Anda di halaman 1dari 8

1

1.1 Profil Singkat Kabupaten Lampung Tengah


Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi
Lampung, Indonesia. Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 12 tahun
1999, Kabupaten Lampung Tengah mengalami pemekaran menjadi dua kabupaten
dan satu kota yaitu Kabupaten Lampung Tengah sendiri, Kabupaten Lampung
Timur, dan Kota Metro.

Seiring otonomi daerah serta pemekaran wilayah, ibukota Kabupaten Lampung


Tengah yang semula berada di Kota Metro, pada tanggal 1 Juli 1999 dipindahkan
ke Kota Gunung Sugih. Kegiatan pemerintahan dengan skala kabupaten
dipusatkan di Kota Gunung Sugih sedangkan kegiatan perdagangan dan jasa
dipusatkan di Kota Bandar Jaya. Penduduk Kabupaten Lampung Tengah secara
umum terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu masyarakat pribumi dan masyarakat
pendatang. Masyarakat pribumi; warga penduduk asli yang sudah lama menetap
bahkan turun temurun mendiami tempat ini. Sedangkan masyarakat pendatang
adalah penduduk pendatang yang tinggal dan menetap di sini. Penduduk
pendatang terbagi lagi menjadi 2 (dua) unsur yakni pendatang lokal/suku
Lampung dari luar Lampung Tengah dan pendatang dari luar kabupaten (bukan
asli suku Lampung) dan luar provinsi.

1.1.1 Letak, Luas, dan Batas


Secara Astronomis Kabupaten Lampung Tengah terletak pada 104°35’BT-
2
105°50’BT dan 4°30’LS - 4°15’LS dengan luas wilayah sebesar 4.789,82 km
yang terletak di bagian tengah Provinsi Lampung ( BPS, 2015). Adapun secara
administratif Kabupaten Lampung Tengah berbatasan dengan :
 Sebelah utara : Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Utara
 Sebelah selatan : Kabupaten Pesawaran
 Sebelah timur : Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro
 Sebelah barat : Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat
2

1.1.2 Topografi
Secara topografi Kabupaten Lampung Tengah dapat dikelompokan menjadi
beberapa unit topografi, yaitu:
 Topografi berbukit : Unit topografi ini terdapat di daerah Kecamatan
Padang Ratu dengan ketinggian berkisar 1600m dpl.
 Topografi bergelombang : Unit topografi ini cukup mendominasi dengan
ketinggian antara 300 – 500 m dpl.
 Dataran aluvial : Dataran aluvial membentang luas hingga mendekati
daerah pantai timur dan juga merupakan bagian hilir dari sungai besar
Way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian daerah ini berkisar antara
25 – 75 m dpl.

1.1.3 Geologi
Dilihat dari aspek geologis, Kabupaten Lampung Tengah terdapat aliran asam
batuan gunung berapi yaitu Luffa Lampung yang hampir meliputi seluruh daerah
Lampung Tengah dengan tanah Latosol dan Podsolik. Pada ketinggian 50–500
meter terdapat bahan Luffa Lampung yang semakin kebarat semakintinggi
letaknya, terdiri dari endapan Gunung Api (Plistosen). Di bagian utara wilayah ini
terdapat formasi Palembang yang lebih didominasi oleh morfologi dataran rendah,
sedangkan bagian barat daya fisiografinya menjadi daerah berbukit dan
pegunungan karena masuk jalur Bukit Barisan. Di daerah Kecamatan Kalirejo dan
Bangunrejo terdapat batuan Tasobosan, Granit Kapen dan batuan Metamorf Sakis
(Pratersier). Didaerah ini mempunyai potensi sumber bahan galian batu
Gamping. Di Kabupaten Lampung Tengah, endapan batuan didominasi oleh tuffs
withpurniceous dan Coarse grained clastic tuffaceous. Bagian utara Kabupaten
Lampung Tengah lebih didominasi oleh endapantuffs dengan purniceous
sedangkan bagian selatan lebih didominasi olehCoarse grained clastic tuffaceous.

1.1.4 Iklim
Sebagaimana daerah tropis lainnya, Kabupaten Lampung Tengah hanya mengenal
dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklim di Kabupaten Lampung
Tengah berdasarkan Smith dan Ferguson termasuk dalam kategori iklim A.
3

Sebagian besar wilayah bagian timur dan utara Kabupaten Lampung Tengah
merupakan daratan rendah yang mempunyai ketinggian berkisar antara 0–50
meter diatas permukaan laut (dpl), sedangkan pada wilayah bagian barat
merupakan pegunungan dengan Kecamatan Pubian (Kampung Kota Batu) dengan
ketinggian berkisar 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl) dan titik terendah
berada di Kecamatan Bandar Surabaya (Kampung Cabang/Sadewa) yang
ketinggiannya hanya 7 meter di atas permukaan laut.

Wilayah dengan jumlah curah hujan tertinggi berada di wiayah utara sekitar
Kecamatan Bandar Mataram dan Terusan Nunyai dengan curah hujan diatas rata-
rata curah hujan tahunan, yaitu antara 180– 260 mm/tahun. Curah hujan rendah
atau dibawah rata-rata berada di sekitar Kecamatan Bekri, Padang Ratu,
Bangunrejo, Kalirejo, dan Anak Tuha yang merupakan kawasan sentra
perkebunan sawit di Kabupaten Lampung Tengah. Kawasan TERBAGUS
(Terbanggi, Bandar Jaya, Gunung Sugih) yang saat ini menjadi pusat
pertumbuhan ekonomi juga memiliki jumlah hujan dibawah rata-rata, yaitu sekitar
80 – 100mm.

Kabupaten Lampung Tengah termasuk beriklim tropis basah yang mendapat


pengaruh dari angin musim (Monsoon Asia). Data Badan Metereologi
Klimatologi dan Geofisika Provinsi Lampung menunjukan bahwa temperatur
Kabupaten Lampung pada tahun 2014, temperatur rata – rata hariannya
adalah 260 C – 280 C, sedangkan temperatur maximumnya adalah 330 C dan
minimumnya adalah 220 C. Untuk rata – rata kelembaban relatif udaranya adalah
berkisar 88% ( BPS Lampung Tengah, 2014).

1.2 Peta Tematik Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Tengah


Peta tematik adalah peta yang memuat tema-tema tertentu, seperti itu pula halnya
peta jumlah penduduk kabupaten lampung tengah tahun 2014 yang akan
ditampilkan pada gambar 1 berikut:
4

1.1 Peta Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung


5

1.3 Analisis Jumlah Penduduk Kabupaten Lampung Tengah


Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kabupaten Lampung tengah, yaitu data
tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk Kabupaten Lampung Tengah dapat
dilihat pada tabel 1 berikut.

Tabel .1 Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Lampung


TengahMenurut Kecamatan Tahun 2010 – 2015
No Kecamatan Penduduk (jiwa) Pertumbuhan
2010 2014 2015 2010- 2014-2015
2015
1 Padang Ratu 47.457 48.939 49.214 0,73 0,56
2 Selagai Lingga 31.253 32.728 33.035 1,12 0,94
3 Pubian 40.514 41.710 41.927 0,69 0,52
4 Anak Tuha 35.427 36.913 37.244 1,01 0,90
5 Anak Ratu Aji 15.416 15.847 15.936 0,67 0,56
6 Kalirejo 63.011 65.732 66.342 1,04 0,93
7 Sendang Agung 36.112 37.172 37.392 0,70 0,59
8 Bangun Rejo 55.390 56.771 57.046 0,59 0,48
9 Gunung Sugih 62.261 65.829 66.661 1,38 1,26
10 Bekri 25.161 26.365 26.639 1,15 1,04
11 Bumi Ratu Nuban 28.520 30.247 30.653 1,45 1,34
12 Trimurjo 48.979 50.698 51.068 0,84 0,73
13 Punggur 36.045 38.045 38.510 1,33 1,22
14 Kota Gajah 31.702 33.051 33.352 1,02 0,91
15 Seputih Raman 45.948 47.901 48.336 1,0 0,91
16 Terbanggi Besar 107.798 115.473 117.317 1,71 1,60
17 Seputih Agung 46.085 48.619 49.208 1,32 1,21
18 Way Pengubuan 37.015 40.868 41.835 2,48 2,37
19 Terusan Nunyai 44.467 44.484 44.429 -0,02 -0,12
20 Seputih Mataram 45.778 47.370 47.771 0,83 0,72
21 Bandar Mataram 72.427 75.982 76.793 1,18 1,07
6

22 Seputih Banyak 41.771 44.029 44.552 1,30 1,19


23 Way Seputih 16.937 17.935 18.168 1,41 1,30
24 Rumbia 33.607 35.026 35.341 1,01 0,90
25 Bumi Nabung 30.825 31.739 31.929 0,71 0,60
26 Putra Rumbia 17.298 17.981 18.131 0,95 0,83
27 Seputih Surabaya 44.404 46.041 46.397 0,88 0,77
28 Bandar Surabaya 32.570 33.690 33.930 0,82 0,71
Lampung 1.174.178 1.227.185 1.239.096 1,08 0,97
Tengah
Sumber : BPS Kabupaten Lampung Tengah, 2016

Berdasarkan data dari peta dan tabel 1 diatas dapat kita lihat bahwa jumlah
penduduk dari tahun 2000 sampai tahun 2013 terus mengalami peningkatan.
Peningkatan tersebut memang tidak terlalu mencolok, karena mulai tahun 1997
pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana yang salah satu
fungsinya adalah untuk menekan pertumbuhan penduduk. Hasilnya pertumbuhan
penduduk di Indonesia dan termasuk di Lampung Tengah mulai dapat terkendali.
Dilihat dari laju pertumbuhan penduduknya, Pada tahun 2000 – 2010 Kabupaten
Lampung Tengah termasuk daerah yang memiliki laju pertumbuhan penduduk
yang sedang yaitu berkisar 1 – 2 %. Dengan angka ini menunjukan bahwa
program KB yang dirancang oleh pemeritah sudah cukup baik untuk menekan
pertumbuhan penduduk di daerah ini.

Jumlah penduduk lampung tengah pada tahun 2014 dibagi menjadi tiga klarifikasi
yaitu rendah (15.847 – 35.026 jiwa), sedang (35.026 – 56.771 jiwa) dan tinggi
(56.771 – 115. 473 jiwa). Jadi disini maksudnya adalah dari berbagai kecamantan
dilampung tengah di kelompokan menjadi 3 yang ditandai dengan penduduk
tinggi dengan warna yang lebih gelap, kemudian sedang dengan simbol warna
agak gelap dan rendah disimbolkan dengan warna lebih tidak gelap. Selanjutnya
akan dipaparkan lebih rinci per klasifikasi dalam peta tersebut.
7

1.3.1 Jumlah Penduduk Rendah


Jumlah penduduk rendah berada pada rentang penduduk berkisar antara 15.847 –
35.026 jiwa yaitu meliputi kecamatan Selagi Lingga, kecamatan anak ratu ali,
kecamatan Bakti, kecamatan bumi ratu nuban, kecamatan kota Gajah, kecamatan
Way Seputih, kecamatan putra Rumbia, kecamatan rumbia, kecamatan bumi
nabung, kecamatan bandar surabaya. Faktor yang pertama yang membuat jumlah
penduduknya rendah adalah pada kecamatan-kecamatan tersebut bukanlah
merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga kurang menarik untuk para
pencari kerja ke kecamatan-kecamatan tersebut.

Curah hujan di kecamatan-kecamatan tersebut yaitu curah hujan rendah hingga


sedang, curah hujan rata-rata berkisar antara 180– 260 mm/tahun. Curah hujan
rendah ada di kecamatan Kecamatan Bekri, Padang Ratu dan dan Anak Tuha.
Dengan curah hujan yang rendah ini menyediakan sumber air yang kurang
memadai, sehingga penduduk enggan untuk menuju daerah tersebut. Kemudian
daerah-daerah ini merupakan daerah yang didominasi oleh perkebuban seperti
perkebunan sawit, singkong dan semangka.

1.3.2 Jumlah Penduduk Sedang


Jumlah penduduk sedang berada pada rentang penduduk berkisar antara 35.026 –
56.771 jiwa yaitu meliputi kecamatan pubian, kecamatan sendang agung,
kecamatan bangun rejo, kecamatan padang ratu, kecamatan anak tuha, kecamatan
seputih agung, kecamatan punggur, kecamatan trimurjo, kecamatan way
pangubuan, kecamatan seputih raman, kecamatan seputih banyak, kecamatan
seputih mataram, kecamatan terusan nunyai dan kecamatan seputih surabaya.
Faktor yang pertama yang membuat kecamatan-kecamatan tersebut sedang adalah
pada kecamatan tersebut merupakan daerah berkembang, bukan kecamatan pusat
pertumbuhan ekonomi, sehingga fasilitas-fasilitas umum masih kurang memadai
dan membuat penduduk daerah lain belum tertarik ke daerah-daerah tersebut.

Curah hujan di kecamatan-kecamatan tersebut yaitu curah hujan rendah hingga


sedang, curah hujan rata-rata berkisar antara 180– 260 mm/tahun. Curah hujan
8

rendah ada dikecamatan bangun rejo dan anakk tuho, dengan curah hujan yang
rendah maka ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan untuk
lahan pertanian kurang memadai. Di kecamatan padang ratu pula topografinya
berbukit berkisar antara 1.600 mdpl, dengan daerah berbukit ini penduduk enggan
untuk pindah ke kecamatan padang ratu karena daerah berbukit agak sulit
mengolahnya. Kemudian daerah-daerah ini merupakan daerah yang masih banyak
ditemukan perkebuban, seperti perkebunan sawit, singkong dan semangka.

1.3.3 Jumlah penduduk Tinggi

Jumlah penduduk sedang berada pada rentang penduduk berkisar antara 56.771 –
115. 473 jiwa yaitu meliputi kecamatan Kalirejo, kecamatan Gunung Sugih,
kecamatan Terbanggi besar dan kecamatan bandar Mataram. Faktor yang pertama
yang membuat kecamatan-kecamatan tersebut berjumlah penduduk tinggi adalah
pada kecamatan tersebut merupakan daerah pusat pertumbuhan ekonomi seperti
kecamatan (TERBAGUS) Terbanggi besar, Bandar dan Gunung Sugih. Sehingga
fasilitas-fasilitas umum sudah memadai seperti rumah sakit, jalan yang bagus,
bank-bank besar, kemudian kegiatan ekonomi yang sangat aktif sehingga
menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Hal-hal inilah yang menarik pendatang
untuk tinggal disini, baik karena menginginkan dekat dengan fasilitas ataupun
ingin mencari pekerjaan.

Curah hujan di kecamatan-kecamatan tersebut yaitu curah hujan rendah hingga


tinggi, curah hujan rata-rata berkisar antara 180– 260 mm/tahun. Curah hujan
tinggi ada dikecamatan Bandar Mataram dan Kecamatan Kalirejo, dengan curah
hujan yang tinggi maka ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan
kebutuhan untuk lahan pertanian memadai sehingga menarik pendatang untuk
datang kedaerah ini. kemudian hal yang menarik pendapatang untuk datang yaitu
aksebilitas atau cara menjangkau daerah tersebut mudah, terlebih lagi
dikecamatan Gunung Sugih dan Terbanggi besar tepat berada ditengah-tengah
Kabupaten Lampung Tengah sehingga mudah untuk di jangkau.