Anda di halaman 1dari 4

Kepada Yth :

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta

di Jakarta

Dengan hormat,

Yang tersebut di bawah ini :

Ir Aryanto, yang beralamat di Jalan Nusantara Nomor 40 Cilacap, dalam hal ini telah
memilih tempat kediaman hukum atau domisili di kantor kuasanya, di kantor LEMBAGA
BANTUAN HUKUM dan berdasarkan Surat Kuasa Khusus untuk itu tertanggal 19
November 2012, telah menyerahkan kuasa kepada : Enrico Ryantama, S.H., yang
selanjutnya disebut PENGGUGAT :

Dengan surat ini mengajukan gugatan terhadap :

I. Bank Hokaido, dalam hal ini diwakili oleh Direkturnya Ir Sumbogo yang beralamat di
Jln Sudirman Kav 234 Jakarta, yang selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT.
II. Bank Indonesia, beralamat di Jln MH Tamrin No. 2 Jakarta, yang selanjutnya disebut
sebagai TURUT TERGUGAT.

Gugatan Tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bahwa PENGGUGAT yang bernama Aryanto yang menjabat sebagai Direktur CV


Anggodo mengadakan hubungan dengan pihak Jepang, Bank Hokaido yang diwakili
oleh Direkturnya benama Tahkasimura, beralamat 517 RoomShiyoda, Tokyo, Dimana
Bank Hokaido bersedia untuk membayar pelunasan pembelian mesin.
2. Bahwa pada tanggal 7 Agustus 2007, PENGGUGAT membuat perjanjian di Jakarta
dengan pihak TERGUGAT yang diwakili oleh Ir Sumbogo, Direktur Bank Hokaido,
Pewakilan Indonesia beralamat di Jalan Sudirman Kav 234 Jakarta, Pembelian mesin
sebesar Rp. 2.000.000.000 (dua miliar rupiah), dengan bunga 1% per bulan selama 2
tahun.
3. Bahwa PENGGUGAT telah memberikan Jaminan berupa :
a. Tanah Hak Milik No. 1155 Gambar situasi 2334/2000, luas 1000m2, atas nama
Slamet R
b. Sertifikat Hak Milik No. 3346, gambar situasi 3366/2000 atas nama Sutarman
4. Bahwa selanjutnya hingga pada bulan Agustus 2009 PENGGUGAT belum dapat
melunasi hutangnya, maka dengan negosiasi ulang dengan TERGUGAT bersedia
memberikan pinjaman sebesar Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), dipotong Rp.
2.000.000.000,- (dua miliar rupiah) pelunasan hutang tahap 1 dengan bunga 1% per
bulan.
5. Bahwa TERGUGAT meminta jaminan tambahan berupa mesin pengolahan dan
pemrosesan udang dan penyu hijau.

6. Bahwa pada bulan januari 2012 Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang
untuk menangkap penyu hijau.

7. Bahwa TERGUGAT meminta kepada Bank Indonesia untuk mengumumkan bahwa


PENGGUGAT merupakan Debitur tidak baik.

8. Bahwa Bank Indonesia melakukan black list kepada PENGGUGAT atas laporan
TERGUGAT.

9. Bahwa karena Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang untuk menangkap


penyu hijau dan Bank Indonesia yang melakukan black list kepada PENGGUGAT
atas laporan TERGUGAT, PENGGUGAT merasa dirugikan.

10. Bahwa dari perbuatan TERGUGAT baik yang dilakukan sendiri atau menyuruh orang
lain dengan mengajukan black list kepada Bank Indonesia dengan dasar
memanfaatkan keputusan pemerintah tentang tidak boleh menangkap penyu hijau
karena penyu hijau adalah termasuk hewan yang dilindungi dan dalam memanfaatkan
itu termasuk kedalam perbuatan melawan hukum karena melanggar hak subyektif
orang lain dan atas perbuatan yang dilakukan oleh TERGUGAT yang mengakibatkan
PENGGUGAT merasa ketakutan dan kehilangan kesenangan hidup atas usahanya
dimana PENGGUGAT merasa dirugikan dimana kerugian imateriil tersebut
Penggugat meminta kepada TERGUGAT sebagai uang pengganti atas tindakannya
tersebut sebesar Rp.560.000.000,- (lima ratus enam puluh juta rupiah) dimana
pembayaran tersebut harus dibayarkan seketika secara kontan dan seketika apabila
dalam gugatan ini dikabulkan dan mempunyai kekuatan hukum dengan pasti.

11. Bahwa adanya itikad tidak baik yang dilakukan oleh TERGUGAT kepada Penggugat
secara nyata – nyata dan telah menunjukan bahwa Tergugat telah membuat Penggugat
mengalami kerugian dengan kehilangan keuntungan sebesar Rp.900.000.000,-
(sembilan ratus juta rupuah).

12. Bahwa ada 4 (empat) kriteria mengenai perbuatan melawan hukum sesuai dengan
yurisprudensi MA RI yaitu :

1. Perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku

2. Perbuatan yang melanggar hak subyektif orang lain

3. Perbuatan yang melanggar kaidah tata susila

4. Perbuatan yang melanggar dengan asa kepatutan yang terdapat dalam


masyarakat

13. Bahwa dari ke 4 (empat) kriteria perbuatan yang dilakukan oleh TERGUGAT telah
dipenuhi oleh karenanya PENGGUGAT sesuai dengan pasal 1365,1366 dan 1367
KUHPerdata dapat memintakan ganti rugi mana sebesar dari kerugian imateriil
sebesar Rp.560.000.000,- (lima ratus enam puluh juta rupiah) dan dari kerugian
materiil sebesar Rp.900.000.000,- (sembilan ratus juta rupuah) sehingga total yang
dimintakan ganti rugi kepada Tergugat sebesar Rp.1.460.000.000 (satu milyard empat
ratus enam puluh juta rupiah) pembayaran mana ditanggung oleh Tergugat dengan
dibayarkan secara seketika dan kontan setelah gugatan ini dikabulakan dan
mempunyai kekuatan hukum dengan pasti.

14. Bahwa untuk menjamin gugatan PENGGUGAT terhadap TERGUGAT tidak ilusioner
maka sewajarnya dan sepatutnya secara hukum PENGGUGAT memohon kepada
yang terhormat Bapak Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri DKI Jakarta yang
menyediakan dalam perkara ini untuk meletakan sita revindicatoir terhadap barang
bergerak maupun tidak bergerak milik TERGUGAT.

Maka bersama ini Penggugat mohon kepada Bapak Ketua Majelis Hakim Pengadilan
Negeri DKI Jakarta berkenan memanggil para pihak untuk diperiksa serta akan menjatuhkan
putusan yang amarnya sebagai berikut :

Primair :

1. Menerima dan Mengabulkan gugatan PENGGUGAT Seluruhnya.

2. Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

3. Menyatakan tindakan TERGUGAT yang telah sengaja memanfaatkan keadaan


PENGGUGAT yang sedang mengalami kemunduran untuk mengajukan black list
kepada Bank Indonesia untuk menguasai Jaminan dari PENGGUGAT ( itikad tidak
baik ).

4. Menyatakan pencabutan atas putusan black list dari Bank Indonesia terhadap CV
Anggodo.

5. Menyatakan sah dan berharga Sita Revindicatoir yang telah dilakukan oleh Juru Sita
Pengadilan Negeri DKI Jakarta dalam perkara ini.

6. Menghukum TERGUGAT uang paksa Rp.800.000/hari apabila lalai melaksanakan


putusan perkara ini yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan tetap.

7. Menghukum tergugat untuk mem bayar segala biaya perkara yang timbul.

Subsidair :

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, penggugat memohon putusan yang seadil-
adilnya (Ex Aequo et Bono)

Terimakasih
Jakarta, 19 November 2012

Hormat Pengguat

( ENRICO RYANTAMA)