Anda di halaman 1dari 2

NAMA : YOHAN RAHMADANI

NIM : 141411417

BOYS SEZ STORE

Boys Sez Store merupakan nama merk dagang sebuah marchandise store dari
fans sepak bola inter milan yang berada di sleman. Boys Sez Store berdiri sejak 20
september 2013. Awal mulanya adalah ada beberapa ide dari sebuah fans club inter milan
di sleman yg dikenal dengan Boys Sez Sleman, yaitu iqbal, ervin, yohan, apri, dan prajna
dimana memiliki gagasan berkumpulnya mereka ini tak hanya sekedar kumpul tetapi
bagaimana caranya agar mereka juga bisa meraup keuntungan dari berkumpulnya ini.
Setiap orang memiliki peranan atau tugas sendiri di dalam proyek yang akan
mereka buat. Dimana mas iqbal bertugas sebagai marketing, Mas Ervin dan Mas prajna
sebagai pemodal, mas Apri dan yohan sebagai desain grafis, dari proyek tersebut mereka
sepakat untuk bagi hasil dan bonus 1 prodak yang telah di produksi.
Inter Milan sendiri adalah klub sepakbola yang terkenal dari Italia yang tenar hingga
tahun 2010 dimana disitu puncak-puncaknya banyak fans Inter Milan dari seluruh
indonesia. Sedangkan menurut catatan dari inter.id fans Inter Milan yang resmi di
indonesia merupakan fans mereka terbesar nomor 3 dari seluruh dunia, dari sini lah
mereka melihat potensi yang ada, alhasil muncul lah Boys Sez Store yang diharapkan
mampu menyediakan pernak pernik dari klub Inter Milan.
Setelah beberapa bulan mematangkan konsep, rapat berkali-kali dengan
membahas produk apa saja toh yang yang diminati fans inter saat ini, akhirnya di temukan
beberapa prodak yang sangat diminati oleh INTERISTI (sebutan bagi fans inter milan).
Karena keterbatasan modal awalnya mereka hanya membuat 1 macam marchandise yaitu
kaos. Setelah modal dari patungan dan dari pemodal awal dimulailah proyek mereka pada
akhir tahun 2013.
Yang pertama kali bergerak adalah para desainer yaitu mas apri dan mas yohan dimana
mereka mengusulkan beberapa desain yg nantinya akan dibikin kaos. Dari sekitar 8
desain yang di ajukan akhirnya terpilih 2 yang nantinya akan naik produksi. Setelah itu
desain dimasukkan ke konveksi untuk di garap. Karena awal mereka belom memiliki
bagian produksi sendiri.
Sembari menunggu produksi sekitar 2 minggu. Tugas mas iqbal memasarkan
produk lewat gambar desain yang sudah disepakati, cara mempromosikan agar produk
tepat sasaran, mas iqbal menawarkan di grup grup medsos yang berhubungan dengan
klub Inter Milan atau sepakbola italia. Dari promosi yang mas iqbal lakukan baru sedikit
yang memesan dan sebagian hanya menanyakan produknya.
Alhasil dari promosi tersebut agar peminat semakin banyak mas iqbal menyelipkan
promo promo yg sangat mengiurkan, seperti beli 3 gratis 1 dan diskon setiap produk untuk
pelanggan pertama. Namun karena belum dikenal banyak orang kaos yag terjual hanya
sekitar 4 lusin dari 5 lusin.
Dari situ diadakan rapat kembali buat evaluasi produk yang telah selesai dipasarkan. Dari
kurangnya peminat kaos di dapat kesimpulan bahwa :
1. Mereka belum memiliki nama ( belum terkenal )
2. Desain kurang kreatif
3. Promosi kurang gencar
4. Sudah banyak produk serupa di pasaran
5. Bahan kaos & sablonnya kurang bagus
Sebenarnya hasil yang di dapat lumayan dan sudah balik modal, namun keuntungan
yang sangat minim menggangu untuk mengembangkan produksi dan keuntungan yang
dibagi rata itu hanya beberapa puluh ribu rupiah saja perorangnya. Namun mereka
percaya kalau ini merupakan awal yang bagus.
Kendala yang sangat nyata adalah saingan dimana-mana, tak hanya 1 atau 2 bahkan
ada puluhan brand berbeda yang menawarkan produk yang sama. Namun untuk
meniasati hal tersebut mas iqbal mempunyai cara agar produknya lebih dikenal. Dengan
cara memberikan promo yang berbeda dari yang lain, selain diskon dan bonus, produk
yang dibikin lebih berkualitas denan desain yang tidak pasaran dan harga miring.
Akhirnya mereka melanjutkan proyek mereka, proyek kedua sampai ke tujuh masih
tentang kaos dan keuntungan di sepakati di bagi setiap 6 bulan sekali. Dari sini lah nama
Boys sez Store mulai dikenal dikalangan Interisti Indonesia. Denagan produk yang sudah
di evaluasi tersebut mereka dikenal dengan brand yang memiliki kualitas baik juga dikenal
dengan harga yang dibawah pasaran dan memiliki promo tiap bulannya. Dari sini lah Boys
Sez sleman memiliki banyak peminat. Hampir di setiap produksinya menghabiskan
sampai 1 kodi kaos. Kemajuan yang sangat pesat untuk Boys Sez Store yang notabene
adalah produk perorangan.
Dua tahun sudah berlalu dan semakin mantap dengan modal yang semakin bertambah
Boys Sez Store melebarkan sayapnya dengan menambah jenis produknya. Sebagai
percobaan mereka membuat bendera, pin, gantungan kunci, stiker. Awalnya hanya
sebagai bonus dari kaos kaos mereka namun karena banyaknya permintaan untuk di
produksi juga akhirnya di produksi untuk memenuhi permintaan para peminat. Di sini Boys
Sez Store memiliki banyak pelanggan tetap yg selalu menunggu produk untuk dijual lagi
maupun di pakai sendiri. Mulai dari sleman hingga luar jawa bahkan sampai ke papua.
Di sini lah pondasi yang dihasilkan sangat kuat untuk melebarkan sayap kembali,
alhasil pruduk ditambah dengan desain diluar klub inter milan sendiri sifatnya lebih umum,
namun masih mengutamakan Inter Milan, mereka menambahkan produksi Hodie, jaket,
kemeja, sepatu dan jersey grade Ori. Dari sana mulus produk habis terjual dengan
keuntungan yang sangat banyak dan mampu menghasilkan buat para pemodal- pemodal.
Pada awal 2015 mereka sempat fakum karena urusan keluarga sampai beberapa
bulan namun proses penjualan masih berjalan hanya produksinya yang sedikit menemui
kendala. Dikarenakan mahalnya bahan dan brlum memiliki bagian produksi sendiri. Pada
juni 2015 mereka mengadakan rapat tentang nasib Boys Sez Store. Akhirnya mereka
membeli alat produksi sendiri. Dengan demikian diharapkan keuntungan yang didapat
semakin banyak dan dapat menjadi prospek menjanjikan di masa yang akan datang.
Modal sudah ada, alat sudah ada, mempunyai tenaga kerja sendiri, pelanggan tetap juga
banyak, akan bisa terus maju jika konsisten dengan apa yang telah di tempuh, dan
semakin inovatif produk yang di tawarkan ini syarat utama agar bisa bertahan dalam
jangka waktu lama. Tinggal mempunyai toko sendiri yang diharapkan oleh mereka
sehingga lebih dapat dikenali tidak hanya di medsos saja.