Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN

RANGKAIAN DAYA DAN PANEL KONTROL


MESIN PEMINDAH BIJI-BIJIAN DENGAN TIUPAN ANGIN

Untuk memenuhi tugas


matakuliah
Bengkel Listrik semester IV

Oleh :
Kelompok 2 kelas II-C
Akhmad fanani (02)
Gora Sindhu H (07)
M.Akmaludin (13)
Yeni ritasari (22)

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI
MALANG
2004
RANGKAIAN DAYA DAN PANEL KONTROL
MESIN PEMINDAH BIJI-BIJIAN DENGAN TIUPAN ANGIN

1. Tujuan
1. Dapat merencanakan rangkaian sirkit kontrol dan sirkit daya alat sesuai
dengan deskripsi kerja.
2. Dapat membuat sket dan merakit kerangka panel sesuai dengan kebutuhan
komponen / peralatan kontrol.
3. Dapat memasang komponen / peralatan kontrol pada kerangka panel dan
pengawatan rangkaian kontrol sesuai dengan rencana gambar.
4. Dapat memasang pengawatan instalasi daya dan mengecek / meneliti
rangkaian kontrol dan daya pada panel ataupun pada peralatan.

2. Deskripsi Kerja
Instalasi ini terdiri dari dua buah motor induksi tiga fasa. Motor MI
sebagai peniup udara yang ON Star-Delta, dan motor M2 sebagai penggetar /
vibrator yang ON menggunakan DOL starter. Pengiriman signal penuh b-10
dan pengontrol aliran b-8.

Instalasi ini harus diawasi dan dioperasikan oleh seorang operator


dari dalam ruangan kontrol. Untuk menstart instalasi ini, operator harus
menekan tombol tekan, mesin akan ON. Dengan sistem penguncian
(interlocking) menolak kemungkinan ON-nya penggetar M2 lebih dahulu
sebeluin motor peniup udara M1 berputar pada kecepatan penuh dan
pengontrol aliran tidak mengunci penggetar. Penuhnya bahan pada bagian atas
dari bak penampungan (silo), atau menekan tombol tekan OFF, maka motor
penggetar M2 akan segera OFF, selagi motor peniup udara M1 masih tetap
bekerja sampai kosongnya bahan-bahan pada pipa.
Untuk memperbaiki/perawatan atau membersihkan komponen-
komponen, saklar- pemindah (selector switch) dipindah dari posisi
OTOMATIS ke posisi HAND / MANUAL. Pada posisi ini masing-masing
motor dapat dioperasikan sendiri-sendir-i. Dalam posisi hand, signal akan
memberi tanda pada operator.

b10

SILO 1
SILO 2
b8

M2

VIBRATOR
M1

BLOWER

Gambar 1. Sketsa Alat

3. Peralatan dan Komponen


 Kontaktor Utama ( 3 kontak utama NO + 1 kontak bantu NO) 4 buah
 Kontaktor Bantu ( 2 kontak bantu NO + 2 kontak bantu NC ) 2 buah
 MCB 3 Fasa 3 buah
 MCB 1 Fasa 1 buah
 Kontak bantu ( 2 kontak bantu NO + 2 kontak bantu NC ) 1 buah
 Thermal Overload Relay 2 buah
 Selector Switch 1 buah
 Push button NO 3 buah
 Push button NC 3 buah
 Timer off delay 1 buah
 Timer on delay 2 buah
 Lampu tanda 6 buah
 Level switch 1 buah
 Flow switch 1 buah
 Terminal 32buah
 Kotak Panel 1 buah
 Kabel

4. Langkah Kerja
1. Memahami deskripsi kerja dan menggambar rangkaian daya serta
rangkaian kontrol sesuai deskripsi kerja.
2. Menyiapkan peralatan serta komponn yang telah dicek kondisinya dalam
keadaan baik.
3. Memasang komponen-komponen pada panel dan mengawati rangkaian
kontrol dan rangkaian daya
4. Mengecek rangkaian kontrol atau rangkaian daya tanpa sumber tegangan.
5. Mengetes rangkaian kontrol dengan sumber 1 fasa 220 V\50 Hz.
6. Bila rangkaian kontrol sudah benar hubungkan sumber 3 fasa untuk
mengetes rangkaian secara keseluruhan dengan beban motor 3 ~
7. Bila sudah benar dan sesuai dengan deskripsi kerja,rangkaian siap untuk
diujikan pada dosen pengajar.
8. Membongkar rangkaian dan panel mengembalikan semua komponen dan
peralatan
5. Analisa Rangkaian
 OTOMATIS
Untuk kerja otomatis, rangkaian ini dilengkapi dengan pengontrol aliran
(b-8) dan pengontrol level (b-10)
Urutan kerjanya adalah sebagai berikut :
 Putar selector switch pada posisi "A" (Auto).Kontaktor bantu NO KB6
pada jalur 16 dan 18 segera membuka agar arus dari posisi otomatis tidak
bisa lewat melalui jalur manual.
 Saat tombol start otomatis (S2) ditekan maka kontaktor K1 bekerja,dan K4
bekerja, berurutan kontaktor star delta bekerja (K2,K3) Ml (Blower) akan
ON dengan starting star-delta. Setelah periode starting selesai, M1
terhubung dengan jaringan pada tegangan penuh dan K5 mendapat arus
dan flow switch pada posisi ON, motor M2 (Vibrator) ON dengan starting
DOL.
 Apabila tombol stop otomatis(S1) ditekan, atau pada saat bahan (bij
-bijian) pada silo-2 penuh (yang dikontrol oleh level switch b-lO), K1
tidak bekerja dan motor penggetar M2 segera berhenti sedangkan motor
blower M l masih bekerja karena tertahan timer off delay K1 untuk
beberapa saat agar M1 Blower mengosongkan pipa terlebih dahulu dan
beberapa saat kemudian baru berhenti.
 Jika terjadi gangguan sehingga motor blower herhenti,F1 akan bekerja
maka motor vibrator juga segera berhenti karena tidak ada arus mengalir
ke M1 ataupun M2.
 Jika terjadi gangguan pada motor vibrator maka F2 akan bekerja sehingga
M2 akan berhenti namun M1 blower tetap bekerja.

 MANUAL
Pada posisi manual, masing-masing motor dioperasikan secara terpisah
(sendiri¬sendin) tanpa dipengaruhi oleh sistem kerja berurutan atau kerja flow
switch maupun level kontrol. Cara kerja rangkaian sebagai berikut :
 Putar selector switch pada posisi "M" (Manual).KB6 bekerja sehingga
kontak NO KB6 pada jalur 16 dan 18 tertutup namun kontak NC KB6
pada jalur 9 terbuka sehingga arus kondisi manual tidak melewati jalur
automatis
 Saat tombol start manual M1(S4) ditekan maka kontaktor K1 bekerja,
berurutan kontaktor star delta bekerja (K2,K3) Ml (Blower) akan ON
dengan starting star-delta. Setelah periode starting selesai, M1 terhubung
dengan jaringan pada tegangan penuh. Dan M1 pada kondisi run (normal)
 Apabila tombol stop M1(S3) ditekan arus yang mengalir pada M1 akan
terputus dan motor Blower M1 segera berhenti.Level switch b-10 tidak
akan mempengaruhi kerja rangkaian.
 Untuk mengoperasikan M2 dengan menggunakan tombol start manual M2
(S6),jika ditekan maka kontaktor K5 langsung bekerja, Dan M2 akan
langsung run (normal) dengan starting DOL.
 Apabila tombol stop M2(S5) ditekan maka arus yang mengalir pada M2
akan terputus dan motor Vibrator M2 segera berhenti.

7. Kesimpulan
 Pemasangan Thermal Overload hendaknya diperhatikan dengan
penyesuaian dengan deskripsi kerjanya sehingga pemasangan tersebut
dapat mengamankan peralatan tanpa mengurangi keefektifan kerja
peralatan.Dalam hal ini adalah pemasangan TOR untuk M1 blower, jika
blower terdapat gangguan maka f1 bekerja dan membuat M1 blower dan
M2 vibrator berhenti.karena jika M2 vibrator tetap bekerja maka biji-bijian
akan menyumbat pipa sehingga dapat membuat peralatan rusak.Tetapi jika
terdapat gangguan pada M2 vibrator, maka F2 akan bekerja sehingga M2
vibrator berhenti namun M1 blower tetap bekerja.Ini menjaga agar
keefektifan kerja peralatan tetap terjaga karena gangguan pada M2 vibrator
tidak mempengaruhi aliran biji-bijian ke Silo 2 sehingga blower tidak
harus berhenti.