Anda di halaman 1dari 41

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh proses pembelajaran. Untuk


mengukur keberhasilan proses pembelajaran diperlukan evaluasi dan proses analisis dari
evaluasi. Manfaat dari analisis evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
pembelajaran dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran. Karena itu begitu
pentingnya guru mengadakan analisis butir soal (distraktor, tingkat kesukaran, daya
pembeda, dan kualitas soal), validasi dan reliabilitas instrument.

Kegiatan evaluasi merupakan bagian yang tak terpisah dari upaya apapun yang
terprogram. Melaksanakan evaluasi pembelajaran merupakan tugas pokok seorang
evaluator dalam manajemen sekolah, namun tidak berati hanya evaluator saja yang harus
memahami model-model evaluasi program pembelajaran tetapi para pendidik dan calon
pendidik serta praktisi lain.

Hasil dari proses penilaian perlu dilakukan analisis, untuk melihat validitas dan efektivitas
instrument, serta untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran. Ada tiga
sasaran pokok ketika guru melakukan analisis terhadap hasil belajar, yaitu terhadap guru,
siswa dan prosedur pembelajaran. Fungsi analisis untuk guru terutama untuk mendiagnosis
keberhasilan pembelajaran dan sebagai bahan untuk merevisi dan mengembangkan
pembelajaran dan tes. Bagi siswa, analisis diharapkan berfungsi mengetahui keberhasilan
belajar, mendiagnosa mengoreksi kesalahan belajar, serta Memotivasi siswa belajar lebih
baik.

Pada makalah ini akan dibahas mengenai analisis soal berupa validitas, daya beda, indeks
kesukaran, dan reliabilitas yang berguna sebagai pedoman bagi pendidikan dalam
melakukan analisis soal terutam untuk soal objektif.

1.2.Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud dengan daya pembeda, tingkat kesukaran, validitas, rehabilitas,
signifikansi pada soal ?
- Bagaimana cara menghitung daya pembeda, tingkat kesukaran, rehabilitas dan
validitas pada soal?

1.3.Tujuan

Adapun tujuan penyusunan makalah ini agar dapat memahami cara menentukan daya
pembeda validitas, dan tingkat kesukaran pada soal, sehingga dengan mengetahui hal
tersebut dapat diketahui apakah soal yang di tes sudah memenuhi syarat penulisan butir
soal yang sudah di tetapkan.

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 1


BAB 2
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Pendidikan ( Pendidikan Menengah Kejuruan )
Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 )
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang dirinya dan masyarakat.
Pengertian pendidikan menengah kejuruan berdasarkan pedoman dalam Sistem
Pendidikan Nasional merupakan “ pendidikan yang mengutamakan pengembangan
kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis – jenis pekerjaan tertentu ( UU No. 2 Tahun
1989 Bab IV Pasal 11 Ayat 3 ). Pendidikan kejuruan merupakan sub system pendidikan
yang secara khusus membantu peserta didik dalam mempersiapkan diri untuk memasuki
lapangan kerja atau dapat dikatakan bahwa pendidikan kejuruan merupakan wahana
pendidikan yang memberikan bekal kepada peserta didik untuk dapat bekerja guna
menopang kehidupannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan
pendidikan yang mempersiapkan siswa atau peserta didik secara khusus untuk memasuki
lapangan kerja guna menopang kehidupannya.
Secara jelas misi dan tujuan Sekolah Menengah Kejuruan disebutkan dalam PP No.
29 Tahun 1990, antara lain :

1. Mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja atau lapangan kerja serta
mengembangkan sikap professional.
2. Mempersiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan
mampu mengembangkan diri.
3. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia kerja
atau dunia industry pada masa sekarang dan masa yang akan dating.
4. Mempersiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang produktif, adaptif, dan
kreatif.

Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian. Salah satunya adalah program
keahlian Teknik Otomotif. Tujuan Program Keahlian Mekanik Otomotif secara umum
mengacu pada isi UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 mengenai
Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan Pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan
kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama
untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan program keahlian Mekanik
Otomotif adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap
kompeten dalam :
1. Perawatan dan perbaikan motor otomotif ( automotive engine ).
2. Perawatan dan perbaikan system pemindah tenaga ( power train ).
3. Perawatan dan perbaikan chasis dan suspense otomotif.
4. Perawatan dan perbaikan system otomotif ( automotive wiring system ).

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 2


2.2 Pengertian Belajar
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang yang terjadi melalui latihan
dan pengalaman dan dapat diamati secara langsung sehingga apabila mengalami suatu
masalah dapat memahami maknanya dan menyelesaikannya dengan sadar dan bertujuan.

2.3 Proses Pembelajaran


Dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran, berbagai komponen pendidikan yang
penting terlibat di dalamnya. Guru, siswa, kurikulum, bahan ajar, interaksi, dan penilaian
hasil belajar adalah komponen utama pendidikan yang menyatu dalam suatu kegiatan
pembelajaran yang menyeluruh ( S. Hamid Hasan dan Asmawi Zainul 1992 / 1993 : 7 ).

Setiap komponen pendidikan saling menunjang dan berinteraksi membangun


bentuk nyata proses pembelajaran dalam suatu system pendidikan. Muhibbin Syah ( 1995 :
132 ) juga menyatakan bahwa proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa
dipengaruhi oleh :

1. Faktor internal ( factor dari dalam siswa ), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan
rohani siswa.
2. Faktor eksternal ( factor dari luar siswa ), yakni kondisi di sekitar siswa, seperti
guru, lingkungan belajar, fasilitas fisik, dan lain – lain.
3. Faktor pendekatan belajar ( approach to learning ), yakni jenis upaya belajar siswa
yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan
pembelajaran materi – materi pelajaran.

2.4 Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran


Evaluasi merupakan kegiatan penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan kata evaluasi
adalah assessment yang berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang
dicapai seorang siswa sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan. Selain kata evaluasi dan
assessment ada pula kata lain yang searti dalam dunia pendidikan kita, yakni tes, ujian, dan
ulangan ( Muhibbin Syah 1995 : 141 ).

Pengertian tes menurut Muhibbin Syah ( 1995 : 141 ) ialah alat ukur yang banyak
digunakan untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah proses belajar – mengajar atau
untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah program pengajaran. Sementara itu, istilah
evaluasi biasanya digunakan untuk menilai hasil pembelajaran para siswa pada akhir
jenjang pendidikan tertentu, seperti ulangan semester dan mid semester.

Ada beberapa tujuan dilakukannya evaluasi, seperti dikemukakan oleh Muhibbin


Syah ( 1995 : 142 ) yaitu :

1. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu
kurun waktu proses belajar tertentu.
2. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya.

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 3


3. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar.
4. Untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas
kognitifnya ( kemampuan kecerdasan yang dimilikinya ).
5. Untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah
digunakan guru dalam proses belajar mengajar ( PBM ).

Di samping memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi – fungsi sebagai
berikut :

1. Fungsi administrative untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku raport.
2. Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
3. Fungsi diagnostic untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan
program remedial teaching ( pengajaran perbaikan ).
4. Sumber daya BP untuk memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan
dan penyuluhan ( BP ).
5. Bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan dating yang meliputi
pengembangan kurikulum, metode, dan alat – alat PBM.
( Muhibbin Syah 1995 : 143 )
Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang
guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan mengadakan evaluasi, guru akan mengetahui
perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan social, sikap, dan
kepribadian siswa atau peserta didik sehingga mereka lebih dapat terarah menjadi lebih
baik
2.5 Alat Ukur Evaluasi yang Digunakan
Pemilihan alat ukur evaluasi ini harus disesuaikan dengan metode yang digunakan.
“ Alat ukur evaluasi yang berhubungan dengan hasil belajar mengajar dan belajar disebut
achievement test atau tes hasil belajar “ ( Ngalim Purwanto 1992 : 33 ). Tes hasil belajar
ini digunakan untuk menilai hasil – hasil pelajaran yang telah diberikan oleh guru kepada
peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
Sumadi Suryabrata ( 1997 : 2 ) dalam salah satu bukunya mengemukakan tahap –
tahap dalam merencana dan menyusun tes sehingga menjadi tes yang baik. Empat tahap
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan spesifikasi tes
Mencakup hal – hal penting yaitu : menentukan tujuan, penyusunan kisi –
kisi soal, memilih tipe – tipe soal, merencanakan taraf kesukaran soal,
merencanakan banyak sedikitnya soal dan merencanakan jadwal penerbitan soal.
2. Penulisan soal
Soal ditulis setelah penyusunan kisi – kisi soal tes ( pengembangan
spesifikasi tes ) selesai. Ada baiknya jika dibiasakan menulis soal setelah pokok
bahasan selesai diajarkan. Ini dimaksudkan untuk menghindari penumpukan
pekerjaan menulis soal menjelang evaluasi dilaksanakan. Jumlah soal yang ditulis
sebaiknya juga lebih banyak dari jumlah yang tercantum pada kisi tes.
3. Penelaahan soal
Setelah soal – soal yang direncanakan dalam kisi tes selesai ditulis, maka
soal –soal itu perlu ditelaah untuk menimbang apakah soal – soal itu telah

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 4


memenuhi syarat – syarat yang ditentukan. Syarat – syarat yang dituntut misalnya :
apakah soal tersebut jelas mengukur jenjang kemampuan yang sesuai dengan tujuan
instruksional khusus atau tujuan evaluasi ( kesahihan isi dan susunan ).

4. Pengujian butir – butir soal secara empiric


Administrasi tes bentuk akhir untuk tujuan – tujuan pembakuan ; biasanya
dilakukan pada tes bentuk obyektif yang dapat dipakai berulang – ulang.
2.6 Penyusunan Butir Soal
Soal merupakan suatu alat penilaian di SMK. Alat penilaian yang baik yang
digunakan sebagai alat ukur menurut Suharsimi Arikunto ( 1997 : 56 ) harus memenuhi
syarat – syarat yaitu valid, reliable, memiliki tingkat kesukaran yang cukup, dan
mempunyai daya pembeda yang baik. Selain itu alat penilaian juga harus praktis, objektif,
dan ekonomis dalam penyusunannya.
Bentuk soal yang digunakan dalam penilaian berdasarkan pada tujuan yang akan
dicapai. Biasanya digunakan bentuk soal pilihan ganda dan uraian dalam berbagai
penilaian.
1. Butir soal pilihan ganda
Butir soal jenis ini intinya menghadapkan sejumlah alternative jawaban
kepada siswa, umumnya antara 3 sampai 5 alternatif untuk setiap soal dan tugas
siswa yaitu memilih salah satu di antara alternative tersebut berdasarkan sesuatu
dasar pertimbangan tertentu. Kemungkinan jawaban yang benar dinamakan key
atau kunci, sedangkan jawaban yang salah bertujuan mempersulit proses
pencapaian jawaban yang benar disebut pengecoh atau distraktor.
Menurut Balitbang Dikbud sebagaimana yang dikutip oleh Suke Silverius (
1991 : 73 ), penyusunan butir soal pilihan ganda adalah :
a) Pernyataan atau pertanyaan pada pokok soal ( stem ) harus dirumuskan
secara jelas.
b) Menghindari pertanyaan yang bersifat negative ataupun negative ganda, jika
terpaksa digunakan maka harus dicetak miring, digarisbawahi, atau ditulis
seluruhnya dengan huruf besar.
c) Pokok soal berisi materi yang diperlukan saja sehingga tidak menngaburkan
maksud soal itu.
d) Setiap butir soal hanya ada satu jawaban benar atau yang paling benar.
e) Tidak memberikan petunjuk untuk jawaban yang benar.
f) Pokok soal tidak menggunakan kata – kata yang sifatnya tidak tentu, seperti
: kebanyakan, sering kali.
g) Butir soal yang satu tidak bergantung pada jawaban butir soal yang lain.
h) Jawaban yang benar tersebut di antara a, b, c, d, dan e secara acak.
i) Option harus logis, baik dari segi isi maupun dari hubungannya dengan
stem.
j) Option homogeny, baik dari segi isi atau materi maupun panjang pendeknya
pernyataan.
k) Jika optionnya bilangan maka diurutkan dari kecil ke besar atau besar ke
kecil.

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 5


l) Menghindari penggunaan option dengan kata “ semua jawaban di atas benar
“, “ semua jawaban di atas salah “, atau sejenisnya.
m) Option harus logis dan pengecoh harus berfungsi.
2. Butir soal uraian
Butir soal jenis ini bersifat umum dan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memberikan jawaban yang bebas, sesuai pendapat dan kreativitasnya
serta sikap kritisnya bila menanggapi sesuatu hal. Maka dari itu penilaiannya sangat
subjektif, tergantung dari kemampuan, kepekaan, kecermatan, kejujuran, dan
kondisi pemeriksa tes.
Menurut Balitbang Dikbud sebagaimana dikutip oleh Suke Silverius ( 1991
: 71 ), penyusunan soal bentuk uraian adalah :
a) Menggunakan kata tanya atau perintah “ jelaskan “, “ mengapa “, “ uraikan
“, “ bandingkan “, “ tafsirkan “, “ hitunglah “, “ berilah tanggapan “, dan “
buktikan “.
b) Soal dirumuskan dengan kalimat sederhana sesuai dengan tingkat
kemampuan bahasa siswa.
c) Kalimat dalam soal dirumuskan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
d) Menggunakan kata – kata yang tidak menimbulkan salah penafsiran.
e) Menghindari kata – kata yang dapat menyinggung perasaan siswa.
f) Waktu yang disediakan sesuai dengan banyaknya butir soal.
g) Tidak memberikan kesempatan pada siswa untuk memilih butir soal yang
akan dikerjakan.
h) Mempersiapkan kunci jawaban atau criteria jawaban sebagai pedoman
penskoran.
i) Memberikan petunjuk pengerjaan yang jelas.

2.7 Analisis Butir Soal


Penilaian hasil belajar pada akhir semester merupakan komponen proses
pembelajaran yang penting. Dari hasil belajar ini guru dapat mengambil kesimpulan
apakah siswa telah mencapai tingkat KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) yang telah
ditetapkan untuk tiap semester. Penilaian ialah proses interpretasi hasil pengukuran untuk
mengambil keputusan.

Alat pengukuran hasil belajar yang baik mengukur sesuai dengan kemampuan
siswa yang sebenarnya, sehingga diperlukan alat ukur yang baik. Soal yang baik harus
valid, reliable, objektif, praktis, dan ekonomis. Selain itu masing – masing soal juga harus
memenuhi syarat daya beda, taraf kesukaran, dan distribusi jawaban seperti yang
dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto ( 1997 : 211 ).

Analisis butir soal bertujuan untuk mengetahui validitas empiris maupun validitas
isi yang berupa kebenaran konsep, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda serta

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 6


kebenaran konstruksinya yang dilakukan dengan cara memperbaiki, menyeleksi,
mengganti, atau merevisi.

Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa suatu soal dikatakan baik jika
memenuhi syarat validitas, reliabilitas, obyektivitas, praktibilitas, dan ekonomis. Soal yang
baik juga memenuhi syarat daya pembeda, taraf kesukaran, distribusi jawaban, dan
kesalahan baku pengukuran. Keterangan dari masing – masing maupun butir yang baik
adalah sebagai berikut :

1. Validitas
Suatu soal disebut valid jika soal tersebut betul – betul mengukur apa yang
seharusnya diukur. Rumusnya adalah
Soal bentuk pilihan ganda :
𝑀𝑝 − 𝑀𝑞
𝑟𝑝𝑏𝑖 = √𝑝𝑞
𝑠𝑡
Soal bentuk uraian :
∑ 𝑥𝑦
𝑟𝑥𝑦 =
𝑁𝛿𝑥𝛿𝑦

2. Reliabilitas
Suatu soal dikatakan reliable apabila soal tersebut memberikan hasil yang
relative tetap, walaupun dipergunakan berulang – ulang pada subjek yang sama,
soal dapat mengukur secara konsisten. Rumusnya adalah
Soal bentuk pilihan ganda :
𝑘 ∑ 𝑝(1 − 𝑝)
𝐾𝑅 − 20 = [1 − ]
𝑘−1 (𝑆𝐷)²
Soal bentuk uraian :
𝑛 ∑ 𝑣𝑖
𝛼= (1 − )
𝑛−1 𝑉𝑡𝑒𝑠𝑡
3. Daya Pembeda
Daya pembeda butir soal merupakan kemampuan suatu butir dalam
membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan yang berkemampuan
rendah. Rumusnya adalah
Soal bentuk pilihan ganda :
(𝐵𝐴 − 𝐵𝐵)
𝐷𝑃 = ( 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝐴 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝐵 )
0,5 𝑁
𝐵𝐴 𝐵𝐵
𝐷𝑃 = − ( 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝐴 ≠ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝐵 )
𝑛𝐴 𝑛𝐵
Soal bentuk uraian :
𝑚𝑒𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑠 − 𝑚𝑒𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ
𝐷𝑃 =
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑜𝑎𝑙
4. Tingkat Kesukaran

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 7


Butir soal juga harus memenuhi taraf kesukaran tertentu. Soal yang baik
adalah soal yang tidak terlalu mudah maupun tidak terlalu sukar. Rumusnya adalah
Soal bentuk pilihan ganda :
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟
𝑇𝐾 =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑡𝑒𝑠
Soal bentuk uraian :
𝑚𝑒𝑎𝑛
𝑇𝐾 =
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑜𝑎𝑙
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑜𝑎𝑙
𝑚𝑒𝑎𝑛 =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑡𝑒𝑠

5. Kesalahan baku pengukuran


Semakin mendekati nol maka semakin konsisten suatu tes. Rumusnya
adalah
𝐾𝐵𝑃 = 𝑆𝐷√1 − 𝐾𝑜𝑒𝑓. 𝑅𝑒𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠
6. Penyebaran jawaban soal
Penyebaran jawaban adalah distribusi jawaban siswa dalam hal menentukan
pilihan jawaban pada soal bentuk objektif. Paling tidak dipilih oleh 5 % peserta tes.
Lebih banyak dipilih oleh kelompok yang belum paham materi.
Ada beberapa rumus lagi yang diperlukan dalam menentukan syarat – syarat di
atas, rumus tersebut adalah
1. Mencari Standar Deviasi ( Std / SD )
𝑛
(𝑥𝑖 − 𝑥̅ )2
𝑆𝑡𝑑 = √∑
𝑛−1
𝑖=1

2. Menentukan Signifikansi
𝑍 = 𝑟√𝑛 − 1 ( 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑎𝑟𝑖 30 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 )
𝑛−2
𝑡 = 𝑟√ ( 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑟𝑖 30 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 )
1 − 𝑟²

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 8


BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1.IDENTITAS SEKOLAH YANG DITELITI


Dalam penelitian ini, identitas sekolah yang saya teliti adalah :
- Nama Sekolah : SMK N 2 MEDAN
- Alamat sekolah : Jln. STM No. 12A Medan
- Kelas penelitian : XII TKR 3
- Tanggal penelitian : 26 Oktober 2017
- Jumlah siswa : 22 orang
- Waktu tes : 60 menit

3.2.MATERI YANG DI TES.


Pokok bahasan yang dites kepada siswa dengan berpatokan terhadap KI dan KD.
Kompetensi dasar yang menjadi acuan dalam penyusunan soal tersebut adalah materi yang
membahas tentang sistem suspensi dan pemindah tenaga. Jumlah soal yang dites terhadap
siswa tersebut terdiri dari 30 butir soal pilihan berganda dan 5 butir soal Esay tes. Banyak
siswa yang mengikuti tes tersebut adalah sebanayak 22 orang.

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 9


BAB 4
PEMBAHASAN

4.1.SOAL PILIHAN BERGANDA

NAMA SISWA ITEM SOAL


NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 xi xi 2 rata-rata
1 Alvan Yandika 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 21 441 70
2 AZMI FAUZAN 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 22 484 73,3333333
3 ALFREDO TARIGAN 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 25 625 83,3333333
4 ANDIKA YOSI PRATAMA 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 21 441 70
5 ARI PRATAMA 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 17 289 56,6666667
6 ASRIADI TANJUNG 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 361 63,3333333
7 CHANDWIKI SAPUTRA 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 24 576 80
8 DAVID EDY 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 20 400 66,6666667
9 EGO PRANATA TARIGAN 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 14 196 46,6666667
10 FERRI IRAWAN 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 26 676 86,6666667
11 HAFIZ WINATA 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 19 361 63,3333333
12 HEPPY KRISTIANZA 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 400 66,6666667
13 JUFRI SIREGAR 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 15 225 50
14 MUHAMMAD FICKRY 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 20 400 66,6666667
15 MUHAMMAD VICKRY PRADANA 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 17 289 56,6666667
16 RAFRANDO 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 15 225 50
17 REH MALEM SARAGIH 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 16 256 53,3333333
18 RENALDY 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 20 400 66,6666667
19 RYO FATAH NUR IKHLAS 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 21 441 70
20 SUHENDRA 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 21 441 70
21 YOHANNES HUTAJULU 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 21 441 70
22 YUDHA ANTAWA PUTRA 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 17 289 56,6666667
Σ 12 16 16 13 7 17 13 18 13 16 13 11 14 8 20 10 13 12 17 22 12 14 18 11 17 19 18 13 7 21 431 8657 1436,66667
p 0,55 0,73 0,73 0,59 0,32 0,77 0,6 0,82 0,59 0,73 0,59 0,5 0,64 0,36 0,909 0,45 0,591 0,545 0,77 1 0,55 0,64 0,82 0,5 0,77 0,9 0,82 0,59 0,3 0,95
q 0,45 0,27 0,27 0,41 0,68 0,23 0,4 0,18 0,41 0,27 0,41 0,5 0,36 0,64 0,091 0,55 0,409 0,455 0,23 0 0,45 0,36 0,18 0,5 0,23 0,1 0,18 0,41 0,7 0,05
pq 0,25 0,2 0,2 0,24 0,22 0,18 0,2 0,15 0,24 0,2 0,24 0,25 0,23 0,23 0,083 0,25 0,242 0,248 0,18 0 0,25 0,23 0,15 0,3 0,18 0,1 0,15 0,24 0,2 0,04
Σpq 5,88

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 10


4.1.1. TINGKAT KESUKARAN

jumlah peserta yang menjawab benar


Tingkat kesukaran soal =
jumlah siswa yang mengikuti tes
Maka :
12
1. TK = 22 = 0,54 ( Soal ini tergolong Sedang)

16
2. TK = 22 = 0,72 (Soal ini tergolong Mudah)

16
3. TK = 22 = 0,72 (Soal ini tergolong Mudah)

13
4. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

7
5. TK = 22 = 0,31 (Soal ini tergolong Sedang)

17
6. TK = 22 = 0,77 (Soal ini tergolong Mudah)

13
7. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

18
8. TK = 22 = 0,81 (Soal ini tergolong Mudah)

13
9. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

16
10. TK = 22 = 0,72 (Soal ini tergolong Mudah)

13
11. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

11
12. TK = 22 = 0,5 (Soal ini tergolong Sedang)

14
13. TK = 22 = 0,63 (Soal ini tergolong Sedang)

8
14. TK = 22 = 0,36 (Soal ini tergolong Sedang)

20
15. TK = 22 = 0,90 (Soal ini tergolong Mudah)

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 11


10
16. TK = 22 = 0,45 (Soal ini tergolong Sedang)

13
17. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

12
18. TK = 22 = 0,54 (Soal ini tergolong Sedang)

17
19. TK = 22 = 0,77 (Soal ini tergolong Mudah)

22
20. TK = 22 = 1 (Soal ini tergolong Mudah)

12
21. TK = 22 = 0,54 (Soal ini tergolong Sedang)

14
22. TK = 22 = 0,63 (Soal ini tergolong Sedang)

18
23. TK = 22 = 0,81 (Soal ini tergolong Mudah)

11
24. TK = 22 = 0,5 (Soal ini tergolong Sedang)

17
25. TK = 22 = 0,77 (Soal ini tergolong Mudah)

19
26. TK = 22 = 0,86 (Soal ini tergolong Mudah)

18
27. TK = 22 = 0,81 (Soal ini tergolong Mudah)

13
28. TK = 22 = 0,59 (Soal ini tergolong Sedang)

7
29. TK = 22 = 0,31 (Soal ini tergolong Sedang)

21
30. TK = 22 = 0,95 (Soal ini tergolong Mudah)

KESIMPULAN:

1. Soal yang tergolong mudah berjumlah 13 atau 43,33% dari jumlah soal
2. Soal yang tergolong sedang berjumlah 17 atau 56,66% dari jumlah soal
3. Soal yang tergolong sulit berjumlah 0 dari jumlah soal

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 12


4.1.2. DAYA PEMBEDA

(BA − BB)
daya pembeda = (jika benar atas = benar bawah)
0,5 N
BA BB
daya pembeda = = (jika benar atas ≠ benar bawah)
nA nB
jumlah skor keseluruhan × 100 431 × 100
mean = = = 68,41
banyaknya siswa yang mengikuti ujian × jlh soal 21 × 30

siswa yang tergolong kelompok atas:

1. Alvan Yandika
2. Azmi Fauzan
3. Alfredo Tarigan
4. Andika Yosi Pratama
5. David Edi
6. Ferri Irawan
7. Heppy Kristianza
8. Renaldy
9. Ryo Fatah Nuriklas
10. Suhendra
Siswa yang tergolong kelompok bawah:

1. Ari Pratama
2. Asriadi Tanjung
3. Chandwiki Saputra
4. Ego Pranata
5. Hafiz Dinata
6. Jufri Siregar
7. Muhammad Fikry
8. M. Fikry Pradana
9. Rafrando
10. Reh Malen Saragih
11. Yohannes Hutajulu
12. Yuda Antawa Putra

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 13


Dari data tersebut dapat dicari daya pembeda sebagai berikut:
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 4 96−40 56
DP1 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,46 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 9 7 108−70 56
DP2 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,31 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 6 120−60 60
DP3 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,5 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 5 96−50 46
DP4 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,38 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 3 4 36−40 −4
DP5 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = −0,033 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 9 8 108−80 28
DP6 = − = − = = = 0,23 Soal ini diperbaiki
𝑁𝐴 𝑁𝐵 10 12 120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 5 8 60−80 −20
DP7 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = 0,16 Soal ini dibuang
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 9 9 108−90 19
DP8 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,15 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 7 4 84−40 44
DP9 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,36 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 7 96−70 26
DP10 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,21 Soal ini diperbaiki
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 6 5 72−50 22
DP11= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,18 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 4 96−40 0
DP12= − = − = = =0 Soal ini dibuang
𝑁𝐴 𝑁𝐵 10 12 120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 7 96−70 26
DP13= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,21 Soal ini diperbaiki
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 5 4 60−40 20
DP14= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,16 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 10 120−100 20
DP15= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,16 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 3 5 36−50 −14
DP16= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = −0,11 Soal ini diterima
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 3 9 36−90 −54
DP17= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = 120
= 120
= −0,45 Soal ini dibuang
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 4 96−40 56
DP18= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,46 Soal ini diterima/baik
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 9 96−90 6
DP19= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,05 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 12 120−120 0
DP20= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 4 8 48−80 −32
DP21= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = −0,26 Soal ini dibuang
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 7 6 84−60 24
DP22= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,2 Soal ini diperbaiki
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 8 120−80 40
DP23= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,33 Soal ini diterima
120

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 14


𝐵𝐴 𝐵𝐵 4 7 48−70 −22
DP24= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = −0,18 Soal ini dibuang
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 8 9 96−90 6
DP25= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,05 Soal ini dibuang
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 7 12 84−120 −36
DP26= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = −0,3 Soal ini dibuang
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 8 120−80 40
DP27= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,33 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 4 9 48−90 −58
DP28= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = = −0,35 Soal ini dibuang
120 120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 5 2 60−20 40
DP29= 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,33 Soal ini diterima
120
𝐵𝐴 𝐵𝐵 10 11 120−110 10
DP30 = 𝑁𝐴 − 𝑁𝐵 = 10 − 12 = = 120 = 0,08 Soal ini dibuang
120

𝑛
̅̅̅2
(𝑥𝑖 − 𝑥)
𝑆𝑡𝑑 = √∑
𝑛−1
𝑖=1

(70,00−64,69)2
X1= = 1,34
21

(73,33−64,69)2
X2= = 3,55
21

(83,33−64,69)2
X3= = 16,54
21

(70,00−64,69)2
X4= = 1,34
21

(53,33−64,69)2
X5= = 6,14
21

(63,33−64,69)2
X6= = 0,08
21

(63,33−64,69)2
X7= = 0,08
21

(66,66−64,69)2
X8= = 0,18
21

(50,00−64,69)2
X9= = 10,27
21

(90,00−64,69)2
X10= = 30,50
21

(63,33−64,69)2
X11= 21
= 0.08

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 15


(70,00−64,69)2
X12= = 1,34
21

(53,33−64,69)2
X13= = 6,14
21

(60,00−64,69)2
X14= = 1,04
21

(56,66−64,69)2
X15= = 3,07
21

(60,00−64,69)2
X16= = 1,04
21

(56,66−64,69)2
X17= = 3,07
21

(66,66−64,69)2
X18= = 0,18
21

(66,66−64,69)2
X19= = 0,18
21

(70,00−64,69)2
X20= = 1,34
21

(60,00−64,69)2
X21= = 1,04
21

(56,66−64,69)2
X22= = 3,07
21

Std = √91,61
= 9,57

4.1.3. VALIDITAS TEST (OBJECTIVE TEST)

𝑀𝑝 − 𝑀𝑞
𝑟𝑝𝑏𝑖 = √𝑝𝑞
𝑆𝑡

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20,66−17,69 2,76


rpb𝑖1 = √𝑝𝑞 = √0,54.0,46 = × 0,49 = 0,14
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20−17,83 2,17


rpb𝑖2 = √𝑝𝑞 = √0,72 × 0,27 = 9,57 × 0,19 = 0,43
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 18,93−7,57 11,36


rpb𝑖3 = √𝑝𝑞 = √0,72 × 0,27 = × 0,22 = 1,18 × 0,22 = 0,26
𝑆𝑡 9,57 9,57

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 16


𝑀𝑝−𝑀𝑞 20−9,82 10,18
rpb𝑖4 = √𝑝𝑞 = √0,59 × 0,31 = × 0,45 = 1,06 × 0,45 = 0,47
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20,42−12,34 8,08


rpb𝑖5 = √𝑝𝑞 = √0,31 × 0,69 = 9,57 × 0,38 = 0,84 × 0,38 = 0,32
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,88−17,8 2,08


rpb𝑖6 = √𝑝𝑞 = √0,77 × 0,23 = 9,57 × 0,17 = 0,03
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,38−10,29 9,09


rpb𝑖7 = √𝑝𝑞 = √0,59 × 0,41 = × 0,31 = 0,29
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 17,44−18,5 −1.06


rpb𝑖8 = √𝑝𝑞 = √0,81 × 0,19 = × 0,17 = −0,01
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20,69−17,55 3,14


rpb𝑖9 = √𝑝𝑞 = √ 0,59 × 0,41 = × 0,31 = 0,10
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20,06−17,66 2,4


rpb𝑖10 = √𝑝𝑞 = √0,72 × 0,28 = 9,57 × 0,23 = 0,05
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 18,30−20,88 2,58


rpb𝑖11 = √𝑝𝑞 = √0,59 × 0,41 = × 0,24 = 0,06
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,63−10,57 9,06


rpb𝑖12 = √𝑝𝑞 = √0,05 × 0,95 = × 0,94 = 0,44
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 21,35−16 5,35


rpb𝑖13 = √𝑝𝑞 = √0,63 × 0,37 = 9,57 × 0,29 = 0,84
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 22,62−11,18 11,44


rpb𝑖14 = √𝑝𝑞 = √0,36 × 0,64 = × 0,38 = 0,45
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,7−16,5 3,2


rpb𝑖15 = √𝑝𝑞 = √0,90 × 0,10 = 9,57 × 0,09 = 0,02
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 2,22−10,25 −8,03


rpb𝑖16 = √𝑝𝑞 = √0,45 × 0,55 = × 0,36 = −0,30
𝑆𝑡 9,57 9,57

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 17


𝑀𝑝−𝑀𝑞 17,38−22,33 −4,95
rpb𝑖17 = √𝑝𝑞 = √0,59 × 0,41 = × 0,31 = −0,16
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 20,33−18,3 2,03


rpb𝑖18 = √𝑝𝑞 = √0,54 × 0,46 = × 0,33 = 0,07
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,70−18,4 1,3


rpb𝑖19 = √𝑝𝑞 = √0,77 × 0,23 = 9,57 × 0,20 = 0,02
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,40−0
rpb𝑖20 = √𝑝𝑞 = √1 × 0 = 0,02
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,08−19,8 −0,72


rpb𝑖21 = √𝑝𝑞 = √0,54 × 0,46 = × 0,33 = −0,36
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 18,64−20,75 −2,11


rpb𝑖22 = √𝑝𝑞 = √0,63 × 0,37 = × 0,23 = −0,05
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 21,17−31,75 −10,58


rpb𝑖23 = √𝑝𝑞 = √0,81 × 0,19 = × 0,17 = −0,18
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,27−19,54 −0,27


rpb𝑖24 = √𝑝𝑞 = √0,5 × 0,95 = × 0,67 = −0,01
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,29−19,8 −0,51


rpb𝑖25 = √𝑝𝑞 = √0,77 × 0,23 = × 0,20 = −0,01
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,21−20,66 −1,45


rpb𝑖26 = √𝑝𝑞 = √0,86 × 0,14 = × 0,34 = −0,05
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,88−17,25 2,63


rpb𝑖27 = √𝑝𝑞 = √0,81 × 0,19 = 9,57 × 0,39 = 0,10
𝑆𝑡 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,15−19,77 −0,62


rpb𝑖28 = √𝑝𝑞 = √0,59 × 0,41 = × 0,49 = −0,03
𝑆𝑡 9,57 9,57

𝑀𝑝−𝑀𝑞 21,42−18,46 2,76


rpb𝑖29 = √𝑝𝑞 = √0,31 × 0,69 = 9,57 × 0,46 = 0,13
𝑆𝑡 9,57

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 18


𝑀𝑝−𝑀𝑞 19,61−15 4,61
rpb𝑖30 = √𝑝𝑞 = √0,95 × 0,05 = × 0,21 = 0,10
𝑆𝑡 9,57 9,57

Kesimpulan:
Berdasarkan tabel nilai r untuk N=24 adalah 0,404 sehingga dapat disimpulkan:
Nomor Soal Nilai r Validitas
1 0,14 Tidak valid
2 0,43 Tidak valid
3 0,26 Tidak valid
4 0,47 Tidak valid
5 0,32 Tidak valid
6 0,03 Tidak valid
7 0,29 Tidak valid
8 -0,04 Tidak valid
9 0,10 Tidak valid
10 0,05 Tidak valid
11 -0,06 Tidak valid
12 0,44 Tidak valid
13 0,84 Tidak valid
14 0,45 Tidak valid
15 0,02 Tidak valid
16 -0,30 Tidak valid
17 -0,16 Tidak valid
18 0,07 Tidak valid
19 0,02 Tidak valid
20 2,02 Valid
21 0,36 Tidak valid
22 -0,05 Tidak valid
23 -0,18 Tidak valid
24 -0,01 Tidak valid
25 -0,01 Tidak valid
26 -0,05 Tidak valid
27 0,10 Tidak valid
28 -0,03 Tidak valid
29 0,13 Tidak valid
30 0,10 Tidak valid

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 19


4.1.4. MENENTUKAN SIGNIFIKANSI
Untuk menentukan di terima tidaknya (signifikansi) suatu butir soal ditentukan dengan
menggunakan tabel t bila n≤ 30.
Dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

𝑛−2
t= 𝑟√
1−𝑟 2

maka:

𝑛−2 22−2
𝑡1 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,14√1−0,𝑜196 = 0,11× 4,51 = 0,63

𝑛−2 22−2
𝑡2 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,43√1−0,1849 = 0,43× 4,95 = 2,12

𝑛−2 22−2
𝑡3 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,26√1−0,06 = 0,26 × 4,61 = 1,19

𝑛−2 22−2
𝑡4 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,47√1−0,22 = 0,47× 8,45 = 3,97

𝑛−2 22−2
𝑡5 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,14√1−0,𝑜196 = 0,11× 4,51 = 0,63

𝑛−2 22−2
𝑡6 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,03√1−0,0009 = 0,03× 4,47 = 0,13

𝑛−2 22−2
𝑡7 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,14√1−0,0841 = 0,29 × 4,68 = 1,35

𝑛−2 22−2
𝑡8 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,01√1−0,𝑜001 = -0,1× 4,49 = −0,04

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 20


𝑛−2 22−2
𝑡9 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,10√1−0,01 = 0,10× 4,49 = 0,44

𝑛−2 22−2
𝑡10 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,05√1−0,0025 = 0,05× 4,49 = 0,22

𝑛−2 22−2
𝑡11 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,06√1−0,0036 = 0,06 × 4,49 = 0,26

𝑛−2 22−2
𝑡12 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,44√1−0,1936 = 0,44× 5 = 2,2

𝑛−2 22−2
𝑡13 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,84√1−0,7056 = 0,84 × 8,30 = 6,97

𝑛−2 22−2
𝑡14 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,45√1−0,2025 = 0,45 × 5,03 = 2,26

𝑛−2 22−2
𝑡15 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,02√1−0,0004 = 0,02 × 4,49 = 0,08

𝑛−2 22−2
𝑡16 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,30√1−0,09 = -0,30 × 4,68 = −1,40

𝑛−2 22−2
𝑡17 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,16√1−0,0256 = -0,16 × 4,53 = −0.72

𝑛−2 22−2
𝑡18 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,07√1−0,0049 = 0,07 × 4,49 = 0,31

𝑛−2 22−2
𝑡19 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,02√1−0,0004 = 0,02 × 4,49 = 0,08

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 21


𝑛−2 22−2
𝑡20 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,02√1−4,0804 = 0,02 × −2,54 = −5,14

𝑛−2 22−2
𝑡21 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,02√1−4,0804 = 0,02 × −2,54 = −5,14

𝑛−2 22−2
𝑡22 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,05√1−0,0025 = -0,05 × 4,49 = 0,22

𝑛−2 22−2
𝑡23 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,18√1−0,0324 = -0,18 × 4,56 = −0,82

𝑛−2 22−2
𝑡24 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,01√1−0,0001 = −0,01 × 4,49 = −0,04

𝑛−2 22−2
𝑡25 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,01√1−0,0001 = −0,01 × 4,47 = −0,04

𝑛−2 22−2
𝑡26 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,05√1−0,9975 = −0,05 × 4,47 = −0,22

𝑛−2 22−2
𝑡27 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,10√1−0,0100 = 0,10 × 4,36 = 0,43

𝑛−2 22−2
𝑡28 = 𝑟√1−𝑟 2 = −0,03√1−0,0009 = -0,03 × 4,47 = −0,13

𝑛−2 22−2
𝑡29 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,13√1−0,0169 = 0,13 × 4,51 = 0,58

𝑛−2 22−2
𝑡30 = 𝑟√1−𝑟 2 = 0,10√1−0,01 = 0,10 × 4,49 = 0,44

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 22


4.1.5. REABILITAS PILIHAN BERGANDA

NAMA SISWA ITEM SOAL


NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 xi xi 2 rata-rata
1 Alvan Yandika 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 21 441 70
2 AZMI FAUZAN 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 22 484 73,3333333
3 ALFREDO TARIGAN 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 25 625 83,3333333
4 ANDIKA YOSI PRATAMA 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 21 441 70
5 ARI PRATAMA 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 17 289 56,6666667
6 ASRIADI TANJUNG 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 361 63,3333333
7 CHANDWIKI SAPUTRA 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 24 576 80
8 DAVID EDY 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 20 400 66,6666667
9 EGO PRANATA TARIGAN 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 14 196 46,6666667
10 FERRI IRAWAN 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 26 676 86,6666667
11 HAFIZ WINATA 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 19 361 63,3333333
12 HEPPY KRISTIANZA 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 20 400 66,6666667
13 JUFRI SIREGAR 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 15 225 50
14 MUHAMMAD FICKRY 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 20 400 66,6666667
15 MUHAMMAD VICKRY PRADANA 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 17 289 56,6666667
16 RAFRANDO 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 15 225 50
17 REH MALEM SARAGIH 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 16 256 53,3333333
18 RENALDY 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 20 400 66,6666667
19 RYO FATAH NUR IKHLAS 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 21 441 70
20 SUHENDRA 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 21 441 70
21 YOHANNES HUTAJULU 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 21 441 70
22 YUDHA ANTAWA PUTRA 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 17 289 56,6666667
Σ 12 16 16 13 7 17 13 18 13 16 13 11 14 8 20 10 13 12 17 22 12 14 18 11 17 19 18 13 7 21
p 0,55 0,73 0,73 0,59 0,32 0,77 0,6 0,82 0,59 0,73 0,59 0,5 0,64 0,36 0,909 0,45 0,591 0,545 0,77 1 0,55 0,64 0,82 0,5 0,77 0,9 0,82 0,59 0,3 0,95
q 0,45 0,27 0,27 0,41 0,68 0,23 0,4 0,18 0,41 0,27 0,41 0,5 0,36 0,64 0,091 0,55 0,409 0,455 0,23 0 0,45 0,36 0,18 0,5 0,23 0,1 0,18 0,41 0,7 0,05
pq 0,25 0,2 0,2 0,24 0,22 0,18 0,2 0,15 0,24 0,2 0,24 0,25 0,23 0,23 0,083 0,25 0,242 0,248 0,18 0 0,25 0,23 0,15 0,3 0,18 0,1 0,15 0,24 0,2 0,04
Σpq 5,88

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 23


𝑘 𝑆 2 𝑋−∑𝑝𝑞
KR-20 = 𝑘−1 [ ]
𝑆2𝑋

(∑𝑋𝑖)2
∑𝑋𝑖 2 −
2 𝑛
sx= 𝑛−1

(431)2
8657−
22
= 22−1
8657−8443,681
= 21
213,319
= 21

= 10,158
𝑘 𝑆 2 𝑋−∑𝑝𝑞
KR-20 = 𝑘−1 [ ]
𝑆2𝑋

30 10,158 − 5,88
= 30−1 [ ]
10,158

= 1,034 (0,42)
= 0,435
= 0,44 (dibulatkan)
Kriteria tingkat reliabilitas menurut Guilford (Ruseffendi,1991b:191):
α ≤ 0,20 reliabilitas sangat rendah
0,20 < α ≤ 0,40 reliabilitas rendah
0,40 < α ≤ 0,70 reliabilitas sedang
0,70 < α ≤ 0,90 reliabilitas tinggi
0,90 < α ≤ 1,00 reliabilitas sangat tinggi

Kesimpulan:

Dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,44. Dapat di nyatakan bahwa tingkat reliabilitas soal pilihan
berganda tersebut Sedang.

4.1.6. KRITERIA PENYEBARAN SOAL


Indeks Pengecoh bekerja dengan baik jika dipilih oleh 5 % dari jumlah peserta.

1. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 4 12 1 5 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
2. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 2 1 3 0 16
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 24


3. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 0 16 4 1 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
4. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 7 2 2 1 10
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
5. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 12 0 8 2 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
6. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 16 3 1 1 1
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
7. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 13 2 6 1 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
8. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 18 4 0 0 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
9. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 0 8 13 0 1
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
10. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 0 1 16 0 5
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik

11. Alternatif Jawaban A B C D E


Distribusi Jawaban 4 1 2 13 2
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
12. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 4 4 11 2 1
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
13. Alternatif Jawaban A B C D E

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 25


Distribusi Jawaban 2 2 1 3 14
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
14. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 4 8 8 1 1
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
15. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 1 0 20 1 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
16. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 10 4 3 1 4
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
17. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 2 4 13 3 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
18. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 2 2 12 6 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
19. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 17 2 3 0 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
20. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 0 0 0 22 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik

21. Alternatif Jawaban A B C D E


Distribusi Jawaban 4 2 12 2 2
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
22. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 1 14 2 3 2
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
23. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 18 1 1 1 1

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 26


IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
24. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 9 11 2 0 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
25. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 1 3 17 1 0
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
26. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 19 1 0 1 1
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
27. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 1 0 2 1 18
IP Indeks Pengecoh Tidak Bekerja Dengan Baik
28. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 13 3 1 4 1
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
29. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 3 8 2 2 7
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik
30. Alternatif Jawaban A B C D E
Distribusi Jawaban 0 1 0 0 21
IP Indeks Pengecoh Bekerja Dengan Baik

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 27


4.2.URAIAN

No Responden 1 2 3 4 5 Xt Xt2
1 Alvian Yandika 30 20 15 10 10 85 7225
2 Azmi fauzan 30 5 10 10 10 65 4225
3 Alfredo tarigan 15 10 15 10 10 60 3600
4 Andika yesi pratama 30 20 15 15 10 90 8100
5 Ari Pratama 30 10 10 10 10 70 4900
6 Assiadi Tanjung 15 20 0 10 10 55 3025
7 Chandwiki Saputra 30 20 15 20 10 95 9025
8 David Edi 30 20 15 10 10 85 7225
9 Ego Pranata 15 10 15 10 10 60 3600
10 Ferri Irawan 30 20 15 15 10 90 8100
11 Hafiz Dinata 15 20 0 5 0 40 1600
12 Heppy Kristianta 15 20 15 10 0 60 3600
13 Jufri Siregar 15 15 15 10 10 65 4225
14 Muhamma Fikri 30 20 15 15 10 90 8100
15 M. Fikri Pradana 15 20 0 5 0 40 1600
16 Rafrando 15 20 10 0 10 55 3025
17 Reh Malen Saragih 30 10 15 10 10 75 5625
18 Renaldy 30 10 15 10 10 75 5625
19 Ryo Fatah Nuriklas 15 20 10 0 10 55 3025
20 Suhendra 30 10 15 15 10 80 6400
21 Yohannes Hutajulu 15 20 15 0 10 60 3600
22 Yuda Antawa Putra 15 10 15 10 10 60 3600
1510 109050
2280100

Jumlah skor pada soal


̅=
X
jumlah siswa yang mengikuti test

= 85 + 65 + 60 + 90 + 70 + 55 + 95 + 85 + 60 + 90 + 40 + 60 + 65 + 90 +
40 + 55 + 75 + 75 + 55 + 80 + 60 + 60
1510
=
22
= 68,63

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 28


4.2.1. TINGKAT KESUKARAN SOAL
jumlah skor pada soal
MEAN =
jumlah siswa yang megikuti test

Mean
TK =
skor maksimum dari soal

495 22,5
1. Mean = = 22,5 TK = = 0,75 (Mudah)
22 30
350 15,90
2. Mean = = 15,90 TK = = O, 79 (Mudah)
22 20
265 12,04
3. Mean = = 12,04 TK = = 0,80 (Mudah)
22 15
210 9,54
4. Mean = = 9,54 TK = = 0,38 (Sedang)
22 25
190 8,63
5. Mean = = 8,63 TK = = 0,86 (Mudah)
22 10

X − = 68,63

B A

0 95

A = 1,4,5,7,8,10,14,17,18,20
B= 2,3,6,9,11,12,13,15,16,19,21,22

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 29


Jadi dapat disimpulkan bahwa yang termasuk siswa kelompok atas ada 10 orang yaitu:
1. Alvan yandika 6. Ferri Irawan
2. Andika Yosi Pratama 7. Muhammad Fikri
3. Ari Pratama 8. Reh Malen Saragih
4. Chandwiki saputra 9. Renaldy
5. David Edi 10. Suhendra
Sedangkan Siswa yan tergolong kelompok bawah ada 12 orang yaitu:
1. Azmi Fauzan 7. Jufri Siregar
2. Alfredo Tarigan 8. M. Fikri Pradana
3. Asriadi Tanjung 9. Rafrando
4. Ego Pranata 10. Ryo Fatah Nuriklas
5. Hafiz Dinata 11. Yohannes Hutajulu
6. Heppy Kristianza 12. Yuda Antawa Putra

4.2.2. DAYA PEMBEDA ESSAYTEST


Dalam mencari nilai Daya Pembeda pada soal esai dilakukan dengan mengurangkan
Mean Batas Atas dengan Mean Batas Bawah kemudian dibagikan dengan skor maksimun
dari soal tersebut.

Jumlah skor pada soal


Mean Atas =
jumlah siswa dalam kelompok atas

Jumlah skor pada soal


Mean Bawah =
Jumlah siswa dalam kelompok bawah

Mean atas−Mean bawah


DP =
skor maksimum dari soal
Dalam menentukan siswa mana yang termasuk batas atas dan batas bawah adalah
dengan mencari terlebih dahulu nilai rata-rata (mean) dari semua soal. Kemudian
mengelompokkannya berdasarkan nilai tersebut. Nilai yang di atas rata-rata termasuk
dalam kelompok Batas Atas, sedangkan nilai yang dibawah rata-rata termasuk dalam
kelompok Batas Bawah.

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 30


300 195 30−16,25
1. Mean atas = = 30, Mean bawah = = 16,25 DP= =
10 12 30

0,45 (Diterima)
160 190 16−15,83
2. Mean atas = = 16, Mean bawah = = 15,83 DP = =
10 12 20

0,0085 (Dibuang)
145 120 14,5−10
3. Mean atas = = 14,5, Mean bawah = = 10 DP = =
10 12 15

0,3 (Diterima)
130 90 13−7,5
4. Mean atas = = 13, Mean bawah = 12 = 7,5 DP = =
10 25

0,22 (Diperbaiki)
100 90 10−7,5
5. Mean atas = = 10, Mean bawah = 12 = 7,5 DP = =
10 10

0,25 (Diperbaiki)
Kesimpulan:
Dari lima soal yang di ujikan, ada satu soal yang dibuang yaitu nomor 2, baru dua soal di
terima yaitu nomor 1 dan 3 dan dua soal yan perlu diperbaiki yaitu nomor 4 dan 5

̌𝟐
(𝐱𝐢−𝐱)
Std= √∑𝐧𝐢=𝟏 𝐱̌ = 𝟔𝟖, 𝟔𝟑
𝐧−𝟏

(85 − 68,63)2
X1 = = 12,76
22 − 1

(65 − 68,63)2
X2 = = 0,62
22 − 1

(60 − 68,63)2
X3 = = 3,54
22 − 1

(90 − 68,63)2
X4 = = 21,74
22 − 1

(70 − 68,63)2
X5 = = 0,08
22 − 1

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 31


(55 − 68,63)2
X6 = = 8,84
22 − 1

(95 − 68,63)2
X7 = = 33,11
22 − 1

(85 − 68,63)2
X8 = = 12,76
22 − 1

(60 − 68,63)2
X9 = = 3,54
22 − 1

(90 − 68,63)2
X10 = = 21,74
22 − 1

(40 − 68,63)2
X11 = = 39,03
22 − 1

(60 − 68,63)2
X12 = = 3,54
22 − 1

(65 − 68,63)2
X13 = = 0,62
22 − 1

(90 − 68,63)2
X14 = = 21,74
22 − 1

(40 − 68,63)2
X15 = = 39,03
22 − 1

(55 − 68,63)2
X16 = = 8,84
22 − 1

(75 − 68,63)2
X17 = = 1,93
22 − 1
EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 32
(75 − 68,63)2
X18 = = 1,93
22 − 1

(55 − 68,63)2
X19 = = 8,84
22 − 1

(80 − 68,63)2
X20 = = 6,15
22 − 1

(60 − 68,63)2
X21 = = 3,54
22 − 1

(60 − 68,63)2
X22 = = 3,54
22 − 1

Maka Std dapat di peroleh:

Std = √257,46
Std = 16,045

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 33


4.2.3. VALIDITAS ESSAY TEST
Untuk menghitung hasil dari validitas essay test dapat digunakan dengan rumus:
𝑵 ∑ 𝑿𝒀−(∑𝑿)(∑𝒀)
rxy =
√{𝑵∑𝑿𝟐 −(∑𝑿)𝟐 }{𝑵∑𝒀𝟐 −(∑𝒀)𝟐 }

A. Menghitung kolerasi biserial soal ke-1

N0 X1 X12 Y Y2 X1Y
1 30 900 85 7225 2550
2 30 900 65 4225 1950
3 15 225 60 3600 900
4 30 900 90 8100 2700
5 30 900 70 4900 2100
6 15 225 55 3025 825
7 30 900 85 7225 2550
8 30 900 85 7225 2550
9 15 225 60 3600 900
10 30 900 90 8100 2700
11 15 225 40 1600 600
12 15 225 65 4225 975
13 15 225 65 4225 975
14 30 900 90 8100 2700
15 15 225 40 1600 600
16 15 225 55 3025 825
17 30 900 75 5625 2250
18 30 900 75 5625 2250
19 15 225 55 3025 825
20 30 900 80 6400 2400
21 15 225 60 3600 900
22 15 225 60 3600 900
∑X21= ∑Y2= ∑
N=22 ∑X1= 495 12375 ∑Y=1505 107875 X1Y=35925

22 (35925)−(495)(1505)
rxy =
√{22(12375)−(495)2 }{22(107875)−(1505)2 }
45375
=
(27225)(108225)
45375
=
2946425625
= 7,22

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 34


B. Menghitung kolerasi biserial soal ke-2

N0 X2 X22 Y Y2 X1Y
1 20 400 85 7225 1700
2 5 25 65 4225 325
3 10 100 60 3600 600
4 20 400 90 8100 1800
5 10 100 70 4900 700
6 20 400 55 3025 1100
7 20 400 85 7225 1700
8 20 400 85 7225 1700
9 10 100 60 3600 600
10 20 400 90 8100 1800
11 20 400 40 1600 800
12 20 400 65 4225 1300
13 15 225 65 4225 975
14 20 400 90 8100 1800
15 20 400 40 1600 800
16 20 400 55 3025 1100
17 10 100 75 5625 750
18 10 100 75 5625 750
19 20 400 55 3025 1100
20 10 100 80 6400 800
21 20 400 60 3600 1200
22 10 100 60 3600 600
∑X2= ∑X22= ∑Y2= ∑
N=22 350 6150 ∑Y=1505 107875 X2Y=23675

22 (23675)−(350)(1505)
rxy = √{22(6150)−(350)2}{22(107875)−(1505)2}
−5900
=
(13130)(108225)
−5900
=
1420994250
= −5,40

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 35


C. Menghitung kolerasi biserial soal ke-3

N0 X3 X32 Y Y2 X3Y
1 15 225 85 7225 1275
2 10 100 65 4225 650
3 15 225 60 3600 900
4 15 225 90 8100 1350
5 10 100 70 4900 700
6 0 0 55 3025 0
7 15 225 85 7225 1275
8 15 225 85 7225 1275
9 15 225 60 3600 900
10 15 225 90 8100 1350
11 0 0 40 1600 0
12 15 225 65 4225 975
13 15 225 65 4225 975
14 15 225 90 8100 1350
15 0 0 40 1600 0
16 10 100 55 3025 550
17 15 225 75 5625 1125
18 15 225 75 5625 1125
19 10 100 55 3025 550
20 15 225 80 6400 1200
21 15 225 60 3600 900
22 15 225 60 3600 900
∑X23= ∑Y2= ∑
N=22 ∑X3= 265 3775 ∑Y=1505 107875 X3Y=19325

22 (19325)−(265)(1505)
rxy = √{22(3775)−(265)2}{22(107875)−(1505)2}
26325
=
(12825)(108225)
26325
=
1387985625
= 1,16

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 36


D. Menghitung kolerasi biserial soal ke-4

N0 X4 X42 Y Y2 X4Y
1 10 100 85 7225 850
2 10 100 65 4225 650
3 10 100 60 3600 600
4 15 225 90 8100 1350
5 10 100 70 4900 700
6 10 100 55 3025 550
7 20 400 85 7225 1700
8 10 100 85 7225 850
9 10 100 60 3600 600
10 15 225 90 8100 1350
11 5 25 40 1600 200
12 10 100 65 4225 650
13 10 100 65 4225 650
14 15 225 90 8100 1350
15 5 25 40 1600 200
16 0 0 55 3025 0
17 10 100 75 5625 750
18 10 100 75 5625 750
19 0 0 55 3025 0
20 15 225 80 6400 1200
21 0 0 60 3600 0
22 10 100 60 3600 600
∑X24= ∑Y2= ∑
N=22 ∑X4= 210 2550 ∑Y=1505 107875 X4Y=14700

22 (14700)−(210)(1505)
rxy = √{22(2550)−(210)2}{22(107875)−(1505)2}
7350
=
(12000)(108225)
26325
=
1298700000
= 1,24

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 37


E. Menghitung kolerasi biserial soal ke-5

N0 X5 X52 Y Y2 X5Y
1 10 100 85 7225 850
2 10 100 65 4225 650
3 10 100 60 3600 600
4 10 100 90 8100 900
5 10 100 70 4900 700
6 10 100 55 3025 550
7 10 100 85 7225 850
8 10 100 85 7225 850
9 10 100 60 3600 600
10 10 100 90 8100 900
11 0 0 40 1600 0
12 0 0 65 4225 0
13 10 100 65 4225 650
14 10 100 90 8100 900
15 0 0 40 1600 0
16 10 100 55 3025 550
17 10 100 75 5625 750
18 10 100 75 5625 750
19 10 100 55 3025 550
20 10 100 80 6400 800
21 10 100 60 3600 600
22 10 100 60 3600 600
∑X25=
N=22 ∑X5= 190 2000 ∑Y=1505 ∑Y2= 107875 ∑ X5Y=14250

22 (14250)−(190)(1505)
rxy = √{22(2000)−(190)2}{22(107875)−(1505)2}
27550
=
(7900)(108225)
27550
=
854977500
= 1,94

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 38


4.2.4. REABILITAS (ESSAYTEST)

∑ 𝐱𝐢 𝟐
∑ 𝐗𝐢𝟐 − ( )
𝐍
𝐒𝐢𝟐 =
𝐧

4952
12375 − 12375 − 11137,5 1237,5
𝑆𝑖1 2 = 22
= = = 247,5
5 5 5

3502
6150 − 6150 − 5568,18 581,82
𝑆𝑖2 2 = 22
= = = 116,364
5 5 5

2652
3775 − 3775 − 3192,04 582,96
𝑆𝑖3 2 = 22
= = = 116,592
5 5 5

2102
2550 − 2550 − 2004,54 545,46
𝑆𝑖4 2 = 22
= = = 109,092
5 5 5

1902
1900 − 1900 − 1640,90 259,1
𝑆𝑖5 2 = 22
= = = 51,82
5 5 5

Maka Si totalnya dapat diperoleh:


𝑆𝑖 2 = 𝑆𝑖1 2 + 𝑆𝑖2 2 + 𝑆𝑖3 2 + 𝑆𝑖4 2 + 𝑆𝑖5 2
= 247,5 + 116,364 + 116,592 + 109,092 + 51,58
= 641,37

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 39


∑ 𝑋𝑡 2
∑ 𝑋𝑡 2 − ( )
2 𝑁
𝑆𝑡 =
𝑛
(1510)2
109050−
22
= 5
2280100
109050−
22
= 5
109050−103640,9
= 5

= 1081,82

𝑛 ∑ 𝑣𝑖
𝛼 = (1 − )
𝑛−1 𝑉 𝑡𝑒𝑠𝑡
5 641,37
=
5−1
(1 − 1081,82)

= 1,25 (1-0,59)
= 1,25 (0,41)
= 0,5125

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 40


4.2.5. MENENTUKAN SIGNIFIKANSI

Untuk menentukan diterima tidaknya (signifikansi) suatu butir soal di tentukan dengan
menggunakan tabek t bila n≤ 30.

𝑛−2
𝑡 = 𝑟√
1−𝑟 2

22 − 2 20
𝑡1 = 7,22√ = 7,22√ = (7,22)(−1,79) = −12,92
1 − 7,22 −6,22

22 − 2 20
𝑡2 = −5,40√ = −√ = (−5,40)(1,77) = −9,558
1 − (−5,40) 6,40

22 − 2 20
𝑡3 = 1,16√ = 1,16√ = (1,16)(−11,18) = −12,97
1 − 1,16 −0,16

22 − 2 20
𝑡4 = 1,24√ = 1,24√ = (1,24)(−9,12) = −11,31
1 − 1,24 −0,24

22 − 2 20
𝑡 = 1,94√ = 1,94√ = (1,94)(−4,61) = −8,94
1 − 1,94 −0,94

EVALUASI PEMBELAJARAN KEJURUAN TEKNIK OTOMOTIF Page 41