Anda di halaman 1dari 19

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

PROGRAM PENDIDIKAN NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYA PURWOKERTO

Ruang Rawat : ABIMANYU Tanggal Dirawat : 6 Maret 2018

I. IDENTITAS KLIEN

Inisial : Sdr. D Tanggal Pengkajian : Senin, 19 Maret 2018 Agama : Islam


Umur : 28 Thn No.RM : 062519 Alamat : Sukoharjo
Penanggungjawab : Tn. S Hub. Dengan klien : Ayah Kandung Pendidikan : SMA

II. ALASAN MASUK


Klien mengatakan masuk RSJ sudah 2 kali. Yang pertama pada tahun 2016 dan yang kedua pada tahun 2018. Klien
diantar oleh keluarganya. Klien mengaku sering melakukan tindak kekerasan terhadap tetangga sekitar.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


Klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya ? Ya, pada tahun 2016 yaitu perilaku kekerasan. Pengobatan
sebelumnya kurang berhasil. Klien tidak pernah mengalami penganiayaan secara fisik. Klien sering melakukan
penganiayaan secara fisik terhadap teman dan tetangganya. Klien tidak pernah mengalami penganiayaan secara seksual.
Klien termasuk laki-laki yang genit terhadap perempuan. Klien tidak pernah mengalami penolakan. Klien tidak pernah
mengalami kekerasan dalam keluarga. Klien pernah diperjara selama setahun karena klien menganiaya teman yang
menyebabkan teman tersebut terluka.

Dikeluarga tidak ada yang mengalami gangguan jiwa seperti klien. Klien tinggal dengan bapak, kakek dan neneknya.
Keluarga klien yang lain pergi merantau. Klien terdiri dari 3 saudara, klien anak ke-2. Awalnya klien sering marah dan
menganiaya teman-temannya. Sebelumnya klien sudah dirawat di RSJ tahun 2016.

Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan adalah klien pernah dipenjara dan sering dipukul kakak kandungnya
apabila klien berbuat salah.

IV. FISIK
Tanda Vital : TD : 110/80 mmHg N: 86 x/menit S: 36,3ºC RR: 20 x/menit
Ukur : TB: 180 cm BB: 125 kg
Keluhan fisik : klien mengeluh diare sudah 3 hari, saat dilakukan pengkajian
hari Senin klien diare sebanyak 5 kali, konsistensi cair, tidak ada
lendir maupun darah. Klien sudah mendapat therapi obat new
diatab 3 x 2 tab dan oralit
V. PSIKOLOGI
1. Genogram

1.

c v v v v v v v v c c c
v
v

Keterangan :
c c

v : laki-laki : tinggal 1 atap

: perempuan

: pasien

: meninggal
2. Konsep Diri
a. Gambaran Diri :
Klien mengatakan paling suka bagian tubuhnya yaitu rambut dan telinganya. Karena klien suka tindik dan model rambut yang
keren.
b. Identitas :
klien mengatakan sebagai anak ke 2 dari 3 bersaudara dan merasa puas sebagai seorang laki-laki
c. Peran :
sebagai anak dan cucu dibagian keluargannya, sebagai anggota perkumpulan remaja di lingkungannya.
d. Ideal Diri :
Klien mengatakan ingin diterima dimasyarakat, Klien mempunyai keinginan untuk menurunkan berat badan, saat dirawat di
RSJD ini ingin cepet pulang ingin bertemu dengan orang-orang terdekat.
e. Harga Diri :
Klien mengatakan masyarakat sekitar tidak menyukai dengan klien karena anggapan masyarakat terhadap penampilan yang
menakutkan sehingga klien membatasi diri dengan lingkungan.
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Klien mengatakan paling deket dengan kakeknya. Hasil kerja klien diberikan kepada kakek dan bila ada kebutuhan yang
dibutuhkan klien minta ke kakeknya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Sebelum dirawat pasien mengatakan mengikuti perkumpulan pemuda seperti membantu acara hajatan, gotong- royong, dan
mengikuti rutinan ( yasinan) di masyarakat sekitar.

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain


Klien mengatakan kadang-kadang berkomunikasi dengan teman-temannya dan jarang berkomunikasi dengan perawat
4. Spritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan beragama islam, dan wajib menjalankan ibadah sholat 5 waktu. Klien paham bahwa dirinya sedang berada
di RSJ. Klien meyakini bahwa sakitnya jika diobati akan sembuh.

b. Kegiatan ibadah
Klien mengatakan sebelum dirawat klien selalu menjalankan sholat berjamaah di Masjid. Karena ibadah adalah tiang agama
yang harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Dalam menampilan klien rapi tetapi klien mengunakan anting. Rambut klien kriting dan berwarna hitam.
2. Pembicaraan
Pembicaraan klien cepat dan kooperatif. Klien selalu menjawab pertanyaan apabila ditanya.
3. Aktivitas Motorik
Klien tampak lesu dan banyak tiduran karena selama 3 hari ini, klien mengatakan diare.
Klien bisa memainkan gitar dan suka bernyanyi.
4. Alam Perasaan
Klien kadang merasa senang, menyendiri, dan kadang diam.
5. Afek
Ekspresi wajah normal (ekspresi muncul sesuai apa yang diceritakan=appropiate)
6. Interaksi Selama Wawancara
Klien aktif selalu menjawab bila ditanya
7. Persepsi
Halusinasi saat pengkajian tidak ditemukan
8. Proses Pikir
Klien berbicara tidak berbelit-belit, jika ditanya bisa menjawab secara berurutan
9. Isi Pikir
Klien tidak mengalami gangguan isi pikir
10. Waham
Tidak terdapat waham pada klien
11. Tingkat Kesadaran
Klien sadar hari, tanggal dan waktu sesuai pengkajian yaitu hari Senin 19 Maret 2018 jam 11.00 WIB. Klien sadar,
tidak mengalami disorientasi waktu, tempat dan orang.
12. Memori
Daya ingat jangka panjang klien baik, klien masih ingat masa lalunya. Jangka pendek klien dapat mengingat kejadian
yang terjadi dalam 2 minggu terakhir.
13. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Klien sekolah lulusan SMA berhitung klien lancar, pasien bisa menjumlahkan contoh jumlah keluarga bapak 12
ditambah jumlah keluarga ibu 5 sama dengan 17 ada yang meninggal 1 orang sisa keluarga bapak dan ibu 16 orang.
14. Kemampuan penilaian
Klien dapat menilai antara menolong orang atau melanjutkan perjalanan, klien mengatakan memilih menolong orang
terlebih dahulu kemudian melanjutkan perjalanan.
15. Daya tilik diri
Klien mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai gangguan kejiwaan (klien mengkingkari penyakit yang diderita)
Klien menyalahkan orang dan lingkungan yang meyebabkan klien dirawat

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Klien makan 3 kali sehari makan dengan lauk, sayur, buah secara mandiri
2. BAB/BAK
Klien 6-7 kali/hari dalam BAK dan BAB 2 kali/hari secara mandiri
3. Mandi
Klien mandi 2 kali/hari dan selalu menggosok gigi saat mandi dengan bersih.
4. Berpakaian
Klien ganti baju 2 kali sehari.
5. Istirahat dan Tidur
Klien tidur siang sekitar 2 jam, dan 6-7 jam malem hari.
6. Penggunaan Obat
Klien rutin dalam mengkonsumsi obat 2 kali sehari, diminum pada pagi hari dan malam hari.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Apabila sakit klien berobat ke petugas kesehatan terdekat.
8. Kegiatan didalam rumah
Klien diharapkan mencuci pakaian sendiri saat di rumah dan membantu membersihkan rumah.
9. Kegiatan diluar rumah
Klien diharapkan saat belanja dan transportasi secara mandiri.

VIII. MEKANISME KOPING


Mekanisme koping klien maladaptif (klien mengatakan riwayat minum alkohol sebelum dirawat) sedangkan untuk
mekanisme koping yg adaptif ( klien mau berbicara dengan orang lain, dan mau melakukan aktivitas memainkan gitar)
IX. MASALAH PSIKOLOGI DAN LINGKUNGAN
Klien mempunyai masalah dengan kelompok lingkungan karena masyarakat tidak menerimanya
X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG
Temtang pemyakit jiwa, koping dan faktor presipitasi.
XI. DIAGNOSA MEDIS
F.31.2 :
XII. TERAPI
- Risperidone 2 mg 2x1 tab
- Chlorpromazine 100 mg 1x1 tab (malam)
Data Subjektif & Objektif Masalah Keperawatan
DS: Resiko Perilaku
Kekerasan
DO: klien suka bercanda dengan meninju temannya. Klien ketika berbicara
dengan suara keras. Klien mempunyai tindik ditelinga kiri dan kanan. Klien
menggunakan kalung.
Klien merasa tidak ada orang yang menyukainya dimasyarakat
DS: klien mengatakan merasa tidak dihargai dimasyarakat Harga Diri Rendah

DO: klien terlihat lebih banyak menghabiskan waktu ditempat tidur,


menyendiri.

POHON MASALAH

Resiko mencederai diri sendiri, orang


lain, dan lingkungan

Perilaku kekerasan
Resiko Perilaku Kekerasa

Kekerasa
Gangguan konsep diri: Harga Diri Rendah
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Perilaku Kekerasan

TGL DX.Kep. TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN


19 Maret Perilaku Setelah dilakukan tindakan keperawatan SP I
2018 kekerasan selama 6x pertemuan diharapkan pasien dapat - bina hubungan saling percaya
11.00 mengontrol perilaku kekerasan dengan - identifikasi penyebab marah, tanda dan gejala yang
kreteria hasil : dirasakan, PK yang dilakukan, akibat PK
- Latih cara mengontrol PK secara fisik
- Membina hubungan saling percaya
SP II: Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan obat
- Pasien dapat menyebutkan penyebab PK
- Pasien dapat menyebutkan tanda gejala - Evaluasi jadwal harian klien untuk cara mnecegah
PK marah yang sudah dilatih
- Pasien dapat mengidentifikasi PK yang - Latih pasien konrol PK dengan cara minum obat secara
dilakukan teratur dengan prinsip lima benar
- Pasien dapat mengidentifikasi akibat PK SP III: Latihan mengontrol PK secara sosial/verbal
- Pasien menyebutkan cara mengontrol PK - Evaluasi jadwal harian untuk 2 cara fisik
- Pasien mampu mempraktekkan latihan - Latih kontrol PK dengan cara ungkapkan rasa marah
cara mengontrol PK dengan nafas dalam, secara verbal: menolak dengan baik, mengungkapkan
pukul bantal atau kasur, secara perasaan dengan baik.
verbal, secara spiritual dan penggunaan - Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara
obat dengan benar verbal
SP IV: Latihan mengontrol PK secara spiritual
- Diskusikan hasil latihan mengontrol PK secara spritual
- Latih Shalat dan berdoa
- Buat jadwal latihan shalat dan berdoa
Setelah dilakukan tindakan keperawatan SP I:
selama 4x pertemuan diharapkan pasien dapat - Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
mengontrol harga diri rendah dengan kreteria klien
- Bantu klien menilai kemampuan yang masih dapat
hasil :
digunakan
- Membina hubungan saling percaya - Bantu klien memilik/menetapkan kemampuan yang
- Pasien dapat menyebutkan penyebab akan dilatih
HDR SP II:
- Pasien dapat menyebutkan tanda gejala - Latih klien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan
HDR kemampuan klien dan menyusun rencana tindakan.
- Pasien dapat mengidentifikasi HDR yang
dialami
- Pasien dapat mengidentifikasi akibat
HDR
- Pasien menyebutkan cara mengatasi
HDR
- Pasien mampu mempraktekkan latihan
cara mengontrol HDR
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

TGL DX. KEP IMPLEMENTASI EVALUASI


DS : S:
DO : - klien mengatakan lebih tenang setelah tarik nafas dalam
Dx.. Kep dan akan mencobanya ketika hendak marah.
Tindakan : - Klien mengatakan lebih suka bermain gitar dari pada
SP I pukul bantal untuk menyalurkan marah dengan fisik
mendiskusikan bersama klien O:
Senin, 19 Maret
Perilaku penyebab marah, tanda dan - klien bicara lancar, tampak fokus
2018 jam 11.00
kekersan gejala PK, PK yang dilakukan - klien kooperatif, tatapan mata tajam, tampak tegang,
WIB
saat marah, akibat PK, cara klien tidak menyadari bahwa dirinya melakukan perilaku
kontrol PK kekerasan.
- Klien mampu mendemonstrasikan cara fisik I( tarik
nafas dalam) .
mengajarkan cara kontrol PK A: RPK masih ada
dengan Fisik I ( tarik nafas P:
dalam ) - latihan nafas dalam 2x/hari jam 06.00 dan 16.30
mengajarkan cara fisik 2 - bermain gitar
dengan bermain gitar
RTL :
- Evaluasi SP I
- Lanjutkan SP II
(patuh minum obat)

4.
SP II: S : klien mengatakan sudah bisa melakukan teknik nafas dalam.
Selasa, 20 Mengevaluasi jadwal harian Klien mengatakan minum obat sesuai jadwal yang diberikan
Maret 2018 jam klien untuk cara mencegah dokter
marah yang sudah dilatih.
13.00 WIB O: Klien sudah mampu mengetahui tentang manfaat, efek
Melatih pasien konrol PK samping dan perlunya minum obat rutin. Klien minum obat
dengan cara minum obat
tepat waktu.
secara teratur dengan prinsip
lima benar. A: RPK berkurang
P:
- latihan nafas dalam 2x/hari jam 06.00 dan 16.30
2. - bermain gitar
- minum obat sesuai jadwal
S:
- klien mengatakan dapat mengontrol emosinya dengan
Sp III : cara fisik (nafas dalam)
Latihan mengontrol PK - Klien mengatakan terapi musik sudah dilakukan sesuai
Selasa,20 Maret secara verbal dg jadwal klien sendiri
2018 Evaluasi jadwal harian untuk - Klien mengatakan mau latihan bicara yang baik (
13.00 dua cara fisik menolak dg baik jika ada yg menyuruh dan meminta
Latihan megungkapkan rasa dengan baik tanpa marah dengan nada suara yg rendah
marah secara verbal, menolak serta tidak menggunakan kata-kata yg kasar)
dengan baik, mengungkapkan
perasaan dengan baik. O:
Susun jadwal latihan - klien tampak senang, klien mampu mendemontrasikan
mengungkapkan marah cara fisik II dengan baik tanpa bimbingan.
secara verbal A: SP III tercapai.
P:
Pp :
- lanjutkan SP IV
- Diskusikan hasil latihan mengontrol perilaku kekerasan
secara fisik, dan sosial/ verbal.
Pk :
- Latihan sholat/ berdo’a
- Buat jadwal latihan sholat/ berdo’a
Selasa, 05 Mei
2012
09.00 SP IV
1. memvalidasi masalah
2. melatih kontrol PK dengan
cara spiritual
3. Membimbing pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian

SP V
1. Memvalidasi masalah S : klien mengatakan masih ingat cara control marah yang
Rabu, 04 Mei 2. menjelaskan cara kontrol PK sudah diajarkan (tarik nafas dalam dan pukul bantal), klien
2012 dengan minum obat teratur mengatakan sudah sering berdo’a dan shalat di RSJ
09.00 3. membimbing pasien O: klien tampak senang, kontak mata baik, klien bersedia
memasukkan dalam jadwal membicarakan dengan baik – baik ketika marah
kegiatan harian A: SP III tercapai
P: lanjutkan SP IV (dengan cara spiritual)

S : klien mengatakan sudah dapat mengontrol emosi, dan akan


Kamis, 04 Mei mencoba cara control marah dengan berdo’a dan shalat
2012 O: klien tampak senang
09.00 A: SP II belum optimal
P: lanjutkan SP V (dengan cara minum obat teratur)
S : klien mengatakan sudah teratur dalam meminum obat
O: klien tampak tenang dan senang, klien kooperatif
A: dapat menggunakan obat secara teratur
P: pertahankan kondisi pasien
Diagnosa Keperawatan Rencana Keperawatan