Anda di halaman 1dari 24
REPUBLK ROCNESA ‘SALINAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 225/PMK.07/2017 ‘TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN, [NOMOR 50/PMK.07/2017 TENTANG PENGELOLAAN ‘TRANSFER KB DAERAH DAN DANA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA (MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a, bahwa pelaksanasn — mengenal_—_penganggaran, pengalokasian, penyaluran dan penatausahaan, pedoman penggunaan, dan pemantauan serta evaluasi ‘Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor $0/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebagsimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor —112/PMKO7/2017 tentang Perubshan alas Peraturan Menteri_Keuangan [Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa; , bahwa untuk mendukung pelaksanaan program padat arya tunai yang didanai dengan Dana Desa, penyaluran Dana Desa yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perl dilaleukan perabshan; Mengingat 1 bahwa berdasarkan pertimbangan sebagalmana, imalesud dalam huraf a dan huruf by perl menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang, Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomar 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desay Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tabun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 91 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomer 4884); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidixan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran [Negara Republik Indonesia Nomor 4301) Undang-Undang Nomor 93 Tahun 2004 tentang Perimbangan Kevangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran [Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran [Negara Republik Indonesia Nomor 4633); Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 170, ‘Tambshan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339); Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republic indonesia Nomor 4575); Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang ‘Tata Cara Pelaksonaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423); Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang, Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor $558) sebagaimana telah beberapa kali diubah, teralehir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tabun 2016 tentang Perubahan, Kedua alas Peraturan Yemerintah Nomor 80 Tabun 2034 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republi Indonesia Tahun 2016 Nomor 87, Tambaban Lembaran Negara Republi Indonesia Nomor 5864}; Peraturan Menteri Keuangan Nomor S0/PMK.O7/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republi Indonesia Tahun 2017 Noor 537) sebagaimana telah diubeh dengan eraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.O7/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor S0/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tabun 2017 Nomor 1081); Menetapkan -MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI -KEUANGAN NOMOR 50/PMK.07/2017 ‘TENTANG — PENGELOLAAN ‘TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA. Pasal | Beberapa kKetentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2017 Nomor 537) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2017 tentang Perubahan tas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2017 Nomor 1081) diubah sebagai berikut 1. Ketentuan ayat (2) Pasal 99 diubah, sehinggn Pasal 99 Derbunys sepagat beri Pagal 99 (1) Penyaturan Dana Desa dilakukan dengan cara pemindahbulewan dari RKUN ke RKUD untuk selanjutnya dilakukan pemindahbukuan dari RKUD ee RKD. @) Penyaluran Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahay etentuan sebagai berikut ‘a. tabap I paling cepat bulan Januari dan paling lambat minggu ketiga bulan Juni sebesar 20% (@ua puluh persen); 'b. tahap I paling cepat bulan Maret dan paling Jambat minggu keempat bulan Juni sebesar dengan 40% (empet puluh persen}; dan © ‘hap It paling cepat bulan Juli sebesar 409% (empat puluh perses) (9) Penyaturan dari RKUD ke RKD dilakuukan paling Jama 7 (tujuh) hari Kerja setelah Dana Desa diterima i RKUD, Ketentuan Pasal 100 diubah, sehingga Pasal 100 ‘berbunyi sebagai berikut Pasal 100, (1) Penyaturan Dana Desa dari RKUN ke RKUD sebagaimana dimaksud dalam Pasa 99) GGlaksanakan setelah Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa menerima Gokumen persyaratan penyaluran, dengan etentuan sebagai berikut 8 tahap 1 berupe: 1, surat pemberitahuan bahia Pemerintah Daerah yang bersangkutan telah rmenyampaikan Peraturen Daerah mengenai ‘AMD tanun anggaran benalan; dan 2. peraturan bupati/wali kota mengenai tata cara pembagian dan penetapan rinelan Dana Desa setiap Des b. tahap Il berupa: 1. laporan realisasi penyaluran Dana Desa tahun anggaran sebelumny; dan 2, laporan konsolidasi relisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahun anggaran ssebelumnya; dan © tahap Il berupa: 1. laporan realis ssampai dengan tahap If; dan 2. taporan konsolidasi realisasi penyerapan dan i penyaluran Dana Desa capaian output Dana Desa sampai dengan tabap 1 (@) Surat pemberitahuan scbagaimana dimaksud pada ayat (1) huraf a angka 1 berupa rekapitulast penerimaan Peraturan Daerah mengenai APD e «i © a tshun anggaren berjalan yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan kepada Kepala KPPN selakcu KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa melalui Koordinator KPA Penyahuran DAK Fisik dan Dana Desa, Dokumen persyaratan penyaluran scbagaimana imaksud pada ayat (1) buruf a angka 2, huruf b, dan huruf ¢ disampaikan olch Kepala Daerah kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK sik dan Dana Desa, Laporan ealisasi penyaluran scbagaimana imaksud pada ayat (1) huruf e, menunjukkan paling sedikitsebesar 75% (tujuh pulub lima persen) dari Dana Desa yang diterima di RKUD telah disalurlan ke RKD. Laporan kconsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output sebagaimana dimakeud pada ayat (1) hrf ¢ menunjulkkanrata-rata —realisasi penyerapan paling sedikit sebesar 75% (tujuh pulun lima persen) dari Dana Desa yang diterima di RKUD dan rata-rata capaian output paling sedikit sebesar 50% (ima puluh persen), Capaian output sebagaimana dimaksud pa fayat (1) huruf b dan huruf ¢ dihitung berdasarkan rata-rata persentase laporsn capaian output dari sehuruh desa Penyusunan laporan Konsolidasi_realisasi penyerapan dan capaian output sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf © llalcukan sesuai dengan tabel referensi data Didang, kegiatan, ursian output, volume output, satuian eutput dan capaian output, Ketentuan ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) Pasal 102 siubah, schingga Pasal 102 berbunyi sebagai berikut: Pasal 102 (1) Penyaluran Dana Desa dari RKUD ke KD sebagaimana dimaksud dalam = Pasal 99 Gilaksanakan oleh bupati/ wali kota (2) Penyaturan Dana Desa dari RKUD ke RKD sebagaimana dimalksud pada ayat (1) dlaksanakan setelah bupati/wali kota menerima dokumen persyaratan penyaluran, dengan ketentuan sebagai berikut a. tahap 1 berupa peraturan Desa mengenai APBDesa dati Kepala Det », tahap It berupa laporan realisasi penyerapan dan ‘capaian ouput Dana Desa tahun anggaran sebelumnya dari Kepala Desa; dan . tahap If berupa laporan realisasi penyerapan ‘dan capatan ouput Vana Lesa sampai dengan ‘tahap Il dari Kepala Desa. (2) Laporan realisast penyerapan dan capaian output Dana Desa sampai dengan tabap I sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, menunjukkan rata-rota realisasi penyerapan paling sedikit sebesar 75% (cujuh puluh lima persen} dan rate-rata capaiass output menunjulekan paling sedikit sebesar 50% (ima puluh persen) (#) Capaian output sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dan huruf ¢ dihitung berdasarkan rata-rata persentase capalan output dari seluruh eegiata, (6) Penyusunan laporan realisasi penyerapan dan capaian output sebagaimana dimaksud pada ayat 2) Gilalcskan sesuai dengan tabel referensi data bidang, kegistan, sifat Kegiatan, uraian output, volume output, ara pengadasn, dan capaian output. (6) Dalam hal tabel referensi data sebagaimana, dimaksud pada ayat (6) belum —memenubi Kebutuban input data, Kepala desa dapat memutakhirkan tabel referensi data dengan mengacu pada peraturan yang diterbitkan oleh kementerian/lembaga terkait. Ketentuan ayat (1) Pasal 109 diubah, sehingga Pasal 108 Dberbunyi sebagal berieut: asal 109 (1) Dalam hal bupati/wali kota tidak menyampaikan persyaratan penyaluran Dana Desa sebagaimana imaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf © dan Pasal 101 sampai dengan berakhimnya tahun anggaran, Dana Desa tidak disalurkan dan menjadi sisa Dana Desa di RKUN. (@) Sisa Dana Desa di RKUN sebagaimana dimaksud ‘pada ayat (1) tidak dapat disalurkan kembali pada ‘tahun anggaran berieutaya, Ketentuan ayat (2), ayat (9), dan ayat (4) Pasal 114 cuba, sehingga Pasal 114 berbunyi sebagai berikut: Pasal 114 (1) Kepala Desa menyampaikan Inporan real penyerapan dan capaian output Dans Desa setiap tahap penyaluran kepada bupati/walikota, (2) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiriatas ‘ laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahun anggaran sebelumnya; dan . Iaporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sampai dengan tahap I. (9) Laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa tahun anggaransebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huraf a ampaikan paling lambat tanggal 7 Februari tahun anggaran berjalan, (4) Laporan realisasi penyerapan dan eapaian output Dana Desa sampai dengan tahap It sebagaimana imaksud pada ayat (2) huruf b disampaikan paling Jambat tanggal 7 Juni tahun anggaran berjalan (6) Dalam nal terdapat permutakiran capaian output setclah batas waktu penyampalan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dan ayat (4), Kepala Desa dapat menyampaikannya pemutakhiran capalan output. epada Dbupati/walikota untuk selanjutnya dialeukan pemutalchiran data pada aplikasi software. (6) Bupati/waliketa dapat mendorong proses percepatnpenyampaian laporan _realisasi penyerapan Dana Desa sebagaimana dimaksud ‘pada ayat (2) dengan berkoordinasi dengan Kepala Ketentuan ayat (2), ayat (9), dan ayat (4) Pasal 118 cuba, sehingga Pasal 115 berbunyi sebagai bert: Pasal 115, (2) Bupati/walikota menyampaikan laporan realisasi penyaluran dan laporan Konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian ou(put Dana Desa kepada Kepala KPPN dengan tembusan kepada Gubernur, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, (@) Laporan realisasipenyaluran dan laporan ‘konsolidasirealisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) teri atas 44. laporan realisasi penyaluran dan laporan kkonsolidesi realisasi penyerapan dan capaian -10 output Dana Desa tahun anggaran sebelumnya; dan . laporan realisasi penyaluran dan laporan onsolidasi realisasi penyerapan dan capaian cutput Dana Desa sampai dengan tahap I (@) Laporan realisasi penyaluran sebagaimana imaksud pada ayat (1) disampaikan paling lama 14 (empat belas) hari sejak Dana Desa diterima di RKUD. (4) Laporan Konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a disampaikan paling lambat tanggal 14 Februari tahun anggaran berjalan, (5) Laporan Konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sebageimana dimalceud pada ayat (2) huruf ® disampaikan paling lambat tanggal 14 Juni tahun anggaran berjalan. (6) Dalam hal terdapat perbaikan laporan setelah batas ‘wakru penyampaian laporan sebagatmana dimaisud t (9), ayat (2), dan ayat (5), Kepala KPPN apat meminta bupati/walikota untuk melakukan pada percepatan penyampaian perbaikan laporan @imaksud untuk selanjutnya—dilakukan, pemutalchiran data pada aplikasi software. Ketentuan ayat (4) Pasal 150 diubah, sehingga Pasal 150 >berbunyi sebagai berikut; Pasal 150 (1) Bvaluasi ternadap penghitungan pembagian besaran Dana Desa setiap Desa oleh Kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 huruf a ilakuken untuk memastikan pembagian Dana Desa setiap Desa dilakukan sesuai dengan ‘etentuan peraturan perundang-undangan, @) Dalam hal terdapat Ketidaksesuaian penghitungan ‘pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap ote ‘Desa oleh Kabupaten kota, Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa meminta bbupati/wali kota untuk melakuken perubahan eraturan bupati/wali kota mengenal tata cara ‘pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap Desa. (@)_ Perubshan peraturan bupati/wali kota sebagaimana dlimakesud pada ayat (2} disampaiian kepada Kepala KPPN sclaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa. (4). Perubahan peraturan bupati/wali kota sebagaimana. dimaksud pada ayat (9) menjadi persyaratan ‘penyaluran Dana Desa tahap Il Ketentuan ayat(2} Pasal 151 diubah, sehingga Pasal 151 Dberbunyi sebagai bereut: Pasal 151 (1). vatuast ternacap laporan realist penyaluran dan Iaporan Konsolidasi realisasi penyerapan dan ccapaian output Dana Desa sebagaimana dimalsud dalam Pasal 149 huruf b dilakukan untuk mengetahi besaranrealisasi —penyaluran, ‘penyerapan dan capaian oufput Dana Desa (2) Dalam hal realisasi penyaluran Dana Desa iurang, dari 75% (fujuh puluh lima persen) sebagaimena imaksud dalam Pasal 100 ayat (4) dan realisast penyerapan Dana Desa kurang dari 75% (tujuh pul lima persen) serta capaian output kurang dst ‘5096 lima puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (6), Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa dapat ‘meminta konfirmasi dan Klarifikasi kepada ‘bupatiwalikota. sae 9. Ketentuan ayat 2), ayat (8), dan ayat (4) Pasal 154 iubah, sehingga Pasal 154 berbunyi sebagai berieut: Pasal 154 (1) Bupati/wali kota menunda penyaluran Dana Desa, dalam hal ‘a. bupati/wali kota belum menerima dokumen persyaratan penyaluran sebagsimana dimaksud dalam Pasal 102 aya (2); b. terdapat sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran sebelumnya lebih dari 90% (tiga puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasa 153; dan/atau & terdapat rekomendasi yang disampailan oleh aparat pengawas fungsional di daerah. (@) Peoundean penyaluran Dana Desa sebagaimana imaksud pada ayat (1) huruf b dilalukan terhadap penyaluran Dana Desa tahap I tahun anggaran benalan sebesar sisa Vana Lesa ai KAD tabun sanggaran sebelumnya. (@) Dalam hal sisa Dana Desa di RKD tahun anggaran ‘sebelumnya lebih besa dar jurah Dana Desa yang ‘akan disalurkan pada tahap Il, penyaluran Dana Desa tahap II tidak dilakukan. (4) Dalam hal sampai dengan minggu kedua bulan Juni ‘abun anggaran berjalan sisa Dana Desa di RKD ‘abun anggaran sebelumnya masih lebih besar dari 30% (tiga puluh persen}, penyaluran Dana Desa yang ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ‘dak dapat disaluran dan menjadi sisa Dana Desa i RKUD, (5) Bupati/wali kota melaporkan Dana Desa yang tidak isalurkan scbagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisic dan Dana Desa. 10. 13- (6) Dana Desa yang tidak disalurkan sebagaimana dimakesud pada ayat (¥) tidak dapat disaturkan ‘kembali pada tahun anggaran berleutnya (7) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hhuraf © disampaikan oleh aparat _pengawas fungsional di daerah dalam hal terdapat potensi atau telah terjadi penyimpangan penyaluran an /ateu penggunaan Dana Desa. (6) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) isampaikan kepada bupati/wali kota dengan ftembusan kepada Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa sebelum bates waiktu tahapan penyaluran sebagaimana imaksud dalam Pasal 99. Ketentuan ayat (6) sampal dengan ayat (9) Pasal 155 iubab, sehingga Pasal 155 berbunyi sebagai berikut: (1). Bupati/wali kota menyalurkan kembali Dana Desa yong ditunda dalam hal a. dokumen persyaratan sebagaimana dimalesud dalam Pasal 154 ayat (1) hurufa telah diterima, , sis Dana Desa i RKD tahun anggaran sebelumnya Iurang dari atau sama dengan 30% (tiga puluh persen}; dan ©. terdapat usulan dari aparat pengawas fungstonal dacrah, (@) Dalam hal penundaan penyaluran Dana Desa sebagaimana dimalsud dalam Pasal 154 ayat (I) bburuf a dan huruf ¢ berlangeung sampat dengan berakhimya tahun anggaran, Dana Desa tale dapat isalurkan lagi ke RD dan menjadi sisa Dana Desa di RKUD. (@) Bupati/wali kota melaporkan sisa Dana Desa di RKUD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada =a. Kepala KPPN aelaiea KPA penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa. (4) Bupati/wali kota memberitahuken kepada kepala desa yang bersangleatan mengenai Dana Desa yang itunda penyalurannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling lambat akhir bulan November ‘abun anggaran berjalan dan agar dianggarkan 3kembali dalam rancangan APBDesa tahun anggaran beriletnya, (6) Bupati/wali kota menganggarkan kembali sisa Dana Desa di RKUD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam rancangan APRD tahun anggaran berieutnya sesual dengan ketentuan peraturan perundang- sundangen, (6) Dalam hal sisa Dana Desa di RKUD belum Gisalurkan dari RKUD ke RKD sampai dengan akchir bulan Februari tahun anggaran berjalan, sisa Dana Desa tersebut diperhitungkan sebagai pengurang ‘dalam penyaluran Dana Less tanap Ui dart KAUN ke RKUD tahun anggaran berjalan (7) Dalam al desa telah memenuhi persyaratan penyaluran sebelum minggu kedua bulan Juni tahun anggaran berjalan, bupati/wali kota ‘menyampaikan permintaan penyaluran sisa Dana Desa tahap fl yang belum disalurkan dari RKUN ke RKUD kepada Kepala KPPN selaku KPA penyaluran DAK fisik dan Dana Desa paling lambat minggu keetiga bulan Juni tahun anggaran berjalan (6) Berdasarkan permintaan penyaluran sisa Dana Desa tahap I dari bupati/wali kota, Kepala KPPN selaku KPA penyaluran DAK Fisik dan Dana desa menyalurkan ssa Dana Desa tahap Il yang belum isalurkan dari RKUN ke RKUD paling lambat bulan Juni tahun anggaran berjalan, (9) Dalam hal bupati/wali kota tidak menyampaikan permintaan penyaluren Dana Desa tahap I sebagaimana dimaksud pada ayat (7), sisa Dana -15- Desa tahap Il yang belum disalurkan dari RKUN ke RKUD tahun anggaran berjalan sebagaimana dimaksud pada ayat (6), menjadi Sisa Angyaran Lebih pada RKUN. 11, Lampiran —Pernturan —-Menteri_ = Keuangan. Nomor S0/PMK.07/2017 tentang _Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang mengatur ketentuan mengenai ‘a format laporan realisasi penyaluran dari RKUD kee RKD; format laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan ‘capaian output Dana Desa; dan fe format laporan realisasi penyerapan dan capaian output Dana Dest iubab, sehingga tereantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menter ini Pasa It Persturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal siundangkan. ‘Agar setiap orang -mengetahuinya, _memerintahkan ‘pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Desember 2017 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, td, SSRI MULYANI INDRAWATI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 29 Desember 2017 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA, REPUBLIK INDONESIA, td, \WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 NOMOR 1970 Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum’ ub, Kepala Bagian TU. Kementerian ARIF BINTARIO YUWONO 7 NIP 197109121997031001 “We LAMPIRAN ERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 225/PxK.07/2017 ‘TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 50/PMK.07/2017 TENTANG PENGELOLAAN TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA. FORMAT LAPORAN REALISASI PENYALURAN DARI RKUD KE RKD TAPORAN REALSAS! RENGALURAN DAR RUD KE XD aa fe I PERVALURAN 7 ‘Pengaluran Pertama ) Sheer Sinas em, anette an) -18- PETUNJUKPENGISIAN Traian ‘Kolom 2 dis tahapan penyaluran ke desa sebagai akibat lanya SILPA di atas 30%, mengalibalkan adanya pengurangan penyaluran Dana Desa Tata { [rion ain dengan uml pg Dana Dos slap Dox Kolo dng omer SP2Dpeyaaran Dasa Dest Tap Kolom 8 isi dengan tanggal penyeluran Dana Desa Taba 1 Kolom 6 dis dengan jumiah Dana Dess Tahap Iyane telah dioalurkcan Kolom 7 diisi dengan nomor SP2D penyaluran Dana Desa Tahap Tl ‘Kolom 8 isi dengan tanggal penyaluran Dana Dese Tabsp It Kolom 9 dist dengan julab Dana Desa Tahap Tlyang telah disalurkan ‘olom 10 isi dengan nomor SP2D penysluran Dana Desa Tahsp 1 “Kolom 11 dist dengan tangeal penyaluren Dana Desa Tahap I Kolom 12 dial deagan jumlah Dana Desa Tahep Il yang telah dsalurkan ‘Kolom 15 dist dengan jumlah penyaluran Dana Desa Tabs I, Tahap Tt, dan Tahap Hi Kolom 14 dist dengan slisih antara pags Dans Desa dene total penyaluran Dana Desa Kolom 15 dist dengan presentase total penyaluran Dana Desa FORMAT LAPORAN KONSOLIDASI REALISASI PENYERAPAN DAN CAPAIAN OUTPUT DANA DESA. — Ta a oa. PETUNJUK PENGISIAN ‘Nomar Ursien Kolom 2 dil dengan rincan kegiatan setap bidang Kolom 3 dis dengan uraian output kegaten Kolom 4 dis dengan volume outpa Kolom § isi dengan jumlah anggaran Kolom 6 dla dengan jumiah reais Kolom 7 dla dengan ecish antara anggaran dan relia 7 | Kolom 8 dist dengan prosentase capaian output dengan membag jumiah yang tela terlakeena dengan volume output | a Kegiaten pembangunan pemetiharann/pengembangan fsikdibitung sesuai perkembangen penyclesaianfisik di lapangan dan foto |b epiatan non ise dihitung dengan car: | "Boyett kets eo /Rerengaecuan Kea yang menust ater eakng tun, lok, gears, dan angpren, ~ Undangan peaksanaan kegictan, daftar pecerta pelathan dan konfirmas pengajar, scbesar 50% ~ Kegiatantalah terlaksena, bees 80% = Laporan Pelaksanaan Keplatan dan Foto, sebesar 10086. ‘3 | Relom 9, 10, dan 17 dalam rangka pelaksaraan program cash fr work yang dll anya untuk Kegatan Dana Desa pada Bidang Pembangunan Desa, ‘37 [ Kelom 12 diss dengan Keterangan,misal bevapa oulput yang Wah telaesana favanta) wa. FORMAT LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DAN CAPAIAN OUTPUT DANA DESA. one = ime —— ang Pemerdeyan Maat an = ng mann Kmart peta ums ian +23 ‘ogee woe fe le ae (ES sen tan PETUNJUK PENGISIAN oi Tat gen Roe Ring aman gan APH De Tolos 2a dengan ursen penny, Sosa dn pombla an aa Dem Kolo 2 Hist digs reas outpt, Mie: Ponbangunan Jalan Kolo! dengan juni wtume axtat ye er jul Gea pa, Ma SOD eer Kole: Sal dengan ara pengaan. Miaka Koos 6 is dengan lah al oa» 18 ol il dengan ih anv anpgaran ta rail ol 9 ia dengan peers capain output dengea petungan eben BEE 1 slr pembangenan] peomcarean/peagentnga Gidea snus pensbanganpenyTenian Ral apg a Tt PE Repent aang dengan re eee hres ern nin jae NOR a BT Crstnaan pina enan, arpa pln den Hania pagar wear SOR Regina lh akan, sebeanr 60% an —aperan Flakes Reinan dan fom, seen 100% ‘areeoen, a aT, ag 1 nan rnin pens rot ak San ia a as DFR {Rate 19s nga Eecrangan_ nal betpa eulpot vane lah van Gurion) METER! KEUANCAN [REPUBLIK INDONESIA ‘581 MULYARNTINDRAWATE Setinan eesua dengan antiga ela Biro Usuar Kepata Balan T.U. Kementerian ‘azue pivtaser6 Yuwoxo Mp iovinatzio770s1001