Anda di halaman 1dari 8

Deskriptif :

Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu dan memiliki


tingkat kepuasan yang berbeda-beda, salah satu definisi kepuasan kerja
yang dikutip oleh Moh. As'ad dalam buku"Psikologilndustri"(2000:104)
Joseph Tiffin, kepuasan kerja adalah sikap karyawan terhadap pekerjaan,
situasi kerja, kerjasama diantara pimpinan dan sesama karyawan dan faktor-
faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja antara lain; faktor kepuasan finansial,faktor
kepuasan fisik, faktor kepuasan sosial, dan faktor kepuasan psikologi.

Manusia merupakan sumber daya paling vital dalam organisasi.


Sumber daya manusia menunjang organisasi dengan tenaga, bakat, dan ide-
ide kreatifitas yang dimilikinya.Betapapun sempurnanya sumber daya
keuangan dan teknologi yang dimiliki, tanpa kualitas sumber dayamanusia
yang qualified maka organisasi tersebut sulit mencapai tujuannya.

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen


keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia.
Kegiatannya meliputi perencanaan, pengadaan, pengembangan,
pemeliharaan, sertapenggunaan sumber daya manusia untuk mencapai
tujuan baik secara individu maupun organisasi. Menurut Schuler et al (dalam
Sutrisno, 2014), salah satu tujuan dari adanya manajemen sumber daya
manusia adalah untuk memperbaiki tingkat produktivitas, memperbaiki
kualitas kehidupan kerja, dan meyakinkan organisasi bahwa telah memenuhi
aspek-aspek legal.

Kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan


karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya
akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan
produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen
jasa dikenal dengan istilah “happy employee,happy customer”, yang
berarti sebelummemuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi
kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan
tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya.

Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan hal yang bersifat individual,


setiap individual memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda-beda sesuai
dengan keinginan dan sistem nilai yang dianutnya (Handoko, 2000). Dalam
sistem nilai Islam bekerja adalah ibadah, sehingga seorang muslim juga
dapat bekerja keras karena adanya keinginan untuk memperoleh imbalan
atau penghargaan materil dan non materil seperti gaji atau penghasilan,
karir dan kedudukan yang lebih baik. Dengan cara pandang seperti ini,
setiap muslim tidaklah akan bekerja hanya sekedar untuk bekerja asal
mendapatkan gaji, dapat surat pengangkatan atau sekedar menjaga gengsi
supaya tidak disebut sebagai pengangguran, karena kesadaran bekerja
secara produktif serta dilandasi semangat tauhid dan tanggung jawab
merupakan salah satu ciri yang khas dari karakter atau kepribadian seorang
muslim (Istijanto, 2005).

Faktor-faktor

Menurut two factor theory, kepuasan kerja itu merupakan dua hal
yangberbeda, artinya kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan itu
tidakmerupakan suatu variable kontinyu. Herzberg dalam bukunya Moch.
As’ad(2004:105) membagi situasi yang mempengaruhi perasaan
seseorangterhadap pekerjaannya menjadi dua kelompok yaitu kelompok
satisfiers ataumotivator yang terdiri dari prestasi pengakuan,
tanggungjawab. Dan yangkedua yaitu kelompok sebagai sumber
ketidakpuasan atau dissatisfiers yangterdiri dari prosedur kerja, upah atau
gaji, hubungan antar karyawan/pegawai.Pendapat horald E.Burt yang dikutip
oleh Moch. As’ad (2004: 112 ) tentang fakto–faktor yang dapat menimbulkan
kepuasan kerja sebagai berikut:
1) Faktor hubungan antar karyawan, antara lain hubungan antara
pimpinan dengan pegawai, kondisi fisik dan situasi kerja, sugesti dari
teman kerja.
2) Faktor individual, yang berhubungan dengan sikap orang terhadap
pekerjaannya, umur orang saat kerja, jenis kelamin.
3) Faktor–faktor luar antara lain keadaan keluarga karyawan/ pegawai,
4) Rekreasi, pendidikan

Sedangkan menurut pendapat Gilmer (1966) dalam bukunya Moch.


As’ad(2004: 114 ) tentang faktor–faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
sebagaiberikut :
1) Kesempatan untuk maju.
Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh
kesempatan peningkatan pengalaman dan kemampuan kerja selama
bekerja.
2) Keamanan kerja.
Faktor ini sering disebut sebagai penunjang
kepuasan kerja, baik karyawanmaupun wanita. Keadaan yang aman sangat
mempengarugi perasaankerja karyawan selama bekerja.
3) Gaji
Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan, dan jarang orang
yangmengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang
diperolehnya.
4) Manajemen kerja.
Manajemen kerja yang baik adalah yang memberikan situasi dan
kondisikerja yang stabil, sehingga karyawan dapat bekerja dengan nyaman.
5) Kondisi kerja.
Dalam hal ini adalah tempat kerja, ventilasi, penyinaran, kantin, dan
tempatparkir
6) Pengawasan (Supervisi)
Bagi Karyawan, Supervisor dianggap sebagai figur ayah dansekaligus
atasannya. Supervisi yang buruk dapat berakibat absensi dan turn tover.
7) Faktor intrinsik dari pekerjaan
Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu. Sukar
dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas akan meningkatkan atau
mengurangi kepuasan.

8) Komunikasi.
Komunikasi yang lancar antara karyawan dengan pimpinan banyak
dipakaiuntuk menyukai jabatannya. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak
pimpinanuntuk mau mendengar, memahami dan mengakui pendapat atau
prestasikaryawannya sangat berperan dalam menimbukan kepuasan kerja.
9) Aspek sosial dalam pekerjaan
Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang
sebagai faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja
10) Fasilitas

Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan


standar suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa
puas

Pengendalian
Dalam penelitian ini, pengendalian pekerjaan yang diteliti akan mengacu pada Hackman
and Oldham (1980) dan Frese and Zapf (1998) yang mengukur pengendalian pekerjaan dari tiga
aspek yang dikutip dari jurnal (novit dkk:2016) yaitu tingkat
(1) kebebasan,
(2) keleluasaan, dan
(3) kemandirian karyawan dalam dimensi:
(a) membuat keputusan kunci mengenai pekerjaan yang dilakukan dan penyelesaiannya,
(b) membuat perencanaan dan prosedur untuk menyelesaikan pekerjaan, (c) memutuskan
hal-hal yang berhubungan dengan urutan tahapan tindakan, kerangka waktu, serta isi
tujuan dan penjadwalan kerja,
(c) mengetahui secara langsung kejelasan informasi keefektifan kinerja dari pekerjaan
yang dilakukan
(d) menentukan pemadatan pekan kerja, kelenturan waktu, pemabagian kerja,dan
penggunaan teknologi yang berhubungan dengan yang dilakukannya

Rekomendasi

Adapun rekomendasi dari saya agar dapat berguna baik bagi pembaca maupun pihak tertentu
seperti :

1. dalam kepuasan kerja itu sendiri kita dapat meningkatkan budaya organisasi yag di miliki
oleh kantor atau perusahaan melalui aturan dan norma yang berlaku maupun melaui
kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan. Kantor atau perusahaan juga dapat
mengadakan pelatihan guna memotivasi karyawan agar terciptanya suatu komunikasi
antar kayawan atau pekerja
2. melakukan upaya untuk peningkatan kepuasan kerja karyawan baik dalam materi maupun
non materi.

Ayat

‫ال نعنملنلكعم نونرلسوُللهل نواَعللمعؤبملنوُنن َ نونستلنرددونن إبلنىى نعاَلببم اَعلنغعي ب‬


‫ب نواَلششنهاَندبة فنيلننببئللكعم ببنماَ لكعنتلعم تنععنمللوُنن‬ ‫نوقلبل اَععنمللوُاَ فننسيننرىَ ش‬

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan
melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan
yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Sebagaimana surah diatas menjelaskan tentang segala bentuk pekerjaan atau perbuatan
bagi seorang muslim yang harus dilakukan denga sadar dan tujuan yang jelas yaitu sebagai
bentuk pegabdian kepada Allah semata-mata. oleh karenanya segala aktivitas hidup dan
kehidupan merupakan amal yang diperintahkan dalam islam.

Data

Menganalisis data yang terkumpul melalui situs webnya sejak Januari hingga Juni 2016.
Riset ini melibatkan 48.250 orang karyawan sebagai responden, dan menggunakan sampel
18.900 perusahaan dari berbagai sektor industri yang terdaftar di LSI

Berdasarkan analisisnya, LSI menemukan bahwa secara keseluruhan, rata-rata tingkat


kepuasan karyawan di Indonesia terhadap pekerjaan dan perusahaan atau institusi tempat mereka
bekerja selama semester I-2016 adalah sebesar 3,46. Dalam penilaian ini, angka tertinggi adalah
5,0 yang mewakili nilai “sangat puas”.

LSI juga menganalisis karyawan dengan profesi apa saja yang merasa paling puas dengan
pekerjaan mereka. Berikut sepuluh profesi di Indonesia dengan tingkat kepuasan kerja paling
tinggi:

1. Karyawan di bidang Pemerintahan

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,70

 Karyawan yang bekerja di bidang pemerintahan, antara lain pegawai negeri sipil (PNS),
petugas pelayanan sosial, serta anggota kepolisian dan tentara.

2. Karyawan di bidang Media dan Public Relations (PR)

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,59

 Karyawan yang bekerja di bidang media dan PR, antara lain wartawan, praktisi PR,
pembawa acara, editor, copywriter, serta fotografer dan kameramen.

3. Karyawan di bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang)

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,57


 Karyawan yang bekerja di bidang Litbang, antara lain ahli teknologi kelistrikan, ahli
teknologi dan pengembangan pangan, staf Litbang, serta ilmuwan dan ahli Geofisika.

4. Karyawan di bidang Pelayanan

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,52

 Karyawan yang bekerja di bidang Pelayanan, antara lain wedding planner dan wedding
organizer, pramugari, pemandu wisata, pemilik dan pengelola hotel, serta ahli kosmetika
dan perawatan kecantikan.

5. Karyawan di bidang Pengembangan Bisnis

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,51

 Karyawan yang bekerja di bidang ini, antara lain konsultan bisnis, direktur, dan
perencana strategi bisnis.

6. Karyawan di Bidang Hukum

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,51

 Karyawan yang bekerja di bidang ini, antara lain pengacara, auditor, dan petugas litigasi.

7. Pekerja Profesional

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,50

 Pekerja yang terbilang sebagai Profesional, antara lain penerjemah bahasa, pengamat seni
dan budaya, agen properti, juru masak, pilot, dan gamer

8. Karyawan di bidang Teknologi Informasi (TI)

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,49


 Karyawan yang bekerja di bidang TI, antara lain game developer, web developer,
application developer, UI/UX developer, hardware/software engineer, video engineer,
system engineer, IT planner, dan IT project manager.

9. Karyawan di bidang Engineering

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,47

 Karyawan yang bekerja di bidang ini, antara lain perencana perkotaan dan tata ruang,
arsitek, desainer interior, serta electrical dan mechanical engineer.

10. Karyawan di bidang Marketing

 Rata-rata tingkat kepuasan kerja: 3,46

 Karyawan yang bekerja di bidang ini, antara lain melakukan pekerjaan yang berhubungan
dengan pemasaran produk, digital marketing, brand marketing, riset pasar, dan customer
relationship management (CRM).

“Yang menarik dari riset LSI kali ini adalah, bahwa karyawan yang paling puas dengan
pekerjaannya adalah karyawan di bidang pemerintahan, termasuk PNS. Hal-hal yang menjadi
alasannya, antara lain adanya kepastian tentang tunjangan dan jaminan hari tua. Selain itu,
tingkat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di bidang ini sangat tinggi, dan itu menjadi
kebanggaan tersendiri bagi mereka yang telah lolos dalam proses rekrutmen,” ungkap Kemas
Antonius, Chief Product Officer di Indonesia.