Bass Control
Perkusi
Software Notasi Drum
Pengenalan Alat Musik
Minor Piano
3-5
Minor Vocal
1-3
Choir 1-2
Pilihan Terbuka 2
Software Notasi Dasar
Manejemen Musik 1-2
Pendidikan Musik 1-2
Nada Pengiring
Improvisasi 1-2
Musik & masyarakat
Orkestra 1-2
Filosofi Seni
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))

23
4. Keyboard
Sebuah filosofi baru dalam pendidikan musik bagi para
keyboardist. Mengkombinasikan teknik bermain keyboard,
pengalaman bermusik dan inovasi terbaru dalam teknologi untuk
mempersiapkan mahasiswa berkarir dipanggung musik maupun
studio rekaman.

Gambar 2.3 Pelatihan Keyboard


(Sumber : http://id.yamaha.com/id/music_education/academia/teachers_training/)
Pelajari bermacam style, dari Funk, Latin, Jazz, Afro-Cuban, serta
teknologi keyboard dibawah pengarahan keyboardist-keyboardist
terbaik yang akan membantu mewujudkan impian menjadi musisi
terbaik.
Selain mata kuliah wajib di Music Performance, terdapat juga
kurikulum pilihan yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa keyboard
Sekolah Tinggi Musik Ambon, yaitu :

Tabel 2.6 Kurikulum pilihan keyboard


TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Funk
Latin
Rock
Blues & Early Rock
Keterampilan Instrumen Ansambel 2
Drum & Perkusi ansambel
Gitar ansambel
Acapella/ Vocal Grup
Keyboard Ansambel

24
TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Bass Ansambel
Keterampilan Pilihan
Keterampilan Pilihan 2
Keyboard Teknik Permainan
Keyboard synthesizer
Hammond
Pengenalan Alat Musik
Minor Piano
3-5
Minor Vocal 1-
3
Choir 1-2
Pilihan Terbuka 2
Software Notasi Dasar
Manejemen Musik 1-2
Pendidikan Musik 1-2
Nada Pengiring
Improvisasi 1-2
Musik & masyarakat
Orkestra 1-2
Filosofi Seni
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))
5. Voice
Sebuah kurikulum yang dirancang lengkap untuk mengembangkan
teknik, style, juga kepercayaan diri sebagai seorang vokalis.
Kombinasi teknik dan pengembangan kreatifitas dilengkapi dengan
pengalaman nyata di atas panggung.

Gambar 2.4 Pelatihan vocal


(Sumber : http://stakn-manado.ac.id/musikgereja/home-concert-jurusan-pendidikan-
musik-gereja-2016/)

25
Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar bernyanyi dengan
baik dan benar, tapi juga akan belajar berkomunikasi dengan baik
di atas panggung sebagai profesional.

Tabel 2.7 Kurikulum pilihan vocal


TINGKAT KETERAMPILAN MUSIK PILIHAN
NO MATA KULIAH KREDIT
Jenis keterampilan untuk seluruh instrumen 2
Jazz
Funk
Latin
Rock
Blues & Early Rock
Keterampilan Instrumen Ansambel 2
Drum & Perkusi ansambel
Gitar ansambel
Acapella/ Vocal Grup
Keyboard Ansambel
Bass Ansambel
Keterampilan Pilihan
Keterampilan Pilihan 2
Voice Teknik Menyanyi
Minor Piano 3-5
Minor Vocal 1-3
Choir 1-2
Pilihan Terbuka 2
Software Notasi Dasar
Manejemen Musik 1-2
Pendidikan Musik 1-2
Nada Pengiring
Improvisasi 1-2
Musik & masyarakat
Orkestra 1-2
Filosofi Seni
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))

2.3.2 Pengguna Sekolah Tinggi Musik

Pengguna Sekolah Tinggi Musik ini adalah mahasiswa,


pengajar/dosen, dan staff administrasi, serta pengunjung dan tamu
pada saat diadakannya pertunjukan musik atau acara lain yang
diadakan.

26
1. Mahasiswa
Mahasiswa merupakan orang yang melanjutkan jenjang pendidikan ke
tingkat yang lebih tinggi setelah menyelesaikan pendidikan SMA.
Syarat orang yang dapat kuliah di Sekolah Tinggi Musik ini dengan
memiliki ijazah SMA, dengan ujian saringan atau memiliki latar
belakang keahlian dan pengalaman musik atau memiliki surat
rekomendasi dari instansi atau pihak tertentu yang dapat dipercaya.
2. Dosen
Dosen adalah pendidikan profesional dan ilmuwan dengan tugas
utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan,
penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Secara garis besar,
dosen yang mengajar di Sekolah Tinggi ini terbagi atas beberapa
bagian pengajaran, yakni :
a. Dosen music performance
b. Dosen Teori music
3. Pengunjung
Sekolah Tinggi Musik ini terbuka untuk umum. Masyarakat umum
boleh datang mengunjungi dan melakukan berbagai aktivitas dan
keperluan tertentu di Sekolah Tinggi Musik. Namun area yang
dapat diakses terbatas, yaitu area pertunjukan (auditorium), ruang-
ruang seminar dan area administrasi untuk keperluan tertentu.
4. Pengelola Gedung
Pengelola gedung di sini merupakan pihak ataupun orang-orang
yang berkepentingan atas berjalannya kegiatan perkuliahan dan
pembelajaran di dalam Sekolah Tinggi Musik Indonesia ini. Yang
termasuk di dalam kategori pengelola gedung adalah.
a. Ketua Sekolah Tinggi
Yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengepalai
lembaga pendidikan ini. Kepala di dalam Sekolah Tinggi Musik

27
Indonesia adalah seorang Ketua yang mengepalai setiap
direktur lainnya yang mengurusi bagian masing-masing.
b. Pembantu Ketua
c. Kepala Bagian
d. Kepala Sub bagian
e. Kepala Unit
f. Pegawai-pegawai, berupa pegawai Tata Usaha/ADM,
keuangan, perpustakaan, kebersihan, dan Mekanikal/Teknisi,
pegawai keamanan, pegawai arsip dan logistik lainnya.

Gambar 2.5 Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Musik


(Sumber : Sekolah Music Braga , Authorized dealer Yamaha Music
Indonesia.pdf.Google.com)

2.3.3 Aktivitas yang dilakukan di Sekolah Tinggi Musik


Berbagai jenis kegiatan yang merupakan kegiatan dari pemakai
gedung antara lain sebagai berikut:
1. Kegiatan Latihan
Kegiatan latihan/belajar mengajar merupakan kegiatan penyaluran
ilmu dan proses pembelajaran dari seorang mahasiswa kepada
dosen. Berbagai pelajaran yang terdapat di Sekolah Tinggi Musik ini
antara lain:

28
a. Seni Suara/Vokal.
b. Teori Musik, berupa pembelajaran teori-teori musik, penulisan
tangga nada major 1-8, sejarah musik, sampai tahap komposer.
c. Alat Musik, yang terdiri dari berbagai jenis pembelajaran alat musik
berupa gitar, drum, bass, dan keyboard
2. Kegiatan Latihan Gabungan
Merupakan kegiatan latihan musik yang lebih dari satu orang,
seperti latihan kelompok paduan suara, atau gabungan beberapa alat
musik (ansemble).
3. Kegiatan Hiburan/Pertunjukan
Kegiatan hiburan/pertunjukan berupa pertunjukan musik yang
berperan sebagai ajang pertunjukan kebolehan setiap pemusik
sekaligus sebagai daya tarik bagi pengunjung luar terhadap
Sekolah Tinggi Musik.
4. Perpustakaan
Menyediakan berbagai jenis buku musik, CD/DVD coaching dan
practice dari berbagai musisi di dunia, dan berbagai fasilitas audio
visual yang mendukung proses pembelajaran musik serta
peningkatan wawasan dan ilmu musik bagi masyarakat luas.
5. Pengelolaan
Berupa kegiatan mengatur segala kegiatan yang terjadi di dalam
Sekolah Tinggi Musik berupa kegiatan administrasi, kegiatan
pembersihan, kegiatan teknisi dan perawatan, dan perbaikan.
Berikut adalah tabel uraian kegiatan dalam Sekolah Tinggi Musik :
Tabel 2.8 Uraian Kegiatan
No Kelompok Kegiatan Uraian Kegiatan
1 Pendidikan
d. Teori Pembelajaran Teori Musik
e. Praktek f. Pembelajaran Praktek musik
individu
g. Pembelajaran Praktek musik

29
No Kelompok Kegiatan Uraian Kegiatan
Ansambel
h. Laboratorium i. Menciptakan komposisi
musik dengan komputer
j. Meransang kepekaan
kemampuan pendengaran
2 Pertunjukan k. Pertunjukan musik untuk
kalangan mahasiswa
l. Pertunjukan musik untuk
event umum (luar kampus)
3 Perpustakaan dan media m. Membaca buku
centre n. Mendengar musik
o. Browsing International
Network
p. Menonton video-video musik
(coaching)
4 Promosi dan penjualan q. Penjualan berbagai
perlengkapan alat musik.
r. Penerimaan dan pelayanan
masyarakat maupun
mahasiswa.
s. Mengadakan pameran
tertentu
5 Pengelolaan t. Administrasi, keuangan, dan
lainnya
u. Kemahasiswaan dan
kependidikan
v. Teknis mekanikal dan
pemeliharaan
(Sumber : Olah data Primer Sekolah Tinggi Musik Indonesia Yamaha Music Indonesia
(YMI))

30
2.3.4 Fasilitas yang disediakan Sekolah Tinggi Musik

Dalam mewadahi dan memfasilitasi kebutuhan pengguna bangunan,


maka ruangan yang dibutuhkan dalam Sekolah Tinggi Musik adalah :
1. Ruang kelas
Merupakan fasilitas utama yang dibuat untuk mahasiswa yang
belajar. Ruang kelas harus terasa nyaman dari segi thermal dan
akustik sehingga siswa dan pengajar sehingga proses belajar
mengajar berjalan dengan baik.
2. Ruang Latihan
Mahasiswa pasti sangat perlu tempat latihan, fasilitas ini di
khususkan untuk mahasiswa yang ingin berlatih dengan privasi.
Jadi, setiap mahasiswa yang ingin berlatih hanya perlu menunjukkan
ID card STM yang valid untuk dapat menggunakan ruang latihan.
3. Studio rekaman
Fasilitas ini disediakan untuk mata kuliah yang membutuhkan
rekaman, dan juga bisa dipergunakan untuk mahasiswa dalam
memproduksi project mereka. Studio ini memiliki tracking room,
control room,dan vocal booth dengan kualitas akustik yang baik.
4. Fasilitas pengelola
Fasilitas ini digunakan oleh pihak pengelola gedung. Fasilitas ini
disediakan dengan tujuan agar semua kegiatan yang bersangkutan
dengan pekerjaan ataupun administrasi dapat terlaksana dengan baik
dan terkoordinasi.
5. Fasilitas service
Fasilitas ini hanya ditujukan kepada pihak -pihak yang
bersangkutan pekerjaannya dengan maintenance, pelayanan,
maupun penunjang semua kegiatan yang berlangsung.
6. Fasilitas perpustakaan
Untuk siswa-siswa yang senang membaca dan ingin mengetahui
apapun mengenai musik, baik biografi musisi, instrument-instrument

31
musik, perkembangan musik, dan buku-buku pelajaran lain yang
berhubungan dengan musik.

2.4. Tinjauan Terhadap Tema


2.4.1 Latar Belakang Tema
Latar belakang timbulnya tema adalah peranan bahasa pada arsitektur
sebagai media untuk menerjemahkan ide atau inspirasi perancangan
dalam merancang suatu karya arsitektur.
Pada dasarnya tiap bangunan mempunyai ekspresi bentuk yang
diciptakan baik secara sadar maupun tidak. Penampilan suatu bentuk
merupakan hasil suatu proses sintesa, dimana dalam proses tersebut
banyak faktor yang mempengaruhi. Manusia merupakan faktor penting
karena tujuan utama arsitektur adalah menciptakan ruang bagi aktivitas
manusia.

2.4.2 Pengertian Ekspresi Bentuk


Menurut tema yang dipilih, maka Ekspresi Bentuk dapat didefinisikan
secara umum, sebagai berikut :
1. Ekspresi :
a. Pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperhatikan
atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan dsb)
b. Pernyataan mental dari bentuk arsitektur yang unsurnya
menggunakan referensi dasar dari pengalaman pengamat atas
bentuk-bentuk Arsitektur yang pernah dialaminya. (Poejo
Boedoyo, et al, Arsitektur, manusia dan pengamatnya, Djambatan,
Jakarta, 1986, Hal 43).
2. Bentuk :
a. Wujud, rupa, Cara bangunan.
b. Rupa, wujud yang ditampilkan.
c. Suatu media atau alat komunikasi untuk menyampaikan arti yang
dikandung oleh bentuk itu sendiri atau untuk menyampaikan

32
pesan tertentu dari arsitek kepada masyarakat sebagai penerima.
(Hendraningsih, et al, peran, kesan, dan peran Arsitektur,
Djambatan, Jakarta, 1982, Hal 8)
Maka pendekatan dalam pengertian dari tema “Ekspresi Bentuk”
adalah suatu penerapan, pengolahan, dan penampilan bangunan
terhadap kejadian dalam diri, lingkungan, pengetahuan, pemahaman
terhadap sesuatu hal, baik yang praktis, abstrak, dan ideal.
1. Teori Pendukung Terhadap Tema
Expression Theory and Information Theory, menurut Alvar Alto :
Teori Ekspresi menjelaskan bahwa :
a. Suatu bentuk mengandung arti/ makna tertentu yang disampaikan
secara langsung oleh dirinya.
b. Informasi dan Ekspresi tidak berdiri sendiri tetapi saling
menunjang.
c. Ekspresi yang dihasilkan di terima melalui persepsi.
2. Bentuk dalam Arsitektur
Bentuk dalam arsitektur adalah suatu unsur yang tertuju langsung
pada mata dan bendanya serta merupakan suatu unsur yang tertuju
pada jiwa dan akal budi manusia. Bentuk dapat terwujud dengan
adanya titik temu antara masa dan ruang. Ini memberi gambaran
bahwa bentuk dari suatu karya Arsitektur dapat menyampaikan arti
pada pihak yang terlibat visual yaitu masyarakat. Bentuk juga
merupakan ungkapan dari berbagai kekuatan yang mewakili Arsitektur
sebagai perwujudan dari suatu karya. (Amirudin Saleh M.E, Pengantar
kepada Arsitektur).
Bentuk-bentuk arsitektural, tekstur, material pemisahan antara cahaya
dan bayangan, warna merupakan perpaduan dalam menentukan mutu
antara jiwa dalam penggambaran ruang. Mutu Arsitektur akan
ditentukan oleh keahlian seorang perancang dalam menggunakan dan
menyatukan unsur tadi, baik dalam pembentukan ruang dalam

33
(interior) maupun ruang-ruang luar (eksterior) di sekeliling ruang-ruang
bangunan.
Bentuk merupakan perwujudan nyata dari suatu pemikiran arsitek
yang dirumuskan berdasarkan informasi dan pemberi tugas dan daya
kreatifitas si Arsitek. Bentuk juga dapat diuraikan kedalam elemen-
elemen bentuk yang disatukan dengan berbagai cara, sehingga
menghasilkan wujud bentuk yang indah atau tidak serta memiliki
ekspresi atau tidak.

2.4.3 Dasar-dasar Ekspresi Bentuk


Ada 3 unsur penting yang dapat mewujudkan bentuk, antara lain:
1. Fungsi, batasan fungsi secara umum dalam Arsitektur adalah
pemenuhan terhadap aktivitas manusia, tercakup di dalamnya kondisi
alami. Sedangkan bangunan yang fungsional adalah bangunan yang
pemakaiannya memenuhi kebutuhan secara tepat dan tidak
mempunyai unsur-unsur yang tidak berguna.
2. Simbol, dalam dunia Arsitektur, pengenala simbol tersebut merupakan
suatu proses yang terjadi pada individu dan masyarakat , melalui
indera penglihatan sehingga manusia mendapat ransangan yang
kemudian menjadi pra-persepsi dan setelah itu berfungsi tetapi di
tekankan pada artinya yang ditangkap pada saat bangunan tersebut
dilihat/ dialami.

Gambar 2.6 Masjid Raya Sumatera Barat


(sumber : www.visualheritageblog.com)

34
3. Teknologi Struktur dan Bahan, Teknologi struktur dan bahan
merupakan faktor yang penting dalam Arsitektur. Dalam kaitannya
dengan bentuk perlu penguasaan yang baik akan karakter dasar
dari struktur dan bahan material yang dipakai. Hal ini disebabkan
masing-masing bahan mempunyai karakter tersendiri. Selain itu
perlu di kaitkan antara sistem struktur dan pendekatan ekspresi
yang dilakukan.

Gambar 2.7 Gakuen spiral tower di Kota Nagoya, Japan


(sumber: wordpress.com)

2.4.4 Macam-macam Ekspresi Bentuk


Semua bentuk dapat dipahami sebagai hasil dari perubahan benda
pejal utama, melalui variasi-variasi yang timbul akibat manipulasi
dimensinya, akibat penambahan maupun pengurangan elemen-
elemennya. Ada beberapa macam perubahan bentuk.
1. Perubahan Dimensi, suatu bentuk dapat diubah dengan mengganti
salah satu atau beberapa dimensi-dimensinya dan tetap
mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagian dari bentuk.
a. Perubahan dengan Pengurangan, suatu bentuk dapat diubah
dengan mengurangi sebagian dari volumenya. Tergantung dari
banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan
identitas asalnya atau dapat diubah menjadi suatu bentuk yang
lain sama sekali.

35
Gambar 2.8 Ilustrasi pengurangan bentuk
(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

b. Perubahan dengan penambahan, suatu bentuk dapat diubah


dengan menambah unsur-unsur tertentu kepada volume
bendanya. Sifat proses penambahan serta jumlah dan ukuran
relatif unsur yang di tambahkan akan menetukan apakah identitas
bentuk asal dapat dipertahankan atau berubah.

Gambar 2.9 Ilustrasi penambahan bentuk


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

2. Perpaduan dalam bentuk, bentuk dapat dipadukan secara bervariasi


dengan bentuk-bentuk yang lain untuk menciptakan suatu keragaman
bentuk. Perpaduan bentuk dapat diolah menjadi :
1. bentuk beraturan adalah bentuk-bentuk yang berhubungan satu
sama lain dan tersusun secara rapi dan konsisten. Pada
umumnya bentuk tersebut stabil dan simetris terhadap satu sumbu
atau lebih. Bola, silinder, kerucut dan piramida merupakan contoh
utama bentuk beraturan. Bentuk dapat mempertahankan
keteraturannya meskipun dimensi-dimensinya diubah atau unsur-
unsurnya ditambah atau dikurangi. Berdasarkan pengalaman

36
dalam membangun bentuk-bentuk serupa kita dapat membangun
dalam bentuk-bentuk teratur yang baru berdasarkan bentuk dasar
meskipun dengan menghilangkan atau menambahkan beberapa
bagiannya.

Gambar 2.10 Ilustrasi bentuk beraturan


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

2. Bentuk-bentuk tak beraturan adalah bentuk yang bagian-


bagiannya tidak serupa dan hubungan antar bagiannya tidak
konsisten. Pada umumnya bentuk ini tidak simetris dan lebih
dinamis. Bentuk tak beraturan bisa berasal dari bentuk beraturan
yang dikurangi suatu bentuk tak beraturan ataupun hasil kompoii
tak beraturan dari bentuk-bentuk beraturan.

Gambar 2.11 Ilustrasi bentuk tak beraturan


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

37
2.4.5 Tinjauan Alat Musik Tahuri
1. Pengertian Tahuri
Tahuri adalah terompet yang dikenal oleh masyarakat Maluku yang
tinggal di pesisir pantai memiliki peralatan musik yang unik;
sebuah kerang yang jika ditiup bunyinya akan terdengar nyaring.
Semakin kecil ukuran kerangnya, semakin nyaring bunyinya dan
semakin besar kerangnya bunyinya pun semakin rendah.

Gambar 2.12 Tahuri


(Sumber : www.tribunmaluku)
2. Sejarah Alat Musik Tahuri
Dalam mendorong kualitas musik tradisional di daerah Maluku,
banyak keragaman yang dikembangkan lewat berbagai alat musik
tradisional. Salah satu alat musik yang dikembangkan berasal dari
dasar laut, yakni kulit bia. Kulit bia merupakan salah satu hasil laut
yang cukup terkenal di daerah Maluku. Seiring berjalannya waktu,
pengembangan kulit Bia ini pun berubah bukan hanya sebagai
kerajinan tangan, melainkan dipakai sebagai alat musik tiup.
Seperti yang telah diketahui bahwa Bia atau Siput di dunia ini
tersebar dengan beraneka ragam. Baik dalam ukuran besar,
sedang maupun dalam ukuran kecil.
Ide awal pembuatan Tahuri sebagai alat musik tradisional ini mulai
dimunculkan lewat gagasan seorang wakil Gubernur Daerah
Tingkat I Provinsi Maluku, Letkol G. Latumahina . Profesi yang
dimilikinya bukan hanya seorang militer, beliau juga seorang

38
Pamong Praja yang baik yang memiliki talenta sebagai seorang
budayawan di daerah ini.
Menurut Dominggus Paulus Horhorouw yang lahir pada 18
Desember 1913 di desa Hutumuri Ambon, pimpinan Orkes Suling
desa, pada sekitar tahun 1962 beliau dipanggil menghadap wakil
Gubernur Maluku di kediamannya di kota Ambon.
Saat bertemu dengan Dominggus Paulus Horhorouw, beliau
menceritakan tentang tahuri. Menurut G. Latumahina, tahuri
merupakan suatu alat yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi
dan mampu mengangkat nama negeri, khususnya Maluku.
Dominggus yang mendengarkan hal itu, menceritakan pula
keinginannya yang selama ini yaitu dia agar tahuri tidak hanya
dikenal hanya biota laut, melainkan dengan fungsi baru yaitu
sebagai alat musik.
Ternyata benar mereka memiliki keinginan yang sama untuk
membentuk jati diri Maluku, dengan alat musik yang endemik ini.
Beberapa waktu berlalu rencana untuk menambah nilai seni pada
kulit bia/ kerang ini belum terealisasikan, tapi Dominggus terus
mencari tahu bagaimana cara membuat kulit bia ini hingga menjadi
alat musik yang dapat melantunkan harmonisasi nada yang merdu.
Ketika G. Latumahina dilantik menjadi wakil gubernur pada saat itu,
ia pun memberi material dan doa, memang semuanya sudah
berjalan lancar. Tapi sumber daya dari kulit kerang sangatlah
minim. Beliau meminta beberapa orang yang mampu melubangi
kulit Bia dengan pergi ke Saumlaki, Dobo, Kepulauan
Aru dan Banda untuk mecari, dan ternyata hasil pengumpulan kulit
Bia/ kerang ini sangat-sangat memuaskan. Kulit kerang yang
dikumpulkan jauh melaumpaui harapan. Dengan adanya kulit
kerang yang memiliki nama latin Syrinx Aruanus, ini menumbuhkan
kreatifitas anak-anak Maluku di bidang seni musik dalam hal
membuat sebuah alat musik. Kreatifitas bukan hanya didorong dari

39
bahan yang diterima, namun sangat bergantung pada keinginan
serta harapan yang timbul dalam membentuk alat musik yang
begitu sederhana tersebut.
3. Pembuatan Alat Musik Tahuri
Bila dilihat keistimewaan yang paling dominan dari tahuri adalah
bahan dasar pembuatannya yang alami. Kulit kerang yang dipakai
dalam pembuatan tahuri berasal dari Saumlaki, Dobo, Kepulauan
Aru dan Banda. Untuk membuat tahuri, kerang dicuci hingga bersih.
Setelah itu, kerang dilubangi dengan bor.
Untuk mendapatkan nada tertentu, tergantung dari ukuran lubang
yang dibuat dan ukuran kerang yang digunakan. Kerang kecil akan
menghasilkan nada tinggi atau nyaring. Sementara kerang besar
akan menghasilkan nada rendah.
4. Pemakaian dan Fungsi Alat Musik Tahuri
Tahuri berfungsi sebagai alat komunikasi
antara raja dan masyarakat, antara Raja dengan staf-staf negeri.
Dengan adanya tahuri maka komunikasi di antara masyarakat desa
akan terjalin dengan baik. Salah satu contohnya dapat dilihat dalam
pemberitahuan / pengumuman yang diberikan oleh pesuruh desa.
Pesuruh desa merupakan salah satu staf negeri yang berperan
sebagai pesuruh dalam memberitahukan hal-hal penting berupa
pemberitahuan, terlebih dahulu meniup tahuri. Seperti yang telah
dikatakan, tahuri memiliki fungsi sebagai alat yang bisa
memberitahukan suatu keadaan seperti perang, titah Raja dan
sebagainya. Pada zaman dahulu hampir seluruh tata cara adat
memakai tahuri sebagai pembukaan atau penutup. Hal ini masih
dikembangkan sampai sekarang, di mana masih terlihat beberapa
tata cara adat yang masih menggunakan tahuri sebagai
pembukaan atau penutupan suatu tata cara adat. Fungsi Tahuri
sebagai :

40
a. Beberapa tata cara adat masih menggunakan Tahuri sebagai
pemandu berlangsungnya acara adat istiadat.
b. Salah satu benda arkeologi.
c. Salah satu alat musik tradisional masyarakat Maluku
d. Sebagai cendramata atau souvenir baik untuk lokal maupun non
lokal.

Gambar 2.13 Penerapan Tahuri sebagai alat musik


(Sumber : www.tribunmaluku)

2.5. Tinjauan Teori Arsitektur


Tinjauan teori arsitektur ini bertujuan sebagai sandaran-sandaran
teori yang dipakai pada Perancangan Sekolah Tinggi Musik di Kota
Ambon.

2.5.1 Organisasi Ruang


Dalam suatu program bangunan, umumnya terdapat syarat-syarat
untuk berbagai macam ruang diantaranya terdapat sebagai berikut:
1. Memiliki fungsi khusus atau menghendaki bentuk khusus.
2. Penggunaannya fleksibel dan dengan bebas dapat dimanipulasikan.
3. Berfungsi tunggal dan unik atau penting pada organisasi bangunan.

41
4. Memiliki fungsi-fungsi yang serupa dan dapat dikelompokan menjadi
cluster fungsional atau di ulang dalam suatu urutan linier.
5. Menghendaki adanya bukaan ke ruang luar untuk mendapatkan
cahaya, pemandangan atau pencapaian ke luar bangunan.
6. Harus dipisah-pisah untuk mmendapatkan fungsi pribadi.
7. Harus mudah dicapai.
Cara penyusunan ruang-ruang ini dapat menyesuaikan tingkat
kepentingan dan fungsi ruang tersebut secara relatif atau peran
simbolisnya didalam suatu organisasi bangunan. Keputusan mengenai
macam organisasi yang harus digunakan dalam situasi khusus akan
tergantung pada:
1. Permintaan atas program bangunan, seperti pada hubungan
fungsional, persyaratan ukuran klasifikasi hirarki ruang dan syarat
pencapaian, pencahayaan atau pemandangan.
2. Kondisi ruang luar dari tapak yang mungkin akan membatasi bentuk
pertumbuhan organisasi atau yang mungkin merangsang organisasi
tersebut untuk mendapatkan gambaran-gambaran tertentu tentang
tapaknya sehingga terpisah dari bentuk lainnya. Menurut Francis DK
Ching dalam bukunya, organisasi ruang terbagi atas lima jenis
organisasi ruang dan memiliki karakter masing-masing, antara lain:
a. Organisasi Terpusat:
Suatu ruang dominan dimana pengelompokan sejumlah ruang
sekunder dihadapkan.

Gambar 2.14 Organisasi Terpusat


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

42
b. Organisasi linier:
Suatu urutan ruang linier dari ruang-ruang yang berulang.

Gambar 2.15 Organisasi Linear


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))
c. Organisasi Radial
Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisasi-organisasi
ruang yang linier berkembang menurut jari-jari.

Gambar 2.16 Organisasi Radial


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))
d. Organisasi Cluster
Ruang-ruang dikelompokan berdasarkan adanya hubungan atau
bersama-sama memanfaatkan ciri atau hubungan visual

Gambar 2.17 Organisasi Cluster


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))
e. Organisasi Grid
Ruang-ruang di organisir dalam kawasan grid struktural atau grid
tiga dimensi lain.

43
Gambar 2.18 Organisasi Grid
(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

3. Unsur-unsur yang menentukan ruang (Snyder, Jc. 1991:204)


Penggunaan ruang dalam maupun ruang luar melalui suatu urutan
yang pasti, sehingga ruang tidak berdiri sendiri tetapi saling
berhubungan. Jadi pengaruh ruang tergantung pada ruang-ruang
yang terletak dalam tapak, mungkin merupakan unsur-unsur yang
penting.
4. Tata letak ruang menurut Gregory John Burt dalam Viktor Napitu,
2000:19 yaitu harus memperhitungkan adanya pemisahan antar ruang
alur pelayanan dan alur barang untuk menceegah tumpah tindihnya
alur barang dan tamu pada waktu sibuk.
Setiap kategori organisasi ruang didahului oleh bagian-bagian yang
membicarakan karakter bentuk, hubungan-hubungan ruang dan
tanggapan lingkungannya (Francis DK ching.1996:205)

2.5.2 Sistem sirkulasi


(Francis DK Ching. 1996 : 249) Alur sirkulasi dapat diartikan
sebagai tali yang mengikat ruang-ruang suatu bangunan atau suatu
deretan ruang dalam maupun luar, menjadi saling berhubungan. Adapun
unsur-unsur sirkulasi ialah:
1. Pencapaian ke bangunan
Sebelum memasuki sebuah ruang dalam dari suatu bangunan, kita
mendekati jalan masuknya melalui sebuah jalur. Ini merupakan tahap
pertama dari sistem dimana kita persiapkan untuk melihat,

44
mengalami dan mengguunakan ruang-ruang bangunan tersebut.
Pencapaian ke bangunan terdiri dari :
a. Frontal
pencapaian yang mengarah langsung ke suatu tempat melaui
sebuah jalan yang segaris dengan sumbu bangunan, tujuan
visual dalam pengakhiran pencapaian ini jelas dapt merupakan
fasad muka seluruhnya dari sebuah bangunan atau tempat
masuk yang dipertegas.

Gambar 2.19 Pencapaian Frontal


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

b. Tidak Langsung
Pencapaian yang tersamar-samar mempertinggi efek perspektif
pada fasad depan dan bentuk suatu bangunan, jalur dapat diubah
beberapa kali untuk menghambat dan memperpanjang urutan
pencaaian. Jika bangunan didekati pada sudut yang ekstrim maka
jalan masuknya dapat memproyeksikan apa yang yang ada
dibelakang fasade depan sehingga dapat terlihat lebih jelas.

45
Gambar 2.20 Pencapaian Tidak Langsung
(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

c. Spiral
Sebuah jalan berputar memperpanjang urutan pencapaian dan
mempertegas bentuk tiga dimensi suatu bangunan sewaktu
bergerak mengelilingi tepi bangunan. Jalan masuk bangunan
mungkin dapat terlihat terputus selama waktu pendekatan untuk
memperjelas posisinya atau dapat disembunyikan sampai di
tempat kedatangan.

Gambar 2.21 Pencapaian Spiral


(Sumber : Arsitektur, bentuk, ruang, dana tatanan edisi 3 (2007:50))

46
2.5.3 Landscape
1. Penataan ruang luar
Penataan lansekap pada suatu bangunan sangat penting artinya
karena dapat berfungsi sebagai: (Soesono 1993:23)
a. Memberikan nilai-nilai terbuka dengan orientasi kedalam.
b. Merangkum sifat-sifat alamiah yang dimiliki tapak (site)
sehingga dapat mendukung terwujudnya kepuasan bagi
pengunjung / pemakai.
c. Memberikan kesan pada bangunan yang berdekatan dengan
jalan raya dimana berupa penghalang yang transparan atau
sebagai filter.
d. Petunjuk arah (pengarah)
2. Unsur material
Unsur dalam landscape atau taman dibedakan dengan dua unsur
yaitu unsur lunak dan unsur keras.
a. Unsur lunak berupa:
1) Pohon hias.
2) Palam dan bambu hias.
3) Tanaman untuk boulder.
4) Semak dan ternak hias.
5) Tanaman dasar atau penutup tanah.

Gambar 2.22 Soft Material


(Sumber : Ilustrasi penulis)

b. Unsur keras
1) Pagar
2) Jalan setapak.
3) Cartport.

47
4) Pergola.
5) Bak tanaman.
6) Lampu taman. Dll.

Gambar 2.23 Hard Material


(sumber : ilustrasi penulis)

2.5.4 Parkiran
Hampir disemua aktifitas kegiatan diruang terbuka memerlukan
sarana tempat parkir. Kebutuhan akan sarana parkir pada sebuah
perencanaan tapak lansekap merupakan bagian dari prasarana
lingkungan. (arsitektur lansekap. 2002:151) Pengertian Parkir adalah
menghentikan sejenak tempat parkir lamanya, (poerwandaminta, 1984).
1. Bentuk parkiran
Bentuk tempat parkiran memiliki beberapa jenis, yaitu:
a. Parkir tegak lurus (perpandicular)

Gambar 2.24 Parkiran tegak lurus


(sumber : Arsitektur Lansekap (2002:157))

48
b. Parkir sudut (angle).

Gambar 2.25 Parkiran sudut


(sumber : Arsitektur Lansekap (2002:157))

c. Parkir paralel (parallel).

Gambar 2.26 Parkiran Paralel


(sumber : Arsitektur Lansekap (2002:157))

d. Parkir khusus penderita cacat.

Gambar 2.27 Parkiran penderita cacat


(sumber : Arsitektur Lansekap (2002:157))

49
2.6. Tinjauan Terhadap Utilitas Bangunan
2.6.1 Penghawaan
Manusia memiliki keterbatasan dalam menanggapi iklim dan kalor.
Agar mampu mempertahankan keadaan fisik / kesehatan dan daya
kerjanya, linkungan buatan harus mampu memberikan kenyamanan
tertentu yang berkaitan dengan iklim dan kalor (penghawaan).
1. Penghawaan alami
Untuk medapatkan penghawaan alami, maka ditempuh dengan cara
ventilasi cukup yakni membuat bukaan jendela seperti jendela, pintu
dan lubang udara dengan memperhatikan ukuran dan letak.
Sebaiknya jendela berukuran besar dan mengikuti aliran udara.
Sebaiknya bukaan tidak menghadap langsung kearah matahari, lebih
tepat berada di sisi utara dan selatan sehingga sirkulasi lancar.
(majalah idea edisi 63/VI/2009).
a. Peninggian plafond hingga 3,15 m dapat membantu menurunkan
suhu ruangan maksimal 0,150C. (mendesain rumah tropis, bona
yudha prasetya).
b. Pemilihan material, misalnya penggunaan dinding bata berongga
kemudian dilapisi dengan papan gipsum. Penggunaan suncreen
juga membantu penghawaan alami.
c. Menanam vegetasi atau membuat taman, vegetasi yang disusun
melebar dapat berfungsi sebagai pengarah dan menurunkan
kecepatan angin dan sushu udara 1,2-1,8 C.

2. Penghawaan Buatan
Untuk ruang-ruang yang membutuhkan temperatur dan kelembaban
tertentu, dapat digunakan penghawaan buatan. Secara umum,
penghawaan buatan terbagi atas 3 sistem, yaitu sistem AC Central,
sistem AC Window dan sistem AC Split, yang masing-masing
mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing.

50
Dasar pertimbangan dalam pemilihan sistem penghawaan buatan
yang sesuai yaitu mudah dalam pemakaian dan perawatan, biaya
pemasangan, operasi dan perawatan murah, dapat melayani semua
ruang dengan kondisi yang diinginkan, persyaratan dan standar suhu
ideal sesuai dengan fungsi ruang dan tuntutan kenyamanan aktivitas.
Untuk jenis AC Split dengan kapasitas yang besar, unit dalam ruang
dapat terdiri lebih dari satu unit (multi split) sedang unit luarnya tetap
satu. Unit dalam ruang mempunyai berbagai alternatif pemasangan:
di dinding (wall mounted) sebagaimana terlihat pada gambar 2.28, di
langit-langit (celling mounted) dan di lantai (floor mounted). Selain
itu, ada juga jenis yang dipasang pada langit-langit di tengah
ruangan (model cassette) (Juwana, J.S. 2005).

Gambar 2.28 Sistem AC Split


(Sumber: Jimmy S. Juwana, Buku Sistem Bangunan Tinggi. (2005. Hal 112))

2.6.2 Pencahayaan

Untuk merancang sebuah objek bangunan tidak terlepas dari


pencahayaan, hal ini dikarenakan dapat memberikan penerangan pada
bangunan baik dari dalam bangunan maupun dari luar bangunan. Cahaya
adalah radiasi elektromagnetik yang dapat diterima mata telanjang,
memiliki panjang gelombang dalam kisaran sekitar 370 sampai 800 nm
(nanometer, 1 nm = 10-9 m). Dan merambat pada kecepatan 186.281 mil
per detik (299.972 km/detik). (Francis DK Ching, ilustrasi konstruksi
bangunan hal. 388)

51
Suasana gelap dan terang dihasilkan karena adanya energi
cahaya yang mengarah pada mata manusia, sumber cahaya yang menuju
kearah mata di tangkap oleh lensa mata dan diteruskan ke otak melalui
saraf indra mata. Oleh otak manusia, cahaya tersebut di teruskan ke saraf
lainnya sehingga lahirnya berbagai perasaan . (arsitektur lanscape, hal.
173). Cahaya terbagi atas dua yaitu cahaya alami dan cahaya buatan.
Cahaya lami adalah cahaya yang bersumber dari alam misalnya cahaya
matahari, bulan dan bintang, serta beberapa spesies makhluk lainnya
misalnya kunang-kunang. Sedangkan cahaya buatan adalah dari lampu,
yang berhubungan dari sentuhan tangan manusia.
Tabel 2.9 Standar tingkat pencahayaan dalam ruangan
No Nama ruang Lux
1 2 3
A Industri pesawat terbang dan, pabrikasi bagian
 Pengeboran 750
 Asembleng akhir 1000
 Hanggar untuk perbaikan pesawat 1000
Asembling:
 Kasar 300
 Sedang 1000
 Halus 2000
B Bengkel cat
 Pengamplasan 500
 Pendumpulan dan pengecetan 1000
 Poles dan pengeringan 500
C Kantor dan Bank:
 Lobi 500
 Teller, penyimpanan 1500
 Tempat umum 150
 Koridor dan tangga berjalan 200
D Bengkel mesin :
 Pengelasan 300
 Pekerjaan kasar 500
 Pekerjaan stengah halus 1000
 Pekerjaan halus 2000
E Sekolah dan kuliah :
 Tempat membaca 300-
 Papan tulis 750
 Ruang menggambar 1600
 Laboraturium 1000
 Aula 1000
 Koridor 750

52
No Nama ruang Lux
1 2 3
 Perpustakaan 200
 Lobi umum 750
 workshop 750
1000
F Tempat ibadah:
 ruang untuk jemaah 100
 mimbar untuk khotbah 150
(sumber : hemat energi melalui penghawaan dan pencahayaan (made ida mulyati))

2.6.3 Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran


Dalam sistem penanggulangan kebakaran biasanya ada 2
macam, yaitu Yang pertama adalah sistem deteksi kebakaran, yang
disebut juga sistem Fire Protection atau lebih dikenal lagi adalah sistem
fire alarm. Sistem ini menyediakan peralatan untuk mendeteksi
kemungkinan adanya sebab sebab akan terjadinya kebakaran. Sistem
pemadam kebakaran atau disebut dengan Fire Fighting, bentuk
perlawanan terhadap kebakaran, jika kebakaran terjadi. Biasanya di
gedung disediakan 3 sistem pemadam kebakaran. Yaitu: Sistem sprinkler,
sistem hydran dan Fire Exinguisher atau APAR (Alat pemadam
kebakaran)

Gambar 2.29 Sistem fire alarm.


(Sumber: A. Lukmantara, Sistem Mekanikal & Elektrikal (ME))

53
2.6.4 Sistem Jaringan Listrik
Daya listrik umumnya dipasok dari Pembangkit Tenaga Listrik
melalui Jaringan kabel tegangan tinggi (TT, di atas 20.000 Volt), yang
kemudian diturunkan menjadi tegangan menengah (TM, antara 1.000-
20.000 Volt) dan tegangan rendah (TR, di bawah 1.000 Volt) oleh
transformator yang ditempatkan pada gardu-gardu listrik (Juwana J. S.
dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 214).

Gambar 2.30 Pasokan Listrik ke Bangunan


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 214)

Daya listrik dipasok ke dalam bangunan yang disalurkan melalui


kabel bawah tanah untuk bangunan tinggi (gambar 2.31.) atau kabel
udara dari tiang listrik untuk bangunan rendah/menengah (gambar 2.32.).

Gambar 2.31 Pasokan Listrik dengan Kabel Bawah Tanah


(Sumber: Juwana J. S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 214)

54
Gambar 2.32 Pasokan Listrik untuk bangunan rendah/menengah
(Sumber: Juwana J. S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 214)

Distribusi dalam bangunan juga dapat dilakukan pada pelat lantai


atau diletakkan pada ruang di plafon dan pelat lantai (Gambar 2.33).

Gambar 2.33 Instalasi Kabel pada Pelat Lantai


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 215)

55
Gambar 2.34 Instalasi Kabel di Atas Plafon
Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 216

Untuk kabel yang ditanam di dalam dinding, kabel dimasukkan


dalam saluran kabel yang pada umumnya terdiri dari empat jenis, yaitu
saluran yang terbuat dari bahan logam, alumunium, logam fleksibel, dan
bukan logam (Gambar 2.35).

Gambar 2.35 Jenis Saluran Kabel


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 217)

Untuk saluran yang terbuat dari bahan logam, selanjutnya


dibedakan atas Pipa galvanis (hot-dip galvanized), pipa berlapis enamel
(enameled), pipa berlapis seng (sheranized) dan pipa berlapis plastik
(plastik-covered). Keempat saluran ini digunakan untuk daerah yang
tingkat kemungkin terjadinya korosif sangat tinggi. Sedangkan untuk pipa
yang bukan logam, digolongkan atas: pipa plastik (PVC (Polyvinyl
chloride), pipa HDPE (high-density polyethylene) dan pipa asbes semen.

56
Pipa logam digunakan, karena:
1. Dapat melindungi konduktor (kabel) dari bahaya korosi dan benturan.
2. Menyediakan perlindungan terhadap bahaya api, pada saat
kebakaran atau suhu yang terlalu tinggi.
3. Dapat merupakan penyokong kabel.
4. Dapat menjadi saluran pengebumian untuk sistem kabel.
Pipa Plastik digunakan, karena:
1. Beratnya lebih ringan dibandingkan dengan pipa logam lainnya.
2. Lebih murah untuk pipa dan pemasangannya.
3. Lebih tahan terhadap korosi.
4. Tidak perlu dicat.
5. Tidak terpengaruh magnet.
6. Penurunan tegangan listriknya kecil.
Pipa plastik lebih murah dibandingkan dengan pipa logam dan
pipa alumunium, namun perlu memenuhi kriteria:
1. Untuk penggunaan dalam ruangan, pipa perlu kuat dan tahan api.
2. Untuk penggunaan dalam tanah, pipa perlu kuat dan tahan api.
3. Untuk penggunaan di luar tanah, di samping pipa perlu kuat dan tahan
api, pipa juga harus tahan terhadap cuaca (tahan terhadap panas
matahari, hujan dan lain-lain).
Pada panel distribusi daya listrik (Gambar 2.36), umumnya dibagi
dalam kelompok daya litrik untuk stop kontak, daya listrik untuk
penerangan dan daya listrik untuk perlengkapan/peralatan bangunan
(pemanas air, lemari es, dan mesin fotokopi dan lain-lain).

57
Gambar 2.36 Panel Distribusi Daya Listrik
(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 221)

Jika aliran listrik PLN terhenti, maka pasokan daya listrik diambil
dari pembangkit listrik cadangan (‘genset–generator-set’), yang
digerakkan dengan bantuan mesin diesel. Genset diletakkan dalam
ruangan yang kedap suara, agar suara yang ditimbulkan oleh mesin diesel
tidak mengganggu aktivitas dalam bangunan (Gambar 2.37).

Gambar 2.37 Tipikal Pemasangan Pembangkit Listrik Cadangan


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 221)

58
2.6.5 Sistem Jaringan Air Bersih
Menurut Juwana Jimmy S. (2005), mengemukakan bahwa pada
umumnya terdapat dua sistem pasokan air bersih yaitu sistem pasokan ke
atas (up feed), baik dengan atau tanpa tangki penampung air, dan
pasokan ke bawah (down feed).
Pada sistem pasokan ke atas (up feed), air bersih dialirkan
dengan tekanan pompa (Gambar 2.38.), sedangkan pada pasokan ke
bawah (down feed), pompa digunakan untuk mengisi tangki air di atas
atap. Dengan menggunakan sakelar pelampung, pompa akan berhenti
bekerja, jika air dalam tangki sudah penuh dan selanjutnya air dialirkan
dengan memanfaatkan gaya gravitasi (Gambar 2.39).

Gambar 2.38 Pompa Air


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 181)

Gambar 2.39 Sistem Pasokan Air Bersih


(Sumber: Juwana Jimmy S. dalam buku Sistem Bangunan Tinggi. 2005. Hal 181)

59
2.6.6 Sistem Jaringan Air Kotor
Secara umum jaringan air kotor dibagi atas empat jenis yaitu
jaringan air hujan, jaringan disposal cair sabun, jaringan disposal
berlemak/berminyak, dan jaringan disposal padat. Jaringan air kotor dibagi
menjadi jaringan air sabun/kotor, air berlemak/berminyak, air hujan dan
disposal padat.
Untuk air sabun/kotor dan air hujan langsung menuju ke sumur
peresapan masing-masing. Sedangkan air berlemak/berminyak menuju ke
bak penampung lemak, baru kemudian ke sumur peresapan dan disposal
padat akan menuju ke septic tank.

2.6.7 Peralatan Pencegahan Kebakaran


1. APAR / Fire Extinguishers / Racun Api

Gambar 2.40 Fire Extinguishers


(Sumber: www.google\fire-protection.com)

Alat pemadam api ringan (fire extinguisher) atau APAR adalah alat
yang sangat penting. Itu karena APAR berfungsi mematikan api pada
saat pertama kali muncul. Penggunaan APAR yang efektif akan
mampu mencegah terjadinya bahaya kebakaran.Ada banyak faktor
yang mempengaruhi efektifitas pencegahan kebakaran di tempat
kerja. Bukan saja Pemilihan Jenis Alat Pemadam Api yang harus
tepat, akan tetapi harus diperhatikan pula faktor pemasangan dan
pemeliharaannya.
Pemerintah Republik Indonesia, melalui Peraturan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi No.Per-04/MEN/1980 tentang syarat-syarat

60
pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR),
telah memberikan petunjuk teknis yang jelas mengenai hal tersebut
di atas. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.
Per-04/MEN/1980 tersebut dijelaskan mengenai hal-hal pokok yang
berkaitan dengan cara pemasangan dan pemeliharaan alat
pemadam api ringan. Adapun beberapa hal penting yang tercantum
dalam permen tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Tanda untuk menyatakan tempat alat pemadam api ringan yang
dipasang pada dinding.
b. Tanda untuk menyatakan tempat alat pemadam yang dipasang
pada tiang kolom.
c. Kebakaran dan jenis alat pemadam api ringan yang dapat
digunakan
d. Jangka waktu pemeriksaan, pengisian kembali dan percobaan
tekan.
e. Cara dan konstruksi pemasangan alat pemadam api.
f. Suhu maksimum tempat penyimpanan alat pemadam.
g. Checklist item pemeriksaan alat pemadam.
h. Prosedur pemeriksaan alat pemadam.
i. Prosedur pengisian kembali tabung alat pemadam api ringan.
j. Sanksi pidana yang akan dikenakan terhadap pihak-pihak yang
tidak melaksanakan permen ini.
2. Hydrant

Gambar 2.41 Hydrant


(Sumber: www.google\fire-protection.com)

61
Ada 3 jenis hydran, yaitu hydran gedung, hydran halaman dan
hydran kota, sesuai namanya hydrant gedung ditempatkan dalam
gedung, untuk hydrant halaman ditempatkan di halaman, sedangkan
hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang
memungkinkan unit pemadam kebakaran suatu kota mengambil
cadangan air.
3. Pendeteksi Asap /Smoke Detector

Gambar 2.42 Smoke Detector


(Sumber: www.google\fire-protection.com)

Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan


memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu
daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam
gedung.
4. Fire Alarm

Gambar 2.43 Fire Alarm


(Sumber: www.google\fire-protection.com)

Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap


orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.

62
5. Sprinkler

Gambar 2.44 Sprinkler


(Sumber: www.google\fire-protection.com)

Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan


memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada
suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut.

2.7. Tinjauan Terhadap Struktur Bangunan


2.7.1 Sistem Struktur dan Konstruksi
Berdasarkan tahapannya dan pembagiannya, Sistem Struktur
dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian (Frick H.& Setiawan P. Ilmu
Konstruksi Struktur Bangunan. 2001), sebagai berikut :
1. Sub Struktur (Struktur Pondasi)
Sub struktur atau struktur pondasi adalah elemen struktur yang
berfungsi memindahkan beban dari stuktur atas melalui lapisan yang
mempunyai tekanan lemah atau melalui air, hingga mencapai lapisan
tanah yang padat, kaku, dan mempunyai tekanan yang kuat.
Pertimbangan struktur pondasi berdasarkan persyaratan sebagai
berikut:
a. Bahan bangunan untuk pondasi yang tersedia/mudah didapat.
b. Disesuaikan dengan bentuk dan fungsi bangunan.
c. Pekerjaan struktur mudah dan ekonomis.
d. Penggunaan struktur yang memungkinkan efisiensi bahan.
e. Kekokohan dan kekuatan dalam menahan beban.

63
f. Mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama (tahan lama)
Untuk pemakaian sub struktur disesuaikan dengan :
g. Kondisi dan daya dukung tanah.
h. Bobot bangunan dan konstruksi yang digunakan.
i. Bentuk ruangan
Tabel 2.10 Jenis-Jenis Pondasi

Jenis Pondasi Kelebihan Kekurangan

Pondasi Tiang  Daya dukung pondasi  Pemasangan tiang


Pancang yang cukup besar (50 pancang memberi
ton/m2) pada setiap pengaruh getaran
tiang pada daerah sekeliling

 Pelaksanaannya  Pengawasan
cepat, karena dibuat pelaksanaan ekstra
secara prefab ketat

 Dapat dipakai pada  Tidak dapat digunakan


kedalaman tanah pada tanah yang berisi
keras dan dalam batu-batuan yang
besar

Pondasi sumuran  Kemampuan dukung  Waktu pelaksanaaan


tinggi yang cukup lama

 Dapat digunakan pada  Perlu pengawasan


tanah berlumpur atau yang teliti saat
pada daerah perairan pelaksanaan, karena
sangat mempengaruhi
daya dukung terhadap
bangunan

64
Pondasi Telapak  Dipakai pada Pondasi ini tidak dapat
kedalaman tanah dipakai pada kedalaman
antara 1,50 – 4,00 m tanah yang cukup keras

 Pengerjaan mudah
dan cepat

 Ekonomis

Pondasi jalur / garis  Tahan terhadap iklim  Tidak dapaat dipakai


pada bangunan
 Pengerjaan mudah
berlantai banyak
dan cepat

 Ekonomis

(Sumber: Frick H.& Setiawan P, Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan, 2001)


2. Super Struktur
Dalam penggunaan Super Struktur terdapat beberapa Pertimbangan
berdasarkan persyaratan dan kebutuhan bangunan yaitu:
a. Modul kolom dan bentangnya
b. Kemudahan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemasangan
perlengkapan bangunan.
c. Sistem struktur fleksibel, dengan pertimbangan untuk pemanfaatan
struktur serta perawatan dalam waktu yang lama.
d. Memenuhi persyaratan kekuatan dan memperhatikan bahaya
penanggulangan kebakaran.
e. Persyaratan ruang berupa batasan yang disebabkan oleh
kebisingan.

65
Tabel 2.11 Jenis-Jenis Super Struktur

Jenis Struktur Kelebihan Kekurangan

Portal (kolom dan  Kekuatan cukup  Dimensi relatif besar


balok) untuk bentang
 Fleksibel dalam
panjang
pengolahan tata
ruang dalam  Dapat menimbulkan
lendutan besar
 Kesan struktur lebih
sederhana dan
praktis

Dinding Pemikul  Kemampuan  Pengolahan ruang


dukung tinggi dalam kurang
 Pengerjaan fleksibel
dilaksanakan  Lebih tepat untuk
dilapangan digunakan untuk
 Dampak getaran high rise building
dan suara pada
daerah sekitar kecil

(Sumber: Frick H.& Setiawan P, Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan, 2001)

66
3. Upper Struktur (Struktur Atap)
Penggunaan sistem struktur atap pada bangunan hotel ini
didasarkan atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:
Tabel 2.12 Jenis-Jenis Upper Struktur

Jenis Struktur Kelebihan Kekurangan

Rangka Baja  Bentangannya  Biaya kurang


sangat panjang
ekonomis
 Kesan ruang kokoh

 Beban struktur
ringan

 Pengolahan bentuk
cukup baik

Rangka Bidang  Kekuatan tinggi  Pengolahan bentuk


tidak terbatas
 Ekonomis
 Bentang relatif kecil

Dak Beton  Kekuatan tinggi  Perawatan


keretakan tinggi
 Ekonomis
 Pengolahan bentuk
terbatas

(Sumber: Frick H.& Setiawan P, Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan, 2001)


2.7.2 Struktur Lantai
Sistem struktur lantai yang akan digunakan adalah sistem struktur
pelat lantai, karena pelat lantai memanfaatkan ruang lebih maksimal dan
pelaksanaan konstruksinya mudah. Struktur lantai ini sering digunakan
dalam pekerjaan lantai namun ada penambahan-penambahan material
lainnya misalnya keramik untuk ruang administrasi, sedangkan keramik
bertekstur kasar/anti slip digunakan untuk ruang-ruang operasional.

67
Tabel 2.13 Jenis Material Lantai

Jenis material Lantai Keterangan

Lantai keramik  Ekonomis

 Pelaksanannya mudah dan cepat

 Memiliki nilai estetika yang cukup


baik

Lantai Marmer  Kurang ekonomis

 Pelaksanannya mudah dan cepat

 Memiliki nilai estetika yang cukup


baik

Lantai Kayu  Sangat ekonomis

 Pengolahan bentuk tidak


terbatas

 Mudah didapat

 Pelaksanannya mudah dan


cepat
(Sumber: Frick H.& Setiawan P, Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan, 2001)

2.7.3 Struktur Dinding


Struktur dinding yang digunakan melalui pertimbangan dan
persyaratan kebutuhan ruang serta dilakukan penekanan pada fisik
bangunan yang mempertimbangkan estetika dan visualisasi.
1. Penampilan bangunan (estetika eksterior)
2. Tingkat masif bangunan

68
3. Ornamentasi bangunan

Tabel 2.14 Jenis-Jenis Dinding

Jenis Dinding Karakteristik

Dinding Beton Ekspose  Merupakan material masif, padat dan


berat.

 Penggunaan dinding beton solid, dapat


berupa kombinasi dengan dinding bata
sebagai dinding ganda bagi lapisan
dinding untuk ruang yang berhubungan
dengan ruang luar.

 Kesan yang ditimbulkan masif dan


kokoh.

Dinding Panel  Digunakan sebagai pelapis dinding


Alumunium masif dan sebagai penyeimbang
dinding kaku yang ditimbulkan oleh
beton ekspose.

 Kesan lebih bersifat modern dan


teknologi.

Dinding Bata  Merupakan material masif, padat dan


berat

 Penggunaan dinding batu bata sangat


terbatas pada penggunaan dan
pengerjaannya

 Kesan yang ditimbulkan masif dan


alamiah

69
Jenis Dinding Karakteristik

Dinding Permukaan Kaca  Digunakan sebagai pelapis estetika


transparan dan penyelesaian fasade
bangunan

 Interaksi yang dihasilkan berupa


interaksi visual
(Sumber: Frick H.& Setiawan P, Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan, 2001

2.8. Penyelesaian Akustik pada ruangan


2.8.1 Akustika Luar Ruangan
Pengendalian kebisingan adalah kunci utama keberhasilan sebuah
ruang studio. Pengendalian ini ditinjau dari dua hal, yaitu menahan
masuknya kebisingan dari luar dan menahan keluarnya kebisingan dari
dalam, terutama pada studio-studio yang menghasilkan kebisingan
tinggi seperti studio untuk musik. Pengendalian agar kebisingan dari
luar tidak masuk ke dalam ruang studio sangat penting untuk menjaga
konsentrasi pelaku aktivitas dan agar kelangsungan aktivitas berjalan
baik. Sebagai contoh, saat terjadi perekaman musik, sangat
diharapkan kebisingan dari luar tidak ikut terekam ke dalam studio.
penyelesaian akustik di luar bangunan studio dapat dilakukan
dengan:
1. Usaha-usaha untuk menjauhkan bangunan studio dari sumber
kebisingan (pada bangunan yang memiliki lahan cukup luas).
Studio dapat didesain berada pada lahan bagian belakang.

70
BANGUNAN
SUMBER
BUNYI

Gambar 2.45 Perletakan bangunan yang dijauhkan dari sumber kebisingan


(sumber : ilustrasi penulis)

2. Bila kebisingan dari jalan didepan lahan telah semakin tinggi,


sebaiknya dibangun penghalang atau barrier dalam wujud yang tidak
mengganggu fasad bangunan secara keseluruhan. Agar penghalang
yang dibangun tidak terlampau tinggi, dapat disiasati dengan
menepatkan ruang studio pada ketinggian yang lebih rendah dari pada
permukaan jalan.

SUMBER
BUNYI

BANGUNAN
BARRIER

Gambar 2.46 Perletakan bangunan pada elevasi yang lebih rendah dari
sumber kebisingan serta pembuatan barrier penghalang
(sumber : ilustrasi penulis)

71
2.8.2 Akustika pada ruang Studio

Konsep akustik ruang Studio dan Auditorium cukup berbeda. Bila pada
Auditorium dibutuhkan beberapa pemantulan untuk meningkatkan kualitas
bunyi, maka pada ruang Studio pemantulan sama sekali tidak diperlukan.
Sebuah Auditorium sangat mungkin tidak menggunakan bantuan
peralatan listrik pada suatu penyajian, namun sebaliknya, aktivitas di
dalam Studio umumnya selalu membutuhkan bantuan peralatan listrik.
Seperti halnya Studio siaran Televisi/Radio, Studio latihan, dan rekaman
band maupun Laboratorium Bahasa.
Pada Ruang Studio, penikmat atau penonton adalah penyaji atau
pelakunya sendiri yang jumlahnya cukup terbatas, sehingga pemantulan
untuk memperkuat bunyi jarang diperlukan. Untuk menjaga kualitas
produk yang dihasilkan, ruangan justru harus didesain untuk menyerap
bunyi. Bila sekiranya dibutuhkan dengung untuk menambah keindahan
produk yang dihasilkan, dapat ditambahkan dengan bantuan peralatan
elektronik yang digunakan (melalui meja kontrol/ mixer). Bunyi dengung
yang dihasilkan oleh pantulan elemen pembentuk ruang justru tidak dapat
dikontrol sesuai tingkat yang dibutuhkan dan seringkali menimbulkan
bunyi bias. Namun demikian, dapat pula dijumpai sebuah studio
berukuran cukup besar untuk keperluan latihan dan rekaman kelompok
musik lengkap. Yang terdiri dari permainan alat musik tiup (misalnya
trompet), tekan (piano), petik (gitar), dan lain-lain. Pada studio semacam
ini dapat pula dibutuhkan bagian ruangan yang memantulkan bunyi.
Bukan untuk menyebarkan bunyi, namun lebih untuk memberikan
dinamika dan detil pada alat musik yang dimainkan. Adapun alat musik
yang idealnya dimainkan pada ruangan dengan pemantulan cukup
misalnya adalah jenis alat musik berdawai (seperti Gitar, Harpa, Biola,
Cello, dan lain-lain) dan alat musik tiup (seperti trompet, trombone,
klarinet, dan lain-lain). Sedangkan alat musik yang akan menghasilkan
bunyi lebih baik ketika dimainkan pada ruangan yang menyerap bunyi
adalah drum, bass, gendang. Perbedaan kebutuhan pemantulan dan

72
penyerapan ini dapat disediakan dalam ruang terpisah. Namun
penyelesaian semacam ini mengurangi terjadinya komunikasi dengan baik
diatara para pemain musik, baik pada saat latihan atau rekaman secara
bersama-sama. Oleh karena itu, dapat didesain sebuah studio besar yang
terdiri dari live area pada suatu sudut dan dead area pada sudut yang lain.
Live area adalah sudut ruang yang memantulkan bunyi dan dead area
adalah sudut ruang yang menyerap bunyi.

Gambar 2.47 Ruang studio untuk menampung proses rekaman musik


dengan alat musik yang lengkap
(sumber : Mediastika.2005)

1. Penyelesaian akustika pada lantai


Untuk mengurangi masuk dan keluarnya getaran dari luar dan dari
dalam studio, lantai studio sebaiknya dirancang dengan model lantai
ganda (raised-floor). Sistem lantai ganda ini idealnya terbuat dari
material yang berbeda agar getaran tidak mudah diteruskan. Sebagai
contoh lantai utama dipilih dari material beton cor, kemudian lantai
kedua disusun dari rangka besi atau kayu, dan ditutup dengan papan
kayu atau papan multipleks tebal. Faktor lainnya, peletakan kedua
lantai tersebut juga disusun tidak menempel satu dengan yang lain

73
(ada ruang diantara keduanya yang berisi udara), sehingga peredam
getaran lebih maksimal. Di dalam rongga antara ini dapat diletakkan
selimut akustik.
Lantai studio sebaiknya dilapisi dengan karpet tebal. Selain untuk
meredam getaran, karpet tebal juga sangat efektif meredam bunyi
diatas lantai yang tidak dikehendaki seperti langkah kaki.

Gambar 2.48 Jenis lantai yang diterapkan pada penyelesaian akustik pada
ruang studio
(sumber : Mediastika.2005)
Lapisan lantai tunggal yang terbuat dari bahan licin, selain lebih mudah
merambatkan getaran juga memantulkan sebagian besar bunyi
kembali ke dalam ruang (a), lantai tunggal yang dilapisi karpet tebal
masih mampu merambatkan getaran, namun juga mampu menyerap
sebagian besar bunyi (b), lantai ganda dari bahan berbeda yang
dilapisi karpet tebal dan rongganya diisi glass-wool mampu
meminimalkan perambatan getaran sekaligus menyerap bunyi yang
terjadi di dalam ruangan (c).
KARPET LANTAI 3 mm

PAPAN MULTIPLEKS BALOK SKUR


LANTAI
GLASS WOLL

LANTAI BETON

Gambar 2.49 Ilustrasi detail lantai ganda (raised floor)


(sumber : ilustrasi penulis)

74
Gambar 2.50 Glass-Woll
(sumber : http://www.tekad-makmur.co.id)

2. Penyelesaian akustika pada plafond


Untuk mengurangi getaran, konstruksi plafon ruang studio idealnya
tidak dipasang menempel pada rangka atap, namun dipasang
menggantung. Rangka plafon dapat dibangun menggunakan bahan
yang umum dipergunakan seperti baja, alumunium, atau kayu.
Selanjutnya rangka ini ditutup papan kayu atau multipleks, dan dilapisi
acoustic tile. Selain dilapisi acoustic tile yang secara umum hanya baik
untuk menyerap bunyi berfrekuensi tinggi, untuk menyerap bunyi
berfrekuensi rendah dapat pula dipasang papan penyerap dengan
posisi sejajat dinding (tegak lurus plafon). Papan penyerap ini bisa jadi
berupa panel-panel mendatar atau berbentuk bola-bola bersegi banyak
seperti lampion.

75
Gambar 2.51 Ilustrasi detail lantai ganda (raised floor)
(sumber : Mediastika.2005)
Khusus untuk plafon ruang operator, seandainya tidak secara
keseluruhan dirancang dari bahan yang menyerap bunyi, maka perlu
ditata/dibentuk sedemikian rupa agar tidak memberikan pantulan ke
arah operator secara langsung. Pemantulan semacam ini dapat
menyebabkan penilaian operator terhadap kualitas bunyi dari ruang
rekam menjadi tidak sahih. Operator bertugas sebagai pengontrol
kualitas bunyi hasil aktivitas di dalam ruang studio dengan bantuan
peralatan loud speaker atau speaker dan meja control/mixer. Kualitas
bunyi yang didengar operator idealnya murni datang dari speaker dan
tidak bercampur dengan pantulan oleh bidang batas ruang operator,
sehingga suara yang diambil pada meja kontrol menjadi sesuai dengan
kebutuhan, misalnya harus menambahkan bass, treble, atau
reverberation.

76
Meja kontrol-
operator

Gambar 2.52 Diagram garis pemantulan pada ruang operator (permukaan


datar)
(sumber : Mediastika.2005)
Gambar di atas menampilkan diagram garis pemantulan pada ruang
operator. Pemantulan terutama terjadi oleh plafond akan
menyebabkan penilaian operator terhadap kualitas bunyi dari ruang
Studio kurang sahih.

Meja kontrol-
operator

Gambar 2.53 Diagram garis pemantulan pada ruang operator (permukaan


plafon yang ideal)
(sumber : Mediastika.2005)
Gambar di atas menampilkan diagram garis pemantulan pada pada
potongan dan denah ruang operator dengan plafond yang didesain
untuk tidak memantulkan bunyi ke arah operator. Pemantulan yang
terjadi mengarah ke bagian belakang. Keadaan ini lebih ideal
dibandingkan plafond mendatar.

77
3. Penyelesaian akustika pada dinding
Seperti halnya lantai, untuk mengurangi getaran, secara ideal dinding
dirancang sebagai dinding ganda dari bahan yang berbeda, dengan
rongga antara berisi udara. Untuk meningkatkan kemampuan peredam
getarannya, maka dalam rongga udara juga dapat diletakkan glass
woll. Selanjutnya finishing dinding dilakukan dengan bahan lunak yang
menyerap bunyi. Seperti acoustic tile ataupun karpet yang ditempelkan
pada dinding.

Gambar 2.54 Gambar penyelesaian dinding studio


(sumber : Mediastika.2005)
Dinding bata atau beton yang dilapisi bahan yang menyerap bunyi
seperti acoustic tile atau karpet (a), dinding ganda terbuat dari bahan
berbeda, yaitu dinding bata atau beton yang dilapisi papan kayu yang
dikaitkan pada dinding pertama dan rongganya diisi glass-wool (b),
dinding ganda dari bahan yang sama yaitu bata atau beton dengan
rongga yang diisi glass woll (c).
Bagian kritis pada dinding adalah jendela dan pintu. Untuk
pencahayaan alami, sekiranya diperlukan, dapat diperoleh dari jendela
dengan model kaca ganda. Selain untuk keperluan pencahayaan,
sebuah ruang Studio umumnya juga memiliki jendela kaca mati yang
dipergunakan untuk saling berkomunikasi antara pelaku aktivitas di
ruang Studio dengan pelaku aktivitas di ruang Operator. Komunikasi
yang berlangsung seringkali hanya berupa gerakan (tanpa suara)

78
untuk menginformasikan apakah suara yang dihasilkan pelaku pada
ruang studio kurang tinggi dan sebaliknya atau untuk menhentikan
aktivitas di dalam ruang studio. Jendela kaca untuk berkomunikasi ini
sebaiknya juga terbuat dengan model kaca ganda, agar kebisingan
dari ruang operator yang masuk ke ruang studio dapat ditekan sampai
angka minimal.

Gambar 2.55 Skema pemakaian jendela ganda pada ruang studio dan
penggunaanya
(sumber : Mediastika.2005)
Posisi ganda yang sejajar lebih memudahkan perambatan bunyi (a)
dibandingkan posisi ganda yang tidak sejajar (b). maka, pemasangan
model (b) lebih ideal.
Pintu ruang studio adalah bagian yang paling rawan sebab pintu itu
kemungkinan senantiasa diperlukan untuk dibuka-tutup. Agar aktivitas
di dalam studio dapat terus berlangsung meski pintu dalam keadaan
dibuka-tutup, maka pintu studio tidak cukup hanya diselesaikan
dengan material tebal berat massif, namun harus berupa pintu ganda
dengan ruang antara di tengah keduanya. Ruang antara ini dibuat
dalam luasan yang cukup bagi orang untuk tinggal sementara
didalamnya, sebelum akhirnya membuka pintu berikutnya. Ruang
antara idealnya tidak dibuat terlampau besar, agar tidak menjadi
tempat berkumpulnya beberapa orang yang kemungkinan justru
menimbulkan kebisingan.

79
Gambar 2.56 Skematis pemakaian pintu ganda pada Studio
(sumber : Mediastika.2005)

Pintu Studio dapat diselesaikan dengan sebuah pintu tebal, yang


seringkali sekaligus difungsikan sebagai almari penyimpanan kaset/CD
atau peralatan lain (a), atau pintu ganda dengan arah buka tidak
sejajar (b) dan pintu ganda dengan arah buka sejajar (c). pemakaian
pintu ganda lebih ideal dari pintu tunggal yang tebal. Sebaiknya ruang
antara yang tercipta diantara dua pintu adalah seukuran tubuh
manusia, sehingga setelah pintu pertama dibuka, ada ruang bagi
orang untuk berada diantara dua pintu agar dapat menutup pintu
pertama terlebih dahulu sebelum membuka pintu kedua sehingga
perambatan bunyi sangat minimal.

Gambar 2.57 Pintu ganda ruang Studio yang disatukan dengan ruang
Operator
(sumber : Mediastika.2005)

80
Pemasangan pengudaraan buatan pada ruang Studio dan ruang
Operator perlu diatur dengan menggunakan peralatan yang terpisah
antara unit Indoor dan unit Outdoornya (AC Split). Unit outdoor yang
menghasilkan kebisingan cukup keras sebaiknya diletakkan sejauh
mungkin dari ruangan. Sementara unit indoornya tetap diletakkan
dalam ruang studio dengan posisi setinggi mungkin atau sejauh
mungkin dari mikrofon, agar angin yang dihembuskan tidak langsung
menuju pada mikrofon.

81
Gambar 2.58 Gambar potongan rencana penempatan AC split
(sumber : Mediastika.2005)
Pemilihan pemakaian seluran pengudaraan yang tepat dapat
menghindarikan kita dari kebisingan. Kemungkinan kebisingan yang
muncul dapat diatasi melalui pemisahan saluran pengudaraan buatan.
Saluran yang menyatu membuat kedua ruangan dilanda kebisingan
yang cukup tinggi (a). saluran yang menyatu namun dijauhkan dari
ruangan dapat mengurangi kebisingan yang disalurkan (b). saluran
yang terpisah akan sangat meminimalkan perambatan kebisingan
yang terjadi diantara kedua ruangan (c).

2.9. Auditorium
2.9.1 Definisi
Auditorium berasal dari kata audiens yang berarti pendengar,
penonton, pemerhati, atau pemirsa dan kata rium yang berarti tempat.
Auditorium dapat diartikan sebagai ruang untuk mendengar dan melihat.
Secara garis besar, di dalam ruang auditorium terbagi menjadi dua
bagian, yaitu zona panggung untuk pemain pertunjukan dan pengendali
acara serta zona kursi audiens.

82
2.9.2 Klasifikasi Auditorium

Klasifikasi auditorium dapat dilakukan berdasarkan fungsi, lokasi,


bentuk dasar denah, dan bentuk dasar potongannya. Pengklasifikasian
tersebut dibahas dalam uraian berikut.
1. Fungsi
Berdasarkan fungsinya, auditorium dapat dibedakan menjadi
auditorium pertemuan, auditorium seni (musik serta kombinasi musik
dan gerak), dan auditorium multifungsi.
Auditorium seni untuk musik memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:
a. Umumnya memiliki ukuran ruang tidak terlalu besar.
b. Panggung terbuka dengan luas panggung lebih kecil dibandingkan
auditorium musik dan gerak, serta jumlah pemain terbatas.
c. Jenis ruang terdiri dari:
1) Concert hall untuk pertunjukan orchestra dan paduan suara.
2) Recital studio untuk pertunjukan chamber music, solo recital,
jazz, dan poetry.

Gambar 2.59 Concert Hall untuk orkestra


(sumber: http://musicalprom.com)

83
Gambar 2.60 Chamber music di Recital Studio
(sumber : https://www.esm.rochester.edu)

Gambar 2.61 Recital Studio di Esplanada, Singapura


(sumber : https://www.esplanade.com)

Auditorium seni untuk musik dan gerak memiliki ciri-ciri sebagai


berikut :
a. Umumnya memiliki ukuran ruang cukup besar
b. Kondisi asli panggung tertutup dengan luas panggung lebih besar
dibandingkan auditorium musik, untuk menampung gerak dan
jumlah pemain yang cukup banyak.
c. Jenis ruang terdiri dari :
1) Theatre untuk pertunjukan opera, drama, kabaret, dance,
pantomim, music band, dan show.
2) Bioskop untuk pemutaran film

84
Gambar 2.62 Panggung atau stage theatre di Hoam Art Hall
(sumber : http://www.21apex.com)

Gambar 2.63 Stage (panggung) dan Seats (kursi) audiens dari theatre di
Hoam Art Hall.
(sumber : http://junggu4u.blogspot.co.id)

Gambar 2.64 Theatre di The New Victory Theatre, dengan tirai panggung
belum dibuka
(sumber : https://www.flickr.com)

85
Ditinjau dari denah, kondisi asli theatre adalah panggung tertutup,
dimana sebagian atau seluruh area panggung menjorok ke dalam. Dari
potongan, di atas panggung terdapat ruang tinggi yang tak terlihat oleh
audiens. Ruang ini sebagai tempat untuk menggantung dan
menggulung layar, misalnya theatre di Erfurt, Jerman.

2. Bentuk dasar denah auditorium


Bentuk dasar denah auditorium dibedakan oleh desain panggung,
yaitu panggung tertutup (proscenium), panggung terbuka (Elizabethan)
dan panggung arena.

A B

C
Gambar 2.65 Panggung arena (a), panggung terbuka (b), dan panggung
tertutup (c)
(sumber : https://teaterku.wordpress.com/2010/03/24/tata-panggung/)
Auditorium dengan panggung tertutup memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai
berikut :
a. Sebagian besar atau seluruh panggung berada dalam ruang.
b. Aplikasi pada theatre

86
c. Luas panggung tidak dibatasi layout kursi audien, dapat
memanjang ke belakang sebatas sudut pandang audiens.
d. Dapat dilengkapi fasilitas penggantian layar.
e. Tingkat interaksi pemain dengan audiens rendah.

Gambar 2.66 Panggung tertutup pada Theatre Arts Pool Centre


(sumber : www.waterford.k12.mi.us)

Gambar 2.67 Panggung tertutup pada Theatre Arts Pool Centre


(sumber : www.waterford.k12.mi.us)
Auditorium dengan panggung terbuka memiliki ciri-ciri , yaitu
sebagai berikut.
a. Sebagian besar atau seluruh panggung berada di zona audiens.
b. Aplikasi pada auditorium pertemuan, concert hall, recital studio, dan
bioskop
c. Luas panggung dibatasi layout kursi audiens.
d. Dapat dilengkapi fasilitas penggantian layar.

87
e. Makin terbuka panggung, tingkat interaksi pemain dengan audiens
makin tinggi.

Gambar 2.68 Recital studio berbentuk setengah lingkaran di National Arts


Centre, Ottawa, Kanada
(sumber : http://ottawa.eventful.com/venues/national-arts-centre-/V0-001-001264452-3)

Gambar 2.69 Recital studio untuk chamber music dengan panggung


terbuka segi enam di The National Auditorium, Madrid, Spanyol
(sumber : http://www.orfeondonostiarra.org)

Gambar 2.70 Concert Hall untuk orchestra dengan panggung terbuka


berbentuk datar kombinasi pada Phillarmonic Orchestra, Jerman
(sumber : https://hendrarayana.wordpress.com)

88
3. Bentuk dasar potongan auditorium
Bentuk dasar potongan auditorium dibedakan oleh desain lantai
audiens dan plafon menjadi.
a. Horizontal seating,
b. Reflective shell,
c. Reflective shell serta raked seating.
4. Pengaturan interior
Aspek desain pengaturan interior pada auditorium, meliputi.
a. Jarak maksimal sumber bunyi ke audiens,
b. Sudut ideal dari audiens ke panggung,
c. Layout kursi kipas,
d. Kedalaman balkon maksimal,
e. Sudut kemiringan optimal lantai audiens untuk garis penglihatan
optimal,
f. Lebar minimal koridor,
g. Jumlah kolom kursi dan alokasi koridor,
h. Jumlah maksimal kursi per baris, dan
i. Dimensi kursi dan jarak antarkursi.
Karena keterbatasan kemampuan mendengar bunyi asli/langsung
pada audiens, maka jarak maksimal sumber bunyi ke audiens adalah
25-30 m.
Berikut jarak-jarak penting terkait pengaturan interior, yaitu sebagai
berikut.
a. Kemiringan maksimal lantai audiens adalah 35°. Tinggi mata dan
telinga audiens dalam keadaan duduk yang menjadi acuan adalah
1.120 mm atau 1.12 m dari lantai audiens. Setiap audiens harus
dapat melihat titik P, yaitu titik terendah dan terdekat pada zona
panggung.

89
Gambar 2.71 Kemiringan maksimal lantai audiens dan tinggi mata/telinga
audiens dari lantai
(sumber : Mediastika.2005)

Gambar 2.72 Kemiringan lantai yang tidak menunjang penglihatan audiens


(sumber : Mediastika.2005)

Gambar 2.73 Selisih tinggi minimal antara garis


(sumber : Mediastika.2005)

90
b. Jika di antara depan dan belakang audiens dibuat jalur sirkulasi,
agar seluruh audiens di belakang mendapatkan garis penglihatan
yang baik, kemiringan lantai pada bagian itu dibuat lebih curam.
c. Selisih tinggi antara garis penglihatan, yaitu minimal 100 mm atau
10 cm. Garis penglihatan ini menuju titik P, sebagai titik terendah
dan terdekat pada zona panggung yang harus dapat dilihat
audiens.
d. Agar semua audiens dapat melihat titik P ini, kemiringan lantai
audiens dapat dibuat berbeda. Semakin jauh dari panggung ddapat
dibuat lebih curam.
e. Pada auditorium theatre, terdapat garis penglihatan yang menjadi
batas penglihatan audiens ke zona panggung yang menjorok ke
dalam.
f. Kemiringan lantai audiens dapat dicapai melalui pembuatan tangga
atau ramp.

Gambar 2.74 Kemiringan lantai audiens dengan tangga di Cinema Cine


Cube
(sumber : Mediastika.2005)
Kursi audiens dapat dilengkapi dengan meja lipat. Untuk kenyamanan
audiens, pemasangan kursi pada balkon di kiri dan kanan atas ruang
Auditorium dapat diarahkan miring ke panggung. Zona audiens di
paling tengah adalah area dengan kualitas akustik dan visual terbaik
maka seharusnya terisi kursi audiens, bukan menjadi koridor.

91
Gambar 2.75 Kursi audiens dengan lengan dan meja lipat
(sumber : https://indonesian.alibaba.com)

Gambar 2.76 Koridor sebagai jalur sirkulasi exit audiens pada auditorium
Tsuda Hall di Tokyo, Jepang
(sumber : http://www.nagata.co.jp)
Jika kapasitas audiens yang harus ditampung ruang auditorium besar,
pintu keluar tidak cukup hanya di dekat panggung , tetapi juga harus
ditambah di tengah zona audiens. Agar seluruh audiens di barisan
kursi antara koridor dan dinding belakang tetap memperoleh garis
penglihatan yang baik, lantainya dapat dibuat dengan kemiringan lebih
curam.

92
2.10.Studi Komparasi Sekolah Tinggi Musik
2.10.1 Berklee Collage of Music, Boston, Massachusetts, USA
Berklee College of Music didirikan pada tahun 1945 dan merupakan
institusi musik independen terbesar di dunia dan merupakan institusi
pertama dalam studi musik kontemporer. Sekolah musik ini
menampung sebanyak 3500 mahasiswa dan lebih dari 500 anggota
fakultas yang berinteraksi dalam sebuah lingkungan yang didesain untuk
memungkinkan terselenggaranya pengajaran yang lengkap dan
menyeluruh di bidang musik. Selain itu, institusi ini juga menjanjikan
kesempatan yang sangat bagus dalam berkarir di bidang musik,
khusunya musik kontemporer. Dengan fasilitas-fasilitas yang
disediakan, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan
bermusiknya secara optimal, terlebih lagi didukung dengan adanya alat-
alat yang berteknologi tinggi.
Berklee College of Music berlokasi di Boston’s Fenway Cultural
District. Fasilitas yang ada di sekitar lingkungan kampus antara lain
museum, ruang pamer atau galeri, art center, dan juga fitness center.
Selain itu juga terdapat banyak sekali kafe-kafe musik yang menampilkan
music jazz, reggae, rock, blues, dance, urban, dan country-western.
Selain itu, kota Boston juga dikenal sebagai tempat dimana
universitas-universitas terkenal di dunia berkumpul.
Berklee menawarkan gelar Bachelor of Music (B.M.) dan program 4
tahun, dengan program study yang ada antara lain:
1. Composition
2. Contemporary writing and production
3. Film scoring, jazz composition
4. Music business/management
5. Music education
6. Music production and engineering
7. Music synthesis
8. Music therapy

93
9. Performance
10. Profesional music, songwriting
Institusi ini juga menawarkan program 5 tahun dengan 2 pilihan
program studi sekaligus untuk lebih mendukung karir para lulusan di
bidang musik. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan
kurikulum musik inti, yang terdiri dari harmoni, menyusun lagu, pelatihan
pendengaran, pengenalan akan teknologi musik, pelatihan
instrumental dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan
program yang diikutinya. Setiap mahasiswa pada jenjang apapun
harus menyelesaikan kurikulum pengajaran umum dan pelajaran-
pelajaran tradisional. Berklee mempunyai jaringan internasional yang
memudahkan program transfer maupun kerjasama lainnya dengan
institusi lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Fasilitas yang ada pada
Berklee College of Music adalah sebagai berikut:
1. Berklee Performance Center
2. Classrooms
3. Ensemble rooms
4. Film scoring Labs
5. Learning center
6. Music synthesis Labs
7. Professional education Technology Lab
8. Professional performance Technology Lab
9. Professional writing Lab
10. Practice rooms
11. Recital halls
12. Recording studios
13. Stan Getz Media center and Library

94
1. Berklee Performance Center
Fasilitas ini berfungsi untuk menampung kegiatan seperti konser
musik dan semacamnya. Ruangan ini terhubung secara langsung
dengan studio rekaman dan studio pembuatan video. Selain
berfungsi sebagai wadah menampung kegiatan konser musik
mahasiswa sendiri, ruangan ini juga berfungsi secara komersial,
yaitu dapat disewakan sebagai tempat dilaksanakannya konser
musik oleh pihak luar.

Gambar 2.77 Berklee Performance Centre


(sumber: www.berklee.edu)
2. Classrooms
Hampir semua kelas yang ada pada Berklee College of Music
mempunyai akses langsung pada jaringan komputer dan internet.
Ruang-ruang kelas di Berklee College of Music dirancang khusus
untuk presentasi audio maupun video. Tiap ruang kelas
diperlengkapi dengan keyboard, sound system stereo, OHP, papan
tulis dan tempat duduk untuk 10-20 mahasiswa. Setiap bangunan
dari keempat bangunan akademis memiliki kelas-kelas standar
tersebut.

Gambar 2.78 Classrooms


(sumber: www.berklee.edu)

95
3. Ensemble Rooms
Berklee memiliki lebih dari 40 ruang-ruang ensemble untuk kelas
dan studio. Ruangan-ruangan tersebut diperlengkapi dengan piano
elektrik dan akustik, ampli. gitar dan bass, drumset dan perangkat
perkusi, dan sebuah sound system dan mikrofon untuk acara live.

Gambar 2.79 Ensemble Rooms


(sumber: www.berklee.edu)

4. Film scoring Labs and Recording


Terdapat 6 buah laboratorium yang menunjang kegiatan mahasiswa
untuk mempraktekkan ilmunya dalam pembuatan master rekaman
dan editing lagu. Dari 6 laboratorium tersebut, 2 diantaranya
dilengkapi dengan mesin editing Moviola 16 mm six-plate, 1
laboratorium dengan 2 mesin yang sama ditambah dengan
synchronizer, sound reader dan splicers, 2 komputer dengan
software Auricle untuk film scoring, 3 ruangan video screening
dengan keyboard dan video, dimana mahasiswa mengembangkan
komposisi musik mereka dan dimana evaluasi kemajuan mahasiswa
dilakukan, sebuah laboratorium untuk editing digital audio yang
diperlengkapi dengan hardware dan software Digi Design Proo Tools,
dan sebuah laboratorium sequencing.

96
Gambar 2.80 Film scoring Labs
(sumber: www.berklee.edu)
5. Learning Center
Fasilitas ini merupakan sebuah lingkungan yang unik belajar dan
merupakan fasilitas teknologi musik yang online dengan jaringan
komputer terbesar di dunia. 40 laboratorium MIDI workstation
berbasis komputer terdiri dari 15 cassette station, 4 ruang kelas privat
dan sebuah kelas berbasis teknologi tinggi. Fasilitas ini juga
berfungsi untuk menampung pelaksanaan diskusi mengenai
konsep-konsep musik oleh para mahasiswa.

Gambar 2.81 Learning Centre


(sumber: www.berklee.edu)

6. Professional Education Technology and Midi Lab


Lima laboratorium yang ada didesain untuk menunjang pengajaran
teknik control instrument elektronik. Laboratorium ini
memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi terhadap teknik
bermain musik secara tradisional hingga teknologi baru dalam musik.

97
Gambar 2.82 Proffesional Performance Midi Lab
(sumber: www.berklee.edu)

7. Stan Getz Media Center and Library


Stan Getz Media Center and Library berada dalam 1 lingkungan
yang sama dengan perpustakaan utama dan menyediakan 8000 audio
CD dan pilihan yang sangat banyak untuk kaset tape, Lasedisc dan
CD-Room. Peralatan untuk mendengarkan musik tersedia untuk video,
audio-cassette dan CD, DVD, dan komputer yang dapat akses
langsung dari internet. Media center memberikan kesempatan untuk
mendapatkan data-data yang lengkap mengenai musik yang kita
perlukan. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai yang menyediakan
fasilitas yang sangat lengkap dalam mencari data-data apapun
Sejumlah ensiklopedia, termasuk Encyclopedia Britannica Online
dan Kamus Grove Musik dan Musisi online; database streaming
audio, termasuk Naxos.com dan Sound Smithsonian Global;
maupun contoh-contoh yang diperlukan

Gambar 2.83 Media Centre dan Library


(sumber: www.berklee.edu)

98
8. The Professional Writing MIDI Lab
Professional Writing MIDI lab dikhususkan bagi para mahasiswa
yang terlibat dalam program studi: Contemporary Writing and
Production, Composition, Jazz Composition dan Song Writing.
Fasilitas ini menunjang kegiatan belajar mahasiswa dengan
adanya peralatan-peralatan yang berteknologi tinggi.

Gambar 2.84 Writting Lab


(sumber: www.berklee.edu)

2.10.2 Institut Musik Indonesia (IMI)


Indonesia Music Institute (IMI) bertujuan untuk menyediakan suatu
sarana pendidikan formal yang memfokuskan diri pada gaya musik
kontemporer. Indonesia Music Institute memiliki lima program
instrumen yaitu: Bass, Gitar, Keyboard, Drum, Vokal dan satu
program studi Recording Engineering. Indonesia Music Institute
didukung oleh musisi-musisi terbaik Indonesia. Institut ini merupakan
sekolah musik kontemporer pertama di Indonesia.
Program pendidikan IMI terdiri dari Profesional Program dan
Extension Profesional Program. Pada Profesional Program, hanya
tersedia program penuh 3 tahun (D3). Sedangkan pada Extension
Profesional Program yang diselenggarakan yaitu; program extension 6
bulan, program extension 3 bulan (basic), program extension 3 bulan
(lanjutan), program kelas persiapan, program satu minggu, program
kelas try-out, program konseling privat, program privat klinik, program
special class.- Professional Program.

99
Di dalam program professional terdapat program penuh 3 tahun.
Program ini dikhususkan untuk mahasiswa yang ingin serius dalam musik.
IMI mempunyai program 6 semester yang membuat mahasiswa menyatu
dalam dunia musik. Pada program ini, diluar kegiatan kuliah, juga
diadakan kegiatan-kegiatan lain seperti seminar, konser, workshop,
dan jam session.
Program ini dikhususkan untuk siswa yang ingin mempersiapkan
dirinya menjadi musisi professional. Indonesia Music Institute
menyediakan kurikulum utama yang membantu mahasiswa
memahami materi dasar musik seperti teori, harmony, reading,
rhythm, improvisasi, dsb. IMI juga menyediakan ekstra kurikulum yang
membantu siswa untuk mendapatkan kriteria musik yang diimpikannya.
Dalam beberapa kelas, mahasiswa akan dipacu kreativitasnya dan
menempatkan mereka sebagai musisi profesional.
Selain itu siswa dapat mempergunakan fasilitas yang ada dalam
Indonesia Music Institut. Jam kuliah dimulai dari jam 09.00 WIB sampai
jam 15.00 atau jam 17.00 WIB dari hari Senin sampai Jum’at tergantung
jumlah SKS yang diambil (tiap kelas berisi 8-10 siswa), siswa juga harus
menjalani kredit 400 jam dikampus dan 40 kali performance dalam
tiap semester. Program ini benar-benar dirancang untuk
mempersiapkan mahasiswa menjadi musisi professional dan dirancang
praktis tanpa melunturkan bobot akademis yang menjadi ciri sebuah
perguruan tinggi.
Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Institut Musik Indonesia (IMI)
sebagai berikut:
1. Ruang kelas
Merupakan fasilitas utama yang dibuat untuk mahasiswa yang
belajar.Ruang kelas harus terasa nyaman dari segi thermal dan
akustik sehingga siswa dan pengajar sehingga proses belajar
mengajar berjalan dengan baik.

100
Gambar 2.85 Ruang Kelas Institut Musik Indonesia
(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)

2. Perpustakaan
Perpustakaan ini dilengkapi dengan beragam kaset, video
instruksional, CD dari berbagai musisi. Juga disediakan banyak
unit komputer yang akan digunakan oleh mahasiswa untuk
mencoba suatu yang baru melalui komputer.

Gambar 2.86 Perpustakaan Institut Musik Indonesia


(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)
3. Ruang latihan personal
Setiap mahasiswa dapat menggunakan ruangan ini untuk melatih
materi yang telah dipelajari dalam kelas. Cukup tinggal
memesannya di perpustakaan pada pagi hari, setiap mahasiswa bisa
menggunakan fasilitas ini untuk memperdalam materi yang diajarkan
dalam kelas.

101
Gambar 2.87 Ruang Latihan personal, Institut Musik Indonesia
(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)

4. Studio Rehearsal
Ini adalah fasilitas berlatih untuk mahasiswa IMI dengan format
group/band, yaitu terdiri dari masing-masing fakultas. Disini
seorang mahasiswa bebas memilih siapa temannya berlatih. Ini
memiliki banyak keuntungan, selain mempererat pergaulan
sesama musisi, juga mereka akan bertemu dengan personil lain
yang cocok dan ini bisa menjadi awal terbentuknya sebuah group
yang memiliki ide dan aliran yang sama

Gambar 2.88 Studio Rehearsal, Institut Musik Indonesia


(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)

5. Ruang konser (Concert Hall)


IMI juga memiliki ruang konser sendiri yang cukup luas dengan
kapasitas maksimal 250 orang. Disini mahasiswa akan
merasakan suasana konser yang sesungguhnya, diatas panggung,

102
dihadapan ratusan penonton dengan dukungan sound system, lighting
dan kamera video. Disini juga diadakan seminar workshop dan lain-
lain.

Gambar 2.89 Ruang Kontrol dan ruang konser, Institut Musik


Indonesia
(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)
6. Studio recording
Studio ini disediakan untuk mahasiswa yang ingin
mengkomposisikan lagu dengan menggunakan alat-alat komputer
untuk menghasilkan lagu.

Gambar 2.90 Ruang Kontrol recording, Institut Musik Indonesia


(sumber : akademik musik. Pdf. Google.com)

7. Laboratorium Sequencing
Lab ini disediakan untuk mahasiswa yang ingin menciptakan
komposisi musik dengan komputer. Termasuk mengaransemen,
menciptakan komposisi dan merekam lagu sendiri. Mahasiswa akan
dilatih untuk membuat CD lagu-lagu sendiri.

103
8. Laboratorium Ear Training
Di laboratorium ear training ini mahasiswa akan di bantu untuk
mengasah kemampuan pendengarannya. Hal ini dapat dipelajari
lewat komputer.
9. Music Mart
Untuk para siswa IMI menyediakan berbagai merchandise dan
souvenir, seperti tshirt, sticker, topi, dan jaket sebagainya. Disini
juga disediakan keperluan khusus anda seperti senar, tas, case
serta beberapa instrumen musik.

2.11.Studi Komparasi Ekspresi Bentuk


Kaitannya dengan bentuk, visual sangat mempengaruhi penafsiran
orang yang memandang suatu bentuk dan menafsirkan bahwa itu
mempunyai makna. Jadi visual dapat berarti menampilkan bentuk
bangunan yang memiliki bagian-bagian atau elemen-elemen seperti
ruang, struktur, warna, dan bahan-bahan yang bertekstur yang
menimbulkan ekspresi sehingga menimbulkan interaksi antara
bangunan dan pemakai bangunan.

2.11.1 Fish Dance Kobe, Jepang (Frank O. Gehry)


Frank O. Gehry merancang sebuah restaurant berbentuk ikan
raksasa. Rumah makan ini diberi nama Fish Dance Kobe, Jepang.
Setiap orang yang melintas akan dapat melihat lambang ikan
setinggi 20 meter menggeliat menari tepat didepan pintu masuk
yang berfungsi sebagai landmark rumah makan tersebut. Efek
tembus pandang yang ditimbulkan dari sisik ikan sangat membantu
agar pengunjung tidak merasa terhimpit oleh kesan masif dan
berat.

104
Gambar 2.91 Fish Dance Kobe, Jepang
(sumber : wordpress)

2.11.2 Gedung EX’ Centre, Jakarta

Jika diperhatikan dengan seksama bangunan EX centre ini


mengekspresikan warna yang tegas karena bangunan ini
diperuntukkan untuk anak muda. Sementara untuk massa
bangunannya berbentuk boks - boks yang miring yang mengambil
ekpresi dari sebuah mobil yang bergerak mengitari bundaran HI
(Hotel Indonesia)

Gambar 2.92 Gedung EX’ Centre, Jakarta


(sumber : wordpress)

105
2.11.3 Kesimpulan Studi Komparasi

Berdasarkan dari uraian terkait dengan studi komparasi, maka


dapat digambarkan melalui aspek dari fungsi Berklee Collage of Music
di Amerika dan Institut Musik Indonesia (IMI) serta beberapa studi
komparasi yang terkait dengan penerapan tema Ekspresi Bentuk
Sehingga dapat dijabarkan tabel sebagai berikut :
Tabel 2.15 kesimpulan studi komparasi Sekolah Tinggi Musik

Berklee Collage of Institut Musik Indonesia


Aspek
Music, USA (IMI)

Pembelajaran musik
Pembelajaran musik dengan
dengan melalui
Fungsi primer melalui profesional program
profesional program
selama 3 tahun (D3)
selama 4 tahun
Pembelajaran program 5
Pembelajaran Extension
Fungsi sekunder tahun dengan 2 pilihan
Profesional Program
program studi
Menyediakan Berklee
Menyediakan Concert Hall
Performance centre
Fungsi Penunjang untuk pertunjukan
sebagai wadah
mahasiswa.
penyelenggaraan event

106
Berklee Collage of Institut Musik Indonesia
Aspek
Music, USA (IMI)

Jenis Ruang /Fasilitas  Berklee Performance  Ruang kelas


(sarana –prasarana) Center  Perpustakaan
 Classrooms  Ruang latihan personal
 Ensemble rooms  Studio Rehearsal
 Film scoring Labs  Ruang Konser dan
 Learning center ruang kontrol
 Professional education  Studio recording
Technology Lab  Laboratorium
 Professional Sequencing
performance  Laboratorium Ear
Technology Lab Training
 Professional writing  Music Mart
Lab
 Recital halls
 Recording studios
 Stan Getz Media
center and Library
Sumber : Analisa Penulis.2017

Tabel 2.16 kesimpulan studi komparasi penerapan Ekspresi bentuk

Objek Bentuk yang Ekspos

Fish Dance Kobe, Japan  Terlihat bentuk Ikan menggeliat


menari tepat didepan pintu masuk
Gedung EX’ Centre, Jakarta  bangunannya berbentuk box-box
yang miring yang mengambil
ekpresi dari sebuah mobil yang
bergerak.
Sumber : analisa penulis 2017.
Kesimpulan studi komparasi terkait dengan gambaran dari aspek
perancangan Sekolah Tinggi Musik Ambon serta menerapkan pendekatan

107
ekspresi bentuk pada bangunan diatas ,digunakan sebagai studi
komparasi dalam menganalisa fungsi dan kebutuhan ruang yang
dibutuhkan pada “perancangan Sekolah Tinggi Musik” di kota Ambon
sebagai berikut:
Tabel 2.17 penerapan pada perancangan
Aspek Perancangan Sekolah Tinggi Musik Ambon
Objek
Sekolah Tinggi Musik
perancangan
Sebagai tempat pembelajaran Profesional Program
Fungsi primer
selama 4 tahun
Sebagai tempat pementasan karya mahasiswa dan
Fungsi sekunder
pementasan seni pada Auditorium
Fungsi penunjang Menyediakan beberapa fasilitas pengelola Sekolah
Tinggi dan fasilitas penunjang lainnya
Jenis ruang  Ruang kelas
/Fasilitas (sarana-  Studio Musik
prasarana  Perpustakaan
 Ensemble rooms
 Professional education Technology Lab
 Auditorium
 Studio Rekaman
 Ruang Control Audio
Penerapan Menerapkan keunikan bentuk Tahuri (alat musik
Ekspresi Bentuk tradisional Maluku) ke bangunan yang akan
pada bangunan dirancang
Arsitektur Selain menerapkan pendekatan ekspresi bentuk
bangunan, Perancangan Sekolah Tinggi Musik
Ambon juga akan menerapkan teori-teori dalam
perancangan bangunan tersebut
Sumber .Analisa penulis 2017.

108