Anda di halaman 1dari 2

Kemungkinan Produksi

Kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas
kebutuhan yang terbatas. Hal tersebut adalah salah satu penyebab terjadinya kelangkaan.
Dengan adanya kelangkaan sumber daya, manusia selalu dituntut untuk memutuskan sesuatu
yang lebih penting untuk dipilih. Akibat dari pilihan-pilihan tersebut yaitu harus ada sesuatu
yang dikorbankan atau biasa dikenal dengan sebutan opportunity cost.

Terkait dengan opportunity cost, dalam ekonomi dikenal kurva batas kemungkinan
produksi. Kurva tersebut membahas tentang kemungkinan produksi dari dua jenis barang/jasa
atau lebih bila sumber daya digunakan secara maksimal.

Dengan factor produksi akan diketahui


berapa banyak barang dan jasa yang maksimal
dapat dihasilkan oleh suatu perekonomian. Untuk
melukiskan hal itu dapat digunakan kurva
kemungkinan produksi (Production possibility
Curve) seperti pada gambar 1.9

Kurva kemungkinan produksi adalah


kurva yang menunjukkan semua kemungkinan
produksi dua barang/jasa atau lebih dengan
batasan-batasan maksimum dari tingkat produksi
yang dapat dicapai oleh produsen dengan menggunakan seluruh faktor produksinya.

Bentuk kurva kemungkina produksi ini cembung ke titik nol dan mempunyai lereng
negative, karena dengan sumber daya tertentu apabila ingin dihasilkan satu jenis produk lebih
banyak maka harus disertai dengan penguranggan produksi yang lain.

Sumbu vertical pada gambar 1.9 melukiskan jumlah barang yang diperlukan dalam
masa perang ( misalnya, meriam) dan pada sumbu horizontal untuk barang yang diperlukan
dalam masa damai (misalnya, roti)

Apabila seluruh sumber daya atau factor produksi yang ada dalam perekonomian itu
digunakan untuk menghasilkan meriam saja maka dapat dihasilkan sebanyak 4000 meriam
( titik A) sedangkan sebaliknya jika seluruh sumber daya digunakan untuk menghasilkan roti
saja maka akan diperoleh sebanyak 4000 ton (titik E).

Selanjutnya perekonomian itu dapat pula memilih kombinasi barang yang harus
dihasilkan misalnya sebagian factor produksi untuk menghasilkan meriam dan sebagian lagi
untuk menghasilka roti.

Apabila seluruh kombinasi factor produksi yang ada dalam perekonomian itu
digunakan sepenuhnya maka perekonomian itu akan berada pada kurva kemungkinan
produksi tersebut. Dengan kata lain perekonomian berada dalam kesempatan kerja penuh.
Akan tetapi bila kombinasi produksi itu berada dibawah kurva kemungkinan produksi, sperti
pada titik G dalam Gambar1.9 maka perekonomina dikatakan mengalami pengangguran atau
kalau tidak ada pengangguran pasti tidak efisien karena masih ada potensi untuk
meningkatkan produksi lebih tinggi lagi.

Kombinasi produksi roti dan meriam di gambar 1.9 sebenarnya diperoleh dari
menggambarkan angka – angka pada table 1.1 berdasarkan table dapat dilihat bahwa setiap
tambahan satu satuan unit roti akan disertai dengan pengganguran atau pengorbanan
produksi meriam yang semakin besar. Hal inilah yang membuat kurva kemungkinan produksi
cembung dilihat dari titik 0.