Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA KOMPUTASI

OPTIMASI GEOMETRI DAN PERHITUNGAN FREKUENSI DENGAN GAUSSIAN09

Nama : Adinda Rizkia Setiawan

NPM : 11151090

Kelas : 3FA3

SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

Jalan Raya Soekarno – Hatta No.754 Cibiru – Bandung

2018

Adinda Rizkia Setiawan


I. Tujuan
A. Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa mampu membuat model struktur kimia suatu senyawa,
melakukan optimasi geometri terhadap senyawa tersebut, serta melakukan
perhitungan frekuensi dengan menggunakan perangkat lunak Gaussian09.
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa mampu membuat model struktur kimia sederhana.
2. Mahasiswa mampu melakukan optimasi geometri dengan metode mekanika
molekuler maupun mekanika kuantum.
3. Mahasiswa mampu melakukan perhitungan frekuensi serta melakukan analisis
termokimia.
II. Prinsip
Perhitungan energi terendah dari suatu molekul yang dilakukan menggunakan
Gaussian09 melalui interface pada GaussView 5.0.8.
III. Teori Dasar

Kimia komputasi merupakan sains kimia yang digunakan untuk memahami dan
memprediksi fenomena objek kimia dengan bantuan komputer menggunakan suatu
model. Karakteristik dan aspek-aspek dari kimia komputasi adalah sebagai berikut :

1. Mendapatkan informasi kimia (struktur, sifat dan relasinya) dengan perhitungan dari
eksperimen konvensional.
2. Formalisasi dari teori-teori di kimia yang terdiri dari mekanika klasik, mekanika
kuantum dan mekanika statistik serta segala aspek dari fisika molekul, kimia fisika
dan fisika kimia.
3. Terdapat banyak cabang dari kimia komputasi yang bergantung pada formalisasi
teoretik yang digunakan. Contohnya, kimia komputasi kuantum menggunakan lebih
banyak mekanika kuantum.

Kimia komputasi kini menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan tercepat
dalam kimia. Walaupun terdapat spesialis dalam bidang ini, penerapan teknik-tekniknya

Adinda Rizkia Setiawan


oleh kimiawan dalam percobaan semakin meningkat sejalan dengan berkembangnya
kemampuan software.

Gaussian merupakan salah satu software yang cukup powerful dalam bidang
kimia komputasi dan juga merupakan program yang paling banyak digunakan dalam
komunitas riset kimia komputasi untuk melakukan perhitungan kuantum mekanik pada
molekul. Software ini bisa digunakan untuk melihat sifat atom, molekul, system reaktif,
dan juga dapat memprediksi dan mengetahui energy, struktur, serta frekuensi vibrational.

Software Gaussian ini memiliki banyak seri, namun untuk membuat model
molekul, dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GaussView 5.0.8 yang
nantinya harus melakukan optimasi geometri dan perhitungan frekuensi dengan
menggunakan Gaussian09, melalui interface GaussView 5.08.

Perangkat lunak GaussView 5.0.8 menyediakan fasilitas untuk membuat struktur


3 dimensi suatu senyawa. Berikut adalah deskripsi singkat mengenai beberapa tombol-
tombol yang ada pada perangkat lunak GaussView 5.0.8.

Nama Tombol Tombol Fungsi


Crystal Editor Untuk membuat dan memodifikasi satuan sel untuk
struktur periodik.
MO Editor Untuk melihat, menyusun ulang dan memodifikasi
hunian untuk orbital molekul.

Elements Untuk memilih jenis atom yang akan digunakan untuk


menyusun molekul. Ketika tombol ini diklik, akan
muncul tabel periodik, sehingga kita dapat memilih
atom dan jenis atom yang akan digunakan.
Rings Untuk menggambar molekul yang berupa cincin.

Modify Bond Untuk memodifikasi panjang ikatan

Modify Angle Untuk memodifikasi sudut ikatan

Adinda Rizkia Setiawan


Modify Dihedral Untuk memodifikasi dihedral

Add Valence Untuk menambahkan valensi pada atom

Delete Atom Untuk menghapus atom

Invert About Atom Untuk membalikkan struktur molekul atom yang


dipilih.

Untuk memilih atom tertentu pada window ‘molecule’

Berikut adalah tampilan window GaussView 5.0.8

Pembuatan model molekul dilakukan pada window sebelah kanan (kotak berwarna
biru). Sedangkan untuk window sebelah kanan menampilkan jenis atom yang sedang kita
pilih, dimana ketika kita klik kiri pada window yang biru, maka jenis atom tersebut akan
ditambahkan. Selain itu, pada window sebelah kiri juga terdapat menu pilihan dan
toolbars untuk mengedit molekul, untuk memilih/mengatur jenis visualisasi, dan lain-lain.
Perangkat lunak Gaussian09 menyediakan fasilitas untuk melakukan optimasi
geometri. Optimasi geometri bertujuan untuk menghitung energi terendah dari suatu
molekul untuk mengetahui keadaan paling stabil dari molekul tersebut. Perhitungan ini
dapat dilakukan menggunakan Gaussian09 melalui interface pada GaussView 5.0.8
dengan metode mekanika molekul dan mekanika kuantum.
1. Mekanika molekul
Merupakan metode empiris yang digunakan untuk menyatakan energi potensial
dari molekul sebagai fungsi dari variasi geometri. Pada metode ini, atom-atom

Adinda Rizkia Setiawan


penyusun molekul diasosiasikan sebagai kumpulkan bola-bola, dimana elektron tidak
dipertimbangkan secara eksplisit, tapi dihitung sebagai rerata relative terhadap
pengaruh gerakan inti. Jadi pada intinya, metode mekanika molekul menggunakan
dasar hukum-hukum fisika klasik sebagai perhitungannya.
Metode ini diaplikasikan untuk : molekul tersusun dari ribuan atom, molekul
organik, oligonukleotida, peptida, sakarida dan molekul dalam lingkungan vakum
atau berada dalam pelarut.
2. Mekanika kuantum
Metode mekanika kuantum merupakan metode yang menggunakan dasar
hukum-hukum fisika kuantum sebagai perhitungannya. Sehingga, keberadaan
elektron pada molekul sudah diperhitungkan, tidak lagi diabaikan seperti pada metode
mekanika molekul. Metode mekanika kuantum memiliki 2 jenis pendekatan, yaitu :
a. Pendekatan teori struktur electron yang memiliki 2 jenis metode, yaitu :
 Metode semi empiris
Merupakan metode menyelesaikan persamaan Schrödinger dengan
hampiran, yang bergantung pada parameter-parameter yang telah
dibandingkan dengan hasil-hasil eksperimen.
Digunakan untuk sistem besar, maksimal terdiri dari 1000 atom. Metode
ini hanya memperhitungkan elektron valensi, sehingga perhitungan dapat
lebih cepat. Contoh program : MNDO, AM1 dan PM3.
 Metode Ab initio
Merupakan metode yang dibuat tanpa data empiris, diaplikasikan untuk
molekul dengan maksimal 100 atom. Konsep perhitungan umum
menggunakan penyelesaian persamaan Schrodinger (metode mekanika
kuantum, dimana keadaan suatu sistem digambarkan melalui fungsi koordinat
partikel dalam sistem fungsi gelombang). Metode ini menyelesaikan semua
persamaan secara eksak dan semua elektron yang ada diperhitungkan,
sehingga memerlukan waktu yang lama. Metode ab nito memiliki 2 jenis
hampiran, yaitu :
a) Hampiran Bohn-Oppenheimer
b) Hampiran Hartree

Adinda Rizkia Setiawan


Hampiran Hartree merupakan metode hampiran yang digunakan untuk
menyelesaikan persamaan tolakan-tolakan elektron dari banyak parameter
menjadi satu parameter. Pada hampiran Hartree digunakan kerapatan
elektron sebagai gantinya titik elektron. Persamaan yang digunakan bukan
lagi interaksi elektron dengan elektron tetapi interaksi elektron dengan
kerapatan elektron. Namun, hampiran hartree memiliki kelemahan, yaitu:
fungsi gelombang yang masih kurang baik sehingga metode tidak bekerja
baik pada molekul.

Metode ab inito bertujuan untuk mendapatkan hasil perhitungan


komputasi dengan akurasi yang tinggi. Tetapi, pendekatan ini memiliki
kekurangan, yaitu waktu perhitungan komputasinya lama dibandingkan dengan
perhitungan yang menggunakan pendekatan mekanika molekul.
Sedangkan kelebihannya adalah menghasilkan perhitungan yang
mendekati penyelesaian sebenarnya, karena semua pendekatan yang telah dibuat
dapat dianggap cukup kecil secara numerik relatif terhadap penyelesaian
sebenarnya. Secara umum, perhitungan dengan pendekatan struktur elektron (ab
initio) memberikan hasil kualitatif yang sangat baik dan dapat memberikan
kenaikan keakuratan hasil kuantitatif jika molekul yang dikaji semakin kecil.

b. Pendekatan teori fungsional kerapatan (metode density functional theory)


Teori Fungsional Kerapatan merupakan suatu metode penyelesaian Persamaan
Schrödinger secara mekanika kuantum berdasarkan prinsip fungsional dari kerapatan
elektron. Jadi, dalam metode ini elektron dipahami sebagai suatu kerapatan dan bukan
titik elektron seperti halnya ab-initio dalam meyelesaikan persamaan Schrödinger.
Teori Fungsional Kerapatan (Density Functional Theory) digunakan untuk
menghitung (E0) dan sifat-sifat dari keadaan dasar molekul dari kerapatan elektron
keadaan dasar (ρ0). Metode ini telah banyak dan terus berkembang karena
menawarkan kecepatan yang baik untuk mendapatkan hampiran dengan kualitas baik.

Frekuensi

Adinda Rizkia Setiawan


Perhitungan frekuensi ini dilakukan agar dapat diketahui mode vibrasi dari suatu
molekul sehingga spektrum inframerah bisa diprediksi. Melalui perhitungan frekuensi ini
juga, kita bisa mendapatkan nilai besaran termokimia. Aplikasi dari analisis termokimia
ini antara lain adalah untuk mempelajari mekanisme reaksi, mencari keadaan transisi, dan
mempelajari reaktivitas dari suatu molekul.

IV. Prosedur Kerja


Asam Benzoat Metode Mekanikal Molekular
A. Membuat struktur tiga dimensi asam benzoat metode mekanik
1) Buka aplikasi GaussView 5.0.8

2) Klik tombol , kemudian pilih gambar benzene. Setelah itu klik kiri pada
window sebelah kanan (kotak berwarna biru)sehingga akan muncul tampilan
sebagai berikut :

3) Kemudian klik tombol , pilih atom C dengan tipe atom . Klik salah satu
atom H yang akan diganti dengan C. Maka tampilan window akan berubah
menjadi seperti berikut :

Adinda Rizkia Setiawan


4) Selanjutnya klik tombol kembali, pilih atom O dengan tipe atom . Klik
pada ikatan rangkap yang akan ditambahkan atom O pada atom C yang baru
ditambahkan tadi. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

5) Lalu klik tombol , pilih atom O dengan tipe atom . Kemudian klik atom
H (yang baru ditambahkan atom O pada ikatan rangkapnya) yang akan diganti
dengan atom O. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

B. Optimasi geometrid an perhitungan frekuensi

Adinda Rizkia Setiawan


1) Setelah asam benzoate selesai digambar, langkah selanjutnya adalah melakukan
optimasi geometri dengan cara mengklik tab Calculate, kemudian klik Gaussian
Calculation Setup. Lalu akan muncul tampilan seperti ini :

2) Kemudian klik Job type. Pilih yang sesuai dengan tipe simulasi yang diinginkan
(pada praktikum kali ini pilih opt+freq).

Job Type Keterangan


Energy Untuk menghitung energi minimum dari molekul tanpa
memperoleh struktur yang optimum (struktur dengan energi
minimum).
Optimazation Untuk melakukan optimasi geometri dan mendapatkan
strruktur dengan energi yang minimum.
Frequency Untuk melakukan perhitungan frekuensi pada molekul.
Opt+freq Untuk melakukan optimasi geometri dan frekuensi pada suatu
molekul.

3) Selanjutnya pilih Method lalu klik Mechanics, untuk menyimpan file *.chk, pilih
pada tab Link. Atur Chkpoint File menjadi Default name (supaya nama file
*.chk sama dengan nama file *.log).

Adinda Rizkia Setiawan


4) Klik Submit, kemudian di save terlebih dahulu pada folder yang sudah
disediakan. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

6) Lalu klik Ok. Setelah optimasi selesai dilakukan, maka tampilan window akan
menjadi seperti ini :

7) Selanjutnya klik Yes, klik Ok maka tampilan eindow akan menjadi seperti ini :

C. Menganalisis hasil perhitungan

1) Klik tab Result, lalu klik Summary. Dan akan muncul nilai energy pada optimasi
geometri (Eele), yaitu sebesar 0,02260874.

Adinda Rizkia Setiawan


2) Klik Ok.

Asam Benzoat Metode DFT


A. Membuat struktur tiga dimensi asam benzoat metode mekanik
1) Buka aplikasi GaussView 5.0.8

2) Klik tombol , kemudian pilih gambar benzene. Setelah itu klik kiri pada
window sebelah kanan (kotak berwarna biru)sehingga akan muncul tampilan
sebagai berikut :

Adinda Rizkia Setiawan


3) Kemudian klik tombol , pilih atom C dengan tipe atom . Klik salah satu
atom H yang akan diganti dengan C. Maka tampilan window akan berubah
menjadi seperti berikut :

4) Selanjutnya klik tombol kembali, pilih atom O dengan tipe atom . Klik
pada ikatan rangkap yang akan ditambahkan atom O pada atom C yang baru
ditambahkan tadi. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

5) Lalu klik tombol , pilih atom O dengan tipe atom . Kemudian klik atom
H (yang baru ditambahkan atom O pada ikatan rangkapnya) yang akan diganti
dengan atom O. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

Adinda Rizkia Setiawan


B. Optimasi geometrid an perhitungan frekuensi

1) Setelah asam benzoate selesai digambar, langkah selanjutnya adalah melakukan


optimasi geometri dengan cara mengklik tab Calculate, kemudian klik Gaussian
Calculation Setup. Lalu akan muncul tampilan seperti ini :

2) Kemudian klik Job type. Pilih yang sesuai dengan tipe simulasi yang diinginkan
(pada praktikum kali ini pilih opt+freq).

Job Type Keterangan


Energy Untuk menghitung energi minimum dari molekul tanpa
memperoleh struktur yang optimum (struktur dengan energi
minimum).

Adinda Rizkia Setiawan


Optimazation Untuk melakukan optimasi geometri dan mendapatkan
strruktur dengan energi yang minimum.
Frequency Untuk melakukan perhitungan frekuensi pada molekul.
Opt+freq Untuk melakukan optimasi geometri dan frekuensi pada suatu
molekul.

3) Selanjutnya pilih tab Method lalu klik DFT dan pilih basis set yang akan
digunakan untuk optimasi geometri (pada praktikum kali ini pilih basis set STO-
3G). Kemudian atur muatan dan spin (keterangan : untuk senyaa non-radikal, spin
nya singlet).

4) Untuk menyimpan file *.chk, pilih pada tab Link. Atur Chkpoint File menjadi
Default name (supaya nama file *.chk sama dengan nama file *.log).

5) Klik Submit, kemudian di save terlebih dahulu pada folder yang sudah
disediakan. Maka tampilan window akan berubah menjadi seperti berikut :

6) Lalu klik Ok. Setelah optimasi selesai dilakukan, maka tampilan window akan
menjadi seperti ini :

7) Selanjutnya klik Yes, klik Ok maka tampilan window akan menjadi seperti ini :

Adinda Rizkia Setiawan


C. Menganalisis hasil perhitungan

1) Buka halaman baru dengan pilih File lalu New atau “Ctrl+N.

2) Klik tab Result, lalu klik Summary. Dan akan muncul nilai energy pada optimasi
geometri (Eele), yaitu sebesar -415.39138233.

3) Untuk melakukan analisis HOMO-LUMO, pilih Edit, lalu klik MOs. Maka akan
muncul dialog box sebagai berikut. Bagian yang bertanda kuning menunjukkan
nilai HOMO-LUMO (nilai HOMO dan LUMO pada praktikum kali ini berturut-
turut sebesar 32 dan 33).

Adinda Rizkia Setiawan


4) Untuk memvisualisasikan orbital HOMO-LUMO, dilakukan dengan cara klik
Results, pilih Surfaces/Contours. Pada menu Cube Action, pilih New Cube.
Lalu pada pilihan orbital, dapat dipilih HOMO, LUMO, atau HOMO-LUMO
(pilih HOMO) sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut:

Adinda Rizkia Setiawan


5) Selanjutnya pada menu Surface Action, pilih New Surface, sehingga akan
muncul tampilan sebagai berikut:

6) Lalu klik kembali menu Cube Action, pilih New Cube. Lalu pada pilihan orbital,
dapat dipilih LUMO sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut:

7) Setelah itu pada Surface Action klik Hide Surface, lalu klik kembali Surface
Action dan klik New Surface. Tunggu hingga perhitungan selesai dilakukan,
yang ditandai dengan munculnya keterangan pada dialog box Cube Available.

Adinda Rizkia Setiawan


7) Visualisasi HOMO-LUMO akan terdapat pada window “molecule”. Orbital yang
akan ditampilkan akan diatur melalui menu Surface action. Berikut adalah
contoh tampilan orbital HOMO (Highest Occupied Molecular Orbital) adalah
orbital molekul terisi dan bernergi tinggi dan LUMO (Low Unoccupied Molecular
Orbital) adalah orbital molekul kosong berenergi terendah

Visualisasi HOMO Visualisasi LUMO

8) Untuk mengetahui prediksi spectrum inframerah, dilakukan dengan cara


membuka file *.log dengan perangkat lunak Avogadro. Apabila dialog box untuk
vibrasi belum muncul, pilih Setting, lalu klik Toolbars, klik Vibrations, lalu klik
pilihan Show Spectra. Maka akan muncul tampilan seperti ini :

Adinda Rizkia Setiawan


9) Analisis termokimia yang dilakukan dengan melakukan perhitungan manual
berdasarkan data-data hasil perhitungan frekuensi. Data perhitungann frekuensi
dapat diperoleh dengan membuka fil *>log pada notepad/wordpad/notepad++.
Lalu klik “Ctrl+F”, ketik kata thermal/zero. Maka akan muncul tampilan seperti
dibawah ini:

V. Hasil Pengamatan
Parameter Hasil Data
Energi pada optimasi geometri (Eele) -1.81102335 x 10-15 J
Zero point correction to energy 5.24505739 x 10-19 J
Thermal correction to energy 5.559355372 x 10-19 J
Thermal correction to enthalpy 5.600511884 x 10-19 J
Thermal correction to Gibbs free energy 3.833005366 x 10-19 J
Energi dalam molekul pada suhu 0 K (E0K) -1.810498844 x 10-15 J
Energi pada suhu 298.15 K (E298.15K) -1.809942908 x 10-15 J
H (Entalpi) -1.810463299 x 10-15 J

Adinda Rizkia Setiawan


G (Gibbs) -1.810640049 x 10-15 J
S (entropi) 356.66268 J/mol
∆E 8.64940722 x 10-19 J
h (tetapan planck) 6.626 x 10-34 J.s
c (ketetapan cahaya) 3 x 1017 nm/s
Panjang gelombang maksimum 229.8192176 nm

VI. Perhitungan

1. Energi pada optimasi geometri (Eele)

= (-415.39138233 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)

= -1.81102335 x 10-15 J

2. Energi dalam molekul pada suhu 0 K (E0K)

 Zero point correction to energy


= (0.120305 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)
= 5.24505739 x 10-19 J
 Energi dalam molekul pada suhu 0 K (E0K)
= Eele + Zero point correction to energy

= (-1.81102335 x 10-15 J) +(5.24505739 x 10-19 J)

= -1.810498844 x 10-15 J

3. Energi pada suhu 298.15 K (E298.15K)

 Thermal correction to energy


= (0.127514 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)
= 5.559355372 x 10-19 J
 Energi pada suhu 298.15 K (E298.15K)
= E0K + Thermal correction to energy
= (-1.810498844 x 10-15 J) + (5.559355372 x 10-19 J)

Adinda Rizkia Setiawan


= - 1.809942908 x 10-15 J

4. H (Entalpi)

 Thermal correction to enthalpy


= (0.128458 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)
= 5.600511884 x 10-19 J
 H (Entalpi)
= Eele + Thermal correction to enthalpy
=(-1.81102335 x 10-15 J) + (5.600511884 x 10-19 J)
= - 1.810463299 x 10-15 J

5. G (Gibbs)

 Thermal correction to Gibbs free energy


= (0.087917 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)
= 3.833005366 x 10-19 J
 G (Gibbs)
= Eele + Thermal correction to Gibbs free energy
=(-1.81102335 x 10-15 J) + (3.833005366 x 10-19 J)
= -1.810640049 x 10-15 J

6. Panjang gelombang maksimum

 ∆E
= LUMO – HOMO
= (0.04511) – (-0.15328)
= (0.19839 Hartree/particle) x (4.3598 x 10-18 J)
= 8.64940722 x 10-19 J
 Panjang gelombang maksimum
ℎ𝑥𝑐
=
∆𝐸
(6.626 x 10−34 J.s) x (3 x 1017 nm/s)
=
8.64940722 x 10−19 J

Adinda Rizkia Setiawan


= 229.8192176 nm
VII. Pembahasan
Kimia komputasi merupakan sains kimia yang digunakan untuk memahami dan
memprediksi fenomena objek kimia dengan bantuan komputer menggunakan suatu
model. Untuk melihat sifat atom, molekul, system reaktif, dan juga dapat memprediksi
dan mengetahui energy, struktur, serta frekuensi vibrational biasanya menggunakan
software Gaussian09 dengan cara melakukan optimasi geometri. Pada praktikum kali ini
senyawa yang akan dilakukan optimasi geometri yaitu senyawa Asam Benzoat.

Gambar 3.4 Sruktur Asam Benzoat

Asam benzoat (C6H5COOH) adalah padatan kristal berwarna putih dan


merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Nama asam ini berasal dari
gum benzoin (getah kemenyan), yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam
benzoat. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet
makanan. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-
bahan kimia lainnya.
Pada praktikum kali ini langkah pertama yang harus dilakukan yaitu memilih
metode untuk optimasi geometri. Maka metode yang dipilih untuk optimasi asam
benzoate ada 2 jenis, yaitu : metode mekanika molekul dan mekanika kuantum (DFT).
Metode yang pertama dibahas yaitu metode mekanika molecular. Merupakan
metode empiris yang digunakan untuk menyatakan energi potensial dari molekul sebagai
fungsi dari variasi geometri yang menggunakan dasar hukum-hukum fisika klasik sebagai
perhitungannya. Metode mekanika molecular ini didasarkan atas prinsip-prinsip berikut:
1. Inti dan elektron dipandang sebaga partikel bak atom (atom-like).
2. Partikel bak-atom tersebut berbentuk sferis (jari-jari diperoleh dari data
eksperimen) dan memiliki muatan neto.

Adinda Rizkia Setiawan


3. Interaksi didasarkan pada potensial klasik dan pegas (hukum Hooke).
4. Interaksi harus dispesifikasikan terlebih dahulu untuk atom-atom yang dipelajari.
5. Interaksi menentukan distribusi ruang dari partikel dan energinya.

Setelah memilih metode optimasi geometri, langkah selanjutnya adalah


menggambar struktur asam benzoate pada aplikasi Gaussian09 melalui interface
GaussView 5.08. Setelah selesai menggambar, baru lah kita melakukan optimasi
geometri, karena kita sudah memilih metode yang akan digunakan, maka pada tab
method dipilih Mechanics, sedangkan pada job type dipilih Opt+freq, karena pada
praktikum kali ini bertujuan untuk melakukan optimasi geometry dan menghitung /
menganalisis frekuensi serta termokimia. Setelah itu klik submit.

Pada saat submit, komponen yang memberikan kontribusi pada energi akan
dihitung, setiap perubahan geometri akan diikuti dengan penghitungan energi. Namun,
pada metode ini kehadiran electron tidak dipertimbangkan secara ekplisit dan fungsi
energi potensial bergantung pada posisi inti, sehingga metode ini menggunakan medan
gaya (Force Field) yang diperoleh dari data-data spektroskopi dan perhitungan ab initio
dan didasarkan pada nilai empiris hasil rata-rata dari sejumlah besar parameter molekul
yang berkaitan dengan konstanta-konstanta. Medan gaya yang biasa digunakan dalam
optimasi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu medan gaya yang:

1. Digunakan untuk molekul kecil dengan semua atom termasuk hidrogen yang
diikutkan dalam perhitungan (pendekatan semua atom).
2. Digunakan untuk molekul biologi, protein atau asam nukleat (pendekatan atom
essensial). Berikut beberapa jenis medan gaya yang sering digunakan dalam kimia
komputasi: MM+, AMBER, BIO+

Proses diatas dilakukan secara berulang terus sampai perubahan dalam energi
antara satu iterasi dan gerakan selanjutnya berada di bawah harga cut-off. Kemudian
struktur dikatakan telah teroptimasi dengan cara memberikan informasi terhadap struktur
molekul seperti : geometri molekul, panas pembentukan, energi, momen dipol, potensial
ionisasi, dan kerapatan muatan. Dan didapatkan hasil energy pada senyawa asam

Adinda Rizkia Setiawan


benzoate dengan metode mekanik molekuler sebesar 0,02260874 Hartree/particle
(9.856958465 x 10-20 J).

Kemudian, selanjutnya akan membahas metode yang kedua yaitu metode


mekanika kuantum (DFT). Metode mekanika kuantum merupakan metode yang
menggunakan dasar hukum-hukum fisika kuantum sebagai perhitungannya. Sedangkan
metode Density Functional Theory adalah bagian dari metode mekanika kuantum yang
merupakan metode perhitungan kimia komputasi dengan mempertimbangkan fungsi
elektron tunggal seperti pada metode HF. Namun pada DFT, hanya menghitung energy
elektronik total dan distribusi kerapatan elektron.

Langkah-langkah yang dilakukan pada metode DFT, sama seperti pada metode
mekanik molecular, hanya saja berbeda pada pemilihan metode, basis fungsi, dan basis
set yang digunakan. Basis fungsi yang umum digunakan dalam perhitungan struktur
elektronik ada 2 tipe, yaitu : orbital tipe slater (STO) dan orbital tipe Gaussian (GTO).
Namun pada praktikum kali ini basis fungsi yang dipilih yaitu STO, karena STO
memiliki kelebihan dibandingkan GTO, yaitu dapat menggambarkan bentuk eksak suatu
orbital, dan karena mirip dengan atom Hidrogen, maka kemungkinan memberikan nilai
yang lebih tinggi untuk nilai sesungguhnya. Berikut adalah perbedaan dari STO dan GTO

 Kurva STO lebih landai dari pada kurva GTO (GTO lebih curam).
 Terhadap jarak STO tidak signifikan,sedangkan GTO signifikan.
 STO=∑GTO (STO=∑GTO dikenal dengan basis set).

Sedangkan basis set yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu STO-3G,
karena STO-3G merupakan basis set yang spesifik. Setelah semua sudah di pilih

Adinda Rizkia Setiawan


sesuai dengan data yang diinginkan, langkah selanjutnya adalah klik submit untuk
melakukan optimasi. Setelah optimasi selesai dilakukan, maka didapatkanlah nilai :

1. Eele = -415.39138233 Hartree/particle


= -415.39138233 a.u
= -1.81102335 x 10-15 J
2. E.HOMO = -0.15328 Hartree/particle
= -0.15328 a.u
= -6.68270144 x 10-19 J
3. E. LUMO = 0.04511 Hartree/particle
= 0.04511 a.u
= 1.96670578 x 10-19 J
4. Visualisasi

Visualisasi HOMO Visualisasi LUMO


5. Spektrum IR

6. Entalpi (H) = - 1.810463299 x 10-15 J


7. Entropi (S) = 356.66268 J/mol
8. Energi Gibs (G) = -1.810640049 x 10-15 J

Adinda Rizkia Setiawan


Dari praktikum hasil optimasi geometri dan perhitungan frekuensi, dapat dilihat
perbedaan dari kedua metode tersebut, yang masing- masing metodenya itu memiliki
kelebihan dan kelemahan seperti pada table berikut:

Metode Kelebihan Kekurangan


Mekanika molekuler Perhitungannya cepat 1. Tidak bisa mengakses
parameter elektronik
karena dasarnya masih
empiris.
2. Akurasinya rendah.
3. Tidak menggunakan
basis set.
Mekanika kuantum 1. Akurasinya tinggi. 1. Lebih lama proses
2. Bisa mengakses sifat perhitungannya.
elektronik seperti nomor 2. Mahal.
atom, dan momen dipol.
3. Menggunakan basis set.

Pada metode DFT STO-3G, energy yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan
metode mekanik molecular. Hal ini disebabkan karena pada metode mekanika kuantum
(DFT STO-3G) keberadaan electron pada molekul sudah diperhitungkan, tidak lagi
diabaikan seperti metode mekanika molekul, sehingga molekul lebih stabil.

VIII. Kesimpulan
1. Hasil optimasi geometri dengan metode DFT STO-3G menunjukan keadaan molekul
paling stabil karena memiliki nilai energi yang lebih rendah dibandingkan dengan
metode molecular mekanik.
2. Dari nila i∆E = E.LUMO – E.HOMO dapat ditentukan nilai λmax senyawa, nilai
λmax asam benzoate yaitu: 229.8192176 nm.
3. Dengan perangkat lunak Avogadro, dapat diketahui prediksi spectrum inframerah
masing-masing senyawa

Adinda Rizkia Setiawan


TUGAS KIMIA KOMPUTASI

1) Berdasarkan reaksi di atas dan hasil optimasi geometrid an perhitungan frekuensi masing-
masing senyawa yang diberikan, lengkapilah table berikut ini.

Parameter Produk 1 Produk 2 Reaktan 1 Reaktan 2


Eele -2.79127492 x 10-15J -9.85335456 x 10-16J -2.13440346 x 10-15J -1.64223647 x 10-15J
E0K -2.79055683 x 10-15J -9.85053111 x 10-16J -2.13386008 x 10-15J -1.64178042 x 10-15J

E298.15K -2.79050276 x 10-15J -9.85032860 x 10-16J -2.13382483 x 10-15J -1.64174531 x 10-15J


H -2.79050276 x 10-15J -9.85028745 x 10-16J -2.13382071 x 10-15J -1.64174119 x 10-15J

S 450.44516 J/mol 286.8525 J/mol 371.10458 J/mol 372.25408 J/mol

2) Hitunglah ∆Hreaksi, ∆Sreaksi, ∆Greaksi

a) ∆Hreaksi
 ∑ Hproduk = (-2.79050276 x 10-15J) + (-9.85028745 x 10-16J) = -3.77553151 x 10-15J
 ∑ Hreaktan = (-2.13382071 x 10-15J) + (-1.64174119 x 10-15J) = -3.77556190 x 10-15J
 ∆Hreaksi
= ∑ Hproduk - ∑ Hreaktan
= (-3.77553151 x 10-15J) – (-3.77556190 x 10-15J)
= 3.039 x 10-20J
b) ∆Sreaksi
 ∑ Sproduk = (450.44516 J/mol) + (286.8525 J/mol) = 737.29766 J/mol
 ∑ 𝑆reaktan = (371.10458 J/mol) + (372.25408 J/mol) = 743.35866 J/mol
 ∆Sreaksi
= ∑ Sproduk - ∑ Sreaktan

Adinda Rizkia Setiawan


= (737.29766 J/mol) – (743.35866 J/mol)
= -6.061 J/mol
c) ∆Greaksi
 ∆Hreaksi = 3.039 x 10-20J
 T = 298.15 K
 ∆Sreaksi = -6.061 J/mol
 ∆Greaksi
= ∆Hreaksi - T∆Sreaksi
= (3.039 x 10-20J) - [(298.15 K) x ( -6.061 J/mol)]
= (3.039 x 10-20J) - (-1807.08715 K J/mol)
= 1807.08715 K J/mol

3) Kesimpulan

Setelah dilakukan perhitungan ∆𝐻𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 , ∆𝑆𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 , ∆𝐺𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 , dapat diketahui sifat dari
reaksi pembentukan senyawa yang terjadi. Berdasarkan nilai ∆𝐻𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 pada metode DFT STO-
3G, reaksi pembentukan senyawa tersebut bersifat endoterm, karena bernilai positif yaitu,
3.039 x 10-20J. Reaksi endoterm adalah kejadian dimana panas diserap oleh system dari
lingkungan.

Berdasarkan perhitungan nilai ∆𝑆𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 dari metode yang sama, menunjukan nilai
negative yaitu: -6.061 J/mol. ∆𝑆 adalah perubahan entropi, entropi dapat didefinisikan sebagai
bentuk ketidakteraturan perilaku partikel dalam system terhadap lingkungan. Nilai ∆𝑆 yang
negative menunjukan bahwa perilaku partikel dalam system teratur.

Sedangkan untuk menyatakan reaksi berjalan spontan atau tidak, maka digunakan fungsi
termodinamika yang lain yaitu Energi Bebas Gibbs. Energi bebas suatu system adalah selisisih
entalpi dengan temperature yang dikalikan entropi. Nilai∆𝐺 adalah 1807.08715 K J/mol dari
metode tersebut menunjukan nilai ∆𝐺yang positif sehingga dapat disimpulkan bahwa reaksi
berjalan tidak spontan.

Adinda Rizkia Setiawan


DAFTAR PUSTAKA

1) Foresman, J. B., Frisch, JE., 1993. Exploring Chemistry with Elektronic Structure
Method. 2 nd edition. Gaussian, Inc., Pittsburg.
2) Leach, Andew R., 2001. Molecular Modelling : Principles and Applications. 2nd edition.
Pearson Eduacation Limited.
3) Martoprawixo, Muhammad A., Grant & Richards, 1998. Kimia Komputasi. Penerbit ITB.

Lampiran

Hasil Optimasi Geometri

Produk 1 Produk 2 Reaktan 1 Reaktan 2

Adinda Rizkia Setiawan