Anda di halaman 1dari 17

PEMBANGKIT DAYA LISTRIK

“ Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH )“

Dosen Pembimbing :
Juara Mangapul Tambunan, S.T., M.Si.

Disusun Oleh :

Supriyadi 15671215052

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA
JAKARTA
2018
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunianya sehingga penyusunan makalah yang berjudul “ Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro ( PLTMH ) ” ini dapat terselesaikan.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Teknik Elektro di Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia.
Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih memiliki banyak kekurangan baik dari
segi materi maupun dari segi penulisan, mengingat kemampuan yang saya miliki. Untuk itu saya
mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi penyempurnaan penulisan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penulisan makalah ini, semoga Tuhan
memberi imbalan yang setimpal atas bantuan dan semoga dapat menjadikan bantuan ini sebagai
ibadah, Amin.

Jakarta, 23 Februari 2018

Supriyadi

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK ii


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 LATAR BELAKANG 1
1.2 RUMUSAN MASALAH 2
1.3 TUJUAN 2
BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 DEFINISI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO 3
2.2 PRINSIP PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO 4
2.3 BAGIAN – BAGIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA 5
MIKRO HIDRO
2.4 PEMILIHAN SISTEM GENERATOR DAN SISTEM KONTROL 11
BAB III PENUTUP 13
3.3 KESIMPULAN 13
3.4 SARAN 13
DAFTAR PUSTAKA 14

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK iii


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Konsumsi listrik Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan
pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan kebutuhan listrik diperkirakan dapat tumbuh rata-rata
6,5% per tahun hingga tahun 2020 (Muchlis, 2003). Selain itu di era digital ini semakin banyak
aktivitas masyarakat yang dibantu dengan barang elektronik. Komsumsi listrik Indonesia yang
begitu besar akan menjadi suatu masalah bila dalam penyediaannya tidak sejalan dengan kebutuhan.
Kebijakan-kebijakan yang diambil PLN (Perusahaan Listrik Nasional) sebagai BUMN (Badan
Usaha Milik Negara) penyedia energi listrik semakin menunjukkan bahwa PLN sudah tidak mampu
lagi memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Apabila permasalahan penyediaan listrik tidak segera diatasi maka sistem perekonomian bangsa
Indonesia akan tergangu. Karena pada sektor rumah tangga dan industri banyak menggunakan mesin
dengan tenaga listrik. Krisis energy listrik ini juga dapat memunculkan kebijakan pemadaman
bergilir, dimana pemadaman bergilir tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan
menyebabkan peralatan elektronik cepat rusak.

Dengan keterbatasan energy ini menuntut kita harus bisa memanfaatkan energy mikro yang ada,
karena energy mikro tersebut dapat membuat masyarakat menjadi masyarakat yang mandiri energy.
Dari sekian banyak energy mikro kami memilih energy mikro hidro. Mikro hidro dipilih karena
sesuai dengan kondisi lingkungan di Indonesia yang mempunyai banyak bukit dan sungai. Dalam
makalah ini kami akan membahas pemanfaatan sungai di daerah bukit dengan teknologi pembangkit
tenaga mikro hidro.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 1


1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?

2. Bagaimana prinsip kerja dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?

3. Apa saja bagian-bagian dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro…?

1.3 Tujuan

1. Menjelaskan pengertian dari mikro hidro.

2. Mendeskripsikan prinsip kerja pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

3. Menjelaskan bagian-bagian pembangkit listrik tenaga mikro hidro.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 2


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH )

Menurut kamus besar bahasa Indonesia mikro adalah kecil, sedangkan hidro adalah bentuk
terikat air. Sehingga dapat diartikan mikro hidro adalah air dengan debit yang kecil. PLTMH adalah
istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air dengan debit
air yang kecil. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik
adalah yang memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu serta instalasi. Pembangkit listrik kecil
yang dapat menggunakan tenaga air pada saluran irigasi dan sungai atau air terjun alam, dengan cara
memanfaatkan tinggi terjunan (head, dalam m) dan kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran
air persatuan waktu (flow capacity). Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari
istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Air
dialirkan ke power house (rumah pembangkit) yang biasanya dibangun dipinggir sungai. Air akan
memutar turbin (runner), kemudian air tersebut dikembalikan ke sungai asalnya. Energi mekanik
dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Pembangkit listrik
tenaga air dibawah 200 kW digolongkan sebagai PLTMH.

Potensi sumber daya air yang melimpah di Indonesia karena banyak terdapatnya hutan hujan
tropis, membuat kita harus bisa mengembangkan potensi ini, karena air adalah sebagai sumber
energy yang dapat terbarukan dan alami. Bila hal ini dapat terus dieksplorasi, konversi air menjadi
energy listrik sangat menguntungkan bagi negeri ini. Di Indonesia telah terdapat banyak sekali
PLTMH dan waduk untuk menampung air, tinggal bagaimana kita dapat mengembangkan PLTMH
menjadi lebih baik lagi dan lebih efisien.

Peningkatan kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian


untuk mendukung industri-industri dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari.
Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi untuk perluasan jaringan listrik, dapat
membuat Mikrohidro memberikan sebuah sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan. Hal ini
dikarenakan Skema Mikrohidro yang mandiri dapat menghemat dari jaringan transmisi, karena

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 3


skema perluasan jaringan tersebut biasanya memerlukan biaya peralatan dan pegawai yang mahal.
Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai lokal, dan organisasi
yang lebih kecil, dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan menggunakan teknologi lokal,
seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin buatan lokal.

2.2 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH )

PLTMH pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang jatuh (debit)
perdetik yang ada pada saluran air yang dikondisikan dengan pipa. Air yang mengalir selanjutnya
menggerakkan turbin, kemudian turbin kita hubungkan dengan generator. Generator inilah yang akan
menghasilkan listrik. Hubungan antara turbin dengan generator dapat menggunakan jenis
sambungan sabuk (belt) ataupun sistem gear box. Jenis sabuk yang biasa digunakan untuk PLTMH
skala besar adalah jenis flat belt sedangkan V-belt digunakan untuk skala di bawah 20 kW.
Selanjutnya listrik yang dihasilkan oleh generator ini akan melalui trafo guna mendapat tegangan
yang di sesuaikan kebutuhan. Kemudian listrik akan melewati jaringan transmisi rendah (JTR) untuk
dialirkan ke rumah-rumah dengan memasang pengaman (sekring). Yang perlu diperhatikan dalam
merancang sebuah PLTMH adalah menyesuaikan antara debit air yang tersedia dengan besarnya
generator yang digunakan. Jangan sampai generator yang dipakai terlalu besar atau terlalu kecil dari
debit air yang ada. Generator yang tidak sesuai juga akan menyebabkan tingkat efisiensi rendah.

Gambar 2.1 Skema PLTMH

Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan:

Daya (P) = 9,8 x Q x Hn x h ;

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 4


dimana: Q = debit aliran ( m3/s ), Hn = Head net/ tinggi jatuh air ( m ); 9,8= konstanta gravitasi
bumi, h = efisiensi keseluruhan. Misalnya diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut:

Q = 100 m3/s, Hn = 2 m dan h = 0,5. Maka besarnya potensi daya (P) adalah

P = 9,8 x Q x Hn x h

P = 9,8 x 100 x 2 x 0,5 = 980 watt

2.3 Bagian - Bagian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH )

Gambar 2.2 Sistem PLTMH

1. Waduk ( Reservoir )

Waduk adalah danau yang dibuat untuk membendung sungai guna memperoleh air
sebanyak mungkin sehingga mencapai elevasi. Semakin tinggi debit air maka akan semakin kuat
tekanan air saat melewati pipa. Waduk juga berfungsi untuk mengendapkan lumpur dari air.
Sehingga perlu adanya kegiatan pembersihan secara berkala untuk mengurangi endapan lumpur.

2. Bendungan ( DAM )

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 5


Dam berfungsi menutup aliran sungai – sungai sehingga terbentuk waduk. Tipe
bendungan harus memenuhi syarat topografi, geologi dan syarat lain seperti bentuk serta model
bendungan. Bendungan mempunyai dua keluaran saluran air dimana mengalir pada pipa pesat
dan mengalir pada terasering persawahan.

Gambar 2.3 Bendungan

3. Saringan ( Sand Trap )

Saringan ini dipasang didepan pintu pengambilan air, berguna untuk menyaring kotoran – kotoran
atau sampah yang terbawa sehingga air menjadi bersih dan tidak mengganggu operasi mesin
PLTMH.

Gambar 2.4 Saringan

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 6


4. Pintu Pengambilan Air ( Intake )

Pintu Pengambilan Air adalah pintu yang dipasang diujung pipa dan hanya digunakan saat pipa
pesat dikosongkan untuk melaksanakn pembersihan pipa atau perbaikan. Selain itu intake juga
berfungsi untuk mengendalikan aliran air ketika debit air kecil. Intake ditutup untuk mengalirkan
air ke persawahan terasering, setelah persawahan cukup air maka intake kembali dibuka sehingga
dapat kembali menggerakkan turbin dan generator untuk memproduksi listrik.

Gambar 2.5 Intake

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 7


5. Pipa Pesat ( Penstok )

Fungsinya untuk mengalirkan air dari waduk atau dam menuju turbin. Pipa pesat
mempunyai posisi kemiringan yang tajam dengan maksud agar diperoleh kecepatan dan tekanan
air yang tinggi untuk memutar turbin. Konstruksinya harus diperhitungkan agar dapat menerima
tekanan besar yang timbul termasuk tekanan dari pukulan air. Pipa pesat merupakan bagian yang
cukup mahal, untuk itu pemilihan pipa yang tepat sangat penting.

Gambar 2.5 Penstok

6. Katub Utama ( Main Valve atau Inlet Value )

Katub utama dipasang didepan turbin berfungsi untuk membuka aliran air, Menstart
turbin atau menutup aliran (menghentikan turbin). Katup utama ditutup saat perbaikan turbin atau
perbaikan mesin dalam rumah pembangkit. Pengaturan tekanan air pada katup utama digunakan
pompa hidrolik. Katub ini juga berfungsi untuk menghindari benturan yang keras dari air ketika
intake dibuka.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 8


7. Power House

Gedung Sentral merupakan tempat instalasi turbin air,generator, peralatan Bantu, ruang
pemasangan, ruang pemeliharaan dan ruang control.

Beberapa instalasi PLTMH dalam rumah pembangkit adalah :

a. Turbin, merupakan salah satu bagian penting dalam PLTMH yang menerima energi potensial
air dan mengubahnya menjadi putaran (energi mekanis). Putaran turbin dihubungkan dengan
generator untuk menghasilkan listrik. Desain dari turbin harus mempunyai kemampuan untuk
menahan dorongan dari air.

Gambar 2.6 Turbin

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 9


b. Generator, generator yang digunakan adalah generator pembangkit listrik AC. Untuk memilih
kemampuan generator dalam menghasilkan energi listrik disesuaikan dengan perhitungan
daya dari data hasil survei. Kemampuan generator dalam menghasilkan listrik biasanya
dinyatakan dalam VoltAmpere (VA) atau dalam kilo volt Ampere (kVA).

Gambar 2.7 Generator

c. Penghubung turbin dengan generator, penghubung turbin dengan generator atau sistem
transmisi energi mekanik ini dapat digunakan sabuk atau puli, roda gerigi atau dihubungkan
langsung pada porosnya.
1) Sabuk atau puli digunakan jika putaran per menit ( rpm ) turbin belum memenuhi
putaran rotor pada generator, jadi puli berfungsi untuk menurunkan atau menaikan rpm
motor generator.
2) Roda gerigi mempunyai sifat yang sama dengan puli
3) Penghubung langsung pada poros turbin dan generator, jika putaran turbin sudah lama
dengan putaran rotor pada generator.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 10


Gambar 2.8 Skema Instalasi Generator dengan Turbin menggunakan Flat Belt

Gambar 2.9 Instalasi PLTMH

2.4 Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol


Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah :
 Generator Sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat ( brushless excitation ) dengan penggunaan
dua tumpuan bantalan ( two bearing ).
 Induction Motor sebagai Generator ( IMAG ) sumbu vertikal, pada perencanaan turbin
propeller open flume.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 11


Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan keluaran tegangan
220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah :

 Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 – 0.8


 Aplikasi 10 – 20 KVA efisiensi 08 – 0.85
 Aplikasi 20 – 50 KVA efisiensi 0.85
 Aplikasi 50 – 100 KVA efisiensi 0.85 – 0.9
 Aplikasi > 100 KVA efisiensi 0.9 – 0.95

Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan pengaturan beban
sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban. Apabila terjadi penurunan
beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan ke system pemanas udara ( air heater )
yang dikenal sebagai ballast load / dummy load.

Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah :

 Electronic Load Controller ( ELC ) untuk penggunaan generator sinkron


 Induction Generator Controller ( IGC ) untuk penggunaan IMA

Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti handal pada
penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol terintegrasi pada panel control ( switch gear ).
Fasilitas operasi panel control minimum terdiri dari :

 Kontrol start / stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual


 Stop / berhenti secara otomatis
 Trip Stop ( berhenti pada keadaan gangguan : over-under voltage, over-under frekuensi )
 Emergency shutdown, bila terjadi gangguan listrik ( missal arus lebih )

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 12


BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Penggunaan energi mikrohidro dapat digunakan sebagai salah satu alternatif energi baru
terbarukan untuk mengatasi permasalahan komsumsi listrik yang besar serta penyediaan
energi listrik yang belum merata terutama di daerah pedesaan. Penggunaan mikrohidro ini
sesuai dengan kondisi lingkungan di Indonesia yang mempunyai banyak bukit dan sungai.
Kondisi geografis seperti inilah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan PLTMH. Daya
yang dihasilkan oleh PLTMH berkisar antara 10-200 KW. Walaupun daya tersebut tergolong
kecil untuk suatu pembangkin, akan tetapi hal ini sangat membantu masyarakat terutama yang
berada di daerah terpencil yang belum mendapatkan listrik dari PLN. Pertimbangan mengapa
PLN belum dapat memberikan listrik pada daerah-daerah pedesaan mungkin dikarenakan
faktor ekonomis, teknis dan lain-lain.

Prinsip kerja PLTMH adalah memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang jatuh (debit)
perdetik yang ada pada saluran air yang dikondisikan dengan pipa. Air tersebut selanjutnya
menggerakkan turbin yang terhubung dengan generator. Generator inilah yang akan
menghasilkan listrik. Daya yang dihasilkan oleh suatu PLTMH tergantung dari spesifikasi
generator yang digunakan. Semakin besar generator yang digunakan maka akan semakin besar
pula daya yang dihasilkan.

3.2. Saran

Sebaiknya sebelum membuat suatu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, kita perlu
mengetahui terlebih dahulu berapa debit air yang mengalir. Sehigga dapat mengetahui seberapa
besar potensi dari aliran air tersebut. Kemudian menentukan jenis dan spesifikasi dari
generatornya. Besar debit air dan kemampuan dari generator harus seimbang agar didapatkan
tingkat efisiensi yang tinggi.

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 13


DAFTAR PUSTAKA
- Kamus Besar Bahasa Indonesia

- Sami, Dedy. 2010.”PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH)”,(Online),

(http://sami-dedy.blogspot.co.id/2010/06/pembangkit-listrik-tenaga-mikro-hidro.html), diakses

tanggal 23 Februari 2018 jam 18:00

- http://miftah18arifin.blogspot.co.id/2015/12/makalah-pembangkit-listrik-tenaga-mikro_14.html

tentang Makalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro diakses tanggal 23 Februari 2018 jam

18:00

- http://digilib.unila.ac.id/22833/18/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf

tentang “ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) STUDI

KASUS: SUNGAI AIR ANAK (HULU SUNGAI WAY BESAI)”, (Skripsi), diakses tanggal 23

Februari 2018 jam 20:00

- https://www.kajianpustaka.com/2016/10/pembangkit-listrik-tenaga-mikro-hidro.html tentang

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) diakses tanggal 23 Februari 2018 jam 20:00

- http://insyaansori.blogspot.co.id/2014/02/pembangkit-listrik-tenaga-mikro-hidro.html tentang

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) diakses tanggal 23 Februari 2018 jam 20:00

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MIKRO HIDRO PEMBANGKIT DAYA LISTRIK 14