Anda di halaman 1dari 19

TUGAS MEMBUAT KARYA ILMIAH

BATAKO

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mata Pelajaran Mulok

Disusun oleh : tutut rahayu


Kelas : XI IPA 2
Guru pembimbing : azwarisman s,pd

SMA NEGERI 6 MERANGIN


2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan izin dan kekuatan
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul ’’ BATAKO”
tepat pada waktunya.Tugas ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata peajaran mulok.
Kami menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik
dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan
wawasan kami. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
menyempurnakan karya ilmiah ini.

Akhirnya, kami mengharapkan semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat, khususnya
bagi kami dan umumnya bagi pembaca.

bangko,25 mei 2014

Tutut rahayu

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………... i
DAFTAR Is……………………………………………………………………………... ii
ABSTRAK………………………………...…………………………………………….. iii

BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………….. 1

1.1. Latar belakang masalah………………………………….…………………….. 1


1.2 Rumusan masalah…………………………………………………...….……… 1
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………..……………… 2
1.4 Hipotesis………………………………………………………………………... 2
1.5 manfaat penulisan…………………………………………………….………… 2

BAB II KAJIAN TEORI………………………………………………………………… 3

2.1Pengertian batako………………………………………………………………… 3
2.2Sifat dan jenis batako…………………………………………………………...... 3
2.3 Peralatan membuat batako………………………………………………………. 5
2.4Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu batako……………………………….... 5
2.5Bahan penyusun batako…………………………………………………………... 6
2.6Cara pembuatan batako…………………………………………………………… 11
2.7kelebihan batako dan batu bata merah…………………………………………… 13

BAB III PENUTUP………………………………………….…………………………...... 14

3.1.Kesimpulan…………………………….………………………………………… 14
3.2.Saran…………………………………………………………………………….. 14

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….. 15

ii
ABSTRAK

Batako merupakan bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat
baik di pedesaan maupun di perkotaan yang berfungsi untuk bahan bangunan konstruksi.
Conblock concrete block atau batu cetak beton adalah komponen bangunan yang dibuat dari
campuran semen Portland atau pozolan, pasir, air dan atau tanpa bahan tambahan lainnya
additive, dicetak sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan
untuk pasangan dinding.
mutu dan tempat penyimpanan pasir sangat diperhatikan, tempat Penyimpanan pasir yang
baik adalah :Di tempat yang teduh, terlindungi dari minyak, jangkauan anak-anak, serta kotoran
hewan.Batako difokuskan sebagai konstruksi-konstruksi dinding bangunan nonstruktural.Bentuk
dari batako/batu cetak itu sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu batu cetak yang berlubang (hollow
block) dan batu cetak yang tidak berlubang (solid block) serta mempunyaiukuran yang
bervariasi.bahwa batako adalah Semacam batu cetak yang terbuat dari campuran tras, kapur, dan
air atau dapat dibuat dengan campuransemen, kapur, pasir dan ditambah air yang dalam keadaan
pollen (lekat) dicetak menjadi balok-balok dengan ukuran tertentu´.
Selain itu dalam Bertambahnya jumlah penduduk tiap tahunnya membuat jumlah kebutuhan
bangunan rumah, gedung, sekolah, kantor, dan prasarana lainnya akan meningkat. Pada
umumnya konsumsi bangunan tidak lepas dari penggunaan batu bata sebagai salah satu
pembentuk konstruksi dinding dalam suatu pembuatan bangunan. Kebutuhan batu bata yang
semakin meningkat dan kerusakan tanah yang disebabkan oleh pembuatan batu bata menjadi
masalah di lapangan yang harus segera diatasi. Batako sebagai alternatif pengganti batu bata
untuk pembuatan dinding diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Selain itu dalam
pelaksanaannya, batako dapat disusun 4 kali lebih cepat dan cukup kuat untuk semua
penggunaan yang biasanya menggunakan batu bata.

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kreatifitas siswa siswi dalam pembuatan batako dan pengenalan Manfaat nya dalam
kehidupan sangat diperlukan. Agar siswa siswi dapat membuat batako dan dapat memahami apa
kegunaan dan manfaat Batako dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Daya serta kemampuan siswa SMA 6 Merangin sangat dibutuhkan dalam pembuatan
batako ini, agar di dalam diri siswa tersebut dapat tertanamakan rasa kewirausaahan yang dapat
berdampak baik.Cara pembuatan Batako tidak terlalu rumit, hanya saja jika kita ingin mencoba
dan belajar pasti semua nya akan terasa mudah bagi siswa siswi SMA N 6 Merangin.

Dewasa ini pembuatan batu bata dan kebutuhan bahan bagunan meningkat tajam secara
signifikan , hal ini menjadikan permintaan bahan bangunan juga semakin bertambah dan Tidak
sedikit akibatnya terjadi kerusakan lahan pertanian yang merupakan bahan utama pembuatan
batu bata. Maka dari itu hadir lah yang namanya Batako.Batako merupakan bahan bangunan
yang berupa bata cetak .Batako sebagai alternatif pengganti bata merah untuk bangunan dinding
yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu kendala dalam pengadaan
bahan baku untuk proses pembuatan batako saat ini adalah ketersediannya yang secara pasti akan
berkurang dan harganya mahal, sehingga daya beli masyarakat turun, padahal kebutuhan akan
barang tersebut terus meningkat. Dikalangan pelajar tentu tidak lagi asing mendengar kata
mengenai suatu benda yang saat ini sudah menjadi tren bahan bangunan yakni batako. Walaupun
pelajar telah mengenal dan mengetahui secara pasti mengenai bentuknya,namun disini para
pelajar belum tentu mengetahui secara benar jenis-jenis batako , alat dan bahan pembuatan dan
sampai percetakannya.

1.2 Perumusan Masalah

Dari beberapa uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah utama yang akan dibahas
dalam penelitian ini yaitu,
 Apa sajakah kelebihan dari batako ?
 Bagaimanakah cara membuat batako?
 apakah faktor-faktor yang mempengarui mutu batako?

1
2

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Dapat mengetahui batas kemampuan siswa dalam membuat Batako.


2. Dapat mengetahui kekurangan dan kelemahan siswa dalam membuat Batako.

1.4 Hipotesis

1. Batako memiliki mutu lebih kuat dibanding bata merah

2. kualitas semen atau pasir sangat berpengaruh besar terhadap mutu batako

3. pembuatan batako diusahakan campuran dibuat sepadat mungkin

1.5. Manfaat penulisan

Manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini agar pembaca dapat memahami bahwa sebenarnya
pembuatan batako ini dapat kita coba sendiri dirumah, dengan alat yang sederhana dan bahan
yang relatife terjangkau,dengan nantinya apa bila hal ini dilakukan maka pembaca dapat
membuka usaha dan menjadikan batako sebagai mata pencarian bagi yang memiliki bakat .
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 pengertian batako

Batako adalah bata yang dibuat dari campuran bahan perekat hidrolis ditambah dengan
agregat halus dan air dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya dan mempunyai luas
penampang lubang lebih dari 25 % penampang batanya.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan tentang pengertian batako yakni salah
satu bahan bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar dengan bahan
pembentuk yang berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat ditambahkan
dengan jerami sebagai bahan pengisi antara campuran tersebut atau bahan tambah lainnya.
Kemudian dicetak melalui proses pemadatan hingga menjadi bentuk balok-balok dan
pengerasannya tanpa melalui pembakaran serta dalam pemeliharaannya ditempatkan pada tempat
yang lembab atau tidak terkena sinar matahari langsung atau hujan, tetapi dalam pembuatannya
dicetak sedemikian rupa.
Batako merupakan bahan bangunan yang berupa bata cetak 7ortland7ve pengganti
batu bata yang tersusun dari komposisi antara pasir, semen 7ortland dan air dengan
perbandingan1 semen : 7 pasir.Batako mempunyai sifat-sifat panas dan ketebalan total yang
lebih baik dari pada beton padat. Jika dibandingkan dengan batu bata, batako memiliki
keuntungan tertentu seperti, beratnya hanya 1/3 dari batu bata untuk jumlah yang sama. Batako
dapat disusun 4 kali lebih cepat dan cukup kuat untuk semua penggunaan yang biasanya
menggunakan batu bata.Dinding yang dibuat dari batako mempunyai keunggulan dalam hal
meredam panas dan suara.Semakin banyak produksi beton semakin ramah lingkungan dari pada
produksi bata tanah liat karena tidak harus dibakar.

2.2. Sifat dan Jenis batako


Batako mempunyai sifat-sifat panas dan ketebalan total yang lebih baik dari pada beton
padat. Jika dibandingkan dengan batu bata, batako memiliki keuntungan tertentu seperti,
beratnya hanya 1/3 dari batu bata untuk jumlah yang sama.

3
4

Batako dapat disusun 4 kali lebih cepat dan cukup kuat untuk semua penggunaan yang biasanya
menggunakan batu bata.
Dinding yang dibuat dari batako mempunyai keunggulan dalam hal meredam panas dan suara.
Semakin banyak produksi beton semakin ramah lingkungan dari pada produksi bata tanah liat
karena tidak harus dibakar. Secara umum jenis jenis batako ada 2 macam. Yaitu batako
putih dan batako press.

 Kelebihan dinding batako putih:

1. Pemasangan batako putih relatif lebih cepat.


2. Harga batako putih relatif murah

 Kekurangan dinding batako putih:

1. Batako putih lebih rapuh dan mudah pecah.


2. Batako putih menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab.
3. Dinding batako putih mudah retak.
4. Penggunaan rangka beton pengaku relatif lebih banyak, yaitu setiap bidang dinding
seluas 7,5 – 9 m

 Kelebihan dinding batako pres:

1. Batako Press lebih kedap air sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya rembesan air.
2. Pemasangan batako press lebih cepat daripada dinding bata merah ataupun dinding
batako putih, karena ukuran material yang lebih besar.
3. Batako press membutuhkan rangka beton pengaku relatif lebih sedikit, yaitu antara 9 – 12
m2 luas bidang dinding
4. Ukuran material batako press lebih presisi dan seragam, hingga mengurangi pemakaian
spesi dan material plester serta aci.
5. Ketersediaan material batako press relatif terjamin, serta fluktuasi harga tidak terlalu
tinggi karena proses pembuatannya tidak terlalu dipengaruhi oleh musim.
5

 Kekurangan dinding batako pres:

1. Harga batako press relatif lebih mahal dibanding batako tras.


2. Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
3. Dinding mudah berlubang sebab terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya, sehingga
menyulitkan untuk pemasangan perabot pada dinding.
4. Insulasi panas dan suara tidak sebaik dinding batu bata.

2.3 Peralatan Membuat Batako

Peralatan dan perkakas dalam membuat Batako adalah :


1. Cetakan Batako
2. Ayakan Pasir
3. Kotak Adukan
4. Sendok Semen
5. Sekop
6. Cangkul
7. Ember Penyiram
8. Plat Kayu
9. Plastik

2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mutu Batako

Faktor yang mempengaruhi mutu batako tergantung pada:


(1) faktor air semen (f.a.s)
(2) umur batako
(3) kepadatan batako
(4) bentuk dan tekstur batuan
(5) ukuran agregat dan lain-lain
6

Faktor air semen adalah perbandingan antara berat air dan berat semen
dalam campuran adukan. Kekuatan dan kemudahan pengerjaan campuran adukan batako sangat
dipengaruhi oleh jumlah air campuran yangdipakai. Untuk suatu perbandingan campuran batako
tertentu diperlukan jumlah air yang tertentu pula. Pada dasarnya semen memerlukan jumlah air
sebanyak 32% berat semen untuk bereaksi secara sempurna, akan tetapi dalam pembuata batako
apabila kurang dari 40 % berat semen maka reaksi kimia tidak selesai dengan sempurna. Apabila
kondisi seperti ini dipaksakan akan mengakibatkan kekuatan batako berkurang. Jadi air yang
dibutuhkan untuk bereaksi dengan semen dan untuk memudahkan pembuatan batako, maka nilai
f.a.s. pada pembuatan dibuat pada batas kondisi adukan lengas tanah, karena dalam kondisi ini
adukan dapat dipadatkan secara optimal. Disini tidak dipakai patokan angka sebab nilai f.a.s.
sangat tergantung dengan campuran penyusunnya. Nilai f.a.s. diasumsikan berkisar antara 0,3
sampai 0,6 atau disesuaikan dengan kondisi adukan agar mudah dikerjakan.
kuat tekanan batako bertambah tinggi dengan bertambahnya umur batako. Oleh karena
itu sebagai standard kekuatan batako dipakai kekuatan pada umur batako 28 hari. Bila karena
sesuatu hal diinginkan untuk mengetahui kekuatan batako pada umur 28 hari, maka dapat
dilakukan dengan menguji kuat tekan batako pada umur 3 atau 7 hari dan hasilnya dikalikan
dengan factor tertentu untuk mendapatkan perkiraan kuat tekan batako pada umur 28 hari.
Kekuatan batako juga dipengaruhi oleh tingkat kepadatannya. Dalam pembuatan batako
diusahakan campuran dibuat sepadat mungkin. Hal ini memungkinkan untuk menjadikan bahan
semakin mengikat keras dengan adanya kepadatan yang lebih, serta untuk membantu merekatnya
bahan pembuat batako dengan semen yang dibantu oleh air.

2.5. Bahan penyusun batako

1. Semen

Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan
bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang
artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan".
7

Meski sempat populer pada zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur
panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M)
resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran.

Jika anda ingin menggunakan semen, bagaimana anda mengetahui bahwa semen tersebut
adalah semen yang baik? Berikut tips memilih perekat bahan bangunan semen yang baik :

 Tidak menggumpal

Semen yang telah lama disimpan bisa membentuk gumpalan yang akan hancur jika diremas dan
lama-kelamaan mengeras. Jika Anda melihat fisik semen seperti ini, ayak lah semen agar
terpisah dengan bagian yang menggumpal. bagian yang tidak menggumpal dapat digunakan
dalam campuran, sedangkan yang menggumpal jangan dipakai karena sudah bereaksi dengan
uap air/kelembaban dan hanya akan menjadi bagian yang lemah pada plesteran/beton/acian.

 Waktu mengeras

Terdapat dua waktu yang diukur dalam campuran material bahan bangunan semen, yaitu waktu
ikat awal dan waktu ikat akhir. Waktu ikat awal adalah waktu yang dibutuhkan sejak semen
bercampur dengan air dari kondisi plastis menjadi tidak plastis, dimana waktu yang dibutuhkan
selama proses ini ± 45 menit. Ukuran standar adukan semen untuk menjadi kering antara 6-7
jam. Anggapan bahwa semakin cepat waktu pengerasan campuran semen, semakin kuat mutu
yang dihasilkan, bisa dikatakan tidak tepat. Faktanya, semakin cepat semen mengeras berarti
semakin cepat laju reaksi hidrasinya. Reaksi hidrasi menghasilkan panas, sehingga suhu menjadi
tinggi. Suhu yang tinggi akan menimbulkan retak pada beton/plesteran/acian sehingga kualitas
dan kekuatan menurun.
8

 Adukan lebih rapat dan rekat

Material bahan bangunan semen yang kaya akan mineral dan logam dapat membantu
menghasilkan campuran yang padat. Unsur yang berperan dalam menentukan sifat lekat adalah
C3S. Daya lekat yang baik antara pasta semen dengan agregat menghasilkan campuran bahan
bangunan yang padat dan terbaik. Campuran yang padat menghasilkan bahan bangunan
beton/plester/acian yang berkualitas.

 Kemasan tertutup sempurna

Kualitas pekerat bahan bangunan semen akan terjaga jika kemasannya juga terjaga, dalam artian
tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas tambalan. Sebelum membeli, cek kertas
pembungkus semen masih tersegel rapat atau tidak.

 Berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia)

Sebelum memilih pekerat bahan bangunan semen, pastikan terlebih dahulu sertifikat yang telah
diraih oleh merek tersebut. Bisa berupa logo SNI atau yang telah bersertifikasi internasional.
Untuk Semen Tiga Roda telah diproduksi mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar
Amerika dan Standar Eropa.

 Baik dalam penyimpanannya

Cara menyimpan perekat bahan bangunan semen yang baik diantaranya adalah jumlah tumpukan
tidak melebihi 2 meter dan terlindung dari kelembaban yang tinggi. Sebaiknya tidak bersentuhan
langsung dengan lantai dan dinding dengan memberi bantalan (palet/kayu). Selain itu, semen
yang baik ditumpuk secara berdekatan untuk mengurangi sirkulasi udara.

semen portland dibagi dalam 5 jenis, sebagai berikut :


 jenis l : Untuk konstruksi pada umumnya, dimana tidak diminta persyaratan
khusus seperti yang disyaratkan pada jenis-jenis lainnya.
 Jenis ll : Untuk konstruksi umumnya terutama sekali bila disyaratkan agak tahan
9

 Jenis lll : Untuk konstruksi - konstruksi yang menuntut persyaratankekuatan awal yang
tinggi.
 Jenis lv : Untuk konstruksi - konstruksi yang menuntut persyaratan panashidrasi yang
rendah.
 Jenis v : Untuk konstruksi - konstruksi yang menuntut persyaratan sangat tahan terhada
sulfat.

2.pasir

Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625
sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai
tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur. Hanya beberapa tanaman yang dapat
tumbuh di atas pasir, karena rongga-rongganya yang besar. Pasir memiliki warna sesuai dengan
asal pembentukannya. Pasir juga penting untuk bahan bangunan bila dicampur Semen.

Disamping itu masih banyak penggunaan pasir dalam bahan bangunan yang dipergunakan
sebagai bahan campuran untuk pembuatan material cetak seperti pembuatan paving block,
kansteen, batako dan lain lain.

Ada beberapa jenis pasir yang biasa dijual diantaranya :

 Pasir Beton

Pasir Beton adalah pasir yang bagus untuk bangunan dan harganya lumayan mahal, anda bisa
lihat di daftar harga pasir. Pasir Beton biasanya berwarna hitam dan butirannya cukup halus,
namun apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik
sekali untuk pengecoran, plesteran dinding, pondasi, juga pemasangan bata dan batu.
10

 Pasir Pasang

Pasir Pasang adalah pasir yang lebih halus dari pasir beton ciri cirinya apabila dikepal dia akan
menggumpal tidak kembali lagi ke semula. Jenis pasir ini harganya lebih murah dibanding
dengan pasir beton. Pasir pasang biasanya dipakai untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu
kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding.

 Pasir Elod

Pasir Elod adalah pasir yang paling halus dibanding pasir beton dan pasir pasang. Harga Pasir ini
jauh lebih murah dibanding Jenis Pasir yang lainnya. Ciri ciri pasir elod adalah apabila dikepal
dia akan menggumpal dan tidak akan puyar kembali. Pasir ini masih ada campuran tanahnya dan
warnanya hitam. Jenis pasir ini tidak bagus untuk bangunan. Pasir ini biasanya hanya untuk
campuran pasir beton agar bisa digunakan untuk plesteran dinding, atau untuk campuran
pembuatan batako.

 Pasir Merah

Pasir merah atau suka disebut Pasir Jebrod kalau di daerah Sukabumi atau Cianjur karena
pasirnya diambil dari daerah Jebrod Cianjur. Pasir Jebrod biasanya bagus untuk bahan Cor
karena cirinya hampir sama dengan pasir beton namun lebih kasar dan batuannya agak lebih
besar.

persyaratan pasir atau agregat halus yang baik sebagai bahan bangunan adalah sebagai berikut :

 Agregat halus harus terdiri dari butiran yang tajam dan keras dengan indekskekerasan <
2,2.
 Sifat kekal apabila diuji dengan larutan jenuh garam sulfat sebagai berikut:
 jika dipakai natriun sufat bagian hancur maksimal 12%.
 jika dipakai magnesium sulfat bagian halus maksimal 10%.
 Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dan apabila pasir mengandunglumpur
lebih dari 5% maka pasir harus dicuci.
11

 Pasir tidak boleh mengadung bahan-bahan organik terlalu banyak, yang harusdibuktikan
dengan percobaan warna darilarutan jenuh
NaOH 3%.
 Susunan besar butir pasir mempunyai modulus kehalusan antara 1,5 sampai3,8 dan terdiri
dari butir-butir yang beraneka ragam.
 Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi reaksi pasir terhadap alkaliharus
negatif.
 Pasir laut tidak boleh digunakan sebagai agregat halus untuk semua mutubeton kecuali
dengan petunjuk dari lembaga pemerintahan bahan bangunan
yang diakui.
16
 Agreagat halus yang digunakan untuk plesteran dan spesi terapan harus memenuhi
persyaratan pasir pasangan.

2.6 Cara membuat Batako


Persiapan

Siapkan perkakas,peralatan dan bahan. Ayak pasir pertama dengan ayakan pasir 1 cm2 ntuk
memisahkan batu-batu yang besar.Lalu ayak lagi dengan ayakan yang lebih kecil untuk
mendapatkan pasir halus. Pasir harus bersih dari kotoran, sampah dan lumpur

Bahan Yang Digunakan

Batako dibuat dengan bahan dasar berupa kapur, pasir, semendan air sebagai media
pembuatnya.Rumus yang biasa digunakan ialahempat truk pasir dan satu ton kapur kembang.

Proses Pembuatan Batako

Mengaduk Beton

Kali ini akan dibahas mengaduk betondengn tangan, jangan lupa siapkan sarung tangan plastik.
Langkah-langkah mengaduk beton dengan tangan adalah sebagai berikut :

 Taburkan sejumlah pasir yang telah diukur setebal 10 cm di kotak adukan


 Tuang semen di atas pasir dan aduk keduanya secara bersama-sama sampai warna

keduanya tercampur;

 Bentuk adukan menjadi gundukan, dan buat lubang seperti cekungan di tengah;
12

 Siram dengan sedikit air secara perlahan dan aduk sampai terbentuk pasta yang merata;
 Jika menggunakan kerikil, sekarang tambahkan dalam takaran yang sesuai kerikil
danaduk hingga setiap kerikil terlapisi secara merata;
 Periksa adukan: ambil segenggam penuh adukan dan bentuk seperti bola kecil. Jikabola
tersebut tidak retak, dan tangan sedikit basah, adukan siap untuk dicetak.

Langkah selanjutnya Mencetak Batako

1. Siapkan alat cetakan


2. Masukkan adukan beton kedalam ember
3. Tempatkan bagian bawah cetakan ke tempat yang benar (di bawah atap atau tempat teduh
lainnya)
4. Beri oli dibawah cetakan
5. Tuang adukan beton kedalam cetakan
6. Letakkan alat tekan cetakan di atas bagian bawah cetakan
7. Tekan alat tekan lurus ke bawah hingga “bagian kakinya menyentuh lantai pada ke
dua sisi
8. Injak dengan kaki ke atas alat tekan cetakan, tekan cetakan, ambil pegangan bagian
bawah cetakan, perlahan – lahan angkat bagian atas cetakan
9. Letakkan bagian bawah cetakan ke tanah secara perlahan
10. Keluarkan peralatan tekan dari bagian bawah cetakan; pisahkan ke samping
11. Perlahan-lahan angkat bagian bawah cetakan ke atas, dan tempatkan di samping batako
yang baru jadi
12. Biarkan batako yang baru selama 1 hari, jangan kena sinar matahari langsung
13. Setelah 1 hari, batako ditumpuk dan dilakukan /curing/ selama seminggu
14. Bersihkan cetakan dari debu dan beri minyak lagi di cetakan dan batako berikutnya siap
dicetak.
13

2.7 Kelebihan batako dibanding bata merah

Batako lebih hemat dari bata merah dari segi waktu pemasangan, jumlah pemakaian
adukan, dan harga per meter persegi. Batako juga bisa menampilkan tekstur dinding yang lebih
rapi apabila bila tidak diberi plester atau ekspos. Pembuatan bangunan menggunakan batako
bisa selesai dalam waktu lebih cepat. Jika Anda membangun dinding menggunakan batako,
hanya dibutuhkan 10 hingga 15 buah batako untuk menyusun dinding seukuran satu meter
persegi. Memang tidak secepat pemasangan dinding papan semen atau gypsum, tetap jelas
lebih cepat dari aplikasi bata merah.

Keuntungan yang bisa diperoleh melalui penggunaan batako tidak hanya berhenti di sana,
melainkan juga menghemat plesteran serta mengurangi beban dinding sehingga konstruksi
bangunan menjadi lebih ringan.

Untuk menjawab kritik bahwa batako kurang kokoh, bisa diatasi dengan mencampur
material dasar batako dengan abu ampas tebu yang merupakan limbah industri yang bisa
dimanfaatkan kembali. Abu ampas tebu terbukti memberi hasil yang lebih kuat, ringan, dan
tahan lebih lama dari kondisi agresif. Harganya pun murah. Karena harganya lebih murah dari
sebagian besar bata merah, bangunan yang dibuat menggunakan batako kerap dianggap tidak
sekelas dengan bangunan bata merah dan tidak mempunyai nilai jual yang tinggi. Namun
pendapat tersebut sangat subjektif, tergantung kepada kebutuhan dan selera dari masing-masing
pemilik bangunan
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan

Pembuatan bangunan menggunakan batako bisa selesai dalam waktu lebih cepat. Jika Anda
membangun dinding menggunakan batako, hanya dibutuhkan 10 hingga 15 buah batako untuk
menyusun dinding seukuran satu meter persegi. Memang tidak secepat pemasangan dinding
papan semen atau gypsum, tetapi jelas lebih cepat dari aplikasi bata merah.

Untuk menjawab kritik bahwa batako kurang kokoh, bisa diatasi dengan mencampur
material dasar batako dengan abu ampas tebu yang merupakan limbah industri yang bisa
dimanfaatkan kembali. Abu ampas tebu terbukti memberi hasil yang lebih kuat, ringan, dan
tahan lebih lama dari kondisi agresif. Harganya pun murah. Karena harganya lebih murah dari
sebagian besar bata merah, bangunan yang dibuat menggunakan batako kerap dianggap tidak
sekelas dengan bangunan bata merah dan tidak mempunyai nilai jual yang tinggi

Melalui penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6
Merangin dapat membuat Batako secara mandiri serta dapat mengenal kegunaan batako dalam
kehidupan sehari-hari.

3.2 saran
 Diharapkan siswa terus belajar bagaimana carasiswa dapat membuat Batako
secara mandiri dengan baik dan benar.
 Diharapkan siswa lebih memahami tentang kegunaan Batako dalam kehidupan
sehari-hari.

Disini penulis mengharapkan agar pembaca memahami betul cara pembuatan batako, dengan
adanya karya ilmiah ini penulis akan senang sekali apabila ini berguna nantinya untuk semua
yang telah membaca karya ilmiah ini. Segala keritikan dan masukan dengan segala kekurangan
penulis sangat memaklumkan karena karya ilmiah ini hadir sebagai syarat peralajran akhir
“mulok”.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://nusantara-batako.com/page.php?link=2

http://www.ilmusipil.com

Soraya.2004.logic.yogyakarta:ringroad
Aji rustam. 2009.cetak batako. Bandung : departemen pendidikan.
djoko,achmad. 1998.berwirausaha Batako. Jakarta : yudistira
rampan.2000Alat alat pembuatan batako. Jakarta. Departemen pendidikan dan kebudayaan

15