Anda di halaman 1dari 4

Penggunaan Antibiotika Rasional

No. Dokumen No. Revisi Halaman

050/SPO/PPI 00 1/2
RUMAH SAKIT
UMUM
KARTIKA HUSADA
Tanggal Terbit Ditetapkan :
STANDAR PROSEDUR Direktur
OPERASIONAL 1 / 09/2017

dr. Rocky Montolalu


Penggunaan antibiotika rasional adalah suatu upaya otorisasi
rumah sakit dalam membuat suatu sistem terukur dan
terstandarisasi dalam penggunaan antibiotik rasional di rumah
sakit. Kebijakan tersebut
mencakup :
1. Kebijakan Manajemen Rumah Sakit dalam Standarisasi
PENGERTIAN Penggunaan Antibiotik yang.rasional
2. Upaya untuk membuat keterpaduan dalam
penggunaan antibiotik rasional berdasarkan keilmuan
berbasis bukti
3. Standarisasi penggunaan antibiotik untuk pelayanan
pasien yang optimal berkorelasi dengan program
pengendalian infeksi rumah sakit
Kebijakan Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit dilaksankan
untuk optimalisasi pelayanan kesehatan dirumah sakit
TUJUAN terutama dalam manajemen penyakit infeksi dari berbagai
multidisiplin sehingga menjadi acuan dalam pengendaian infeksi
dan keselamatan pasien.
1. Lebih menekankan terhadap peningkatan otorisasi kebijakan
dalam penggunaan antibiotika dirumah sakit

2. Penggunaan antibiotik di rumah sakit, terutama untuk kasus


umum dan khusus didasarkan dengan adanya pola
kuman dari masing-masing bagian/departemen yang
terintegrasi dalam pola kuman di rumah sakit.

3. Untuk menunjang hal tersebut di atas rumah sakit


KEBIJAKAN menyediakan pemeriksaan mikrobiologi untuk mendeteksi
dengan lebih tepat adanya infeksi dari pemeriksaan kultur
kuman dan kemungkinan adanya suatu MDR atau MOU
kepada pihak terkait

4. Kebijakan ini berkaitan dengan kebijakan rumah sakit


dalam

PROSEDUR
1. Pemeriksaan pola kuman secara periodik
2. Melaksanakan Kewaspadaan Universal
3. Pencegahan MDR Antibiotika dengan pemantauan
pasien berat yang dirujuk dengan penggunaan antibiotika
sebelumnya
4. Pemeriksaan kultur kuman dengan metoda yang terukur
5. Tersedianya pemeriksaan untuk MDR Pseudomonas
dan MDR Klebsiella Karbapenemase atau mou dengan
pihak terkait
6. Melaksanakan Prinsip Pencegahan MDR Antibiotika
dengan.
a) Pemeriksaan spesimen mikrobiologi. Spesimen
diambil dari darah urin, sputum, pus atau cairan
serebrospinalis tergantung diagnosis yang dicurigai.
b) Jika dicurigai bakteri : Diberikan antibiotika
Menangani patogen sebagai infeksi bukan
kolonisasi
c). Setelah ada hasil pemeriksaan mikrobiologis diberikan
antibiotika definitif sesuai kultur dan resistensi
7. Melaksanakan strategi Kebijakan MDR Antibiotika
dengan :
a) Menangani patogen sebagai infeksi bukan
kolonisasi.
b) Memberikan terapi berdasarkan data lokal
mengenai kepekaan kuman.
c) Menggunakan antimikroba sebagai monoterapi atau
kombinasi
d) Mengoptimalkan terapi berdasarkan farmakokinetik
dan farmakodinamik
e) Mempertimbangkan komorbiditas dan fungsi organ
f) Mencegah transmisi
g) Mempersingkat durasi terapi
h) Memperkuat sistem pengawasan rumah sakit
mengenai penggunaan antibiotika
i) Paradigma pemberian antibiotik secara empirik pasien
rawat inap dengan deeskalasi antibiotika.
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA RASIONAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

50/SPO/PPI 00 2/2
RUMAH SAKIT
KARTIKA HUSADA
JATIASIH
Klasifikasi Pemberian Antibiotika
NO Lini Jenis Antibiotika Penanggung Jawab
1 Lini 1 Amoksisillin Dokter Umum
Eritromisin
Trimetropin
Sulfametokzaxol
Cefadroxil
Doxicyclin
Ampicillin injeksi

2 Lini 2 Amoxiclav Dokter Umum


Ceftriaxone Dokter Spesialis
Cefixime
Ampicillin Sulbactam
Ciprofloksacin

3 Lini 3 Ceftazidim Dokter Spesialis


Cefeperazone Dokter Spesialis
PROSEDUR Sulbactam IPCO setiap
Levofloxacin departemen
Fosfomycin
Moxifloxacin
Aztreonam
4 Lini 4 Tygecillin Dokter Spesialis
Meropenem IPCO
Doripenem Setiapdepartemen/
Imipenem ICU
Vancomycin Berdasarkan
Linezolid pertimbangan
Tiecoplanin klinis dan hasil
Ertapenem kultur dan
persetujuan dari
tim kebijakan
antibiotik pada
kasus yang khusus
1. Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit
Dalam
2. PPIRS Rumah Sakit
3. Unit Pelayanan HIV/AIDS
UNIT TERKAIT 4. Departemen Bedah
5. Departemen Obstetri dan Ginekologi
6. Unit Kesling
7. Departemen Anak
8. Departemen atau unit lain yang terkait pelayanan beresiko
untuk terjadinya infeksi

1. Friedman C, Newson W. Basic Concepts Of Infection Control


International Federation Of Infection Control.2007 p.57 – 64
2. Carmelli Y, Troilet N, Eliopuolos MO, Samore MH.
Emergence of Antibiotic Resistant Pseudomonas aeruginosa
: Comparison Risk Associated with Different
Antipseudomonal Agents. Antimicrobial agents and
chemotherapy. June 1999. p. 1379 – 1382
3. Setiawan B, Nainggolan L. Prinsip Penggunaan Antibiotika.
Dalam Djoko Widodo, Herdiman T Pohan Eds. Bunga
Rampai Penyakit Infeksi. Pusat Informasi dan Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
UI.2004. h. 104- 15
4. Istiantoro YH. Mutant preventive concentration (MPC) dan
DOKUMEN TERKAIT Mutan Selection Window. In Workshop 9th Jakarta
Antimicrobial Update 2008. Division Of Tropical Medicine
and Infectious Diseases Department Of Internal Medicine
Faculty Medicine University Of Indonesia, p .94
5. Widjoseno Gardjito. Antimicrobial Resistance Issues in
Indonesia : A Self – Assesment Programme for Indonesian
Hospitals (Amrin Study Group) . In Workshop 9th Jakarta
Antimicrobial Update 2008. Division Of Tropical Medicine
and Infectious Diseases Department Of Internal Medicine
University Faculty Medicine Of Indonesia p.90
6. Widodo D. Penatalaksanaan Patogen Multiresisten di
Rumah sakit. Dalam Gustaviani R, Mansjoer A.Rinaldi I
Eds. Naskah Lengkap Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu
Penyakit Dalam 2007 Pusat PenerbitanIlmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007. H. 145-150