Anda di halaman 1dari 185

CARA MENGGUNAKAN BUKU INI

Buku pedoman reparasi ini berisi penjelasan mengenai


ISI
cara menservis sepedamotor HONDA GL MAX II, GL
PRO II (Neo Tech 1250, 1600) INFORMASI UMUM 1
Ikutilah petunjuk-petunjuk pada jadwal perawatan (Bab
3) untuk mempertahankan sepedamotor pada kondisi
operasional puncak. Adalah sangat penting untuk melak-
PELUMASAN 2
sanakan servis peralatan pertama yang dijadwalkan pada
waktunya.Servis ini mengadakan penyesuaian terhadap PERAWATAN 3
keausan awal yang terjadi selama masa pemakalan
mula. SISTEM BAHAN BAKAR 4
Bab 1 sampai dengan 3 membahas sepedamotor secara
keseluruhan, sedangkan bab 4 sampai dengan 19 mem-
bahas bagian-bagian sepedamotor yang dikelompokkan
PENURUNAN/PEMASANGAN MESIN 5
sesuai lokasinya.
Carilah bab yang dikehendaki pada halaman ini, kemu-
dian lihatlah daftar isi pada halaman 1 atau 2 dari pada
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP 6
bab tersebut.
Kebanyakan bab dimulai dengan keterangan servis dan SILINDER/TORAK 7
skema cara mengatasi kesukaran untuk bab tersebut.
KOPELING/PERALATAN PEMINDAHAN
8
Halaman-halaman berikutnya memberikan prosedur-
prosedur terperinci yang mendetail. GIGI TRANSMISI
Jika anda belum mengetahui sumber penyebab keru-
sakan, bacalah bab 18, CARA MENGATASI KESUKA-
RAN untuk petunjuk-petunjuk pembantu. ALTERNATOR/KOPELING STARTER 9
POROS ENGKOL/TRANSMISSI 10
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI 11
Semua keterangan, gambar, petunjuk dan
spesifikasi di dalam publikasi ini berdasarkan
data produk terakhir yang tersedia pada waktu
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI 12
pencetakan.
REM HIDRAULIK 13
PT ASTRA HONDA MOTOR berhak untuk
membuat perubahan setiap waktu tanpa
pemberitahuan dan tanpa ikatan apapun.
BATERAI/SISTEM PENGISIAN 14
Dilarang mengutip atau mencetak ulang bagian
dari penerbitan ini tanpa ijin tertulis penerbit.
SISTEM PENGAPIAN 15
LAMPU-LAMPU/METER-METER/
PT ASTRA HONDA MOTOR
SAKELAR-SAKELAR 16
DIAGRAM LISTRIK 17
CARA MENGATASI KESUKARAN 18

BPR GL MAX 14-11-2005


CATATAN PENTING
UNTUK KEAMANAN

AWAS! Menunjukkan adanya kemungkinan besar terjadinya luka - luka


berat atau kematian pada manusia apabila petunjuk tidak diikuti.

PERHATIAN Menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya luka - luka pada


manusia atau kerusakan pada kendaraan atau peralatan apabila
petunjuk tidak diikuti.

CATATAN Memberikan keterangan pembantu mengenai cara servis yang


lebih mudah dan efisien.

Di dalam buku ini tidak dimuat pembahasan mendetail mengenai prosedur kerja
bengkel standard, prinsip-prinsip keamanan serta pekerjaan-pekerjaan servis
standard. Adalah penting untuk mengetahui bahwa buku ini hanya memuat be-
berapa peringatan terhadap cara-cara servis tertentu yang dapat menimbulkan
KECELAKAAN BADANIAH kepada mekanik atau dapat merusak kendaraan atau
membuatnya tidak aman untuk dikendarai. Harap dimengerti bahwa peringatan-
peringatan ini tidak dapat meliputi semua cara-cara pelaksanaan servis, baik
yang dianjurkan Honda maupun yang tidak, ataupun akibat-akibatyang mungkin
berbahaya yang timbul dari pada setiap cara pelaksanaan servis, juga bahwa
Honda tidak dapat menyelidiki semua cara-cara sedemikian.
Setiap orang yang menggunakan prosedur kerja ataupun kunci perkakas, baik
yang dianjurkan oleh Honda ataupun tidak, harus meyakinkan dirinya sendiri
dengan pasti bahwa keamanan pribadi maupun keamanan kendaraan tidak akan
terancam oleh cara pelaksanaan servis ataupun kunci perkakas yang dipilih.

BPR GL MAX 14-11-2005


1. INFORMASI
INFORMASIUMUM
UMUM

KESELAMATAN KERJA 1-1 TORSI PENGENCANGAN 1-5


PERATURAN SERVIS 1-1 KUNCI PERKAKAS 1-7
IDENTIFIKASI MODEL 1-2 PERLETAKAN KABEL-KABEL 1-9
SPESIFIKASI 1-3 1

KESELAMATAN KERJA

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk dapat • Baterai mengeluarkan gas-gas yang dapat meledak;
melakukan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa tempat jauhkan percikan bunga api, api dan rokok. Sediakan
kerja memiliki ventilasi yang baik. Jangan sekali-kali ventilasi cukup sewaktu mengisi muatan listrik.
menjalankan mesin didalam ruangan tertutup. Gas buang • Baterai berisi asam sulfat (elektrolit ). Kontak dengan
mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat kulit atau mata dengan menyebabkan luka bakar
menghilangkan kesadaran dan akhirnya dapat menimbul- serius.
kan kematian. Gunakan pakaian pelindung dan pelindung muka.
- Jika elektrolit mengenai kulit anda, bilas dengan
air. Jika elektrolit masuk ke dalam mata, bila
dengan air untuk sekurangnya 15 menit dan minta
bantuan seorang dokter.
Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada • Elektrolit beracun.
kondisi tertentu, oleh karena itu bekerjalah di tempat ber- - Jika tertelan, minumlah sejumlah besar air atau
ventilasi balk dengan mesin dalam keadaan mati. Jan- susu dan susulkan dengan susu magnesia atau
gan merokok atau membiarkan adanya api atau percikan minyak tumbuh-tumbuhan dan minta bantuan
bunga api di tempat kerja atau di tempat penyimpanan dokter.
bensin. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

Serat-serat asbes yang dihirup telah diketahui menjadi • Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit
penyebab penyakit pemapasan dan kanker. Jangan gu- jika berulang kali dibiarkan mengenai kulit untuk
nakan slang udara dari kompressor atau kwas kering waktu lama. Meskipun hal ini tidak akan terjadi
untuk membersihkan peralatan rem. Gunakan alat peng- kecuali jika anda menangani oli bekas setiap hari,
hisap debu atau cara lain untuk mengurangi bahaya yang tetap dianjurkan untuk mencuci bersih tangan deng
disebabkan serat asbes yang melayang di udara. an air dan sabun sesegera mungkin setelah me-
nangani oli bekas.
JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.
PERATURAN SERVIS
1. Gunakan sukucadang asli Honda atau yang dianjurkan oleh Honda, dan pelumas yang direkomendasikan oleh
Honda. Sukucadang yang tidak memenuhi spesifikasi desain Honda dapat menimbulkan kerusakan pada
sepedamotor.
2. Gunakan kunci perkakas khusus yang didesain untuk produk ini.
3. Pasang gasket, cincin-o, pin pengaman, plat pengunci dan sebagainya yang baru sewaktu pemasangan kembali.
4. Sewaktu mengencangkan baut dan mur, mulailah dengan baut berdiameter besar atau baut yang ditengah lebih
dulu, dan kencangkan dalam beberapa tahap sesuai torsi yang ditentukan secara bersilang, kecuali apabila
ditentukan urutan yang lain.
5. Bersihkan komponen-komponen yang dibongkar di dalam cairan pembersih yang tidak dapat terbakar atau bertitik
nyala tinggi. Lumasi permukaan-permukaan yang saling bersentuhan sebelum pemasangan kembali.
6. Setelah pemasangan kembali, periksa semua part terhadap kebenaran pemasangan dan kerja operasional yang
baik.
7. Hanya gunakan kunci perkakas metrik sewaktu menservis sepedamotor ini. Baut, mur, dan sekrup metrik tidak
dapat dipertukarkan dengan pengencang jenis lain. Penggunaan kunci perkakas dan pengencang yang tidak tepat
dapat menimbulkan kerusakan pada sepedamotor.

BPR GL MAX 14-11-2005


1-1
INFORMASI UMUM

NOMOR SERI RANGKA

NOMOR SERI MESIN KODE IDENTIFIKASI KARBURATOR

1-2 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

SPESIFIKASI

SPESIFIKASI
BAGIAN GL MAX II GL PRO II
DIMENSI Panjang 2005 mm 2015 mm
Lebar 740 mm 740 mm
Tinggi 1056 mm 1050 mm
Jarak sumbu roda 1285 mm 1281 mm
Tinggi sadel 763 mm 766 mm
Tinggi pijakan kaki 292 mm 295 mm
Jarak terendah ke tanah 197 mm 197 mm
Berat Kosong 106 kg 106 kg
Berat siap pakai 116 kg 116 kg

RANGKA Tipe Pipa pola berlian Pipa pola berlian


Suspensi depan/jarak pergerakan Teleskopik/119 mm Teleskopik/119 mm
poros roda
Suspensi belakang/jarak pergerakan Lengan ayun/75 mm Lengan ayun/74 mm
poros roda
Kapsitas muatan kendaraan 130 kg
Ukuran ban depan 250 - 18 40 P 275 - 18 42 P
Ukuran ban belakang 300 - 18 47 P 300 - 18 47 P
Tekanan Satu orang Depan 175 kpa (1.75 kgf/cm2, 24 psi) 175 kpa (1.75 kgf/cm2, 24 psi)
udara Belakang 200 kpa (2.0 kgf/cm2, 28 psi) 200 kpa (2.0 kgf/cm2, 28 psi)
ban
dingin Dua orang Depan 175 kpa (1.75 kgf/cm2, 24 psi) 175 kpa (1.75 kgf/cm2, 24 psi)
Belakangan 225 kpa (2.25 kgf/cm2, 32 psi) 225 kpa (2.25 kgf/cm2, 32 psi)
Rem depan, luas permukaan tersapu Cakram tunggal hidraulis, kaliper dengan piston ganda, 334,4 cm2
Rem belakang, luas permukaan tersapu Sepatu rem leading/triling mekanis, 122,5 cm2
Kapasitas tangki bahan bakar 11 liter 11 liter
Cadangan bahan bakar 2 liter 2 liter
Sudut caster 62° 62°
Panjang trail 99 mm 99 mm
Sudut kemiringan menikung maksimum 45° 45°
Kapasitas minyak gardu depan 157 cm3 157 cm3
MESIN Jenis Pendinginan Udara, 4 langkah SOHC
Susunan silinder Silinder tunggal, sudut kemiringan
15° dari vertikal
Diameter X langkah 56,5 x 49,5 mm 63,5 x 49,5 mm
Volume langkah 124,1 cm3 156,7 CM3
Perbandingan kompressi 9,2:1 9:1
Daya maksimum (8,9 kW/10.000 menit -1 10,6 kW/9500 menit -1
(12,1 PS/10.000 rpm) (14,4 ps/9500 menit-l)
Torsi maksimum (9,8 N.m/7500 menit-1 12,1 N.m/7500 menit -1)
(1,0 kg.m/7500 rpm) 1,2 kg.m/7500 menit-1
Pergerakan klep 2 klep, SOHC, digerakan rantai
Penyetelan rantai mesin Otomatis penuh dengan pegas volut
Tekanan kompressi silinder 12,7 kgf/cm2 13,0 kgf/cm2
Klep masuk membuka 15°sebelum TMA 10° sebelum TMA
menutup 28°setelah TMA pada pengangkatan 350 setelah TMB pada
1 mm pengangkatan l mm
Klep buang membuka 35° sebelum TMB 35° sebelum TMB
menutup 5° setelah TMA 10° setelah TMA
Jarak renggang klep masuk 0,10 mm 0,10 mm
(dingin) buang 0,10 mm 0,10 mm
Kapasitas minyak pelumas 1 liter pada pembongkaran mesin
0,9 liter pada penggantian priodik
Sistem pelumasan Basah, sirkulsasi dengan pompa oli
Sistem saringan Udara Busa polyureethane yang diminyaki
Berat kosong mesin 26,8 kg 28,1 kg

BPR GL MAX 14-11-2005


1-3
INFORMASI UMUM

SPESIFIKASI
BAGIAN
GL MAX II GL PRO II
KARBURATOR Kode identifikasi PDD 3A PDD 1A
Diameter Ventura 24 mm 25 mm
Main jet no. 100 no. 108
Pembukaan sekrup udara 1,75 putaran keluar 2,875 putaran keluar
Tinggi pelampung 11 mm 11 mm
Putaran stasioner 1400 rpm 1400 rpm
Posisi standard klip skop alur ke 3 dari atas alur ke 3 dari atas

SISTEM TRANSMISI Kopling Basah, pelat majemuk


Transmissi 5 kecepatan bertautan tetap
Reduksi awal 4,005 (18/73) 3,333 (21/70)
Reduksi akhir 2,928 (14/41) 3,285 (14/46)
Perbandingan gigi 1 2,769 (13/36) 2,769(13/36)
Perbandingan gigi 2 1,722 (18/31) 1,722 (18/31)
Perbandingan gigi 3 1,263 (19/24) 1,263 (19/24)
Perbandingan gigi 4 1,000 (22/2) 1,000 (22/22)
Perbandingan gigi 5 0,838 (31/26) 0,838 (31/26)
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5, digerakan
kaki kiri

LISTRIK Pengapian CDI jenis DC


Waktu pengapian : tanda F 17°sebelum TMA pada 1.400 rpm
pemajuan penuh 34° sebelum TMA pada 5.000rpm
Alternator 0,11 kW/55.000 menit-1
Kapasitas batrai 12V - 2,5 Ah
Busi - standar ND : X24EP-U9, NGK : DP8EA-9
- untuk iklim dingin ND : X22EP-U9, NGK : DP7EA-9
(dibawah 50C/410F)
Jarak renggang busi 0,8 - 0,9 mm
Sekering 15 A dan 10 A

LAMPU Lampu besar (sinar utama/dlm) 12V 35/35W


lampu rem /belakang 12V 18/5W
Lampu sein 12V 10W
lampu senja 12V 5W
Lampu penerangan speedometer 12V 3,4W
Lampu penerangan tachometer 12V 1,7W
Lampu indikator neutral 12V 3,4W
Lampu indikator lampu jauh 12V 1,7W
Lampu indikator lampu sein 12V 1,7W

1-4 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

TORSI PENGENCANGAN

MESIN

DIAM. TORSI
BAGIAN YANG DIKENCANGKAN JUMLAH ULIR N.m KETERANGAN
(mm) (kg-m)

Cylinder head cover cap nut 4 8 27 (2,7) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan
bolt 4 6 12 (1,2)
Valve adjusting hole cap 2 36 15 (1,5)
Valve adjusting lock nut 2 6 14 (1,4) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan
Cam chain tensioner mounting bolt 2 6 12 (1,2)
sealing screw 1 6 4 (0,4)
Timing hole cap 1 14 6 (0,6)
Crankshaft hole cap 1 30 8 (0,8)
Cylinder head socket bolt 1 6 10 (1,0)
Cam chain tensioner pivot bolt 1 8 10 (1,0)
Cam sprocket bolt 2 6 12 (1,2) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan.
Spark plug 1 12 18 (1,8)
Flywheel bolt 1 10 75 (7,5) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan.
Pulse generator bolt 2 5 5 (0,5) Olesi cairan pengunci ke ulir.
Starter clutch housing bolt 6 6 16 (1,6) Olesi cairan pengunci ke ulir.
Clutch center lock nut 1 16 95 (9,5) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan.
Oli pump mounting screw 2 4 3 (0,3)
Oli filter rotor lock nut 1 16 85 (8,5) Olesi oli ke ulir dan permukaan dudukan.
Shift drum stopper arm bolt 1 6 12 (1,2)
Mainshaft bearing setting plate bolt 1 6 12 (1,2) Olesi cairan pengunci ke ulir.
Oil filter screen cap 1 36 15 (1,5)
Kick starter ratchet stopper bolt 1 12 35 (3,5)

BPR GL MAX 14-11-2005


1-5
INFORMASI UMUM

RANGKA

BAGIAN YANG DIKENCANGKAN JUMLAH DIAM. TORSI


ULIR N.m KETERANGAN
(mm) (kg-m)
Steering stem nut 1 22 70(7,0)
Steering top thread 1 22 3(0,3)
Main switch mounting bolt 2 8 26 (2,6) Olesi cairan pengunci ke ulir
Upper fork pinch bolt 2 8 11(1,1)
Lower fork pinch biolt 2 8 32(3,2)
Handle upper holder bolt 4 6 12(1,2)
Front axle nut 1 12 50-70(5,0-7,0)
Rear axle nut 1 14 50-80(5,0-8,0)
Final driven sprocket nut 4 10 75 (7,5)
Front brake disk bolt 6 8 42(4,2)
Front brake hose bolt 2 10 30(3,0)
Front brake caliper bracket bolt 2 8 27(2,7)
Bottom bridge pinch bolt 2 8 22(1,2)
Bottom case socket bolt 2 8 20(2,0)
Suringarm pivot nut 4 10 35(3,5)
Rear cushion upper mounting nut 2 8 35(3,5)
Rear cushion lower mounting bolt 2 10 40(4,0)
Stopper arm bolt 1 8 22(2,2)
Front disc mounting nut 5 6 15(1,5)
Rear engine hanger nut 2 10 41(4,1)
Driven sprocket mounting bolt 4 10 65(6,5)
Top bridge pinch bolt 2 7 12(1,2)

Spesifikasi torsi pengencangan di atas adalah untuk titik-titik pengencangan yang paling utama.
Jika sesuatu spesifikasi tidak tercantum, ikutilah tabel standard-standard di bawah.

TORSI PENGENCANGAN STANDARD

TORSI TORSI
JENIS JENIS
N.m (kg-m) N.m (kg-m)

Baut dan mur 5 mm hex 5(0,5) sekrup 5 mm 4(0,4)


Baut dan mur 6 mm hex 10(1,0) sekrup 6 mm 9(0,9)
Baut dan mur 8 mm hex 22(2,2) baut flens 6 mm (kepala 8 mm) 9(0,9)
Baut dan mur 10 mm hex 35(3,5) baut flens 6 mm (kepala 10 mm) dan mur 12(1,2)
Baut dan mur 12 mm hex 55(5,5) baut flens 8 mm dan mur 27(2,7)
baut flens 10 mm dan mur 40(4,0)

1-6 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

KUNCI PERKAKAS

KHUSUS

NAMA PERKAKAS NOMOR PERKAKAS BAGIAN

Flywheel puller 07933-KG 2000 9


Valve guide reamer, 5.485 07984-0980001 6
Clutch center holder 07923-9580000 8
Remover bearing, 15 mm 07936-KC10000 10
Remover shalt, 15 mm 07936-KC10100
Remover head, 15 mm 07741-KC10200
Removing sliding weght 07946-0010201 atau
07936-3710200
Steering stem driver 07946-GC40000
Ball race driver 07944-1150001 11
Shock absorber compressor Alt. 07JME-KW40100 12
Snap ring pliers 07914-3230001 11,13

BPR GL MAX 14-11-2005


1-7
INFORMASI UMUM

UMUM

NAMA PERKAKAS NOMOR PERKAKAS LIHAT BAB

Spanner B 4,5 x 5,1 mm 07701 - 0020200 3


Spanner C 5,8 x 6,1 mm 07701 - 0020300 3
Float level gauge 07401 - 001000 4
Valve guide driver, 5.5 mm 07742 - 0010100 atau 6
07942 - 3290100
Valve spring compressor 07757 - 0010000 atau 6
07957 - 3290001
Gear holder 07724 - 0010200 8
Lock nut wrench, 20 x 24 mm 07716 - 0020100 8
Extension bar 07716 - 0020500 8
Flywheel holder 07725 - 0040000 9
Tappet adjusting wrench B 07708 - 0030400 3
Tappet wrench 8 x 9 mm 07708 - 0030100 3
Driver 07749 - 0010000 10,11,12
Pin spanner 07702 - 0020001 11
Attachment, 37 x 40 mm 07746 - 0010200 10,11,12
Attachment, 42 x 47 mm 07746 - 0010300 , 10,12
Snap Ring pliers 07914 - 3230001 11,13
Attachment 52 x 55 mm 07746 - 0010400 10
Pilot, 12 mm 07746 - 0040200 11
Pilot, 15 mm 07746 - 0040300 10
Pilot, 20 mm 07746 - 0040500 10
Pilot, 35 mm
Bearing remover shaft 07746 - 0050100 11,12
Bearing remover head, 12 mm 07746 - 0050300 11
Pin driver 3,0 mm 07744 - 0010200 8
Shock Absorber compressor 07GME - 0010000 12
Compressor screw Assy 07GME - 0010100 12

VALVE SEAT CUTTER (PEMOTONGAN DUDUKAN KLEP)


NAMA PERKAKAS NOMOR PERKAKAS LIHAT BAB

Cutter holder, 5.5 mm 07781 - 0010101 6


Flat cutter EX 30 mm (32°) 07708 - 0012200 6
IN 33 mm(32°) 07708 - 0012900 6
Interior cutter EX 30 mm (60°) 07708 - 0014000 6
IN 37.5 mm (60°) 07708 - 0014100 6
Seat cutter EX 27.5 mm (45°) 07708 - 0010200 6
IN 33 mm (45°) 07708 - 0010800 6

TESTER

NAMA PERKAKAS NOMOR PERKAKAS LIHAT BAB

Circuit tester (SANWA) 07308 - 0020001 15,16


Circuit tester (KOWA) TH - 5 H 15,16

*Catatan : Kunci perkakas yang disebutkan di dalam buku ini adalah yang ditentukan sebagai kunci perkakas
standard oleh Honda Motor Co.,Ltd, dan belum tentu tersedia di Indonesia.

1-8 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

PERLETAKAN KABEL PENGONTROL DAN KABEL


LISTRIK

Perhatikanlah hal-hal sebagai berikut sewaktu memasang dan


menempatkan kabel - kabel pengontrol dan
kabel-kabel listrik.
• Kabel listrik atau kabel pengontrol yang longgar dapat men-
jadi sumber kecelakaan. Setelah pemasangan, periksalah
apakah kabel sudah dalam keadaan terikat dengan erat.
• Jangan menjepit kabel-kabel terhadap titik-titik pengelasan
atau klem penahan kabel.
• Pasang kabel pengontrol dan kabel listrik pada rangka
dengan pengikat kabel yang tersedia pada tempat-
tempat yang telah ditentukan. Kencangkan pengikat-
pengikat sedemikian rupa sehingga hanya permukaan
yang berisolasi yang menyentuh kabel.
• Tempatkan susunan kabel listrik (wire harness) sedemikian
rupa sehingga tidak tertarik kencang atau mempunyai ke-
longgaran yang berlebihan.
• Lindungi kabel dan susunan kabel listrik dengan pembalut
isolasi listrik atau tabung pelindung jika mereka menyentuh
sesuatu ujung atau sudut yang tajam. Bersihkan permukaan
pemasangan sebelum memasang pembalut isolasi listrik.
• Jangan gunakan kabel atau kabel listrik dengan isolasi
yang rusak. Perbaikilah dengan membalutnya dengan pita
pelindung atau ganti baru.
• Tempatkan susunan kabel listrik sedemikian sehingga
menghindari ujung atau sudut yang tajam. Juga hindarilah
ujung-ujung baut dan sekrup yang menonjol.
• Jauhkan susunan kabel listrik dari knalpot dan bagian-bagian
panas lainnya.
• Pastikan bahwa grommets ditempatkan dengan baik pada
alurnya.
• Setelah diikat, pastikan bahwa masing-masing susunan
kabel listrik tidak mengganggu pergerakan atau pergeseran
dari pada bagian-bagian lain.
• Setelah penempatan, periksalah bahwa susunan kabel listrik
tidak terpuntir atau tertekuk.
• Susunan kabel listrik yang ditempatkan menelusuri stang
kemudi tidak boleh tertarik kencang, mempunyai kelonggar-
an berlebihan, terjepit oleh atau mengganggu bagian-bagian
didekatnya atau yang mengelilinginya pada semua posisi
perputaran kemudi.
• Jangan tekuk atau puntir kabel pengontrol. Kabel pengontrol
yang rusak tidak dapat bekerja dengan lancar dan mungkin O : Benar
akan macet atau tersangkut. X : Salah

BPR GL MAX 14-11-2005


1-9
INFORMASI UMUM

( GL MAX II )

SLANG REM DEPAN

KABEL GAS
KABEL KOPELING

KABEL TACHOMETER KABEL SPEEDOMETER

( GL PRO II ) SLANG REM DEPAN

KABEL GAS KABEL KOPELING

KABEL SPEEDOMETER
KABEL TACHOMETER

1-10 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

SLANG REM DEPAN

KABEL GAS

KOIL PENGAPIAN

KABEL SPEEDOMETER

BPR GL MAX 14-11-2005


1-11
INFORMASI UMUM

KABEL KOPELING

KOIL PENGAPIAN

KABEL POMPA
AKSELATOR
KABEL TEGANGAN TINGGI

KABEL GAS

KABEL SPEEDOMETER

KABEL PERNAPASAN
KARBURATOR

SLANG PERNAPASAN
BAK MESIN

1-12 BPR GL MAX 14-11-2005


INFORMASI UMUM

(5) HUBUNGAN
MASSA RANGKA

(2) REGULATOR/ (4) KABEL BUSI


RECTIFIER
(1) SAKELAR RELAY
STARTER (3) KABEL CUK

(6) SLANG REM

(7) KABEL KOPELING

(13) KABEL MOTOR


STARTER (8) KABEL MASSA
(9) SLANG PEMBUANGAN KARBURATOR
(12) KABEL SAKELAR
LAMPU REM BELAKANG (10) SLANG PERNAPASAN BATERAI
(11) SLANG PERNAPASAN BAK MESIN

(15) SLANG PERNAPASAN BATERAI

(16) SLANG PEMBUANGAN


KARBURATOR

(14) KABEL MOTOR STARTER

(17) SLANG PERNAPASAN


BAK MESIN

BPR GL MAX 14-11-2005


1-13
INFORMASI UMUM

(1) UNIT CDI

(2) DIODE
(6) SENSOR TINGGI
PERMUKAAN BAHAN BAKAR

(3) KABEL WIRE HARNESS

(5) KABEL SENSOR TINGGI


PERMUKAAN BAHAN BAKAR (4) SAKELAR RELAY STARTER

1-14 BPR GL MAX 14-11-2005


PELUMASAN

ROTOR
SARINGAN
OLI

POMPA OLI

BPR GL MAX 14-11-2005


2-0
2. PELUMASAN
PELUMASAN

KETERANGAN SERVIS 2-1 PENGGANTIAN MINYAK PELUMAS/


CARA MENGATASAI KESUKARAN 2-1 SARINGAN KASA MINYAK PELUMAS 2-2
PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN ROTOR SARINGAN MINYAK PELUMAS 2-3
MINYAK PELUMAS 2-2 POMPA MINYAK PELUMAS 2-4
TITIK - TITIK PE,UMASAN 2-7

2
KETERANGAN SERVIS UMUM
UMUM

• Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa ruangan kerja
berventilasi balk. Jangan sekali - kali menjalankan mesin di dalam ruangan tertutup. Gas pembuangan mengan-
dung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan akhirnya menyebabkan
kematian. Jalankan mesin di dalam ruangan terbuka atau di dalam ruangan tertutup yang dilengkapi dengan
sistem penghisapan gas pembuangan.
• 0li mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulangkali mengenai kulit untuk waktu lama. Meskipun hal
ini tidak akan terjadi kecuali jika Anda menangani oli bekas setiap hari, tetapi dianjurkan untuk mencuci bersih
tangan dengan air dan sabun sesegera mungkin setelah menangani oli bekas.

* Bagian ini menjelaskan bagaimana memeriksa dan mengganti oli mesin dan membersihkan saringan kasa minyak
pelumas.

SPESIFIKASI
Minyak Pelumas Mesin
Kapasitas Minyak 0,9 liter pada penggantian periodik
Pelumas 1,1 liter pada pembongkaran mesin

Minyak Pelumas Gunakan minyak pelumas Federal Oil atau minyak pelumas merek lain dengan klasifikasi
yang dianjurkan API Service SE, SF atau SG dan viskositas SAE 40 atau Multigrade seperti SAE 20 W -. 50.

Pompa Minyak Pelumas Unit : mm


Bagian Standar Batas Servis
Pompa Celah antara rotor dan rumah pompa 0,30-0,36 0,40
Minyak Celah pada ujung rotor 0,15 0,20
Pelumas Celah’ samping rotor pompa 0,15-0,20 0,25

TORSI PENGENCANGAN
Tutup saringan, kasa minyak pelumas 15 N.m(1,5 kg-m)
Sekrup pemasangan pompa minyak pelumas 3 N.m(0,3 kg-m)

CARA MENGATASI KESUKARAN


Permukaan minyak pelumas terlalu rendah Pengotoran minyak pelumas
• Ada kebocoran minyak pelumas • Minyak pelumas jarang diganti
• Bos atau sil klep aus • Gasket kepala silinder tidak baik
• Cincin torak aus atau tidak dipasang dengan baik. • Cincin torak aus.
• Penambahan minyak pelumas tidak sesuai kebutuhan.
• Silinder aus.

BPR GL MAX 14-11-2005


2-1
PELUMASAN

PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKA-


AN MINYAK PELUMAS
AWAS !
• Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melak-
sanakan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa ruang-
an kerja berventilasi baik. Jangan sekali-kali menja-
lankan mesin didalam ruangan tertutup. Gas pembu- TANGKAI PENGUKUR
angan mengandung gas karbon monoksida beracun PERMUKAAN MINYAK
yang dapat menghilangkan kesadaran dan akhirnya PELUMAS
menyebabkan kematian.
Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama
2 - 3 menit.
Matikan mesin dan letakkan sepedamotor pada posisi te-
gak diatas tanah datar.
Lepaskan tutup lubang pengisian/tangkai pengukur,
seka bersih, dan letakkan kembali tanpa menyekrupnya
kedalam. Keluarkan tangkai pengukur dan periksa tinggi
permukaan minyak pelumas.
Jika permukaan minyak pelumas dibawah batas terba-
wah pada tangkai pengukur, isi bak mesin dengan minyak
pelumas yang dianjurkan sampai batas teratas.

PENGGANTIAN MINYAK PELUMAS


DAN SARINGAN KASA MINYAK PE-
LUMAS
AWAS !
• 0li mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika
berulangkali mengenai kulit untuk waktu lama.
Meskipun hal ini tidak akan terjadi kecuali apabila
anda menangani oli bekas setiap hari, tetap dianjur
kan untuk mencuci bersih tangan dengan air dan
sabun sesegera mungkin setelah menangani oli
bekas.

CATATAN
• Keluarkan minyak pelumas sementara mesin dalam SARINGAN KASA
keadaan panas dan sepedamotor di topang pada
standard samping.
• Saringan kasa dan pegas akan jatuh keluar sewaktu PEGAS
tutup lubang pembuangan dibuka.
• Gunakan kunci ring atau kunci sok 24 mm agar tidak
merusak sudut-sudut hex pada tutup lubang pembu-
angan.

Lepaskan tutup Iubang pembuangan oli. Injak pedal kick


starter beberapa kali untuk mengeluarkan sisa-sisa oli
secara menyeluruh. Bersihkan saringan kasa minyak pe-
lumas.
SARINGAN KASA

PEGAS
CINCIN-O
TUTUP SARINGAN KASA

2-2 BPR GL MAX 14-11-2005


PELUMASAN

Pastikan bahwa saringan minyak pelumas, karet perapat,


tutup lubang pembuangan oli dan cincin-O dalam keada-
an balk. Pasang saringan kasa minyak pelumas dengan
ujung yang bercincin karet pada bak mesin.

Pasang dan kencangkan tutup lubang pembuangan oli


sesuai torsi pengencangan yang ditentukan.

Torsi: 5 N.m (0,5 kg-m)

Isi bak mesin dengan minyak pelumas yang dianjurkan.

Kapasitas minyak pelumas mesin: 1,0 liter pada peng-


gantian periodik

Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama


2 - 3 menit, kemudian matikan mesin. Ukur tinggi permu-
kaan minyak pelumas dengan sepedamotor pada posisi
tegak, pastikan bahwa tinggi permukaan minyak pelumas
berada pada batas teratas.
Pastikan bahwa tidak ada kebocoran oli.

SARINGAN KASA

PEGAS
ROTOR SARINGAN MINYAK
PELUMAS
SEKRUP
Lepaskan tutup samping kanan bak mesin
(halaman 8 -2)
Lepaskan ketiga sekrup pemasangan berikut tutup rotor
saringan minyak pelumas .
Bersihkan tutup rotor saringan dan bagian dalam rotor
saringan minyak menggunakan kain yang tidak rnening-
POMPA OLI
galkan bulu kain.

CATATAN
• Jaga agar lubang saluran minyak pelumas tidak dima-
suki debu atau kotoran. TUTUP ROTOR
• Jangan gunakan udara kompresor. SARINGAN

Pastikan bahwa gasket tutup rotor saringan berada dalam ROTOR SARINGAN TUTUP ROTOR
kondisi baik , kemudian pasang tutup rotor saringan mi - SARINGAN
nyak pelumas.
Pasang tutup samping kanan bak mesin (halaman 8 - 9)

BPR GL MAX 14-11-2005


2-3
PELUMASAN

POMPA MINYAK PELUMAS


Pelepasan

Lepaskan tutup samping kanan bak mesin


(halaman 8 - 2).

Putar poros engkol searah jarum jam sampai sekrup


sekrup pemasangan pompa dapat dicapai melalui tutup
roda gigi.
Lepaskan kedua sekrup dan pompa minyak.

SEKRUP POMPA OLI

Pembongkaran
SEKRUP
Lepaskan sebagai benkut:
- Sekrup-sekrup
- Tutup pompa
- Gasket

TUTUP POMPA RUMAH POMPA

- Rotor dalam dan luar TUTUP RODA RODA GIGI


- Baut-baut GIGI POMPA
- Tutup roda gigi
- Poros penggerak rotor
- Roda gigi pompa
- Rumah pompa

POROS ROTOR BAUT-BAUT

Pemeriksaan

Ukur celah antara rotor Iuar dan rumah pompa.

BATAS SERVIS : 0,40 mm

2-4 BPR GL MAX 14-11-2005


PELUMASAN

Ukur celah pada ujung inner rotor.

BATAS SERVIS : 0,20 mm

Ukur celah samping rotor pompa.

CATATAN
• Ukur celah samping dengan gasket dalam keadaan
terpasang.

BATAS SERVIS : 0,15 mm

Perakitan
(7) SEKRUP-SEKRUP

(5) ROTOR DALAM

(5) ROTOR LUAR

(4) RUMAH POMPA

(3) RODA GIGI POMPA

(8) TUTUP POMPA

(2) TUTUP RODA GIGI

(1) BAUT

(a) POROS PENGGERAK ROTOR

BPR GL MAX 14-11-2005


2-5
PELUMASAN

Pasang poros penggerak rotor dan roda gigi pompa ke


dalam rumah pompa.
Pasang tutup roda gigi.
Pasang rotor Iuar dan dalam.

Pasang gasket dan tutup pompa.

CATATAN
• Tepatkan tonjolan pada tutup pompa dengan lubang
pada rumah pompa.
TUTUP POMPA

Pasang dan kencangkan sekrup-sekrup. GASKET

TORSI : 3 N.m ( 0.3 kg - m)

Periksalah terhadap kelancaran kerya pompa minyak pe-


lumas.

Pemasangan

Pasang cincin-o baru pada bak mesin.

CINCIN-O

Pasang pompa minyak dan kencangkan sekrup-sekrup.


Pasang tutup sampng kanan bak mesin (halaman 8 - 9)

SEKRUP POMPA OLI

2-6 BPR GL MAX 14-11-2005


PELUMASAN

TITIK-TITIK PELUMASAN

Gunakan gemuk untuk pemakaian umum, apabila tidak dinyatakan lain di sini.
Lumasi juga tempat-tempat/permukaan-permukaan yang bergesekan dan kabel-kabel lainnya yang tidak digambar-
kan di sini.

PELUMASAN KABEL KABEL PENGONTROL

Secara periodik lepaskan kabel kabel gas, cuk dan kopeling pada ujung atasnya. Lumasi kabelkabel dan titik-titik
engselnya secara menyeluruh dengan pelumas kabel yang dijual umum.

PIPA PUTARAN
GAS TANGAN

BANTALAN KEPALA
KEMUDI

GARPU DEPAN
(MINYAK -
SOKBREKER)

BUBUNGAN RANTAI RODA ENGSEL SIL DEBU RODA GIGI


REM PEDAL REM RODA DEPAN SPEEDOMETER

BPR GL MAX 14-11-2005


2-7
3. PERAWATAN
PERAWATAN

KETERANGAN SERVIS 3-1 MINYAK REM 3-9


JADWAL PERAWATAN 3-3 KEAUSAN SEPATU/KANVAS REM 3-11
SALURAN BAHAN BAKAR 3-4 SISTEM PENGEREMAN 3-11
SARINGAN BAHAN BAKAR 3-4 SAKELAR LAMPU REM 3-12
CARA KERJA GAS TANGAN 3-4 SISTEM KOPELING
SARINGAN UDARA 3-5 STANDARD SAMPING 3-14
BUSI 3-6 SUSPENSI
JARAK RENGGANG KATUP 3-6 MUR-MUR, BAUT-BAUT, ALAT-ALAT
PUTARAN STASIONER KALBULATOR 3-9 PENGENCANG 3-15
RANTAI RODA 3-9 RODA/BAN 3-16
BATERAI 3 - 10 BANTALAN POROS KEMUDI 3-16
3
KETERANGAN SERVIS
UMUM
AWAS!

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa ruangan kerja berventilasi balk. Jangan
sekali-kali menjalankan mesin di dalam ruangan tertutup. Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat
menghilangkan kesadaran dan akhirnya menyebabkan kematian.

Untuk minyak pelumas dan saringan kasa minyak pelumas, lihat Bab 2.

SPESIFIKASI

MESIN

Busi: Standard Untuk daerah dinpin


(di bawah 50C/41 F)

NGK NIPPONDENSO NGK NIPPONDENSO


DP8EA-9 X24EP-U9 DP7EA-9 X22EP-U9

Jarak renggang busi 0,8 - 0,9 mm


Jarak renggang katup: MASUK/BUANG 0,10 mm
Putaran stasioner mesin: 1.400 -1100 rpm
Tekanan kompressi silinder: GL MAX : 12,7 kgf/cm2, GLPRO : 13,0 kgf/cm2

RANGKA

Jarak main bebas handel kopeling: 10 - 20 mm


Jarak main bebas pedal rem: 20 - 30 mm
Jarak main bebas putaran gas tangan: 2- 6 mm
Jarak lenturan rantai roda: 10-20mm
Tekanan udara ban:
Satu orang - Depan : 175 kpa (1,75 kgf/cm2, 24 psi)
- Belakang : 200 kpa (2,00 kgf/cm2, 28 psi)
Dua orang - Depan : 175 kpa (1,75 kgf/cm2, 24 psi)
- Belakang: 225 kpa (2,25 kgf/cm2, 32 psi)
Ukuran ban - Depan: 2.50 - 18 40 L
- Belakang 3.00 - 18 47 P
Kedalaman minimum alur ban - Depan 1 mm:
- Belakang 1 mm:

BPR GL MAX 14-11-2005


3-1
PERAWATAN

TORSI PENGENCANGAN

Rear axle nut 90 N.m (9,0) kg-m)


Valve adjusting lock nut 14 N.m (1,4 kg-m)
Valve adjusting cover 15 N.m (1,5 kg-m)
Timing hole cap 6 N.m (0,6 kg-m)
Crankshaft hole cap 8 N.m (0,8 kg-m)
Spark plug 18 N.m (1,8 kg-m)

KUNCI PERKAKAS

Umum

Tappet wrench 8x9 mm : 07708 - 0030100


Tappet adjusting wrench B : 07708 - 0030400
Spoke wrench B 4,5 x 5,1 mm : 07701 - 0020200
Spoke wrench C 5,8 x 6,1 mm : 07701 - 0020300

3-2 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

JADWAL PERALATAN
Lakukan pemeriksaan dan perawatan teratur sesuai jadwal ini.
P = Periksa dan Bersihkan, Setel, Lumasi atau Ganti bila diperlukan.
G = Ganti PG = Perawatan Gratis S = Setel B = Bersihkan L = Lumasi
Pekerjaan perawatan ini memerlukan sedikit pengetahuan teknis. Beberapa pekerjaan tertentu (terutama yang ditandai
*dan **) mungkin memerlukan lebih banyak pengetahuan teknis serta alat perkakas tertentu.

DILAKUKAN PADA YANG LEBIH PEMBACAAN ODOMETER (Km)-Cat. 1


JARAK TEMPUH DULU DI
CAPAI
PG I PG II PGII
BAGIAN YANG DISERVIS SETIAP 500 2.000 4.000 8.000 12.000
Minyak pelumas Federal Oil Setiap tahun: G G Setiap 2.000 km : G
Saringan rotor minyak pelumas B
Saringan kasa minyak pelumas B B B B B
Busi P P P P P
Renggang klep P P P P P
Waktu pengapian P P P P P
Di daerah berdebu
Saringan udara bersihkan lebih B B B
sering
Selemen saringan bahan bakar B B B B B
Tangki bahan bakar/
Saringan kran bensin B

Saluran bahan bakar P P P


Gas tangan P P P P P
Karburator P P P P P
Kopeling S S S S S
Rantai roda P&L Setiap 500 km : P&L

Minyak rem depan Setiap bulan:P


Dua tahun:G P P P P G

Rem belakang P P P P P

Kanvas rem depan/belakang P P P

Ban/jari-jari roda P P P P P

Tekanan udara ban Setiap minggu : P P Setiap 500 km : P

Tekanan udara suspensi depan P P P P P

Suspensi depan/belakang P P P P P

Mur, baut dan pengikat P P P P

Bantalan pipa kemudi P P - P

Cairan baterai (air aki) Setiap minggu : P P Setiap 500 km : P

Klakson, lampu-Iampu dan P P P P P


saklar-saklar

* Sebaiknya dilakukan oleh AHASS, kecuali apabila pemilik mempunyal alat perkakas dan data servis yang tepat dan
cukup mahir secara mekanis.
** Demi keamanan, kami anjurkan agar pekerjaan-pekerjaan ini hanya dilakukan oleh AHASS.
Catatan : 1. Pada pembacaan odometer yang lebih tinggi, ulangilah sesuai interval jarak tempuh yang ditentukan disini.
2. Lakukan perawatan lebih sering apabila sering dipakai didaerah basah atau berdebu.
3. Ganti setiap 2 tahun. Penggantian memerlukan ketrampilan mekanis

BPR GL MAX 14-11-2005


3-3
PERAWATAN

SALURAN BAHAN BAKAR


Ganti saluran bahan bakar jika retak, rusak atau bocor.
Jika aliran bahan bakar terhambat, periksa saluran ba-
han bakar dan saringan bahan bakar terhadap sumbatan.
Bersihkan atau ganti baru jika diperlukan.

SARINGAN BAHAR BAKAR


AWAS !
Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada SALURAN BAHAN BAKAR
kondisi tertentu. Lakukan pekerjaan di tempat kerja deng-
gan ventilasi baik dengan mesin dalam keadaan mati.
Jangan merokok atau memperbolehkan adanya api atau
percikan api di tempat kerja atau tempat dimana bensin
disimpan.

Putar kran bahan bakar ke posisi OFF. Lepaskan mangkok


kran, cincin-O dan saringan dan tuangkan bensin yang
ada dalam mangkok ke dalam suatu tempat yang cocok.
Cuci saringan dan mangkok dengan minyak solar dan
keringkan.
Pasang kembali saringan, cincin-O dan mangkok pada
kran bahan bakar, dengan memastikan bahwa cincin-O
sudah terpasang dengan baik. Kencangkan mangkok
dengan erat.

CATATAN
Jangan kencangkan mangkok secara berlebihan.
2 - 6 MM
Setelah pemasangan, isi tangki dengan bahan bakar dan
putar kran bahan bakar Ke posisi ON dan periksa bahwa
tidak ada kebocoran.

CARA KERJA GAS TANGAN


Periksa apakah gas tangan dapat berputar dengan lancar
dan halus ke posisi membuka penuh dan dapat menutup
kembali dengan otomatis pada semua posisi kemudi.
Pastikan bahwa kabel-kabel gas tangan keadaannya
tidak memburuk, tertekuk atau rusak. Gantilah dengan
kabel barn apabila demikian.
Lumasi kabel-kabel gas (halaman 2 - 7) jika cara kerja
gas tangan tidak lancar.

Ukur jarak main bebas gas tangan pada ujung sebelah


dalam gas tangan.
MEMPERKECIL
JARAK MAIN BEBAS : 2-6 mm.

Jarak main bebas gas tangan dapat disetel pada kedua


ujung kabel gas. MEMPERBESAR
Penyetelan kecil dilakukan pada penyetel atas. Longgar-
kan mur pengunci dan putar penyetel untuk menambah
atau mengurangi jarak main bebas. PENYETEL MUR PENGUNCI

3-4 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

SARINGAN UDARA

SEKRUP-
TUTUP KOTAK
SEKRUP
SARINGAN
UDARA

Lepaskan tutup samping kanan.


SEKRUP-SEKRUP
Lepaskan sekrup pita pengikat pipa penghubung saring-
gan udara.
Lepaskan ke-tiga sekrup dan tutup kotak saringan udara.

PITA PENGIKAT
PIPA PENG-
HUBUNG
KOTAK
SARINGAN UDARA

Keluarkan elemen saringan udara dari kotak saringan GL MAX, PRO


udara.

Cuci elemen saringan udara dalam minyak solar atau


minyak pembersih lain dengan titik bakar yang tinggi, dan
biarkan sampai mengering secara menyeluruh.
ELEMEN SARINGAN UDARA
AWAS!
Jangan sekali-kali menggunakan bensin atau minyak
pembersih dengan titik bakar yang rendah untuk mem-
bersihkan elemen saringan udara. Ada kemungkinan ter-
jadinya kebakaran atau ledakan.

Celuplah elemen ke dalam minyak pelumas roda gigi


(SAE-80-90) yang bersih. Peras keluar minyak yang ber-
lebihan.

1. CUCI 2. PERAS DAN 3. CELUP 4. PERAS


KERINGKAN DALAM MINYAK
OLI YANG BER-
LEBIHAN

BPR GL MAX 14-11-2005


3-5
PERAWATAN

Pasang elemen saringan udara.


GL MAX, PRO
Pasang elemen saringan udara ke dalam kotak saringan
udara dalam urutan kebalikan daripada pembongkaran.

BUSI
Lepaskan tutup busi dan lepaskan busi.
Periksa elektroda busi secara visual terhadap keausan.
Elektroda tengah harus mempunyai ujung yang tegak lu-
rus dan elektroda samping harus mempunyai ketebalan
yang konstan.

ELEMEN SARINGAN UDARA


Ganti dengan busi baru apabila terdapat keausan elektro-
da atau apabila insulator retak atau gompal. Ukur jarak
renggang dengan lidah pengukur dan setel dengan mem-
bengkokkan eletroda samping dengan hati-hati.

JARAK RENGGANG BUSI : 0,8 - 0,9 mm.


BUSI YANG DIANJURKAN : ND : X24EP - U9
NGK : DP8EA-9

Periksa cincin perapat dan ganti apabila rusak. Dengan


cincin perapat dalam keadaan terpasang, putar masuk
busi dengan tangan untuk memastikan bahwa ulirnya
tidak terpasang dengan miring.
Setelah itu kencangkan dengan kunci busi. Pasang tutup
busi.

JARAK RENGGANG KATUP LUBANG PEME-


RIKSAAN WAKTU
CATATAN PENGPIAN
Periksa dan setel jarak renggang katup sementara mesin
dalam keadaan dingin (dibawah 35°C, 95°F)

Buka penutup lubang penyetelan katup, penutup lubang


LUBANG POROS
poros engkol dan penutup lubang pemeriksaan waktu
ENGKOL
pengapian.
Putar rotor generator dalam arah berlawanan arah pu-
taran jarum jam dan tepatkan tanda “T” pada rotor gen-
erator dengan tanda penyesuaian pada bak mesin kiri.
Untuk memastikan bahwa torak berada pada T.M.A. pada
langkah kompressi, rabalah pelatuk dengan jarijari. Jika
pelatuk terasa dalam keadaan bebas, berarti torak be-
rada pada bagian atas langkah kompressi. Jika pelatuk
terasa dalam keadaan tertahan, putarlah poros engkol
360° berlawanan arah jarum jam dan tepatkan kembali
tanda-tanda penyesuaian.

3-6 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

Periksa jarak renggang katup dengan lidah pengukur LIDAH PENGUKUR


yang dimasukkan antara sekrup penyetel dan tangkai
katup.
JARAK RENGGANG KATUP: - MASUK : 0,10 mm
- BUANG : 0,10 mm

Setel dengan melonggarkan mur pengunci dan memutar TAPPET ADJUSTMENT WRENCH
sekrup penyetel sampai terasa lidah pengukur tertahan
sedikit. Tahan sekrup penyetel dan kencangkan mur
pengunci.

KUNCI PERKAKAS
Urn urn:
Tappet wrench 8x9 mm : 07708 - 0030100
Tappet adjusting wrench B : 07708 - 0030400

TAPPET WRENCH

Pastikan bahwa cincin-O dari pada tutup lubang penyetel-


an katup berada dalam keadaan baik serta terpasang TUTUP LUBANG PE-
dengan baik pada tutup lubang. NYETELAN KATUP
TORSI PENGENCANGAN 1,5 kg-m

WAKTU PENGAPIAN

CATATAN
Sistem Pengapian CDI (Capacitive Discharge Ignition)
System disetel secara permanen di pabrik dan tidak da-
pat disetel ulang. Prosedur pemeriksaan waktu pengapian
diberikan untuk melakukan pemeriksaan fungsi daripada
komponen-komponen CDI.

Lepaskan penutup lubang pemeriksaan waktu pengapi-


an. Sambungkan Iampu pemeriksaan pengapian (timing LUBANG PEME-
light) ke mesin. RIKSAAN WAKTU
Hidupkan mesin. PENGAPIAN
Waktu pengapian pada keadaan stasioner adalah tepat
jika tanda penyesuaian pada tutup bak mesin kiri berte-
patan dengan tanda “F” pada roda gila pada putaran sta-
sioner 1.500 rpm. TIMING LIGHT

BPR GL MAX 14-11-2005


3-7
PERAWATAN

Untuk memeriksa pemajuan pengapian, naikkan putaran


mesin ke 5.000 rpm; tanda penyesuaian harus berada di LUBANG PEME-
antara garis-garis tanda pemajuan pengapian. RIKSAAN WAKTU
PENGPIAN
Jika waktu pengapian tidak tepat, periksa sistem
pengapian seperti diuraikan di dalam “Cara Mengatasi
Kesukaran” dari Bab 15, dan ganti atau perbaiki part
yang rusak.
LUBANG POROS
ENGKOL

TEKANAN KOMPRESSI SILINDER


Panaskan mesin.
Matikan mesin, lepaskan tutup busi dan busi.
Pasang meter penunjuk tekanan kompressi (compres-
sion gauge).
Buka gas tangan penuh dan jalankan kickstarter be-
berapa kali.

CATATAN
• Periksa apakah ada kebocoran kompressi pada sam-
bungan compression gauge.
• Jalankan kickstarter beberapa kali sampai penunjukan
compression gauge berhenti naik. Pembacaan maksl
mum biasanya dicapai setelah beberapa kali menen
dang kickstarter

TEKANAN KOMPRESSI 12,7 kg-cm2 (GL MAX) atau


13,0 kg-cm2 (GL PRO)
Jika tekanan kompressi terlalu rendah, periksa terhadap.
- Jarak renggang katup yang tidak sesuai
- Kebocoran klep COMPRESSOR GAUGE
- Kebocoran Gasket kepala silinder
- Keausan pada torak, cincin torak atau silinder.
Jika tekanan kompressi terlalu tinggi, berarti ada kerak
karbon pada ruang pembakaran atau kepala torak.

3-8 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

PENYETELAN PUTARAN STASIONER


CATATAN
• Penksa dan setel putaran stasioner setelah semua
penyetelan mesin Iainnya sesuai spesifikasi.
• Mesin harus dalam keadaan panas untuk dapat mela-
kukan pemeriksaan dan penyetelan putaran stasioner
yang tepat.

Panaskan mesin dan masukkan gigi transmisi ke dalam


netral. SEKRUP PENYETELAN GAS
Letakkan sepedamotor di atas tanah keras yang da-
tar. Periksa putaran stasioner dan setel dengan sekrup
penyetelan gas bila perlu.
PUTARAN STASIONER: 1.400 ± 100 rpm

RANTAI ROOA
PEMERIKSAAN
Letakkan sepedamotor pada standar utama dan masuk-
kan gigi transmisi ke dalam netral, dengan mesin dalam
keadaan mati.

10 - 20
Gerakkan rantai roda naik turun dengan tangan pada tem- mm
pat di tengah-tengah antara kedua sproket rantai roda.
JARAK LENTURAN RANTAI: 10-20 mm
Setel jika diperlukan.

PENYETELAN GL MAX, PRO MUR PENGUNCI


Lepaskan pin pengaman mur poros belakang dan Iong-
garkan mur poros. BAUT PENYETEL
Longgarkan mur pengunci dan putar baut penyetel di
kanan/kiri sebanyak jumlah putaran yang sama untuk
memperoleh jarak lenturan rantai yang ditentukan. Ken-
cangkan mur pengunci.

PERHATIAN
Pastikan bahwa tanda penunjuk pada kuping penyetel
rantai menunjukkan posisi pada skala yang sama untuk
kanan/kiri garpu belakang.

BPR GL MAX 14-11-2005


3-9
PERAWATAN

Kencangkan mur poros sesuai batas terendah danpada


torsi pengencangan.
TORSI PENGENCANGAN. 5-8 kg-m
Kemudian kencangkan kembali mur poros untuk mente-
patkan Iubang pin pengaman dengan lubang pada poros
belakang.
Jika rantai roda sudah sangat kotor, harus dilepaskan un-
tuk dibersihkan sebelum dilunasi. Lepaskan klip pemasa-
ngan, mata rantai penyambung utama (master link), dan
rantai roda.
Bersihkan rantai roda dengan solar atau minyak pember-
sih yang tidak mudah terbakar.
Lumasi rantai roda dengan minyak pelumas transmisi
(SAE 80-90).

Periksa gigi sproket terhadap keausan berlebihan atau


kerusakan. Ganti bila perlu.

CATATAN
Jangan memasang rantai mesin baru pada sproket yang
aus, atau rantai mesin aus pada sproket baru. Rantai roda
dan sproket harus keduanya dalam kondisi baik, bila tidak
rantai atau sproket pengganti yang baru akan mengalami
keausan dengan cepat.

Pasang rantai roda dengan ujung tertutup daripada mata


BAIK TIDAK BAIK
rantai penyambung utama menghadapi arah pergerakan
rantai.

AKI
Lepaskan tutup samping kiri.
Letakkan sepedamotor pada standar utamanya, di atas
tanah keras yang datar. BATAS PERMUKAAN TERTINGGI
Periksa tinggi permukaan cairan aki.
Jika tinggi permukaan cairan aki mendekati batas per-
mukaan terendah, lepaskan aki dan isi dengan air suling
sampai ke batas permukaan tertinggi (halaman 14 - 3)

BATAS PERMUKAAN TERENDAH

PERHATIAN
PENJEPIT

PIPA
PELUAP
KARBURATOR

PIPA
PERNAPASAN
AKI

3-10 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

MINYAK REM
Periksa tinggi permukaan minyak rem di dalam kotak
penyimpanan minyak rem.
Jika permukaan minyak rem mendekati batas tinggi per-
mukaan terendah, periksa seluruh sistem terhadap kebo-
coran, dan isi kembali kotak penyimpanan minyak rem

PERHATIAN
• Jangan membuka tutup kotak penyimpanan minyak
rem sampai slang stir telah diletakkan sedemikian
rupa, sehingga kotak dalam posisi mendatar
• Jangan mencampurkan minyak rem dari merk yang BATAS PERMUKAAN TERENDAH
berlainan, karena sifatnya tidak cocok satu sama lain.
• Jagalah jangan sampai ada benda asing memasuki
sistem pengereman sewaktu mengisi minyak rem.
• Jangan tumpahkan minyak rem pada parts yang di- BATAS PERMUKAAN TERATAS
cat, terbuat dari plastik atau karet. Tutupilah bagian-
bagian tersebut dengan kain sewaktu menservis sis-
tem pengereman.

MENGISI MINYAK REM


Lepaskan ke-empat sekrup pemasangan tutup kotak
penyimpanan minyak rem, tutup kotak dan membran. isi
kotak dengan minyak rem jenis DOT 3 sampai ke batas
permukaan tertinggi.

KEAUSAN SEPATU REM/KANVAS

REM KEAUSAN KANVAS REM DEPAN

PERHATIAN
• Selalu gantikan kanvas rem dalam pasangan agar
tekanan pada piringan rem sama rata.

KANVAS REM DEPAN

BPR GL MAX 14-11-2005


3-11
PERAWATAN

Periksa kanvas rem terhadap keausan.


Ganti kanvas rem apabila salah satunya sudah aus sam- KANVAS REM
pai ke dasar celah indikator.

CELAH
INDIKATOR

KEAUSAN SEPATU REM BELAKANG


Ganti sepatu rem apabila tanda panah pada pelat indika-
tor bersesuaian dengan tanda “ A “ pada panel rem ketika
rem digunakan.

TANDA “ “ PANEL

SISTEM PENGEREMAN
JARAK MAIN BEBAS HANDEL REM
10 - 20 mm
JARAK MAIN BEBAS: 10-20 mm

3-12 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

JARAK MAIN BEBAS PEDAL REM

Ukur jarak main bebas pedal rem pada bagian atas pedal
rem.
JARAK MAIN BEBAS 20-30 mm.

Setel main bebas dengan memutar mur penyetel. Setelah


penyetelan selesai, periksa sakelar lampu rem belakang
dan Betel kembali apabila diperlukan.

MUR PENYETEL

SAKELAR LAMPU REM


Lakukan penyetelan ini setelah menyetel jarak main be-
bas pedal rem. MUR PENYETEL
Lampu rem harus menyala ketika pedal rem ditekan 20
mm dari posisi bebas.
Setel dengan memutar mur penyetel sakelar lampu rem.

CATATAN
Jangan memutar badan sakelar lampu rem.

ARAH PENYINARAN LAMPU DEPAN

Setel arah penyinaran lampu rem dalam arah vertikal


dengan cara.

Penyetelan vertikal dilakukan dengan memutar penyetel GL MAX, PRO


seperti terlihat pada gambar.

BAUT ATAU SEKRUP


PENYETELAN VERTIKAL

BPR GL MAX 14-11-2005


3-13
PERAWATAN

SISTEM KOPELING
Ukur jarak main bebas kopeling pada ujung handel ko- 10 - 20 mm
peling.
JARAK MAIN BEBAS 10-20 mm.

Lakukan penyetelan kecil dengan alat penyetel yang


PENUTUP MUR
dekat pada handel kopeling.
PENGUNCI
Longgarkan mur pengunci dan putar penyetel. Kencang-
kan mur pengunci dan tutupi dengan karet pelindung-
nya.
MEMPERBESAR
JARAK MAIN
BEBAS

MEMPERKECIL-
JARAK MAIN
PENYETEL BEBAS

Lakukan penyetelan besar dengan memutar/penyetel


pada mesin.
Longgarkan mur pengunci dan putar mur penyetel. Ken-
cangkan mur pengunci.
Periksa cara kerja kopeling. MUR PENYETEL

MUR PENGUNCI

STANDARD SAMPING

Letakkan sepedamotor pada standard utama.


Periksa pegas standard samping terhadap kerusakan
atau pengurangan tegangan, serta susunan standard
samping terhadap kebebasan pergerakan.
Pastikan bahwa standard samping tidak bengkok.
Ukur besar gaya yang dibutuhkan untuk menaikkan
standard samping.

3-14 BPR GL MAX 14-11-2005


PERAWATAN

SUSPENSI

AWAS!
Jangan mengendarai sepedamotor dengan suspensi
yang rusak. Bagian-bagian suspensi yang longgar, aus
atau rusak dapat mempengaruhi stabilitas dan pengontrol-
an pengendara.

DEPAN
Periksa cara kerja garpu depan dengan menekan sus-
pensi beberapa kali ke bawah. Periksa susunan garpu
depan terhadap kerusakan.
Gantikan komponen-komponen rusak yang tidak dapat
direparasi.
Kencangkan semua mur dan baut sesuai torsi pengen-
cangan yang ditentukan.

BELAKANG
Periksa cara kerja sokbreker belakang dengan menekan
bagian belakang sadel ke bawah beberapa kali. Periksa
susunan sokbreker terhadap kerusakan Gantikan kompo-
nen-komponen rusak yang tidak dapat direparasi.
Kencangkan semua mur dan baut sesuai torsi pengen-
cangan yang ditentukan.

BELAKANG
Letakkan sepedamotor pada standard utama. Gerakkan
roda belakang dengan kuat ke arah samping untuk meng-
etahui apakah bos lengan ayun dalam keadaan aus.
Gantikan apabila aus secara berlebihan.
Periksa seluruh suspensi belakang untuk memastikan
bahwa segala sesuatu terpasang dengan balk dan tidak
ada kerusakan atau perubahan bentuk. Kencangkan se-
mua mur dan baut sesuai torsi pengencangan yang diten-
tukan. BOS LENGAN AYUN

MUR-MUR, BAUT-BAUT, ALAT-ALAT PENGENCANG

Kencangkan mur-mur, baut-baut, dan alat-alat pengen-


cang secara teratur sesuai jadwal perawatan (halaman
3 -3 ).
Periksa bahwa semua baut dan mur rangka telah diken-
cangkan sesuai harga torsi pengencangannya yang tepat
(halaman 1-6 ).

BPR GL MAX 14-11-2005


3-15
PERAWATAN

RODA DAN BAN


TEKANAN UDARA BAN

CATATAN
* Tekanan udara ban harus diperiksa sementara ban
dalam keadaan DINGIN.

Periksa tekanan udara ban sesuai dengan tabel di ba-


wah.

TEKANAN UDARA BAN DAN UKURAN BAN


YANG DIANJURKAN
GL MAX GL PRO
Ukuran ban 2.50-18 40L 2.75-18 42P

Depan 1 orang 1.75 kg/cm (24 psi)


2
1.75 kg/cm2 (24 psi)

2 orang 1.75 kg/cm2 (24 psi) 1.75 kg/cm2 (24 psi)

Ukuran ban 3.00-18 47P 3. 00-18 47P

Belakang 1 orang 2. 0 kg/cm2 (28 psi) 2. 0 kg/cm2 (28 psi)

2 orang 2.25 kg/cm (32 psi)


2
2.25 kg/cm2 (32 psi)

Periksa ban terhadap sayatan, paku yang menancap,


atau benda-benda tajam lainnya.
Periksa roda depan dan belakang apakah segaris. Ukur
kedalaman alur ban bagian tengah.
Ganti dengan ban baru apabila kedalaman alur ban men-
capai batas sebagai berikut:

KEDALAMAN MINIMAL ALUR BAN BAGIAN TENGAH


- DEPAN : 1 mm
- BELAKANG : 1 mm

BANTALAN POROS KEMUDI

CATATAN
* Periksa bahwa kabel-kabel pengontrol tidak menggang
gu perputaran stang kemudi.

Naikkan roda depan sampai terlepas dari tanah, dan


pastikan bahwa stang kemudi dapat berputar dengan be-
bas.
Jika stang kemudi pergerakannya tidak merata, tertahan,
atau ada pergerakan vertikal, periksalah bantalan poros
(Bab 11).

3-16 BPR GL MAX 14-11-2005


4. SISTEM
SISTEMBAHAN
BAHANBAKAR
BAKAR

KETERANGAN SERVIS 4-1 MELEPASKAN/MEMASANG KOTAK


CARA MENGATASI KESUKARAN 4-2 SARINGAN UDARA 4-3
KARBURATOR 4-5 PENYETELAN SEKRUP UDARA 4-11
MELEPASKAN/MEMASANG TANGKI 4-3

KETERANGAN SERVIS
UMUM

* Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak pada kondisi tertentu. 4
* Bekerjalah di tempat dengan ventilasi yang baik. Merokok atau membiarkan adanya api atau percikan api di tempat
kerja atau tempat di mana bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
* Menekuk atau memuntir kabel pengontrol akan mengganggu kelancaran kerjanya dan dapat menyebabkan kemacetan
atau pengikatan pada kabel, sehingga terjadi kehilangan kontrol atas kendaraan.

CATATAN
* Jika sepedamotor akan disimpan untuk lebih dari satu bulan, keluarkan bensin dari ruangan pelampung. Bensin
yang dibiarkan di dalam ruangan pelampung dapat menyebabkan sumbatan pada spuyer sehingga mesin sulit
dihidupkan dan dikendarai.

* Ketika membongkar bagian-bagian sistem bahan bakar, catatlah posisi penempatan cincin-O. Ganti dengan cincin-O
baru sewaktu pemasangan kembali.
* Sebelum membongkar karburator, letakkan tempat penampung di bawah sekrup pembuangan karburator, longgarkan
sekrup dan keluarkan bensin dari karburator.
* Setelah melepaskan karburator, tutuplah lubang pemasukan mesin dengan kain lap atau dengan plakban untuk men-
cegah masuknya benda asing ke dalam mesin.

SPESIFIKASI

Kapasitas tangki bahan bakar 11,1 liter


Kapasitas cadangan tangki 2,2 liter

Karburator

GL MAX GL PRO
Kode identifikasi karburator PDD 2A PDD 1A
Diameter venturi 24 mm 25 mm
Tinggi Pelampung 11 mm 11 mm
Pembukaan skrup udara (pilot screw) 1,75 putaran keluar 2,875 putaran keluar
Putaran stasioner 1400 rpm 1.400 rpm
Spuyer utama (main jet) no. 100 no. 108
Spuyer langsam (slow jet) no. 45 no. 38
Posisi standard klip jarum skep alur ke 3 dari atas alur ke 3 dari atas

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Pilot screw wrench 07908 - 4220201

Umum
Float level gauge 07401 - 0010000

BPR GL MAX 14-11-2005


4-1
SISTEM BAHAN BAKAR

CARA MENGATASI KESUKARAN


Mesin tidak mau hidup
* Tidak ada bahan bakar ke karburator
- Tidak ada bahan bakar di dalam tangki bensin
- Saringan bahan bakar tersumbat
- Saluran bahan bakar tersumbat
- Katup pelampung macet
- Setelan tinggi pelampung berubah
- Lubang pernapasan tangki bensin tersumbat
* Terlalu banyak bahan bakar masuk ke dalam mesin
- Saringan udara kotor
- Karburator kebanjiran bahan bakar
* Kebocoran udara masuk
* Bahan bakar kotor/berkualitas buruk
* Rangkaian saluran bahan bakar untuk perputaran rendah tersumbat
* Cuk tidak bekerja dengan benar
* Tidak ada bunga api pada busi (kerusakan pengapian)

Campuran bahan bakar terlalu miskin


* Spuyer karburator tersumbat
* Katup pelampung tidak bekerja dengan baik
* Tinggi pelampung terlalu rendah
* Saluran bahan bakar terhambat
* Slang pernapasan karburator tersumbat
* Ada kebocoran udara masuk

Campuran bahan bakar terlalu kaya


* Cuk macet dalam keadaan tertutup
* Katup pelampung tidak bekerja dengan baik
* Tinggi pelampung terlalu tinggi
* Spuyer udara tersumbat
* Elemen saringan udara dalam keadaan kotor
* Karburator kebanjiran bahan bakar

Mesin mogok, sulit dihidupkan, berputar stasioner dengan kasar


* Saluran bahan bakar terhambat
* Kerusakan pada pengapian
* Campuran bahan bakar terlalu miskin/kaya
* Bahan bakar kotor/berkualitas buruk
* Ada kebocoran udara masuk
* Penyetelan putaran stasioner tidak benar
* Penyetelan sekrup udara (pilot screw) tidak benar
* Rangkaian saluran bahan bakar untuk perputaran rendah tersumbat
* Penyetelan tinggi pelampung tidak benar
* Lubang pernapasan tangki bensin tersumbat

Ledakan dalam knalpot sewaktu gas tangan dilepaskan


* Campuran bahan bakar di dalam rangkaian saluran bahan bakar untuk putaran rendah terlalu miskin

Ledakan atau pengapian tidak teratur selama akselerasi


* Sistem pengapian tidak bekerja dengan baik
* Campuran bahan bakar terlalu miskin

Tenaga kurang (pengendaraan kurang baik) serta pemakaian bahan bakar tinggi
* Sistem bahan bakar tersumbat
* Kerusakan pada sistem pengapian

4-2 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM BAHAN BAKAR

TANGKI BAHAN BAKAR


GL Max / Pro BAUT
MENURUNKAN

Lepaskan kedua baut pemasangan dan sadel

Putar kran bahan bakar ke posisi OFF.


Lepaskan slang bahan bakar dan kran bahan bakar.

PEMASANGAN

Pasang tangki bahan bakar dalam urutan terbalik dari-


pada penurunan.

CATATAN
Setelah pemasangan kembali, pastikan bahwa tidak ada
kebocoran bahan bakar

KOTAK SARINGAN UDARA

MELEPASKAN

Lepaskan sadel
Lepaskan tutup samping kanan dan kiri.
Lepaskan elemen saringan udara (halaman 3-5) .
Lepaskan aki (halaman 14-3). KOTAK
PERKAKAS
Lepaskan kedua baut pemasangan kotak perkakas.
Lepaskan kotak perkakas dengan menariknya keluar.

Lepaskan kotak saringan udara.


KOTAK SARINGAN UDARA

BPR GL MAX 14-11-2005


4-3
SISTEM BAHAN BAKAR

PEMASANGAN

Pasang kotak saringan udara dalam urutan terbalik daripada pelepasan.

PIPA PENGHUBUNG KOTAK SARINGAN UDARA

TUTUP KOTAK

ELEMENT SARINGAN
UDARA

4-4 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM BAHAN BAKAR

MELEPASKAN KARBURATOR

Lepaskan sadel dan tangki bahan bakar (Halaman 4-3).


Lepaskan tutup samping kanan.

SEKRUP PEMASANGAN

TUTUP KARBURATOR

Lepaskan kepala karburator dan skep.


SKEP KEPALA KARBURATOR

Lepaskan kabel pompa akselerator dari karburator.


KABEL POMPA
Longgarkan sekrup pemasangan pipa saluran saringan
AKSELERATOR
udara.
Lepaskan baut-baut pemasangan karburator.
Lepaskan karburator.

SEKRUP PIPA
SALURAN SARINGAN
UDARA

PEMBONGKARAN KARBURATOR
KABEL GAS
MELEPASKAN SKEP

Lepaskan kabel gas dan skep dengan menekan pegas.

PEGAS
SKEP

Lepaskan pemegang jarum skep dan jarum skep.


PEMEGANG
Periksa skep dan jarum skep terhadap goresan, keausan
JARUM SKEP
atau kerusakan.

JARUM SKEP

SKEP

BPR GL MAX 14-11-2005


4-5
SISTEM BAHAN BAKAR

PEMBONGKARAN PELAMPUNG DAN SPUYER


MANGKOK PELAMPUNG
Lepaskan rnangkok pclampung dan badan karburator.

CINCIN-O

Tarik keluar engsel pelampung dan lepaskan pelampung


PELAMPUNG ENGSEL
dan katup pelampung.
PELAMPUNG
Periksa pelampung terhadap perubahan bentuk atau
adanya bahan bakar di dalamnya. dan ganti dengan yang
baru apabila perlu.

KATUP PELAMPUNG

Periksa katup pelampunq dan dudukannya terhadap


keausan dan kerusakan. KATUP PELAMPUNG

Gantikan katup pelampung apabda rusak.


Jika dudukannya rusak, gantikan badan karburator

DUDUKAN KATUP

Lepaskan main jet, needle jet holder (selubung jarum


MAIN JET NEEDLE JET HOLDER
skep) dan jarum skep.
Lepaskan slow jet.
Lepaskan sekrup penyetelan pembukaan skep (throttle PILOT SCREW
stop screw) dan pegas.
Lepaskan sekrup udara (pilot screw), pegas, cincin dan
cincin-O.

SLOW JET

4-6 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM BAHAN BAKAR

CATATAN
Sebelum melepaskan sekrup udara, catatlah jumlah pu-
taran sampai sekrup menyentuh batas pemasukannya;
kemudian lepaskan sekrup udara.

Bersihkan saluran-saluran di dalam badan karburator


dengan angin kompressor.

Periksa setiap bagian terhadap keausan atau kerusakan


dan gantikan badan karburator apabila diperlukan.

PERAKITAN KARBURATOR

THROTTLE
STOP SCREW

MANGKOK
PELAMPUNG
NEEDLE JET

NEEDLE JET SEKRUP


HOLDER PEMBUANGAN
PILOT SCREW
MAIN JET

SLOW JET

Bersihkan semua komponen dengan cairan pembersih


NEEDLE JET HOLDER
dan tiup semua saluran dengan angin kompressor sebe-
lum memasangnya kembali. MAIN JET NEEDLE JET
Pasang main jet, needle jet holder (selubung jarum skep)
dan jarum skep.
Pasang slow jet.
Pasang sekrup pembukaan skep (throttle stop screw) dan
pegasnya.
Pasang sekrup udara (pilot screw), cincin berpegas dan PEGAS
cincin-O.
CINCIN-O
CINCIN WASHER
PEGAS
THROTTLE
SLOW JET PILOT SCREW STOP SCREW

BPR GL MAX 14-11-2005


4-7
SISTEM BAHAN BAKAR

CATATAN
• Hati-hatilah mengerjakan semua spuyer dan jarum. PELAMPUNG ENGSEL PELAMPUNG
Mereka mudah sekali tergores atau tergerus.
• Putar sekrup udara ke posisi semula yang dicatat sela-
ma pembongkaran.

Pasang katup pelampung, pelampung dan engsel pelam-


pung.
Periksa cara kerja pelampung.

Setelah merakit karburator, ukurlah tinggi pelampung.


KATUP PELAMPUNG

PEMERIKSAAN TINGGI PELAMPUNG

Ukur tinggi pelampung dengan siku pengukur daripada


alat pengukur tinggi pelampung (float level gauge) tepat
menyentuh pelampung.

TINGGI PELAMPUNG: 14 mm.

Gantilah pelampung apabila tinggi pelampung tidak ses-


uai dengan spesifikasi.

FLOAT LEVEL GAUGE

KUNCI PERKAKAS:
MANGKOK PELAMPUNG
Umum
Float level gauge: 07401 -0010000
CINCIN-O
Periksa cincin-O terhadap keausan atau kepenatan ba-
han.
Pasang mangkok pelampung dan kencangkan ketiga
sekrup pemasangannya.

PEMERIKSAAN POMPA AKSELERATOR

Lepaskan pompa akselerator dengan melepaskan sekrup


pemasangannya.
Lepaskan tutup pompa akselcrator dan pegasnya.

PEGAS

TUTUP POMPA
SEKRUP-SEKRUP

4-8 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM BAHAN BAKAR

Lepaskan membran.
Periksa membran terhadap keretakan dan kerapuhan. MEMBRAN
Ganti apabila diperlukan.
Pastikan bahwa tangkai akselerator tidak bengkok. Rakit
kembali pompa akselerator dalam urutan yang terbalik
daripada pembongkaran.

TANGKAI AKSELERATOR

Longgarkan mur pengunci penyetelan pompa akselerator


dan putar sekrup penyetel dalam arah berlawanan per- PEGAS LENGAN POMPA
putaran jarum jam sampai bubungan terlepas dari lengan MUR PENGUNCI
pompa.
Lepaskan sekrup dan pelat pemasangan.
Lepaskan lengan pompa, pegas, bos dan penyetel.

SEKRUP PENYETEL

PEMERIKSAAN BUBUNGAN (CAM)

Periksa bubungan terhadap keausan dan kerusakan.


Jika bubungan sangat aus, ganti dengan yang baru.

PERAKITAN POMPA AKSELERATOR


COLLAR PEGAS
Rakitlah peralatan pompa akselerator dalam urutan keba-
likan daripada pembongkaran. LENGAN
POMPA
CATATAN
Lapisilah permukaan gesek bubungan dan penyetel deng-
an gemuk molybdenum.

SIL DEBU

PENYETEL PELAT PEMASANGAN

BPR GL MAX 14-11-2005


4-9
SISTEM BAHAN BAKAR

PENYETELAN AWAL POMPA AKSELERATOR


PEGAS LENGAN POMPA
CATATAN MUR PENGUNCI
Pompa akselerator telah disetel-mula di pabrik dan tidak
memerlukan penyetelan kembali kecuali apabila pompa
akselerator dan peralatan penggeraknya telah dibong-
kar.

Setel jarak main bebas antara bubungan dan tangkai


menjadi 0 mm dengan memutar masuk sekrup penye-
tel. Untuk sementara kencangkan mur pengunci sampai
penyetelan akhir.
SEKRUP PENYETEL

PEMASANGAN SKEP
PEMEGANG JARUM SKEP
Pasang klip jarum skep pada jarum skep.

POSISI STANDARD JARUM SKEP: alur ke 3 dari atas.

Pasanq jarum skep pada skep dan matikan perletakan-


nya dengan alat pemegang klip jarum sleep.
JARUM
SKEP KLIP JARUM SKEP

SKEP

Pasang kabel gas pada skep sementara menekan pegas


skep KABEL GAS

PEGAS

SKEP

PEMASANGAN KARBURATOR

Pemasangan karburator pada dasarnya adalah kebalikan


daripada pembongkaran.

CATATAN
Sewaktu memasang skep, tepatkan alur pada skep SKEP
dengan sekrup penyetelan pembukaan skep (throttle stop
screw). ALUR

Setelah memasang karburator dan skep, lakukan penyete-


lan sebagai berikut:
- Jarak main bebas handel gas. (halaman 3-4) SEKRUP PENYETELAN
- Putaran stasioner mesin (halaman 3-9) . PEMBUKAAN SKEP
- Penyetelan sekrup udara karburator apabila karburator
dibongkar dan dibersihkan.

4-10 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM BAHAN BAKAR

PENYETELAN SEKRUP UDARA (PILOT SCREW)

CATATAN
Sekrup udara telah disetel-mula di pabrik. Tidak diperlu
kan penyetelan ulang kecuali apabila karburator telah
dibongkar atau dibersihkan.

1. Putar sekrup udara dalam arah perputaran jarum jam


sampai rnenyentuh batas perputarannya dengan
ringan, kemudian putar kernbali sesuai penyetelan
standard.
PEMBUKAAN SEKRUP UDARA:
GL Max : 2 1/4 putaran keluar.
SEKRUP PENYETELAN
GL Pro : 1 7/8 putaran keluar.

PERHATIAN
Sekrup udara akan rusak apabila sekrup dikencangkan
terhadap dudukannya pada batas perputarannya.

2. Panaskan mesin sampai suhu operasi normal.


3. Setel putaran stasioner mesin dengan sekrup penye-
telan pembukaan skep.
PUTARAN STASIONER: 1.400 + 100 rpm.
4. Putar sekrup udara masuk/keluar sampai putaran
stasioner mesin tertinggi diperoleh.
5. Ulangi urutan 3 dan 4.
6. Setel kembali putaran stasioner mesin dengan sekrup
penyetelan pembukaan skep. SEKRUP PENYETELAN GAS
7. Periksa bahwa putaran mesin bertambah dengan ha-
lus sewaktu memutar handel gas tangan; apabila tidak
bertambah dengan halus, ulangi urutan 4 sampai 7.

KABEL POMPA AKSELERATOR


TANDA PENYESUAIAN SEKRUP
Pasang kabel pompa akselerator pada celah di lengan PENYETEL
MUR PENYETEL
pompa. Putar handel gas tangan ke posisi tertutup penuh
dan naikkan lengan pompa dengan mentepatkan tanda- MUR
tanda penyesuaian pada lengan pompa dan plat pema- PENGUNCI
sangan. Setel kabel pompa akselerator dengan penyetel
dan kencangkan mur pengunci. MUR PENAHAN
SEKRUP PENYETEL

PENYETELAN AKHIR POMPA AKSELERATOR


CELAH
Untuk memperoleh kondisi pemakaian terbaik bagi
MUR PENGUNCI
pompa akselerator, longgarkan mur pengunci dan putar
sekrup penyetel 1 - putaran ke dalam sambil menahan
mur penahan sekrup penyetel.
Kencangkan mur pengunci.

BPR GL MAX 14-11-2005


4-11
MENURUNKAN/MEMASANG MESIN

4.1 kg-m

6.0 kg-m

BPR GL MAX 14-11-2005


5-0
5. MENURUNKAN / MEMASANG MESIN
MENURUNKAN/MEMASANG MESIN

KETERANGAN SERVIS 5-1 MEMASANG MESIN 5-3


MENURUNKAN MESIN 5-2

KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Sediakan sebuah dongkrak atau alat penopang lain yang dapat disetel untuk menopang dan memindahkan mesin.
• Sebelum menurunkan/memasang mesin, balutlah rangka disekitar mesin dengan tape untuk melindunginya.
• Mesin harus diturunkan dari rangka untuk dapat menservis bagian-bagian berikut:
- Kepala silinder/katup-katup (Bab 6)
- Silinder/torak (Bab 7)
- Transmissi (Bab 10)
- Poros engkol (Bab 10)
- Teromol pemindah gigi/garpu pemindah gigi (Bab 10) 5
• Bagian-bagian berikut dapat diservis dengan mesin tetap terpasang pada rangka:
- Pompa minyak pelumas (Bab 2)
- Karburator (Bab 4)
- Poros bubungan (Bab 6)
- Kopeling (Bab 8)
- Peralatan pemindah gigi (Bab 8)
- Alternator (Bab 9)

SPESIFIKASI

GL MAX GL PRO
Berat kosong mesin 26,8 kg 28,1 kg
Kapasitas minyak 1 liter pada pembongkaran mesin
pelumas mesin 0,9 liter pada penggantian periodik

TORSI PENGENCANGAN

Mur pemasangan mesin bagian depan (8 mm) 26 N.m (2,6 kg -m)


Mur pemasangan mesin bagian atas (8 mm) 26 N.m (2,6 kg - m)
Mur pemasangan mesin bagian belakang (10 mm) 54 N.m (5,4 kg -m)

BPR GL MAX 14-11-2005


5-1
MENURUNKAN/MEMASANG MESIN

MENURUNKAN MESIN
PEDAL KICK STARTER
Lepaskan bagian-bagian sebagai berikut:
- tutup samping kanan dan kiri.
- sadel dan tangki bahan bakar (halaman 4-3).
- karburator (halaman 4-5)
- knalpot (halaman 8-2).
- tutup busi.
- pedal kick starter.
Lepaskan kabel kopeling dari tuas pengungkit kopeling.
Lepaskan kabel tachometer dengan melepaskan sekrup
pemasangannya.

KABEL KOPELING

Lepaskan pedal transmisi dengan melepaskan baut pe- TUTUP SAMPING KIRI
masangannya. BAUT
Lepaskan tutup samping kiri belakang mesin dengan me-
lepaskan kedua baut pemasangannya.

BAUT

Lepaskan rantai roda dengan mengeluarkan klip pema-


KLEP PEMASANGAN/
sangannya beserta mata rantai utama.
MATA RANTAI UTAMA
Lepaskan konektor generator AC.

KONEKTOR

RANTAI RODA

Letakkan sepedamotor pada standard utama.


Lepaskan susunan pijakan kaki dengan mengeluarkan
ke-empat baut pemasangannya.

5-2 BPR GL MAX 14-11-2005


MENURUNKAN/MEMASANG MESIN

Tempatkan dongkrak di bawah mesin.


Lepaskan baut penggantung depan dan bracket peng-
gantung mesin.
PELAT PENGGANTUNG
Lepaskan baut penggantung atas dan pelat penggantung
mesin.
Lepaskan baut pemasangan mesin atas dan bawah dan
turunkan mesin.

BRACKET PENGGANTUNG

BAUT PEMASANGAN

PEMASANGAN MESIN

Pemasangan adalah dalam urutan kebalikan daripada


penurunan.
Kencangkan semua pengencanq sesuai spesifikasi torsi
pengencangan.

TORSI:
Mur penggantung mesin belakang : 4,1 kg-m
Mur engsel lengan ayun : 6,0 kg-m

Isi mesin dengan minyak pelumas yang dianjurkan.


(halaman 2 - 1).

CATATAN
• Tempatkan semua kabel-kabel listrik dan kabel kontrol
sesuai standard pemasangan (halaman 1-9).
• Gunakan baut-baut yang tepat pada tempatnya.

Setelah pemasangan selesai, setel jarak main bebas


handel kopeling (halaman 3-14) .

BPR GL MAX 14-11-2005


5-3
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

27 N.m (2.7 kg.m)


10 N.m (1.0 kg.m)
15 N.m (1.5 kg.m)

12 N.m (1.2 kg.m)

14 N.m (1.4 kg.m)

10 N.m (1.0 kg.m)

4 N.m (0.4 kg.m)

12 N.m (1.2 kg.m)

10 N.m (1.0 kg.m)

8 N.m (0.8 kg.m)

6 N.m (0.6 kg.m)

BPR GL MAX 14-11-2005


6-0
6. KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

KETERANGAN SERVIS 6-1 PENGGANTIAN BOS KLEP 6-9


CARA MENGATASI KESUKARAN 6-2 PEMERIKSAAN DUDUKAN KLEP/
MELEPASKAN TUTUP KEPALA SKIR DUDUKAN KLEP 6-10
SILINDER/POROS BUBUNGAN 6-3 PERAKITAN KEPALA SILINDER 6-13
MELEPASKAN KEPALA SILINDER 6-6 PEMASANGAN KEPALA SILINDER 6-14
PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER 6-7 PEMASANGAN POROS BUBUNGAN/
TUTUP KEPALA SILINDER 6-15

KETERANGAN SERVIS
Umum
• Bagian ini meliputi prosedur servis untuk kepala silinder dan klep-klep.
• Mesin harus diturunkan untuk menservis poros bubungan, kepala silinder, klep-klep dan pelatuk.
• Minyak pelumas untuk poros bubungan dan pelatuk dialirkan melalui saluran oli. Pastikan bahwa saluran oli ini tidak
tersumbat.
• Bersihkan semua part yang dibongkar dengan cairan pembersih dan keringkan dengan menyemprotnya dengan 6
udara dari kompressor sebelum pemeriksaan.
• Tuangkan minyak pelumas mesin bersih ke dalam rongga-rongga oli pada kepala silinder sewaktu pemasangan kem
bali untuk melumasi bubungan daripada poros bubungan.

Spesifikasi Unit : mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Tekanan kompressi silinder 1,250 kPa (12,5 kg/cm2) -
Tinggi bubungan MASUK 31,279 - 31,479 30,9
BUANG 31,279 - 31,479 30,9
Perubahan bentuk kepala silinder - 0,10
Pelatuk D.D. 12,000 - 12,018 12,05
D.L. poros 11,977 - 11,995 11,93
Kelonggaran
pelatuk/poros 0,005 - 0,041 0,08
Panjang babas Luar 44,85 43,5
pegas klep Dalam 39,2 38,0
D.L. tangkai MASUK 5,450 - 5,465 5,44
klep BUANG 5,430 - 5,445 5,42
D.D. bos klep MASUK 5,475 - 5,485 5,50
BUANG 5,475 - 5,485 5,50
Kelonggaran tangkai MASUK 0,010 - 0,035 0,06
klep/bos klep BUANG 0,030 - 0,055 0,08
Lebardudukan klep 1,1- 1,3 1,5

BPR GL MAX 14-11-2005


6-1
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Torsi Pengencangan

Valve adjusting screw lock nut 14 N.m (1,4 kg-m) Olesi oli ke ulir
Cam chain tensioner pivot bolt 10 N.m (1,0 kg-m)
Cylinder head socket bolt 10 N.m (1,0 kg-m)
Cylinder head cover 8 mm cap nut 27 N.m (2,7 kg-m) Olesi oli ke ulir
6 mm flange bolt 10 N.m (1,0 kg-m)
Cam sprocket bolt 12 N.m (1,2 kg-m) Olesi oli ke ulur
Cam chain tensioner lifter mounting bolt 12 N.m (1,2 kg-m)
sealing screw 4 N.m (0,4 kg-m)
Valve adjusting hole cap 15 N.m (1,5 kg-m)
Timing hole cap 6 N.m (0,6 kg-m) Olesi oli ke ulir
Crankshaft hole cap 8 N.m (0,8 kg-m)

Kunci Perkakas

Khusus

Valve guide reamer, 5,485 mm 07984-0980001

Umum

Valve spring compressor 07757-0010000 atau 07957-3290001


Valve guide remover, 5,5 mm 07742-0010100
Valve seat cutter
seat cutter, 29 mm (450 BUANG) 07780-0012900
eat cutter, 35 mm (45 MASUK) 07780-0012200
flat cutter, 30 mm (32° BUANG) 07780-0010400
flat cutter, 33 mm (32° MASUK) 07780-0010300
interior cutter, 30 mm (60° MASUK/BUANG) 07780-0014000
cutter holder, 5,5 mm 07781-0010101

CARA MENGATASI KESUKARAN


• Gangguan-gangguan pada kepala mesin biasanya mempengaruhi performa mesin.
Ini dapat didiagnosa dengan test kompressi atau kebocoran, atau dengan meneliti suara-suara berisik pada kepala
mesin dengan alat pendengar suara mesin atau stethoscope.
• Jika performa kurang pada kecepatan rendah, periksalah terhadap asap putih di dalam slang pemapasan bak
mesin. Jika slang berasap, periksalah terhadap cincin torak yang macet.

Kompressi Terlalu Rendah, Sulit Asap berlebihan


Dihidupkan Atau Performa Kurang • Tangkai klep atau bos klep aus
Pada Kecepatan Rendah • Sil tangkai klep rusak
• Klep-klep • Silinder atau torak tidak baik (Bab 7)
- Penyetelan klep tidak tepat
- Klep terbakar atau bengkok Suara Berlebihan
- Waktu pembukaan klep tidak tepat Pegas • Jarak renggang klep tidak tepat
klep patah • Klep macet atau pegas klep patah
- Pegas klep lemah • Rantai klep longgar atau aus
• Kepala silinder • Tensioner rantai klep aus atau rusak
- Gasket kepala silinder bocor atau rusak • Gigi sprocket poros bubungan aus
- Kepala silinder berubah bentuk atau retak • Pelatuk dan/atau poros pelatuk aus
• Silinder/torak tidak balk (Bab 7) • Silinder atau torak tidak baik (Bab 7)

Kompressi Terlalu Tinggi, Mesin Terlalu Putaran Stasioner Kasar


Panas atau Mengelltik • Tekanan kompressi silinder rendah
• Ada pertumbuhan kerak-kerak karbon • Kebocoran pada udara masuk
berlebihan di dalam kepala silinder atau di atas
torak

6-2 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

TUTUP KEPALA SILINDER/POROS BUBUNGAN

PELEPASAN BAUT-BAUT

Lepaskan sebagai benkut :


SEKRUP
- Tutup-tutup Iubang poros engkol dan lubang pemerik
saan waktu pengapian.

Lepaskan baut-baut, pengangkat tensioner rantai mesin


dan gasket.

PENEGANG RANTAI MESIN

Tepatkan tanda “T” pada roda gila dengan tanda penyesuai


pada tutup bak mesin kiri dengan memutar poros engkol
berlawanan arah jarum jam.

Lepaskan tutup-tutup lubang penyetelan klep dan pas-


tikan bahwa torak berada pada T.M.A. pada Iangkah
kompressi dengan memeriksa adanya kelonggaran pada BAUT-BAUT
kedua pelatuk.

Jika torak tidak berada pada T.M.A. pada Iangkah kom-


pressi, putarlah poros engkol 360 derajat berlawanan
arah jarum jam dan periksa kembali.

Lepaskan tutup sprocket poros bubungan. RANTAI MESIN


Lepaskan baut-baut sprocket sementara menahan poros
engkol.

Lepaskan sprocket bubungan dari flens poros bubungan,


kemudian lepaskan rantai mesin dari sprocket.

CATATAN
lkat dan gantungkan rantai mesin dengan seutas tali un- SPROCKET
tuk menjaga agar tidak terjatuh ke dalam bak mesin.

BPR GL MAX 14-11-2005


6-3
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP
MUR TOPO/CINCIN SIL BAUT FLENS
Lepaskan pelat penggantung mesin (halaman 5-3).

Lepaskan mur-mur tutup kepala silinder/cincin-cincin sil


dan baut flens secara bertahap dalam pola bersilang.
Lepaskan tutup kepala silinder.

Keluarkan poros bubungan.


BAUT FLENS TUTUP KEPALA SILINDER

Lepaskan tutup karet: jaga agar tidak hilang. POROS BUBUNGAN


Lepaskan dowel pin.

CATATAN
• Tidak perlu untuk memaksanya keluar dengan kekeras-
an.

Bersihkan permukaan bidang kontak antara tutup kepala


silinder dan kepala silinder dari sisa-sisa gasket yang
masih tertinggal. TUTUP KARET

Pemeriksaan Poros Bubungan

Putar cincin-cincin luar daripada bantalan poros bubun-


gan dengan jari-jari. Bantalan harus berputar dengan ha-
DOWEL PIN
lus dan tanpa suara berisik.
Juga penksa bahwa cincin dalam duduk dengan erat
pada poros bubungan.

Ukur tinggi masing-masing bubungan dan periksa terha-


dap keausan atau kerusakan.

BATAS SERVIS : - Masuk : 30,9 mm


- Buang : 30.9 mm.

6-4 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Pemeriksaan Pengangkat Tensioner


PENGANGKAT TENSIONER
Lepaskan baut sil pengangkat tensioner rantai mesin dan
cincin-O.
Periksa cara kerja pengangkat :
- poros tensioner tidak boleh masukke dalam badan
kecuali apabila didorong.
- ketika diputar searah jarum jam dengan obeng, poros
tensioner harus tertarik masuk ke dalam badan. Poros
harus meloncat keluar dari badan segera setelah
obeng dilepaskan.

Pembongkaran Tutup Kepala Silinder

Lepaskan pelat pemasangan pelatuk dengan mengeluar-


kan sekrup pemasangannya.

Keluarkan poros-poros pelatuk dengan memasang se-


buah baut 6 mm pada ujungnya yang berulir seperti pada
gambar.
Keluarkan pelatuk-pelatuk. PELAT SEKRUP

Pemeriksaan Pelatuk/Poros Pelatuk


POROS PELATUK PELATUK

Periksa permukaan bidang kontak pelatuk dengan bubungan


terhadap keausan berlebihan.
Periksa pelatuk dan poros pelatuk terhadap keausan atau
kerusakan.

CATATAN
Jika pelatuk memerlukan perbaikan atau penggantian,
periksalah bubungan terhadap goresan, serpihan atau
bagian-bagian yang datar.
BAUT 6 MM

Ukur D.D. daripada masing-masing pelatuk.

BATAS SERVIS : 12,05 mm. PELATUK

Ukur D.L. daripada masing-masing poros pelatuk

BATAS SERVIS : 11,93 mm.

Hitung kelonggaran antara pelatuk dan poros.

BATAS SERVIS : 0,08 mm.

POROS PELATUK

BPR GL MAX 14-11-2005


6-5
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

PELEPASAN KEPALA SILINDER


KEPALA SILINDER
Lepaskan sebagai berikut :
- Tutup kepala sihnder (halaman 6-3)
- Turunkan mesin (Bagian 5)
- Baut socket/cincin kepala silinder
- Kepala sihnder

BAUT SOCKET/CINCIN KEPALA SILINDER

Pembimbing rantai mesin


GASKET
- Gasket
- Dowel pins

Bersihkan permukaan bidang kontak antara kepala


silinder dan silinder danpada sisa-sisa gasket.

DOWEL PIN

PEMBIMBING RANTAI MESIN

Keluarkan tensioner rantai mesin (halaman 6-7) TENSIONER RANTAI MESIN


Periksa tensioner rantai mesin terhadap keausan berlebi-
han atau kerusakan.

Periksa pembimbing rantai mesin terhadap keausan ber- PEMBIMBING RANTAI MESIN
lebihan atau kerusakan

6-6 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER


BAUT ENGSEL BAUT-BAUT SOCKET
TENSIONER/CINCIN
Lepaskan baut engsel tensioner rantai mesin, cincin dan
tensioner rantai mesin.

Lepaskan baut-baut socket dan insulator karburator.

TENSIONER
RANTAI MESIN
INSULATOR

Sementara menekan pegas klep dan kunci perkakas


valve spring compressor, lepaskan cotter-cotter klep.

PERHATIAN
* Agar tegangan pegas tidak melemah, jangan menekan
pegas klep lebih dari pada yang diperlukan untuk mele-
paskan cotter-cotter klep.

KUNCI PERKAKAS
Valve spring compressor 07757-0010000

Longgarkan valve spring compressor dan keluarkan se- VALVE SPRING COMPRESSOR
bagai berikut :
- Penahan pegas
- Pegas klep Iuar dan dalam
- Dudukan klep
- Klep masuk dan buang KLEP
- Sil tangkai klep DUDUKAN
KLEP LUAR
PEGAS
CATATAN DALAM
* Tandailah semua part yang dibongkar untuk memas ti- PEGAS
kan pemasangan kembali yang tepat. LUAR

Bersihkan ruang pembakaran dari kerak-kerak karbon. DUDUKAN KLEP DALAM


Bersihkan permukaan pemasangan kepala silinder dari SIL TANGKAI KLEP
sisa-sisa gasket.
PENAHAN PEGAS

Pemeriksaan

Kepala Silinder
Perksa lubang busi dan daerah sekitar klep terhadap re-
tak-retak.
Periksa kepala silinder terhadap perubahan bentuk den-
gan penggaris pengukur kedataran dan sebuah lidah
pengukur.

BATAS SERVIS: 0,05 mm

BPR GL MAX 14-11-2005


6-7
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Klep

Penksa klep terhadap perubahan bentuk, keadaan ter-


bakar, goresan atau keausan tangkai yang berlebihan.
Ukuran D.L. tangkai klep.

BATAS SERVIS : MASUK : 5,44 mm


BUANG : 5,42 mm

Masukkan masing-masing klep ke dalam bos klep dan


periksalah pergerakan klep di dalam bos klep.

Bos Klep
VALVE GUIDE REAMER

CATATAN
• Lakukan reaming pada bos klep untuk membersihkan
pertumbuhan karbon sebelum memeriksa bos klep.
• Selalu putar reamer searah jarum jam, dan jangan ber-
lawanan arah jarum jam sewaktu memasukkan, menge-
luarkan dan mereamer.

KUNCI PERKAKAS
Valve guide reamer, 5,485 mm 07984-0980001

Ukur dan catatlah D.D. danpada masing-masing bos klep


dengan ukuran bola atau micrometer dalam.

BATAS SERVIS: MASUK : 5,50 mm


BUANG : 5,50 mm

Hitung jarak kelonggaran antara tangkai klep ke bos klep

BATAS SERVIS : MASUK : 0,06 mm


BUANG : 0,08 mm

CATATAN
• Jika jarak kelonggaran antara tangkai klep ke bos
klep melampaui batas servis, tentukan apakah dengan
memasang bos klep baru dengan ukuran standard
akan mengembalikan jarak kelonggaran ke dalam tole-
ransi. Jika demikian, gantilah dengan bos baru sesuai
kebutuhan dan di-reamer sampai cocok.
• Jika jarak kelonggaran antara tangkai klep ke bos klep
tetap melampaui batas servis dengan bos klep baru,
gantilah klep.
• Lakukan skir pada dudukan klep jika memasang bos
klep baru.

6-8 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Pegas Klep

Ukur panjang bebas pegas klep.

BATAS SERVIS : Dalam : 38,0 mm


Luar : 43,5 mm

PENGGANTIAN BOS KLEP

Dinginkan bos klep di dalam bagian pembuatan es dari


pada sebuah kulkas untuk kira-kira satu jam.
Panaskan kepala silinder ke 100-150°C dengan pelat
panas atau tungku.

AWAS! VALVE GUIDE DRIVER

• Untuk mencegah agar tangan tidak terbakar, pakadah


saving tangan tebal ketika menangani kepala silinder.

PERHATIAN
• Jangan gunakan obor untuk memanaskan kepala
silinder, karena dapat menimbulkan perubahan bentuk

Topanglah kepala silinder dan keluarkan bos klep lama


dari lubang daun klep menggunakan valve guide driver.

PERHATIAN
• Hati-hati tangan sarnpai merusak kepala silinder.

KUNCI PERKAKAS VALVE GUIDE DRIVER


Valve guide remover 5,5 mm 07742-0010100

Letakkan cincin-O baru pada bos klep baru.

Pasang bos klep dan sebelah alas kepala silinder.

PERHATIAN
• Hati - hatilah ketika memasang bos klep, agar tidak
merusak kepala silinder.

KUNCI PERKAKAS
Valve guide remover, 5,5 mm 07742.0010100

BPR GL MAX 14-11-2005


6-9
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Setelah memasang bos klep, di-reamer dengan menggu-


VALVE GUIDE REAMER
nakan valve guide reamer.

CATATAN
• Selama pengerjaan ini, gunakan minyak mesin bubut
(cutting oil) pada reamer.
• Selalu putar reamer dalam arah jarum jam, jangan
sekali-kali memutar dalam arah berlawanan jarum jam.

KUNCI PERKAKAS
Valve guide reamer, 5.485 mm 07984-0980001

Bersihkan kepala silinder secara menyeluruh untuk


mengeluarkan serpihan-serpihan logam.
Skir dudukan klep.

PEMERIKSAAN DUDUKAN KLEP/SKIR DUDUKAN


KLEP

Pemeriksaan Dudukan Klep

Bersihkan klep masuk dan buang secara menyeluruh


untuk menghilangkan kerak-kerak karbon.
Olesi lapisan tipis Prussian Blue pada dudukan klep.
Putar klep pada dudukan klep menggunakan slang karet
atau alat tangan lain untuk skir klep.

Lepaskan alat perkakas dan periksalah lebar daripada


masing-masing dudukan klep.

STANDARD : 1,2 mm
BATAS SERVIS : 1,5 mm

Jika dudukan klep terlalu lebar, terlalu sempit atau tidak


sama rata, dudukan klep harus diskir.

PERHATIAN
• Klep tidak dapat di skir. Jika permukaan klep terbakar
atau aus dengan sangat atau tidak dapat menyentuh
dudukannya dengan merata, gantilah dengan klep
baru. LEBAR
DUDUKAN
KLEP

6-10 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Mengskir Dudukan Klep

Untuk memperbaiki dudukan klep yang aus, gunakanlah


Honda Valve Seat Cutters, alat pengasah atau peralatan
skir dudukan klep yang setaraf.

CATATAN
* Ikutilah petunjuk pemakaian pabrik pembuat alat skir.

Gunakan pemotong 45 derajat untuk menghilangkan


kekasaran atau ketidak-teraturan dari dudukan klep.

CATATAN
* Skir dudukan klep dengan pemotong 45 derajat apa
bila mengganti bos klep.

Dengan menggunakan pemotong 32 derajat, hilangkan


1/4 dan bahan dudukan klep yang ada.

BPR GL MAX 14-11-2005


6-11
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Dengan menggunakan alat pemotong 60 derajat, hilang-


kan 1/4 bagian yang bawah daripada dudukan klep yang
lama.
Lepaskan pemotong dan periksalah daerah yang baru
saja dipotong.

Pasang alat pemotong halus 45 derajat dan potong duduk-


an klep ke lebar yang diharuskan.
Pastikan bahwa semua lubang-lubang dan ketidak teratur-
an telah dihilangkan.
Jika diperlukan ulangi penghalusan.

LEBAR DUDUKAN STANDARD : 1,2 mm

Oleskan lapisan tipis Prussian Blue pada dudukan klep.


Tekan klep melalui bos klep pada dudukannya untuk
membuat pola bidang kontak yang jelas.

CATATAN
* Perletakan dudukan klep terhadap permukaan klep
sangat penting untuk mernperoleh perapatan yang
baik.

Jika bidang kontak terlalu tinggi pada klep, dudukan klep


harus diturunkan menggunakan pemotong datar 32 de-
rajat.
Jika bidang kontak terlalu rendah pada klep, dudukan
klep harus dinaikkan menggunakan pemotong dalam 60
derajat.

6-12 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Selesaikan pemotongan dudukan klep sesuai spesifikasi,


menggunakan pemotong halus 45 derajat.

Setelah memotong dudukan klep, lapisi permukaan klep


dengan ambril dan putar klep sementara menekannya
dengan ringan.
Setelah diambril cucilah semua bekas-bekas ambril pada
kepala silinder dan klep.

PERAKITAN KEPALA SILINDER


SIL TANGKAI KLEP
Pasang dudukan pegas klep dalam dan Iuar dan sil tang-
kai klep baru.

Lumasi masing-masing tangkai klep dengan minyak mes-


in. KLEP
Masukkan klep masuk dan buang pada bos klep. Pasang DUDUKAN
dudukan pegas klep, pegas-pegas dan penahannya. KLEP LUAR
PEGAS
CATATAN DALAM
PEGAS
* Pasang pegas - pegas klep dengan ulir yang pendek
LUAR
dekat dengan ruang pembakaran.

DUDUKAN KLEP DALAM


SIL TANGKAI KLEP
PENAHAN PEGAS

Tekan pegas klep dan pasang kuku-kuku klep (valve cot-


ters).

PERHATIAN
* Agar supaya pegas tidak kehilangan tegangannya, jang
an menekan pegas klep lebih dari pada yang diperlu-
kan untuk memasang kuku klep.

ALAT PERKAKAS
Bearing compressor 07757-0010000

BPR GL MAX 14-11-2005


6-13
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Pukul tangkai klep dengan ringan dengan sebuah palu


plastik untuk mendudukkan kuku klep dengan erat.

PERHATIAN
Ganjal kepala silinder di alas permukaan meja kerja untuk
mencegah terjadinya kerusakan pada klep.
.

Periksalah bahwa cincin-O insulator berada dalam kondisi CINCIN-O


baik, ganti baru bila diperlukan.
Pasang insulator

INSULATOR

Kencangkan baut-baut socket insulator dengan erat.


BAUT ENGSEL BAUT-BAUT SOCKET
Pasang tensioner rantai mesin, cincin dan baut engsel.
TENSIONER/CINCIN
Kencangkan baut engsel sesuai torsi yang ditentukan.

TORSI : 10 N.m (1,0 kg-m)

TENSIONER
RANTAI MESIN
INSULATOR

PEMASANGAN KEPALA SILINDER


PEMBIMBING
RANTAI MESIN
Letakkan ulung bawah pembimbing rantai mesin pada
alur di dalam bak mesin kiri dan bagian atasnya pada alur
di permukaan atas silinder.

CATATAN
Pastikan bahwa rantai mesin terpasang dengan balk
pada sprocket waktu pengapian seperti diperlihatkan
pada gambar.

TEPATKAN

6-14 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Bersihkan bidang penempatan gasket pada kepala silin-


GASKET
der daripada sisa-sisa gasket lama.

CATATAN
* Jagalah agar debu dan kotoran tidak memasuki mesin

Pasang dowel pin dan gasket kepala silinder baru.


DOWEL PIN

PEMBIMBING RANTAI MESIN

Pasang kepala silinder.


Pasang sebuah cincin sil baru dan baut engsel tensioner
melalui lubang tensioner.
Kencangkan baut sesuai torsi pengencangan yang diten-
tukan.

TORSI : 10 N.m (1,0 kg-m).

BAUT SOCKET/CINCIN KEPALA SILINDER

POROS BUBUNGAN / TUTUP KEPALA SILINDER


PELATUK POROS PELATUK
PEMASANGAN

Perakitan Tutup Kepala Silinder


Olesi oil pada poros-poros pelatuk.
Pasang pelatuk dan poros pelatuk pada tutup kepala silinder
Pasang pelat penahan poros pelatuk dengan mente-
patkan pelat dengan potongan pada poros pelatuk yang
diletakkan di sebelah dalam.
Kencangkan sekrup pemasangan dengan erat.

PELAT SEKRUP

Pemasangan Poros Bubungan/Tutup Kepala Silinder TUTUP KARET

Pasang dowel pin dan tutup karet.

DOWEL PIN

BPR GL MAX 14-11-2005


6-15
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Olesi bubungan dan bantalan poros bubungan dengan


oli.
Pasang poros bubungan pada kepala silinder, dengan
meletakkan posisi bubungan seperti pada gambar.
Tuangkan oli baru pada rongga-rongga oli pada kepala
silinder sampai bubungan-bubungan terendam oli.

Olesi cairan perapat pada permukaan pemasangan dari


pada tutup kepala silinder.

PERHATIAN
* Jangan kenakan cairan perapat pada saluran oli.

Pasang tutup kepala silinder pada kepala silinder.

Olesi oli pada ulir mur-mur topi.


Pasang cincin sil baru, mur-mur topi dan baut-baut flens.

Kencangkan mur-mur topi secara bersilang dalam 2-3


tahap.
MUR TOPI/CINCIN SIL
TORSI : 27 N.m (2,7 kg-m)

Kencangkan baut-baut flens dan baut-baut pemasangan


dalam pola bersilang secara berangsur-angsur.
BAUT FLENS
TORSI : 10 N.m (1,0 kg-m)

Tepatkan tanda pada roda gila dengan tanda penyesuai


pada tutup bak mesin kiri dengan memutar poros engkol
TUTUP KEPALA SILINDER
dalam arah berlawanan arah perputaran jarum jam.

6-16 BPR GL MAX 14-11-2005


KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Pasang sprocket poros bubungan dengan tanda-tanda


RANTAI MESIN
tertib waktu menghadap keluar.
Pasang rantai mesin pada sprocket seperti pada gam-
bar.

CATATAN
* Jika sulit untuk memasang rantai mesin pada sprocket,
pastikan bahwa rantai diletakkan dengan tepat pada
sprocket.

SPROKET

Tepatkan tanda - tanda tertib waktu pada sprocket poros


bubungan dengan permukaan bidang kontak antara
kepala silinder dan tutup, tanpa memutar poros engkol.

Olesi baut-baut sprocket poros bubungan dengan oli dan


pasang. BAUT
Kencangkan baut-baut dengan torsi pengencangan yang
ditentukan.

TORSI : 12 N.m (1,2 kg-m)

TANDA-TANDA
TERTIB WAKTU

Putar poros tensioner searah ‘arum jam dengan sebuah PENGANGKAT TENSIONER
obeng kecil untuk menarik mundur tensioner, dan tahan
dalam posisi tertarik penuh.

CATATAN
PENGANGKAT TENSIONER
* Tensioner akan terdorong keluar oleh pegas ketika
dilepaskan.

Ganjal poros tensioner dengan sepotong kawat untuk


menahan tensioner.

Pasang sebuah gasket baru pada pengangkat tensioner


rantai mesin dan pasang.

BPR GL MAX 14-11-2005


6-17
KEPALA SILINDER/KLEP-KLEP

Kencangkan baut-baut socket pengangkat tensioner


rantai mesin.

TORSI : 12 N.m (1,2 kg-m)

Lepaskan kawat penahan dari pengangkat tensioner. BAUT - BAUT SEKRUP


Pasang dan kencangkan sekrup bersama sebuah cincin-
O baru.
Kencangkan sekrup sesuai torsi yang ditentukan.

TORSI : 4 N.m (0,4 kg-m)

PENEGANG RANTAI MESIN

Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam beberapa


kali dan periksalah waktu pembukaan klep.
O-RING

Pasang sebuah gasket baru dan cincin-O baru pada tutup


sprocket.

TUTUP SPROCKET RANTAI

Pasang tutup sprocket dengan kantung oli disebelah


bawah seperti pada gambar dan kencangkan baut-baut
tutup dengan erat.

Olesi minyak mesin baru ke cincin-O daripada tutup Iubang


penyetelan klep.

Pasang dan kencangkan baut-baut tutup.

TORSI : 15 N.m (1,5 kg-m)

Pasang dan kencangkan tutup lubang pemeriksaan wak- TUTUP LUBANG PENGAPIAN
tu pengapian dan tutup lubang pada ujung poros engkol.

TORSI :

Tutup Iubang pemeriksaan pengapian : 6 N.m (0,6 kg-m)


Tutup lubang poros engkol : 8 N.m (0,8 kg-m)

Pasang sebagai berikut :

- Mesin (Bab 5)
TUTUP LUBANG POROS ENGKOL

6-18 BPR GL MAX 14-11-2005


SILINDER/TORAK

BPR GL MAX 14-11-2005


7-0
7. SILINDER/TORAK
SILINDER/TORAK

KETERANGAN SERVIS 7-1 MELEPASKAN TORAK 7-3


CARA MENGATASI KESUKARAN 7-1 PEMASANGAN TORAK 7-5
MELEPASKAN SILINDER 7-2 PEMASANGAN SILINDER 7-6

KETERANGAN SERVIS
Umum

• Bersihkan semua parts yang dibongkar dengan cairan pembersih dan keringkan dengan meniupnya dengan udara
dari kompressor sebelum melakukan pemeriksaan.

Spesifikasi Unit: mm
BAGIAN STANDARD BATAS SERVICE
GL MAX 56,50 - 56,51 56,55
D.D GL PRO 63,50 - 63,51 63,60
Silinder Ketirusan - - 0,10 7
Kelonjongan - - 0,10
Kebengkokan bagian atas - 0,10
Torak, Pin Torak, D.L. Torak 56,450 - 56,480 56,40
Cincin Torak Diameter lubang pin torak 15,002 - 15,008 15,04
D.L. pin torak 14.994 - 14,96 14,96
Kelonggaran antara pin 0,002 - 0,014 0,02
torak dan torak
Celah antara cincin ATAS 0,025 - 0,055 0,09
torak dan alurnya KEDUA 0,015 - 0,045 0,09
Celah pada ujung ATAS 0,20 - 0,35 0,5
cincin torak KEDUA 0,35 - 0,50 0,7
CINCIN MINYAK
(rel samping) 0,20 - 0,70 0,9
Jarak renggang antara silinder dan torak 0,01 - 0,04 0,1
D.D kepala kecil batang penggerak 15,010 - 15,028 15,06
Jarak renggang antara batang pergerak 0,010 - 0,034 0,10
dan pin torak

CARA MENGATASI KESUKARAN

Tekanan Kompresi Rendah atau Tidak Stabil Mesin Terlalu Panas


• Silinder atau cincin torak aus • Terlalu banyak kerak karbon pada torak atau
dinding ruang pembakaran.
Terlalu Banyak Asap
• Silinder, torak, atau cincin torak aus Suara Mengetuk yang Abnormal
• Pemasangan cincin torak salah • Torak dan silinder aus
• Torak atau dinding silinder tergores • Terlalu banyak kerak karbon pada torak atau
atau rusak dinding ruang pembakaran

BPR GL MAX 14-11-2005


7-1
SILINDER/TORAK

MELEPASKAN SILINDER SILINDER

Lepaskan kepala silinder (halaman 6-6).


Lepaskan silinder.

Lepaskan sebagai berikut :


- Gasket
- Dowel pin

Bersihkan sisa-sisa gasket dari permukaan alas silinder


DOWEL PIN GASKET

CATATAN
• Hati - hati jangan sampai merusak permukaan pema-
sangan gasket.

Pemeriksaan
Periksa silinder terhadap perubahan bentuk dengan se-
buah mistar pengukur kedataran dan Iidah pengukur.

BATAS SERVIS : 0,10 mm

Periksa diameter silinder terhadap keausan atau keru-


sakan.
Ukur D.D. silinder pada tiga tempat; di atas, di tengah
atau bagian bawah daripada pergerakan torak, dan pada
dua arah yang saling tegaklurus satu sama lainnya.

BATAS SERVIS : GL MAX : 65,55 mm


GL PRO : 63,60 mm

Ukur D.L. torak (halaman) dan hitung kelonggaran antara


torak dan silinder menggunakan cara pengukuran D.D.
silinder maksimum.

BATAS SERVIS : 0,10 mm

7-2 BPR GL MAX 14-11-2005


SILINDER/TORAK

Ukur silinder terhadap ketirusan pada tiga bidang pada


sumbu X dan Y.
Ambil pembacaan maksimum untuk menentukan ketiru- BUANG MASUK
san.
ATAS
BATAS SERVIS : 0,10 mm

Ukur silinder terhadap kelonjongan pada tiga bidang pada TANGAH


sumbu X dan Y.
Ambil pembacaan maksimum untuk menentukan kelon-
jongan. BAWAH

BATAS SERVIS : 0,10 mm

MELEPASKAN TORAK TORAK

Letakkan kain lap bersih di bawah torak menutupi Iubang


bak mesin untuk mencegah terjatuhnya klip pin torak atau
parts lain ke dalam bak mesin.

Lepaskan klip pin torak dengan sebuah tang.


Dorong keluar pin torak dari torak dengan jari-jari dari
arah yang berlawanan.
Lepaskan torak.

KLIP PIN TORAK

Lepaskan cincin torak, hati-hatilah agar jangan sarnpai TORAK


merusaknya.

CATATAN
• Renggangkan masing-masing cincin torak dan keluar
kan dengan mengangkatnya pada sebuah titik berha-
dapan dengannya.

CINCIN TORAK

Pemeriksaan Torak/Cincin Torak


TORAK
Bersihkan bagian atas torak.
Periksa terhadap adanya lubang-lubang atau membu-
ruknya kondisi torak. CINCIN TORAK
Gunakan cincin torak lama untuk membersihkan alur
cincin dari karbon dan sisa-sisa oli.

PERHATIAN
• Jangan merusak alur-alur cincin torak.
• Jangan gunakan sikat kawat untuk membersihkan
alur - alur cincin, sebuah sikat kawat dapat menimbul
kan kerusakan padanya.

BPR GL MAX 14-11-2005


7-3
SILINDER/TORAK

Untuk sementara pasang cincin-cincin torak pada tem-


patnya yang benar dengan tanda-tanda menghadap ke TORAK
atas.

Ukur jarak kelonggaran antara cincin torak dan alurnya


dengan sebuah lidah pengukur.

BATAS SERVIS:
Cincin teratas : 0,09 mm
Cincin kedua : 0,09 mm

Periksa torak terhadap keausan atau kerusakan.

Masukkan masing-masing cincin torak ke dalam silinder


menggunakan torak dan ukur jarak celah antara ujung-
ujung cincin pada silinder pada sebuah titik 10 mm dari
bawah. SILINDER
CINCIN TORAK
BATAS SERVIS:
Cincin teratas : 0,5 mm
Cincin kedua : 0,7 mm
Cincin minyak : 0,9 mm

Ukur D.L. torak pada jarak 10 mm dari bagian bawah


torak.

BATAS SERVIS . 56,40 mm

Bandingkan pengukuran ini terhadap batas servis dan


gunakan untuk menghitung kelonggaran antara torak dan
silinder (halaman 7-1).

10 mm

Ukur D.D. lubang pin torak dalam dua arah yang tegak
lurus satu sama lain. TORAK

BATAS SERVIS : 15,04 mm

Ukur D.L. pin torak pada ujung kiri, kanan dan ditengaht- PIN TORAK
engah dalam dua arah yang tegak lurus satu sama lain.

BATAS SERVIS : 14,96 mm

Ukur kelonggaran antara torak-ke-pin torak.

BATAS SERVIS : 0,02 mm.

7-4 BPR GL MAX 14-11-2005


SILINDER/TORAK

Ukur D.D. kepala kecil batang penggerak.

BATAS SERVIS : 15,06 mm

Hitung kelonggaran antara pin-torak ke batang peng-


gerak.

BATAS SERVIS : 0,1 mm

PEMASANGAN TORAK

Pemasangan Cincin Torak

CATATAN
• Masukkan permukaan luar dari pada cincin ke dalam
alur cincin yang benar dan putar cincin sekeliling alur
untuk memastikan bahwa cincin dapat terpasang deng-
an bebas sekeliling torak. TANDA PADA CINCIN TORAK
• Hati-hati untuk tidak merusak torak dan cincin torak
sewaktu pemasangan.
• Jangan pertukarkan cincin teratas dengan cincin kedua.
• Ketika memasang cincin oli, masukkan pemberi jarak
(spacer) dulu, kemudian baru rel-rel samping. (side
rails).
• Jangan tempatkan ujung-ujung rel-rel samping cincin
oli pada tempat yang sama.

Dengan hati-hati pasanglah cincin-cincin torak dengan


tanda-tanda menghadap ke atas.
Pencarkan perletakan ujung-ujung cincin-cincin pada jar-
ak 120 derajat satu sama Iainnya seperti pada gambar.
Setelah pemasangan, cincin-cincin torak harus dapat
berputar bebas di dalam alur-alurnya.

CELAH

BPR GL MAX 14-11-2005


7-5
SILINDER/TORAK

Pemasangan Torak TORAK


Letakkan kain lap bersih di bawah torak menutupi Iubang
bak mesin untuk mencegah terjatuhnya klip pin torak atau
parts lain ke dalam bak mesin.
Olesi permukaan luar pin torak dengan oli.
Pasang toralc dengan tanda “IN’ menghadap ke sisi klep
masuk.
Pasang pin torak dan klip pin torak baru.

CATATAN
• Jangan pakai kembali klip pin torak yang lama.
• Jangan tepatkan ujung klip pin torak dengan potongan KLIP PIN TORAK
pada lubang pin torak.

Bersihkan sisa-sisa gasket dari permukaan pemasangan


gasket silinder pada bak mesin.

CATATAN
• Jangan merusak permukaan pemasangan gasket.
• Jaga agar tidak ada Benda apapun yang jatuh ke
dalam bak mesin.

PEMASANGAN SILINDER
DOWEL PIN GASKET
Pasang sebagai berikut:
- Pin dowel
- Gasket silinder baru

Lapisi silinder, cincin torak/alur-alur dan torak dengan


SILINDER
minyak mesin baru.
Pasang silinder sementara menekan cincin torak dengan
jari-jari.

CATATAN
• Hati-hati agar tidak merusak cincin torak.
• Jaga agar rantai mesin tidak terjatuh ke dalam bak
mesin.

Pasang kepala silinder (halaman 6-14).

7-6 BPR GL MAX 14-11-2005


KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

4.5 kg-m

4.5 kg-m

BPR GL MAX 14-11-2005


8-0
8. KOPELING/PERALATAN PEMINDAH
KOPELING/PERALATAN PEMINDAHGIGI
GIGITRANSMISI
TRANSMISI

KETERANGAN SERVIS 8—1 KOPELING 8—4


CARA MENGATASI KESUKARAN 8—1 PERALATAN PEMINDAH GIGI 8—7
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN
KANAN 8—2 KANAN 8—9

KETERANGAN SERVIS
INSTRUKSI UMUM

• Bagian ini meliputi pembongkaran dan pemasangan kopeling dan peralatan pemindah gigi transmisi.
• Servis dapat dilakukan sementara mesin terpasang pada rangka sepedamotor.

SPESIFIKASI mm.
BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS
Panjang bebas pegas 35,50 34,20
Kopeling Tebal kanvas kopeling 2,80 - 2,90 2,5
Kebengkokan pelat - 0,20
8

HARGA TORSI PENGENCANGAN


Oil filter rotor lock nut: 4,5 Kg-m (Mur pengunci rotor saringan)
Clutch center lock nut: 4,5 Kg-m (Mur pengunci pusat kopeling)

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Clutch center holder: 07923 - 9580000

Umum
Lock nut wrench, 20x24 mm: 07716 - 0020100
Pin driver, 3,0 mm: 07744 - 0010200
Extension bar: 07716 - 0020500

CARA MENGATASI KESUKARAN

Cara operasi kopeling yang tidak baik biasanya dapat diperbaiki dengan menyetel jarak main bebas.

Kopeling slip sewaktu berakselerasi Sepeda motor bergerak maju walaupun kopeling
• Tidak ada jarak main bebas ditekan
• Kanvas kopeling aus • Jarak main bebas terlalu besar
• Pegas lemah • Pelat kopeling bengkok

Kopeling tidak mau terlepas Handel kopeling beret


• Jarak main bebas terlalu besar • Kabel kopeling tertekuk, rusak atau kotor
• Pelat kopeling bengkok. • Alat pengungkit rusak

Cara kerja kopeling kasar


• Potongan pada clutch outer kasar

BPR GL MAX 14-11-2005


8-1
KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN KANAN HANDLE PENGUNGKIT


KOPELING KABEL KOPELING
Keluarkan oli mesin (halaman 2-2).
Lepaskan pedal kick starter dengan mengeluarkan baut-
nya.
Lepaskan kabel kopeling dari handel pengungkit ko-
peling.
Lepaskan kabel tachometer dengan membuka sekrup.

KABEL TACHOMETER

Lepaskan mur pemasangan knalpot.

MUR PEMASANGAN

KNALPOT

Lepaskan knalpot dengan mengeluarkan mur engsel leng-


an ayun.
MUR ENGSEL
Lepaskan susunan pijakan kaki (halaman 5-2). LENGAN AYUN

BAUT PEMASANGAN BAWAH

Lepaskan tutup bak mesin kanan dengan mengeluarkan


baut-baut pemasangannya.

BAUT-BAUT

8-2 BPR GL MAX 14-11-2005


KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

Lepaskan gasket dan dowel pin.

DOWEL PIN
GASKET

PEMBONGKARAN/PEMASANGAN
PIN DRIVER
Dorong ke dalam pin batang pengungkit dari batang
menggunakan alat pendorong (pin driver).

KUNCI PERKAKAS

Umum
Pin driver, 3,0 mm: 07744—0010200 BATANG
PENGUNGKIT

PIN BATANG PENGUNGKIT

Tarik keluar batang pengungkit dari tutup bak mesin


kanan dan lepaskan pegas pengungkit. BATANG PENGUNGKIT
Periksa parts yang dibongkar terhadap keausan atau
kerusakan, gantikan part bila diperlukan.
PIN BATANG
PENGUNGKIT

PEGAS PENGUNGKIT

Pasang batang pengungkit ke dalam tutup bak mesin


kanan. PIN BATANG PENGUNGKIT
PIN
Pasang pegas, dan dorong keluar pin batang pengungkit DRIVER
sebanyak kira-kira 2—3 mm dari arah yang berlawanan.

KUNCI PERKAKAS
PEGAS
Umum
Pin driver, 3,0 mm: 07744—0010200

BATANG
PENGUNGKIT

BPR GL MAX 14-11-2005


8-3
KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

KOPELING
PEGAS

MELEPASKAN / MEMBONGKAR

Lepaskan rotor saringan minyak pelumas dan pompa


minyak (halaman 2—2).
Lepaskan baut-baut pemasangan pelat pengungkit, pelat
pengungkit dan pegas-pegas.
BAUT

PELAT PENGUNGKIT

Lepaskan mur pengunci bagian tengah kopeling dan


cincin pengunci. LOCK NUT
CLUTCH
WRENCH
KUNCI PERKAKAS CENTER
HOLDER
Khusus
Clutch center holder: 07923 — 9580000

Umum
Lock nut wrench, 20 x 24 mm: 07716—0020100
Extension bar: 07716—0020500

EXTENSION BAR

Lepaskan bagian tengah kopeling (clutch center), kanvas


kopeling, pelat kopeling dan pelat penekan kopeling. KANVAS/PELAT KOPELING

BAGIAN TENGAH KOPELING

Lepaskan cincin seplain pada bagian luar kopeling (clutch


outer). CINCIN SEPLAIN
Lepaskan bagian luar kopeling dan roda gigi penggerak
primer.

BAGIAN LUAR
KOPELING

8-4 BPR GL MAX 14-11-2005


KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

PEMERIKSAAN

Ukur panjang bebas masing-masing pegas kopeling.

BATAS SERVIS: 34,20 mm.

Periksa apakah kanvas kopeling menunjukkan tanda-


tanda goresan atau perubahan warna. Ukur tebal kanvas
kopeling.

BATAS SERVIS: 2,5 mm.

Periksa pelat kopeling terhadap kebengkokan dengan


menggunakan bidang pengukuran kedataran dan sebuah
Iidah pengukur.

BATAS SERVIS: 0,2 mm.

Periksa potongan pada bagian luar kopeling (clutch outer)


terhadap potongan-potongan atau kerusakankerusakan
kecil yang disebabkan oleh kanvas kopeling.

POTONGAN

BPR GL MAX 14-11-2005


8-5
KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

PEMBONGKARAN/PEMASANGAN

BAGIAN TENGAH CINCIN SEPLAIN


KOPELING
PELAT
PENGUNGKIT

BAGIAN LUAR KOPELING


PELAT PENEKAN KOPELING
KANVAS KOPELING PELAT KOPELING

Pasang roda gigi penggerak primer pada ujung poros


engkol. CINCIN SEPLAIN RODA GIGI
Pasang bagian Iuar kopeling pada poros utama. PENGGERAK
Pasang cincin seplain menghadap keluar di atas permu- PRIMER
kaan datar bagian Iuar kopeling.

BAGIAN LUAR
KOPELING

Rakit pelat penekan kopeling, kanvas kopeling, pelat ko-


peling dan bagian tengah kopeling.

CATATAN
• Susun kanvas dan pelat kopeling silih berganti.
• Lapisi kanvas kopeling baru dengan minyak pelumas
mesin sebelum merakitnya.

8-6 BPR GL MAX 14-11-2005


KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

Pasang cincin pengunci dengan tulisan “OUTSIDE”


menghadap keluar. OUTSIDE

CINCIN PENGUNCI

Pasang mur pengunci bagian tengah kopeling dan ken-


cangkan. CLUTCH CENTER
LOCK NUT WRENCH
TORSI PENGENCANGAN: 4,5 kg-m.

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Clutch center holder: 07923—9580000

Umum
Lock nut wrench, 20x24 mm: 07716—0020100
Extension bar: 07716—0020500
EXTENSION BAR

Pasang pegas kopeling, pelat pengungkit dan kencang-


kan baut-baut pelat pengungkit. PEGAS
Pasang susunan pompa minyak pelumas dan rotor sarin-
gan minyak pelumas (halaman 2—2).

BAUT

PELAT PENGUNGKIT

PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

MELEPASKAN POROS PENGGERAK PEMINDAH


GIGI TRANSMISI
Lepaskan kopeling (halaman 8—4).
Lepaskan pompa minyak pelumas (halaman 2—4).
Lepaskan pedal pemindah gigi transmisi (halaman 5-2).
Lepaskan poros penggerak pemindah gigi transmisi.

BPR GL MAX 14-11-2005


8-7
KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

Lepaskan stopper teromol pemindah gigi dan pegasnya.


PELAT STOPPER TROMOL BAUT
Lepaskan baut pemasangan pelat stopper teromol dan
pelat stopper teromol.
Lepaskan dowel pin.

Periksa masing-masing part terhadap keausan atau keru-


sakan.

PEGAS
STOPPER

PEMASANGAN
TROMOL PEMNDAH GIGI DOWEL PIN
Pasang dowel pin ke dalam lubang pada teromol pemin-
dah gigi.
Pasang pelat stopper teromol dengan mentepatkan lu-
bang dengan dowel pin.

PELAT STOPPER TEROMOL

Pasang stopper tromol pemindah gigi dan kencangkan


baut pemasangannya.
POROS PENGGERAK PEMINDAH
Pasang poros penggerak pemindah gigi. GIGI TRANSMISI
Pasang pedal pemindah gigi. (Halaman 5-2).

Pasang kopeling (halaman 8-6).


Pasang susunan pompa minyak pelumas dan rotor min- ROTOR SARINGAN
yak pelumas (halaman 2-6). MINYAK PELUMAS

POMPA MINYAK
PELUMAS

KOPELING

8-8 BPR GL MAX 14-11-2005


KOPELING/PERALATAN PEMINDAH GIGI TRANSMISI

PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN


KANAN
Pasang gasket dan dowel pin. Pasang batang pengungkit
kopeling.

GASKET DOWEL PIN

Pasang tutup bak mesin kanan.

CATATAN
TUTUP BAK
• Hati-hati jangan sampai merusak sil minyak. MESIN KANAN

Kencangkan baut pemasangan tutup bak mesin kanan.


SIL MINYAK

BAUT-BAUT

Hubungkan kabel kopeling ke tuas pengungkit kopeling.


Hubungkan kabel tachometer ke tutup bak mesin kanan.
Pasang kick starter.
Pasang knalpot dalam urutan kebalikan daripada pe- KABEL KOPELING
lepasan.

Isi bak mesin dengan minyak pelumas mesin (halaman KNALPOT


2-2).

Setel jarak main babas handel kopeling (halaman 3 -


14).
KICK STARTER
KABEL TACHOMETER

BPR GL MAX 14-11-2005


8-9
ALTERNATOR/KOPELING STARTER

5.0 kg-m

BPR GL MAX 14-11-2005


9-0
9. ALTERMATOR
ALTERNATOR

KETERANGAN SERVIS 9-1 ROTOR GENERATOR A.C. 9-2


PEMBANGKIT PULSA 9-1 PEMASANGAN TUTUP BAK
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN KIRI 9-2 MESIN KIRI 9-3

KETERANGAN SERVIS
INSTRUKSI UMUM
• Bagian ini membahas pelepasan dan pemasangan dari pada alternator.
• Lihat Bagian 14 dan 15 untuk pemeriksaan alternator.

TORSI PENGENCANGAN
Flywheel bold 7,5 kg-m

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Flywheel puller

Umum
Flywheel holder. 07725-0040000

9
PEMBANGKIT PULSA (PULSE GENERATOR)
KONEKTOR KABEL LISTRIK GENERATOR AC
MELEPASKAN

Lepaskan tutup samping kiri.


Lepaskan konektor kabel listrik generator A.C.

BAUT-BAUT

Lepaskan pedal transmisi.


Lepaskan tutup bak mesin kiri belakang dengan mengeluar- BAUT TUTUP
kan kedua baut pemasangannya. MESIN
BELAKANG

Longgarkan sekrup pelat penjepit kabel.


Keluarkan baut dan tarik keluar pembangkit pulsa.

SEKRUP

CATATAN
Ketika mengeluarkan pembangkit pulsa, pastikan bahwa
cincin-O pembangkit pulsa pada tempatnya.
PELAT PENJEPIT

CINCIN-O GENERATOR PULSA

BPR GL MAX 14-11-2005


9-1
ALTERNATOR

Pasang part yang dibongkar dalam urutan kebalikan dari-


pada pembongkaran. BAUT

GENERATOR PULSA

MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN KIRI

Lepaskan tutup bak mesin kiri belakang.


Lepaskan pelat penjepit kabel.
Lepaskan kabel sakelar lampu netral dari sakelar. Lep-
askan tutup bak mesin kiri dengan melepaskan keempat
baut pemasangannya.
PELAT PENJEPIT KABEL
KEBEL SAKELAR NETRAL
BAUT

MELEPASKAN/MEMASANG KUMPARAN STATOR

Lepaskan kedua sekrup pemasangan.


Dorong keluar grommet karet dan kabel generator AC. GROMMET
Lepaskan kumparan stator. KARET
Pasang kumparan stator dalam urutan kebalikan dari-
pada pelepasan.
SEKRUP

KUMPARAN STATOR

ROTOR GENERATOR A. C.
ROTOR
MELEPASKAN

Lepaskan baut pemasangan rotor. KUNCI PERKAKAS

Umum
Flywheel holder: 07725-0040000

FLYWHEEL HOLDER

9-2 BPR GL MAX 14-11-2005


ALTERNATOR

Keluarkan rotor dengan menggunakan flywheel puller.


ROTOR
KUNCI PERKAKAS

Khusus
Flywheel puller : 07933 - KG 20000

Lepaskan pasak pemasangan.

FLYWHEEL PULLER

PEMASANGAN
PASAK
Pasang pasak pemasangan.
Bersihkan bagian dalam rotor, kemudian pasang dengan
mentepatkan alur padanya dengan pasak pemasangan.

Pasang baut pemasangan rotor dan kencangkan.


TORSI PENGENCANGAN: 7,5 kg-m.

KUNCI PERKAKAS
FLYWHEEL
Umum HOLDER
Flywheel holder: 07725-0040000

PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN KIRI

Pasang tutup bak mesin kiri dan tutup bak mesin kiri
belakang dalam urutan kebalikan daripada pelepasan.

CATATAN
Pastikan bahwa kabel sakelar netral dan kabel generator
AC telah ditempatkan pada alurnya dengan tepat.

TUTUP BAK MESIN KIRI

BPR GL MAX 14-11-2005


9-3
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

12 N.m (1.2 kg.m)

BPR GL MAX 14-11-2005


10-0
9. ALTERMATOR
ALTERNATOR

KETERANGAN SERVIS 9-1 ROTOR GENERATOR A.C. 9-2


PEMBANGKIT PULSA 9-1 PEMASANGAN TUTUP BAK
MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN KIRI 9-2 MESIN KIRI 9-3

KETERANGAN SERVIS
INSTRUKSI UMUM
• Bagian ini membahas pelepasan dan pemasangan dari pada alternator.
• Lihat Bagian 14 dan 15 untuk pemeriksaan alternator.

TORSI PENGENCANGAN
Flywheel bold 7,5 kg-m

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Flywheel puller

Umum
Flywheel holder. 07725-0040000

9
PEMBANGKIT PULSA (PULSE GENERATOR)
KONEKTOR KABEL LISTRIK GENERATOR AC
MELEPASKAN

Lepaskan tutup samping kiri.


Lepaskan konektor kabel listrik generator A.C.

BAUT-BAUT

Lepaskan pedal transmisi.


Lepaskan tutup bak mesin kiri belakang dengan mengeluar- BAUT TUTUP
kan kedua baut pemasangannya. MESIN
BELAKANG

Longgarkan sekrup pelat penjepit kabel.


Keluarkan baut dan tarik keluar pembangkit pulsa.

SEKRUP

CATATAN
Ketika mengeluarkan pembangkit pulsa, pastikan bahwa
cincin-O pembangkit pulsa pada tempatnya.
PELAT PENJEPIT

CINCIN-O GENERATOR PULSA

BPR GL MAX 14-11-2005


9-1
ALTERNATOR

Pasang part yang dibongkar dalam urutan kebalikan dari-


pada pembongkaran. BAUT

GENERATOR PULSA

MELEPASKAN TUTUP BAK MESIN KIRI

Lepaskan tutup bak mesin kiri belakang.


Lepaskan pelat penjepit kabel.
Lepaskan kabel sakelar lampu netral dari sakelar. Lep-
askan tutup bak mesin kiri dengan melepaskan keempat
baut pemasangannya.
PELAT PENJEPIT KABEL
KEBEL SAKELAR NETRAL
BAUT

MELEPASKAN/MEMASANG KUMPARAN STATOR

Lepaskan kedua sekrup pemasangan.


Dorong keluar grommet karet dan kabel generator AC. GROMMET
Lepaskan kumparan stator. KARET
Pasang kumparan stator dalam urutan kebalikan dari-
pada pelepasan.
SEKRUP

KUMPARAN STATOR

ROTOR GENERATOR A. C.
ROTOR
MELEPASKAN

Lepaskan baut pemasangan rotor. KUNCI PERKAKAS

Umum
Flywheel holder: 07725-0040000

FLYWHEEL HOLDER

9-2 BPR GL MAX 14-11-2005


ALTERNATOR

Keluarkan rotor dengan menggunakan flywheel puller.


ROTOR
KUNCI PERKAKAS

Khusus
Flywheel puller : 07933 - KG 20000

Lepaskan pasak pemasangan.

FLYWHEEL PULLER

PEMASANGAN
PASAK
Pasang pasak pemasangan.
Bersihkan bagian dalam rotor, kemudian pasang dengan
mentepatkan alur padanya dengan pasak pemasangan.

Pasang baut pemasangan rotor dan kencangkan.


TORSI PENGENCANGAN: 7,5 kg-m.

KUNCI PERKAKAS
FLYWHEEL
Umum HOLDER
Flywheel holder: 07725-0040000

PEMASANGAN TUTUP BAK MESIN KIRI

Pasang tutup bak mesin kiri dan tutup bak mesin kiri
belakang dalam urutan kebalikan daripada pelepasan.

CATATAN
Pastikan bahwa kabel sakelar netral dan kabel generator
AC telah ditempatkan pada alurnya dengan tepat.

TUTUP BAK MESIN KIRI

BPR GL MAX 14-11-2005


9-3
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

12 N.m (1.2 kg.m)

BPR GL MAX 14-11-2005


10-0
10. POROS ENGKOL/TRANSMISSI
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

KETERANGAN SERVIS 10-1 POROS ENGKOL 10-4


CARA MENGATASI KESUKARAN 10-2 TRANSMISI 10-6
PEMBELAHAN BAK MESIN 10-3 PERAKITAN BAK MESIN 10-13

KETERANGAN SERVIS
Umum

* Bak mesin harus dibelah untuk memperbaiki poros engkol, transmissi.


* Lepaskan part-part berikut sebelum membelah bak mesin.
- Alternator ( Bab 9 )
- Kopeling /Peralatan Pemindah Gigi Transmissi ( Bab 8 )
- Kepala Silinder ( Bab 6 )
- Silinder / Torak (Bab 7)

Spesifikasi
Unit : mm

BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS


Keolengan poros engkol - 0.80
Jarak renggang kesamping kepala besar 0.05 - 0.30 0.50
batang penggerak
Jarak renggang radiasi kepala besar _ 0.05
batang penggerak
D.D. garpu pemindah gigi 12.000 - 12.018 12.05
Tebal cakar garpu pemindah gigi 4.93 - 5.00 4.50 10
D.L. poros cakar garpu pemindah gigi 11.976 - 11.994 11.96
D.D. roda gigi M5, M6 23.020 - 23.041 23.07
Cl 19.520 - 19.541 19.57
C2 23.020 - 23:041 23.07
C3, C4 22.020 -22.041 22.07
D.D. bos M5 20.000 - 20.021 20.05
M6 20.020 - 20.041 20.1
Cl 16.516 - 16..534 20.1
C2 20.000 - 20.021 20.05
D.L. bos M5 22.984 - 23.005 22.93
Cl 19.479 - 19.500 19.43
C2 22.979 - 22,93
D.L. poros utama Pada bos gir M5 19.959 - 19.980 19.91
D.L. poros lawan Pada bos gir Cl 16.466 - 16.490 16.41
Pada bos gir C2 19.974 - 19.987 19.92
Pada gir C3 21,959 - 21,980 21,91

Torsi pengencangan
Baut pelat penahan bantalan 12 N.m (1.2 kg-m)

BPR GL MAX 14-11-2005


10-1
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

KUNCI PERKAKAS

Khusus
- Bearing remover shaft, 15 mm 07936 - KC10000
- Remover shaft, 15 mm 07936 - KC10100
- Remover head, 15 mm 07936 - KC10200
- Remover weight 07741 - 0010201 atau 07939 - 3710200

Umum
- Inner handle C
- Driver handle A 07749 - 0010000
- Attachment,37 x 40 mm 07746 - 0010200
- Attachment, 42 x 47 mm 07746 - 0010300
- Attachment, 52 x 55 mm 07746 - 0010400
- Pilot, 20 mm 07746 - 0040500
- Pilot, 30 mm 07746 - 0040700

CARA MENGATASI KESUKARAN

Gigi susah dipindahkan


* Garpu pemindah gigi bengkok
* Poros garpu pemindah bengkok

Transmissi melompat keluar dari gigi yang dipilih


* Tonjolan penggerak roda gigi atau lubang-lubang penggerak gir aus
* Garpu pemindah gigi rusak atau bengkok
* Poros garpu pemindah bengkok
* Lengan stopper teromol pemindah gigi rusak
* Pegas pengembalian peralatan penyambung penggantian gigi patah
* Alur-alur pada teromol pemindah gigi rusak

Suara berlebihan
* Bantalan kepala besar batang penggerak aus
* Batang penggerak bengkok
* Bantalan poros engkol aus

10-2 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

PEMBELAHAN BAK MESIN

Lepaskan alat pemegang kabel kopeling.

ALAT PEMEGANG KABEL KOPELING

Longgarkan baut penyetel tegangan rantai mesin dan


dorong batang penegang ke atas.
Keluarkan lengan penegang rantai mesin. BAUT PENYETEL
Tarik batang penegang rantai mesin ke bawah dan ke-
luarkan bersama penegang rantai mesin. BATANG PENYETEL

Lepaskan rantai mesin.

RANTAI MESIN

LENGAN PENEGANG

Lepaskan sproket penggerak dengan mengeluarkan


kedua baut pemasangan beserta alat pemasangan.

SPROCKET PENGGERAK

BAUT-BAUT

PELAT PEMASANGAN

Longgarkan baut-baut bak mesin dalam bak mesin dalam


urutan bersilang dalam 2 atau 3 Iangkah dan lepaskan.

BAUT-
BAUT

BPR GL MAX 14-11-2005


10-3
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Tidurkan bak mesin pada sisi kanannya


Pisahkan belahan bak mesin kiri dan kanan. BAK MESIN KIRI

BAK MESIN KANAN

Lepaskan gasket dan dowel pin

DOWEL PIN

GASKET

POROS ENGKOL

PEMERIKSAAN

Keluarkan poros engkol

POROS ENGKOL

Ukur jarak renggang ke samping kepala besar batang


penggerak dengan lidah pengukur.

BATAS SERVIS: 0.5 mm.

10-4 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Ukur jarak renggang kepala besar batang penggerak


dalam arah radial pada titik-titik simetris seperti pada
gambar
BATAS SERVIS: 0.5 mm.

Letakkan poros engkol di atas blok-V dan ukur keolengan


dengan menggunakan meter pengukur (dial gauge).
Tempat-tempat pengukuran adalah seperti pada gambar.

BATAS SERVIS: 0.10 mm.

Putar Iingkaran Iuar bantalan poros engkol dengan jari-


jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara berisik.

Periksa sproket penggerak rantai mesin terhadap keausan


atau kerusakan.

Pasang poros engkol pada bak mesin kin seperti pada


gambar.

POROS ENGKOL

BPR GL MAX 14-11-2005


10-5
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

TRANSMISI
POROS GARPU
PEMINDAH
PEMBONGKARAN

Keluarkan poros garpu pemindah dan garpu pemindah


gigi. POROS GARPU
Lepaskan teromol pemilih gigi transmisi. PEMINDAH

TEROMOL PE-
MILIH GIGI

Keluarkan susunan poros utama dan poros lawan trans-


misi sebagai suatu kesatuan. POROS UTAMA

POROS LAWAN

Bongkar poros utama dan poros lawan transmisi.

PEMERIKSAAN

Periksa masing-masing roda gigi terhadap keausan atau


kerusakan dan gantilah apabila diperlukan.
Periksa gigi-gigi roda gigi terhadap keausan atau keru-
sakan.
Periksa tonjolan-tonjolan pengkaitan roda gigi terhadap
keausan atau kerusakan.
Blur diameter dalam daripada setiap roda gigi bebas.
Ukur diameter dalam dan diameter Iuar daripada bos
roda gigi.

BATAS SERVICE :
Roda gigi starter : 20,07 mm
Roda gigi idle starter : 20,07 mm
Roda gigi M3 : 20,07 mm
Roda gigi M5 : 20,07 mm
Roda gigi Cl : 19,57 mm
Roda gigi C2 : 23,07 mm
Roda gigi C4 : 20,07 mm
Diameter dalam bos roda gigi C1 : 16,56 mm
Diameter luar bos roda gigi C1 : 19,43 mm
Diameter dalam bos roda gigi C2 : 23,07 mm
Diameter luar bos roda gigi C2 : 19,92 mm

10-6 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Periksa seplain poros utama dan poros lawan trans-


misi serta permukaan-permukaan pergeseran terhadap
keausan atau kerusakan.
Blur diameter Iuar daripada poros utama dan poros lawan
transmisi.

BATAS SERVIS:
Diameter Iuar poros utama: 19,91 mm
Diameter Iuar poros lawan:
Cl : 16,41 mm
C2 : 19,92 mm
C4 : 19,90 mm
Roda gigi starter : 16,41 mm

PERAKITAN
KLIP PENGUNCI
Rakit kembali transmisi dalam urutan kebaikan daripada
pembongkaran. Bacalah halaman berikut ini.

CATATAN
Tepatkan ujung klip pengunci (snap ring) dengan bagian
tengah seplain seperti pada gambar.

POROS

BPR GL MAX 14-11-2005


10-7
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

RODA GIGI M2 POROS UTAMA


RODA RODA RODA RODA GIGI STARTER
GIGI GIGI GIGI
M5 M4 M3

RODA GIGI STARTER

POROS LAWAN
RODA GIGI RODA RODA GIGI
RODA RODA RODA
C2 GIGI C5 BEBAS
GIGI C4 GIGI C3 GIGI C1
STARTER

10-8 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

PEMERIKSAAN BANTALAN TRANSMISI

Putar lingkaran dalam bantalan dengan jari-jari. Bantalan


harus berputar dengan halus dan tanpa suara berisik.
Juga periksa bahwa lingkaran luar bantalan terpasang
dengan erat pada bak mesin.
Gantikan bantalan apabila tidak dapat berputar dengan
halus serta mengeluarkan suara berisik, atau tidak ter-
pasang dengan erat lagi pada mesin.

PENGGANTIAN BANTALAN BAK MESIN

Keluarkan bantalan poros utama transmisi dan bak mesin


kanan.

Keluarkan sil oli poros engkol dan poros penggerak pe-


mindah gigi transmisi penggerak pemindah gigi transmisi
dari bak mesin kiri.
Kemudian keluarkan poros lawan dan bantalan poros
utama.

KUNCI PERKAKAS BANTALAN POROS LAWAN

Khusus
Bearing remover 15 mm : 07936—KC10000
- Remover assy 15 mm : 07936 - KC 10500
(Remover shaft 15 mm) : 07936—KC10100 BANTALAN
(Remover head 15 mm) : 07936—KC10200 POROS LAWAN
- Remover sliding weight : 07741—0010201

Masukkan bantalan baru ke dalam bak mesin.

SIL OLI
KUNCI PERKAKAS

Umum
Bantatan kanan poros utama BANTALAN
Driver handle : 07749—0010000 POROS UTAMA
Driver attachment, 52x55 mm : 07746 - 0010400
Driver pilot 30 mm : 07746 - 0040700

Bantalan kiri poros utama


Driver handle : 07749—0010000
Driver attachment, 37x40 mm : 07746–0010200

Bantalan kin poros lawan


Driver handle : 07749—0010000 ATTACHMENT
Driver attachment, 42x47 mm : 07746—0010300
Driver pilot, 20 mm : 07746—0040500

Pasang sit oil baru pada bak mesin kiri.

BPR GL MAX 14-11-2005


10-9
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

PEMASANGAN

Semprotkan minyak pelumas pada gigi-gigi transmisi.


Periksa terhadap kehalusan pergerakan.

Pasang susunan poros utama dan poros lawan sebagai


suatu kesatuan ke dalam bak mesin kanan. POROS UTAMA

POROS LAWAN

Pasang peluru baja dan pegas pada garpu pemindah kiri,


kemudian pasang garpu pemindah pada ujung poros. GARPU POROS GARPU
PEMINDAH KIRI

PEGAS

PELURU
BAJA

Pasang teromol pemindah gigi.


Pasang garpu-garpu pemindah gigi seperti pada gam- POROS GARPU
bar. PEMINDAH
Masukkan poros garpu pemindah gigi.

CATATAN POROS GARPU


Masukkan poros sampai peluru baja di dalam garpu pe- PEMINDAH
mindah gigi kiri berhenti pada alur di dalam poros.

TEROMOL PE-
MILIH GIGI

10-10 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

KICK STARTER BAUT STOPPER


PELEPASAN

Longgarkan baut stopper kick starter.

Tahan susunan kick starter, kemudian tank keluar baut.


Keluarkan susunan kick starter.
SUSUNAN KICK
STARTER

PEMBONGKARAN
PELAT RATCHET PEGAS
PEMBIMBING PENGGERAK PENGEMBALIAN
Lepaskan cincin washer, klip pengunci (snap ring), pelat
pembimbing (guide plate), pegas ratchet dan ratchet
penggerak.
Lepaskan collar, pegas pengembalian, dua cincin, roda KUP
gigi pinion dan klip pengunci. PENGUNCI

GIGI PINION
CINCIN WASHER PEGAS RATCHET

PEMERIKSAAN

Periksa roda gigi pinion terhadap keausan atau keru-


sakan.
Blur diameter dalam pinion

BATAS SERVIS: 20,05 mm

BPR GL MAX 14-11-2005


10-11
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Periksa poros kick starter terhadap keausan atau keru-


sakan.
Ukur diameter luar poros pada permukaan pergeseran
roda gigi pinion.

BATAS SERVIS: 19,91 mm

PERAKITAN

Pasang ratchet penggerak dengan mentepatkan tanda


TANDA-TANDA TITIK
titik pada ratchet dan poros.

POROS RATCHET

10-12 BPR GL MAX 14-11-2005


POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Pasang klip pengunci (snap ring), cincin washer, roda gigi


PELAT RATCHET PEGAS
pinion, pelat pembimbing (guide plate) pegas pengembali
PEMBIMBING PENGGERAK PENGEMBALIAN
an dan collar.

CATATAN
KLIP
Tepatkan potongan pada collar dengan pegas pengem- PENGUNCI
balian.

Pasang pegas ratchet, pelat pembimbing, klip pengunci


dan cincin washer.

GIGI PINION
PEMASANGAN PEGAS RATCHET
CINCIN WASHER
Pasang ujung pegas pengembalian starter melangkahi
bidang menonjol di dalam bak mesin. Putar poros starter
dan masukkan baut stopper sehingga ujungnya bertemu
dengan ratchet penggerak.

Kencangkan baut stopper dengan erat. BAUT STOPPER

CATATAN
Jangan lupa untuk memasang cincin-O baut stopper.

Setelah pemasangan, periksa cara kerja kick starter. SUSUNAN KICK


STARTER

PERAKITAN BAK MESIN

Bersihkan permukaan pertemuan belahan bak mesin


sebelum perakitan kembali. DOWEL PIN

CATATAN
* Ratakan permukaan dengan batu gerinda bila diperlu-
kan untuk menghilangkan kekasaran atau ketidakrata-
an kecil.
* Setelah pembersihan, lumasi bantalan poros engkol
dan bidang kontak lainnya dengan inyak pelumas yang
bersih.
GASKET

Pasang dowel pin dan sebuah gasket baru pada bak


mesin kanan.
Pasang bak mesin kiri ke atas bak mesin kanan. BAK MESIN KIRI

CATATAN
Pastikan bahwa gasket tetap pada tempatnya.

BAK MESIN KANAN

BPR GL MAX 14-11-2005


10-13
POROS ENGKOL/TRANSMISSI

Pasang dan kencangkan baut-baut mesin dengan erat


menurut urutan bersilang dalam 2 atau 3 Iangkah.

BAUT-
BAUT

Pasang alat pemegang kabel kopeling.

ALAT PEMEGANG KABEL KOPELING

Pasang sproket penggerak dengan pelat pemasangan


dan baut-baut.
Kencangkan baut pemasangan sproket penggerak
SPROCKET PENGGERAK

BAUT-BAUT

ALAT PEMASANGAN

Pasang rantai mesin, lengan penegang rantai mesin dan


batang penegang dalam urutan kebalikan daripada pem-
bongkaran. BAUT PENYETEL

BATANG PENYETEL

RANTAI MESIN

LENGAN PENEGANG

10-14 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

(GL PRO)

1,2 kg-m

2,2 kg-m

2,7 kg-m

(GL MAX)

5,0 - 7,0 kg-m

BPR GL MAX 14-11-2005


11-0
11. RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

KETERANGAN SERVIS 11-1 RODA DEPAN 11-6


CARA MENGATASI KESUKARAN 11-2 GARPU DEPAN 11-11
SETANG KEMUDI 11-3 POROS KEMUDI 11-16

KETERAGAN SERVIS
INSTRUKSI UMUM
• Dibutuhkan dongkrak atau alat penopang lain untuk menopang sepenamotor selama menservis bagian depan
sepedamotor
• Untuk menservis rem depan, lihatlah Bagian 13.
• Untuk menservis dan memeriksa lampu depan, instrumen dan sakelar kunci kontak, lihatlah Bagian 16.

SPESIFIKASI

BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS


Kebengkokan poros - 0,20 mm
Keolengan pelek Radial - 2,0 mm
roda depan Aksial - 2,0 mm
Panjang babas
pegas garpu depan 480 mm 470,4 mm
Kebengkokan pipa garpu depan - 0,2 mm
Kapasitas minyak 157 cc -
sokbreker garpu depan
Tinggi permukaan minyak 172 mm -
sokbreker garpu depan
Tekanan udara garpu depan 0-0,5 kg/cm2 - 11

TORSI PENGENCANGAN
Mur poros depan: 5,0 - 7,0 kg-m
Baut penjepit top bridge: 1,2 kg-m
Baut penjepit bottom bridge: kg-m
Baut bracket caliper rem depan: 2,7 kg-m

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Stem bearing driver: 07946 - GC40000
Ball race driver:

Umum
Bearing remover head, 12 mm: 07746-0050300
Bearing remover shaft: 07746-0050100
Driver handle: 07749-0010000
Attachment, 37x40 mm: 07746-0040200
Pilot, 12 mm: 07746-0040200
Snapring pliers:
Fork seal driver: 07747-0010400
Fork seal driver attachment: 07747-0010100
Pin spanner:

BPR GL MAX 14-11-2005


11-1
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

CARA MENGATASI KESUKARAN

Pengendalian berat
• Mur ulir atas poros kemudi terlalu kencang
• Cincin peluru bantalan dan atau konus poros kemudi rusak
• Tekanan udara ban terlalu rendah

Kemudi tertarik ke satu arah, atau roda depan dan belakang tidak segaris
• Kaki garpu depan bengkok
• Poros depan bengkok
• Cara pemasangan roda salah

Roda depan goyang


• Pelek berubah bentuk
• Bantalan roda depan aus
• Ban rusak/buruk
• Poros tidak dikencangkan dengan bask

Suspensi terlalu empuk


• Pegas garpu lemah

Suspensi terlalu keras


• Kaki garpu depan bengkok

Suspensi depan berisik


• Pengencang suspensi dalam keadaan kendor
• Kaki garpu depan rusak
• Kaki garpu depan bengkok

Cara kerja rem kurang balk


• Penyetelan handel rem tidak tepat
• Sepatu rem kotor
• Sepatu rem aus
• Bubungan rem aus
• Teromol rem aus
• Pemasangan lengan rem tidak benar

11-2 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

SETANG KEMUDI
PELEPASAN
TUTUP SETANG KEMUDI
Lepaskan kedua sekrup dan tutup setang kemudi.

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan kedua tali pengikat kabel-kabel sakelar.


RUMAH SAKELAR KEMUDI KANAN
Lepaskan kedua sekrup pemasangan dan pisahkan.
Kedua belahan rumah sakelar kemudi kanan.

SEKRUP-SEKRUP

Lepaskan ujung kabel gas dari putaran gas tangan.


RUMAH PUTARAN GAS
Lepaskan rumah sakelar kemudi kanan dan putaran gas
SAKELAR TANGAN
tangan dari setang kemudi.
KEMUDI
KANAN

UJUNG KABEL GAS

Lepaskan kedua tali pengikat kabel sakelar kiri.


RUMAH
Lepaskan kedua sekrup pemasangan dan lepaskan SEKRUP-SEKRUP SAKELAR
rumah sakelar kemudi kiri.
KEMUDI
KIRI

BPR GL MAX 14-11-2005


11-3
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Lepaskan keempat baut pemasangan dan pemegang


atas setang kemudi, kemudian lepaskan setang kemudi. PEMEGANG ATAS SETANG KEMUDI

SETANG KEMUDI

Pasang pegangan tangan kiri sebagai berikut, jika telah


dilepaskan.
Lapisi bagian dalam pegangan tangan dengan lem Honda
bond A atau lem sejenis, demikian juga permukaan bersih
bagian kiri setang kemudi dan pipa putaran gas tangan.
Tunggu 3-5 menit sebelum memasang pegangan tan-
gan.
Putar pegangan tangan agar lem terbagi secara merata.

CATATAN PEMEGANG ATAS


* Biarkan lem mengering selama satu jam sebelum
memakai pegangan tangan.

PEMASANGAN

Letakkan setang kemudi di atas pemegang bawah. Te-


patkan tanda titik pada setang kemudi dengan permu-
kaan atas daripada pemegang bawah.
Pasang pemegang atas pada setang kemudi dengan
TANDA TITIK
bagian bertanda titik menghadap ke depan.

Kencangkan baut-baut depan Iebih dahulu, kemudian


baru kencangkan baut belakang. BAUT DEPAN

Tepatkan garis pisah daripada rumah sakelar kin setang


kemudi dengan tanda titik pada setang kemudi. Kencang- RUMAH SAKELAR KIRI
kan sekrup depan dulu, kemudian baru sekrup belakang.

SEKRUP TANDA TITIK

11-4 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Lapisi permukaan geser setang kemudi dengan lapisan


tipis minyak pelumas.
Pasang pegangan gas tangan.

PEGANGAN GAS TANGAN

Sambungkan kabel gas pada ujung pegangan gas tan-


RUMAH PEGANGAN
gan.
SAKELAR GAS TANGAN
KEMUDI
KANAN

UJUNG KABEL GAS

Tepatkan garis pisah daripada rumah sakelar kanan


setang kemudi dengan tanda titik pada setang kemudi. RUMAH
SAKELAR
Kencangkan sekrup depan dulu, kemudian baru sekrup KANAN
belakang.

TANDA TITIK
SEKRUP

Pasang tutup setang kemudi

BPR GL MAX 14-11-2005


11-5
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

RODA DEPAN

PELEPASAN/PEMBONGKARAN
Naikkan roda depan lepas dari tanah dengan menem-
patkan sebuah blok kayu atau pengganjal di bawah me-
sin.
Lepaskan sekrup pemasangan kabel speedometer dan
kabel speedometer KABEL SPEEDOMETER
Lepaskan pin pengaman dan mur poros. PIN PENGAMAN
Keluarkan poros depan dan roda depan

SEKRUP
MUR POROS

Keluarkan collar samping dan sil debu dari hub roda


depan. COLLAR SAMPING

SIL DEBU

Lepaskan rumah roda gigi penggerak speedometer, sil oli


dan penahan. RUMAH RODA GIGI
SPEEDOMETER
PENAHAN
Lepaskan kelima mur dan cakram rem dari sisi kanan hub
roda

SIL OLI

CAKRAM REM

PEMERIKSAAN

Letakkan poros pada blok V dan ukur kebengkokan


menggunakan meter pengukur (dial gauge).
BATAS SERVIS: 0,2 mm.

11-6 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Letakkan roda pada alat penyetel pelek.


Putar roda dengan tangan dan ukur keolengan pelek
menggunakan meter pengukur.
BATAS SERVIS: Radial : 2,0 mm
Aksial : 2,0 mm

Setel jari-jari roda untuk memperbaiki keolengan pelek.

PEMERIKSAAN BANTALAN RODA

Putar lingkaran dalam daripada masing-masing bantalan


dengan jari-jari.
Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara
berisik. Juga periksa bahwa lingkaran Iuar bantalan ter-
pasang dengan erat pada roda. Keluarkan dan buang
bantalan jika tidak dapat berputar dengan halus dan tanpa
suara, atau jika terpasang dengan Ionggar pada roda.

CATATAN
Selalu ganti bantalan roda dalam pasangan.

PENGGANTIAN BANTALAN
REMOVER SHAFT
Pasang alat bearing remover head pada bantalan. Dari
sisi berlawanan, pasang alat bearing remover shaft dan
dorong keluar bantalan dari hub roda.

KUNCI PERKAKAS

Umum
Bearing remover head 12 mm : 07746-0050300
Bearing remover shaft : 07746-0050100

REMOVER HEAD

Keluarkan collar pengantara dan keluarkan bantalan lain-


nya

CATATAN
Jika bantalan telah dikeluarkan, mereka harus diganti
dengan bantalan baru dalam pasangan.

KUNCI PERKAKAS
COLLAR
Umum PENGANTARA
Bearing remover head, 12 mm : 07746-0050300
Bearing remover shaft : 07746-0050100

BPR GL MAX 14-11-2005


11-7
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Masukkan bantalan kanan dengan erat, sampai duduk


dengan benar. DRIVER HANDLE
Pasang collar pengantara dan masukkan bantalan kiri
dengan erat sampai duduk dengan benar.

KUNCI PERKAKAS

Umum ATTACHMENT
Driver handle : 07749-0010000
Driver attachment, 37x40 mm : 07746-0010200
Driver pilot, 12 mm : 07746-0040200
PILOT

PERAKITAN/PEMASANGAN

CAKRAM REM COLLAR SAMPING


BANTALAN

PENAHAN

SIL OLI

SIL DEBU

COLLAR PENGANTARA RUMAH RODA GIGI


SPEEDOMETER

Pasang kelima mur pemasangan cakram rem. Kencang-


kan mur-mur
TORSI PENGENCANGAN: 1,5 kg-m

Pasang penahan dengan mentepatkan lidah-Iidah pada


penahan (retainer) dengan potongan pada hub roda.

Jagalah agar cakram rem tidak terkena gemuk, karena


daya pengereman akan berkurang dengan sangat.

11-8 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Keluarkan roda gigi speedometer dari rumah roda gigi


speedometer. RODA GIGI
Berikan gemuk pada roda gigi dan pasang kembali pada SPEEDOMETER
rumahnya.

RUMAH RODA
GIGI SPEEDO
METER

Lumasi alat penahan (retainer) dengan gemuk. Pasang


sil oh pada hub RUMAH RODA
Pasang rumah roda gigi speedometer pada hub dengan GIGI SPEEDOMETER
mentepatkan lidah-lidah alat penahan dengan alur-alur
pada roda gigi.
PENAHAN

SIL OLI

Pasang sil debu dan collar samping pada sisi kiri dari-
pada hub roda. COLLAR SAMPING

SIL DEBU

Pasang roda depan dengan memasukkan cakram rem di


antara kedua kanvas rem.

CATATAN
Tepatkan kedua tonjolan pada rumah roda gigi speedometer
menjepit pipa garpu atau tonjolan pada pipa garpu kiri.

TONJOLAN

BPR GL MAX 14-11-2005


11-9
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Pasang poros depan dan kencangkan mur poros


(halaman 3-9)
TORSI PENGENCANGAN: 5,0 - 7,0 kg-m.

Pasang kabel speedometer dan sekrup pemasangan.


Pasang pin pengaman baru dan renggangkan kaki pin
pengaman seperti pada gambar.

SEKRUP

KABEL SPEEDOMETER

GARPU DEPAN BAUT ATAS GARPU


PELEPASAN

CATATAN
Setiap membongkar garpu depan, Ionggarkan baut atas
garpu depan sebelum mengeluarkan garpu depan

Lepaskan roda depan (halaman 11-6)

Lepaskan capiler rem depan (halaman 13-10)


BAUT-BAUT
Lepaskan spakbor depan aengan mengeluarkan keem-
pat baut pemasangan.

CAPILER REM

Longgarkan baut penjepit atas dan bawah dan tarik garpu


depan keluar.

GARPU DEPAN

11-10 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

PEMBONGKARAN

Lepaskan baut atas garpu dan pegas garpu.


Keluarkan minyak sokbreker dengan memompa pipa gar-
pu keluar masuk beberapa kali.

Tahan selongsong bawah garpu pada catok dengan pen-


jepit lunak atau gunakan lap bengkel. BAUT SOCKET/CINCIN
Lepaskan baut soket dan cincin dengan kunci hex.

CATATAN
Jika sulit untuk mengeluarkan baut soket, untuk semen-
tara pasang pegas garpu dan baut atas garpu.

Lepaskan pipa garpu dari selongsong bawah.

SELONGSONG BAWAH

Lepaskan alat pengunci minyak (oil lock piece) dari se-


longsong bawah. PEGAS REAKSI
Lepaskan piston garpu dan pegas reaksi dari pipa garpu.

ALAT PENGUNCI MINYAK

PISTON

Keluarkan sil debu.


CINCIN STOPPER
Keluarkan klip pengunci (snap ring) dari selongsong ba-
wah.

KUNCI PERKAKAS

Umum
Snap ring pliers: 07914 - 3230001

BPR GL MAX 14-11-2005


11-11
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Keluarkan sil oli dengan sebuah obeng.


SIL OLI
PERHATIAN
Hati-hatijangan merusak permukaan dalam dan Iuar dari
pada selongsong bawah sewaktu mengeluarkan klip
pengunci dan sil oli.

PEMERIKSAAN

Ukur panjang bebas pegas garpu depan.


BATAS SERVIS: 470.4 mm

Letakkan pipa garpu pada blok V dan baca kebengkokan


dengan meter pengukur (dial gauge).
BATAS SERVIS: 0,2 mm.

Periksa masing-masing part terhadap keausan atau keru-


sakan dan gantikan dengan part baru jika diperlukan. PEGAS REAKSI PIPA GARPU

PEGAS GARPU
PERAKITAN
Bersihkan semua part sebelum merakitkan kembali.

SELONGSONG BAWAH PISTON

11-12 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Pasang pegas reaksi dan piston ke dalam pipa garpu


Pasang alat pengunci minyak pada ujung piston. PEGAS REAKSI

ALAT PENGUNCI MINYAK

PISTON

Masukkan pipa garpu pada selongsong bawah garpu


Pasang selongsong bawah pada catok dengan penjepit
lunak atau gunakan lap bengkel.
Lapisi baut soket dengan cairan pengunci dan pasang
pada piston.
TORSI PENGENCANGAN 2 kg-m

CATATAN
Jika sulit untuk mengencangkan baut soket, pasang
pegas garpu dan baut atas garpu.

Lapisi sil oli dengan minyak garpu depan dan pasang


dengan bantuan fork seal driver sampai alur pada selong-
song bawah tampak.

KUNCI PERKAKAS FORK SEAL DRIVE

Umum
Fork seal driver 07747-0010400
Attachment: 07747-0010100

ATTACHMENT

Pasang klip pengunci pada selongsong bawah.


SIL DEBU KLIP PENGUNCI
KUNCI PERKAKAS

Umum
Snap ring pliers:

Pasang sil debu.


Tuangkan minyak sobreker dalam jumlah yang ditentu-
kan ke dalam pipa garpu.
KAPASITAS: 157 cc

SIL OLI

BPR GL MAX 14-11-2005


11-13
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Pasang pegas garpu dan baut atas garpu.


BAUT ATAS GARPU
PERHATIAN
Kumparan pegas yang rapat berada pada bagian atas
garpu. BAUT PENJEPIT
ATAS
PEMASANGAN

Pasang garpu dan tepatkan ujung atas pipa garpu dengan


permukaan atas daripada jembatan atas (top bridge).
Kencangkan baut penjepit bawah.
TORSI PENGENCANGAN: 2,2 kg-m

Kencangkan baut penjepit atas


BAUT-BAUT
TORSI PENGENCANGAN: 1,2 kg-m.

Kencangkan baut atas garpu.

Pasang spakbor depan dengan empat baut pemasang-


an.

Pasang caliper rem (halaman 13-10, 13-12).


Pasang roda depan (halaman 11-9). CAPILER REM

POROS KEMUDI
PELEPASAN

Lepaskan sebagai berikut: STANG KEMUDI


- setang kemudi (halaman 11-3)
- roda depan (halaman 11-6)
- batok lampu (halaman 16-2)
- instrumen (halaman 16-4)

BATOK LAMPU

Lepaskan mur poros kemudi.


Lepaskan garpu depan (halaman 11-11) dan pegangan JEMBATAN
lampu depan ATAS GARPU
Lepaskan jembatan atas garpu (fork to bridge).

MUR POROS KEMUDI

11-14 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Lepaskan mur ulir atas (top thread nut).


PIN SPANNER
KUNCI PERKAKAS
MUR ULIR ATAS
Umum
Pin spanner : 07702 - 0020001

PEMERIKSAAN
KONUS
Periksa peluru bantalan, konus dan cincin peluru banta-
lan terhadap keausan atau kerusakan dan gantilah bila
diperlukan. CINCIN PELURU
BANTALAN

PELURU
BANTALAN

PENGGANTIAN CINCIN PELURU BANTALAN

Dorong keluar cincin peluru bantalan atas dan bawah.

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Ball race driver : 07944 - 1150001 BALL RACE DRIVER

Masukkan cincin peluru bantalan atas dan bawah baru ke


dalam kepala kemudi.

KUNCIPERKAKAS

Umum
Driver handle : 07749-0010000
Attachment, 37x40 mm : 07746-0010200

BPR GL MAX 14-11-2005


11-15
RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

PENGGANTIAN KONUS BAWAH

Keluarkan konus bawah, sil debu dan cincin washer.

KONUS BAWAH

Lapisi sil debu dengan gemuk, pasang cincin washer dan


sil debu pada poros kemudi.
Dorong konus bawah pada poros kemudi menggunakan
steering stem driver.

KUNCI PERKAKAS
Khusus
Stem bearing driver: 07946-GC40000

POROS KEMUDI

MUR ULIR ATAS

KONUS ATAS
PELURU BANTALAN
(21 BUAH)
CINCIN PELURU ATAS

CINCIN PELURU BAWAH

PELURU BANTALAN (21 BUAH)


KONUS BAWAH

SIL DEBU
CINCIN WASHER

11-16 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA DEPAN/SUSPENSI/KEMUDI

Lumasi cincin peluru bantalan atas dan bawah dengan


gemuk. KONUS ATAS
Pasang peluru bantalan (42 buah).
Pasang poros kemudi, cincin peluru bantalan atas dan
mur ulir atas.

KONUS BAWAH

Pasang dan kencangkan mur ulir atas sampai dudukan-


nya rapat terhadap konus atas. Putar kembali mur ulir PIN SPANNER
atas sebanyak 1/8 putaran keluar.

KUNCI PERKAKAS

Umum
Pin spanner: 07702 - 0020001

Pastikan bahwa tidak ada pergerakan vertikal dan poros


kemudi dapat berputar dengan bebas.

MUR ULIR ATAS

Pasang jembatan atas (top bridge). Untuk sementara


kencangkan mur poros kemudi. MUR POROS KEMUDI
Pasang pegangan batok lampu dan garpu depan
(halaman 11-15).
Kencangkan mur poros kemudi.
TORSI PENGENCANGAN: 7,0 kg-m.

JEMBATAN GARPU ATAS

Pasang spakbor depan (11-15)dan CALIPER rem


(halaman 13-10, 12)
Pasang roda depan (halaman 11-8)
Pasang setang kemudi (halaman 11-4)
Pasang batok lampu depan (halaman 16-2)

BPR GL MAX 14-11-2005


11-17
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

3,5 kg-m

2,2 kg-m

4,0 kg-m

5,0 - 8,0 kg-m

6,0 kg-m

BPR GL MAX 14-11-2005


12-0
12. RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

KETERANGAN SERVIS 12-1 SOKBREKER 12-10


CARA MENGATASI KESUKARAN 12-2 LENGAN AYUN 12-13
RODA BELAKANG 12-3 PEDAL REM 12-14
REM BELAKANG 12-7

KETERANGAN SERVIS
INSTRUKSI UMUM
AWAS!

Debu pada peralatan rem mungkin mengandung asbes. Serat-serat asbes yang dihirup telah terbukti dapat menimbul-
kan penyakit pernapasan dan kanker. Jangan gunakan slang udara bertekanan atau kwas kering untuk membersihkan
peralatan rem. Gunakan alat penghisap debu atau cara lain untuk mengurangi bahaya yang disebabkan serat asbesnya
melayang di udara.

Bagian ini membahas pelepasan. pemasangan dan pekerjaan menservis roda belakang, rem, sokbreker dan lengan
ayun

SPESIFIKASI

BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS


Kebengkokan poros belakang - 0,2
Keolengan pelek roda belakang Radial - 2,0
Aksial - 2,0
Diameter dalam tromol rem belakang 130,0 131,0
Tebal kanvas rem belakang 4,00 2,0
Panjang babas pegas sokbreker belakang 225,6 221,1
12

TORSI PENGENCANGAN

Mur poros belakang 5,0 - 8,0 kg-m

Baut pemasangan sokbreker belakang Atas 3,5 kg-m


Bawah 4,0 kg-m
Mur engsel lengan ayun 6,0 kg-m
Baut lengan stopper 2,2 kg-m

KUNCI PERKAKAS
khusus
Shock absorber compressor attachments. 07JME - KW 40100

Umum
Bearing remover shaff 07746-0050100 Pilot, 15 mm 07746 - 0040300
Bearing remover head, 15 mm 07746-0050400 Shock absorber compressor 07GME-0010000
Driver handle A 07749-0010000 (Shock absorber compressor screw Asy.) 07GME-0010100
Attachment 42x47 mm 07746-0010300

BPR GL MAX 14-11-2005


12-1
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

CARA MENGATASI KESUKARAN

Sepedamotor bergoyang atau bergetar


• Bantalan roda longgar
• Pelek bengkok
• Tekanan udara ban tidak tepat
• Mur poros roda longgar
• Jan-fan roda longgar atau bengkok

Suspensi belakang terlalu empuk


• Pegas lemah
• Damper belakang lemah
• Engsel lengan ayun kendor

Suspensi belakang terlalu keras


• Pengencang dalam keadaan longgar
• Karet stopper sokbreker rusak
• Poros peredam kejut bengkok

Suspensi mengeluarkan suara


• Pengencang dalam keadaan longgar
• Karet stopper sokbreker rusak
• Peredam kejut bocor
• Peredam kejut dan pegas sating bersentuhan

Daya pengereman lemah


• Penyetelan rem belakang tidak tepat
• Sepatu rem aus
• Kanvas rem kotor
• Teromol rem aus
• Pemasangan gengi poros lengan rem tidak tepat

12-2 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

RODA BELAKANG

PELEPASAN/PEMBONGKARAN

Lepaskan kedua baut dan pelindung rantai roda.

Lepaskan mur penyetel rem belakang 0 - 20


mm

Lepaskan pin pengaman Longgarkan mur poros.

Longgarkan mur pengunci dan baut penyetel.

Kemudian dorong roda ke depan dan keluarkan rantai


roda dari sproket.
Keluarkan poros roda dan roda.
BAUT PENYETEL

MUR PENGUNCI

Keluarkan collar samping dan sil debu.


COLLAR SAMPING

SIL DEBU

Keluarkan klip pengunci dan sproket rantai roda.

BPR GL MAX 14-11-2005


12-3
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

PEMERIKSAAN

Letakkan poros belakang pada Blok-V dan ukur kebeng-


kokan menggunakan meter pengukur (dial gauge)

BATAS SERVIS: 0,20 mm

Periksa keolengan pelek dengan menempatkan roda


pada alat penyetel pelek.
Putar roda dengan tangan dan ukur keolengan menggu-
nakan meter pengukur (dial gauge).

BATAS SERVIS: Radial: 2,0 mm.


Aksial: 2,0 mm.

Periksa gigi-gigi sproket terhadap keausan berlebihan


atau kerusakan. Ganti bila diperlukan.

CATATAN
Jangan pasang rantai roda baru pada sproket aus atau
rantai aus pada sproket baru. Baik rantai dan sproket
harus dalam kondisi baik, jika tidak, rantai atau sproket
pengganti yang baru akan menjadi aus dengan cepat.
BAIK TIDAK BAIK
Putar cincin dalam daripada setiap bantalan dengan jari-
jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa
suara. Juga periksalah bahwa cincin luar bantalan ter-
pasang dengan erat pada hub roda.
Keluarkan dan buang bantalan apabila cincin bantalan ti-
dak dapat berputar dengan halus, tanpa suara, atau apa-
bila tidak dapat terpasang dengan erat pada hub roda.

CATATAN
Gantikan bantalan hub dalam pasangan.

12-4 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

PENGGANTIAN BANTALAN
Masukkan alat bearing remover head pada bantalan. REMOVER SHAFT
Dari arah berlawanan masukkan alat bearing remover
shaff dan dorong bantalan keluar dari roda.
Lepaskan culler pengantara dan keluarkan bantalan yang
lain dan sil debu.

KUNCI PERKAKAS

Umum
Bearing remover shaft: 07746 - 0050100
Bearing remover head, 15 mm: 07746 - 0050400

Isi rongga-rongga bantalan dengan gemuk. REMOVER HEAD


Masukkan bantalan kiri baru secara tegak lurus dengan
sisi yang tertutup menghadap keluar.
Pasang collar pada pengantara pada tempatnya.
COLLAR
CATATAN PENGANTARA
Pastikan bahwa collar pengantara ada pada ternpatnya
sebelum memasang bantalan kanan.

Masukkan bantalan kanan baru secara tegak lurus den-


gan sisi yang tertutup menghadap keluar. Pasang sil DRIVER
debu baru. HANDLE

KUNCI PERKAKAS

Umum
Driver handle: 07749-0010000 ATTACHMENT
Driver attachment, 42x47 mm: 07746-0010300
Driver pilot, 15 mm: 07746-0040300

Perakitan/Pemasangan

BANTALAN

SPROCKET YANG DIGERAKKAN

SIL DEBU

COLLAR SAMPING
BANTALAN

KLIP PEMASANGAN

COLLAR PENGANTARA

BPR GL MAX 14-11-2005


12-5
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Periksa karet peredam kejut terhadap keausan atau keru-


sakan. SPROCKET YANG
Pasang sproket rantai roda dan klip pengunci. DIGERAKKAN

KARET
PEREDAM
KEJUT

Pasang sil debu dan collar samping


COLLAR SAMPING

SIL DEBU

Pasang roda di antara lengan ayun dengan mentepatkan


alur pada panel rem belakang dengan tonjolan pada leng- ALUR
an ayun.

TONJOLAN

Untuk sementara pasang poros roda bersama penyetel


rantai dan mur poros.
Pasang rantai roda pada sproket rantai roda.

Pasang baut lengan stopper dengan collar stopper dan


kencangkan dengan erat.
TORSI: 2,2 kg-m.

Setel rantai roda (halaman 3-9).


Kencangkan mur poros dan pasang sebuah pin penga-
man baru (halaman 3-9).
TORSI: 5,0 - 8,0 kg-m

12-6 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Pasang rumah rantai roda dalam urutan kebalikan dari


pada pembongkaran.

REM BELAKANG

PEMERIKSAAN
Lepaskan roda belakang (halaman 12-3) , kemudian le-
paskan panel rem dari hub roda.
Ukur ketebalan kanvas rem.
BATAS SERVIS 2,0 mm

Ukur diameter dalam teromol rem belakang.

BATAS SERVIS: 131,0 mm

PEMBONGKARAN
PEGAS JANGKAR
Renggangkan kedua kanvas rem menjauhi masing -
masing pada jangkar pemasangan Keluarkan kanvas rem
dan lepaskan pegas-pegas.

KANVAS REM

Lepaskan baut lengan rem dan lengan rem.


BAUT

LENGAN REM

BPR GL MAX 14-11-2005


12-7
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Lepaskan indikator keausan rem, sil lakan dan bubungan


rem. INDIKATOR KEAUSAN

SIL LAKAN

BUBUNGAN REM

BUBUNGAN REM

SEPATU REM
PANEL REM
SIL LAKAN

LENGAN REM

INDIKATOR KEAUSAN

Lumasi pin jangkar dan bubungan rem dengan gemuk.


Pasang bubungan rem.
PIN JANGKAR

BUBUNGAN REM

12-8 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Pasang sil lakan pada panel rem dan berikan sedikit min-
INDIKATOR KEAUSAN
yak padanya.
Pasang plat indikator keausan pada bubungan, dengan
mentepatkan gigi yang lebar dengan alur lebar (perha-
tikan tanda titik di atas alur yang lebar). SIL LAKAN

BUBUNGAN REM

Pasang lengan rem, dengan mentepatkan tanda titik


pada lengan rem dan bubungan, dan kencangkan baut BAUT TANDA TITIK
pemasangan lengan rem.

TORSI 0,6 mm
Pasang sepatu rem dan pegas-pegas
Pasang roda belakang (halaman 12-6) dan periksa cara
kerja rem.

LENGAN REM

SOKBREKER
JANGKAR
PELEPASAN/PEMBONGKARAN KANVAS REM

Lepaskan baut-baut atas dan bawah, kemudian lepaskan


sokbreker

CATATAN
Ketika akan melepaskan kedua sokbreker, Ionggarkan
baut engsel lengan ayun untuk mencegah terjadinya
kerusakan pada bos lengan ayun. PEGAS

Tekan pegas secukupnya untuk melonggarkan mur peng-


unci

CATATAN
Hati-hati jangan menekan pegas secara berlebihan.
SOKBREKER

MUR

BPR GL MAX 14-11-2005


12-9
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

KUNCI PERKAKAS
Khusus REAR SHOCK
Rear shock absorber compressor attachments ABSORBER COMPRESSOR
07JME-KW40100

Umum
Rear shock absorber compressor. 07GME-0010000
(Rear shock absorber compressor screw Assy);
07GME-0010100
Loggarkan mur pengunci dan lepaskan penyambung
atas
Lepaskan pegas dan penyetel pegas.
Lepaskan mur pengunci peredam kejut dan karet stop-
per

Lepaskan penyambung atas, mur pengunci peredam ke-


jut dan karet stopper MUR PENGUNCI
PEREDAM KEJUT

PENYAMBUNG
ATAS
KARET STOPPER

PEMERIKSAAN

Ukuran panjang bebas pegas.


BATAS SERVIS 221,1 mm

Periksa part-part berikut:


- Bos-bos atas dan bawah terhadap keausan atau keru- TANGKAI PEREDAM KEJUT
sakan.
- Tangkai peredam kejut terhadap kebengkokan atau PEREDAM KEJUT
goresan.
- Unit peredam kejut terhadap kebocoran.
- Karet stopper terhadap kerusakan.

BOS BOS
KARET STOPPER

12-10 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Rakit sokbreker kembali.


Berikan cairan pengunci pada ulir tangkai peredam kejut REAR SHOCK
dan pasang mur pengunci. ABSORBER COMPRESSOR
Tekan pegas dengan compressor, pasang penyambung
atas dan kencangkan mur pengunci.

KUNCIPERKAKAS

Khusus
Rear shock absorber compressor attachments:

Umum
Rear shock absorber compessor: 07GME-0010000 (Rear
shock absorber compressor screw assy). SOKBREKER BELAKANG

CATATAN
• Pasang pegas dengan bagian yang berulir tepat di se-
belah atas.
• Jangan mengencangkan pegas secara berlebihan.

Pasang sokbreker belakang dan kencangkan baut-baut


pemasangannya.
TORSI: Atas : 3,5 kg-m SOKBREKER
Bawah : 4,0 kg-m
Periksa cara kerja sokbreker setelah pemasangan.

CATATAN
• Setel penyetel kanan dan kiri pada posisi skala yang MUR
sama.
• Posisi standard adalah “3”.

BPR GL MAX 14-11-2005


12-11
RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

LENGAN AYUN
Lepaskan part berikut:
- knalpot (halaman 8-2).
- roda belakang (halaman 12-3).
- sokbreker belakang (halaman 12-10)

Lepaskan lengan ayun dengan mengeluarkan mur dan


baut engsel.

MUR ENGSEL

Periksa bos-bos engsel terhadap keretakan atau keru-


sakan.
Periksa masing-masing part terhadap keausan atau keru-
sakan.

BOS ENGSEL

Pasang part-part yang dilepaskan dalam urutan kebalikan


daripada pelepasan. Kencangkan mur engsel.

TORSI 6,0 kg-m

CATATAN.
Kencangkan baut engsel setelah memasang sokbreker
belakang.

PEDAL REM

PELEPASAN/PEMASANGAN

Lepaskan mur penyetelan rem belakang, pegas pengem-


balian dan pin pengaman
Lepaskan pedal rem belakang

PEGAS PENGEMBALIAN

PEDAl REM

12-12 BPR GL MAX 14-11-2005


RODA BELAKANG/REM/SUSPENSI

Pasang dalam urutan kebalikan danpada pelepasan

CATATAN
• Lumasi engsel rem dengan gemuk
ENGSEL PEDAL REM
• Gunakan pin pengaman baru

Setel jarak main bebas pedal rem (halaman 3-13)

PEDAL REM

BPR GL MAX 14-11-2005


12-13
13. REM
REMHIDRAULIK
HIDRAULIK

KETERANGAN SERVIS 13-1 KANVAS REM/CAKRAM REM 13-5


CARA MENGATASI KESUKARAN 13-2 SILINDER PEMIMPIN 13-7
PENGGANTIAN MINYAK REM/ CALIPER REM 13-I0
PEMBUANGAN UDARA PALSU 13-3

KETERANGAN SERVIS
Umum

• Cakram rem atau kanvas rem yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah kanvas rem yang kotor dan
bersihkan cakram rem kotor dengan pembersih gemuk rem berkualitas tinggi.
• Serat asbes yang dihirup telah diketahui menjadi penyebab penyakit pernapasan dan kanker. Jangan sekali - kali
menggunakan slang udara atau kuas kering untuk membersihkan peralatan rem.

PERHATIAN
• Minyak rem yang tertumpah akan merusak part-part yang dicat, terbuat dan plastik atau karet. Tutupilah part tersebut
dengan lap bengkel yang bersih ketika sistem rem diservis. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

• Buanglah udara palsu dan sistem hidraulik jika telah di bongkar atau rem terasa lunak.
• Jangan membiarkan benda-benda asing memasuki sistem rem ketika sedang mengisi kotak minyak rem.
• Jaga agar minyak rem tidak tertumpah pada part-part yang dicat, terbuat dan plastik atau karet. Letakkan lap bengkel
yang bersih menutupi part-part ini ketika sistem rem sedang diservis.
• Selalu periksa cara kerja rem sebelum mengendarai sepedamotor.

SPESIFIKASI dalam mm

BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS


Minyak rem DOT 4 -
Tebal cakram rem
Keolengan cakram rem
-
-
3,0
0,3
13
D.D. silinder utama 12,700 - 12,743 12.76
D.L. piston utama 12,657 - 12,684 12.64
D.D. silinder caliper 27,000 - 27,050 27,06
D.L. piston caliper 26,950 - 27,000 26,89

TORSI PENGENCANGAN

Brake hose oil bolt 30 N m (3 kg-m)


Caliper bracket pin bolt 27 N m (2,7 kg-m) oleskan cairan pengunci

BPR GL MAX 14-11-2005


13-1
REM HIDRAULIK

KUNCI PERKAKAS

Khusus
Snap ring pliers 07914-3230001

CARA MENGATASI KESUKARAN

Handel Rem Terasa Lunak

• Ada udara palsu di dalam sistem hidraulik


• Ada kebocoran pada sistem hidraulik
• Kanvas rem/cakram rem kotor
• Sil piston caliper aus
• Sil piston silinder utama aus
• Kanvas rem/cakram rem aus
• Caliper kotor
• Caliper tidak bergeser dengan baik
• Tinggi permukaan minyak terlalu rendah
• Saluran minyak rem tersumbat
• Cakram rem bengkok/berubah bentuk
• Piston caliper menyangkut/aus
• Piston silinder utama menyangkut/aus
• Silinder utama kotor
• Handel rem bengkok

Handel Rem Teras Keras

• Sistem rem tersumbat/tertahan


• Piston caliper menyangkut/aus
• Caliper tidak bergeser dengan baik
• Saluran minyak rem tersumbat/tertahan
• Sil piston caliper aus
• Piston silinder utama menyangkut/aus
• Handel rem bengkok

Rem Menyangkut

• Kanvas rem/cakram rem kotor


• Roda tidak terpasang dengan tepat
• Kanvas rem/cakram rem aus
• Cakram rem bengkok/berubah bentuk
• Caliper tidak bergeser dengan baik

13-2 BPR GL MAX 14-11-2005


REM HIDRAULIK

PENGGANTIAN MINYAK REM/PEMBUANGAN ANGIN


PALSU

• Cakram rem atau kanvas rem yang kotor mengurangi


daya pengereman sepedamotor. Buang kanvas rem yang
kotor dan bersihkan cakram rem dengan cairan pember-
sih gemuk berkualitas tinggi.

PERHATIAN
• Jaga agar tidak ada benda asing yang dapat memasuki
sistem sewaktu mengisi tempat penyimpanan minyak
BATAS PERMUKAAAN TERENDAH
rem.
• Jaga agar minyak rem tidak tertumpah di atas part
yang dicat, terbuat dan plastik atau karet. Letakkan
sebuah kain di atas parts ini setiap kali sistem diservis.

MENGELUARKAN MINYAK REM

Dengan tempat penyimpanan minyak rem dalam posisi KATUP PEMBUANGAN


mendatar, lepaskan tutup kotak, pelat pemasangan dan
membran.
Sambungkan slang pembuangan angin ke katup pem-
buangan caliper (caliper bleed valve)
Longgarkan katup pembuangan dan pompakan handel
rem sampai tidak ada lagi minyak rem yang keluar dan
katup pembuangan caliper
CALIPER REM

MENGISI MINYAK REM/MEMBUANG ANGIN PALSU

Isi tempat penyimpanan minyak rem dengan minyak rem


jenis DOT 3 dari kaleng yang belum pernah dibuka.

PERHATIAN
• Jangan mencampur macam-macam merek minyak
rem. Sifat masing-masing tidak cocok satu sama lain.

Sambungkan sebuah alat pembuang angin palsu (brake


bleeder) ke katup pembuangan.
Pompakan alat pembuang angin dan longgarkan katup
pembuangan
BATAS PERMUKAAAN TERENDAH
Tambahkan minyak rem sampai batas teratas pada ko-
tak penyimpanan minyak rem sewaktu tinggi permukaan
minyak rem turun di dalam kotak.

CATATAN ALAT PEMBUANGAN ANGIN PALSU


• Periksa tinggi permukaan sering-sering sementara
membuang angin, untuk mencegah masuknya angin
palsu kedalam sistem yang sedang dipompa.
• Hanya gunakan minyak rem jenis DOT 3 dan kaleng
yang belum pernah dibuka.
• Ikutilah petunjuk-petunjuk pemakaian pembuat alat
pembuang angin palsu.
KLEP
PEMBUANG
ANGIN

BPR GL MAX 14-11-2005


13-3
REM HIDRAULIK

Ulangi prosedur di atas sampai tidak ada lagi gelembung


gelembung udara yang tampil di dalam slang plastik.

CATATAN
• Jika udara memasuki alat pembuang angin palsu me-
lalui ulir pemasangan, balutlah ulir dengan pita tenon. KATUP PEMBUANGAN

Tutup katup pembuangan dan tekan handel rem. Jika


masih terasa lunak, ulangi prosedur tersebut diatas.

Jika alat pembuang angin palsu tidak tersedia, lakukan


prosedur berikut.
Naikkan tekanan sistem dengan memompa handel rem
CALIPER REM
sampai tidak ada lagi gelembung-gelembung udara yang
keluar dari lubang kecil kotak penyimpanan minyak rem.

Pasang sebuah slang plastik ke katup pembuangan dan


buang angin palsu dari sistem sebagai benkut.
1. Tekan handel rem, buka katup pembuangan 1/2 pu-
taran, kemudian tutup katup pembuangan.

CATATAN
• Jangan melepaskan handel rem sampai katup pembu-
angan telah ditutup kembali.

2. Lepaskan handel rem perlahan-lahan dan tunggu be-


berapa sekon setelah terbuka sama sekali.

Ulangi langkah 1 dan 2 sampai tidak ada lagi gelembung


gelembung udara yang tampak di dalam minyak rem
yang mengalir keluar dan katup pembuangan.
Kencangkan katup pembuangan.

Isi kotak penyimpanan minyak rem dengan minyak rem


penis DOT 3 dan kaleng yang belum pernah dipakai sam-
pai ke tanda batas permukaan teratas.
BATAS PERMUKAAAN TERENDAH
Pasang membran, pelat pemasangan dan tutup kotak.
Kencangkan sekrup-sekrup pemasangan tutup kotak
dengan erat.

13-4 BPR GL MAX 14-11-2005


REM HIDRAULIK

KANVAS/CAKRAM REM

Luruskan lidah-lidah pada pelat pengunci.


Longgarkan baut-baut pin kanvas sebelum melepaskan LIDAH
caliper.

PELAT
PENGUNCI

BAUT-BAUT

Lepaskan caliper dengan mengeluarkan baut bracket


caliper. BAUT-BAUT BRACKET

Doronglah sebuah kanvas rem lama terhadap caliper


dengan bantuan obeng untuk mendorong piston ke dalam
caliper agar diperoleh tempat untuk kanvas rem baru.

Keluarkan pin kanvas rem dan kanvas rem.

PIN KANVAS REM

BPR GL MAX 14-11-2005


13-5
REM HIDRAULIK

Pastikan bahwa pegas kanvas rem telah dipasang seperti


pada gambar.

PEGAS KANVAS REM

Pasang kanvas rem baru ke dalam caliper.


Pasang sebuah pin kanvas rem dulu, kemudian pasang
pin yang lain dengan mendorong kanvas terhadap caliper KANVAS REM
untuk menekan pegas kanvas rem.

PIN KANVAS REM

Pasang caliper rem dan kencangkan baut-baut bracket


caliper.
TORSI 2,7 kg-m
BAUT-BAUT BRACKET

Kencangkan pin kanvas rem.


Tekuk lidah-lidah dari pada pelat pengunci.

LIDAH

PELAT
PENGUNCI

BAUT-BAUT

13-6 BPR GL MAX 14-11-2005


REM HIDRAULIK

TEBAL CAKRAM REM

Ukur tebal cakram rem.


BATAS SERVIS: 3,0 mm.

PERUBAHAN BENTUK CAKRAM REM

Ukur cakram rem terhadap perubahan bentuk.


BATAS SERVIS: 0,30 mm

SILINDER PEMIMPIN
BAUT
PELEPASAN
Keluarkan minyak rem dari sistem hidraulik
(halaman 13-3)
Lepaskan handel rem dengan mengeluarkan baut dan
mur pemasangan.

MUR

HANDLE REM

Lepaskan batok lampu depan (halaman 16-2).


Lepaskan konektor kabel sakelar lampu rem depan

KONEKTOR

BPR GL MAX 14-11-2005


13-7
REM HIDRAULIK

Lepaskan sakelar lampu rem depan dengan menariknya


keluar.

SAKELAR LAMPU REM

Lepaskan baut slang minyak rem dan slang minyak rem.


Lepaskan kaca spion.
Lepaskan silinder pemimpin (master cylinder) dengan
mengeluarkan kedua baut dan pemegangnya

BATAS PERMUKAAAN TERENDAH

PEMBONGKARAN

Keluarkan klip pengunci dari silinder pemimpin menggu-


nakan alat snap ring pliers.

KUNCI PERKAKAS Umum


Snap ring pliers: 07914-3230001

Lepaskan cincin washer, piston pemimpin dan pegas dari


silinder pemimpin.

Bersihkan silinder pemimpin (master cylinder) dan piston


pemimpin (master piston) dalam minyak rem bersih.

13-8 BPR GL MAX 14-11-2005


REM HIDRAULIK

PEMERIKSAAN

Periksa mangkok primer dan sekunder terhadap keausan,


pemburukan bahan atau kerusakan.
Periksa silinder pemimpin dan piston terhadap gerusan
atau kerusakan lain.
Ukur diameter dalam silinder pemimpin

BATAS SERVIS: 12,76 mm.


Ukur diameter luar piston pemimpin.

BATAS SERVIS: 12,64 mm.

CATATAN
• Piston pemimpin, mangkok piston dan pegas harus
diganti sebagai satu set.

PERAKITAN

Lumasi piston pemimpin dan mangkok primer dan


sekunder dengan minyak rem bersih, kemudian pasang
katup pengatur (check valve), pegas, mangkok primer,
mangkok sekunder dan piston ke dalam silinder pem-
impin.
Pasang klip pengunci dan karet piston.

PERHATIAN
• Jagalah agar bibir mangkok tidak berputar terbalik dan KACA SPION
SILINDER PEMIMPIN
pastikan bahwa klip pengunci telah terpasang dengan
erat pada alurnya.
SLANG REM TANDA TITIK

KUNCI PERKAKAS
Umum
Snap ring pliers: 07914-3230001

PEMASANGAN TANDA “UP” BAUT

Pasang silinder pemimpin dan pemegangnya dengan


tanda “UP” menghadap ke atas.
Tepatkan ujung pemegang dengan tanda titik pada setang
kemudi dan kencangkan baut atas dulu, kemudian ken-
cangkan baut bawah.

Pasang kaca spion.


Sambung slang rem dan kencangkan baut slang.

TORSI: 3,0 kg-m


Sambungkan sakelar lampu rem ke silinder pemimpin.
Sambungkan konektor kabel sakelar ke sakelar lampu
rem.

SAKELAR LAMPU REM

BPR GL MAX 14-11-2005


13-9
REM HIDRAULIK

Pasang handel rem dan kencangkan baut engsel dan


BAUT
mur
Isi dan buang angin palsu dan sistem hidraulik rem depan
(halaman 13-3).

CALIPER REM

PELEPASAN

HANDLE REM
MUR

Periksa pin caliper terhadap kebengkokan atau keru-


sakan.
Periksa cincin-O terhadap retak-retak. KABEL REM

BADAN CALIPER

Periksa silinder calliper terhadap goresan atau kerusakan


lain.

CINCIN-O
PIN CALIPER

13-10 BPR GL MAX 14-11-2005


REM HIDRAULIK

Pasang caliper rem dalam urutan kebalikan daripada pe-


lepasan.
Pasang kanvas rem (halaman 13-5)
Pasang roda depan (halaman 11-8)

PELEPASAN
SLANG REM BAUT-BAUT
Keluarkan minyak rem (halaman 13-3).
Longgarkan pin kanvas rem (halaman 13-5).
Lepaskan slang rem dengan melepaskan baut slang.
Lepaskan baut-baut bracket dan caliper rem.
Lepaskan kanvas rem (halaman 13-5)

BAUT-BAUT
CALIPER REM

Lepaskan pegas kanvas rem.

PEGAS KANVAS REM

Pegang caliper dengan piston menghadap ke bawah dan


semprotkan sejumlah kecil udara bertekanan kedalam
lubang pemasukan minyak rem untuk mengeluarkan pis-
ton.

AWAS!
• Jangan gunakan udara bertekanan tinggi atau meletak
kan nozzle terlalu dekat dekat pada lubang.
• Letakkan sehelai kain menutupi piston untuk mencegah
agar tidak terbang keluar

BPR GL MAX 14-11-2005


13-11
REM HIDRAULIK

Tekan sil debu dan sil piston ke dalam dan angkat ke-
SIL PISTON
luar.
Bersihkan alur-alur sil dengan minyak rem bersih.

PERHATIAN
• Hati-hati jangan merusak permukaan geser piston.

Periksa sil debu dan sil piston terhadap keausan atau


kerusakan

SIL DEBU

PEMERIKSAAN

Periksa piston caliper terhadap goresan atau kerusakan


lain. D.D.
Ukur diameter Iuar piston caliper.
BATAS SERVIS: 33,87 mm
D.L.
Periksa silinder caliper terhadap goresan atau kerusakan
lain.
Ukur diameter dalam silider caliper.
BATAS SERVIS: 34,02 mm

PERAKITAN

Jika bracket caliper dilepaskan, lumasi pin caliper dan tu-


tup karet dengan gemuk silikon
Lapisi sil debu dan sil piston dengan minyak rem bersih
dan pasang pada alur-alur sil di dalam caliper.

Lumasi silinder caliper dan piston dengan minyak rem


bersih dan pasang piston ke dalam silinder caliper dengan
ujung piston yang cekung menghadap ke kanvas rem.
Pasang pegas kanvas rem dan kanvas rem (halaman 13-6)
SIL PISTON PISTON
PEGAS
KANVAS REM SIL DEBU

PEMASANGAN
SLANG REM BAUT-BAUT
Pasang caliper rem dan kencangkan baut bracket.
TORSI. 2,7 kg-m.

Pasang slang rem dengan baut slang dan kencangkan.


TORSI 3,0 kg-m.

Kencangkan baut pin kanvas rem (halaman 13-6).


Isi dan buang angin palsu dari sistem rem hiaraulik (hala-
man 13-3).

BAUT-BAUT
CALIPER REM

13-12 BPR GL MAX 14-11-2005


BATERAI/SISTEM PENGISIAN

(GL Max, Pro)


KUNCI KONTAK BATERAI

REGULATOR/RECTIFIER

SEKERING

ALTERNATOR

KUNCI KONTAK

SEKERING

BATERAI

REGULATOR/
RECTIFIER

ALTERNATOR

W : White (Putih)
R : Red (Merah)
Y : Yellow (Kuning)
G : Green (Hijau)

BPR GL MAX 14-11-2005


14-0
14. BATERAI/SISTEM
BATERAI/SISTEMPENGISIAN
PENGISIAN

KETERANGAN SERVIS 14-1 PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN 14-4


CARA MENGATASI KESUKARAN 14-2 REGULATOR/RECTIFIER 14-5
BATERAI 14-3 KUMPARAN PENGISIAN ALTERNATOR 14-6

KETERANGAN SERVIS
UMUM

• Baterai mengeluaikan gas-gas yang dapat meledak; jauhkan api, percikan api dan rokok. Sediakan ventilasi yang
mencukupi ketika mengisi listrik atau memakai baterai di tempat yang tertutup.
• Baterai berisi asam sulfat (elektrolit). Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar. Kenakan pakaian
pelindung dan pelindung mata.
- Jika cairan elektrolit mengenai kulit, bilas dengan air.
- Jika cairan elektrolit masuk ke dalam mata, bilas dengan air selama sekurangnya 15. menit dan minta bantuan dok
ter dengan segera.
* Elektrolit beracun. Jika tertelan, minumlah air atau susu dalam jumlah besar dan susulkan dengan susu magnesia atau
minyak tumbuhan dan minta bantuan dokter.
• JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

• Selalu matikan kunci kontak dulu sebelum melepaskan suatu komponen Iistrik.
PERHATIAN
• Beberapa komponen listrik dapat rusak jika terminal atau konnektor disambung atau dilepaskan sementara kunci kon-
tak pada posisi ON dan ada arus listrik yang mengalir.
• Jika akan disimpan untuk waktu lama, lepaskan baterai, isi dengan muatan listrik penuh, dan simpan di tempat yang
dingin serta kering.
• Untuk baterai yang tetap terpasang pada sepedamotor yang disimpan, lepaskan kabel negatip baterai dari terminal
baterai.
• Cairan elektrolit hanya boleh diisi kembali dengan air suling.
PERHATIAN
* Air dari kran akan mengurangi umur servis baterai.

• Cucilah dengan segera cairan elektrolit yang tertumpah.


PERHATIAN
* Jangan mengisi baterai di atas BATAS PERMUKAAN ELEKTROLIT TERATAS untuk mencegah terjadinya tumpahan
cairan elektrolit yang mungkin menimbulkan karat pada mesin atau part-part lain disekitarnya.
• Baterai dapat menjadi rusak jika diisi muatan listrik secara berlebihan atau kurang mencukupi, atau apabila dibiarkan
berkurang muatannya untuk waktu lama. Kondisi-kondisi sama juga mempunyai peranan dalam memperpendek “umur
sebuah baterai. Dalam kondisi pemakaian normal, daya pakai baterai akan memburuk setelah 2-3 tahun.
• Tegangan baterai dapat membaik setelah pengisian muatan baterai, akan tetapi apabila beban berat, tegangan baterai
akan turun dengan cepat dan akhirnya hilang. Oleh karena itu, sering sistem pengisian diduga adalah penyebab dari
pada problem.
Pengisian muatan baterai yang berlebihan sering adalah akibat daripada problem di dalam baterai sendiri, yang mung-
kin akan muncul sebagai gejala pengisian muatan berlebihan. Jika salah satu sel baterai ada hubungan singkat dan
tegangan baterai tidak bertambah, regulator akan mensuplai tegangan yang berlebihan kepada baterai. Pada kondisi
sedemikian, permukaan cairan elektrolit akan turun dengan cepat.
• Sebelum mencari penyebab kesalahan pada sistem pengisian, periksalah terhadap pemakaian dan perawatan yang
tepat daripada baterai. Periksalah apakah baterai sering mengalami beban yang berat, seperti jika lampu besar dan
belakang menyala untuk waktu yang lama.
• Baterai akan kehilangan muatan jika sepedamotor tidak di pakai. Oleh karena itu, isilah muatan baterai setiap dua
minggu untuk mencegah terjadinya sulfasi.
• Dengan mengisi sebuah baterai baru dengan cairan elektrolit akan menghasilkan sejumlah tegangan, akan tetap agar
baterai dapat mencapai muatan penuh, ia perlu diisi dengan muatan listrik. Juga, umur baterai akan diperpanjang jika
ia mengalami pengisian mula dengan muatan listrik.
• Sewaktu memeriksa sistem pengisian, selalu ikuti langkah-langkah yang disebut di dalam diagram cara mengatasi
kesukaran.

BPR GL MAX 14-11-2005


14-1
BATERAI/SISTEM PENGISIAN

SPESIFIKASI

BAGIAN STANDARD
Kapasitas 12V 2,5AH

Baterai Berat jenis Terisi penuh 1,270 - 1,290


pada 20°C Perlu diisi kembali Di bawah 1,260
Arus pengisian 0,25 A maksimum
Tipe Silicon Controlled Rectifier/Penyearah
Regulator/ gelombang full wave satu fase
rectifier
Pengaturan voltase (tegangan) 13,5 - 14,5 V pada 5.000 rpm
Kapasitas 90 W / 5.000 rpm
Alternator
Tahanan kumparan pengisian 0,2 - 2 Ohm pada 20°C

KUNCI PERKAKAS
Circuit tester (SANWA) 07308-0020001
Circuit tester (KOWA) TH-5H

CARA MENGATASI KESUKARAN


Pengisian baterai berlebihan
• Regulator/rectifier tidak bekerja dengan baik
• Rangkaian kabel massa regulator/rectifier terbuka

Pengisian baterai kurang


TIDAK NORMAL
Ukur kebocoran arus listrik baterai Lakukan pemeriksaan unit regulator/
(test kebocoran) (hal. 15-4) rectifier (halaman 15 - 5)

TIDAK NORMAL NORMAL


NORMAL
• Hubungan singkat
di ware harness
• Kunci kontak rusak
Ukur voltase dan amper yang diatur NORMAL • Regulator/rectifier tidak bekerja dengan baik
(hal.15-4) • Sistem listrik mengalami beban berlebihan
• Baterai tidak bekerja dengan baik
TIDAK NORMAL

TIDAK NORMAL
Periksa kabel pengisian dan kabel • Ada rangkaian terbuka di wire harness
massa pada regulator/rectifier • Ada terminal dengan sambungan buruk
(halaman 15-5)

NORMAL

Periksa kabel-kabel kumparan TIDAK NORMAL Periksa kumparan pengisian alternator


pengisian pada regulator/rectifier (hal. 15 - 6)
(halaman 15-5)
TIDAK NORMAL NORMAL

NORMAL • Alternator • Konnektor alternator


tidak bekerja tidak tersambung dengan baik
denganbaik • Rangkaian terbuka di wire
harness
Lakukan pemeriksaan unit TIDAK NORMAL
regulator/rectifier (hal. 15-5) • Regulator/rectifier tidak bekerja dengan baik

14-2 BPR GL MAX 14-11-2005


BATERAI/SISTEM PENGISIAN

BATERAl
PELEPASAN/PEMASANGAN

Lepaskan tutup samping kanan

Lepaskan kabel negatif (-) dari baterai dulu, kemudian


baru kabel positif (+). Lepaskan baut penahan baterai
dan buka penahan baterai.
Lepaskan slang pemapasan baterai dan keluarkan baterai.

Pasang baterai dalam urutan terbalik daripada pelepasan. (1). Baterai


(2). Batas maksimal : Upper level
(3). Batas minimal : Lower level
BERAT JENIS

Periksa masing-masing sel dengan hydrometer.

BERAT JENIS :
• BERMUATAN PENUH : 1,270 - 1,290 pada 20°C.
• MUATAN KURANG : Di bawah 1,260 pada 20°C.

CATATAN
(1) HYDRO
• Baterai hatus diisi muatan listrik kembali jika berat jenis METER
di bawah 1,230.
• Berat jenis berubah mengikuti suhu seperti terlihat
pada label di samping.
• Ganti baterai jika terdapat sulfasi atau ada sedimen
yang berkumpul pada dasar baterai.

PENGISIAN

Lepaskan tutup masing-masing sel dan isi sel dengan air


suling sampai batas permukaan teratas jika diperlukan.

Hubungan kabel positif (+) alat pengisi arus listrik keter-


minal positif (+) baterai, dan kabel negatif (-) alat pengisi
anus listrik ke terminal negatif (-) baterai.

ARUS PENGISIAN : maksimum 0,25 A

Isi baterai dengan muatan listrik sampai berat jenis sebe-


sar 1,270 - 1,290 pada 20 °C.

• Jauhkan api dan percikan bunga api dan sebuah baterai


yang sedang diisi.
• Hidupkan / matikan arus listrik pada alat pengisi arus
listrik, dan tidak pada terminal baterai untuk mencegah
terjadinya percikan bunga api.
• Hentikan pengrsian jika suhu elektrnlit melanpaui 45 °C

PERHATIAN
• Pengisian muatan listrik dengan cepat hanya boleh
dilakukan dalam keadaan darurat; lebih baik isi muatan (2) TUTUP LUBANG
listrik dengan arus kecil. PENGISIAN BATTERAI

(1) ALAT PENGISI


ARUS LISTRIK

BPR GL MAX 14-11-2005


14-3
BATERAI/SISTEM PENGISIAN

PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN


TEST KEBOCORAN
Lepaskan tutup samping kanan BATERAI
Putar kunci kontak ke posisi OFF dan lepaskan kabel
negatif (-) dari baterai.
Hubungkan. kabel amperemeter (+ ke kabel negatif bate
rai dan kabel amperemeter (-) ke terminal negatif baterai.
Sementara kunci kontak pada posisi OFF, periksalah ter-
hadap kebocoran arus listrik.
KEBOCORAN ARUS LISTRIK : maksimum 1 mA
KABEL
CATATAN
NEGATIP
• Sewaktu mengukur arus listrik menggunakan tester,
pasang dulu ke daerah pengukuran yang tinggi, kemu-
dian turunkan daerah pengukuran ke harga yang lebih
sesuai dengan keperluan.
Jika arus listrik lebih besar dari pada daerah pengukur-
ran yang dipilih, dapat berakibat putusnya sekering di
dalam tester.
• Sewaktu mengukur arus listrik, jangan putar kunci kon
tak ke posisi ON. Dorongan arus listrik yang tiba-tiba
dapat memutuskan sekering di dalam tester.
Jika arus listrik lebih besar dari pada harga yan ditentu-
kan, kemungkinan besar ada hubungan singkat di dalam
rangkaian listrik.
Tentukan letaknya hubungan singkat dengan melepaskan
hubungan satu per satu dan mengukur arus listrik.
PEMERIKSAAN VOLTASE/AMPER YANG DIATUR
CATATAN
• Sebelum melaksanakan test ini, pastikan bahwa bate-
rai dalam keadaan bermuatan penuh (berat jenis elek-
trolit di atas 1,270). Penggunaan baterai dengan muat-
tan listrik rendah akan mengakibatkan pembacaan
yang berbeda/menyimpang.
Hidupkan mesin dan panaskan ke suhu operasi normal,
kemudian putar kunci kontak ke posisi OFF.

• Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melaku-


kan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa daerah kerja
berventilasi baik. Jangan sekali-kali jalankan mesin
didalam daerah tertutup. Gas buang mesin mengan-
dung gas /carbon monoksida beracun yang dapat me-
nyebabkan kehilangan kesadaran dan akhimya menim
bulkan kematian.
Lepaskan tutup samping kanan
Hubungkan sebuah voltmeter di antara terminal-terminal
baterai.
Lepaskan penutup belakang badan kendaraan
Lepaskan saklar relay starter dari rangka.
Lepaskan konnektor saklar relay starter, lepaskan seker-
ing utama dan sambung kembali konnektor.
Hubungkan sebuah amperemeter di antara terminal-ter-
minal sekering utama.
CATATAN
• Gunakan amperemeter yang dapat. mengukur arus lis-
trik positip maupun negatip. Sebuah amperemeter
yang hanya dapat mengukur dalam satu arah akan
menunjukkan 0 A jika arus listrik berbalik.

14-4 BPR GL MAX 14-11-2005


BATERAI/SISTEM PENGISIAN

PERHATIAN
• Hati-hati jangan sampai terjadi hubungan singkat pada kabel tester. Selalu putar kunci kontak ke posisi OFF sewaktu
melakukan test.
• Memasang atau melepaskan amperemeter sewaktu ada arus listrik yang mengalir dapat menyebabkan kerusakan
pada amperemeter.

Hidupkan mesin dan naikkan putaran mesin secara berangsur. Baca pembacaan volt meter dan ammeter.

VOLTASE YANG DIATUR : 13,5-14,5 pada 5,000 rpm.


ARUS PENGISIAN YANG DIATUR : 1,6 A pada 5,000 rpm.

REGULATOR/RECTIFIER

PEMERIKSAAN SISTEM

Lepaskan tutup samping kiri.


Lepaskan konektor 4-titik dari regulator/rectifier, dan
periksa terhadap kelonggaran hubungan atau terminal
yang berkarat.
Ukur tahanan dan voltase antara terminal konektor dari
sisi susunan kabel listrik (wire harness) seperti pada
gambar

CATATAN
• Jika jari-jari menyentuh kabel tester akan diperoleh penyimpangan pembacaan.
• Jika jarum tester tidak kembali ke angka nol sewaktu kenop penyetelan diputar searah atau berlawanan arah jarum
jam, gantikan baterai daripada tester.

BAGIAN YANG DIPERIKSA . TERMINAL SPESIFIKASI


Kumparan Pengisian Putih dan Hijau pada 20° C (68°F)
Alternator
Kumparan penerangan Kuning dan Hijau pada 20° C (68°F)
Kabel pengisian beterai Merah dan Hijau Harus terbaca voltase baterai

KUMPARAN PENGISIAN ALTERNATOR

PEMERIKSAAN

CATATAN
Tidak perlu melepaskan kumparan stator untuk melaku-
kan test ini.

Lepaskan konektor alternator berwarna Putih dan Hijau.


Ukur tahanan antara kabel-kabel konektor

STANDAR: 0,2 - 2 ohm pada 20°C(68°F)


KONEKTOR KABE; KUMPARAN PEMBANGKIT
Gantikan stator jika tahanan tidak sesuai spesifikasi

BPR GL MAX 14-11-2005


14-5
SISTEM PENGISIAN

(4) UNIT CDI

(1) KUNCI KONTAK

(2) SAKELAR PEMATI MESIN


(7) BUSI
(5) KUMPARAN PEMBANGKIT
(3) COIL PENGAPIAN
(6) GENERATOR PULSA

Bl : BLACK (HITAM)
BU : BLUE (BIRU)
G : GREEN (HIJAU)
R : RED (MERAH)
W : WHITE (PUTIH)
Y : YELLOW (KUNING)

BPR GL MAX 14-11-2005


15-0
15. SISTEM PENGAPIAN
SISTEM PENGISIAN

KETERANGAN SERVIS 15-1 COIL PENGAPIAN 15-5


CARA MENGATASI KESUKARAN 15-2 PEMERIKSAAN KUMPARAN
PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN 15-3 PEMBANGKIT/GENERATOR PULSA 15-6
WAKTU PENGAPIAN 15-7

KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Waktu memeriksa sistem pengapian, selalu ikuti Iangkah-Iangkah yang dicantum pada tabel cara mengatasi kesukaran
(halaman 16-2).
• Sistem pengapian CDI memperkenalkan sistem pengaturan pengapian secara elektronik.Tidak ada penyetelan-penye-
telan yang dapat dilakukan untuk mengubah waktu pengapian.
• Untuk CDI dapat rusak apabila dijatuhkan. Juga, apabila konnektor dilepaskan sewaktu ada arus yang mengalir,
voltase berlebihan yang dihasilkan dapat merusak unit. Selalu matikan kunci kontak sebelum melakukan pemeriksaan.
• Sistem pengapian yang tidak bekerja dengan baik sering disebabkan oleh konnektor-konnektor yang sambungannya
jelek. Periksalah sambungan-sambungan itu sebelum melakukan pemeriksaan sistem.
• Gunakan busi dengan derajat panas yang tepat. Penggunaan busi dengan derajat panas yang tidak tepat dapat meru-
sak mesin.

SPESIFIKASI

BAGIAN STANDARD
Busi Standard DP8EA-9 (NGK), X24EP-U9 (NIPPON-DENSO)
Untuk iklim dingin DPEA-9 (NGK). X22EP-U9 (NIPPONDENSO)
(Di bawah 5°C)
Jarak rengganq busi 0,8-0,9 mm
Voltase puncak Bagian primer kumparan
pengapian Minimum 100 V
Kumparan pembangkit Minimum 100V
Generator pulsa Minimum 0,7 V
Tanda “F” 17° BTDC pada 1200 rpm
Waktu pengapian Pemajuan penuh 34° BTDC pada 4000 rpm
Tahanan kumparan primer 0,4-0,6 Ohm pada 20°C
Tahanan kumparan sekunder
(dengan topi busi)
7-9 kOhm pada 20°C
15
Tahanan kumparan sekunder 12-14 kOhm pada 20°C
(tanpa topi busi)
Tahanan kumparan pembangkit 100-300 Ohm pada 20°C
Tahanan generator pulsa 290-360 Ohm pada 20°C

TORSI PENGENCANGAN

Tutup lubang pengintai pengapian 6 N.m (0,6 kg-m)

KUNCI PERKAKAS

Circuit tester (SANWA) 07308-0020001


Circuit tester (KOWA) TH-5H

BPR GL MAX 14-11-2005


15-1
SISTEM PENGISIAN

CARA MENGATASI KESUKARAN

Sebelum mencoba untuk mengatasi kesukaran, periksalah bahwa betul-betul tidak terjadi percikan bunga api pada
busi dengan menggunakan busi yang diketahui ada dalam kondisi baik (untuk memastikan bahwa penyebab problem
tidak terletak pada busi).
Selain daripada itu, periksalah terhadap jarak renggang busi yang tepat dan kabel busi yang longgar maupun adanya
kebocoran arus sekunder coil pengapian yang disebabkan oleh kelembaban.

Tidak ada percikan bunga api pada busi.

KONDISI KELAINAN KEMUNGKINAN PENYEBABNYA (Periksalah menurut urutan angka )

Tegangan Tegangan 1. Impedansi multitester terlalu rendah.


primer puncak 2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu rendah. Muatan listrik baterai kurang.
coil rendah 3. Sample timing tester dan pulsa yang diukur tidak sinkron.
pengapian (Sistem adalah normal apabila tegangan yang diukur lebih tinggi dari pada te-
gangan standard sekurangnya sekali).
4. Konnektor tidak tersambung dengan baik, atau ada rangkaian terbuka di dalam
sistem pengapian.
5. Kumparan pembangkit rusak (ukur tegangan puncak).
6. Coil pengapian rusak.
7. CDI unit rusak (jika dalam hal 1-6 di atas adalah normal).

Tidak ada 1. Sambungan adaptor tegangan puncak tidak tersambung dengan betul.
tegangan 2. Ada hubungan singkat pada kabel hitam/putih daripada CDI unit.
puncak 3. Kunci kontak atau tombol pemati mesin rusak.
4. Konnektor CDI unit longgar atau tidak tersambung dengan baik.
5. Ada rangkaian terputus atau sambungan yang buruk ke kabel massa (hijau)
dari pada CDI unit.
6. Adaptor tegangan puncak rusak.
7. Kumparan pembangkit rusak (ukur tegangan puncak).
8. Generator pulsa rusak (ukur tegangan puncak).
9. Unit CDI rusak Qika dalam hal 1-8 di atas adalah normal).
Tegangan 1. Busi rusak atau ada kebocoran arus sekunder coil pengapian.
puncak normal 2. Coil pengapian rusak.
tapi tidak ada
percikan bunga
api pada busi
Kumparan Tegangan 1. Impedansi multitester terlalu rendah.
pembangkit puncak 2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu rendah.
rendah Muatan listrik baterai kurang.
3. Sample timing tester dan pulsa yang diukur tidak sinkron (sistem adalah normal
apabila tegangan yang diukur lebih tinggi daripada tegangan standard
sekurangnya sekali).
4. Kumparan pembanqkit rusak (jika dalam hal 1-3 di atas adalah normal).
Tidak ada 1. Adaptor tegangan puncak rusak.
tegangan 2. Kumparan pembangkit rusak.
puncak
Generator Tegangan 1. Impedansi multitester terlalu rendah.
pulsa puncak 2. Kecepatan perputaran starter listrik terlalu rendah.
rendah Muatan listrik baterai kurang.
3. Sample timing dan pulsa yang diukur tidak sinkron
(sistem adalah normal apabila tegangan yang diukur lebih tinggi dari pada
tegangan standard sekurangnya sekali).
4. Generator pulsa rusak (jika dalam hal 1-3 di atas adalah normal).
Tidak ada 1. Adaptor tegangan puncak rusak.
tegangan 2. Generator pulsa rusak
puncak

15-2 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM PENGISIAN

PEMERIKSAAN SISTEM PENGAPIAN


DIGITAL MULTITESTER
CATATAN
• Jika tidak ada percikan bunga api pada busi, periksa-
lah semua sambungan terhadap kontak longgar atau
buruk sebelum mengukur tegangan puncak.
• Pembacaan pengukuran dapat berbeda tergantung
pada inpedansi pemasukan multitester. Oleh karena
itu, hanya gunakan multitester dengan impedansi
pemasukan lebih tinggi daripada 10 MOhm/DCV.

Sambungkan adaptor tegangan puncak ke multitester


digital.
PEAK VOLTAGE ADAPTOR
KUNCI PERKAKAS
Peak Voltage adaptor 07HGJ-0020100
dan multitester digital dengan impedansi pemasukan
lebih tinggi dari 10 MOhrn/DCV.

TEGANGAN PRIMER PUNCAK COIL PENGAPIAN

CATATAN
• Periksa sambungan-sambungan sistem sebelum peng-
etesan. Konnektor yang tidak tersambung dengan baik
dapat mengakibatkan pembacaan yang salah.
• Periksa bahwa tekanan konpressi silinder normal dan
busi terpasang dengan balk pada kepala silinder.

Lepaskan topi busi dari busi, pasang sebuah busi yang BUSI DALAM KONDISI BAIK
diketahui dalam kondisi baik pada topi busi dan tempel-
kan massanya ke mesin seperti pada gambar. Lepaskan
penutup karet dari konnektor kabel primer (hitam/kuning)
coil pengapian.
Hubungkan jarum pemeriksa (+) adaptor tegangan pun-
cak ke terminal konnektor kabel hitam/kuning dengan
konnektor dalam keadaan terpasang, dan jarum pemerik-
sa (-) tersambung ke massa.
Putar kunci kontak ke posisi ON dan sakelar pemati mes-
in ke posisi ‘RUN’.
Putar mesin dengan starter listrik dan baca tegangan
primer puncak dan coil pengapian.

SAMBUNGAN : jarum pemeriksa (+) ke terminal kon-


nektor kabel hitam/kuning. TERMINAL
Jarum pemeriksa (-) ke massa. KONEKTOR
KABEL PRIMER
TEGANGAN PUNCAK : minimum 100V

• Untuk menghindarkan terjadinya kejutan listrik selama pengukuran tegangan, jangan sentuh bagian logam telan-
jang dari pada jarum pemeriksa.

Jika tegangan puncak tidak normal, periksalah terhadap rangkaian listrik terbuka atau adanya konnektor yang tidak
tersambung dengan baik pada kabel hitam/kuning. Jika tidak ada kerusakan-kerusakan pada harness, lihatlah ke tabel
cara mengatasi kesukaran (halaman 15-2).

BPR GL MAX 14-11-2005


15-3
SISTEM PENGISIAN

TEGANGAN PUNCAK KUMPARAN PEMBANGKIT


UNIT CDI
CATATAN
• Pasang busi pada kepala silinder dan ukur tegangan
puncak pada kompressi silinder normal.

Lepaskan tangki bahan bakar (halaman 4-3) .

Lepaskan unit CDI dari rangka.


Lepaskan konnektor 2P dari unit CDI.

Hubungkan jarum pemeriksa (+) adaptor tegangan pun-


cak ke terminal kabel kumparan pembangkit (hitam/ mer-
ah) dan jarum pemeriksa (-) ke massa badan kendaraan
Putar mesin dengan starter listrik dan baca besar tegang
an puncak kumparan pembangkit.

SAMBUNGAN : - jarum pemeriksa (+) ke terminal kabel KONEKTOR UNIT CDI


hitam/merah
- jarum pemeriksa (-) ke massa.

TEGANGAN PUNCAK : minimum 100V

• Untuk mencegah terjadinya kejutan listrik selama peng


ukuran tegangan jangan sentuh bagian logam telanjang
dari pada jarum pemeriksa.

Jika tegangan puncak yang diukur pada konnektor unit


CDI tidak normal, lepaskan konnektor kabel (hitam/ me-
rah) daripada kumparan pembangkit.
Hubungkan jarum pemeriksa (+) adaptor tegangan pun-
cak ke konnektor terminal kabel (hitam/merah) kumparan
pembangkit dan jarum pemeriksa (-) ke massa badan. KONEKTOR KABEL
Ukur tegangan puncak dan bandingkan dengan tegangan KUMPARAN PEMBANGKIT
yang telah diukur pada konnektor unit CDI.

• Jika tegangan puncak yang diukur pada unit CDI tidak


normal dan yang diukur pada kumparan pembangkit
adalah normal, maka di dalam wire harness terdapat
rangkaian terbuka atau hubungan Ionggar.
• Jika kedua tegangan puncak yang diukur adalah tidak
normal, lihat ke tabel cara mengatasi kesukaran
(halaman 15-2).

TEGANGAN PUNCAK GENERATOR PULSA

CATATAN
• Pasang busi pada kepala silinder dan ukur tegangan
puncak pada kompressi silinder normal. KONEKTOR UNIT CDI

Lepaskan Tangki bahan bakar (halaman 4-3) .

Lepaskan unit CDI dari rangka.


Lepaskan konnektor 4P dan unit CDI.

Hubungkan jarum pemeriksa (+) adaptor tegangan pun-


cak ke terminal kabel (biru/kuning) generator pulsa dan
jarum pemeriksa (-) ke massa badan kendaraan.

15-4 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM PENGISIAN

Putar mesin dengan starter listrik dan baca tegangan


puncak generator pulsa.

SAMBUNGAN : - jarum pemeriksa (+) ke terminal kabel


biru/kuning
- jarum pemeriksa (-) ke massa badan
kendaraan

TEGANGAN PUNCAK : minimum 0,7 V

* Untuk menaegah terladnya kejutan kstrik seiama peng


ukuran tegangan, jangan sentuh bagian logam telan-
jang danpada jarum pemeriksa.

Jika tegangan puncak yang diukur pada konnektor unit


CDI tidak normal, lepaskan konnektor kabel (biru/kuning) KONEKTOR KABEL
generator pulsa. KUMPARAN PEMBANGKIT
Hubungkan jarum pemeriksa (+) adaptor tegangan pun-
cak ke terminal konnektor kabel (biru/kuning) generator
pulsa dan jarum pemeriksa (-) ke massa kendaraan.
Ukur tegangan puncak dan bandingkan dengan tegangan
yang diukur pada konnektor unit CDI.

• Jika tegangan puncak yang diukur pada unit CDI tidak


normal dan yang diukur pada generator pulsa normal,
berarti di dalam wire harness terdapat rangkaian ter-
buka atau hubungan longgar.
• Jika kedua tegangan puncak yang diukur adalah tidak
normal, lihat tabel cara mengatasi kesukaran
(halaman 16-2).

COIL PENGAPIAN

Lepaskan tangki bahan bakar (halaman 4-3) .

PEMERIKSAAN

Lepaskan konnektor kabel primer (hitam/kuning) coil peng-


apian. KONEKTOR KABEL
Ukur tahanan kumparan primer di antara terminal kon- PRIMER HITAM/KUNING
nektor dan kabel massa coil pengapian.

STANDARD : 0,4 - 0,6 Ohm pada 20°C.


COIL PENGAPIAN

Lepaskan topi busi dari busi dan ukur tahanan kumparan


sekunder antara topi busi dan kabel massa coil penga-
pian.

STANDARD . 14,5 - 22.5 Ohm pada 20 °C.


TOPI BUSI

BPR GL MAX 14-11-2005


15-5
SISTEM PENGISIAN

Jika besar tahanan keluar dari daerah pengukuran,


lepaskan topi busi dari kabel busi dan ukur tahanan
kumparan sekunder antara kabel busi dan kabel massa
coil pengapian.

STANDARD : 10,8 - 16,2 k Ohm pada 20°C.


KABEL BUSI

PELEPASAN/PEMASANGAN
BAUT-BAUT
Lepaskan konnektor kabel primer coil pengapian. Lep-
askan topi busi dari busi.
Lepaskan kedua baut dan coil pengapian dari rangka.

Pasang coil pengapian dalam urutan terbalik daripada TOPI BUSI


pelepasan.
KONEKTOR KABEL

PEMERIKSAAN KUMPARAN PEMBANGKIT/GENERA-


TOR PULSA

CATATAN KONEKTOR UNIT CDI

Untuk melakukan pemeriksaan ini tidak perlu melepaskan


stator alternator dan generator pulsa.

KUMPARAN PEMBANGKIT

Lepaskan konnektor kabel (hitam/merah) kumparan pem-


bangkit.
Ukur tahanan kumparan pembangkit di antara terminal
konnektor dan massa badan kendaraan.

STANDARD : 100 - 300 Ohm pada 20 °C.

GENERATOR PULSA

Lepaskan konnektor kabel (biru/kuning) generator pulsa. KABEL KONEKTOR


Ukur tahanan generator pulsa di antara terminal konnek- GENERATOR PULSA
tor dan massa badan kendaraan.

STANDARD : 290 - 360 Ohm pada 20 °C.

Untuk penggantian kumparan pembangkit dan generator


pulsa, lihat bab 9.

15-6 BPR GL MAX 14-11-2005


SISTEM PENGISIAN

WAKTU PENGAPIAN

CATATAN
‘ Waktu pengapian CDI tidak dapat disetel.
Jika waktu pengapian tidak benar, periksa unit CDI,
kumparan pembangkit dan generator pulsa, dan ganti-
lah part yang rusak TIMING LIGHT

Panaskan mesin ke suhu operasi normal.

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melaku- TUTUP LUBANG PENGAPIAN
kan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa daerah kerja
berventilasi baik. Jangan sekali-kaki menjalankan mesin
di dalam ruangan tertutup. Gas buang mengandung gas
karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan
kesadaran dan akhirnya menimbulkan kematian.

Lepaskan tutup lubang pengintaian waktu pengapian.

Pasang lampu pemeriksaan waktu pengapian (timing


light). TANDA PENYESUAIAN
Hidupkan mesin dan periksa waktu pengapian.

TANDA “F”

Waktu pengapian pada putaran stasioner adalah tepat


apabila tanda pada roda gila bertepatan dengan tanda TANDA PENYESUAIAN
penyesuai pada tutup bak mesin kiri pada 1.400 ± 100
rpm.

Untuk memeriksa pemajuan, naikkan putaran mesin


menjadi 5.000 rpm, tanda penyesuaian harus bertepatan
dengan kedua tanda pemajuan.

Pasang tutup lubang pengintaian waktu pengapian dan


kencangkan.

TORSI : 6 N.m (0,6 kg-m). TANDA PEMAJUAN

BPR GL MAX 14-11-2005


15-7
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

BPR GL MAX 14-11-2005


16-0
16. LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

KETERANGAN SERVIS 16-1 SAKELAR LAMPU REM BELAKANG 16-5


LAMPU DEPAN 16-2 SAKELAR STANG KEMUDI 16-5
LAMPU SEIN/LAMPU BELAKANG 16-3 SAKELAR KUNCI KONTAK 16-6
SPEEDOMETER 16-4 KLAKSON 16-8
SAKELAR LAMPU REM DEPAN 16-4

KETERANGAN SERVIS
UMUM
• Semua konektor plastik, mempunyai lidah pengunci yang harus ditepatkan sebelum dapat memisahkan konektor,
dan harus ditepatkan sewaktu penyambungan kembali.

• Kode-kode warna benkut dipakai pada Bagian ini dan pada diagram listrik.
Bu =Blue (biru) Gr =Grey (abu-abu) P =Pink (merah muda)
Bi=Black (hitam) R =Red (merah)
Br =Brown (cokiat) Lg =Light Green (hi)au muda) W =White (putih)
G = Green (hijau) 0 =Orange (jingga) Y =Yellow (kuning,)

• Untuk menemukan kegagalan system listnk, periksalah kontinuitas danpada rangkalan listrik melalui sesuatu part
Pemenksaan kontinuitas biasanya dapat dilakukan tanpa mengeluarkan part dan sepedamotor Cukup dengan me-
lepskan konektor kabel-kabel dan menghubungkannya ke sebuah tester kontinuitas atau volt-ohmmeter ke terminal
atau sambungan

• Tester kontinuitas berguna untuk memeriksa apakah ada hubungan listrik antara dua buah titik Ohmmeter diperlu-
kan untuk mengukur tahanan daripada suatu rangkaian listrik, seperti Mika ada tahanan kumparan tertentu yang
harus diukur. atau ketika memeriksa terhadap tahanan tinggi yang disebabkan sambungan yang berkarat

CARA MENGATASI KESUKARAN

Lampu tidak menyala ketika sakelar lampu dihidupkan.


• Bohlam rusak atau terbakar
• Sakelar lampu rusak.
• Rangkaian listrik di dalam susunan kabel listrik terbuka atau ada sambungan yang longgar
• Baterai lemah atau mati

Arah sinar lampu depan tidak berpindah ketika sakelar dim dijalankan.
• Bohlam rusak
• Sakelar dim rusak

16

BPR GL MAX 14-11-2005


16-1
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

LAMPU DEPAN
PELAT PEMASANGAN
PENGGANTIAN BOLA LAMPU

SEKRUP
Lepaskan kedua sekrup dan pelat pemasangan karet
pada masing-masing sisi.

Lepaskan konektor kabel lampu sein pada masing -


masing sisi. KONEKTOR KABEL LAMPU SEIN
Lepaskan lampu sein pada masing-masing sisi.

Lepaskan keempat sekrup dan dua tempat pemasangan


dari karet.
Lepaskan batok lampu.
SEKRUP

TEMPAT PEMASANGAN

Lepaskan kedua baut dan lampu depan.


Gantikan bola lampu depan (halaman 16-2).

LAMPU DEPAN BAUT

16-2 BPR GL MAX 14-11-2005


LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

LAMPU SEIN/LAMPU BELAKANG

PENGGANTIAN BOLA LAMPU SEIN

Lepaskan sekrup pemasangan lensa lampu seen.


Tekan bola lampu ke dalam, dan putar berlawanan arah
jarum jam untuk melepaskannya.
Gantikan bola lampu jika diperlukan.

Pasang dalam urutan terbalik daripada pelepasan.

CATATAN
Tempatkan kembali paking karet dengan baik. SEKRUP

PENGGANTIAN BOLA LAMPU BELAKANG

Lepaskan sekrup-sekrup pemasangan lensa lampu be-


lakang.
Tekan bola lampu ke dalam, dan putar dalam arah berla-
wanan arah jarum jam untuk melepaskannya.
Gantikan bola lampu, jika diperlukan

Pasang dalam urutan terbalik daripada pelepasan.

CATATAN
Tempatkan kembali paking karet dengan baik.

SPEEDOMETER

PELEPASAN
Lepaskan lampu depan (halaman 16-2)
Lepaskan konektor kabel kunci kontak (halaman 16-6) KABEL SPEEDOMETER
DAN TACHOMETER
Lepaskan kabel-kabel speedometer dan tachometer.
Lepaskan speedometer dengan mengeluarkan kedua
mur pemasangannya.

LAMPU DEPAN

PENGGANTIAN BOLA LAMPU PENERANGAN

Lepaskan kedua sekrup dan tutup kotak


SEKRUP

BPR GL MAX 14-11-2005


16-3
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

Gantikan bola lampu dengan menarik kedua soket bola


lampu seperti pada gambar. BOLA LAMPU
Pasang dan masukkan part yang telah dikeluarkan dalam DAN SOCKET
urutan terbalik daripada pelepasan

SAKELAR LAMPU REM DEPAN

Lepaskan lampu depan (halaman 16-2).


Lepaskan konektor sakelar lampu rem depan dan periksa
terhadap kontinuitas
Sakelar harus menunjukkan kontinuitas dengan rem de-
pan keadaan terpasang dan tidak boleh ada kontinuitas
dengan rem dalam keadaan terlepas. KONEKTOR SAKELAR

Gantikan sakelar bila diperiksa.

LAMPU REM BELAKANG

Lepaskan konektor kabel sakelar lampu rem belakang


dan periksa terhadap kontinuitas.

Sakelar harus ada kontinuitas dengan rem belakang


dalam keadaan terpasang dan tidak ada kontinuitas
sewaktu rem dilepaskan.

Gantikan dan setel kembali sakelar lampu rem belakang


apabila diperlukan

SAKELAR SETANG KEMUDI


KONEKTOR KABEL SAKELAR
Sakelar setang kemudi seperti sakelar dimmer, lampu SETANG KEMUDI
sein, klakson, dan lampu harus diganti sebagai satu ke-
satuan.

Lepaskan lampu depan (halaman 16-2) dan pisahkan


konektor kabel sakelar setang kemudi.
Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal.

Kontinuitas harus ada antara kabel-kabel berkode warna


dalam diagram dibawah ini:

16-4 BPR GL MAX 14-11-2005


LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

SAKELAR KUNCI KONTAK


KONEKTOR KABEL
PEMERIKSAAN SAKELAR
Lepaskan lampu depan (halaman 16-2) dan pisahkan
konektor kabel sakelar kunci kontak.
Periksa terhadap kontinuitas antara terminal.
Kontinuitas harus ada antara terminal dalam masing-
masing posisi sakelar seperti pada diagram di bawah ini:

BAT 1 BAT 2
LOCK
OFF
ON
WARNA R R/BI

SAKELAR NEUTRAL

Lepaskan penutup sprocket penggerak (halaman 3-9).

Lepaskan kabel sakelar neutral dari terminal sakelar dan


periksalah terhadap kontinuitas di antara terminal sakelar
dan massa mesin. Harus ada kontinuitas ketika transmis-
si dalam neutral, dan tidak ada kontinuitas ketika trans-
missi masuk gigi.

Jika sakelar neutral rusak, ganti dengan sakelar baru

SAKELAR NEUTRAL

SENSOR TINGGI PERMUKAAN BAHAN BAKAR/ ME-


TER BAHAN BAKAR
SENSOR PERMUKAAN BAHAN BAKAR
Lepaskan tangki bahan bakar (halaman 4-3) .

Lepaskan keempat mur dan sensor tinggi permukaan ba-


han bakar dan tangki bahan bakar.

MUR-MUR

BPR GL MAX 14-11-2005


16-5
LAMPU-LAMPU/METER-METER/SAKELAR-SAKELAR

Ukur tahanan di antara terminal-terminal kabel konnektor


PENUH
dengan pelampung pada posisi teratas dan terbawah.

TAHANAN STANDARD
Posisi penuh : 4-6 ohm
Posisi cadangan : 58,5 - 64,5 ohm
Posisi kosong : 75 - 85 ohm

22 mm

CADANGAN KOSONG

Hubungkan konnektor sensor tinggi permukaan bahan


bakar ke susunan kabel listrik.
Putar kunci kontak ke posisi ON
Periksalah bahwa jarum meter bahan bergerak menun-
jukkan “F” dan “E” ketika pelampung digerakkan ke atas
atau ke bawah.

Pasang sebuah cicin-O baru pada tangki bahan bakar.


Pasang sensor tinggi permukaan bahan bakar dan ken-
cangkan mur-mur dengan erat. CINCIN-O

Pasang tangki bahan bakar (halaman 4-3)

KLAKSON
KLAKSON
Lepaskan konektor kabel dari klakson dan hubungkan
baterai 12 V ke terminal kabel klakson.
Klakson adalah normal Mika berbunyi sewaktu sebuah
baterai 12 V dihubungkan pada terminal klakson.

16-6 BPR GL MAX 14-11-2005


DIAGRAM LISTRIK

17

BPR GL MAX 14-11-2005


17-1
DIAGRAM LISTRIK

BPR GL MAX 14-11-2005


17-2
18. CARA MENGATASI
CARA MENGATASIKESUKARAN
KESUKARAN

MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN 18-1


MESIN KEKURANGAN TENAGA 18-2
PERFORMA KURANG PADA PUTARAN STASIONER DAN KECEPATAN RENDAH 18-3
PERFORMA KURANG PADA KECEPATAN TINGGI 18-4
GAS PEMBUANGAN BERASAP 18-5
PENGENDARAAN KURANG BAIK 18-5

MESIN TIDAK MAU HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN

Kemungkinan penyebabnya

1. Periksa apakah bensin BENSIN TIDAK (1) Tidak ada bensin di dalam tangki.
memasuki karburator MEMASUKI (2) Saluran bensin antara tangki dan karburator
KARBURATOR tersumbat.
BENSIN MEMASUKI Tekan kick starter (3) Katup pelampung tersumbat.
KARBURATOR (4) Lubang pernapasan tutup tangki tersumbat.

2. Lepaskan busi dan periksa LEMAH ATAU (1) Busi rusak.


letikan api TIDAK ADA (2) Busi kotor.
LETIKAN API (3) Unit CDI rusak.
LETIKAN API KUAT (4) Kabel tegangan tinggi terputus atau ada
hubungan singkat.
(5) Generator AC rusak.
(6) Koil pengapian putus atau hubungan singkat
(7) Generator pulsa rusak.
(8) Sambungan kabel kurang baik, putus atau
ada hubungan singkat.

3. Test kompressi silinder KOMPRESSI (1) Pedal kick starter slip.


RENDAH (2) Jarak renggang klep terlalu kecil.
KOMPRESSI NORMAL (3) Klep terbuka terus.
(4) Silinder dan cincin torak aus.
(5) Gasket kepala silinder rusak.
(6) Klep macet.
(7) Tertib pembukaan klep tidak tepat.
(8) Klep terbakar.

4. Hidupkan mesin MESIN HIDUP, (1) Cuk tertutup berlebihan.


TETAPI KEMU- (2) Sekrup udara karburator terlalu tertutup.
MESIN HIDUP DIAN MATI LAGI (3) Ada udara palsu yang masuk melalui pipa
masuk.
(4) Waktu pengapian tidak tepat.

5. Lepaskan busi BUSI BASAH (1) Karburator banjir.


BUSI KERING (2) Cuk terlalu tertutup.
(3) Skep terbuka berlebihan.

6. Hidupkan mesin dengan cuk tertutup.

MESIN KEKURANGAN TENAGA


Kemungkinan penyebabnya
18
1. Naikkan roda-roda lepas dari RODA TIDAK BER (1) Rem menyangkut.
tanah dan putar dengan tangan PUTAR DENGAN (2) Bantalan roda aus atau rusak.
BEBAS (3) Bantalan roda memerlukan pelumasan.
RODA BERPUTAR DENGAN (4) Rantai roda terlalu tegang.
BEBAS (5) Mur poros belakang terlalu kencang.

BPR GL MAX 14-11-2005


18-1
CARA MENGATASI KESUKARAN

2. Periksa tekanan udara TEKANAN (1) Ban bocor.


ban dengan alat pengukur UDARA BAN (2) Pentil ban rusak.
TERLALU RENDAH

TEKANAN UDARA NORMAL

3. Coba berakselerasi cepat PUTARAN MESIN (1) Kopeling slip.


dari gigi 1 ke 2 TIDAK BERUBAH (2) Kanvas kopeling/pelat aus.
SEWAKTU KOPELING (3) Kanvas kopeling/pelat bengkok.
PUTARAN MESIN TURUN DILEPAS
SEWAKTU KOPELING LEPAS

4. Coba berakselerasi dengan ringan PUTARAN MESIN (1) Cuk karburator tertutup.
TIDAK CUKUP (2) Saringan udara tersumbat.
PUTARAN MESIN BERTAMBAH BERTAMBAH (3) Aliran bensin tertahan.
(4) Lubang pernapasan tutup tangki tersumbat.
(5) Knalpot buntu.

5. Periksa waktu pengapian TIDAK TEPAT (1) Unit CDI rusak.


(2) Generator pulsa rusak.
TEPAT

6. Periksa jarak renggang klep TIDAK TEPAT (1) Penyetelan kiep tidak tepat.
(2) Dudukan klep aus.
TEPAT

7. Periksa tekanan kompressi meng- TERLALU RENDAH (1) Klep terbuka terus.
gunakan alat pengukur kompressi (2 Silinder dan cincin torak aus.
(3) Gasket kepala silinder bocor.
NORMAL (4) Tertib klep tidak tepat.

8. Periksa apakah karburator TERSUMBAT (1) Karburator kurang mendapatkan perawatan.


tersumbat

TIDAK TERSUMBAT

9. Lepaskan busi KOTOR ATAU (1) Busi kurang mendapatkan perawatan.


BERUBAH WARNA (2) Derajat panas busi tidak tepat.
TIDAK KOTOR ATAU
BERUBAH WARNA

10. Lepaskan tangkai pengukur TINGGI PERMUKAAN (1) Permukaan minyak terlalu tinggi.
minyak pelumas dan periksa MINYAK PELUMAS (2) Permukaan minyak terlalu rendah.
tinggi permukaan minyak TIDAK TEPAT (3) Minyak kotor.

TEPAT

11. Lepaskan tutup kepala silinder PERALATAN KLEP (1) Saluran minyak tersumbat.
dan periksa pelumasan TIDAK MENDAPATKAN (2) Lubang pengontrol minyak tersumbat.
CUKUP PELUMASAN
PERALATAN KLEP MENDAPAT
KAN CUKUP PELUMASAN

12. Periksa apakah mesin terlampau TERLAMPAU PANAS (1) Ada terlalu banyak kerak karbon di dalam
panas ruang pembakaran.
(2) Penggunaan bahan bakar dengan kualitas

18-2 BPR GL MAX 14-11-2005


CARA MENGATASI KESUKARAN

TIDAK TERLAMPAU PANAS jelek.


(3) Kopeling slip.
(4) Campuran bahan bakar/udara terlalu miskin.

13. Berakselerasi atau jalankan MESIN (1) Torak dan silinder aus.
pada kecepatan tinggi BERDETONASI (2) Campuran bahan bakar/udara terlalu miskin.
(3) Penggunaan bahan bakar dengan kualitas
jelek.
MESIN TIDAK BERDETONASI (4) Ada terlalu banyak kerak karbon di dalam
ruang pembakaran.
(5) Waktu pengapian terlalu maju.

PERFORMA KURANG PADA PUTARAN STASIONER DAN KECEPATAN RENDAH

Kemungkinan penyebabnya.

1. Periksa waktu pengapian TIDAK TEPAT (1) Jarak renggang klep tidak tepat.
dan jarak renggang klep (2) Waktu pengapian tidak tepat.

TEPAT

2. Periksa penyetelan sekrup udara TIDAK TEPAT (1) Campuran bahan bakar/udara terlalu miskin.
karburator (2) Campuran bahan bakar/udara terlalu kaya.

TEPAT

3. Periksa apakah ada kebocoran ADA KEBOCORAN (1) Cincin-O insulator rusak.
udara masuk melalui pipa UDARA (2) Pemasangan karburator longgar.
pemasukan (manifold)

TIDAK ADA KEBOCORAN UDARA

4. Coba test busi LETIKAN API LEMAH (1) Busi rusak, ada endapan karbon atau
ATAU TIDAK BERPUTAR basah dan kotor.
LETIKAN API BAGUS (2) Unit CDI rusak.
(3) Generator AC rusak.
(4) Koil pengapian rusak.
(5) Generator pulsa rusak.

PERFORMA KURANG PADA KECEPATAN TINGGI


Kemungkinan penyebabnya

1. Periksa waktu pengapian WAKTU PENGAPIAN (1) Jarak renggang klep tidak tepat.
dan jarak renggang klep TIDAK TEPAT (2) Unit CDI rusak.
(3) Generator pulsa rusak.
WAKTU PENGAPIAN DAN JARAK
RENGGANG KLEP TEPAT

2. Lepaskan saluran bahan bakar ALIRAN BAHAN (1) Tangki bahan bakar kosong.
pada karburator dan periksa BAHAN TERHAMBAT (2) Saluran bahan bakar tersumbat.
terhadap hambatan aliran (3) Lubang pernapasan tutup tangki tersumbat.
(4) Kran bahan bakar tersumbat.

TIDAK TERHAMBAT

BPR GL MAX 14-11-2005


18-3
CARA MENGATASI KESUKARAN

3. Periksa filter bahan bakar, TERSUMBAT (1) Jet tersumbat.


kran bahan bakar dan jet (2) Filter bahan bakar tersumbat.
karburator terhadap sumbatan (3) Kran bahan bakar tersumbat.

TIDAK TERSUMBAT

4. Gantikan main jet karburator KONDISI MAKIN (1) Ukuran jet terlalu kecil.
MEMBURUK (2) Jika kondisi membaik dengan penggunaan
jet kecil.
KONDISI MEMBAIK a) Saringan udara tersumbat.
b) Cuk tidak terbuka penuh.

5. Penksa tertib-buka klep TIDAK TEPAT (1) Penyetelan tertib-buka klep tidak tepat.

TEPAT

6. Periksa tegangan pegas klep PEGAS AUS ATAU (1) Pegas klep rusak.
RUSAK
TEGANGAN PEGAS TEPAT

GAS PEMBUANGAN BERASAP


Kemungkinan penyebabnya

1. Jalankan sepedamotor untuk KELUAR ASAP HITAM (1) Silinder dan cincin torak aus.
jarak jauh pada kecepatan tinggi (2) Tinggi.permukaan minyak terlalu tinggi.
(3) Cincin torak salah pasang.
ASAP KNALPOT TIPIS (4) Torak atau silinder rusak.
(5) Kerusakan pada kepala silinder.

2. Kembalikan pegangan gas KELUAR ASAP PUTIH (1) Bos klep atau tangkai klep aus.
dengan cepat (2) Kerenggangan berlebihan antara klep dan
bos klep.

PENGENDARAAN KURANG BAIK Periksa tekanan udara ban.

Kemungkinan penyebabnya.

1. Jika pengemudian terasa berat (1) Penyetelan kepala kemudi terlalu kencang.
(2) Kones atau peluru baja bantalan kemudi
rusak.

2. Jika salah satu roda bergoyang (1) Jarak main bantalan roda berlebihan.
(2) Pelek bengkok.
(3) Hub roda tidak terpasang dengan baik.
(4) Bos engsel lengan ayun terlalu aus.
(5) Rangka bengkok.
(6) Tegangan rantai roda tidak tepat atau
penyetelan kurang tepat.

3. Jika sepedamotor tertarik ke satu arah (1) Sokbreker tidak terpasang dengan baik.
(2) Roda depan dan belakang tidak segaris.
(3) Garpu depan bengkok.
(4) Lengan ayun bengkok.

18-4 BPR GL MAX 14-11-2005

Anda mungkin juga menyukai