Anda di halaman 1dari 14

Q&A ELEKTRONIKA DAYA

1. Apakah yang dimaksud dengan elektronika daya?

Elektronika daya adalah ilmu dalam sistem kelistrikan untuk konversi daya listrik. Elda
menghubungkan ilmu Teknik Tenaga ( Power), Ilmu Kendali (Control), dan Ilmu elektronika.
Ilmu elektronika daya didasarkan menggunakan pensaklaran (switching) komponen (device)
semikonduktor. Aplikasi elektronika daya dengan mudah dapat dilihat dari tempat-tempat
yang cukup penting dari teknologi modern dan sekarang digunakan dalam begitu banyak
variasi produk-produk daya tinggi, mencakup pengendalian suhu, pengontrolan pencahayaan,
pengendalian motor, catu daya sistem propulsi dan sistem-sistem High-Voltage-Direct-
Current (HVDC) (arus langsung tegangan tinggi)

2. Jelaskan dengan gambar cara kerja thyristor! Sebutkan macam-macam thyristor!

Thyristor berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘pintu’. Sifat dan cara kerja komponen ini
memang mirip dengan pintu yang dapat dibuka dan ditutup untuk melewatkan arus listrik.
Thyristor merupakan salah satu tipe devais semikonduktor daya yang paling penting dan telah
banyak digunakan secara ekstensif pada rangkaian daya . Thyristor biasanya digunakan
sebagai saklar/bistabil, beroperasi antara keadaan non konduksi ke konduksi.

Macam- macam Thyristor :

1. Silicon Controlled Rectifier ( SCR )


Silicon Controlled Rectifier disingkat SCR dirancang untuk mengendalikan daya ac hingga
10 MW dengan rating arus sebesar 2000 amper pada tegangan 1800 volt dan frekuensi
kerjanya dapat mencapai 50 kHz. Tahanan konduk dinamis suatu SCR sekitar 0,01 sampai
0,1 ohm sedangkan tahanan reversenya sekitar 100.000 ohm atau lebih besar lagi.

SCR mempunyai tiga buah elektroda, yaitu Anoda, Kathoda dan Gate dimana anoda
berpolaritas positip dan kathoda berpolaritas negatip sebagai layaknya sebuah dioda
penyearah (rectifier). Kaki Gate juga berpolaritas positip.

SCR dapat dihidupkan dengan arus penyulut singkat melalui kaki Gate, dimana arus gate ini
akan mengalir melalui junction antara gate dan katoda dan keluar dari katodanya. Arus gate
ini harus positif besarnya sekitar 0,1 sampai 35 mA sedangkan antara gate dan katodanya
biasanya 0,7 volt.Prinsip kerja SCR
Pada gambar terlihat bahwa tegangan breakover Vbo, yang jikategangan forward SCR
mencapai titik ini maka SCR akan ON. Lebihpenting lagi adalah arus Ig yang dapat
menyebabkan tegangan Vbo turun menjadi lebih kecil. Pada gambar ditunjukkan beberapa
arus Ig dan korelasinya terhadap tegangan breakover. Pada datasheet SCR, arus triggergate
ini sering ditulis dengan notasi IGT. Pada gambar juga ditunjukkanarus Ih yaitu arus holding
yang mempertahankan SCR tetap ON. Jadi agarSCR tetap ON maka arus forward dari anoda
menuju katoda harus beradadiatas parameter ini

Sejauh ini yang dikemukakan adalah bagaimana membuat SCRmenjadi ON. Pada
kenyataannya, sekali SCR mencapai keadaan ON makaakan selamanya akan ON, walaupun
tegangan gate dilepas atau di short kekatoda. Satu-satunya cara untuk membuat SCR menjadi
OFF adalahdengan membuat arus anoda-katoda turun dibawah arus Ih, maka SCR kembali
pada keadaan OFF. Berapa besar arus holding ini, umumnya ada di dalam datasheet SCR.

Cara membuat SCR menjadi OFF tersebut sama saja denganmenurunkan tegangan anoda-
katoda ke titik nol. Karena cara inilah SCRatau Thyristor pada umumnya tidak cocok
digunakan untuk aplikasi DC.Komponen ini lebih banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi
teganganAC, dimana SCR bisa OFF pada saat gelombang tegangan AC berada dititik nol.

2. Diac

Istilah diac diambil dari Dioda AC yang merupakan salah satu dari keluarga thyristor dan
termasuk dalam jenis Bidirectional Thyristor. Diac mempunyai dua buah elektroda atau
terminal dan dapat menghantar dari kedua arah oleh karenanya diac dianggap sebagai homo
atau non-polar. Diac tersusun dari empat lapis semikonduktor seperti dioda lapis empat.
Gambar ini memperlihatkan ekuivalen dan simbol diac.

Diac mempunyai impedansi yang tinggi dalam dua arah,guna mencapai titik konduknya
diperlukan tegangan antara 28 sampai 36 volt. Kita perhatikan gambar diatas, jika tegangan
diberikan pada diac menyamai atau melebihi tegangan konduknya, maka salah satu saklar
akan menutup, demikian sebaliknya untuk kondisi yang sama salah satu saklarnya juga akan
menutup.

3. Triac
Kekurangan yang ada pada SCR adalah bahwa dia dapat menghantarkan arus hanya satu
arah. Penggunaan Triac akan lebihmenguntungkan sebab triac dapat menghantarkan ke arah
bolak-balik

Triac dipersiapkan untuk mengendalikan daya bolak-balik secarapenuh dari 0o hingga 180o.
Triac mempunyai tiga elektroda mirip denganSCR, namun Triac dapat menghantarkan arus
dalam dua arah. Meskipundalam operasinya sangat mirip dengan SCR, triac dirancang untuk
menghantarkan pada kedua tengahan dari bentuk gelombang output. Olehkarena itu, output
dari triac adalah arus bolak-balik, bukan arus searah.Triac dibuat untuk menyediakan cara
agar kontrol daya acditingkatkan. Triac beroperasi sebagai dua SCR yang dihubungkan
paralel terbalik seperti yang diperlihatkan pada Gambar di atas. Dengan demikian, triac
mampu menghantarkan salah satu polaritas tegangan terminal. Triac dapat juga ditrigger
dengan salah satu polaritas sinyal gerbang.

Triac mempunyai tiga terminal; terminal utama 2 (MT2), terminalutama 1 (MT1) dan Gate.
Terminal MT2 dan MT1 dirancang demikiansebab aliran arus adalah dua arah. Karena aliran
berinteraksi dengan gate,MT1digunakan sebagai pengukuran terminal referen. Arus dapat
mengalirantara MT2dan MT1dan juga antara gerbang dan MT1. Triac dapatditrigger agar
konduksi pada salah satu arah dengan arus gerbang bergerak masuk atau keluar dari gate.
Apabila aliran arah arus terminal utamaditentukan, triac pada dasarnya mempunyai
karakteristik pengoperasianinternal yang sama dengan SCRTriac mempunyai empat
kemungkinan mode pentriggeran. Sehubungan dengan MT1, yaitu :

MT 2adalah positif dan gerbang positif.


MT 2adalah positif dan gerbang negatif.
MT 2adalah negatif dan gerbang positif.
MT 2adalah negatif dan gerbang negatif.
Pada umumnya rangkaian pengontrol dengan TRIAC lebihekonomis dan menguntungkan
untuk pengaturan daya arus bolak-balik.Dengan mengatur arus gate, maka daya AC pada
beban dapat diatur besarkecilnya dan karena tegangan sumber AC tidak perlu disearahkan
terlebihdahulu, maka rangkainnya jauh lebih sederhana dibandingkan denganSCR

Triac bekerja mirip sperti SCR yang paralel bolak-balik, sehinggadapat melewatkan arus dua
arah. Kurva karakteristik dari Triac adalahseperti gambar berikut ini.

Triac akan tersambung (ON) ketika arus positif kecil melewati terminal gate ke MT1 dan
polaritas MT2 lebih tinggi dari MT1. Saat Triac terhubung dan rangkaian gate tidak
memegang kendali, maka Triac tetap ON selama polaritas MT2 tetap lebih tinggi dari MT1
dan arus yangmengalir lebih besar dari arus Ih. Triac juga akan ON saat arus negarif
melewati terminal gate ke MT1 dan polaritas MT1 lebih tinggi dari MT2.Dan Triac akan
tetap ON walaupun rangkaian gate tidak memegang kendali selama polaritas MT1 lebih
tinggi dari MT2.
Selain dengan cara memberikan penyulutan melalui terminal gate,Triac juga dapat dibuat ON
dengan cara memberikan tegangan yang tinggi sehingga melampaui tegangan breakover-nya
terhadap terminal MT1 danMT2, namun cara ini tidak diizinkan karena dapat menyebabkan
Triac akanrusak.
Pada saat kecil yaitu berkisar antara 0,5 voltsampai dengan 2 volt. Setelah terkonduksi,
sebuah Triac akan tetapbekerja selama arus yang mengalir pada Triac (IT) lebih besar dari
aruspenahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-
off-kan) Triac adalah dengan mengurangi arus IT dibawah arus IH.

4.Gate-turn-off thyristor (GTO)

GTO merupakan singkatan dari gate turn-off thyristor dan mulai dikembangkan dalam tahun
1960-an. Seperti juga SCR, maka GTO merupakan anggota keluarga thyristor yang dapat di-
on-kan dengan menerapkan signal gerbang yang positif, dan dapat dipadamkan dengan
pemberian signal gerbang yang negatif.

5. Reverse-conducting thyristor (RCT)

Merupakan suatu piranti tiristor yang dapat konduksi dalam arah balik. RCT diadakan karena
seringkali adanya kebutuhanakan jalur arus balik pada beban induktif dan perbaikan
kebutuhan pemadaman (turn-off) pada rangkaian komutasi. Jadi RCT terkonstruksi dari
sebuah tiristor yang memblok balik (reverse blocking) dan sebuah dioda dalam susunan anti-
paralel atau paralel-balik.

6. Static Induction Thyristor (SITH)


SITH adalah singkatan untuk static induction thyristor. SITH mengadopsi sifat dari SCR dan
GTO, yaitu di-on-kan dengan cara menerapkan tegangan gerbang yang positif dan meng-off-
kannya dengan cara pemberian tegangan negatif pada gerbang.

7. Light-activated silicon-controlled rectifier (LASCR)

LASCR merupakan singkatan dari light activated silicon controlled rectifier dan biasa juga
disebut light triggered thyristor yang artinya tiristor yang diaktifkan oleh radiasi optik, bukan
signal listrik.

8. FET-controlled thyristor (FET-CTH)

FET-CTH adalah kependekan dari FET-controlled thyristor. Dilihat dari strukturnya, FET-
CTH terdiri dari sebuah MOSFET dan sebuah tiristor. Arus penyalaan (triggering current)
pada FET-CTH akan dibangkitkan secara internal apabila tegangan yang cukup diterapkan
pada gerbang dari MOSFETnya. FET-CTH mempunyai kecepatan Penyaklaran yang
tinggi.Kelemahan dari FET-CTH adalah tak dapat dipadamkan dengan kontrol gerbang
seperti pada tiristor konvensional (SCR).

9. MOS-controlled thyristor (MCT)

MCT adalah kependekan dari MOS-controlled thyristor yang artinya tiristor yang dikontrol
oleh MOS (metal oxide semiconductor). Dalam MCT terdapat dua struktur yang tergabung
yakni tiristor empat lapis dan susunan gerbang MOS. Untuk rangkaian ekivalennya, struktur
tiristor diwakili oleh kombinasi dua transistor sambungan dwi-kutub (PNP dan NPN) dan
struktur gerbang MOS diwakili oleh dua buah MOSFET (kanal-p dan kanal-n).

3. Persyaratan apa saja yang menyebabkan thyristor mengalirkan arus ( turn on)?
Syarat-syarat thyristor agar turned-on adalah :
1. Panas
Jika suatu thyristor cukup tinggi, akan terjadi peningkatan jumlah pasangan electron-hole,
sehingga arus bocor meningkat.
2. Cahaya
Jika cahaya mengenai sambungan thyristor, pasangan electron-hole akan meningkat dan
thyristor mungkin akan on. Cara ini dilakukan dengan membiarkan cahaya mengenai silicon
wafer dari thyristor.
3. Tegangan tinggi
Jika tegangan forward anode ke katode lebih besar dari tegangan maju breakdown VBO, arus
bocor yang dihasilkan cukup untuk membuat thyristor on.
Untuk membuat thyristor menjadi ON kita harus memberi arus trigger lapisan P yang dekat
dengan katoda. Caranya dengan membuat kaki gate pada thyristor PNPN seperti pada gambar
di bawah. Karena letaknya yang dekat dengan katoda, pin gate ini bisa juga disebut pin
gatekatoda (cathode gate).
Pada kurva karakteristik thyristor dibawah ini tertera tegangan breakover Vbo, yang jika
tegangan forward SCR mencapai titik ini, maka SCR akan ON. Lebih penting lagi adalah
arus Ig yang dapat menyebabkan tegangan Vbo turun menjadi lebih kecil. Pada gambar
ditunjukkan beberapa arus Ig dan hubungannya dengan tegangan breakover. Pada datasheet
SCR, arus trigger gate ini sering ditulis dengan notasi IGT (gate trigger current). Pada gambar
ditunjukkan juga arus Ih, yaitu arus holding yang mempertahankan SCR tetap ON. Jadi, agar
SCR tetap ON, arus forward dari anoda menuju katoda harus berada di atas parameter ini.

4. Bagaimana thyristor dapat “turned off”?


Satu-satunya cara untuk membuat thyristor atau Silicon Controlled Rectifier (SCR) menjadi
OFF adalah dengan membuat arus anoda-katoda turun di bawah arus Ih (holding current).
Pada gambar kurva SCR, jika arus forward berada di bawah titik Ih, maka SCR kembali pada
keadaan OFF. Berapa besar arus holding ini umumnya ada di dalam datasheet SCR. Cara
membuat SCR menjadi OFF adalah dengan menurunkan tegangan anoda-katoda ke titik nol.
Karena inilah SCR atau thyristor pada umumnya tidak cocok digunakan untuk aplikasi DC.
Komponen ini lebih banyak digunakan untuk aplikasi tegangan AC, karena SCR bisa OFF
pada saat gelombang tegangan AC berada di titik nol.
5. Apa yang dimaksud dengan komutasi sendiri (line commutated)?
Thyristor dapat mejadi OFF jika terdapat rangkaian eksternal (external circuit) yang
menyebabkan anoda menjadi bias negatif (negatively biased) dan dikenal dengan metode
natural atau komutasi sendiri (line commutated).

6. Apa yang dimaksud dengan komutasi paksa (force commutated)?


Pada beberapa penggunaan pensaklaran (switching) thyristor kedua untuk pengosongan
kapasitor di katoda pada thyristor pertama. Metode ini dikenal dengan komutasi paksa
(forced commutated).

7. Apa perbedaan thyristor dengan triac?

SCR adalah thyristor yang uni-directional (satu arah), karena ketika ON hanya bisa
melewatkan arus satu arah saja, yaitu dari anoda menuju katoda. Struktur TRIAC sebenarnya
sama dengan dua buah SCR yang arahnya bolak-balik dan kedua gate-nya disatukan. Simbol
TRIAC ditunjukkan pada gambar di bawah. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi-directional
(dua arah)
Triac merupakan komponen thyristor dua arah atau analoginya sama dengan penggabungan
dua buah thyristor yang terhubung secara anti parallel.
TRIAC diaplikasikan pada AC daya rendah, aplikasi TRIAC digunakan pada semua tipe
kendali panas sederhana, kendali penerangan, kendali motor, dan saklar AC. Karakteristik
dari TRIAC mirip dengan dua thyristor dihubungkan dalam hubungan inverse parallel dengan
hanya mempunyai satu terminal gate.

TRIAC bekerja mirip seperti SCR yang paralel bolak-balik, sehingga dapat melewatkan arus
dua arah. Kurva karakteristik dari TRIAC seperti tampak pada gambar berikut ini. Pada data
sheet akan lebih rinci diberikan besar parameter-parameter seperti Vbo dan -Vbo, lalu
IGTdan -IGT, Ih serta -Ih dan sebagainya. Umumnya besar parameter ini simetris antara yang
plus dan yang minus. Dalam perhitungan desain, bisa dianggap parameter ini simetris
sehingga lebih mudah dihitung.

8. Apakah itu konverter?


Suatu alat untuk mengkonversikan daya listrik dari suatu bentuk ke bentuk daya listrik lainya.
Dua bagian utama dari konverter adalah
a. Rangkaian Power (Power Circuit)
b. Rangkaian Control ( Control Circuit)
Rangkaian Trigger atau rangkaian driver untuk mengatur pensaklaran (switching).

9. Bagaimana prinsip kerja dari konversi AC ke DC?

Pengkonversi tegangan AC ke DC disebut juga sebagai rectifier atau penyearah gelombang.


Komponen utama dalam rectifier adalah diode yang dikonfigurasikan secara forward bias.
Dalam sebuah power supply tegangan AC rendah, sebelum tegangan AC tersebut diubah
menjadi tegangan DC, maka tegangan AC tersebut perlu diturunkan menggunakan trafo step-
down. Ada 3 bagian utama penyearah gelombang pada power supply, yaitu transformer,
diode, dan kapasitor. Penyearah gelombang ini dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Penyearah setengah gelombang (Half Wave Rectifier)


Rectifier ini menggunaka 1 buah komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC.
Prinsip kerjanya adalah mengambil sisis sinyal positif dari gelombang AC dari transformator.
Pada saat transformator memberikan outout sisi positif daari gelombang AC, maka diode
dalam keadaan forward bias sehingga sisi positif dari gelombang AC tersebut dilewatkan dan
pada saat transformator memberikan sinyal sisi negative, gelombang AC maka diode dalam
posisi reverse bias, sehingga sisi negative tegangan AC tersebut ditahan atau tidak
dilewatkan.

2. Penyearah Gelombang Penuh ( Full Wave Rectifier )


Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh ini adalah menggunakan 4 dioda. Pada saat
output transformator memberikan level tegangan sisi positif, maka D1,D4 pada posisi
forward bias dan D2,D3 pada posisi reverse bias. Kemudian paada saat output transformator
memberikan level tegangan sisi puncak negative, maka D2,D4 pada posisi forward bias dan
D1,D2 pada posisi reverse bias sehingga level tegangan sisi negative tersebut dialirkan
melalui D2,D4.

10. Bagaimana prinsip kerja dari konversi AC ke AC?

Konverter AC ke AC biasa disebut juga cyclo-converter. Konverter ini digunakan untuk


memperoleh tegangan keluaran ac variable dari sumber ac tetap dan converter satu fasa
dengan suatu triac.
Konverter AC-AC bisa juga didesain dengan menggabungkan 2 buah atau lebih jenis
konverter, yang sering disebut dengan istilah konverter matrik. Konverter matrik ini sering
digunakan sebagai pengganti cycloconverter karena memiliki topologi yang lebih sederhana,
biasanya berupa sistem rectifier-inverter yang berbasis pada saklar GTO/IGBT. Sayangnya
karena terbatasnya komponen saklar ini, masih sedikit perusahaan yang mampu
memproduksinya dan memasarkannya. Keunggulan teknologi konverter matrik AC-AC ini
adalah sudah mampu mengatasi masalah harmonisa dan faktor-daya. Frekuensinya keluaran
yang lebih tinggi dari sumber juga bisa dengan mudah dihasilkan.

1. Cyclo-converter satu fasa


Secara sederhana rangkaian elektronika daya cycloconverter satu phasa dapat dilihat pada
gambar (a). Untuk lebih mudah memahami kerja rangkaian ini dapat dibayangkan dengan
cara membagi topologi ini menjadi 2 buah rangkaian konverter tyristor-P dan rangkaian
konverter tyristor-N paralel yang nantinya bekerja secara bergantian. Konverter tyristor-P
bekerja untuk membentuk arus keluaran AC pada saat periode positip-nya, sedangkan
konverter tyristor-N bekerja setelahnya untuk membentuk arus keluaran AC pada periode
negatifnya.
2. Cyclo-converter tiga fasa
Bentuk gelombang keluaran cycloconverter akan lebih baik menyerupai sinus dengan cara
menambah jumlah pulsa sumbernya, seperti terlihat pada gambar. Gambar (a) adalah bentuk
gelombang keluaran dengan sumber masukan gelombang AC tiga fasa. Sedangkan Gambar
(b) adalah bentuk gelombang keluaran dengan sumber masukan gelombang AC enam fasa.
Gelombang AC enam fasa dapat dihasilkan dengan cara menjumlahkan gelombang AC tiga
fasa dengan gelombang AC tiga fasa tersebut yang digeser sudutnya sejauh 30 derajat dengan
menggunankan trafo tiga phasa hubungan wye-delta (trafo penggeser fasa).

11. Bagaimana prinsip kerja dari konversi DC ke DC?

Konverter dc-dc dikenal juga sebagai dc-chopper atau pensaklaran regulator dan suatu
rangkaian transistor chopper. Tegangan keluaran rata-rata dikendalikan dengan mengubah-
ubah conduction time (t) dari transistor. DC-Chopper dibagi menjadi dua, yaitu step-down
chopper dan step-up chopper.
1. Step-Down Chopper
Jika saklar SW ditutup pada saat t1, maka tegangan Vs akan melalui beban, Jika saklar
dimatikan saat t2, tegangan yang melewati beban adalah nol. Bentuk gelombang output dan
arus beban ditunjukkan pada gambar (b).
2. Step-Up Chopper
Cjopper ini biasa digunakan untuk menaikkan tegangan DC. Prinsip kerja menurut gambar
dibawah adalah apabila saklar SW ditutup pada saat t1, arus akan mengalir pada inductor dan
akan menyimpan energy pada inductor tersebut. Jika saklar terbuka pada saat t2, energy yang
tersimpan pada inductor dialirkan ke beban.

12. Bagaimana prinsip kerja dari konversi DC ke AC?

Konverter dc-ac dikenal juga sebagai inverter. Prinsip kerja inverter dapat dijelaskan dengan
menggunakan 4 sakelar seperti ditunjukkan pada gambar dibawah. Bila sakelar S1 dan S2
dalam kondisi on, maka akan mengalir arus DC ke beban R dari arah kiri ke kanan. Apabila
yang hidup adalah sakelar S3 dan S4 maka akan mengair aliran arus DC ke beban R dari arah
kanan ke kiri. Inverter biasanya menggunakan rangkaian modulasi lebar pulsa atau yang
disebut Pulse Width Modulation dalam proses konversi tegangan DC menjadi AC.
13. Tahap-tahap apa saja yang diperlukan untuk merancang peralatan elektronika
daya ?

Ada tiga tahapan dalam perancangan elektronika daya, yaitu:

1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.Disini kita merancakan hardware


yang akan kita pakai dalam merancang sebuah peralatan elektronika daya sesuai dengan
design rangkaian yang telah kita tentukan sebelumnya.

2.Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik. Pada saat pembuatan kita sebelumnya
telah memiliki design dan telah memiliki hardware yang akan kita butuhkan untuk merancang
peralatan elektronika daya. Setelah itu kita membuat peralatan elektronika dayanya. Yaitu
dengan merealisasikan rancangan/design yang sebelumnya telah kita buat, dengan
menyolder/merangkai hardware yang telah kita miliki sebelumnya.

3. Uji Coba. Setelah semua telah selesai, hal yang paling terakhir dalam perancangan
peralatan elektronika daya yaitu uji coba. Disini kita menguji rangkaian yang telah kita buat,
dan analisa sesuai kegunaan alatnya, apabila berhasil berarti perancangan peralatan
elektronika daya kita dapat dikatakan sukses, apabila masih ada kesalahan, kita lakukan
evaluasi,dan lakukan perbaikan sampai didapat peralatan elektronika yang kita inginkan.

14. Apa yang dimaksud efek peripheral dari peralatan elektronika daya ?

Dalam suatu peralatan elektronika daya terdapat komponen dan bagian penting dalam
penyusunnya, ada itu perangkat utama, maupun perangkat peripheral. Peripheral adalah
perangkat input/output yang merupakan bagian dan pendukung sistem,dalam peralatan
elektronika daya peripheral berarti perangkat yang mendukung sistem elektronika daya,
contohnya seperti sakelar, sekering (fuse), lampu indikator, voltmeter dan amperemeter, jack
dan plug, Printed Circuit Board (PCB), kabel dan steker, serta Chasis. Baik perangkat utama
maupun perangkat pendukung sama sama berperan penting dalam rangkaian elektronika
daya.

15. Apa perbedaan karakteristik gate antara GTO dengan Thyristor ?


GTO merupakan komponen elektronika daya yang memiliki tiga terminal, yaitu: anoda,
katoda, dan gerbang (gate). Semikonduktor daya ini termasuk dalam keluarga thyristor.
Dalam rangkaian elektronika daya, GTO dioperasikan sebagai sakelar. karakteristik ideal
GTO jika dioperasikan sebagai sakelar sama seperti Thyristor SCR. Perbedaan GTO dengan
Thysristor SCR adalah pada saat proses pemutusan, GTO akan OFF jika terminal gerbang
dan katoda diberi tegangan yang lebih negatif atau dialiri pulsa arus negatif, sementara SCR
pemutusannya dilakukan dengan cara memberi triggering pada gatenya dan terjadi komutasi.

16. Mengapa catu daya switching lebih efisien dibanding catu daya linier, untuk ukuran
besar ?

Efisiensi yang rendah pada catu daya linear dengan permisalan regulator LM78xx sebagai
parameternya adalah kelebihan tegangan input regulator akan dirubah menjadi panas
sehingga sebagian besar daya input akan hilang karena dirubah menjadi panas tersebut. Pada
catu daya switching daya input dengan daya output besarnya sama sehingga efisiensi daya
dari catu daya switching lebih efisien dari pada catu daya linier.

17. Apa yang dimaksud dengan duty cycle ?

Duty Cycle adalah perbandingan lama waktu suatu signal berada dalam kondisi high dengan
lama waktu suatu signal tersebut dalam kondisi (high+low), duty cycle sangat berguna dalam
merancang alat-alat yang menggunakan konsep PWM (Pulse Width Modulation).

Source :
https://zulfinugraha.wordpress.com