Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat
penting dan tidak dapat dimusnakan dan dilepaskan dari kebutuhan sehari –
hari. hampir semua pekerjaan manusia membutuhkan energi listrik.
kekurangan energi dapat menganggu aktivitas kesinambungan dan
ketersediaan enrgi listrik harus dipertahankan. Di Indonesia sendiri kebutuhan
energy listrik semakin meningkat karena dilihat dari pertumbuhan jumlah
penduduk dan kemajuan informasi dan teknologi. Penggunaan tenaga listrik
biasanya lebih banyak digunakan di gedung – gedung besar seperti
perkantoran, pabrik, hotel, termasuk gendung pendidikan menggunakan
energy listrik engan kapasitas besar. sementara sumber energi listrik di
Indonesia masih menggunakan energi fosil dengan diperkirakan suplai energi
hanya untuk 70 tahun kedepan. Sehingga kita dituntut untuk dapat
menggantinya dengan sumber energi alternatif yang mungkin dapat
digunakan. PT. ABC merupakan salah satu industri cukup besar di
Indonesia.Sebagai salah satu konsumen energi terbesar PT. ABC dituntut
untuk berupaya mengatur penggunaan energi secara efektif, efisien dan
rasional.Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No 10 (2005) yang
menginstruksikan agar dilakukan penghematan energi di instansi – instansi
pemerintah pusat ataupun daerah, serta dilakukan sosialisasi program
penghematan energi listrik (DESDM, 2003).
PT. ABC adalah bergerak dalam industri komponen batery yang
mengunakan mesin Press/Stamping secara otomatis. Mesin press otomatis ini
sebagian besar digerakkan secara mengunakan pneumatic yang sumber
tenaganya dari Kompresor. Kompressor (udara tekan) untuk operasi produksi
yang dihasilkan oleh unit udara tekan yang berkisar dari 5 horsepower (hp)
sampai lebih 50.000 hp. Kompresor dan sistim udara tekan menjadi area
penting untuk meningkatkan efisiensi energi pada plant industri. Dari hasil
penelitian ini diketahui potret penggunaan energi yang digunakan pada
industri stamping adalah bersumber dari PLN dengan kapasitas daya 600 kVA
yang salah satunya digunakan untuk Kompresor. Konsumsi energi listrik
tahun 2014 adalah sebesar 962.700 kWh/Tahun dengan biaya konsumsi energi
listrik adalah Rp 1.632.253.788 per tahun. Dari hasil penelitian ini diketahui
potensi penghematan energi listrik pada Kompresor sebesar 163.675
kWh/Tahun atau potensi penghematan biaya sebesar Rp 310.982.500 per
tahun. Penghematan energi dari perbaikan sistim dapat berkisar dari 20
sampai 50 persen atau lebih dari pemakaian listrik, menghasilkan ribuan
bahkan ratusan ribu dolar. Sistim udara tekan yang dikelola dengan benar
dapat menghemat energi, mengurangi perawatan, menurunkan waktu
penghentian operasi, meningkatkan produksi, dan meningkatkan kualitas.
Sistim udara tekan terdiri dari bagian pemasokan, yang terdiri dari kompesor
dan perlakuan udara, dan bagian permintaan, yang terdiri dari sistim distribusi
& penyimpanan dan peralatan pemakai akhir. Bagian pemasokan yang
dikelola dengan benar akan menghasilkan udara bersih, kering, stabil yang
dikirimkan pada tekanan yang dibutuhkan dengan biaya yang efektif. Bagian
permintaan yang dikelola dengan benar akan meminimalkan udara terbuang
dan penggunaan udara tekan untuk penerapan yang tepat. Perbaikan dan
pencapaian puncak kinerja sistim udara tekan memerlukan bagian sistim.
Beberapa peluang untuk menghemat konsumsi energi pada Kompressor
udaradiantaranya adalah; mengurangi tekanan keluaran, menghilangkan atau
mengurangi kebocoran udara tekan, penggantian motor listrik efesiensi tinggi,
penggunaan multi stage compressor, penggunaan variable inlet volume dan
penggunaan VSD. Analisa dan perhitungan dari beberapa pilihan diatas
dilakukan menggunakan software dari SEAI.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara melakukan penghematan energi motor listrik di PT. ABC?

1.3 Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah diperoleh tingkat penghematan konsumsi energi listrik di
PT. ABC dan beberapa cara yang memungkinkan untuk menghemat energi yang
dikonsumsi.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Audit Energi Pada Kompresor


Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan
tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara. Kompresor biasanya
menggunakan motor listrik, mesin diesel atau mesin bensin sebagai tenaga
penggeraknya. Udara bertekanan hasil dari kompresor biasanya diaplikasikan atau
digunakan pada pengecatan dengan teknik spray/ air brush, untuk mengisi angin ban,
pembersihan, pneumatik, gerinda udara (air gerinder) dan lain sebagainya.

2. Jenis Kompresor
Secara umum kompresor dibedakan menjadi dua jenis yaitu kompresor dinamis dan
kompresor perpindahan positif.
1. Kompresor Perpindahan Positif
Kompresor perpindahan positif dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor
piston (reciprocating compressor) dan kompresor putar (rotary).
• Kompresor piston/torak (Reciprocating)
1) Kompresor Piston Kerja Tunggal
Kompresor piston kerja tunggal adalah kompresor yang memanfaatkan
perpindahan piston, kompresor jenis ini menggunakan piston yang
didorong oleh poros engkol (crankshaft) untuk memampatkan udara/ gas.
Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi
awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi
akhir/depan.
Gambar 2.1 Kompresor Piston Kerja Tunggal

2) Kompresor Piston Kerja Ganda


Kompresor piston kerja ganda beroperasi sama persis dengan kerja tunggal,
hanya saja yang menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda,
silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisinya.
Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara
bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

Gambar 2.2 Kompresor Piston Kerja Ganda


3) Kompresor Diafragma
Kompresor diafragma adalah jenis klasik dari kompresor piston, dan
mempunyai kesamaan dengan kompresor piston, hanya yang membedakan
adalah, jika pada kompresor piston menggunakan piston untuk
memampatkan udara, pada kompresor diafragma menggunakan membran
fleksible atau difragma.

Gambar 2.3 Kompresor Diafragma

• Kompresor Putar (Rotary)


1) Kompresor Screw (Rotary screw compressor)
Kompresor screw merupakan jenis kompresor dengan mekanisme putar
perpindahan positif, yang umumnya digunakan untuk mengganti
kompresor piston, bila diperlukan udara bertekanan tinggi dengan volume
yang lebih besar.

Gambar 2.4 Kompresor Screw


2) Lobe
3) Vane
4) Liquid Ring
5) Scroll

2. Kompresor Dinamis
Kompresor dinamis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor sentrifugal dan
kompresor aksial.
• Kompresor Sentrifugal
Kompresor sentrifugal merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal
yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik),
yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan)
dengan memperlambat aliran melalui diffuser.

Gambar 2.5 Kompresor Sentrifugal


• Kompresor Aksial
Kompresor aksial adalah kompresor yang berputar dinamis yang menggunakan
serangkaian kipas airfoil untuk semakin menekan aliran fluida. Aliran udara yang
masuk akan mengalir keluar dengan cepat tanpa perlu dilemparkan ke samping
seperti yang dilakukan kompresor sentrifugal. Kompresor aksial secara luas
digunakan dalam turbin gas/udara seperti mesin jet, mesin kapal kecepatan tinggi,
dan pembangkit listrik skala kecil.
Gambar 2.6 Kompresor Aksial

3. Cara Kerja Kompresor


Secara sederhana, prinsip atau cara kerja kompresor sama seperti pompa ban sepeda.
Jika piston kompresor ditarik ke atas, maka tekanan silinder yang ada di bagian
bawah akan menurun sampai berada di bawah tekanan atmosfer. Hal tersebut
membuat udara luar akan masuk melalui celah katup hisap.
Selanjutnya udara masuk ke dalam pompa kemudian piston turun menuju ke bawah
untuk memampatkan udara tersebut. Udara dimampatkan sehingga volumenya
menjadi lebih kecil, atau udara tersebut mengalir menuju ke tempat yang memiliki
tekanan udara yang lebih rendah. Untuk info lebih jelasnya bisa anda lihat pada
gambar berikut.

Gambar 2.7 Cara Kerja Kompresor


4. Audit energi pada Motor Listrik di PT. ABC
a. Pengertian Audit Energi
Menurut Badan Standarisasi Nasional (BSN) definisi dari audit energi adalah proses
evaluasi pemanfaatan energi dan identifikasi peluang penghematan energi serta
rekomendasi peningkatan efisiensi pada pengguna energi dan pengguna sumber
energi dalam rangka konservasi energi. (SNI 6196:2011).
jadi, sederhananya tujuan dari audit energi adalah bagaimana mengidentifikasi dan
melihat peluang efisiensi atau penghematan energi tanpa mengurangi kwalitas
pengunaan energi itu sendiri, mengingat tingkat kebutuhan energi setiap saatnya
mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

b. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan:
1. Studi Kepustakaan
Yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur-literatur,
seperti buku, jurnal, bahan hasil audit energi, modul pelatihan, internet dan
informasi lain.
2. Studi Lapangan (Observasi)
Melalui riset lapangan ini, dilakukan wawancara diperusahaan tempat penelitian
kepada pihak yang memiliki wewenang dalam pelaksanaan dan pengambilan
keputusan pada industri Stamping.

Gambar 2.8 Observasi di PT ABC


Adapun tahapan metode penelitian adalah sebagai berikut :

Gambar 2.9 Tahapan metodelogi penelitian

C. Pengambilan Data
Pengambilan data merupakan langkah awal untuk mengetahui berapa kebutuhan
energi yang diperlukan sebelum melakukan pengolahan data. Proses pengambilan
data ini terbagi dua, yaitu:
1. Pengumpulan Data Sekunder

Melakukan pengumpulan data sekunder yang diperlukan baik melalui kuesioner


maupun wawancara. Data-data tersebut yakni: deskripsi perusahaan Company profile,
kapasitas daya terpasang, jumlah produksi, penggunaan energi (jenis dan sumber
energy dan teknologi pemanfaat energi;
Survei dilakukan guna melakukan pengumpulan data konsumsi energi dan data
produksi, yang mencakup :
Data proses produksi (PFD, Process Flowsheet Diagram; SLD, Single Line
Diagram dan lain-lain);
Data konsumsi energi listrik, Data ini dipergunakan untuk melihat pola penggunaan
energi, khususnya energi listrik setiap bulan ada perbedaan atau tidak pada periode
yang sama namun pada tahun yang berbeda;
Desain peralatan terpasang berikut pola operasinya. Sistem/peralatan utama
proses dan peralatan utama utilitas (spesifikasi, pola penggunaan, kinerja energi).
Data – data ini sangat bermanfaat untuk mengevaluasi performance peralatan
konversi energy maupun peralatan produksi. Ini juga akan dilihat pengaruh pola
operasi terhadap performance peralatan; modifikasi proses yang pernah dilakukan;
permasalahan permasalahan yang sering muncul akhir-akhir ini; standard Operation
Procedure (SOP).
2. Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara melakukan pengukuran pada


peralatan listrik yang digunakan untuk mengetahui kualitas dan parameter efisiensi
pemanfaatan energi; Pengukuran dilakukan untuk melengkapi data sekunder yang
telah dikumpulkan.Pengukuran dilakukan secara rinci dilakukan pada lokasi-lokasi
yang diperkirakan memiliki potensi penghematan yang besar, sehingga dapat
diketahui secara lebih rinci besarnya potensinya dan untuk melakukan klarifikasi
terhadap data sekunder yang telah diperoleh.

Berikut ini nama alat Ukur utama yang digunakan untuk mengukur energi listrik
adalah Power Quality Analyze.