Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 7 KOTA JAMBI


Kelas/Semester : VII/II
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Materi Pokok : Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa
Hindu- Buddha
Sub Pokok : 1. Masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
2. Pengaruh Hindu-Budha terhadap Msyarakat Indonesia
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2JP)

A. Kompetensi Inti (KI)


K.I. 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
K.I 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan social dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
K.I. 3. Memahami pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
K.I 4. Mencoba, mengelolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan dipelajari disekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut dalam bentuk sudut pandang/teori.

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.2 Memahami kronologi 3.2.1 Peserta didik dapat menjelaskan masuknya
perubahan, dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
kesinambungan dalam 3.2.2 Peserta didik dapat menyebutkan teori-teori
kehidupan bangsa mengenai masuknya kebudayaan Hindu –
Indonesia pada aspek Budha di Indonesia
politik, sosial, budaya, 3.2.3 Menyebutkan Aspek-aspek kehidupan

1
geografis, dan pendidikan masyarakat Indonesia yang dipengaruhi
sejak masa praaksara oleh masuknya agama Hindu-Buddha
sampai masa Hindu- 3.2.4 Menjelaskan pengaruh Hindu-Buddha pada
Buddha dan Islam. bidang pemerintahan, sosial, ekonomi,
agama, dan budaya

4.1 Menyajikan kronologi 4.1.1 Membuat laporan hasil diskusi


perubahan, dan 4.1.2 Mempresentasikan laporan hasil diskusi
kesinambungan dalam kelompok mengenai teori mana yang
kehidupan bangsa paling kuat.
Indonesia pada aspek
politik, sosial, budaya,
geografis, dan pendidikan
sejak masa praaksara
sampai masa Hindu-
Buddha dan Islam.

B. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
2. Peserta didik dapat menyebutkan teori-teori mengenai masuknya kebudayaan Hindu
– Budha di Indonesia

C. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
BAB IV Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Praaksara, Hindu- Buddha, Dan
Islam
a. Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindu-Budha
 Masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
 Pengaruh Hindu-Budha terhadap masyarakat Indonesia
2. Materi Pembelajaran Pengayaan
a. Penyampaian Materi regular dan Pemberian tes ulang dengan penyederhanaan.
b. Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, baik dipandu
langsung oleh guru atau teman sebaya yang terlebih dahulu mencapai ketuntasan
belajar yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran.

2
3. Materi Pembelajaran Remedial
a. Pengayaan dilaksanakan sebagai tindak lanjut analisis hasil penilaian bagi peserta
didik yang sudah tuntas
b. Pengayaan dilakukan dengan cara perserta didik diminta untuk mengidentifikasi /
menganalisis sumber daya alam Indonesia

D. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific
Model : Talking Stick
Metode : Cooperatif Learning

E. Media dan bahan


1. Pertemuan Pertama : mengamati mind mapping yang menunjukkan materi
masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia dan engaruh Hindu-
Budha terhadap Msyarakat Indonesia.
2. Mind mapping, plester
3. Papan tulis, spidol, dan penghapus

F. Sumber Belajar
1. Buku siswa : Kemendikbud. Edisi Revisi 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta.
Halaman 129
2. Buku Guru : Kemendikbud. Edisi Revisi 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta.
3. Lingkungan SMP Negeri 7 Kota Jambi, Telanai Pura

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1
Tahapan Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan Persiapan 10 menit
Orientasi kelas :
1. Memberi salam
2. Guru mengajak siswa berdoa bersama sesuai
keyakinan masing- masing (PPK, religius)
3. Memeriksa kehadiran siswa

3
4. Apersepsi :
Guru menanyakan kembali materi sebelumnya yakni
tentang ”nenek moyang bangsa Indonesia” (menanya/
saintifik)
5. Motivasi:
Guru memotivasi siswa bahwa materi yang akan
dipelajari terjadi pada diri kita maupun di sekitar.
Dengan bercerita tentang masuknya kebudayaan hindu
budha di Indonesia.
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
harus dicapai siswa dalam pembelajaran ini.
Kegiatan Inti 1. Mengamati 55 menit
a. Peserta didik (membaca) materi yang telah diberikan
oleh guru dan buku atau sumber belajar lain (internet)
b. Peserta didik diminta mengamati mind mapping yang
menunjukkan peta jalur perdagangan laut antara India
dan Cina yang melewati wilayah perairan kepulauan
Indonesia
c. Peserta didik mengamati guru menyampaikan materi
penjelasan mengenai materi masuknya kebudayaan
hindu-budha di Indonesia dan pengaruh hindu-budha
terhadap msyarakat Indonesia
2. Menanya
a. Guru mengajukan pertanyaan mengenai peta
masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia
kepada peserta didik
b. Guru mengajukan pertanyaan tentang teori-teori
mengenai masuknya kebudayaan Hindu – Budha di
Indonesia
3. Mengumpulkan data atau mengeksplorasi
a. Peserta didik mempersiapkan tongkat atau dapat di
ganti dengan spidol.
b. Guru mengajak siswa bermain talking stick
c. Peserta didik mengambil sebuah tongkat dan

4
memberikannya kepada peserta didik yang lain dengan
diiringi musik.
4. Mengasosiasi
a. Peserta didik yang memegang tongkat sewaktu musik
berhenti, dapat mengambil nomor pertanyaan.
b. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik
sesuai dengan nomor pertanyaan yang telah diambil.
5. Mengkomunikasikan
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang diberikan
guru.
b. Peserta didik yang telah menjawab pertanyaan tersebut
dipersilahkan duduk kembali dibangku masing-
masing.
c. Demikian selanjutnya sampai sebagian besar siswa
melakukan kegiatan tersebut
Penutup 1. Guru memberikan kesimpulan pembelajaran mengenai 15 menit
masuknya kebudayaan hindu-budha di indonesia dan
pengaruh hindu-budha terhadap masyarakat indonesia.
2. Peserta didik menerima tugas untuk membaca materi
selanjutnya mengenai kerajaan-kerajaan hindu-budha di
indonesia.
3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan
salam.
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan
membaca Hamdallah dan salam.

LAMPIRAN 1
a. Masuknya kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

5
Sumber: Atlas Dunia Buana Ray
Gambar 2.1Jalur pelayaran India–Cina

Coba kamu amati baik-baik gambar 2.1 di atas. Gambar ini menunjukkan jalur
perdagangan laut antara India dan Cina yang melewati wilayah perairan kepulauan Indonesia.
Apa keuntungan yang diperoleh masyarakat di Indonesia dari perdagangan laut ini?
Hubungan dagang antara India dan Cina semula dilakukan melalui jalur darat yang dikenal
dengan jalur sutera. Jalur ini membentang dari Cina, melewati Asia Tengah, sampai ke Eropa.
Komoditi utama yang diperdagangkan adalah kain sutera dari Cina, itulah mengapa jalur
tersebut dinamakan sebagai Jalur Sutera. Selain kain sutera, wawangian dan rempah-rempah
juga menjadi komoditas yang sangat laris di Eropa. Akan tetapi sejak awal abad Masehi jalur
itu dialihkan melalui laut karena situasi jalan darat di Asia Tengah sudah tidak aman. Jalan
laut yang terdekat dari India ke Cina, yaitu melalui Selat Malaka.
Peralihan rute perdagangan ini telah membawa keuntungan bagi masyarakat di Indonesia.
Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit (pemberhentian) bagi pedagang-pedagang Cina
dan pedagang-pedagang India. Masyarakat di Indonesia juga ternyata ikut aktif dalam
perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia-
India dan Indonesia- Cina).
Hubungan dengan kedua bangsa itu menyebabkan pengaruh Hindu- Buddha yang berasal
dari India berkembang di Indonesia. Namun demikian, tidak diketahui secara pasti mengenai
kapan dan bagaimana proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Sampai saat
ini masih ada perbedaan pendapat mengenai cara dan proses masuknya kebudayaan Hindu-
Buddha ke Kepulauan Indonesia. Berikut ini beberapa pendapat (teori) mengenai masuknya
kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia.
b. Teori Waisya
Teori Waisya dikemukan oleh NJ.Krom. Ia menyebutkan bahwa proses masuknya
kebudayaan Hindu-Budha dibawa oleh pedagang India. Para pedagang India yang berdagang
di Indonesia menyesuaikan dengan angin musim. Sambil menunggu perubahan arah angin,
mereka dalam waktu tertentu menetap di Indonesia. Selama para pedagang India tersebut
menetap di Indonesia, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan- perempuan

6
pribumi. Menurut NJ. krom, mulai dari sini pengaruh kebudayaan India menyebar dan
menyerap dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
c. Teori Ksatria
Ada tiga pendapat mengenai proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang
dilakukan oleh golongan ksatria, yaitu:
1. C.C. Berg menjelaskan bahwa golongan ksatria yang turut menyebarkan kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria India ini ada yang terlibat konflik dalam masalah
perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan oleh para ksatria ini sedikit
banyak membantu kemenangan bagi salah satu kelompok atau suku di Indonesia yang
bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada di antara mereka yang kemudian
dinikahkan dengan salah satu putri dari kepala suku atau kelompok yang dibantunya. Dari
perkawinannya itu, para ksatria dengan mudah menyebarkan tradisi Hindu-Budha kepada
keluarga yang dinikahinya tadi. Selanjutnya berkembanglah tradisi Hindu-Budha dalam
kerajaan di Indonesia.
2. Sama seperti yang diungkap oleh C.C. Berg, Mookerji juga mengatakan bahwa
golongan ksatria dari Indialah yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha ke
Indonesia. Para Ksatria ini selanjutnya membangun koloni-koloni yang berkembang
menjadi sebuah kerajaan.
3. J.L. Moens mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan- kerajaan di
Indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama.
Ternyata sekitar abad ke-5, ada di antara para keluarga kerajaan di India Selatan
melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Mereka itu
nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia.
d. Teori Brahmana
Teori ini diungkap oleh Jc.Van Leur. Dia mengatakan bahwa kebudayaan Hindu-Budha
India yang menyebar ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana. Pendapatnya itu
didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak
Hindu-Budha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan Bahasa
Sansekerta dan Huruf Pallawa. Karena hanya golongan Brahmanalah yang menguasai bahasa
dan huruf itu maka sangat jelas di sini adanya peran Brahmana.
e. Teori Arus Balik
Pendapat ini menjelaskan peran aktif dari orang-orang Indonesia yang mengembangkan
kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Pendapat mengenai keaktifan orang-orang Indonesia
ini diungkap oleh F.D.K Bosch yang dikenal dengan Teori Arus Balik. Teori ini

7
menyebutkan bahwa banyak pemuda Indonesia yang belajar agama Hindu-Buddha ke India.
Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali ke Indonesia untuk menyebarkannya.

b. Pengaruh Hindu–Buddha terhadap Masyarakat di Indonesia


Masuknyapengaruh Hindu-Buddha ke Indonesia telah membawa perubahandalam
berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.Perubahan- perubahan itu antara lain
tampak dalam bidang-bidang berikut ini.
1. Bidang Pemerintahan
Sebelum unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha masuk, masyarakat dipimpin oleh
seorang kepala suku yang dipilih oleh anggota masyarakatnya. Seorang kepala suku
merupakan orang pilihan yang mengetahui tentang adat istiadat dan upacara pemujaan
roh nenek moyangnya dengan baik. Ia juga dianggap sebagai wakil nenek moyangnya. Ia
harus dapat melindungi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Karena itulah larangan
dan perintahnya dipatuhi oleh warganya.
Setelah masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha terjadi
perubahan.Kedudukan kepala suku digantikan oleh raja seperti halnya di India.Raja
memiliki kekuasaan yang sangat besar. Kedudukan raja tidak lagi dipilih oleh rakyatnya,
akan tetapi diturunkan secara turun temurun. Raja dianggap sebagai keturunan dewa dan
dianggap sebagai puncak dari segala hal dalam negara.
2. Bidang Sosial
Pengaruh Hindu-Buddha dalam bidang sosial ditandai dengan munculnya pembedaan
yang tegas antar kelompok masyarakat.Dalam masyaakat Hindu, pembedaan ini
disebut dengan sistem kasta.Sistem ini membedakan masyarakat berdasarkan fungsinya.
Golongan Brahmana (pendeta) menduduki golongan pertama.Ksatria (bangsawan,
prajurit) menduduki golongan kedua. Waisya (pedagang dan petani) menduduki golongan
ketiga, sedangkan Sudra (rakyat biasa) menduduki golongan terendah atau golongan
keempat. Adanya pembagian masyarakat berdasarkan kasta berdampak pada perbedaan hak-
hak antara golongan-golongan kasta yang berlainan, terutama dalam hal pewarisan harta,
pemberian sanksi dan kedudukan dalam pemerintahan.
3. Bidang Ekonomi
Sejak terbentuknya jalur perdagangan laut yang menghubungkan India dan Cina,
kegiatan perdagangan di Kepulauan Indonesia berkembang pesat. Daerah pantai timur
Sumatra menjadi jalur perdagangan yang ramai dikunjungi para pedagang. Kapal-kapal
dagang dari India dan Cina banyak yang singgah untuk menambah persediaan makanan dan

8
minuman, menjual dan membeli barang dagangan, atau menanti waktu yang baik untuk
berlayar. Kemudian, muncul pusat-pusat perdagangan yang berkembang menjadi pusat
kerajaan.
4. Bidang Agama
Hubungan antara Indonesia dan pusat Hindu-Buddha di Asia berawal dari hubungan
dagang antara Indonesia, India dan Cina. Hal ini menyebabkan pusat-pusat perdagangan di
Indonesia juga menjadi pusat-pusat Hindu- Buddha.Selanjutnya pusat-pusat ini
berkembang menjadi pusat kerajaan dan pusat penyebaran Hindu-Buddha ke berbagai
wilayah sesuai dengan cakupan wilayah kerajaan. Dengan tersebarnya agama Hindu-
Buddha, banyak masyarakat di Indonesia yang menganut agama Hindu atau Buddha.
Meskipun demikian, sistem kepercayaan terhadap roh halus yang sudah berkembang sejak
masa praaksara tidak punah.
5. Bidang Kebudayaan
Sebelum masuknya unsur kebudayaan dan agama Hindu-Buddha, telah berkembang
kebudayaan asli Indonesia. Kemudian, setelah masuknya unsur kebudayaan dan agama
Hindu-Buddha terjadilah proses perpaduan antara dua kebudayaan tersebut. Pepaduan
itu disebut akulturasi. Hasilnya adalah kebudayaan baru yang memiliki ciri khas dari
masing-masing kebudayaan. Contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha
dengan kebudayaan asli Indonesia antara lain sebagai berikut.
1. Seni Bangunan
Bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya merupakan bentuk akulturasi antara
unsur budaya Hindu-Buddha dengan unsur budaya asli Indonesia. Bangunan yang megah,
patung-patung perwujudan dewa atau Buddha, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah
unsur dari India. Bentuk candi-candi di Indonesia pada hakikatnya adalah punden berundak
yang merupakan unsur Indonesia asli.

9
Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/
Gambar 1.Ilustrasi punden berundak

Bangunan punden berundak sebenarnya sudah berkembang dari masa praaksara, sebagai
penggambaran dari alam semesta yang bertingkat- tingkat. Tingkat paling atas adalah tempat
persemayaman nenek moyang. Punden berundak menjadi sarana khusus untuk pemujaan
terhadap roh nenek moyang.
2. Seni Rupa dan Seni Ukir
Masuknya pengaruh Hindu-Buddha membawa perkembangan dalam bidang seni rupa,
seni pahat dan seni ukir.Hal ini dapat dilihat pada relief atau seni ukir yang dipahatkan pada
bagian dinding candi. Misalnya, relief yang dipahatkan pada dinding-dinding pagar langkan
di Candi Borubudur yang berupa pahatan riwayat Sang Buddha. Di sekitar Sang Buddha
terdapat lingkungan alam Indonesia seperti rumah panggung dan burung merpati.
3. Sastra dan Aksara
Berkembangnya karya sastra terutama yang bersumber dari Mahabrata dan Ramayana,
melahirkan seni pertunjukan wayang kulit.Isi dan cerita pertunjukan wayang banyak
mengandung nilai-nilai yang bersifat mendidik. Cerita dalam pertunjukan wayang berasal
dari India, tetapi wayangnya asli dari Indonesia.

Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/
Gambar 4.27.Tokoh-tokoh Punakawan
Selain itu ada pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia.Misalnya tokoh-tokoh
punakawan seperti Semar, Gareng, Bagong dan Petruk. Tokoh- tokoh ini tidak ditemukan di
India.Perkembangan sastra ini didukung oleh penggunaan Bahasa Sansekerta dan huruf-
huruf India seperti Pallawa, Prenagari, dan Dewanagari.

10
LAMPIRAN 2
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
KISI-KISI PENULISAN BUTIR SOAL
Nama Sekolah : SMPN 7 KOTA JAMBI
Kelas/Semester : VII/2
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Mata Pelajaran : IPS

11
12
No Kompetensi Materi/ Indikator Soal Bentuk Jumlah
Dasar Sub Materi Soal Soal
1. 1.2 memahami a.3.2.1 Peserta didik dapat Uraian 20
berpikir Kehidupan menjelaskan
kronologi, manusia pada masa masuknya
perubahan, hindu-budha kebudayaan
dan 1. Mas Hindu-Budha di
kesinambun uknya Indonesia
gan dalam kebudayaan 3.2.2 Peserta didik
kehidupan Hindu-Budha di dapat
bangsa Indonesia menyebutkan
Indonesia 2. Pen teori-teori
pada garuh Hindu- mengenai
aspekpolitik, Budha terhadap masuknya
sosial, Msyarakat kebudayaan Hindu
budaya, Indonesia – Budha di
geografis, Indonesia
dan 3.2.3 Menyebutkan
pendidikan Aspek-aspek
sejak masa kehidupan
praaksara masyarakat
sampai masa Indonesia yang
Hindu- dipengaruhi oleh
Buddha, dan masuknya agama
Islam Hindu-Buddha
3.2.4 Menjelaskan
pengaruh Hindu-
Buddha pada
bidang
pemerintahan,
sosial, ekonomi,
agama, dan
budaya

13
Skor Pe rolehan
Nilai Akhir = x 100
Skor Maksismum

 Instrumen Penilaian/Soal
No Butir Soal Kunci Jawaban Skor Skor
Maksimal
1 Awal masuknya unsur-unsur budaya Masa klasik
India di kepulauan Indonesia

2 Hubungan dagang antara India dan Jalur sutera


Cina semula dilakuakn melalui jalur
darat yang dikenal dengan
3 Komoditi utama yang diperdagangkan Kain sutera
antara India dan Cina
4 Jalan laut yang terdekat dari India ke Selat
cina melalui malaka
5 Jalur sutera membentang dari wilayah Cina melewati
Asia Tengah
sampai Eropa
6 Teori waisya dikemukan oleh N.J Krom
7 Tokoh yang berpendapat mengenai C.C Berg,
proses penyebarab kebudayaan Mookerji, J.L
Hindu-Budha yang dilakukan oleh Moens
golongan ksatria
8 Proses masuknya kebudaayan Hindu- Waisya
Budha dibawa oleh pedagang India
termasuk teori
9 Sebutkan teori masuknya Hindu- Waisya,
Budha ke Indonesia ksatria,
brahmana,
arus balik
10 Teori brahmana diungkapkan oleh Jc. Van
Leur
11 Teori yang mengatakan kebudayaan Brahmana
Hindu-Budha yang menyebar ke
Indonesia di bawa oleh golongan

14
pendeta atau cendikiawan
12 Teori yang menjelaskan peran aktif Arus balik
dari orang-orang indonesia yang
mengembangkan kebudayaan hindu-
budha di Indonesia
13 Masuknya pengaruh Hindu-Budha ke Pemerintah
indonesia telah membawa perubahan an, sosial,
dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi,
diantaranya agama,
kebudayaan
14 Kedudukan kepala suku digantikan Pemerintah
oleh raja termasuk dalam bidang an
15 Pengaruh Hindu-Budha dalam bidang Sistem
sosial ditandai dengan munculnya kasta
pembedaan antar kelompok yang
dikenal
16 Setelah masuknya unsur kebudayaan Akulturasi
dan agama hindu budha di indonesia
terjadilah proses perpaduan antara dua
kebudayaan yang dikenal
17 Berkembangnya karya satra byang Wayang
bersumber dari Mahabarata dan kulit
Ramayan yang melahirkan seni
pertunjukkan
18 Masuknya pengaruh Hindu-Budha Relief pada
membawa perkembangan dalam candi
bidang seni rupa, seni pahat dan seni
ukir yang dapat dilihat
19 Bentuk bangunan sebagai akulturasi Candi
antara unsur budaya Hindu-Budha
dengan budaya Indonesia
20 Bentuk candi di Indonesia pada Punden
hakikatnya berundak

15
LAMPIRAN 3
Penilaian Keterampilan (Praktik Mempresentasikan)
a. Teknik Penilaian : Produk
b. Bentuk Penilaian : lembar pengamatan
c. Instrumen Penilaian : Skala penilaian
d. Rubrik Penilaian

I. Persiapan peralatan, dan tata ruang dll.


II. Penguasaan materi
III. Penguasaan/kemampuan berbahasa
IV. Ferformance/penampilan
e. Pedoman Penskoran:
KE NAMA SISWA SKOR JUMLA
I II III IV
L H
10-100 10-100 10-100 10-100

16
II
Dst

Skor Perolehan
Nilai Akhir = x 100
Skor Maksismum

LAMPIRAN 4

INSTRUMEN PENILAIAN SPIRITUAL


(LEMBAR OBSERVASI)
JURNAL PERKEMBANGAN SPIRITUAL

Nama Butir Tindak


No Waktu Catatan Perilaku
Siswa Sikap lanjut
Tidak melakukan sholat Jumat
Dipanggil dan
1 25/10/17 A…… yang diseleng-garakan Ketaqwaan
di nasehati guru
disekolah
Mengganggu teman yang
Dipanggil dan
2 27/10/17 B…… sedang berdoa sebelum Ketaqwaan
di nasehati guru
makan siang di kantin..
Mengingatkan temannya Toleransi Mendapat
3 01/11/17 C…… untuk melaksanakan sholat hidup Pujian
Dzuhur di sekolah. beragama
Dst.

Deskripsi Sikap Spiritual


N Nama Deskripsi Nilai sikap spiritual
o
1 A….. Ketaqwaan sudah mulai berkembang
2 B….. Ketaqwaan, perlu bimbingan
3 C….. toleransi hidup beragama meningkat

17
LAMPIRAN 5

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP


(LEMBAR OBSERVASI)
JURNAL PERKEMBANGAN SIKAP

Nama Sekolah : SMPN 7 KOTA JAMBI


Kelas/Semester : VII/II
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Guru :

No Waktu Nama Catatan Perilaku Butir Sikap Tindak


. Siswa Lanjut
1. Menolong orang lanjut usia Apresiasi
04/04/18 A...... untuk menyeberang jalan di Kepedulian
depan sekolah.
2. Berbohong ketika ditanya Teguran
04/04/18 B....... alasan tidak masuk sekolah di Kejujuran
ruang guru.
3. Menyerahkan dompet yang Apresiasi
ditemukannya di halaman
04/04/18 C..... sekolah kepada Satpam Kejujuran
sekolah.
4. Tidak menyerahkan surat ijin Teguran
04/04/18 D...... tidak masuk dari orang tuanya Tanggung
kepada guru jawab

18
5. Terlambat mengikuti upacara Teguran
03/11/17 E..... di sekolah. Kedisiplina
n
6. Mempengaruhi teman untuk Teguran
04/04/18 F..... tidak masuk sekolah. Kedisiplina
n
7. Memungut sampah yang Apresiasi
04/04/18 G..... berserakan di halam sekolah. Kebersihan
Mengkoordinir teman-teman Apresiasi
sekelasnya mengumpulkan
04/04/18 H..... bantuan untuk korban bencana Kepedulian
alam.

Deskripsi Sikap Sosial


N Nama Deskripsi Nilai Sikap Sosial
o
1. A…… Kepedulian meningkat
2. B…… Kejujuran perlu bimbingan
3. C…… Kejujuran meningkat dan kedisiplinan perlu bimbingan
4. D…… Kepedulian perlu bimbingan
5. Dst….. ………….

19
LAMPIRAN 6

PROGRAM REMEDIAL
Bentuk program layanan remidial:
1. Pencapaian kompetensi sikap: dengan bimbingan konseling (dtangani BK/ wali kelas.
2. Pencapaian pengetahuan dan keterampilan :
Bimbingan khusus jika ada yang mengalami kesulitan belajar
Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, jika ada siswa yang
nilainya jauh di bawah KKM. Dengan cara dipandu langsung oleh guru atau tutor
sebaya oleh kelompok yang terlebih dahulu mencapai ketuntasan belajar .
Tes ulang Pemberian Tes Ulang jika ada beberapa peserta didik yang tidak mencapai
KKM (71).

Program Layanan Remidial Ulangan harian


Identifikasi KD/Indikator yang belum Dikuasai

Mata Pelajaran : …………………………………………


Kelas/ Semester : …………………………………………
Ulangan harian Ke : …………………………………………
Materi Pembelajaran : …………………………………………

No Nama siswa yang Nilai Nomor Soal yang Indikator (Mengacu


Belum Tuntas belum dikuasai pada kisi-kisi PH)

20
Rencana Tindakan (Tugas/ Remidial teaching)
Remidial teaching untuk Indikator soal no…
Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal ……..

Keterangan:
Untuk siswa yang telah tuntas diberikan tugas pengayaan Materi Pengayaan di atas
(lamp. 1)

Jambi, April 2018


Mengetahui, Guru Mata Pelajaran IPS,
Kepala Sekolah

NIP. NIM.

21