Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN FISIOTERAPI PADA THORACIC (COMPRESSION)

OUTLET SYNDROME : HYPER ABDUCTION SYNDROME


Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

0 1/2

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh :

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada thoracic (compression)


PENGERTIAN
outlet syndrome
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan asuhan
TUJUAN fisioterapi yang tepat,paripurna,efektif,dan efisien dengan hasil yang
optimal

KEBIJAKAN

Teknik Aplikasi :
Asesmen fisioterapi
Anamnesis:
- Nyeri dan atau semutang ke lengan.
- Terutama bila tidur miring kesisi sakit atau tertindih
- Saat gerakan mengangkat lengan penuh kesemutan bila di
turunkan hilang.
PROSEDUR Inspeksi:
- Posisi lengan MLPP
Tes cepat:
- Gerak cervical negatif
- Abdukasi elevasi shoulder penuh timbul semutan/nyeri langan.
Tes gerak aktif:
- Abduksi penuh timbul nyeri/paresthesia
- Gerak lain negatif
Tes gerak pasif:
- Abduksi penuh timbul nyeri/paresthesia dengan springy end
feel
- Gerak lain negatif Tes gerak isometrik
Tes khusus:
- Hiperabduction test.
- Palpasi m.pectoralis minor (dan pectoralis mayor) tegang
Pemeriksaan lain
- EMG ditemukan entrapment setinggi pectoralis minor

Diagnosis
- Nyeri dan semutan leher-pundak hinga lengan disebabkan oleh
entrapmen pleksus bracialis akibat pectoralis minor contractur
Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :

0 2/2

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Rencana tindakan
- Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana
intervensi dan hasil yang diharapkan
PROSEDUR - Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi
fisioterapi
- Perencananaan intervensi secara bertahap
Intervensi :
- Inframerah pada m pecroralis minor..
- Contract relax stretching m. pectoralis minor
- Home program : stretching.

UNIT TERKAIT Rawat Jalan, Rawat Inap