Anda di halaman 1dari 4

PEMIKIRAN FASE RENAISSANCE DAN TUMBUHNYA MODERNISME

Adde marup wirasenjaya

SETELAH pemikir dari Yunani mewariskan berbagai pemikiran baru dan


menerobos kebuntuan, fase pemikiran berikutnya adalah pemikiran Romawi.
Sumbangan terbesar fase Romawi adalah dalam pemikiran tentang hukum. Istilah
hukum positif yang kita kenal saat ini, sedikit banyak disumbangkan oleh para filsuf
Romawi, khususnya Cicero.
Setelah fase Romawi, fase berikutnya adalah fase Abad Tengah yang disebut-
sebut sebagai fase kegelapan dalam bidang pemikiran. Sebelum akhirnya dibebaskan
oleh para pemikir abad renaissance di Italia, pemikiran Abad Tengah telah membawa
Eropa mengalami kejumudan berpikir. Apa yang terjadi pada Abad engah, di lain
pihak, telah memberi inspirasi bagi munculnya pemikiran renaissance.
Kurun waktu renaissance biasanya menunjuk pada fase pemikiran pada abad
ke-14 hingga abad ke-16. Pusat persemaian pemikiran ini berlangsung di Italia,
terutama di Florence, yang selanjutnya menyebar ke Eropa dan kelak menjadi cikal
bakal lahirnya proses modernisasi tahap pertama di dunia.
Renaissance (Perancis), aufklarung (Jerman) atau enlightening (Inggris) berasal
dari istilah Italia, rinascita, yang maknanya adalah kelahiran kembali. Renaissance
menunjuk pada momen dimana akal manusia (reason) menjadi pendorong
kebudayaan, setelah sebelumnya tenggelam dalam dogma agama. Akal pikiran adalah
tempat konfirmasi bagi pencapaian hidup manusia.

Konteks sosial filsafat renaissance


Pada awalnya, renaissance menunjuk pada gerakan kesenian yang ingin
mengusung kebebasan berekspresi. Mereka menolak intervensi gereja terhadap karya
seni.
Munculnya renessaince boleh dikatakan merupakan upaya untuk mengembalikan
pikiran (reason) setelah mengalami “kematian” pada fase the dark age di abad
pertengahan. Seperti dicatat sejumlah penulis, fase abad gelap terjadi pada Abad
Tengah (abad ke-2 SM). Disebut abad gelap karena pada saat itu kebebasan berpikir
yang telah dirintis oleh para pemikir Yunani dibunuh oleh para raja yang memonopoli
pemikiran.
Pada masa Abad Tengah, struktur sosial yang dominan adalah feodalisme.
Egitu juga dalam kehidupan keagamaan dan ruhaniah, fase Abad Tengah ditandai oleh
monopoli tafsir agama (Katolik) oleh pihak gereja dan mereka yang berkuasa.
Monopoli tafsir oleh pihak gereja atas Injil inilah yang kemudian melahirkan model
skolastik dalam dunia pendidikan. Model skolastik berarti guru menjadi satu-satunya
pemilik kebenaran. Dan yang disebut guru pada masa Abad Tengah, adalah kalangan
gereja.
Intervensi gereja juga terjadi dalam bidang ilmu pengetahuan. Upaya pencarian
kebenaran tidak boleh dilakukan tanpa ijin gereja. Jika ada teori serta pemikiran yang
berbeda, pihak gereja akan memberi hukuman yang amat berat. Abad Tengah sama
sekali tidak menyumbang pemikiran besar bagi pemikiran politik.

Munculnya renaissance/aufklarung
Fase renaissance ditandai dengan tumbuhnya filsafat antroposentris dimana
manusia menjadi pusat eksistensi. Filsafat ini ingin mengembalikan harkat dan posisi
akal sebagai pembentuk kebudayaan. Dengan kata lain, renaissance percaya tentang
adanya dignity of man. Fase renaissance didasarkan pada keyakinan bahwa manusia
dilahirkan bukan sekedar untuk memikirkan nasib di akhirat (beyond the world),
sebagaimana diyakini oleh pemikir di Abad Tengah, tetapi juga menjadi kreator di
dunia. Manusia harus mengolah, menyempurnakan dan menikmati dunia ini, itulah
prinsip filsafat pencerahan. Kesenangan dan kesengsaraan, kemajuan dan
kemunduran, kebahagiaan dan nestapa, bukan ditentukan oleh faktor di luar manusia.
Manusia punya otonomi, dan akal adalah pusat bagi otonomi tersebut.
10 ciri penting pemikiran renaissance
1. Pemujaan pada akal budi
2. Menguatnya empirisme
3. Munculnya pemikiran saintifik
4. Munculnya pemikiran universalisme
5. Progres adalah acuan kebudayaan manusia
6. Posisi individu sangat penting
7. Toleransi pada posisi manusia
8. Kebebasan adalah landasan hidup
9. Uniformitas (manusia adalah sama di manapun)
10. Sekularisme
Pemikiran renaissance menjadi titik tolak perkembangan modernisme di
Eropa. Dari sinilah kemudian terjadi bebagai penemuan ilmiah dan pemikiran yang
revolusioner.

Machiavelli
Fase renaissance melahirkan tokoh yang kemudian menjadi tokoh berpengaruh
dalam pemikiran politik, yaitu Niccolo Machiavelli (1467-1527). Tokoh ini sering
disebut sebagai bapak rasionalisme politik karena melakukan terbosan penting dalam
memaknai kekuasaan dan hubungan antara penguasa dan rakyat.
Gagasan-gagasan utama Machiavelli antara lain:
1 politik harus dipisahkan dari moral dan etika
2 penguasa tidak boleh mengikuti hati nurani
2 setiap negara harus punya tentara yang kuat
3 menolak tentara bayaran
4 penguasa selayaknya dibenci dan dicintai sekaligus

Pengaruh Machiavelli
5 berpengaruh pada gagasan realis dalam pemikiran politik
6 dianggap sebagai tokoh utama pemikiran politik modern
7 kecintaannya pada tanah kelahiran menjadi inspirasi bagi paham
nasionalisme di kemudian hari
8 mempengaruhi cara berkuasa sejumlah penguasa pada pada abad
berikutnya
9 bukunya, The Prince, menjadi “kitab suci” sejumlah penguasa dan
dianggap karya penting studi ilmu politik.

Next: ide-ide politik modernisme