Anda di halaman 1dari 14

TUGAS UTS

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN


PIPA GAS BAWAH LAUT, CODE B31.4

Perencanaan dan Perancangan Pipa Bawah Laut – Kelas B


DOSEN : Dr. Ir. Hasan Ikhwani, M.Sc.

Disusun Oleh :
Risman Syahputra (04311540000063)
Gufateh Finashuda (04311540000069)
Aditya Hidayatullah (04311540000088)

DEPARTEMEN TEKNIK KELAUTAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2018

Halaman |1
DATA PIPA D

FLUID : GAS
CODE : ASME B31.4
Flowrate (Qg) : 1950 MMSCFD
Design Pressure : 130 bar x 14,5038 = 1885,494 psia
Pressure 2 : 1885,494 psia – 200 psia = 1685,494 psia
Design Temperature : 900C x (4/5) = 72 R
Hidrostatic Presure : 188 bar x 14.5038 = 2726,714 psia
Fluid Density (ρ) : 103,8 kg/m3 = 6,48 lb/ft3
Spesific gravity gas (S) : 0,621
Faktor Komprebilitas gas (Z) : 0,863
Pipe Grade : X-70 (SMYS = 70.000 MPa, E = 1)
Rencana panjang pipa : 1800 m x 3,28084 = 5905,512 ft
H : 2,8 m
T : 8 detik
d : 90 m
Data arus permukaan : 0,67 m/det

Soal :
1. Hitunglah inside diameter
2. Hitunglah wall thickness
3. Hitunglah berat minimal pipa yang disyaratkan stabilitas
4. Hitung dan rencanakan tebal concrete coating
5. Hitung dan rencanakan perlindungan korosi menggunakan Sacrificial Anode
6. Rencanakan metode instalasi
7. Rencanakan metode proteksi pipa setelah diinstalasi

Halaman |2
Setelah mendapatkan beberapa data, hal yang perlu dilakukan yang pertama adalah
analisis hidrolik gas. Berbeda dengan liquid, gas mempunyai variasi hubungan densitas gas
dengan perubahan temperatur dan tekanan yang menyebabkan aliran gas sangat dipengaruhi
oleh tingkat kompresibilitas dan temperatur gas.

1. Inside Diameter
Untuk menentukan diameter dalam pipa, menggunakan persamaan Weymouth (persamaan
yang sering dipakai untuk aliran gas) yakni :
0,5
2,67
𝑃12 − 𝑃22
𝑄𝑔 = 1,1 . 𝐷 .( )
𝐿. 𝑆. 𝑍 . 𝑇1
dengan asumsi spesifik gravity gas (s) 0,621 dan faktor kompresibilitas gas (z) 0,863
(didapat dari contoh soal sebelumnya), sehingga:
0,5
1 1 𝑃12 − 𝑃22
= 1,1 . .( )
𝐷2,67 𝑄𝑔 𝐿. 𝑆. 𝑍 . 𝑇1
0,5
1 1 1885,4942 − 1685,4942
= 1,1 . .( )
𝐷2,67 1950 5905,512 𝑥 0,621 𝑥 0,863 𝑥 72
1
= 0,000998668
𝐷2,67
𝐷2,67 = 1001,333987
𝑫 = 𝟏𝟑, 𝟐𝟗𝟖𝟖 inch

Halaman |3
2. Wall Thickness
Untuk penentuan tebal menggunakan Code ASME B31.4, berdasarkan langkah-langkah
berikut ini:
 Menghitung allowable stress value (S)
S = 0,72 . E . SMYS
S = 0,72 x 1 x 70.000
S = 50.400 psi
Nilai E dan SMYS didapatkan dari tabel ANSI/ASME :
dengan nilai E = 1 (pipa seamless) pada tabel 9.14, dan SMYS = 70.000 (tipe X70)
pada tabel 9.12

 Menghitung pressure design wall thickness (t)


𝑃𝑖 . 𝐷
𝑡=
2𝑆
1.870,82 𝑥 13,29
𝑡=
2 𝑥 50.400
24.863,1978
𝑡=
100.800
𝒕 = 𝟎, 𝟐𝟒𝟔 inchi
Untuk Pi = 1885,494 psia – 14,67 = 1870,82 psig

Halaman |4
 Menghitung nominal wall thickness (tn)
tn = t+A
tn = 0,246 + 0,125
tn = 0,371 inchi
nilai A (corrotion allowance) diasumsikan besarnya adalah 0,125 inchi (dari contoh
soal sebelumnya).

 Mendapatkan schedule pipa (tsel)


Dengan melihat tabel standar schedule pipa dibawah ini, nominal wall thickness
0,371 yang mendekati dari itu adalah 0,375 inchi (Schedule 30).

 Untuk menghitung diameter luarnya adalah:


Do = Di + 2t
Do = 13,2988 in + 2 (0,375 in)
Do = 14,0488 in = 0,357 m
 Dalam produksi pipa, terdapat ukuran standard pabrik (NPS – Normal Pipe Size),
untuk itu NPS yang digunakan adalah :
NPS : 16”
Diameter Luar : 16 inchi
Wall Thickness : 0,375 inchi
Schedule : 30

Halaman |5
3. Berat Minimal Pipa yang disyaratkan Stabilitas
Menentukan berat minimal pada pipa, agar memenuhi syarat stabilitas ini, berdasarkan
buku Offshore Pipeline Design, Analysis and Method by Mousselli dan materi yang
diajarkan. Berikut ini gambaran mengenai kedalaman laut, dan diameter pipa:

T = 8s
Hs = 2,8 m
z = d - OD
d = 295,28 ft

OD = 1,1707 ft

Diperlukan beberapa asumsi yaitu:


Seabed slope =0
Clay bottom ( 𝜇 ) = 0,5
𝑓𝑡⁄
G = 9,8 𝑚⁄𝑠 2 = 32,2 𝑠2
Hs = 2,8 m
= 2,8 m x 3,28
= 9,184 ft
T =8s
Pipe OD = 14,0488 in
= 1,1707 ft
 Mengecek teori linear gelombang
𝑑 295,28 𝑓𝑡
= (32,2)(8)2
𝑔𝑇 2
𝑑 295,28 𝑓𝑡
2
=
𝑔𝑇 2060,8
𝒅
= 0,143 = 143 x 10-3
𝒈𝑻𝟐

Halaman |6
Nilai tersebut digunakan untuk mengecek apakah teori gelombang airy bisa digunakan,
𝑑
karena > 0,0155 sehingga teori gelombang linear airy bisa diterapkan.
𝑔𝑇 2

𝑔𝑇 2
Lo =
2𝜋

32,2 (8)2
Lo =
2 𝑥 3,14
2060,8
Lo =
6,28

Lo = 328,153 ft
𝑑 295,28 𝑓𝑡
=
𝐿𝑜 328,153 𝑓𝑡

𝒅
= 0,899 = 0,9
𝑳𝒐

 Mencari nilai d/L dan H/Ho


Berdasarkan grafik fungsi d/L0 dalam buku Offshore Pipeline Design, Analysis and
Method by Mousselli, didapatkan:

Halaman |7
d/L = 0,88
295,28
L = 0,848

L = 348,208 ft
H/Ho = 0,995
H = 0,995 x 9,184 ft
H = 9,138 ft
 Kecepatan Partikel (Horizontal)
Menghitung kecepatan partikel menggunakan rumus:
(𝑧 + 𝑑)
𝐻 𝑔𝑇 cos ℎ (2𝜋 𝐿 ) 2𝜋𝑡
𝑈= 𝑥 𝑥 𝑥 cos
2 𝐿 𝑑 𝑇
cos ℎ (2𝜋 𝐿 )
dengan nilai z = -(d-OD)
z = -d +OD
z+d = OD
z+d = 1,1707 ft
t = 0 (pada Umax)

(𝑧+𝑑)
𝐻 𝑔𝑇 cos ℎ (2𝜋 ) 2𝜋𝑡
𝐿
maka, 𝑈 = 𝑥 𝑥 𝑑 𝑥 cos
2 𝐿 cos ℎ (2𝜋 ) 𝑇
𝐿
1.1707
9,138 32.2 𝑥 8 cos ℎ (2 𝑥 3,14 ) 2 𝑥 3,14 𝑥 0
348,208
𝑈=
2
𝑥 348,208
𝑥 cos ℎ (2 𝑥3,14 𝑥 0,88)
𝑥 cos (
8
)

1.1707
227,6 cos ℎ (2 𝑥 3,14 )
348,208
𝑈 = 4,569 𝑥 𝑥 𝑥1
348,208 cos ℎ (2 𝑥3,14 𝑥 0,88)

1,0002
𝑈 = 2,986 𝑥
125,62

𝑼 = 𝟎, 𝟎𝟐𝟑𝟖 ft/s

 Menghitung effective velocity


𝐷
U effective 2 = (0,778 (vo2) ( 𝑦𝑜) 0,286
1,1707
= 0,778 (0,0238)2 (1,1707) 0,286

U effective 2 = 0,0004407 ft/s


U effective = 0,021 ft/s

Halaman |8
 Menghitung angka Reynold
𝜌𝑣𝐷
Re =
𝜇
𝑡𝑜𝑛
0,0029 3 𝑥 0,021 𝑥 1,1707 𝑓𝑡
𝑓𝑡
=
0,5
Re = 0,000143
Setelah diketahui angka Reynold, bisa didapatkan Koefisien drag, lift dan inersia.
bisa dilihat pada tabel di bawah ini :

Re < 5 x 10 4
Cd = 1,3
CL = 1,5
Cm = 2

 Menghitung Gaya Drag, Lift dan Inersia


 Gaya Drag (FD)
1
FD = 2 𝜌 𝑥 𝐶𝑑 𝑥 𝐷 𝑥 𝑈𝑒𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 2
1
FD = 2 𝑥 6,48 𝑥 1,3 𝑥 1,1707 𝑥 0,0004407

FD = 0,00217 lb/ft

 Gaya Lift (FL)


1
FL = 2 𝜌 𝑥 𝐶𝑙 𝑥 𝐷 𝑥 𝑈𝑒𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓 2
1
FL = 𝑥 6,48 𝑥 1,5 𝑥 1,1707 𝑥 0,0004407
2

FL = 0,00251 lb/ft

 Gaya Inersia (FI)


Maksimum gaya drag pada t=0, sehingga gaya inersia:
𝐷2 𝜕𝑢
FI = 𝜌 𝑥 𝐶𝑚 𝑥 (𝜋 4
) ( 𝑑𝑡 )

FI =0

Halaman |9
 Berat Pipa Terendam
1
W = FL + 𝜇 (𝐹𝐷 + 𝐹𝐼)
1
W = 0,00251 + 0,5 (0,00217 + 0)

W = 0,00685 lb

4. Tebal Concrete Coating


Karena OD kami 14,0488 inchi maka untuk design concreate coating kami menggunakan
tabel conreate coating dari DNV OS-F-101, ISO 21809-5 Concrete Weight Coated (CWC)
Offshore Line Pipe seperti dibawah ini :

Dipilih OD yang mendekati namun tidak kurang, yakni OD 16 inchi, sehingga diketahui
W/T nya adalah 0,219 – 0,562 inchi.

5. Perlindungan Korosi menggunakan Sacrificial Anode


Korosi adalah masalah besar dalam dunia perpipaan, oleh sebab itu sangat perlu dilakukan
perlindungan pipa dari korosi. Perlindungan katodik bisa dilakukan dengan Sacrificial
Anode dan Impressed Current. Untuk perlindungan korosi dengan Sacrificial Anode
dilakukan pemasangan logam yang tidak aktif dengan logam yang lebih aktif.
 Data pipa yang akan dilindungi :
Di = 13,2988 inchi = 0,3378 m
Do = 14,0488 inchi = 0,3568 m
L = 1800 m
Pipeline ini direncanakan penggunaannya dalam 20 tahun.
Sebelum diberi Cathodic Protection, pipa dibalut dengan Polyetylene Tape.

H a l a m a n | 10
 Data material pelindung katodik
Kami menggunakan Aluminum dengan pertimbangan:
a. Aluminum adalah material anoda yang aman pada semua jenis air (ex: fresh
water or salt water).
b. Anoda aluminum akan lebih tahan lama karena peningkatan kapasitas arusnya.
c. Aluminum tidak menimbulkan polusi dibandingkan zink.
Aluminum Anode dengan karakteristik sebagai berikut:
a. Berat bersih per anode 14,5 kg.
b. 1 tahun = 8760 jam = consumtion rate (Cr) = 7.3 kg/Ampere/Tahun
 Menghitung luas permukaan pipa yang akan dilindungi
A = 𝜋 𝑥 𝑂𝐷 𝑥 𝐿
A = 3,14 x 0,3568 x 1800
A = 2016,6336 m2
dengan,
A = Luas permukaan yang dilapisi (m2)
OD = Diameter luar pipa (m)
L = Panjang pipa (m)
 Densitas arus
Berdasarkan tabel 10-2 DNV-RP-B401, ic = 0,06

dan berdasarkan tabel 10-4 DNV-RP-B401, nilai fc = 0,015

* kategori I untuk pipa darat tebal 20μm, II dan III untuk pipa laut dengan ketebalan
katodik 250μ dan 350μm. Dipilih kategori II, agar lebih ekonomis.

H a l a m a n | 11
Densitas arus dihitung dengan rumus:
Ic = A x fc x ic
Ic = 2016,6336 x 0,015 x 0,06
Icm = 1,8149 A/m2

dengan,
Fc = factor coating breakdown
Ic = design current density (A/m2)

 Massa anoda
Berdasarkan tabel 10-6 DNV-RP-B401 diketahui 𝜺 = 2000 Ah/kg

dan berdasarkan tabel 10-8 DNV-RP-B401 diketahui u = 0,9

Massa anoda dapat dihitung menggunakan rumus :


𝐼𝑐𝑚 𝑥 𝑇𝑓 𝑥 8760
Ma =
𝑢𝑥𝜀
1,8149 𝑥 20 𝑥 8760
= = 176,6502 kg
0,9 𝑥 2000

dengan,
Ma = Massa total anoda (kg)
Tf = design life (tahun)
Icm = Current drain (A)
u = utifity factor
𝜀 = kapasitaas elektrokimia anoda (Ah/kg)

 Jumlah anoda
𝑚𝐴
N =
𝑚
176,6502
N =
14,5
N = 12,2 unit = 13 unit

H a l a m a n | 12
 Current demand
- Menghitung resistensi anoda
𝜌 4𝐿
Ra = [𝑙𝑛 − 1]
2𝜋 𝐿 𝑟
7,85 4 𝑥 2016,6336
Ra = [𝑙𝑛 − 1]
2 𝑥 3,14 𝑥 2016,6336 0,1595
Ra = 6,71 x 10-3

- Menghitung current demand


Ic = N x Ia
𝑁 (𝐸𝑐 0 −𝐸𝑎0 )
Ic =
𝑅𝑎
𝑁 ∆𝐸 0
Ic =
𝑅𝑎
13 𝑥[−1,05]
Ic =
0,00671
Ic = 2034,2771 A

dengan,
Ic = current demand (A)
N = Jumlah anoda
Ia = current output
Ra = resistensi anoda (ohm)
∆𝐸= - 1,05 V (diketahui dari tabel 10-6 DNV-RP-B401)

 Individual anode current capacity


Ca = ma x 𝜀 x u
Ca = 176,6502 x 2000 x 0,9
Ca = 317970,36 A.h
di cek apakah memenuhi syarat atau tidak :
Catot = N x Ca ≥ Icm x tf x 8760
4.133.614,68≥ 317.970,48 (memenuhi)
Ia tot i = N x Iai ≥ Ici
Ia tot f = N x Iaf ≥ Icf

 Jarak antar anoda


𝐿
a =
𝑁𝑡𝑜𝑡
1800
a = m
13
a = 138,46 m/ units

H a l a m a n | 13
6. Metode Instalasi
Dengan mempertimbangkan panjang pipa 1800 m dan kedalaman 90 m (shallow water)
metode yang cocok untuk instalasi pipa yang kami desain adalah S-Lay. Metode ini ialah
metode yang prosesnya yaitu, pipa dikeluarkan melengkung kebawah keluar dari buritan
kapal menuju bawah air hingga mencapai touchdown point atau tujuan dari popa tersebuut
didasar laut, dan pipa akan membentuk hurus”S” didalam air, seperti yang di tunjukan
gambar berikut.

Gambar 1. Instalasi pipa S-Lay [Guo, et al. 2015]

7. Metode Proteksi Pipa setelah Instalasi


Dalam pemilihan proteksi pipa yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek, seperti waktu
(design life time), biaya (cost), dan panjang jalur pipa (routing), melihat data yang
diperoleh yaitu pipa yang diletakan di seabed pada kedalaman 90 m, metode proteksi yang
digunakan yaitu concrete armor cover, dengan melapisi pipa dengan beton dibagian atas
dan sampingnya, karna kedalaman desain pipa kami memungkinkan untuk diganggu /
terganggu oleh fishing activity karena masih termasuk laut dangkal dan banyak aktivitas
nelayan
.

DAFTAR PUSTAKA

Mousselli A.H..1981.Offshore Pipeline Design Analysis and Method. Oklahoma : Pennwell


Publishing Company
DNV-RP-B401 “Cathodic Protection Design” October 2010
DNV OS-F-101, ISO 21809-5 Concrete Weight Coated (CWC) Offshore Line Pipe
Materi Kuliah Perencanaan dan Perancangan Pipa Bawah Laut oleh Dr. Ir. Hasan Ikhwani, M.Sc.

H a l a m a n | 14