Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Peluang usaha ternak ayam petelur tidak akan pernah ada matinya. Pasalnya, produk
utama dari usaha ternak ayam petelur merupakan salah satu kebutuhan pokok pangan.Setiap
hari keberadaan telur sangat dibutuhkan oleh semua orang. Telur dibutuhkan sebagai lauk,
bahan makanan olahan, pabrik makanan dan masih banyak yang lainnya. Untuk kebutuhan
lauk sendiri, bisa dibayangkan betapa banyaknya permintaan setiap harinya. Terlebih apabila
menjelang masa-masa lebaran maka dapat dipastikan tinggkat kebutuhan masyarakat
terhadap telor ayam ras semakin meningkat.
Melihat tingginya kebutuhan konsumsi telor khususnya di kota Pekanbaru yang masih
belum terpenuhi oleh peternak maka usaha ini merupakan potensi yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan survey pasar dari beberapa pedagang telor dapat diperoleh informasi bahwa telor
yang dijual di kota pekanbaru berasal dari kota Medan atau Payakumbuh. Hal tersebut
dikarenakan hanya terdapat 1 buah kandang produksi ayam petelur di kota pekanbaru
tepatnya di jalan garuda sakti Panam dengan populasi 15.000 ayam petelur atau perharinya
hanya bias menghasilkan 500 papa telor. Tentunya jumlah tersebut tidak akan memenuhi
kebutuhan konsumsi telur masyarakat kota pekanbaru sehingga harus mendatangkan pasokan
telor dari luar daerah.

2. Pengadaan Pullet
Pulet adalah ayam petelur usia menjelang bertelur (usia dara) antara usia 12 - 15 minggu.
Harga Pullet untuk wilayah Pekanabaru Rp. 60.000 sampai Rp. 65.000 per ekor. Untuk
memulai bisnis peternakan layer maka lebih efektif dimulai dari usia pullet agar lebih efesien
waktu dan lebih aman dari resiko kematian selama pembesaran apabila memulai dari DOC
(anak ayam).
Untuk populasi 2.000 ekor maka modal pembelian pullet sebesar Rp. 120.000.000

Gambar 1: Ayam Petelur Jenis Strain Isa Brown


3. Manajemen dan Biaya Pakan Layer (ayam petelur)
Kebutuhan pakan ayam petelur per harinya adalah 100 gram perekor perhari. Adapun jadawal
pemberian pakan bisa dibagi menjadi 2 tahap yakni tahap pertama pada pagi hari sekita jam
06.00 – 07.00 WIB, tahap kedua pada sore hari pada jam 15.00 – 16.00 WIB.
Asumsi kebutuhan pakan ayam perekor di atas jika dikalkulasikan untuk populasi 2.000 ekor
maka dapat diasumsikan per 50kg pakan untuk setiap 100 ekor ayam perharinya. Maka untuk
populasi 2.000 ekor ayam membutuhkan 500kg perharinya (2000:100x50).
Adapun Jenis pakan yang diberikan adalah pakan grower 512/BP12 selama 2 bulan pertama
kemudian diganti dengan pakan layer ayam petelur 324-2 usia 18 Minggu hinggal ayam
berhenti bertelur atau afkir. Sedangkan harga pakan 512/BP12 per 50kg Rp. 295.000 dan harga
pakan layer ayam petelur 324-2 adalah Rp.285.000.

Gambar 3 Pakan Starter Gambar 2 Pakan Layer

4. Tenaga kerja untuk Perawatan/Pemeliharaan Ayam petelur


Efisiensi produksi terkait dengan jumlah tenaga kerja misalkan, untuk memelihara pullet 2.000
ekor sebenarnya belum memerlukan tenaga kerja tetapi cukup dikerjakan sendiri. Idealnya 1
orang tenaga kerja mampu menangani 3.000 ekor. Sehingga hanya diperlukan 1 orang pekerja.

Gambar 4 Pengmbilan telor oleh karyawan


5. Kandang Ayam
Kandang yang digunakan adalah kandang jenis Batrai, Adapun rincian kandang yang diperlukan
adalah sebagai berikut:
o Kandang 1 set isi 8 ekor,
o Panjang 120 cm,
o Lebar 35 cm,
o Tinggi depan 34 cm,
o Tinggi belakang 28 cm ( ayam 2.000 ekor membutuhkan 250 set)

Harga kandang per setnya adalah Rp. 180.000. Maka untuk 2.000 ekor ayam total biaya
kandang adalah Rp. 45.000.000
`

Gambar 5 Kandang Batrai 1 set Kapasitas 8 Ekor

Gambar 6 Contoh Kandang Selesai dipasang


Gambar 7 Tampak Kandang Sudah terisi oleh ayam

6. Tempat pakan dan Tempat Minum


Untuk tempat makan ayam petelur lebih efektif menggunakan pipa yang berukuran minilam 4-
5 inci. Pipa tersebut kemudian dibelah menjadi 2 bagian dan bisa digunakan salah satu dari
bagian tersebut untuk menampung pakan ayam.

Gambar 8 Pipa tempat menampung pakan ayam

Adapun tempat minum ayam menggunakan jenis Nippel Drink. Nipple drink sudah banyak
digunakan oleh peternakan ayam. Nipple drinker mengalirkan air secara tertutup dari dalam
pipa sehingga lebih higienis dan tidak memakan banyak waktu. Untuk pemasangannya
menggunakan pipa ¾ inci
RINCIAN ANGARAN BISNIS LAYER (AYAM PETELUR)

Gambar 9 Nippel Drink

Gambar 10 Contoh Pemasangan Nippel Drink dan Tempat pakan


Pipa yang diperlukan untuk tempat pakan ayam sebanyak 25 batang dengan harga kurang
lebih Rp. 150.000 sehingga total biaya utuk pembelian pipa sebanyak Rp. 3.875.000.
Sementara nipple dring Jenis A3 dengan harga Rp. 6.500. Setiap 1 buah Nippel dringk Jenis A3
bisa digunakan untuk 4 ekor ayam. Apaila populasi sebanyak 2.000 ekor maka diperlukan
biaya Rp. 3.250.000

7. Manajemen Penyakit dan Pencegahan


Untuk menjaga produksi ayam tetap stabil maka kesehatan ayam sangat penting sehingga
diperlukan tindakan pencegahan terhadap timbulnya wabah penyakit yang disebabkan oleh
banyak factor yang diantaranya cuaca, bakteri, jamur dan virus.
Untuk tindakan pencegahan bisa diambil bebrapa langkah salah satunya program vaksinasi
rutin dan pemberiang obat-obatan sepeti antibotik dan vitamin.
Biaya yang diperlukan untuk program ini dapat diperkirakan Rp. 500.000 setiap bulannya utuk
populasi 2.000 ekor

Gambar 11 Obat Vaksin ayam petelur

Gambar 12 Proses injeksi vaksin


TABEL REKAPITULASI BIAYA BISNIS LAYER POPULASI 2.000 EKOR

NO NAMA BARANG BANYAK HARGA JUMLAH


1 Layer 12 minggu
2
3