Anda di halaman 1dari 7

SKENARIO

Tn. Muhaimin, seorang pengacara umur 69 tahun dibawa oleh keluarga ke poliklinin Rumah Sakit
Moh. Hoesin dengan keluhan tremor pada kedua tangan yang dialami sejak 1 tahun terakhir.
Awalnya penderita mengalami tremor pada lengan kiri saja, kemudia tremor berkembang ke
tangan kanan beberapa bulan setelahnya. Penderita juga mengeluh seluruh badan kaku disertai
langkah yang kecil-kecil dan lambat saat berjalan. Penderita juga laporkan tulisan yang dibuatnya
semakin lama semakin kecil dan sulit untuk di baca. Dalam satu bulan terakhir, penderita juga
sering mengeluh lupa dan terkadang sering tersesat.

Penderita membantah memiliki riwayat darah tinggi, kencing manis, stroke ataupun trauma.
Keluarga penderita tidak memiliki penyakit yang sama.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum: GCS 15

Tanda Vital: TD 130/80 mmHg, Nadi: 82x/menit. RR: 20x/menit, Temperatur: 37,2C

Kepala: Konjungtiva tidak enemis, sklera tidak ikterik

Leher: Tidak ada pembersaran KGB

Thoraks: simetris, retraksi tidak ada

- Jantung: Batas jantung normal, iktus kordis tidak tampak, bunyi jantung normal, bising
jantung tidak ada
- Paru: Stem fremiyus normal, suara nafas vesikular normal

Abdomen: datar, lemas, nyeri tekan (-), dan defans muscular (-), bising usus normal

Ekstremitas: edema (-)

Pemeriksaan Neurologis

Pada pemeriksaan nervi kraniales:


- Nervus kraniales tidak ada kelainan
- Didapatkan masked face (muka topeng) pada wajah

Pemeriksana fungsi motorik

- Kekuatan otot ekstrimitas atas 5/5, ektremitas bawah 5/5


- Tonus: fenomena Cogwheel pada ektremitas atas dan bawah
- Refleks fisiologi ekstreitas positif normal
- Refleks patologis negatif

Refleks primitive:

- Snout reflex (+)


- Glabella reflex (+)
- Rooting reflex (+)

Pada pemeriksaan gait didapatkan: Marche à petits pas (+)

Pada pemeriksaan tremor didapatkan:

- Resting tremor (+), postural tremor (-), intention tremor (-)

Pemeriksaan skrining kognisi didapatkan: Nilai MMSE 23

I. KLARIFIKASI ISTILAH

a. Tremor: gemetar atau mengigil yang involunter


b. Stroke: serangan otak yang biasanya disertai dengan kelumpuhan.
c. Masked face: atau hypomimia, hilangnya ekspresi wajah dengan gambaran tatapan kosong
dan jarang berkedip.
d. Fenomena Cogwheel: atau fenomena roda gerigi, merupakan gerakan ekstremitas tampak
putus-putus.
e. Snout reflex: ketukan pada bibir atas, respon kontraksi otot-otot di sekitar bibir atau di
bawah hidung.
f. Glabella reflex: pengetukan bidang di antara mata, dengan respon positifnya bila pasien
terus menerus menutup mata.
g. Rooting reflex: merupakan reflex primitive normal pada bayi baru lahir dimana ketika pipi
atau bibir di sentuh, wajah akan menoleh ke arah stimulus dan akan membuat gerakan
menghisap.
h. Pemeriksaan gait: pemeriksana pola berjalan
i. Marche à petits pas: cara berjalan dengan langkah pendek, menarik, dan menyeret kaki
dengan hilangnya gerakan terkait.
j. Resting tremor: tremor yang terjadi pada ekstremitas atau bagian tubuh lain yang relaks
dan disokong; tremor ini abnormal seperti pada Parkinsonisme.
k. Postural tremor: tremor yang terjadi ketika seseorang mempertahankan posisi melawan
gravitasi.
l. Intention tremor: Action tremor, merupakan gerakan ekstremitas atas yang direntangkan
yang bersifat involunter, bolak-balik, dan ritmik, mungkin juga mengenai suara dan bagian
lain.
m. MMSE: Mini Mental Stage Examination merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk
menilai status mental pasien yaitu orientasi waktu dan tempat, kemampuan bahasa, memori
jangka panjang dan pendek, kemampuan konstrukstional dan kemampuan berhitung.

II. IDENTIFIKASI MASALAH

1. Tn. Muhaimin, seorang pengacara umur 69 tahun dibawa oleh keluarga ke poliklinin
Rumah Sakit Moh. Hoesin dengan keluhan tremor pada kedua tangan yang dialami sejak
1 tahun terakhir.Awalnya penderita mengalami tremor pada lengan kiri saja, kemudia
tremor berkembang ke tangan kanan beberapa bulan setelahnya. (I)
2. Penderita juga mengeluh seluruh badan kaku disertai langkah yang kecil-kecil dan lambat
saat berjalan. Penderita juga laporkan tulisan yang dibuatnya semakin lama semakin kecil
dan sulit untuk di baca. (II)
3. Dalam satu bulan terakhir, penderita juga sering mengeluh lupa dan terkadang sering
tersesat. (II)
4. Penderita membantah memiliki riwayat darah tinggi, kencing manis, stroke ataupun
trauma. Keluarga penderita tidak memiliki penyakit yang sama. (Additional Information)
5. Pemeriksaan Fisik (Pemeriksaan penunjang)
6. Pemeriksaan Neurologis (Pemeriksaan penunjang)
III. ANALISIS MASALAH

1. Tn. Muhaimin, seorang pengacara umur 69 tahun dibawa oleh keluarga ke poliklinik
Rumah Sakit Moh. Hoesin dengan keluhan tremor pada kedua tangan yang dialami sejak
1 tahun terakhir. Awalnya penderita mengalami tremor pada lengan kiri saja, kemudian
tremor berkembang ke tangan kanan beberapa bulan setelahnya. (I)
a) Apa hubungan antara usia, jenis kelamin, dan profesi, dengan keluhan yang dialami?
b) Apa penyebab dan mekanisme terjadinya tremor sesuai kasus? Jelaskan
progresivitasnya!
c) Penyakit apa saja yang memiliki gambaran tremor seperti diatas?
2. Penderita juga mengeluh seluruh badan kaku disertai langkah yang kecil-kecil dan lambat
saat berjalan. Penderita juga laporkan tulisan yang dibuatnya semakin lama semakin kecil
dan sulit untuk di baca. (II)
a) Apa penyebab dan mekanisme seluruh badan kaku disertai langkah yang kecil-kecil
dan lambat saat berjalan?
b) Apa penyebab dan mekanisme tulisan yang dibuat Tn. Muhaimin semakin lama
semakin kecil dan sulit untuk di baca?
3. Dalam satu bulan terakhir, penderita juga sering mengeluh lupa dan terkadang sering
tersesat. (II)
a) Apa hubungan sering lupa dan terkadang sering tersesat dengan gangguan motorik
yang diderita Tn. Muhaimin?
b) Apa penyebab dan mekanisme keluhan penderita sering mengeluh lupa dan terkadang
sering tersesat?
c) Penyakit apa saja yang memiliki gambaran sering lupa dan sering tersesat?
4. Penderita membantah memiliki riwayat darah tinggi, kencing manis, stroke ataupun
trauma. Keluarga penderita tidak memiliki penyakit yang sama. (Additional Information)
a) Apa makna klinis dari pernyataan riwayat penyakit pasien dan keluarga?
5. Pemeriksaan Fisik (Pemeriksaan penunjang)
Keadaan Umum: GCS 15
Tanda Vital: TD 130/80 mmHg, Nadi: 82x/menit. RR: 20x/menit, Temperatur: 37,2C
Kepala: Konjungtiva tidak enemis, sklera tidak ikterik
Leher: Tidak ada pembersaran KGB
Thoraks: simetris, retraksi tidak ada
- Jantung: Batas jantung normal, iktus kordis tidak tampak, bunyi jantung normal,
bising jantung tidak ada
- Paru: Stem fremitus normal, suara nafas vesikular normal

Abdomen: datar, lemas, nyeri tekan (-), dan defans muscular (-), bising usus normal

Ekstremitas: edema (-)

a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari hasil pemeriksaan fisik?


6. Pemeriksaan Neurologis (Pemeriksaan penunjang)
Pada pemeriksaan nervi kraniales:
- Nervus kraniales tidak ada kelainan
- Didapatkan masked face (muka topeng) pada wajah

Pemeriksana fungsi motorik

- Kekuatan otot ekstrimitas atas 5/5, ektremitas bawah 5/5


- Tonus: fenomena Cogwheel pada ektremitas atas dan bawah
- Refleks fisiologi ekstremitas positif normal
- Refleks patologis negatif

Refleks primitive:

- Snout reflex (+)


- Glabella reflex (+)
- Rooting reflex (+)

Pada pemeriksaan gait didapatkan: Marche à petits pas (+)

Pada pemeriksaan tremor didapatkan:

- Resting tremor (+), postural tremor (-), intention tremor (-)

Pemeriksaan skrining kognisi didapatkan: Nilai MMSE 23

a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari hasil pemeriksaan


neurologis:
i. Nervi kraniales
ii. Fungsi motorik
iii. Reflex primitif
iv. Pemeriksan gait dan tremor
v. MMSE
b) Bagaimana cara pemeriksaan neurologis:
i. Nervi kraniales
ii. Fungsi motorik
iii. Reflex primitif
iv. Pemeriksan gait dan tremor
v. MMSE

IV. HIPOTESIS

Tn. Muhaimin, 69 tahun, menderita Parkinsons dan dicurigai adanya gangguan kognisi.

V. TEMPLATE

a. DD
b. How to diagnose
c. WD
d. Definisi
e. Epidemiologi
f. Etiologi
g. Faktor Resiko
h. Gambaran Klinis
i. Patogenesis dan Patofisiologi
j. Pemeriksaan penunjang
k. Tatalaksana
l. Komplikasi
m. Pencegahan dan Edukasi
n. Prognosis
o. SKDI

VI. LEARNING ISSUES

1. Parkinsons
2. Parkinsonisme