Anda di halaman 1dari 4

1 apa motivasi melamar nusantara sehat

Saya ingin dapat mengabdikan diri bagi bangsa terutama di daerah-daerah pelosok Indonesia
karena di daerah-daerah tersebut masih terdapat kekurangan akses dan edukasi kesehatan terutama
terkait kesehatan reproduksi pada remaja sebagai aset bangsa. Perbedaan akses dan layanan kesehatan
yang signifikan masih merupakan kenyataan yang sangat umum di daerah kota dan pelosok. Jika
sebagian besar masyarakat yang hidup di kota dapat mengakses layanan dan tenaga medis yang baik,
hal yang sebaliknya seringkali belum dirasakan sebagian besar masyarakat yang hidup di daerah
pelosok.

Saya ingin menjadi bagian dalam program Nusantara Sehat Pemerintah ini agar dapat melayani
dan membagikan ilmu saya sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat dipelosok dapat semakin
baik. Dengan menjadi seorang bidan yang kompeten, professional, dan menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan, saya ingin berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan medis untuk masyarakat, serta
memberi motivasi agar masyarakat mau menjaga kesehatannya sebagai suatu aset. Saya meyakini
penyedian akses dan layanan kesehatan yang baik akan dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

2. Ceritakan tantangan terbesar yang pernah dihadapi dalam pendidikan/ ketika bekerja?

Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi selama menjalankan profesi bidan adalah
bagaimana mengedukasi masyarakat, secara khusus ibu hamil, agar memiliki paradigma dan
pemahaman yang tepat mengenai pentingnya mengakses dan menggunakan layanan medis yang
teratur dalam selama masa kandungan hingga proses persalinan. Kebanyakan para ibu hamil dan
keluarganya di daerah kami masih masih belum memiliki tingkat pengetahuan kesehatan yang
memadai dan masih berpegang pada pola pikir yang keliru seperti hanya menggunakan layanan
kesehatan pada pusat-pusat kesehatan pemerintah sebagai alternatif di saat darurat seperti: saat
sakit dan menjelang persalinan. Selain itu, faktor sosial-budaya seperti tradisi masyarakat yang
masih lebih memilih menggunakan jasa dukun beranak karena alasan yang bersifat emosional
seperti: rasa nyaman dan percaya, menyebabkan masyarakat enggan datang ke pusat-pusat layanan
kesehatan. Fenomena ini menjadi faktor-faktor utama yang menyebabkan tingkat kematian bayi
dan ibu pada saat proses persalinan yang masih relatif tinggi di daerah kami.

Dalam peran dan tugas saya sebagai seorang bidan untuk mengelola dan meminimalisir
angka kematian ibu dan bayi selama proses mengandung hingga persalinan, permasalahan di atas
menjadi tantangan dan keprihatinan saya. Masalah tersebut jauh lebih urgen dan menantang saya
daripada keterbatasan sarana prasarana, tenaga kesehatan yang juga masih umum di daerah kami.

3. ceritakan prestasi terbesar anda dalam pendidikan atau dalam bekerja!

Bidan merupakan ujung tombak kesehatan ibu dan reproduksi wanita di tengah
masyarakat. Prestasi terbesar dalam bekerja di PKM Wolomarang Kabupaten Sikka ialah terlibat
dalam upaya sosialisasi KB kepada penduduk kecamatan Alok Barat sosialisasi ini diharapkan
mampu untuk menghilangkan mitos yang selama ini dipercayai oleh sebagian besar masyarakat
miskin bahwa semakin banyak anak, semakin banyak rejeki. Upaya ini melibatkan partisipasi dari
berbagai pihak khususnya lembaga – lembaga informal dan tradisional terutama karang teruna,
tokoh masyarakat dan desa pakraman selain sosialisasi melalui sekolah, organisasi kepemudaan
dan organisasi sosial lainnya.
4. Pemberdayaan masyarakat

Kader Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) à Kader KPKIA


Kader yang bertugas membantu bidan puskesmas melakukan pendataan, ibu
hamil ibu Hamil yang kan bersalin segera dibawa kefasilitas kesehatan untuk selanjutnya
ditangani oleh tenaga medis atau bidan, sehingga ibu bersalin merasa lebih nyaman dan
diharapkan resiko yang dihadapi lebih bisa diminimalisir, dan bayi serta ibunya selamat.
dan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan (penyakit).

 Kader Posyandu Balita


Kader yang bertugas di pos pelayanan terpadu (posyandu) dengan kegiatan rutin
setiap bulannya melakukan pendaftaran, pencatatan, penimbangan bayi dan
balita.
menemukan

1. (motivasi)Saya ingin dapat mengabdikan diri bagi bangsa terutama di


daerah-daerah pelosok Indonesia karena di daerah-daerah tersebut masih
terdapat kekurangan akses dan edukasi kesehatan terutama terkait kesehatan
reproduksi pada remaja sebagai aset bangsa.
melalui program Nusantara Sehat Pemerintah ini, saya yakin dapat melayani
dan membagikan ilmu saya sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat
dipelosok dapat semakin baik.

2. (tantangan terbesar) Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi selama
menjalankan profesi bidan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat,
secara khusus ibu hamil, agar memiliki pemahaman yang tepat mengenai
pentingnya mengakses dan menggunakan layanan medis yang teratur dalam
selama masa kandungan hingga proses persalinan.
3. (prestasi terbesar anda dalam pendidikan / dalam bekerja ) Prestasi terbesar dalam
bekerja di PKM Wolomarang Kabupaten Sikka ialah terlibat dalam upaya
sosialisasi KB kepada penduduk kecamatan Alok Barat sosialisasi ini
diharapkan mampu untuk menghilangkan mitos yang selama ini dipercayai
oleh sebagian besar masyarakat miskin bahwa semakin banyak anak, semakin
banyak rejeki.
Upaya ini melibatkan partisipasi dari berbagai pihak sekolah, organisasi
kepemudaan dan organisasi sosial di masyarakat.
4. (pengalaman anda dalam merintis / terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ) di
PKM Wolomarang kami berkerjasama dengan masyarakat untuk membentuk
Kader Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang bertugas membantu bidan
puskesmas melakukan pendataan, ibu hamil ibu Hamil yang kan bersalin
segera dibawa kefasilitas kesehatan untuk selanjutnya ditangani oleh tenaga
medis atau bidan, sehingga ibu bersalin merasa lebih nyaman dan diharapkan
resiko yang dihadapi lebih bisa diminimalisir.
(Sebagai tenaga kesehatan, hal apa yang bisa anda kontribusikan untuk membantu dalam membangun
bangsa ?
5. dalam peran dan tugas saya sebagai seorang bidang kontribusi yang dapat
saya upayakan dalam membangun bangsa memberi pelayanan sebagai tenaga
terlatih, meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, meningkatkan
penerimaan gerakan keluarga berencana, dan meningkatkan sistem rujukan.
6. (target professional 5 tahun) saya ingin menekan angka dan resiko kematian pada
ibu dan bayi dalam proses persalinan dapat dikurangi seminimal mungkin.
Selain itu saya juga termotivasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat
tentang manfaat penting dalam menggunakan layanan kesehatan masyarakt.

Sistem rujukan adalah masalah kesehatan di Indonesia, sehingga Indri berniat mengembangkan suatu
sistem informasi bersama timnya.

Motivasi saya adalah ingin mengetahui taraf kesehatan masyarakat Indonesia, mengetahui seberapa
besar adat istiadat, kebudayaan dan kepercayaan yang dianut mempengaruhi perilaku kesehatan
masyarakat setempat
Menurutnya, secara teori pendekatan promotif memang jauh lebih ideal jika dibandingkan dengan
pendekatan kuratif, meskipun tidak mudah untuk mengubah paradigma masyarakat untuk lebih
peduli pada pencegahan daripada pengobatan.
Tinggal di daerah tertinggal selama dua tahun dan sibuk mempromosikan kesehatan adalah misi para
tenaga kesehatan muda dalam program Nusantara Sehat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan. Setelah pengabdian, Rizqi semakin
terpacu untuk mengembangkan diri dan melanjutkan pendidikannya di studi S1 ekstensi di Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, peminatan Kesehatan Reproduksi.