Anda di halaman 1dari 9

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA LANSIA

DI POSYANDU LANSIA DUKUH GANTUNGAN DESA MAKAMHAJI


KARTASURA SUKOHARJO

Domas Fitria Widyasari dan Anika Candrasari


Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRACT

Hypertension is a degenerative disease that affects nearly 25% of the population


around the world today and is a risk factor of cardiovascular disease. Geriatric
(elderly) in Indonesia is a group of residents that become the focus of attention because
of the number of elderly is increase, and brought variety of health problems.
Hypertension can be treated with pharmacological treatment and lifestyle
improvements with the correct knowledge based. Hypertension will be a problem if
elderly people are not guided and equipped with proper knowledge regarding the
health of hypertension.SimakBaca secara fonetik The purpose of this activity is to
improve knowledge and attitudes about hypertension of rural elderly in Gantungan
Makamhaji Kartasura Sukoharjo. Health education about hypertension is given by
lectures and discussion method. Evaluation used questionnaire that consist of 35
questions, which was considered one if the answer is correct and zero if the answer is
incorrect using pre-test and post-test about hypertension The results obtained by
descriptive mean. There is an increasing value of knowledge average about
hypertension after administration of education from 4.46 to 13.97 and attitudes average
about hypertension from 3.49 to 9.90 Based on the result, health education institutions
should cooperate with health service institutions to give information about
hypertension through periodic health education. And government health institutions
should expand health education focusing on elderly through Posyandu Lansia.

Kata kunci: hipertensi, lansia, pengetahuan, sikap

PENDAHULUAN jumlah penduduk yang berusia 60 tahun ke


1. Analisis Situasi atas sekitar 7,18%. Badan Perencanaan dan
Lansia (Lanjut Usia) adalah penduduk Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
yang berusia 60 tahun ke atas (Statistik memperkirakan pada 2025, lebih dari
Indonesia, 2010). Penggolongan lansia seperlima penduduk Indonesia adalah orang
menurut Depkes dibagi menjadi tiga kelom- lanjut usia (Megarani, 2007). Lansia
pok yakni kelompok lansia dini (55 – 64 merupakan kelompok penduduk yang
tahun), kelompok lansia (65 tahun ke atas), menjadi fokus perhatian para ilmuwan,
dan lansia resiko tinggi (lebih dari 70 tahun). masyarakat, dan pemerintah karena
Indonesia adalah termasuk negara yang membawa berbagai permasalahan yang harus
memasuki era penduduk berstruktur lanjut diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya,
usia (aging structured population) karena termasuk bidang kesehatan(Cunha, 2001).

28 Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi pada


Lansia di Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo oleh:
Domas Fitria Widyasari, dkk.
Hipertensi merupakan penyakit Posyandu Lansia Menur IV berlokasi di
degeneratif yang hampir diderita sekitar Dukuh Gantungan Desa Makamhaji
25% penduduk dunia dewasa (Adrogué & Kartasura Sukoharjo. Posyandu ini dibina
Madias, 2007). Hipertensi didefinisikan oleh Puskesmas Kartasura dan memiliki
sebagai tekanan darah sistolik >140 mm Hg program pemeriksaan kesehatan lansia.
atau tekanan diastolik > 90 mm Hg (National Jumlah anggota di posyandu lansia ini
Heart Lung & Blood Insitute, 2003). tercatat 100 orang dengan pendamping kader
Prevalensi utama hipertensi pada kulit hitam, sebanyak 20 orang. Dalam menjalankan
pria dan pada orang tua (August, 2003). program kesehatan,osyandu ini mengadakan
Insidensi hipertensi meningkat seiring penyuluhan kesehatan namun pelaksanaan
bertambahnya usia, sekitar 60 % dari semua penyuluhan tidak rutin setiap bulan.
kematian prematur diakibatkan oleh Diharapkan kegiatan pengabdian ini
hipertensi terjadi di antara pasien dengan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya
hipertensi ringan (Fisher dan Gordon, 2005). lansia di Dukuh Gantungan untuk
Prevalensi hipertensi diprediksi meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia
meningkat 60% pada tahun 2025, yaitu mengenai hipertensi serta memperbaiki
sekitar 1.56 juta orang penderita. Hal ini persepsi dan pola hidup lansia.Lansia
merupakan faktor risiko dari penyakit diharapkan untuk dapat menjalankan pola
kardiovaskuler dan bertanggung jawab hidup sehat didasari dengan pengetahuan
terhadap kebanyakan kematian di dunia. yang cukup sehingga kesehatan dan kesejah-
Hipertensi primer atau yang dikenal dengan teraan hidup lansia akan menjadi lebih baik.
hipertensi essensial atau idiopatik merupakan
kasus hipertensi terbanyak, yaitu sekitar 95% 2. Perumusan Masalah
dari kejadian hipertensi secara keseluruhan Permasalahan tentang hipertensi di
(Adrogué & Madias, 2007). Berdasarkan usia lansia sudah merupakan permasalahan
penelitian WHO-Comunity Study of the yang sukar dikendalikan. Hal ini dilatar-
Elderly Central Java menemukan bahwa belakangi oleh beberapa faktor yaitu : masih
hipertensi dan penyakit kardiovaskuler rendahnya pemahaman lansia tentang isu-isu
merupakan penyakit kedua terbanyak yang kesehatan dan pola hidup yang benar, rendah-
diderita lansia setelah artritis, yaitu sebesar nya pemahaman lansia tentang kesehatan di
15,2% dari 1203 sampel (Nugroho, 2000). usia tua karena mereka tidak memperoleh
Tingkat pendidikan, komunikasi dan informasi yang cukup dan benar tentang
informasi, kebudayaan, dan pengalaman kesehatan ketika memasuki usia tua, dan
pribadi seseorang akan mempengaruhi selain itu lansia jarang tersentuh pelayanan
pengetahuan dan sikap tentang kesehatan kesehatan geriatri (informasi dan pelayanan
Dengan mendapatkan infomasi yang benar, medis).
diharapkan lansia mendapat bekal penge- Permasalahan di usia lansia memang
tahuan yang cukup untuk dapat melaksana- berhubungan dengan pola hidup yang sejak
kan pola hidup sehat dan dapat menurunkan lama dilakukan di dalam sehari-hari. Lansia
risiko penyakit degeneratif terutama kadang merasa kurang memperhatikan
hipertensi dan penyakit kardiovaskular masalah kesehatannya dan terutama tekanan
(Notoatmodjo, 2003). darah yang seringkali dianggap sepele oleh
Posyandu lansia adalah pos pelayanan para lansia. Pola perilaku hidup yang sejak
terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu lama dijalani oleh lansia kadang kurang
wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang berdasarkan pada pendidikan dan penge-
digerakkan oleh masyarakat dimana mereka tahuan tentang kesehatan yang benar
bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

WARTA, Vol .13, No.1, Maret 2010: 28 - 36 29


ISSN 1410-9344
Apabila lansia memperoleh informasi fungsi dan peran pasien selama sakit, serta
tentang kesehatan terutama tentang membantu pasien dan keluarga untuk meng-
hipertensi hanya melalui pengalaman orang atasi masalah kesehatan (Notoatmodjo, 2003).
per orang dan tidak diimbangi dengan Pendidikan kesehatan memiliki
informasi yang benar dan akurat khususnya unsur masukan /input berupa perilaku
masalah hipertensi, maka kemungkinan pemakai sarana kesehatan dan petugas
kesehatan lansia terutama tekanan darahnya kesehatan yang setelah diolah dengan teknik
akan tidak diperhatikan dengan baik. Padahal pendidikan tertentu akan menghasilkan
tekanan darah yang tidak terkontrol output berupa perubahan perilaku kesehatan
merupakan faktor risiko penyakit-penyakit masyarakat sasaran yang sesuai dengan
kardiovaskuler yang berbahaya dan tentunya harapan atau tujuan kegiatan itu. Pendidikan
akan memperburuk kualitas kesehatan lansia. memang bukanlah satu-satunya cara
Selain itu, lansia dini juga harus mempersiap- mengubah perilaku individu/kelompok.
kan diri menghadapi kondisi lansia yang Menurut Notoatmodjo dan Sarwono, ada tiga
nantinya akan dihadapi di tahun-tahun macam cara mengubah perilaku, yaitu:
berikutnya, sehingga kondisi penyakit a. Menggunakan kekuasaan/ kekuatan
kardiovakuler dapat dicegah secara dini. b. Memberikan informasi
Dari identifikasi masalah tersebut c. Diskusi dan Partisipasi (Sarwono, 2004).
dibuat perumusan masalah bahwa dengan Persuasi di bidang pendidikan kesehatan
pemberian pendidikan kesehatan tentang akan dapat memberikan perubahan perilaku
hipertensi pada lansia dan pra lansia maka yang sesuai dengan harapan. Untuk dapat
akan meningkatkan pengetahuan dan mem- merubah perilaku, harus dipertimbangkan
perbaiki sikap tentang hipertensi sehingga faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan
lansia akan dapat menjaga kesehatan diri yaitu berupa pengetahuan, pengalaman,
dengan baik sehingga akan terhindar dari kepercayaan, kebudayaan, sikap, dll. Hubung-
penyakit-penyakit kardio-vaskuler. Selain itu an antara pengetahuan, sikap dan praktek
bagi lansia yang sudah tekena penyakit terlihat dalam model KAP (knowledge,
kardiovaskuler dapat mempertahankan attitude, practice) yang menunjukkan bahwa
kualitas kesehatan dengan baik. informasi/pengetahuan yang benar akan
mempengaruhi sikap dan nantinya akan
3. Tinjauan Pustaka mengubah perilaku/praktek (Kiger, 2004)
Pendidikan kesehatan merupakan Model perubahan perilaku yang
suatu bentuk tindakan mandiri keperawatan sekarang masih dianut adalah model
untuk membantu klien baik individu, kelom- perubahan perilaku dari Green yang
pok, maupun masyarakat dalam mengatasi dikembangkan oleh Lawrence Green yang
masalah kesehatannya melalui kegiatan mengatakan bahwa kesehatan individu/
pembelajaran (Notoatmodjo, 2003). Pendi- masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor
dikan kesehatan pada dasarnya adalah proses pokok yaitu faktor perilaku dan non perilaku.
mendidik individu/masyarakat supaya Faktor perilaku ditentukan oleh tiga
mereka dapat memecahkan masalah kese- kelompok faktor yaitu faktor presisposisi
hatan yang dihadapinya (Sarwono, 2004). (pengetahuan individu, sikap, kepercayaan,
Pendidikan kesehatan bertujuan untuk tradisi, norma sosial, dan unsur lain yang
meningkatkan status kesehatan, mencegah terdapat dalam individu dan masyarakat),
timbulnya penyakit dan bertambahnya pendukung (tersedianya sarana pelayanan
masalah kesehatan, mempertahankan derajat kesehatan dan kemudahan untuk mencapai-
kesehatan yang sudah ada, memaksimalkan nya), dan pendorong (sikap dan perilaku

30 Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi pada


Lansia di Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo oleh:
Domas Fitria Widyasari, dkk.
petugas kesehatan). Pendidikan kesehatan Peningkatan jumlah lansia akan memberi
mempunyai peranan penting dalam dampak pada peningkatan kebutuhan sarana
mengubah dan menguatkan ketiga kelompok prasarana kesehatan bagi lansia. Salah satu
faktor itu agar searah dengan tujuan kegiatan layanan kesehatan lansia yang efektif dalam
sehingga menimbulkkan perilaku positif dari memberikan pelayanan kesehatan lansia dan
masyarakat terhadap program tersebut dan diselenggarakan melalui program Puskesmas
terhadap kesehatan pada umumnya adalah Posyandu Lansia. Salah satu kegiatan
(Sarwono, 2004). posyandu lansia adalah pemberian
Pengetahuan merupakan hasil tahu penyuluhan tentang masalah kesehatan lansia
yang terjadi setelah orang melakukan termasuk tentang penyakit-penyakit
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. degeneratif yang salah satunya adalah
Pengetahuan merupakan domain yang sangat hipertensi.
penting untuk terbentuknya tindakan Hipertensi merupakan penyakit
seseorang. Pengetahuan memiliki 6 tingkatan degeneratif yang ditandai dengan
yaitu: tahu (know), memahami peningkatan tekanan sistolik > 140 mmHg
(comprehension), aplikasi (application), dan diastolik > 80 mmHg (National Heart
analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan Lung & Blood Insitute, 2003). Pada lansia,
evaluasi (evaluation). Sedangkan sikap tekanan darah akan naik secara bertahap.
adalah reaksi atau respon seseorang yang Elastisitas jantung pada orang berusia 70
masih tertutup terhadap suatu stimulus atau tahun akan menurun sebesar 50% dibanding
objek, manifestasi sikap tidak dapat langsung dengan orang berusia 20 tahun.
dilihat tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih
dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap juga Tabel 1.
merupakan reaksi yang bersifat emosional Klasifikasi Tekanan Darah menurut JNC
terhadap stimulus sosial (Notoatmodjo, VII
2003).
Klasifikasi Tekanan Tekanan
Pendidikan kesehatan pada lansia Tekanan Systole Diastole
harus dioptimalkan untuk memberikan jalan Darah (mmHg) (mmHg)
keluar pada berbagai permasalahan lansia di Normal < 120 < 80
bidang kesehatan. Selain itu, jumlah lansia Prehipertensi 120 – 139 80 -90
yang terus meningkat harus diimbangi Kategori I 140 – 159 90 – 99
dengan pengetahuan dan kesadaran Kategori II ≥ 160 ≥ 100
kesehatan yang benar sehingga kesejahteraan
lansia dapat tercapai (Cunha, 2001). Statistik (National Heart Lung & Blood Insitute, 2003)
Indonesia (2010) mendefinisikan bahwa
lansia (Lanjut Usia) adalah penduduk yang Hipertensi menjadi masalah pada
berusia 60 tahun ke atas. Penggolongan lansia karena sering ditemukan dan menjadi
lansia menurut Depkes dikutip dari Azis faktor risiko stroke, payah jantung, dan
(1994) menjadi tiga kelompok yakni penyakit jantung koroner. Lebih dari separuh
kelompok lansia dini (55 – 64 tahun), kematian di atas usia 60 tahun disebabkan
kelompok lansia (65 tahun ke atas), lansia oleh penyakit jantung dan serebrovaskuler
resiko tinggi (lebih dari 70 tahun). Indonesia (Nugroho, 2000). Insidensi hipertensi
adalah termasuk negara yang memasuki era meningkat seiring bertambahnya usia,
penduduk berstruktur lanjut usia (aging dengan 50 % hingga 60 % dari orang berusia
structured population) karena jumlah 60 tahun memiliki tekanan darah di atas 140
penduduk yang berusia 60 tahun ke atas atau 90 mmHg. Sekitar 60 % dari semua
sekitar 7,18% (Megarani, 2007). kematian prematur diakibatkan oleh

WARTA, Vol .13, No.1, Maret 2010: 28 - 36 31


ISSN 1410-9344
hipertensi terjadi di antara pasien dengan atherosklerosis yang akan menyebabkan
hipertensi ringan (Fisher dan Gordon, 2005). dinding pembuluh darah mengeras dan
Alasan pasti mengapa sebagian besar menyebabkan tekanan darah dapat
orang menderita hipertensi tidak diketahui. meningkat.
Meskipun demikian sekitar 2% dari pasien e. Intake alkohol: Beberapa studi menun-
hipertensi ditemukan penyebabnya. Sebab jukkan hubungan linier yang positif
dari hipertensi termasuk penyakit pada ginjal antara tekanan sistolik dan diastolik
dan kelenjar adrenal. Orang dengan tekanan dengan pengkonsumsian alkohol.
darah tinggi oleh sebab ini mungkin akan f. Merokok: Penelitian menunjukkan
mengalami derajat tekanan darah yang tinggi bahwa orang yang merokok berisiko
sekali. Penyakit dari kelenjar tiroid juga lebih besar menderita penyakit hipertensi
menyebabkan peningkatan tekanan darah. dibandingkan yang tidak merokok.
Koartkasio aorta suatu penyakit congenital g. Stress: Nyeri, marah, keingintahuan
menyempitnya aorta di dada dapat dikaitkan berlebih, ketakutan, kegembiraan dan
dengan peningkatan tekanan darah pada rasa malu menyebabkan tekanan darah
tangan dan penurunan tekanan darah pada akan meningkat (National Heart Lung &
kaki. Penting untuk dimengerti sekitar 98 % Blood Insitute, 2003)
orang dengan hipertensi tidak ditemukan Hipertensi dapat mengakibatkan
sebabnya (Braunwald et al, 2001). kerusakan pembuluh darah, meningkatkan
Hipertensi dapat diakibatkan oleh risiko sakit jantung dan stroke. Hipertensi
perilaku/pola hidup yang tidak baik. Faktor- juga dapat mengakibatkan gagal jantung,
faktor dan perilaku yang dapat menjadi penurunan efisiensi fungsi ginjal, dll.
penyebab hipertensi yaitu: (Mansjoer et al, 2001). Hipertensi dapat
a. Usia: hipertensi banyak diderita oleh dicegah dengan pola hidup sehat dan
orang tua dimana penelitian menunjuk- mengendalikan faktor risiko hipertensi
kan bahwa orang berusia 55 tahun dengan seperti: mempertahankan berat badan ideal,
tekanan darah yang sebelumnya normal, tidak merokok, tidak minum kopi, tidak
90%-nya akan mengalami kenaikan mengkonsumsi alkohol, latihan aerobik,
tekanan darah di tahun-tahun kehidupan modifikasi tingkah laku, dan penghentian
berikutnya. obat yang meningkatkan tekanan darah (obat
b. Asupan Sodium yang melebihi normal: pengatur kelahiran, kortikosteroid, mineralo-
asupan sodium terhadap kenaikan kortikoid, dan lain-lain) (National Heart
tekanan darah sekarang ini banyak sekali Lung & Blood Insitute, 2003).
diteliti. Hal ini berkaitan dengan sifat
Sodium yang menyebabkan retensi cairan 4. Tujuan dan Manfaat
di dalam tubuh. Hipertensi jarang terjadi Tujuan umum pengabdian ini adalah
pada intake sodium yang rendah yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap
sekitar <60 mmol/hari. lansia tentang hipertensi di desa Makamhaji
c. Kurangnya diit vegetarian (sayur dan Kartasura Sukoharjo. Secara khusus, setelah
buah): Cereal, buah, dan sayuran diberikan pengetahuan tentang hipertensi,
mengandung banyak kandungan kalium maka lansia mampu memiliki pengetahuan
dan rendah sodium. Adanya banyak yang benar dan mengetahui dampak negatif
kandungan kalium dapat menurunkan hipertensi dan penyakit kardiovaskuler
tekanan darah. sehingga dapat menghindarinya. Manfaaat
d. Intake lemak berlebih: Intake lemak pengabdian ini bagi lansia desa Makamhaji
berisiko meningkatkan pembentukan Kartasura Sukoharjo: dapat memperoleh

32 Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi pada


Lansia di Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo oleh:
Domas Fitria Widyasari, dkk.
pengetahuan dan keterampilan dasar maka akan terjadi peningkatan pengetahuan
mengenai hipertensi yang benar, bagi pihak dan sikap.
Posyandu Lansia: dapat dijadikan dasar Lansia yang turut serta dalam pengab-
dalam perencanaan program pendidikan dian ini sebagian besar berpendidikan rendah
kesehatan dan pemeliharaan kesehatan bagi (lulusan SD 51%), memiliki pekerjaan ibu
lansia, dan bagi intansi terkait: dapat menjadi rumah tangga (51,3%) dan rata-rata umur
masukan dalam rangka perencanaan program responden 66,59 tahun. Berdasarkan data si
kesehatan lansia melalui upaya peningkatan atas, maka metode penyampaian materi
promosi kesehatan yang mencakup sasaran pengetahuan dan sikap dipilih dengan
lansia. penyuluhan langsung yang disampaikan
secara interaktif dan menggunakan bahasa
METODE PLAKSANAAN awam serta menggunakan gambar, foto, dan
Metode yang dilakukan dengan slide yang menarik. Penyuluhan kesehatan
memberikan ceramah langsung dengan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan
handout dan slide gambar yang menarik serta yang dilakukan dengan menyebarluaskan
tanya jawab tentang hipertensi. Evaluasi pesan dan menanamkan keyakinan. Penyu-
kegiatan dilakukan dengan memberikan luhan kesehatan bertujuan mengubah peri-
pertanyaan melalui kuesioner yang terdiri laku kurang sehat menjadi perilaku sehat.
dari 35 pertanyaan yaitu 20 pertanyaan Media penyampaian penyuluhan dibuat
pengetahuan dan 15 pertanyaan sikap yang dengan slide yang menarik yang disesuaikan
diberikan sebelum dan sesudah pemberian dengan jenis sasaran, tingkat pendidikan,
materi untuk mengetahui peningkatan aspek yang ingin dicapai, metode yang di-
pemahaman lansia tentang materi yang gunakan dan sumber yang ada (Maulana,
disampaikan. 2009). Pengumpulan informasi tentang
pengetahuan dan sikap responden terhadap
HASIL DAN PEMBAHASAN hipertensi dilakukan dengan wawancara satu
Pengabdian masyarakat ini dilaksana- per satu antara peneliti dengan responden.
kan pada tanggal 20 Februari 2010 di Hal ini dilakukan untuk memudahkan
Posyandu Dukuh Gantungan Makamhaji penangkapan informasi pada lansia dikarena-
Kartasura Sukoharjo. Sebanyak 39 lansia kan lansia mengalami degenerasi pada fungsi
yang diwawancarai secara terstruktur dengan organ tubuhnya
menggunakan kuesioner yang berisi pengeta-
huan dan sikap responden (yang selanjutnya 1. Pengetahuan tentang Hipertensi
disebut dengan pengetahuan dan sikap Pengetahuan merupakan hasil tahu
sebelum penyuluhan), kemudian diberikan yang terjadi setelah orang melakukan peng-
pendidikan kesehatan berupa penyuluhan inderaan terhadap suatu objek tertentu.
kepada lansia yang berisi definisi, penyebab, Pengetahuan merupakan domain yang sangat
akibat, komplikasi dan penanganan hiper- penting untuk terbentuknya tindakan
tensi. Setelah pengetahuan diwawancarai lagi seseorang. Hasil penelitian membuktikan
tentang pengetahuan dan sikap (yang selan- bahwa perilaku yang didasari oleh pengeta-
jutnya disebut dengan pengetahuan dan sikap huan akan lebih langgeng dari pada yang
setelah penyuluhan). Pertanyaan pengeta- tidak didasari pengetahuan (Notoatmodjo,
huan dan sikap sebelum dan setelah 2003).
penyuluhan dibuat sama dengan harapan
bahwa dengan diberikannnya penyuluhan

WARTA, Vol .13, No.1, Maret 2010: 28 - 36 33


ISSN 1410-9344
Tabel 2. litian yang dilakukan oleh Priwanci (2010)
Deskripsi Data Skor Pengetahuan yang menunjukkan adanya efek pendidikan
kesehatan tentang hipertensi stadium 1
Kondisi Rata- Nilai Nilai Simpang Range terhadap peningkatan sikap keluarga dalam
rata Terendah Tertinggi Baku
Sebelum 4,46 0 10 2,38 10
menjalankan 5 tugas kesehatan keluarga di
Pendidikan wilayah kerja Puskesmas Mojo secara
Sesudah 13,97 4 20 4,99 16 signifikan
Pendidikan
Menurut Notoatmodjo (2003),
Secara deskriptif perbedaan antara pengetahuan dan sikap seseorang dipengaruhi
pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan oleh beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan,
pendidikan kesehatan dapat disimak pada komunikasi dan informasi, kebudayaan, dan
tabel 2 bahwa ada peningkatan nilai rata-rata pengalaman pribadi secara emosional.
pengetahuan dari 4,46 menjadi 13,97 dari Mekanisme adanya perbedaan pengetahuan
nilai maksimal 20. Hasil ini sesuai dengan dan sikap secara bermakna ini disebabkan
penelitian yang dilakukan oleh Priwanci adanya faktor informasi dan komunikasi yang
(2010) yang menunjukkan adanya efek mempengaruhi pembentukan pengetahuan
pendidikan kesehatan tentang hipertensi dan sikap. Informasi yang diberikan langsung
stadium 1 terhadap peningkatan pengetahuan maupun tidak langsung mempunyai pengaruh
keluarga dalam menjalankan 5 tugas kesehat- dalam peningkatan pengetahuan, pemben-
tukan opini dan kepercayaan orang. Di bidang
an keluarga di wilayah kerja Puskesmas
kesehatan informasi dapat diperoleh melalui
Mojo secara signifikan.
tatap muka langsung dengan penyampai
informasi seperti petugas kesehatan, tokoh
2. Sikap tentang Hipertensi
masyarakat, tokoh agama serta aparat
Sikap adalah reaksi atau respon
pemerintah yang mendukung serta dapat
seseorang yang masih tertutup terhadap suatu
diperoleh melalui berbagai media massa
stimulus atau objek, manifestasi sikap tidak
seperti radio, televisi, majalah, surat kabar
dapat langsung dilihat tetapi hanya dapat
dan lain-lain. Adanya informasi baru
ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang
mengenai sesuatu hal akan memberikan
tertutup. Sikap juga merupakan reaksi yang
landasan kognitif bagi terbentuknya sikap
bersifat emosional terhadap stimulus sosial
terhadap hal tersebut (Maulana, 2009).
(Notoatmodjo, 2003). Ragam pesan subjektif yang dibawa oleh
informasi tersebut cukup kuat dan memberikan
Tabel 3.
dasar afektif dalam menilai sesuatu hal
Deskripsi Data Skor Sikap
sehingga terbentuklah arah sikap tertentu
Kondisi Rata- Nilai Nilai Simpang Range (Suliha, 2002).
rata Terendah Tertinggi Baku Pemberian informasi tentang kebiasaan
Sebelum 3,49 0 11 3,24 11 hidup sehat dan cara-cara mencegah penyakit
Pendidikan
diharapkan akan terjadi peningkatan penge-
Sesudah 9,90 1 15 4,22 14
Pendidikan tahuan, sikap dan perilaku kesehatan dalam
diri/kelompok sasaran yang berdasarkan
Perbedaan antara sikap sebelum dan kesadaran dan kemauan individu yang
sesudah diberikan pendidikan kesehatan bersangkutan. Perubahan perilaku ini
dapat digambarkan secara deskriptif seperti memang memakan waktu yang lama, sebab
pada tabel 3 yakni ada peningkatan nilai rata- tidak sekedar melibatkan perubahan gerakan/
rata sikap dari 3,49 menjadi 9,90 dari nilai aktivitas motorik, melainkan menyangkut
maksimal 15. Hasil ini sesuai dengan pene- pula perubahan persepsi tentang konsep-

34 Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi pada


Lansia di Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo oleh:
Domas Fitria Widyasari, dkk.
konsep kesehatan dan perubahan sikap 4,46 menjadi 13,97 dan rerata sikap tentang
terhadap tindakan yang dianjurkan. Walaupun hipertensi dari 3,49 menjadi 9,90.
lebih lama, namun ternyata hasil perubahan Saran untuk pihak posyandu lansia,
yang dicapai lebih lama dan lestari dan tidak diharapkan hasil pengabdian ini dapat
tergantung dari ketatnya pengawasan ditindaklanjuti dengan terus mengupayakan
(Sarwono, 2004) program pendidikan kesehatan terutama
Data Kementrian Koordinator Bidang masalah penyakit degeneratif untuk mening-
Kesehatan Rakyat Kedeputian I Bidang katkan kesejahteraan dan kesehatan lansia.
Kesejahteraan Sosial tahun 2009 menyatakan Sedangkan bagi instansi terkait, hasil
bahwa terdapat kenaikan usia harapan hidup penelitian ini diharapkan memberikan
di Indonesia yang disebabkan oleh pening- masukan kepada instansi pemegang
katan tingkat sosial ekonomi, kenaikan kebijakan pembangunan kesehatan seperti
tingkat kesehatan dan tingkat pengetahuan Dinas Kesehatan untuk meluaskan sasaran
masyarakat. Adanya pendidikan kesehatan penyuluhan kesehatan pada lansia dengan
tentang hipertensi yang diberikan secara memanfaatkan program-program kesehatan
berkesinambungan dan proporsional di- bagi lansia melalui Puskesmas
harapkan mampu memperbaiki pola hidup
lansia dan meluruskan mitos-mitos yang PERSANTUNAN
salah karena kurang cukupnya informasi Pada kesempatan ini kami
yang didapatkan. Pendidikan kesehatan menyampaikan terima kasih kepada pihak-
tentang hipertensi diharapkan dapat pihak yang terkait, kepada bapak Rektor
mengubah pengetahuan, pemahaman dan UMS melalui Lembaga Pengabdian
sikap serta perilaku lansia terhadap kesehat- Masyarakat yang telah berkenan membiayai
annya sehingga lansia dapat menjalankan sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.
pola hidup sehat dan angka kejadian penyakit Kepada Dekan Fakultas Kedokteran UMS
kardiovaskuler akan menurun. yang turut memperlancar kegiatan ini,
kepada Kepala Desa Makamhaji, Ketua
SIMPULAN DAN SARAN Posyandu Lansia Dukuh Gantungan dan
Berdasarkan hasil kegiatan yang kader Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
dilakukan, dapat disimpulkan terdapat Makamhaji Kartasura Sukoharjo yang telah
peningkatan nilai rerata pengetahuan tentang membantu sehingga kegiatan ini dapat
hipertensi setelah pemberian pendidikan dari berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Adrogué H J dan Madias Nicolaos E. 2007. Sodium and Potassium in the Pathogenesis of
Hypertension. NEJM; 356:1966-1978
August, Phyllis. 2007. Initial Treatment of Hypertension. NEJM; 348; 610-617
Braunwald, E., A. S. Fauci., D.L.,Kasper., S.L.Hauser., D.L.Longo., J.L.Jameson. 2001.
“Harrison’s Mannual of Medicine 15th edition”. USA: Mc Draw-Hill Profesional
Cunha, Maria G. 2001. Usia Lanjut di Indonesia: Potensi, Masalah, Kebutuhan (Suatu Kajian
Literatur). Disitasi dari www. atmajaya.ac.id/content asp. Diakses tanggal 2 Oktober
2009

WARTA, Vol .13, No.1, Maret 2010: 28 - 36 35


ISSN 1410-9344
Data Statistik Indonesia. 2010. Disitasi dari http://www.datastatistik-indonesia.com. Diakses
tanggal 2 Oktober 2009
Fisher, NDL dan Gordon, H William. 2005. Hypertensive Vascular Disease dalam Harrison’s
principles of Internal Medicine 16th edition. USA: Mc Graw-Hill Profesional
Kementrian Koordinator Bidang Kesehatan Rakyat Kedeputian I Bidang Kesejahteraan Sosial.
2009. Lansia Masa Kini dan Mendatang. www. Situs resmi kemetrian koordinator
bidang kesejajtaraan rakyat. Diakses tanggal 2 October 2009
Kiger, Alice M. 2004. Teaching for Health. London: Churchill Livingstone
Maulana, Heri DJ. 2009. Promosi Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Megarani, AM. 2007. Pada 2025, Seperlima Penduduk Indonesia Lansia. www.
Tempointeraktif.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2009
National Heart Lung & Blood Insitute. 2003. The seventh report of Joint National Committee
on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure dalam
The JNC VII report. Disitasi dari: http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hipertensi/
JNC 7 full / htm. Diakses tanggal 2 Oktober 2009.
Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nugroho, Wahyudi. 2000. Keperawatan Gerontologi. Jakarta: EGC
Priwanci, Indar. 2010. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi Stadium 1 terhadap
Pengetahuan dan Sikap Keluarga dalam Menjalankan 5 Tugas Kesehatan Keluarga
di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo. SKRIPSI. Universitas Airlangga. Surabaya.
Disitasi dari http: alumni.unaiir.ac.id/kumpulan file/ 1856829790_abs.pdf
Sarwono, Solita. 2004. Sosiologi Kesehatan Beberapa Konsep Beserta Aplikasinya.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Suliha U. 2002. Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC

36 Peningkatan Pengetahuan tentang Hipertensi pada


Lansia di Posyandu Lansia Dukuh Gantungan
desa Makamhaji Kartasura Sukoharjo oleh:
Domas Fitria Widyasari, dkk.