Anda di halaman 1dari 6

PANDUAN PRAKTIKUM PENYEHATAN TANAH

SEMESTER III PRODI D III/D IV

Dususun oleh : Sri Slamet Mulyati, SKM.,M.Kes

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN


POLTEKKES KEMENKES BANDUNG
TA 2016/2017
PERTEMUAN 1, 2, dan 3

A. Judul : Pengambilan Sampel Tanah


B. Tujuan :
1. Melakukan pengambilan sampel tanah dengan metode
tertentu
2. Melakukan pengukuran suhu tanah pada berbagai variasi
kedalaman
3. Melakukan pengamatan warna tanah pada berbagai variasi
kedalaman
C. Metode : Pengambilan contoh tanah terganggu (disturb soil sample).
D. Landasan Teori : Pengambilan sampel tanah dapat ditujukan untuk berbagai hal,
diantaranya adalah sebagai berikut
1. Untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan biologis
tanah
2. Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah (melalui kajian
status unsur hara)
3. Untuk mengetahui tingkat pencemaran tanah
4. Untuk menentukan pengelolaannya apabila tanah tersebut
tercemar
Ada metode pengambilan contoh tanah utuh (undisturbed soil
sample), agregat utuh (undisturbed soil aggregate), dan contoh
tanah tidak utuh (disturb soil sample).
E. Alat dan Bahan : cangkul/sekop/bor tanah, meteran, kertas label, timbangan, soil
tester, kantung plastik, dan alat tulis.
F. Prinsip Kerja : contoh tidak boleh bercampu satu sama lain dan tidak
mengalami perubahan apapun selama dalam perjalanan.
G. Cara Kerja :
1. Buat denah sampling tanah
Contoh untuk luas 1m2
1 2

3 4

2. Ratakan dan bersihkan permukaan tanah dari rumput atau


serasah.
3. Gunakan alat cangkul, sekop, atau bor tanah untuk menggali
tanah.
4. Gali tanah sampai kedalaman tertentu (5 cm, 10 cm, 20 cm, dan
50 cm).
5. Ukur suhu tanah pada masing-masing kedalaman dan amati
warna tanahnya, masukkan dalam tabel berikut ini :

Parameter Kedalaman Tanah


yang diamati 5 cm 10 cm 20 cm 50 cm
Suhu
Warna

6. Pada salah satu kedalaman , ambil sampel tanah sebanyak 1 Kg


dengan teknik simple random sampling pada denah yang sudah
dibuat.
7. Masukkan sampel tanah ke dalam kantong plastik .
8. Beri label dan informasi seperti lokasi, tanggal pengambilan,
kedalaman tanah, waktu pengambilan, dan nama pengambil.

SELAMAT BEKERJA
PERTEMUAN 4-7

A. Judul : Pemeriksan Kadar Air Tanah


B. Tujuan : Menentukan kadar air sampel tanah
C. Metode : SNI 1965 : 2008 (gravimetri)
D. Landasan Teori : kadar air tanah dinyatakan dalam persen (%), merupakan selisih
antara massa/berat contoh tanah basah sebelum pengeringan dan massa/berat contoh
tanah setelah dikeringkan sampai mencapai massa/berat yang tetap pada 105 °C. Ada
dua cara penetapan kadar air tanah yaitu berdasarkan perbandingan dua massa
(gravimetrik) atau dua volume (volumetrik).
E. Alat da Bahan :
1. Oven pengering
2. Timbangan analitik
3. Cawan penguap
4. Desikator
5. Krustang
6. Peralatan lain : pisau, spatula, sendok, kain pembersih dll
F. Prinsip Kerja : penentuan kadar air tanah dilakukan sesegera mungkin setelah
pengambilan sampel
G. Cara Kerja :
1. Timbang dan catat berat cawan kering yang kosong tempat sampel tanah akan diuji.
2. Masukkan sampel tanah ke dalam cawan, tentukan berat cawan yang berisi, catat
nilai tersebut.
3. Masukkan sampel ke dalam oven pengering selama 4 jam pada suhu 110 °C ± 5 °C
hingga berat konstan, setelah 2 waktu berturut-turut (lebih dari 1 jam) pengeringan
selisihnya kurang dari 0,1%.
4. Keluarkan cawan dari oven pengering, biarkan menjadi dingin pada temperatur
ruangan atau sampai cawan dapat dipegang dengan aman.
5. Masukkan cawan ke dalam desikator untuk mengurangi penyerapan yang besar
terhadap kelembaban dari atmosfer selama pendinginan.
6. Lakukan penimbangan dan catat nilai tersebut.

SELAMAT BEKERJA

PERTEMUAN 8-9

A. Judul : Pemeriksan pH Tanah


B. Tujuan : Menentukan pH sampel tanah
C. Metode : SNI 1965 : 2008 (gravimetri)
D. Landasan Teori : kadar air tanah dinyatakan dalam persen (%), merupakan selisih
antara massa/berat contoh tanah basah sebelum pengeringan dan massa/berat contoh
tanah setelah dikeringkan sampai mencapai massa/berat yang tetap pada 105 °C. Ada
dua cara penetapan kadar air tanah yaitu berdasarkan perbandingan dua massa
(gravimetrik) atau dua volume (volumetrik).
E. Alat da Bahan :
1. pH meter
2. Gelas ukur
3. Beaker glass
4. Jar Test
5. Aqudest
6. Peralatan lain : pisau, spatula, sendok, kain pembersih dll
F. Prinsip Kerja : penentuan kadar air tanah dilakukan sesegera mungkin setelah
pengambilan sampel
G. Cara Kerja :
7. Timbang dan catat berat cawan kering yang kosong tempat sampel tanah akan diuji.
8. Masukkan sampel tanah ke dalam cawan, tentukan berat cawan yang berisi, catat
nilai tersebut.
9. Masukkan sampel ke dalam oven pengering selama 4 jam pada suhu 110 °C ± 5 °C
hingga berat konstan, setelah 2 waktu berturut-turut (lebih dari 1 jam) pengeringan
selisihnya kurang dari 0,1%.
10. Keluarkan cawan dari oven pengering, biarkan menjadi dingin pada temperatur
ruangan atau sampai cawan dapat dipegang dengan aman.
11. Masukkan cawan ke dalam desikator untuk mengurangi penyerapan yang besar
terhadap kelembaban dari atmosfer selama pendinginan.
12. Lakukan penimbangan dan catat nilai tersebut.

SELAMAT BEKERJA