Anda di halaman 1dari 3

2.3 Benedenia sp.

Klasifikasi dan morfologi Benedenia sp. Menurut kabata (1985), adalah :

Phylum : Platyhelminthes

Classis : Trematoda Monogenea

Ordo : Dactylogyridea

Familia : Capsylidae

Genus : Benedenia

Spesies : Benedenia sp.

2.3.1 Morfologi Benedenia sp.

Benedenia sp. termasuk dalam kelas Monogenea ordo Dactylogyrida dan family
Capsylidae. Parasit ini mempunyai bentuk tubuh pipih dan memiliki sepasang sucker pada
bagian anterior tubuh serta opisthaptor yang membulat pada bagian posterior tubuh dengan
diameter rata-rata 0,19 mm (Zafran et al., 1998). Jithendran et al., (2005) menambahkan parasit
memiliki ukuran tubuh 2,05-3,29 x 0,66-1,33 mm dan memiliki dua pasang bintik meta pada
bagian anterior dan posterior. Bintik mata bagian anterior memiliki ukuran lebih kecil daripada
posterior (Gambar ).

Gambar . Morofologi Benedenia sp.


(Sumber: Asnita, 2011)
Parasit ini bersifat ektoparasit yang umunya dijumpai dijumpai pada bagian kulit, mata, rongga
hidung dan insang (Subekti dan Gunanti, 2010). Leong (1994) melaporkan infeksi parasit pada
ikan kerapu dan ikan kakap telah dilaporkan oleh di Malaysia dari spesies Benedenia. Di
Indonesia infeksi oleh parasit Benedenia, Neobedenia, Diplectanum, Pseudorhabdosynochus,
Haliotrema, Trichodina, Lepeophtheirus, dan Cryptocaryon irritans pada ikan kerapu
dilaporkan Zafran et al. (1997). Infeksi Benedenia sp. menyebabkan pertumbuhan ikan
terhambat, luka pada kulit, dan infeksi sekunder oleh bakteri. Pengobatan penyakit yang
disebabkan oleh parasit Benedenia sp. dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan formalin
250 ppm selama 1 jam. Selama pengobatan diberi aerasi yang kuat. Pengobatan diulang sampai
3 hari berturut-turut.

2.3.2 Siklus Hidup Benedenia sp.

Siklus hidup dimulai dari telur parasit yang menetas, dalam waktu 4-7 hari menjadi
parasit muda (oncomiracidium) yang berenang. Infestasi parasit ini akan mengakibatkan nafsu
makan ikan berkurang, luka pada permukaan kulit dan kerusakan pada epitel insang. Infestasi
yang parah akan menyebabkan kematian pada ikan jika berada dalam jumlah banyak (Rahayu,
2009)

Daftar pustaka

Asnita. 2011. Identifikasi Cacing Parasitik dan Perubahan Histopatologi Pada Ikan Bunglon
Batik Jepara (Cryptocentrus leptocephalus) Dari Kepulauan Seribu. Skripsi. Sekolah
Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Jithendrand. K. P., K. K. Vijayan, S. V. Alavandi and M. Kailasam. 2005. Benedenia epinepheli


(Yamaguti 1937), A Monogenean Parasite in Captive Broodstock of Grouper,
Epinephelus tauvina (Forskal). Asian Fisheries Science. Central Institute of
Brackishwater Aquaculture. India.

Kabata, Z. 1985. Parasites and Disease of Fish Culture in the Tropics.Taylor and Francis.
London.

Leong, T.S. 1994. Parasites And Diseases of Cultured Marine Finfish in South East Asia.
School of Biological Sciences, University Sains Malaysia.
M. Ghufran H. Kordi K., Andi Tamsil. 2010. Pembenihan Ikan Laut Secara Buatan. Lily
Publisher. Yogyakarta.

Rahayu, A. M. 2009. Keragaman Dan Keberadaan Penyakit Bakterial dan Parasitik Benih
Kerapu Macan Epinephelus Fuscoguttatus di Karamba Jaring Apung Balai Sea Farming
Kepulauan Seribu, Jakarta. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Subekti, S. dan G. Mahasri. 2010. Parasit dan Penyakit Ikan (Trematodiasis dan Cestodiasis).
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Surabaya.

Zafran, I. Koesharyani dan K. Yuasa. 1997. Parasit pada Ikan Kerapu di Panti Benih dan
Upaya Penanggulangannya. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Vol. III(4):16-23.

Zafran, D., Roza I., Koesharyani, F. Johnny and K. Yuasa. 1998. Marine Fish and Crustaceans
Diseases in Indonesia In Manual for Fish Diseases Diagnosis (Ed. by K. Sugama, H.
Ikenoue and K. Hatai). Gondol Research Station for Coastal Fisheries, CRIFI and Japan
International Cooperation Agency.