Anda di halaman 1dari 5

f

STUDI LITERATUR

PROSPEK PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA


BIDANGKESEHATANMASYARAKAT

Artha Budi Susila Duarsa*

ABSTRAK

Dengan berbagai kondisi kesehatan masyarakat tersebut terjadi berbagai opini di masyarakat luas bahwa ada yang
salah dalam pengelolaan kesehatan masyarakat oleh pemerintah. Padahal perlu disadari secara mendalam bahwa
masalah kesehatan masyarakat adalah masalah kita bersama dan tanggung jawab kita bersama untuk mengatasinya.
Hanya saja karena semua itu adalah masalah kesehatan masyarakat maka tanggung jawab yang pertama adalah pada
pemerintah, masyarakat memang harus ikut bertanggungjawab, namunperan masyarakat adalah mendukung (suplemen)
peran pemerintah. Pemerintah harus mampu memfasilitasi, memberi peluang, bahkan mengatur bagaimana potensi
masyarakat untuk dilibatlkan dalam program kesehatan masyarakat. Disinilah sebenarnya prospek peran pendidikan
dan profesi kesehatan masyarakat dalam proses pembangunan kesehatan secara menyeluruh. Karena individu-individu
profesi kesmas tersebar diberbagai lembaga pemerintahan, pendidikan LSM, media masa, dll dapat memberikan
kontribusi yang signifikan dalam ikut memberikan jalan keluar mengatasi berbagai masalah kesehatan yang ada
sesuai dengan peran dan fungsinya. Pada makalah ini akan disampaikan demarkasi dari pendidikan ilmu kesehatan
masyarakat yang terdiri dari empat kriteria yang diperlukan untuk eksistensi sebuah profesi, yaitu; 1) adanya wilayah
keilmuan (ontologi), 2) adanya metode spesifikyang dipergunakan (epistemologi), 3) aplikasi teknis untuk memecahkan
masalah (axiologi) dan 4) etika profesi yang mengatur perilaku aplikasi profesi tersebut
Kata Kunci : Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana

Pendahuluan March Lalonde dan Hendrick L. Blum (1974),


Untuk waktu yang sangat lama pemikiran kita menemukan faktor-faktor penting yang menentukan
telah didominasi oleh cara berfikir yang keliru, bahwa kesehatan penduduk. Pelayanan kuratif lebih merupakan
kesehatan selalu diasosiasikan dengan pengobatan dan pelayanan penanganan penyakit individu secara episodik.
penyembuhan penyakit yang merupakan upaya kuratif. Namun apabila terjadi keadaan wabah maka pelayanan
Upaya kesehatan yang menekankan upaya penyembuhan kuratif akan menghadapi banyak masalah karena jumlah
seringkali menyesatkan banyak orang, dimana seolah-olah yang sakit melebihi kapasitas yang bisa ditangani dalam
apabila semua orang yang sakit bisa diobati maka waktu bersamaan. Menurut kedua pakar ini, kesehatan
masyarakat akan menjadi sehat. Padahal apabila semua penduduk/kelompok masyarakat bukanlah hasil pelayanan
sarana pengobatan yang ada kita kerahkan seluruhnya medis kuratif, tetapi justru faktor-faktor lain seperti
hanya akan mampu mengobati sekitar 30% dari semua kesehatan lingkungan dan perilaku hidup mempunyai
orang yang sakit. (1) pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan penduduk.
Pelayanan kuratif memiliki karakteristik tenaga Berdasarkan hal ini upaya kesehatan yang semula
pelaksananya terutama dokter, perhatian utamanya menekankan pada medis-kuratif-episodik beralih orientasi
penyembuhan penyakit, sasaran utama adalah perorangan kepada upaya promotif preventif protektif dan upaya
atau keluarga sakit, kurang memperhatikan efisiensi, biaya penanggulangan penyakit beralih ke upaya
terus meningkat, unsur partisipasi dan pemberdayaan penanggulangan risiko. (1)
masyarakat rendah, pelayanan sering berkumpul di kota-
kota besar. Upaya kesehatan yang hanya menitik beratkan
pada upaya kuratif melemahkan argumentasi bahwa
kesehatan itu mempunyai peranan penting dalam
pembangunan bangsa. (1)

* Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi

23
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2008 Maret 2009, Vol. 3, No. 1 -
Status Kesehatan Model Blum Kecenderungan Angka Kematian Ibu (AKI)

FIGURE 2.9
THE FORCE-FIELD AND WELL-BEING PARADIGMS OF HEALTH

—390
POPULATION
iiritjuilon, |fowh mc, jtpc pool)
40° + g 334
307
§ 2 ,100
fi -
o JZ
& 200 ijarget MDQ

lmp«lrro<n( 100

1990 199S 2000


OiMWHJ ÿ pre wot
Surrber: SCK1 1994, DHS 1997, ICHS 2002-3
emnloymtnl
Imerpwioiwl

AKB & AKI dibeberapa Negara Asean


Fcoloftc Beht

Negara Angka Kematian Bayi* Angka Kematian Ibu"


Th 2002 Th 85-2000
Indonesia 45 y ÿ ÿ

,380 ÿ

Adapted from H. L. Blum, Planning/or Health. Human Science* Prest, N.Y., 1981,
Vietnam 39 95
Sumber: H.L.Blum, 1981 Filipina 38 170

Thailand 28 36

Malaysia 8 30
Kesehatan Masyarakat di Indonesia
Sumber : HDR 2004
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk Keterangan: * per 1000 kelahiran hidup, 100.000 kelahiran
** per
memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu hak untuk hidup
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan UUD 1945
pasal 28 H ayat (1): bahwa setiap orang berhak hidup Akhir-akhir ini juga bangsa kita dihadapkan
sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan kembali dengan masalah-masalah kesehatan masyarakat
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta yang datang silih berganti dan bertubi-tubi , yang
berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Demikian pula sebenarnya sudah harus teratasi atau terkendali, seperti
dengan dalam UU No. 23 tahun 1992' tentang kesehatan, terjadinya KLB gizi buruk (busung lapar), KLB polio, KLB
yang menjelaskan bahwa pada hakekatnya kesehatan demamberdarah, KLB malaria, KLB diare dan tuberkulosis
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang paru, dll. Padahal dari aspek ilmu kedokteran semua
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial penyakit tersebut sudah diketahui tata laksananya. Sampai
dan ekonomi. (2) kemudian muncul kejadian baru terjangkitnya masyarakat
Selama lebih tiga dasawarsa pemerintah indonesia dengan flu burung (avian flu). Dari hasil identifikasi
telah melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan Departemen Kesehatan, permasalahan kesehatan yang saat
derajat kesehatan masyarakat. Walau sudah banyak ini terjadi di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut (4):
kemajuan yang dicapai, harus diakui bila dibandingkan • Disparitas status kesehatan

dengan beberapa negara tetangga, keadaan kesehatan ÿ

Beban ganda penyakit (double burden diseases),


masyarakat indonesia masih tertinggal. Sebagai ilustrasi, termasuk berkembangnya penyakit menular baru (new
AKB, AKBA& AKI cenderung membaik, tetapi dibanding emerging diseases) dan penyakit menular yang muncul
negara tetangga di ASEAN, kita masihjauh tertinggal. (3) kembali (reemerging diseases)
ÿ

Kinerja pelayanan kesehatan yang masih relatif rendah


Kecenderungan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka
Kematian Balita (AKBA)
ÿ

Perilaku masyarakat yang masih kurang mendukung poia


hidup bersih dan sehat
U5MR *—• IMR
— • Masih rendahnya kondisi kesehatan lingkungan
• Masih rendahnya kualitas, pemerataan dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan
• Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusi yang
kurang merata
2014
• Masih rendahnya status kesehatan penduduk miskin
1989 1994 1999 2004 2009

Sumber: SDKI1991, 1994, 1997,2002-3


Dengan berbagai kondisi kesehatan masyarakat
tersebut terjadi berbagai opini di masyarakat luas bahwa
ada yang salah dalam pengelolaan kesehatan masyarakat
oleh pemerintah. Padahal perlu disadari secara mendalam
bahwa masalah kesehatan masyarakat adalah masalah kita

24
7

Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2008 - Maret 2009, Vol. 3, No. 1

bersama dan tanggung jawab kita bersama untuk Deskripsi Pembagian Ilmu Kedokteran & Ilmu
mengatasinya. Hanya saja karena semua itu adalahmasalah Kesehatan Masyarakat
kesehatan masyarakat maka tanggung jawab yang pertama Ilmu
Biomedik
adalah pada pemerintah, masyarakat memang harus ikut
bertanggung jawab, namun peran masyarakat adalah
Kedokteran Medik
mendukung (suplemen) peran pemerintah. Pemerintah Klinik
(Clinical
harus mampu memfasilitasi, memberi peluang, bahkan Medicine)
Bcdah

mengatur bagaimana potensi masyarakat untuk dilibatlkan


dalam program kesehatan masyarakat. (5) Kedokteran
Keluarga
Kedokteran
(Family
Ilmiah
IlmuKedokteran vs Ilmu Kesehatan Masyarakat ?. (Scientific Kedokteran
Medicine)
Medicine)
Sebagian ahli berpendapat bahwa ilmu kesehatan Komunitas
(Community Kedokteran
masyarakat yang selama ini diajarkan diberbagai perguruan Kedokteran Medicine) Okupasi
Sosial (Occupational
tinggi belum syah sebagai cabang ilmuyang berdiri sendiri. Preventif Medicine)
(Social
Menurut pandangan ini ilmukesehatan masyarakat adalah Preventif Kesehatan
Medicine)
bagian dari ilmu kedokteran.Terdapat argumentasi lain Masyarakat
(Public Biostatistik Kesehatan
yang mempertanyakan demarkasi ilmu kesehatan Health)
Kesehatan Lingkungan
masyarakat . Misalnya ilmu administrasi kesehatan
Pendidikan Kesehatan &
merupakan cabang dari pohon ilmu manajemen, ilmu IlmuPerilaku
pendidikan dan promosi kesehatan adalah cabang dari ilmu
Administrasi Kesehatan
psikologi dan perilaku, ilmu kesehatan lingkungan adalah Masyarakat

cabang dari ilmu fisika dan biologi, ilmu biostatistik Gizi Masyarakat
merupakan cabang dari ilmu matematika, dll. (6) Kesehatan Kcrja
Sebagian ahli mempunyai argumentasi sebaliknya,
bahwa ilmu kesehatan masyarakat adalah syah sebagai ilmu Sumber: Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedoteran
yang berdiri sendiri. Argumentasi ini didasarkan pada dua Universitas Indonesia 2003
alasan, sbb:
• Cabang-cabang ilmu berkembang bisa dari dua jenis
IlmuBio-Medik: lmu-ilmu dasar kedokteran yang
proses, yaitu dari proses ramifikasi filsafat asal-usul ilmu menunjang pelaksanaan aplikasi ilmu kedokteran
dan dari proses manusia memecahkan masalahnya. (kedokteran klinik dan kedokteran komunitas). Misalnya:
• Syarat eksistensi ilmu (ontologi, epistemologi, axiologi) Anatomi, histologi, biokimia, fisiologi, parasitologi,
telah dipenuhi oleh ilmu kesehatan masyarakat. mikrobiologi, farmakologi, patologi klinik/anatomi, dll.
IlmuKedokteran Klinik: menekankan pada upaya
Dibedakan tiga tingkat pencegahan yang menjadi pengobatan orang yang sakit lanjut (advance disease)
dasar pengembangan IlmuKedokteran dan Ilmu Kesehatan dengan mencegah kejadian sakit berat dan cacat serta
Masyarakat sesuai dengan riwavat alamiah perjalanan kematian. Pada umumnya memerlukan pelayanan di rumah
sakit (dirujukke RS).
penyakit (natural history of disease). (7)
IlmuKedokteran Komunitas: Ilmukedokteran yang
Riwayat Alamiah PerjalananPenyakit & diterapkan kepada individu dan kelompok individu yang
Tingkat Pencegahan masihberada di dalam lingkup komunitasnya (belum perlu
Oulcome dirujuk ke RS), dengan pendekatan pelayanan berbasis
Deoth
Climcol keluarga dan berorientasi komunitas, dengan
Diseose
Chromcily
memperhatikan semua faktor-faktor sosial lingkungan yang
Clinical
horizon
ada dalam lingkup keluarga dan lingkup komunitasnya
Residuol
Inopporenl """-J® inapparenl
x condition
Disability yang turut mempengaruhi kejadian sakitnya dan berupaya
Subclinical abortive
la
condition N melaksanakan kegiatan pencegahan yang sedini-diniya,
STAGE OF DISEASE 5USCEPTI8IUTYI SYMPTO- CLINICAL DISEASE
DISABILITY
serta mengintegrasikan semua unsur pelayanan yang
TISSUE
CHANGES
| Pre
I Pothogenesis
1

_ 1
" Polhog»:nesij - ÿ
I Resolulion
or
diperlukan dalam upaya memberikan pelayanan yang
LEVEL OF i t
Sequelae
menyeluruh, paripurna, terpadu dan berkesinambungan.
j Primory 1 SecoriCorv I
-
1

PREVENTION
M, t ..
iHeallh Promotion Detection
Tertiorv

! . Treatment and
.1 * Pengetahuan kedokteran yang perlu dikuasai adalah
Specific
Protection
Early , t- Rehabilitation
Diagnosis i Limitation kedokteran klinik (sampai batas tertentu) dan kedokteran
of Disability
Prompt J
Treatment i sosial-preventif (social-preventif medicine.Lingkup
Schematic representation (if the* natural history of clistwe. aplikasinya pelayanannya adalah kedokteran keluarga
Sumber: Mausner & Kramer, 1985 dalam Weber, DJ & (family medicine) dan kedokteran kerja
Rutala,WA, 2001 Ilmu Kesehatan Masyarakat: Ilmu atau seni yang
bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang
harapan hidup dan meningkatkan kesehatan serta efisiensi

25
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2008 - Maret 2009, Vol. 3, No. 1

melalui upaya pengorganisasian masyarakat dalam lingkup Evidence based


sanitasi lingkungan, pengendalian penyakit menular, Holistic approach
pendidikan prinsip kebersihan perorangan, Multi disiplin
pengorganisasian pelayanan medis dan keperawatar. untuk Team work
diagnosa dini dan pengobatan penyakit, serta Taat pada etika ilmiah
pengembangan kehidupan sosial yang menjamin setiap
orang dapat mencapai standar hidup yang memadai untuk 3. Psikomotor
memelihara kesehatannya, sehingga pada akhirnya setiap Mampu mengaplikasikan ilmu dan metode ilmu
orang akan mampu mencapai derajat kesehatan yang kesehatan masyarakat dalam memecahkan masalah
stinggi-tingginya sesuai dengan hak dan martabatnya kesehatan masyarakat dengan selalu mentaati etika
sebagai manusia profesi ilmu kesehatan masyarakat
Pendidikan Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat
Tujuan pendidikan kesehatan masyarakat di
Terdapat empat kriteria yang diperlukan untuk eksistensi
perguruan tinggi adalah membentuk tenaga kesehatan
sebuah profesi, yaitu: 1) adanya wilayah keilmuan
masyarakat yang profesional (kompetensi kognitif, afektif,
(ontologi), 2) adanya metode spesifik yang dipergunakan
psikomotor) untuk meningkatkan derajat kesehatan
(epistemologi), 3) aplikasi teknis untuk memecahkan
penduduk dengan (6):
masalah (axiologi) dan 4) etika profesi yang mengatur
perilaku aplikasi profesi tersebut. (6) • Penguasaan ilmu dan teknologi ilmu kesehatan
masyarakat
No Krltaria Ruang Lingkup/Demarkasi
• Penguasaan dan komitmen terhadap nilai dan norma
1 Wilayah keilmuan Ilmu Kesehatan • Epidemiologl & Biostatistik untuk deskripsl masalah kesehatan kesehatan masyarakat
Masyarakat (Ontologi Ilmu
Kesehatan Masyarakat). •
penduduk
Kesehatan Lingkungan & Kesehatan Kerja untuk deskripsi • Taat pada etika akademik/etika penelitian

determinan masalah kesehatan: lingkungan (fisik, biologis, sosial),
PKIP untuk deskripsi determinan masalah kesehatan: • Interaksi terus menerus dan dinamis dengan dinamika
perilaku/gaya hidup. dan turbulensi masalah kesehatan dan sistem
• Biostatistik untuk deskripsi determinan maslah
kependudukan/genetik kesehatan
• Administrasi Kebijakan Kesehatanuntuk deskripsi dterminan
masalah kesehatan pelayanan kesehatan (primer, sekunder, dan
tersier)
• Dll Lapangan pekerjaan profesi kesehatan masyarakat:
2 Metode spesifik Ilmu Kesehatan
Masyarakat (Epistemologi Ilmu


Surveylance
Risk Assessment
• Pemerintah (pusat, propinsi, kabupaten/kota,
Kesehatan Masyarakat) • Health Education kecamatan)
• Health Promotion
• Swasta (perusahaan)
• Comunity Mobilization


Administrasi & Manajemen Kesehatan
Health Policy Anaysis • Rumah Sakit


Comprehensive Health Planning
dll • Asuransi
3 Aplikasi teknis untuk
memecahkan masalah kesehatan
Tujuan normatif aplikasi ilrnu kesehatan masyarakat:
• Derajat kesehatan masyarakat setinggkingginya
• Lembaga Swadaya Masyarakat
masyarakat (Axiologi Ilmu
Kesehatan Masyarakat) Tujuan khusus pemecahan masalah kesehatan masyarakat:
• dll
• Program pemberantasan penyakit menular
• Penanggulangan wabah penyakit menular Fungsi-fungsi yang dapat dijalankan profesi kesehatan
• Teknik penyehatan lingkungan & air bersih
• Pembinaan gizi masyarakat masyarakat:
• Pembinaan peran serta masyarakat
4 Etika Profesi
• dll
Etika umum profesi: kejujuran, moralitas, dll
Administrator
Etika khusus profesi kesehatan masyarakat: Pelaksana Teknis
• Mengutamakan tindakan promotif dan preventif
• Equity, Efficiency & Quality Konsultan
• Sustainability
• Solidarity Pendidikan
Penelitian
Kompetensi Profesi Kesehatan Masyarakat: Advocacy
1. Kognitif
• Menguasai/memahami ontologi, epistemologi dan DaftarPustaka :
axiologi ilmukesehatan masyarakat 1. Konsorsium Ilmu Kesehatan Indonesia, Juli 2003
• Mengetahui etika profesi ilmu kesehatan Kesehatan dan Pembangunan Bangsa
masyarakat 2. Gani, Ascobat, September 2003: Pembangunan
2. Afektif Kesehatan, Otonomi Daerah dan Peranan Profesi dan
Mempunyai inklinasi/preferensi dan komitmen Ilmu Kesehatan Masyarakat
terhadap nilai dan norma yang berlaku dalam ilmu 3. Direktur Kesehatan & Gizi Masyarakat Bappenas, Juni
kesehatan masyarakat. 2005: Kebijakan Perencanaan Nasional Tahun 2006
• Concern terhadap kesehatan penduduk secara Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintahtahun 2006.
keseluruhan 4. Direktur Jendral Pengendalian & Penyehatan
• Mengutamakan promotif dan preventif Lingkungan Departemen Kesehatan RI, Juli 2005:
• Memberikan intervensi yang cost effective Tantangan Pengelolaan Kesehatan Masyarakat.

26
Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2008 - Maret 2009, Vol. 3, No. 1

5. Sulastomo, Juli 2005 . Apa yang salah dengan Kesehatan


Masyarakat di Indonesial?. Peran Media Massa dan
LSM.
6. Gani, Ascobat , Juli 2005: Pendidikan dan Pendidik
Profesi Kesehatan Masyarakat
7. Mausner & Kramer, 1985 dalam Weber, DJ & Rutala,WA:
Epidemiologic Methods for the Study of Infectious
Diseases,Oxford - NewYork. 2001
8. Bagian IlmuKedokteranKomunitas Fakultas Kedoteran
Universitas Indonesia, 2003 : IlmuKedokteran Klinik,
Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan
Masyarakat.
9. Blum, Henrik L. Planning for Health. Human science
Press, New York. 1981

27