Anda di halaman 1dari 4

Nama: Rizky Ananda P

NIM:
Kelas: Asurans & Atestasi CD

RESUME

Bab 3. Tanggung Jawab Hukum Akuntan Publik


Oleh: Sukrisno Agoes (2017)

Standar professional akuntan publik


harus sesuai
Akuntan Publik Kode etik akuntan publik
Standar pengendalian mutu
*jika terjadi kesalahan dalam audit karena tidak mentaati
aturan-aturan yang ada, maka disebut audit failure
Undang-Undang Nomor Tahun 2011: salah satu pasalnya menjelaskan sanksi dan denda yang
bertujuan mencegah terjadinya kelalaian akuntan publik dalam menjalan-
kan tugas.
Aturan OJK & KEMENKEU
Akuntan Publik jasa audit Perusahaan
Maksimal 5 tahun berturut- Cuti 2 tahun berturut-turut Dapat memberikan jasa
turut pada entitas yang sama dari entitas yang sama audit kembali

Akuntan Publik prestasi Perusahaan


Business Failure: keadaan saat perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya karena
wanprestasi

kondisi ekonomi atau bisns yang tidak sesuai dengan harapan.


Audit Failure: keadaan saat akuntan publik tidak memberikan opini yang sebenarnya
dan tidak mematuhi standar auditing yang telah ditentukan.
Audit Risk: keadaan saat akuntan publik memberikan opini yang tidak sesuai, yakni
menyatakan sebuah laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian,
namun kenyatannya sebaliknya.
pelanggaran

Ordinary Negligence: pelanggaran yang disebaban karena kesalahan ringan, manusiawi,


dan tidak sengaja. pelanggaran ini masuk dalam kategori ringan.
Gross Negligence: pelanggaran yang disebabkan karena auditor yang tidak menerapkan
due professional care. pelanggaran ini masuk dalam kategori sedang.
Constructive Fraud: pelanggaran yang disebabkan karena akuntan publik terlibat proyek
pelanggaran

manajemen dalam melakukan fraud baik secara langsung maupun tidak


langsung. pelanggaran ini masuk dalam kategori berat.
Fraud: pelanggaran yang disebabkan karena akuntan publik secara sengaja
terlibat proyek fraud yang dilakukan manajemen. pelanggaran ini
masuk dalam kategori sangat berat.
*sanksi yang diberikan PPPK Kementrian Keuangan bagi pekanggaran-pelanggaran
tersebut diantaranya berupa peringatan tertulis, penghentian sementara pemberian jasa
akuntan publik, atau usulan pencabutan izin praktika akuantan publik kepada Menteri
Keuangan.
*sanksi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan bagi pekanggaran-pelanggaran tersebut
diantaranya berupa peringatan tertulis atau larangan pemberian jasa di pasar modal.

Kiat-Kiat IAI/IAPI dalam Menghadapi Perkembangan Akuntan Publik


 Menyediakan pelatihan dengan biaya yang  Melakukan lobby ke regulator atas aturan-
reasonable aturan yang merugikan anggota
 Menerapkan peer review  Memberikan edukasi bagi pengguna laporan
 Mengupdate standar auditing dan aturan etika keuangan
 Melakukan penelitian di bidang auditing  Memberikan sanksi tegas atas pelanggaran
yang dilakukan
Nama: Rizky Ananda P
NIM:
Kelas: Asurans & Atestasi CD

RESUME

Bab 4. Laporan Akuntan


Oleh: Sukrisno Agoes (2017)

Lembar Opini:
Laporan berisi tentang pendapat akuntan publik atas kewajaran laporan keuangan
Akuntan perusahaan yang bersangkutan.
Laporan Keuangan:
- Laporan Posisi Keuangan - Laporan Arus Kas
- Laporan Laba-Rugi - Catatan Atas Laporan Keuangan
Komprehensif - Informasi tambahan mengenai perincian pos-
- Laporan Perubahan Ekuitas pos rekening akun
*laporan akuntan tersebut harus disertai dengan tanggal-tanggal yang disesuaikan dengan tanggal selesai
pekerjaan dan tanggal terjadinya peristiwa penting yang mempengaruhi laporan keuangan yang diaudit
Pendapat Akuntan Publik
Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Pendapat yang diberikan ketika laporan keuangan suatu entitas telah disajikan sesuai
dengan aturan yang ada pada SAK/ETAP/IFRS.
Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelasan yang Ditambahkan dalam
Laporan Audit Bentuk Baku (Unqualified Opinion with Explanatory Language)
Pendapat yang diberikan ketika terdapat beberapa kejanggalan pada laporan keuangan
yang kemudian dapat dimaklumi setelah beberapa pertimbangan.
Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat yang diberikan ketika terdapat penyimpangan yang berdampak material pada
laporan keuangan meskipun telah dinyatakan sesuai dengan SAK/ETAP/IFRS.
Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Pendapat yang diberikan ketika laporan keuangan suatu entitas tidak disajikan secara wajar
sesuai SAK/ETAP/IFRS.
Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)
Laporan Auditor biasanya terdiri dari pengantar, penjelasan sifaat audit, pernyataan pendapat
auditor, dan pengaruh keadaan ekonomi makro terhadap kelangsungan entitas.

Selain mengaudit, seorang auditor juga bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan mengenai
kemampuan entitas yang bersangkutan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Yakni
yang didasarkan pada kondisi dan peristiwa yang terjadi di perusahaan selama auditor bekerja.

Entitas atau Perusahaan yang bersangkutan dapat melakukan rencana penjualan aset, rencana
penarikan utang atau restukturisasi utang, rencana penundaan pengeluaran, dan rencana penaikkan
modal pemilik.