Anda di halaman 1dari 2

a.

Tahapan Tipe PRR


 TIPE A
Menggunakan Unfilled Composit Resin
Tenik aplikasinya :
Bersihkan permukaan gigi dengan brush dan pumice. Gambar outline kavitas .
Hilangkan karies yang kedalamannya sebatas enamel dari pit dan fissure menggunakan
low speed round bur. Menghaluskan seluruh permukaan bidang preparasi dengan fine
finishing diamond bur. Isolasi gigi dengan cotton rolls. Etsa 15 detik,lepas cotton roll, bilas
20’ dan keringkan 15’. Isolasi gigi dengan cotton rolls. Aplikasi sealant, hindari gelembung.
Polimerisasi sinar 20’atau sesuai aturan pabrik. Lepas cotton rolls. Cek oklusi dengan
articulating paper
 TIPE B
Menggunakan Diluted Composit Resin
Tehnik aplikasinya :
Bersihkan permukaan gigi dengan brush dan pasta gigi. Gambar outline kavitas.
Hilangkan karies yang kedalamannya sebatas dentin yang dangkal dari pit dan fissure
menggunakan low speed round bur. Menghaluskan seluruh permukaan bidang preparasi
dengan fine finishing diamond bur. Isolasi gigi dengan cotton rolls. Dentin yang terbuka di
beri liner Ca(OH)2 . Etsa 15 detik, lepas cotton roll, bilas 20’ dan keringkan 15’. Aplikasi
bonding agent dengan menggunakan cotton pellet kemudian dikeringkan dengan chip
blower supaya merata dan disinar selama 10 detik. Aplikasi komposit ke dalam kavitas
hingga bentuk sesuai dengan anatomi gigi. dan disinar selama 40 detik. Aplikasi sealant
diatas bahan restorasi dan pada pit, fissure yang tidak terkena karies dengan
menggunakan aplikator (sonde bengkok) hindari gelembung udara. Polimerisasi sinar
selama 20 detik. Lepas cotton roll. Cek oklusi dengan menggunakan articulating paper.
 TIPE C
Menggunakan Filled Composit Resin dan sebagian besar membutuhkan anastesi local.
Tehnik Aplikasi :
Bersihkan permukaan oklusal. Isolasi gigi dengan cotton rolls. Hilangkan karies dengan
high speed bur, dentin di liner Ca(OH)2. Base dengan GIC. Etsa 20’, bilas 20’ dan
keringkan 15’. Aplikasi bonding agent dan komposit resin-curing. Aplikasi sealant.
Polimerisasi sinar.

Sumber : http://akademikpdgub.staff.ub.ac.id/files/2014/04/BPSL-IKGA-BLOK-8-thn.2014.pdf

e. Bahan PRR

Menurut Simonsen, terdapat tiga tipe bahan restorasi pencegahan dengan resin (tipe A,
tipe B dan tipe C) yang diklasifikasikan berdasarkan pada perluasan dan kedalaman
karies. Klasifikasi ini untuk menentukan bahan restorasi yang akan dipakai (Simonsen
1980; Yoga,1997). Bahan yang dipakai adalah bahan sealant tanpa partikel pengisi (unfilled) untuk
tipe A, resin komposit yang dilute untuk tipe B dan filled resin komposit untuk tipe C. Dengan
perkembangan teknologi ditemukan bahan yang lebih tahan terhada pemakaian,
pengerasannya diaktivasi sinar yakni resin komposit untuk gigi posterior. Generasi baru dari bahan
tersebut akan mempertinggi keberhasilan restorasi resin pencegahan. Selain resin komposit,
dipakai juga bahan tambal lain agar dapat didapat kekuatan yang lebih besar. Seperti pada
teknik glass ionomer resin preventive restoration, glass ionomer preventive restoration dan
sealant-amalgam preventive restoration(Angela, 2005).

Daftar Pustaka

Angela, A. (2005) ‘Pencegahan primer pada anak yang berisiko karies tinggi (Primary prevention in
children with high caries risk)’, Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) , 38(3), p. 130. doi:
10.20473/j.djmkg.v38.i3.p130-134.

http://akademikpdgub.staff.ub.ac.id/files/2014/04/BPSL-IKGA-BLOK-8-thn.2014.pdf

Anda mungkin juga menyukai