Anda di halaman 1dari 10

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN REHAB GEDUNG KANTOR PSDA

KABUPATEN PESISIR SELATAN

Pekerjaan Rehab ini dilaksakanakan pada tiga spot/lokasi pekerjaan , pekerjaan


workshop, koperasi/kantin dan pemindahan parkir sepeda motor.

I. REHAB WORKSHOP

A. Pembersihan Lokasi Pekerjaan

Pembersihan ini adalah membersihkan sampah , rumput atau semah disekitar lokasi.
Pembersihan dilakukan oleh pekerja dan diawasi oleh mandor dengan alat bantu
cangkul, sekop, gerobak dan alat bantu lainnya.

B. Pekerjaan Pondasi

Setelah pekerjaan pembersihan selesai atau telah dapat dilakukan pemasangan papan
bouplank pada akhir minggu ke 2 (dua) atau bersamaan dengan pembersihan lokasi.
Dengan langkah pertama kami akan lakukan pengukuran tanah yang akan dibangun
termasuk konturnya. Setelah didapat ukuran pasti , baru kami lakukan penentuan titik ±
0,00 peil lantai. Setelah peil lantai didapat, baru kami lakukan pengambilan titik siku
bangunan dengan bantuan alat ukur. Sedangkan pemasangan papan bouwplank akan
kami pasang dengan jarak 1,5 M’ dari as dinding terluar agar tidak terganggu sewaktu
penggalian tanah pondasi . Pasangan papan bouplank dipakukan ketiang-tiang kayu
yang ditanamkan kedalam tanah . Papan bouplank yang bagian atasnya diketam lurus
dan dipasang sesuai dengan kebutuhannya, setelah itu baru dilakukan pengambilan
titik as masing masing kolom /dinding dan diberi paku pengikat bagian atasnya, serta
dicat merah segi tiga keatas untuk memudahkan pembacaannya dan pemasangan
benang pembatu. Dalam pelaksanaan pemasangan papan bouplank ini kami memakai
tenaga juru ukur, tukang kayu dan dibantu beberapa pekerja. Sedangkan pemasangan
papan bouplank diakhir minggu kesatu selama 2 hari pelaksanaan pemasangan. Setiap
item pekerjaan yang akan kami kerjakan terlebih dahulu kami ajukan request
persetujuan dari pihak pengawas atau yang ditunjuk dan dilengkapi dengan volume,
tenaga, bahan dan kapan dilaksanakan dan lainnya sesuai aturan request.
1. Pekerjaan Galian Biasa
Pertama kami akan lakukan penggalian tanah pondasi, penggalian ini dilakukan setelah
pemasangan bouplank selesai, dan telah duduk titik pondasinya . Galian pondasi
dengan kedalaman dan lebar sesuai gambar kerja . Dimana pekerjaan galian pondasi
akan kami mulai dari belakang sampai kedepan untuk memudahkan mobilisasi bahan.

2. Pasangan pondasi ( aanstampang atau Batu kosong dan Pasangan Batu


Kali camp. 1pc :4pp)
Untuk pekerjaan ini kami akan membuat pasangan dengan bentuk dan ukuran sesuai
dengan gambar kerja dan bestek. Pemasangan batu kali dengan spesi 1pc :4pp tidak
ada yang saling bersentuhan batu kalinya, kecuali dengan spesi dengan langkah
sebagai berikut :
a. Pertama kami baut acuan pasangan dari kayu dan benang sebagai pedoman acuan
pasangan batu pondasi batu kali.
b. Kemudian kami masukkan/pasang batu kosong sebagai anstampang batu kali
yangdimiringkan kedalam dengan bentuk ukuran sesuai gambar kerja.
c. Kemudian pasangan batu kosong siarnya diisi dengan pasir urug sampai penuh yang
disiram dengan air.
d. Setelah itu baru kami lakukan pemasangan pondasi batu kali diatas pasangan
asntampang dengan spesi 1pc : 4p sebagai dengan bentuk trapesiaum atas 25 cm
dan bawah 50 cm atau sesuai dengan gambar kerja, sedangkan tiap-tiap perletakan
kolomakan kami siapkan penempatan lobang angkur tiang kolom secukupnya atau
sesuai gambar kerja yang nantinya akan dicor .
e. Sedangan pemasangan batu kali yang dimiringkan sedikit kearah kedalam pasangan
agar batu kali tidak lepas keluar , begitu seterusnya sampai selesai sesuai gambar
kerja.

Untuk pekerjaan ini kami akan memakai tenaga tukang batu dan dibantu pekerja untuk
menyediakan bahan–bahan dan lainnya.

3. Pekerjaan urugan kembali bekas galian


Untuk urugan tanah kembali bekas galian. Pekerjaan ini baru dapat dilakukan setelah
pasangan pondasi batu kali terpasang dengan baik dan kuat. Dimana kami akan
masukkan kelobang pondasi yang tidak terisi pondasi dan dipadatkan sampai padat
dan terisi dengan penuh pada sisi-sisi pasanga pondasi batu kali.

C. Pekerjaan beton bertulang

1. Pekerjaan sloof
Pekerjaan sloof baru dapat dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi selesai. Dalam
pelaksanaan sloof, kami memasukkan besi sloof yang telah diolah/dirakit serta diikat
diloskerja dengan bentuk dan penampang sesuai dengan gambar kerja dan bestek,
sebelumnya besi telah disetujui oleh direksi. Sedangkan langkah kerjanya, yaitu besi
begel sloof terlebih dahulu kami olah sebanyak yang dibutuhkan, kemudian besi utama
kami potong-potong dengan panjang sesuai yang dibutuhkan kemudian diolah. Setelah
besi begel dan besi utama telah dibuat, baru kami lakukan perangkaian dengan jarak
begel sesuai dengan gambar kerja atau yang diatur dalam bestek. Setelah selesai
terikat dengan baik pada posisinya atau diatas pondasi sesuai gambar. Kemudian baru
kami lakukan pemasangan bekisting sloof. Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting
telah selesai baru kami lakukan pekerjaan pencoran dengan beton K.225 atau sesuai
dengan yang diisyaratkan dalam gambar dan bestek. Pencoran kami lakukan dengan
memadatkannya dengan menusuknusuk atau mepakai vibrator pemadat beton.
2. Pekerjaan kolom
Pertama kami akan pasang besi begel dengan jarak yang telah ditentukan ke besi
utama dan dimasukkan kedalam lobang pondasi batu kali yang telah tersedia. Besi
begel yang sebelumnya dibuat dilos kerja dengan bentuk dan ukuran yeng telah
disetujui oleh pengawas atau pihak proyek sesuai gambar . Apabila tulang pokok dan
begelnya sudah berdiri pada posisi yang diinginkan baru kami pasang beton deking
penjaga jarak ketebalan beton. Setelah itu baru kami lakukan pemasangan bekisting
yang telah disiapkan terlebih dahulu dengan bentuk dan ukuran yang dibutuhkan sesuai
gambar. Bekisting kolom distel tegak lurus dan diskor dengan baik agar tigak bergerak
dan lainnya. Setelah bekisting terpasang dengan baik, baru kami lakukan pencoran
dengan beton K.225 yang ditusuk-tusuk dengan kayu sampai padat dan tidak keropos.

3. Pekerjaan balok.
Bekisting Balok, Pertama kami akan memasang cetakan sepatu bagian atas kolom
sebagai acuan penentuan ambang bawah balok ditiap-tiap kolom yang ditimbang dari
peil lantai dan diberi tanda. Setelah itu kami buat cetakan sepatu kolom bagian atas ,
kemudian baru dipasang lantai cetakan balok yang telah dibuat dilos kerja sebelumnya
dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhan masing-masing , dimana cetakan
tadi dipasang diatas cetakan sepatu kolom atas serta disangga stutwerk dengan rangka
pembagi dari kayu 5/7 yang dilengkapi skor pemaku. Setelah itu baru dipasang dinding
balok, dinding plat lantai dan lesplank dalam dengan ukuran disesuaikan dengan
gambar kerja
Setelah pekerjaan bekisting selesai atau sebahagian, tukang besi sudah dapat
melakukan pekerjaan pembalokan besi. Pekerjaan pembesian diatas hanya bersifat
pengikatan mengarang saja. Sedangkan besi yang akan dipasang telah dibuat terlebih
dahulu dilos kerja dengan dimensi dan bentuk yang telah disetujui oleh pihak Direksi,
dan sesuai dengan gambar kerja dan bestek.
Setelah pekerjaan besi pembalokan selesai dan sempurna baru kami lakukan
pekerjaan pengarangan besi plat lantai dan lainnya, dimana besinya telah disiapkan
dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar kerja dan bestek. Sedangkan
dilapangan kami hanya tinggal memasang dan mengikatkan dengan besi yang
diisyaratkan dengan jarak dan ukuran sesuai dengan gambar kerja. Setelah besi utama
dan plat lantai selesai, baru kami pasang deking beton dan deking besi untuk membuat
jarak antara besi dengan bekisting agar teratur ketebalan selimut beton kemudian
dilanjutkan dengan pemasangan stek-stek yang dibutuhkan. Setelah itu dibersihkan dari
bekas-bekas kawat pengikat dan serbuk gergaji hingga bersih.

D. Pekerjaan dinding
a. Pasangan ½ Batu Bata 1 : 4
Pemasangqan batu bata dilakukan dengan langkah berikut ini :
1. Rentangkan benang diantara 2 kolom setiap jarak 30-35 cm secara horizontal
sepanjang pemasangan bata atau dari kolom ke kolom.
2. Rendam batu bata kedalam ember baskom besar,
3. Buat adukan semen sesuai analisa pekerjaan,
4. Lakukan pemasangan bata secara horizontal dengan lurus dan datar
mengikuti arah benang tadi.
5. Setelah terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1
cm dan dibersihkan dengan sapu lidi, dan kemudian disiram air,
6. Pemasangan batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri dari
(maksimal) 20 lapis setiap hari.
7. Lapisan bata yang satu dengan lapisan bata diatasnya harus berbeda
setengah panjang bata.
8. Bata setengah tidak dibenarkan digunakan ditengah pasangan bata, kecuali
pasangan pada sudut.
9. Pengakhiran sambungan pada satu hari kerja harus dibuat bertangga
menurun dan tidak tegak bergigi untuk menghindari retak dikemudian hari.
Ilustrasi pemasangan bata sbb :
b. Pekerjaan Plesteran dan afwerking beton
Plesteran dikerjakan setelah pasangan dinding batu bata selesai dikerjakan atau
sebagian. Sebelum dilakukan pekerjaan plesteran, terlebih dahulu pasangan dinding
dibasahi dengan air agar pleteran tidak cepat kering dan melekat dengan sempurna.
Adukan plesteran yang digunakan disesuaikan dengan spesi pada pasangan dinding
batu bata spesi yang diisyaratkan dalam gambar dan bestek. Sedangkan bidang beton
yang diisyaratkan dalam gambar dan BOQ harus diafwerking dengan adukan spesi
yang diisyaratkan. Plesteran dan Aferking harus betul-betul rata. Setelah plesteran
kering baru kami lakukan pengacian permukaan plesteran dan beton agar pencatan
nantiknya dapat sempurna.

E. Pekerjaan Kap / Atap


a. Pekerjaan kuda-kuda
Pertaman kami akan pasang kuda-kuda kayu dengan semua jenis type. Setelah kuda-
kuda kayu terpasang dengan baik baru kami lakukan pemasangan gording dan
kemudian lesplank kayu dengan lurus dan semua kayu kuda-kuda akan kami ketam
licin karena akan dicat permukaannya. Kemudian baru kami pasang karpet talang dan
asesories yang akan megganggu pekerjaannya nantik sewaktu dipasang atap seng.
Dimana atap seng akan kami pasang atap seng warna dan dilengkapi dengan
perabung dan wall plasing tidak bocor dan rapi.

Pekerjaan konstruksi rangka atap harus dari bahan/ material yang bermutu baik,
pekerja yang terampil dan berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang baik.
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan kuda-kuda, gording, atap penutup dan seluruh detail
yang disebutkan / ditunjuk dalam ganbar rencana untuk mendapatkan hasil yang baik
sesuai dengan petunjuk Direksi / Pengawas.

Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai


berikut :
1. Bahan atap yang dipakai adalah atap Genteng metal roof dan Nok mental roof
dengan kualitas Baik stadart SNI atau sesuai petunjuk Direksi Pelaksana.
Pemasangan atap harus sesuai dengan petunjuk teknis pemakaian bahan
tersebut yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.
2. Untuk rangka atap menggunakan Kayu Kls II sesuai dengan syarat-syarat,
Sambungan-sambungan dilengkapi beugel / mur / baut / plat penyampung
sesuai gambar rencana.
3. Balok Gording menggunakan kayu Kls II
4. Listplank kayu harus memakai bahan papan Kayu Kelas-II dengan ukuran 2.5/20
cm.

F. PEKERJAAN LANTAI

Pekerjaan baru dapat kami kerjakan setelah pekerjaan bagian atas selesai pada
daerahnya dengan langkah kerja sebagai berikut :

1. Pertama kami mengajukan request dan persetujuan material yang akan dipakai
kepada pihak proyek dan pengawas lapangan.
2. Selanjutnya kami mengambil tinggi peil lantai dan menimbang dengan waterpas
dengan tinggi sesuai dengan yang dibutuhkan.untuk urugan pasir, urugan pasir
dan beton tumbuk 1semen: 3 pasir : 5 krekel dengan ketebalan 7 cm.
3. Selanjutnya membersihkan permukaan lantai beton dan kemudian merapikan
pada bagian-bagian tepi, dan pertemuan dengan bidang lainnya.

II. KOPERASI DAN KANTIN


Metode pelaksanaan pekerjaan pondasi, beton bertulang , dinding , atap, plafon, lantai
bagian bawah sama seperti metode yang di uraikan pada bagian I. Rehab Workshop,
sedangkan ukuran menyesuaikan dengan gambar kerja. Sehingga metode selanjutnya
adalah:

A. Pekerjaan Kosen Pintu dan Jendela


1. Pekerjaan kusen aluminium
Pekerjaan ini baru dapat dikerjakan setelah pekerjaan plesteran, lantai dan lainnya
selesai pada daerah yang akan dipasang, serta tidak ada pekerjaan yang menggangu
pelaksanaannya. Dalam pemasangan kami terlebih dahulu mencocokkan masing-
masing lobang gawang kozen dan melukis ukurannya baru kemudian membuat dan
menstelnya. Sedangkan pekerjaan pasangan rangka pintu/jendela kaca aluminium,
baru dapat dipasangkan setelah pekerjaan kozen aluminium terpasang dengan baik.
Pelaksanaannya yaitu pertama kami lakukan pengukuran lobang kozen pintu/jendela
kaca terlebih dahulu kemudian baru kami buat rangka pintu/jendela sesuai dengan
lobang masing-masingnya. Setelah itu baru kami pasangkan rangka/jendela beserta
kelengkapnnya yang telag dibuat dilos kerja dengan baik dan kokoh. Dalam melakukan
pekerjaan ini kami akan memakai tenaga khusus tukang aluminium untuk menghasilkan
pekerjaan yang baik dan benar.

2. Pekerjaan kusen rangka kayu klas II


Pekerjaan kusen kayu akan kami pasang bersamaan dengan pekerjaan pasangan
dinding batu bata, dimana kusen ini terlebih dahulu kami buat dilos kerja/ bengkel
pembuatan kozen dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar dan bestek. Dilapangan
hanya bersifat penstelan saja.

Sedangkan pintu kayu akan kami pasang setelah pekerjaan lantai, plafond an plesteran
telah selesai atau tidak ada yang mengganggu pekerjaan ini setelah terpasang.

Dimana pertama kami pasang engsel pintu pada tiap-tiap pintu sesuai dengan bentuk
dan ukuran. Setelah engsel terpasang baru kami lakukan pemasangan kunci pintu dan
tarikan pintu. Untuk pintu aluminium yang diisyaratkan memasang engsel tanam dalam
lantai (Floring) terlebih dahulu kami pasang engsel dalamlantai dengan posisi yang
telah ditentukan , kemudian setelah keras/kuat pasangannya baru kami stelkan pintu
diatas engsel floring tadi. Sedangkan kelengkapan penggantung dan pengunci lainnya
akan kami pasang sesuai dengan bentuk dan ukuran serta jumlah yang diisyaratkan
dalam gambar dan bestek dengan baik dan sempurna serta apabila diaktifkan/dipakai
dapat berfungsi dengan baik

Pekerjaan Sanitasi
Pekerjaan instalasi air bersih dan kotor akan kami kerjakan bersamaan dengan
pekerjaan pemasangan lantai dan dinding keramik. Termasuk dalam pekerjaan ini
adalah pemasangan saluran pipa-pipa air bersih dengan komponen-komponen
sambungannya. Pipa air yang digunakan adalah pipa PVC Medium ukuran 1/2 ”. Bahan
yang tidak disebutkan dalam syarat-syarat uraian, harus ada persetujuan dari Direksi.
Pipa air bersih dan air kotor tidak dibenarkan dipasang pada lubang galian yang sama.
Pemasangan pipa harus dilaksanakan dengan baik, dipasang sedemikian rupa
sehingga tidak bocor. Termasuk dalam pekerjaan ini ialah penyediaan/penyambungan
air bersih dari sumber air yang ada dimana penyediaan air bersih menjadi tanggung
jawab Pemda setempat Pemasangan instalasi air/pipa-pipa air bersih yang masuk
pada bangunan dan harus melekat pada dinding bata harus dipasang sebelum tembok
diplester. Kelalaian mengakibatkan pembongkaran dinding/plesteran tersebut tidak
dibenarkan. Diameter pipa sesuai dengan gambar, untuk itu sambungan-sambungan
pipa mengacu persyaratan yang berlaku sesuai fungsinya.
Pekerjaan Partisi
Pemasangan dinding partisi menggunakan rangka kayu 5/7 dan ditutup dengan GRC
tebal 6 mm yang diangkur kedalam balok/kolom yang ada. Pola perkuatan kayu dapat
dilihat dari gambar kerja yang ada.
Pekerjaan Pengecatan
Pekerjaan Pengecatan, yang akan dikerjakan adalah cat tembok dinding partisi, cat
kayu kozen dan impra triplek jati. Dengan metoda pelaksanaan pekerjaan sebagai
berikut : Pelaksanaan pencatan tembok. Pertama kami akan membersihkan
permukaan yang akan dicat dari bekas kotoran dan lainnya, kemudian baru diplemir
dengan baik dan diamplas sampai rata, kemudian dibersihkan dari debu amplasan dan
kotoran lainnya. Setelah debu dan kotoran lainnya bersih, baru dilakukan pekerjaan
pengecatan dengan cat dasar lapis pertama. Setelah cat dasar kering baru dilakukan
lapis cat tembok setara yang diisyaratkan dalam bestek lapis pertama sebagai cat
penutup, kemudia lapis kedua cat penutup dilakukan setelah lapis pertama kering. Jadi
untuk pekerjaan cat dinding dan lainnya akan kami kerjakan sampai rata 2 x jalan dan
bersih.

Pelaksanaan pencatan kayu. Pertama kami akan membersihkan permukaan yang


akan dicat dari bekas kotoran dan lainnya, kemudian baru dimenie dan kemudian
diplemir dengan baik dan diamplas sampai rata, kemudian dibersihkan dari debu
amplasan dan
kotoran lainnya. Setelah debu dan kotoran lainnya bersih, baru dilakukan pekerjaan
pengecatan dengan cat dasar lapis pertama. Setelah cat dasar kering baru dilakukan
lapis cat kayu setara yang diisyaratkan dalam bestek lapis pertama cat penutup,
kemudia lapis kedua cat penutup dilakukan setelah lapis pertama kering. Jadi untuk
pekerjaan cat ini akan kami kerjakan sampai rata 2 x jalan.

III. TEMPAT PARKIR RODA DUA


Pekerjaan ini merupakan pemindahan tempat parker lama yang di rehabmenjadi
Koperasi dan Kantin, item pekerjaan sudah ada dalam uraian-uraian di atas, metode
pelaksanaannya pun juga tidak memiliki perbedaan yang berarti . Pekerjaan
pemindahan atap dan rangka parker lama, dan pnebangan pohon, memerlukan kehati-
hatian dalam pelaksanaannya.

Demikian metode ini di buat, dan pada pelaksanaannya tetap perlu mendapatkan
arahan dari pengawas dan pemilik pekerjaan.

Painan, 14 Mei 2014


CV. WANDI PUTRA

WATNI
Direktur