Anda di halaman 1dari 21

NAMA : Hariz Abdillah

KELAS : X MM 1

Corel Draw adalah program ilustrasi grafis berbasis vektor. Dibandingkan program grafis
lainnya, program CorelDraw mempunyai keunggulan karena kemudahan dalam
pemakaiannya, interface yang user-friendly dan juga kelengkapan fasilitas dan fitur yang bisa
digunakan, sangat dianjurkan untuk belajar corel draw dasar ini.

Pada Belajar Corel Draw Dasar Bagian 1 ini akan saya bahas tentang Interface (tampilan
antar muka) adalah seluruh jendela program yang berisi berbagai fasilitas dan fitur yang
ditawarkan program yang bersangkutan dan juga merupakan tempat bagi anda melakukan
aktifitas desain. Begitu anda membuka program CorelDraw maka hal pertama yang muncul
adalah tampilan Welcome Screen

 New, Pilihan untuk membuat gambar baru (kosong).


 Recently Used, membuka gambar terakhir yang anda buat dan disimpan di
CorelDraw.
 Open, Untuk membuka gambar yang telah anda simpan.
 New From Template, membuat gambar dengan menggunakan desain yang telah
disediakan.
 CorelTUTOR, membuat gambar dengan mengikuti petunjuk CorelDraw
 What’s New?, untuk melihat fasilitas baru yang ada di CorelDraw dibanding versi
sebelumnya.
Interface CorelDraw

 TITLE BAR, bagian ini berisi keterangan nama file yang sedang aktif dan lokasi
penyimpanannya di komputer
 MENU BAR, bagian ini berisi kumpulan menu-menu perintah yang bisa diakses
melalui drop down menu berdasarkan kesamaan fungsi dan penggunaannya.
 STANDARD TOOL BAR, bagian ini berisi kumpulan perintah yang paling sering
digunakan dalam bentuk ikon untuk memudahkan anda dalam menggunakannya.
 PROPERTY BAR, adalah merupakan bagian yang menampilkan property dari tool
atau perintah tertentu yang sedang anda gunakan.
 RULER, merupakan batas-batas vertikal dan horizontal; berisi angka-angka untuk
menunjukkan ukuran dan posisi objek. berfungsi untuk membantu anda dalam
membuat desain dengan ukuran yang tepat. karena terdapat mistar horizontal dengan
satuan ukuran yang dapat anda ubah sewaktu-waktu.
 PRINTABLE AREA, biasa juga disebut kanvas adalah tempat anda membuat
ilustrasi. meski anda bisa membuat ilustrasi sebesar apapun tapi yang tercetak adalah
objek yang berada didalam objek kanvas saja.
 COLOR PALETTE, bagian ini berisi kumpulan warna-warna yang bisa anda
gunakan, secara default CorelDraw menggunakan collor pallet CMYK.
 TOOL BOX, bagian ini berisi kumpulan tool-tool yang dapat anda gunakan untuk
membuat dan mengedit objek-objek vektor
 STATUS BAR, adalah merupakan fasilitas yang menunjukan keterangan mengenai
atribut objek yang sedang aktif.
 Docker, adalah fasilitas penunjang yang ditawarkan CorelDraw guna membantu anda
melakukan pengeditan dan manipulasi objek-objek yang ada dikanvas kerja.
 Navigasi Dokumen, merupakan fasilitas yang menunjukan dokumen yang sedang
aktif.

Membuat Garis Lurus


Untuk membuat garis lurus di CorelDraw langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Klik Freehand Tool di toolbox.


2. klik satu kali di titik A pada kanvas untuk memulai pembuatan garis. Klik satu kali
lagi di titik B untuk mengakhirinya. Hasilnya berupa sebuah garis lurus.

Membuat Garis Bebas


Untuk membuat garis bebas, anda juga bisa melakukannya dengan menggunakan Freehand
Tool. Caranya setalah kita klik freehand tool di toolbox, anda cukup menggambar garis bebas
tersebut dengan cara klik dan drag pada kanvas

Garis Bebas
Disamping itu, anda bisa membuat garis lengkung dengan menggunakan Bezier Tool.
Caranya sama seperti diatas klik dan drag. Hasilnya anda akan mendapatkan sebuat garis
lengkung. Akan terlihat dua buah node (titik-titik penyusun objek) dan segmen (garis putus-
putus yang merupakan pengatur node).

Berikutnya untuk mengedit node tersebut ataupun segmennya digunakan Shapte Tool.

Selanjutnya Penggunaan Zoom Tool

Bila anda hendak mengedit objek yang mempunyai ukuran sangat kecil maka akan sangat
dibutuhkan kejelian dan ketelitian yang besar. Di CorelDraw anda sudah disediakan
ZoomTool yang dapat memperbesar tampilan pada salah satu bagian yang anda edit. Untuk
penggunaannya, setelah anda klik tool tersebut anda bisa memperbesar sebuah tampilan objek
dengan cara klik pada bagian objek tersebut ataupun dengan cara klik dan drag. Sedangkan
untuk propertinya adalah sebagai berikut.
 A: Zoom Level
 B : Zoom In (memperbesar)
 C : Zoom Out (memperkecil)
 D : Zoom To Selected (untuk memperbesar objek yang sedang aktif
 E : Zoom To All Object (untuk menampilkan semua objek yang telah kita buat
 F : Zoom To Page (menampilkan seluruh kanvas)
 G : Zoom To Page Width (menampilkan seluruh kanvas secara horizontal)
 H : Zoom To Page Height (menampilkan seluruh kanvas secara vertical)

Untuk bagian ini anda masih mempelajari untuk membuat ilustrasi bentuk dasar dengan
mneggunakan tool-tool yang laiinya. Yaitu Rectangle Tool, Elipse Tool dan Polygon Tool.
Selain itu, dalam CorelDraw penggunaan tombol Shift, Ctrl dan Alt sangat penting. Karena
dengan tombol-tombol ini anda bisa menciptakan objek yang berbeda dari 1 tool. Rectangle
Tool biasa digunakan untuk membuat objek kotak/persegi. Cara penggunaannya cukup
dengan klik dan drag pada kanvas hingga menghasilkan sebuah objek berbentuk
kotak/persegi. Masih dengan cara yang sama anda bisa mengkombinasikannya dengan
menekan Shift, Ctrl dan Alt.

 klik & Drag + Sift = menciptakan segi empat dimuali dari titik tengah.
 klik & Drag + Ctrl = menciptakan bujur sangkar.
 klik & Drag + Alt = menciptakan segi empat secara bebas

ELIPSE TOOL
Elipse Tool digunakan untuk membuat objek elips/lingkaran. Dan seperti halnya Rectangle
Tool, pemakaian tool ini juga bisa dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan menekan
tombol Shift, Ctrl dan Alt di keyboard.

 klik & Drag + Sift = menciptakan elips dimuali dari titik tengah.
 klik & Drag + Ctrl = menciptakan lingkaran.
 klik & Drag + Alt = menciptakan lingkaran secara bebas.

POLYGON TOOL
Polygon Tool digunakan untuk membuat objek polgon dengan cara klik dan drag yang juga
bisa dikombinasikan dengan menekan tombol Shift, Ctrl dan Alt di keyboard.

Advertisement

 klik & Drag + Sift = menciptakan polygon dimuali dari titik tengah.
 klik & Drag + Ctrl = menciptakan polygon sama sisi.
 klik & Drag + Alt = menciptakan polygon secara bebas.

Untuk mengatur banyaknya sudut dari objek polygon ini yaitu dengan cara mengubah nilai
parameter yang ada di property bar. Sedangkan untuk merubah bentuk objek polygon
menjadi bintang yaitu dengan cara klik ikon Star pada property bar.

COPY
Untuk melakukan pengkopian dilakukan dengan cara akftif disuatu objek lalu pilih menu
Edit>Copy ; Edit>Paste.
DUPLICATE
Fasilitas ini pakai untuk melakukan pengcopy-an dengan jarak tertentu. Untuk langkah-
langkahnya adalah sebagai berikut

1. Terlebih dahulu aktif pada objek yang akan di duplikat.


2. Pilih menu Edit>Duplicate, akan muncul sebuah objek duplikat.
3. Atur objek duplikat tersebut pada posisi tertentu.
4. Pilih menu Edit>Duplicate secara berulang-ulang sehingga kita mendapatkan banyak
objek duplikat.

SCALE AND MIRROR


Yaitu suatu jenis transformasi yang membentuk sebuah cermin dari objek gambar. Teknik ini
biasa dipakai kalau anda mau menggandakan suatu objek dengan ukuran yang sama. Teknik
ini menggabungkan mouse dengan kombinasi tombol Ctrl di keyboard. Untuk caranya
dengan meletakan kursor pada salah satu tombol pengontrol, kemudian tarik ke arah yang
berlawanan sambil menekan tombol Ctrl di keyboard, dan pada saat yang bersamaan lakukan
klik kanan pada mouse.

Tutorial kali ini saya akan mempelajari mengedit Outline dan Fill dari Suatu Objek.

Outline

OUTLINE
Untuk memproses garis outline pada suatu objek gambar, gunakan Outline Tool.
Sebelumnya objek gambar yang akan diproses harus di aktifkan terlebih dahulu. Maka begitu
kita klik Outline Tool akan muncul kotak dialog Outline Pen.
 Color untuk mengatur warna garis.
 Width untuk mengatur ketebalan garis.
 Style untuk mengatur jenis garis.
 Corner untuk mengatur corner (sudut) dari suatu garis.
 Line Caps untuk mengatur cap dari suatu garis.

Disamping itu, anda juga dapat mengatu garis melalui subalat dari outline tool. Caranya
dengan melakukan klik dan tahan pada ouline tool. Pada waktu prosesnya, system akan
menampilkan subalat pada alat tersebut.

 A. Outline Pen Dialog Tool, untuk mengatur outline dalam bentuk kotak dialog.
 B. Outline Color Dialog, untuk mengatur warna outline.
 C. No Outline, untuk tidak memakai outline pada suatu objek gambar.
 D. Hair Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran terkecil (0.003 inci).
 E. 1/2 Point Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 1/2 point (0.007
inci).
 F. Medium Thin Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 1 point
(0.014inci).
 G. Thin Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 2 point (0.028 inci).
 H. Medium Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 8 point (0.111
inci).
 I. Medium Thick Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 16 point
(0.222 inci).
 J. Thick Outline Tool, untuk memberikan outline dengan ukuran 24 point (0.333
inci).
 K. Color Docker Window, untuk memproses pengisian warna pada objek gambar
terpilih dalam bentuk docker.

FILL
Berfungsi untuk memberikan warna pada suatu objek gambar, dan seperti biasanya Anda
harus aktif pada suatu objek yang akan diproses. Untuk jenis-jenisnya sebagai berikut :

Advertisement

 A. Fill Color Dialog, untuk memproses pengisian warna pada objek dalam bentuk
kotak dialog.
 B. Fountain Fill Dialog, untuk memberikan isi warna bentuk gradasi pada objek
gambar terpilih.
 C. Pattern Fill Dialog, untuk memberikan isi pada objek gambar terpilih dengan
gambar bitmap dua warna (Two-Color Fill), berwarna (Full-Color Fill) dan gambar
bitmap (Bitmap Fill) lainnya.
 D. Texture Fill Dialog, untuk memberikan isi gambar tekstur pada objek gambar
terpilih.
 E. Post Script Fill Dialog, untuk memberikan isi gambar efekprinter post script pada
objek gambar terpilih.
 F. No Fill Tool, untuk tidak memberikan isi warna pada objek gambar terpilih.
 G. Color Docker Window, untuk memproses pengisian warna pada objek gambar
terpilih dalam bentuk docker.

PALLETE COLOR
Berfungsi untuk mengisi suatu objek gambar dengan warna standar dari system warna
terpilih. Lokasi standarnya berada pada sisi kanan bagian desktop system. Untuk
menampilkannya dengan memilih menu Window – Color Pallete – CMYK.
Cara menggunakannya yaitu dengan cara klik kiri (untuk mengisi warna Fill) dan klik kanan
untuk mengisi warna outline.

TRANSFORMASI
Trasnformasi suatu objek gambar merupakan kegiatan yang umum dan sering dilakukan pada
CorelDraw. Anda dapat melakukan transform bentuk ini secara langsung dengan mouse.
melalui mouse, proses transformasi Bisa dilakukan dengan Cepat dan mudah.

SCALE
Proses transformasi ini berfungsi untuk mengubah ukuran panjang, lebar ataupun skala objek
gambar. disamping itu, proses transformasi ini bisa juga untuk membuat cermin/miror. Sclae
sendiri dibagi menjadi scale horizontal, vertical dan diagonal.

HORIZONTAL SCALE
Kegunaanya yaitu untuk merubahlebar suatu objek secara horizontal. Denga cara meletakan
kursor pada salah satu tombol pengontrol horizontal, kemudian klik dan drag ke titik tertentu.
Hasilnya objek akan berubah ukuran lebarnya.

VERTICAL SCALE
Kegunaannya yaitu untuk mengubah lebar suatu objek secara horizontal. Dengan cara
meletakan kursor pada salah satu tombol pengontrol vertical, lalu klik dan drag ke titik
tertentu. Hasilnya objek akan berubah ukuran lebarnya.

DIAGONAL SCALE
Berfungsi Untuk merubah ukuran objek secara diagonal. Caranya dengan meletakan kursor
pada salah satu tombol pengontrol diagonal. Lalu klik dan drag ke titik tertentu.

SKEW/ROTATE
Transformasi skew Berfungsi untuk mengubah bentuk objek gambar dengan cara menarik
sisi atau sudutnya. Proses transformasi ini bisa dikerjakan dengan cara menggunakan pick
tool. Ketika anda pertama kali mengaktifkan suatu objek dengan mengklik objek tersebut
maka akan muncul tombol pengontrol skala dan jika anda mengklik objek tersebut sekali lagi
maka akan muncul tombol-tombol pengontrol untuk merubah ukuran dan bentuk.
Untuk melakukan skew horizontal, cara-caranya sebagai berikut:

 Klik dua kali pada objek.


 Letakan kursor pada salah satu tombol skew horizontal.
 Klik jangan dilepas, kemudian drag ke satu titik secara horizontal lalu lepas.
 Hasilnya segitiga tersebut telah berubah bentuknya.

Untuk melakukan skew horizontal, cara-caranya sebagai berikut:

 Klik dua kali pada objek.


 Letakan kursor pada salah satu tombol skew vertikal
 Klik jangan dilepas, kemudian drag ke satu titik lalu lepas.
 Hasilnya segitia tersebut telah berubah bentuknya.

ROTATA/DIAGONAL SKEW
Rotate berfungsi untuk mengubah bentuk objek gambar secara diagonal. cara-caranya
sebagai berikut:

 klik dua kali pada objek.


 Letakankursor pada salah satu tombol skew vertikal.
 klik jangan dilepas, kemudian drag ke satu titik dengan arah memutar lalu lepas.
 hasilnya segitiga tersebut telah berubah bentuknya.

Khusus untuk rotate ini, anda meletakan dimana saja sumbu perputarannya. Dan hasilnyapun
akan berbeda-beda setiap kali anda merubah posisi sumbu perputarannya.

Dalam pembuatan desain anda harus menggunakan dengan banyak objek. Sehingga mau
tidak mau anda harus bisa melakukan pengaturan urutan objek (order) untuk memperoleh
tampilan yang diinginkan. Dalam hal ini anda mengatur urutan objek secara manual karena
urut-urutan objek dibentuk sesuai dengan urutan anda membuatnya.

Misalnya objek yang pertama anda buat yaitu berbentuk persegi empat setelah itu anda
membuat objek lingkaran, maka urutan objeknya yaitu persegi empat akan berada dibawah
lingkaran. Dengan peralatan yang terdapat di CorelDraw anda bisa merubah urutan objek
tersebut sesuai dengan keinginan desain anda. Terdapat beberapa pilihan order, yaitu:
 Tofront : Menjadikan objek aktif berada di posisi paling atas.
 To Back : Menjadikan objek aktif berada di posisi paling bawah.
 Forward One : menaikan urutan objek satu tingkat.
 Back One : menurunkan urutan objek satu tingkat.

ALIGN AND DISTRIBUTE


Alat ini berfungsi untuk mengatur perataan beberapa objek sekaligus. Dengan cara memilih
menu Arange – Align and Distribute. Akan ada beberapa opsi perataan objek, yaitu :

 Align Left : rata kiri


 Align Right : rata kanan
 Align Top : rata atas
 Align Bottom : rata bawah
 Align Centers Horizontally : rata tengah secara horizontal
 Align Centers Vertically : rata tengah secara vertical
 Center To Page : rata di tengah kertas
 Center To Page Horizontally : rata di tengah kertas secara horizontal
 Center To Page Vertically : rata di tengah secara vertical
 Align and Distribute : untuk memunculkan kota dialog align and distribute
Kemudian pertikan kotak dialog tersebut ada 4 bagian penting.

1. Horizontal Alignment, digunakan untuk mengatur pengaturan objek pada sumbe


horizontal. Terdapat 3 pilihan pengaturan, yaitu Left (rata kiri), Center (rata tengah)
dan Right (rata kanan).
2. Vertical Alignment, digunakan untuk menentuakn pengaturan objek pada sumbu
vertical. Terdapat 3 opsi, yaitu Top (rata atas), Center (rata tengah) dan Bottom (rata
bawah).
3. Align Object To, digunakan untuk mengatur patokan yang digunakan dalam
pengaturan posisi objek. Terdapat beberapa opsi, yaitu: Active Objects (patokan
berdasarkan objek terseleksi), Edge Of Page (patokan berdasarkan pinggiran halaman,
Grid (patokan berdasarkan Grid) dan Specified Point (patokan berdasarkan nilai
tertentu).
4. For Text Source Objects Line, digunakan untuk menentukan posisi khusus untuk
objek berupa teks. Terdapat beberapa opsi yaitu: First Line Based (berdasarkan baris
pertama baseline teks), Lastline basline (berdasarkan baris terakhir baseline dan
Bounding Box (berdasarkan posisi garis terluar taks).

GROUP/UNGROUP
Group berfungsi untuk menyatukan beberapa objek agar tidak terpecah. Caranya adalah
memilih menu Arange – Group setelah terlebih dahulu mengaktifkan beberapa objek
sekaligus. Apabila anda sudah menyatukan beberapa objek tersebut, maka untuk
memisahkannya lagi yaitu dengan cara memilih menu Arange – Ungroup All.

COMBINE/BREAK APPART
Combine berfungsi untuk menyatukan beberapa objek. Caranya adalah memilih menu
Arange – Combine. Perbedaannya dengan group yaitu pada group objeknya tidak berubah
sebaliknya dengan combine objeknya berubah. Break Appart berfungsi untuk memisahkan
objek-objek yang telah di combine. Dengan cara pilih menu Arange – Break curve Appart.

ali ini saya akan membahas tentang cara menggabungkan beberapa objek. Penggabungan
objek juga merupakan salah satu pekerjaan yang biasa dilakukan ketika anda membuat
sebuah desain. Cara paling mudah untuk menggabungkan beberapa objek di CorelDraw yaitu
dengan cara menggunakan fasilitas Docker Shaping. Anda bisa Memunculkannya dengan
cara ke menu Window – Dockers – Shaping.

Dalam Docker Shaping terdapat 6 opsi penggabungan objek, yaitu :

 Weld, digunakan untuk menggabungkan objek dan objek hasil penggabungan


merupakan keseluruhan bentuk objek penyusunannya.
 Trim, digunakan untuk menggabungkan objek dan hasil objek gabungannya
merupakan pengurangan bentuk objek target dengan objek source.
 Intersect, digunakan untuk menggabungkan objek dan hasilnya menyisakan
porpotongan keduanya.
 Simplify, digunakan menggabungkan objek dan hasilnya bojek source akan terpotong
sesuai bentuk source namun objek source itu sendiri tetap ada.
 Front Minus Back, digunakan untuk menggabungkan objek seource dan target.
Objek dibagian depan (Front) masih ada namun terpotong oleh objek di belakangnya
(back). Back Minus Font, berfungsi untuk menggabungkan objek source dan target.
Objek dibagian belakang (back) masih ada namun terpotong oleh objek didepannya
(front).

Nah, sekarang mari kita coba menggunakan peralatan shaping.

misalkan kita sudah membuat dua buah objek yaitu persegi panjang dan lingkaran. Kemudian
anda aktifkan objek lingkaran sebagai source object dan persegi panjang sebagai targetnya.

Lalu tentukan aksi shaping , misalkan Trim. Nah di docker tersebut terlihat ada pilihan Leave
Original. Jika anda mengaktifkan leave original itu entah itu source ataupun target bahkan
mungkin dua-duanya dengan cara mencentangnya, maka setelah terjadi penggabungan objek
yang anda centang tersebut akan tetap utuh setelah terjadi penggabungan. Nah untuk pilihan
ini misalnya kita tidak mengaktifkanya dua pilihan tersebut.

Kemudian dengan pick tool klik tombol Trim di docker shaping, lalu arahkan kursor ke objek
target dan klik.

Hasilnya akan tampak seperti ini.


Dengan cara yang kurang lebih sama, anda bisa mencoba jenis shaping yang lainnya.

Pada tutorial kali ini akan saya bahas tentang Teks, Teks Efek dan Convert To Curve.
Bekerja dengan teks dalam pembuatan desain adalah hal yang seing dilakukan dalam
CorelDraw. Teks itu sendiri digunakan supaya sebuah desain bisa lebih berfariasi. Sedangkan
tool yang dipakai adalah Text Tool. Untuk cara-caranya yaitu sebagai berikut :

 Klik Text Tool di toolbox


 Sekarang perhatikan Option Tool

1. Jenis huruf yang digunakan


2. Ukuran huruf
3. Style Teks
4. Perataan Teks

 Klik satu kali pada kanvas, lalu ketikan teksnya


 Mengakhiri pengetikan dengan cara klik Pick Tool di toolbox

Fit Text To Path


Digunakan untuk meletakan teks yang telah anda buat mengikuti alur suatu garis ataupun
mengikuti format ouline suatu objek gambar, misalnya lingkaran, segi tiga dan sebagainya.
Cara-caranya adalah sebagai berikut :

Klik Text Tool di toolbox, kemudian klik pada kanvas lalu ketikan teksnya
Buat sebuah objek, misalkan sebuah lingkaran. Kemudian aktifkan objek lingkaran dengan
teks tersebut.

Pilih menu Text – Fit Text to Path

Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut ini


Memisahkan Teks
Ada kalanya teks yang telah anda buat harus kita pisahkan. Hal ini dapat dikerjakan melalui
memilih menu Arange – Break Artistic Text. Menu ini biasa digunakan untuk memisah
kalimat menjadi perkata dan kata menjadi perhuruf.

Convert To Curve
Peralan ini berfungsi untuk mengubah teks menjadi kurva. Hal ini dikerjakan untuk
mengantisipasi perubahan huruf apabila anda menggunakan dua buah komputer yang
berbeda. Misalkan anda membuat teks di komputer A dengan menggunakan Font GOTHIC
terus anda simpan di flsh disk, Teks tersebut kemudian anda rubah di komputer B yang
tidak ada jenis Font GOTHIC. Hal seperti ini mengakibatkan teks tersebut akan berubah jenis
hurufnya. Untuk menanggulangi hal ini, anda bisa merubah huruf atau font tersebut menjadi
kurva melalui memilih menu Arange – Convert To Curves sebelumnya terlebih dahulu aktif
di teks yang akan anda convert.

Pada tutorial kali ini akan saya bahas tentang merubah objek dengan cara menggunakan
Interactive Tool. Efek – efek di CorelDraw ini digunakan untuk merubah suatu objek menjadi
bentuk yang lebih unik, dinamis dan menarik. Karena berbasis vektor sehingga efeknya
berkualitas tinggi serta tajam. Untuk berimprovisasi dengan efek vektor ini menggunakan
Interactive Tool.
1. Interactive Blending Tool, berfungsi untuk memberikan efek perubahan sesuai
keinginan anda.
2. Interactive Contour Tool, efek ini hampir mirip dengan blending, hanya lebih
berguna jika digunakan untuk meberikan efek pada teks, efek berpendar atau efek
double outline. Disamping itu, anda juga bisa memisah contour dari objek asal dengan
memilih menu Arange – Brak Contour Group Appart.
3. Interactive Distortion Tool, berfungsi untuk membuat bayangan dari suatu objek.
4. Interactive Shadow Tool, berfungsi untuk membuat bayangan dari suatu objek.
5. Interactive Envelope Tool, efek ini berfungsi untuk melakukan perubahan bentuk
terhadap sebuah objek atau group objek.
6. Interactive Extrude Tool, efek ini berfungsi untuk membuat efek tiga dimensi pada
suatu objek.
7. Interactive Tranparency Tool, efek ini berfungsi untuk membuat transparan sebuah
objek. Dalam hal ini anda bisa memilih bagian apa saja dari objek yang akan dibuat
transparan. Misalkan cuma outline atau fillnya saja yang dibuat transparan atau
bahkan semuanya dibuat transparan juga bisa.
8. tutorial kali ini akan saya bahas tentang Import/Export yaitu membuka gambar
berbasis pixel dan menyimpan desain untuk anda buka pada software berbasis bitmap
(Adobe Photoshop).
9. IMPORT GAMBAR
Adakalanya anda membutuhkan sebuah gambar agar desain yang anda bikin lebih
nyata. Di CorelDRAW anda dapat membuat hal itu. Anda dapat membuka sebuah
gambar bitmap melalui mengimpornya. Yaitu dengan cara-caranya sebagai berikut :
10.
11. Pilih menu File – Import sehingga tampak kotak dialog

12. CorelDraw Dasar Bagian 10


13. Kemudian pilih salah satu gambar, lalu klik tombol Import sehingga kursor berubah
seperti gambar di bawah ini.
14. Kemudian anda dapat membuka gambar tersebut di kanvas melalui cara klik dan drag
atau bisa juga Left click.
15.
16. CorelDraw Dasar Bagian 10
17. Selanjutnya anda dapat menggunakan teknik Powerclip agar gambar itu berkesan
lebih hidup, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

18.

19. CorelDraw Dasar Bagian 10


20. Buat sebuat objek di atas ibage tersebut, misalkan sebukan objek hati. selanjutnya
pastikan aktif di objek gambar, sementara objek hati tidak aktif.
21. Pilih menu Effect – Powerclips – Place Inside Container sehingga cursor tampak
seperti gambar dibawah ini.

22. CorelDraw Dasar Bagian 10


23. Pastikan mata panah
menempel pada gambar hati kemudian lakukan klik kiri satu kali. Lalu lakukan
improvisasi dengan cara menambahkan gambar-gambar yang lain.
24. EXPORT
Kadangkala kitika anda membuat sebuah desain tidak cukup hanya mengguanan satu
software saja. Untuk mengoptimalkan hasil anda dibutuhkan menggunakan paling
tidak dua software desain yaitu basik vektor dan bitmap. Sebagai contoh, pertama kali
anda membuat sebuah desain di coreldraw selanjutnya desain itu disimpan untuk
dibuka dan anda edit di photoshop. Nah, desain yang anda buat di corel itu harus di
simpan ke format bitmap. Caranya yaitu dengan memilih menu File – Export. Setalah
keluar kotak dialog Export, silahkan anda beri nama fil dan mormatnya, lalu klik
tombol Export.

25.
26. CorelDraw Dasar Bagian 10
27. Selanjutnya, muncul kotak dialog Convert To Bitmap. Atur ukuran gambar, resolusi
gambar dan mode warna selanjutnka klik ok. akan muncul lagi sebuah kotak dialog
kemudian klik ok.
28. Kemudian sesudah melawati langkah diatas, berarti proses ekspor anda telah selesai,
dan anda tinggal membuka file gambar tersebut di photoshop.