Anda di halaman 1dari 8

SISTEM PERSEPSI SENSORI

PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN SISTEM PERSEPSI SENSORI


DI POLI MATA RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG

OLEH :

YULIUS PANCA SEPUTRA NIM 1714314201049

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAHARANI MALANG
2018
PERAN PERAWAT DALAM PERAWATAN SISTEM PERSEPSI SENSORI

Seiring dengan berjalanya waktu dan bertambahnya kebutuhan dalam


pelayanan kesehatan menuntut perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan di
banyak bidang. Dimana Perawat sebagai salah satu profesi kesetahan yang harus
dilibatkan dalam pencapaian pembangunan kesehatan baik Indonesia maupun dunia.
Oleh karena itu kompetensi dan keterampilan wajib dimiliki oleh perawat dalam
menunjang segala tugas prosesinya dalam memberikan asuhan keperawatan pada
individu yang menderita.
Seorang dapat dikatakan sebagai perawat dan mempunyai tanggungjawab
sebagai perawat manakala yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa dirinya
telah menyelesaikan pendidikan perawat baik diluar maupun didalam negeri, dengan
melalui jenjang pendidikan yang berkesinambungan serta bersifat formal. Salah satu
dasar peran perawat adalah menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1239/MenKes/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat, pada pasal 1 ayat
1 yang berbunyi “Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik
di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku”.
RSUD dr. Saiful Anwar Malang, sebagai salah satu rumah sakit tipe A
dengan Akreditasi Paripurna versi KARS telah melengkapi beberapa instrument
pemeriksaan diagnostic mata yang melibatkan peran perawat sebagai operator. Unit
rawat jalan mata ujung tombak pelayanan kesehatan mata di rumah sakit yang mana
dalam poliklinik tersebut terdapat beberapa alat diagnostic yang digunakan dalam
proses diagnostic penyakit mata. Adapun peran perawat pada unit ini cukup variatif
dalam menunjang pemeriksaan karena sebagian perawat harus mampu untuk
mengusai dalam operasional alat-alat diagnostik penyakit mata. Untuk memenuhi
kualifikasi tersebut perawat poli mata harus menempuh salah satunya adalah
Pelatihan Operasional Alat Diagnostik Mata selama kurun waktu 3 bulan, peran
tersebut adalah sebagai berikut :
 Anamneses
 Memberikan dan Membuat Laporan Asuhan Keperawatan,
 Memeriksa mata dg alat OCT atau optical coherence tomography, yang berfungsi
untuk mengukur pantulan sinar laser untuk mendapatkan gambar tentang
karakteristik jaringan mata,
 Memeriksa foto fundus dengan alat optalmoskopi,
 Memeriksa lapang pandang mata dengan alat Perimetri,
 Mengukur tekanan intra okuli dengan tonometer
 Memeriksa mata dengan alat biometri yang bertujuan untuk memeriksa tekanan
IOL
 Asistensi pemeriksaan dan operasi laser
 Mengukur tanda-tanda vital
 Memberikan obat tetes mata,
 Pelaksana terapi paching mata untuk mata strabismus.
 Macam-macam alat diagnostik poli mata, Perimetri , Optalmoskop,Tonometri,
Biometri, Hirschberg, Refraksi, Slit Lamp dll.
Setelah melakukan interview dan observasi pada perawat Poli Mata RSUD
Dr. Saiful Anwar Malang dapat di ambil kesimpulan bahwa peran dan tugas perawat
dalam memberikan pelayanan kesehatan cukup vital, karena beberapa dari perawat
menempati sebagai tenaga yang kompeten dalam proses penegakan diagnose pada
ruang dan operator alat-alat penunjang diagnostic untuk penyakit mata. Untuk
memenuhi kompetensi dan memenuhi kualifikasi sebagai operasional peralatan
diagnostic mata, beberapa perawat harus menempuh pendidikan dan pelatihan
beberapa minggu bahkan bulan, diantaranya diklat di RS Mata Undaan Surabaya.

Daftar Pustaka

Syaifuddin. (2010). Anatomi Fisiologi Kurikulum Berbasis Kompetensi


Untuk Keperawatan Dan Kebidanan ed.4, Jakarta : EGC

Rahajo J. Setiajadji. 2009. Aspek Hukum Pelayanan Kesehatan Edisi 2. Jakarta: EGC
LAMPIRAN

SKENARIO WAWANCARA

Interview dilakukan pada Hari Jumat,6 April 2018, jam 13.00 WIB

1. Salam dan berjabat tangan dengan Kepala Urusan Rawat Jalan Mata, ibu Nurul
Aini, S. Kep., Ners, kami menyampaikan tujuan dan sekaligus meminta ijin untuk
wawancara dengan bapak Beni Wicaksono selaku operator ruang diagnostic
mata.
2. Kami di persilahkan masuk ke ruang diagnostic mata
3. Kami di pertemukan dengan Bapak Beni Wicaksonoka, Amd. Kep
4. Selanjut berikut interview saya dengan beliau.
Yulius : “ selamat siang mas Beni, bagaimana kabarnya?”

Beni : “ kabar baik mas Yulius, bagaimana kuliahnya?”

Yulius : Puji Tuhan lancar mas, meskipun sedikit keteteran karena harus
membagi peran sebagai ortu, mahasiswa dan perawat icu”.

Beni : “ bagaimana, apa yang bisa saya bantu?”.

Yulius : “ iya mas maaf sedikit merepotkan, saya dan teman-teman mendapat
tugas untuk mata kuliah sistem persepsi sensori, tentang peran perawat
dalam pelayanan keperawatan di unit mata dan THT baik di poli maupun
rawat inap. Kami ke poli dengan pertimbangan berdasarkan persepsi
kami di poli lebih banyak yang bisa kami ketahui”.

Yulius : “ maaf mas Beni, untuk mempersingkat waktu mungkin bisa sedikit di
jelaskan, apa saja sih peran perawat di poli mata, kena berdasarkan
asumsi beberapa teman, jika sudah di poli maka peran perawat akan
berubah menjadi tenaga administrative, apa benar demikian.

Beni : “ sebagian anggapan itu ada yang benar mas, karena teman-teman yang
dengan kualifikasi pendidikan SPK tidak di perkenankan untuk
melakukan asuhan keperawatan”
Beni : “ jadi secara tidak langsung tugasnya beralih ke meja penerimaan pasien,
karena tidak di perkenankan di ruang tindakan”

Yulius : “ oh begitu”.

Beni : “ jika kualifikasi pendidikan D3 dan S1 secara aturan diperbolehkan di


ruang tindakan, khusus untuk tindakan diagnostic ini saya memegang
alat perimetri”

Yulius : “ terus fungsi alat perimetri ini apa mas?”

Beni : “ alat ini berfungsi untuk menilai lapang pandang yang dapat melihat
kelainan penglihatan sentral dan perifer yang biasanya disebabkan oleh
berbagai penyakit mata seperti glaucoma, stroke, tumor otak, atau
karena gangguan sistem saraf.

Yulius : “ gambaran hasil pemeriksaan perimetri ini bagaimana mas?”

Beni : “ ya misalkan pada pasien dengan gangguan lapang pandang maka akan
dengan nilai CDR yang di atas normal maka untuk diagnose pasti ttg
penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan dg perimetri”.

Beni : “ gambaran perimetri lainya adalah untuk mengetahui sudut atau daerah
mana yang tidak bisa di lihat dengan di tandai di hasil cetakan tampak
warna hitam pada tempat tertentu yang artinya pasien tidak bisa melihat
daerah tersebut’’.

Yulius : ‘’ membutuhkan waktu berapa lama mas untuk pemeriksaan perimetri


ini?’’.

Beni : “waktu pemeriksaan kira-kira 10 menit untuk satu mata”

Yulius : ‘’ untuk memenuhi kualifikasi sebagai operator perimetri harus pelatihan


dimana mas?’’

Beni : ‘’ pelatihan di RS Mata Undaan Surabaya, selama 1 bulan, kemudian di


lanjutkan di RSSA 1 bulan’’.

Yulius : ‘’ apakah untuk operator alat-alat lain sama harus pelatihan juga mas?’’
Beni : ‘’ iya, tapi yang lain pelatihan di RSSA, karena alat-alat sederhana, untuk
perawat yang mempunyai kompetensi dan sertifikasi hanya saya sama
mbak Nurul, untuk alat-alat lain bisa di operasikan oleh perawat lain dan
analisa dilakukan oleh dokter sendiri’’.

Yulius : ‘’ oh begitu’’.

YULIUS : ‘’ terakhir mas Beni, untuk alur kerja bagaimana?’’

Beni : ‘’ ya sama dengan perawat yang lain mas, datang sebelum jam 7, finger
print, kemudian setelah teman-teman datang kami pre-comference
sekitar ½ jam sambal menunggu administrasi pasien datang, setelah itu
proses pelayanan kami laksanakan sesuai dengan bagian dan
spesialisasi masing,kemudian istirahat jam 11.30-12.30 wib, jika hari
Jumat seperti sekarang istirahat samapai jam 13.00 wib, selanjutnya
pelayanan kembali sampai pasien habis biasanya antara jam 13.30 wib
pelayanan sudah selesai semua, kecuali kasus-kasus tertentu
membutuhkan pemeriksaan diagnostic lebih lama, terakhir finger print
untuk pulang’’.

Yulius : ‘’ baik mas Beni, sementara cukup dulu, Terima kasih atas bantuanya’’.

Beni : ‘’ sama-sama semoga bisa membantu’’.

Di akhiri dengan salam dan berjabat tangan sebagai penutup interview,dan sekaligus
mohon diri untuk meninggalkan poli mata.
LATAR BELAKANG ALAT PERIMETRI
TERIMA KASIH POLI MATA RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG