Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perkembangan ekonomi dewasa ini membawa dampak bagi perkembangan dunia


usaha. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha ini, ilmu akuntansi berkem-bang menjadi
dua kelompok besar yaitu ilmu accounting dan ilmu auditing. Hal ini karena ilmu akuntansi
selalu dituntut untuk terus berbenah diri dan tumbuh agar dapat mengikuti perkembangan
dunia usaha yang semakin kompleks, khususnya dalam pe-nyediaan informasi kuantitatif
terutama yang bersifat keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Salah satu sub
bidang dari akuntansi yang dikenal luas adalah auditing. Auditing atau pemeriksaan
merupakan sub bidang akuntansi yang meliputi aktivitas pemeriksaan terhadap kebenaran
data-data akuntansi secara bebas.

Perkembangan ekonomi yang semakin lama semakin cepat mendorong perusahaan


untuk meningkatkan kinerjanya supaya tetap bertahan dan berkembang. Pada umumnya suatu
perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dengan
memperhatikan pangsa pasar serta kesempatan yang ada. Untuk mencapai tujuannya maka
perusahaan berusaha melakukan penjualan secara optimal dari hasil produksinya dengan
selalu memperhatikan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Dalam aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya, para eksekutif perusahaan


mendelegasikan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam tingkat tertentu. Gaya delegasi
bervariatif, dari eksekutif yang menyerahkan kekuasaan penuh sampai eksekutif yang
memperlakukan bawahan sebagai asisten, memberikan mereka suatu wewenang dan
tanggungjawab yang minimum. Akan tetapi, tidak menjadi masalah berapa besar wewenang
dan tanggungjawab yang didelegasikan, eksekutif, bukan bawahan, memiliki akuntabilitas
penuh untuk tugas, pekerjaan, departemen laba dan sebagainya. Maka eksekutif perlu
mengikuti apa yang terjadi dalam perusahaan, divisi, departemen dan tingkat supervisi yang
lebih rendah agar dalam penyelenggaraannya, efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi
perusahaan dapat terus meningkat.

Audit manajemen ataupun pengawasan intern merupakan kebijakan dari prosedur


spesifikasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi manajemen,
bahwa sasaran dan tujuan penting bagi manajemen perusahaan dapat dipenuhi. Menurut
Sukrisno Agoes (1996) manajemen audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi
suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah
ditentukan manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan
secara efektif, efisien dan ekonomis.

Untuk memastikan adanya efektifitas dan transparansi penggunaan dana dalam suatu
organisasi atau perusahaan, perlu dilakukan adanya suatu audit, khususnya audit pada
manajemen fungsi keuangan. Audit manajemen fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari

1
dan menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan
melalui berbagai kegiatan operasional yang disoroti khusus dari segi keuangan. Agar audit
manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat hal yang
mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan,
organisasi dan pengawasan.

Audit manajemen dapat dilakukan pada semua aspek yang ada dalam perusahaan,
yang umumnya meliputi audit manajemen fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber
daya manusia, fungsi pembelian, fungsi produksi, audit kepastian mutu dan audit pengolahan
data elektronik (PDE).

Salah satu fungsi manajemen yang memiliki peran yang begitu penting ialah
departemen keuangan. Pada perusahaan berskala besar, kegiatan operasional dan biaya yang
ada begitu kompleks sehingga peran departemen keuangan menjadi sangat penting. Informasi
dari fungsi keuangan menjadi input penting manajemen tingkat atas dalam proses
pengambilan keputusan untuk peningkatan kinerja perusahaan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka permasalahan yang dikaji dalam
makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Pengertian dan Lingkup Audit Manajemen Keuangan?


2. Bagaimana Manfaat Audit Manajemen Fungsi Keuangan?
3. Bagaimana Ruang Lingkup Audit Manajemen Fungsi Keuangan?
4. Bagaimana Strategi Pendekatan Audit Manajemen Fungsi Keuangan?

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari makalah ini adalah :

1. Mengetahui Pengertian dan Lingkup Audit Manajemen Keuangan


2. Mengetahui Manfaat Audit Manajemen Fungsi Keuangan
3. Mengetahui Ruang Lingkup Audit Manajemen Fungsi Keuangan
4. Mengetahui Strategi Pendekatan Audit Manajemen Fungsi Keuangan

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DAN LINGKUP AUDIT MANAJEMEN KEUANGAN


a. Pengertian Audit Manajemen Keuangan

Fungsi pengawasan dan pengendalian manajemen, menimbulkan aktivitas audit


(pemeriksaan). Secara lebih luas audit juga dibutuhkan dalam menilai pertanggungjawaban
manajemen kepada berbagai pihak yang berkepentingan di dalam perusahaan. Dari hasil
audit dapat diketahui apakah laporan yang diberikan oleh manajemen sesuai dengan
kenyataan yang sebenarnya terjadi atau apakah operasi yang berjalan sesuai dengan
ketentuan, peraturan, dan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.

R.A Supriyono (1990) memberikan definisi audit manajemen sebagai berikut:


“Audit manajemen sebagai suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilaksanakan
oleh pemeriksa independen untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif atas
prosedur dan kegiatan-kegiatan manajemen, serta mengkomunikasikan hasil
pemeriksaannya kepada atasan manajer yang diperiksa dan disertai dengan bukti dan suati
rekomendasi kemungkinan tindakan koreksi”.

Siagian (2001) mendefinisikan audit manajemen sebagai suatu bentuk pemeriksaan


yang bertujuan untuk meneliti dan menilai kinerja perusahaan yang disoroti dari sudut
pandang peningkatan efisiensi, efektifitas dan ptroduktivitas kerja dalam berbagai
komponennya.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa audit manajemen


merupakan bentuk pemeriksaan untuk menilai, menganalisis, meninjau ulang hasil
perusahaan, apakah telah berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif serta
mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dan kemudian melaksanakan pengujian dan
penelaan atas ketidakhematan, ketidakefisiensian maupun ketidakefektifan untuk
selanjutnya memberikan rekomendasi–rekomendasi perbaikan demi tercapainya tujuan
perusahaan.

b. Ruang lingkup Audit Manajemen Keuangan

Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen.


Ruang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian
tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bevariasi, bisa untuk
jangka waktu satu minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai.

3
B. MANFAAT AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN

Manfaat audit manajemen fungsi keuangan, antara lain :

1. Mengatur pencarian sumber-sumber dana yang dibutuhkan perusahaan kemudian


mengatur penggunaan dana yang telah diperoleh. Sumber dana yang dibutuhkan dapat
diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber dana intern yang berasal dari dalam
perusahaan itu sendiri maupun sumber dana ekstern yang berasal dari luar perusahaan.
2. Alat utama dalam proses pembentukan keputusan dengan alasan:
a. Bagian keuangan memberikan petunjuk yang berarti untuk meningkatkan siasat
keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.
b. Pengarahan dan dukungan dapat diberikan oleh bagian keuangan dalam
menghasilkan pendapatan bersih dan pengambilan modal selama periode berjalan.
3. Manfaat audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah
untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia.
4. Memeriksa dan mengevaluasi keefektifan dan efisiensi bagian keuangan dalam
pemberian pengarahan dan penelitian keuangan yang meliputi keseluruhan organisasi
termasuk pelaksanaan dari berbagai macam unit.
5. Beberapa manfaat ekonomi dari audit laporan keuangan yaitu:
a. Akses ke pasar modal
b. Biaya modal yang lebih rendah
c. Penangguhan inefisiensi dan kecurangan.

C. RUANG LINGKUP AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN

Audit manajemen pada fungsi keuangan, bertujuan untuk menilai bagaimana setiap
program atau aktivitas keuangan yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan
sumber daya yang ekonomis dan efisien. Menurut Rusman Efendi (2011), ruang lingkup pada
audit manajemen fungsi keuangan meliputi :

a. Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi manajemen keuangan memainkan peranan dalam bidang usaha yang utama
seperti strategi harga dan analisa biaya yang dibutuhkan. Strategi harga dalam perusahaan
merupakan suatu unsur kritik dalam perencanaannya. Pemikiran harga yang ditingkatkan
harus menunjukkan bukti peningkatan keuangan yang layak seperti untuk keuntungan
jangka pendek, perkembangan dan peningkatan di masa yang akan datang.

Fungsi keuangan harus menjamin adanya sistem yang sama untuk penyusunan
kegiatan dan biaya-biaya diluar kegiatan pokok. Hal ini harus disusun dengan baik untuk
melengkapi manajemen dengan peralatan yang memadai untuk memonitor kegiatan
organisasi yang sempurna serta unsur-unsur pelaksana.

4
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggungjawab manajer
keuangan. Meskipun tugas dan tanggungjawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas
pokok manajemen keuangan antara lain meliputi :

1. Mengambil keputusan investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen


suatu perusahaan.
2. Merencanakan untuk memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut untuk
memaksimalkan nilai perusahaan.

Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat
aspek, yaitu :

1. Dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerjasama


dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum
perusahaan.
2. Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan
pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar
perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
4. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan,
dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat
diperdagangkan.

b. Struktur Organisasi

Kedudukan manajemen keuangan dalam struktur organisasi sangat peting.


Tanggung jawab manajemen keuangan tidak hanya mencari dana dan mengelola kas, tetapi
juga bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat oleh organisasi perusahaan, karena
hampir semua keputusan yang dibuat mempunyai konsekuensi dan bermuara pada bidang
keuangan.

Dalam struktur organisasi, perusahaan biasanya menggunakan bentuk organisasi


fungsional, di mana tugas, wewenang dan tanggung jawab dimulai dari direktur utama.
Dalam menjalankan perusahaan, direktur utama membawahi para direktur fungsional,
seperti produksi dan operasi, direktur pemasaran, direktur keuangan, dan direktur
personalia.Fungsi keuangan dalam organisasi perusahaan biasanya dipisahkan antara dua
jabatan, yaitu bendaharawan (treasurer) dan kontroler (controller).

Tabel 1.1

Tanggung Jawab Bendaharawan dan Kontroler

KONTROLER BENDAHARAWAN

Akuntansi Menempatkan dana

5
Melaporkan informasi keuangan Memelihara hubungan baik dengan bank

Pengamanan catatan atau arsip Menginvestasikan dana

Menafsirkan data keuangan Hubungan dengan investor

Penganggaran Mengelola kas

Mengendalikan operasi Mengasuransikan aset

Memupuk hubungan baik dengan investor


Menilai hasil dan membuat rekomendasi dan kreditor

Mempersiapkan pajak Menilai kredit dan managih dana

Mengelola aset Menempatkan campuran pendanaan

Melindungi aset Mengelola dana pensiun

Laporan kepada instansi pemerintah

Daftar gaji

Gambar 1.1 Kedudukan Manajemen Keuangan pada Struktur Organisasi Perusahaan

c. Manajemen atas Cash and Marketable Securities

Kas adalah seluruh uang tunai yang ada ditangan dan dana yang ada di bank dalam
berbagai bentuk. Kas juga berfungsi sebagai alat tukar yang memungkinkan manajemen
menjalankan berbagai kegiatan usaha. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, kas terdiri
dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent) adalah investasi
yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas
dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.

Manajemen kas adalah pengelolaan atas sumber daya kas suatu organisasi.
Manajemen kas memberikan kepada manajemen alat untuk berfungsinya suatu organisasi
dengan menggunakan kas atau sumber daya likuid yang dimilikinya dengan cara yang
tepat. Motif perusahaan memegang kas adalah:

1. Motif transaksi, yaitu sebagai media untuk pertukaran dalam rangka membiaya
transaksi normal yang terjadi seperti pembayaran kepada pemasok dan pembayaran
gaji.
2. Motif berjaga-jaga, yaitu motif yang berfokus pada kemampuan kas untuk menunjang
daya beli pada saat timbul kejadian yang tidak diharapkan atau peluang yang tidak
diperkirakan sebelumnya. Saldo untuk pencegahan berfungsi sebagai cadangan pada

6
saat ketidakpastian meningkat sebagai akibat perubahan industri, ekonomi, dan dunia.
Saldo untuk keperluan darurat ini umumnya disediakan dengan menggunakan
portofolio dari pasar uang dan pasar modal.
3. Motif spekulasi, yaitu motif yang timbul seiring dengan keinginan manajemen untuk
memiliki sejumlah kas yang dapat digunakan untuk mengambil keuntungan dari
kesempatan yang timbul secara tidak terduga. Manajemen harus mempunyai prediksi
bahwa saldo kas tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari
operasi normal organisasi.

Di dalam manajemen kas pada dasarnya meliputi kegiatan dalam:

Perencanaan kas (budget kas), yaitu estimasi terhadap posisi kas pada suatu saat
tertentu dalam satu periode tertentu yang akan datang.

Pengendalian kas, yaitu pengendalian uang tunai yang didasarkan pada ramalan
jangka pendek ats kebutuhan uang tunai, ramalan ini akan menentukan kebutuhan minimum
dan maksimum akan uang tunai selama periode tertentu.

Pengelolaan saldo kas Marketable Securtities merujuk pada surat berharga yang
mudah diperdagangkan di pasar modal. Surat berharga dapat berupa obligasi (bond), medium
term notes (MTN), surat utang jangka pendek (satu tahun), commercial paper, promisasory
notes, saham (common stock), dan sebagainya.

Investasi dalam surat berharga biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki
kelebihan dana. Keputusan ini harus mempertimbangkan banyaknya dana yang
diinvestasikan dan jenis surat berharga yang dipilih. Untuk memilih surat berharga harus
mempertimbangkan beberapa resiko, yaitu:

1. Resiko keuangan, yaitu resiko kembalinya dana yang diinvestasikan dalam surat
berharga.
2. Resiko tingkat bunga, yaitu resiko yang ditanggung sebagai akibat naik turunnya suku
bunga bank.
3. Resiko likuiditas, yaitu resiko yang berkaitan dengat cepat lambatnya surat berharga
laku dipasar.
4. Resiko inflasi, yaitu resiko yang ditanggung sebagai akibat naiknya harga barang.

d. Manajemen atas Capital Expenditure

Capital Expenditure(belanja barang modal) disebut juga sebagai pengeluaran modal


yaitu pengeluaran yang digunakan untuk mendapatkan atau menyempurnakan aktiva
modal, seperti bangunana dan peralatan. Capital Expendituremerupakan pengeluaran dana
oleh suatu perusahaan yang diharapkan menghasilkan manfaat selama periode waktu lebih
dari satu tahun.Pengeluaran modal dilakukan dengan beberapa alasan:

7
1. Untuk ekspansi tingkat operasi, biasanya melalui akuisisi aktiva tetap. Suatu
perusahaan yang sedang tumbuh seringkali mengganggap penting untuk
mendapatkan aktiva tetap baru dengan cepat,meliputi pembelian fasilitas-fasilitas
fisik, seperti pabrik dan properti.
2. Untuk penggantian, karena pertumbuhan suatu perusahaan lambat maka dilakukan
penggantian atau memperbaharui aktiva-aktiva yang telah usang.
3. Memperbaharui sebagai alternative penggantian
4. Untuk tujuan-tujuan lain,seperti pengeluaran untuk iklan,riset dan pengembangan,
konsultan manajemen & produk-produk baru.

e. Manajemen atas Portofolio dan Laporan Keuangan.

Manajemen portofolio merupakan pengelolaan yang di lakukan oleh beberapa analis


riset dalam mengelola sekumpulan dana investor dengan proses yang sistematis, dinamis
dan berkelanjutan.

Manajemen portofolio investasi mencakup proses perencanaan, inplementasi,


evaluasi dan penyesuaian. Dengan mengikuti kerangka kerja tersebut pengelolaan investasi
dapat memberikan hasil yang optimal. Sistematika proses manajemen portofolio
memerlukan empat langkah utama, yaitu:

1. Menentukan tujuan dan batasan investasi


2. Memformulasikan strategi investasi dalam bentuk alokasi aset
3. Mengimplementasikan strategi dan monitoring
4. Melakukan penyesuaian

Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif


tentang posisi keuangan dan perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.
Laporan keuangan dapat dijadikan media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi
kesehatan perusahaan.Pada umumnya, setiap perusahaan membuat laporan keuangan dengan
alasan:

1. Bentuk pertangungjawaban manajemen atas aktivitas-aktivitas yang dilakukan


perusahaan selama periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan
perusahaan.
2. Laporan keuangan sebagai alat komunikasi yang dapat memberikan informasi
mengenai aktivitas perusahaan kepada berbagai pihak yang berkepentingan.

D. STRATEGI PENDEKATAN AUDIT MANAJEMEN FUNGSI KEUANGAN

Untuk mencapai tujuan perusahan, para eksekutif mendelegasikan tugas dan


tanggungjawab perusahaan dalam tingkat tertentu, sehingga strategi pendekatan dapat
dioptimalkan dalam mencapai tujuan tersebut.

8
Berapa besar wewenang dan tanggungjawab yang didelegasikan eksekutif, bukanlah
masalah karena eksekutif memiliki akuntabilitas penuh untuk tugas, pekerjaan, departemen
laba dan sebagainya. Eksekutif harus mengikuti apa yang terjadi dalam perusahaan, divisi,
departemen dan tingkat supervisi yang lebih rendah agar dalam penyelenggaraannya,
efektivitas dan efisiensi perusahaan dapat terus meningkat.

Terdapat tiga pendekatan audit yang yang digunakan dalam fungsi keuangan, yaitu:

1. Audit laporan keuangan (financial statement audit), berkaitan dengan kegiatan


memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas agar dapat
memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip akuntansi yang berlaku
umum (GAAP).
2. Audit kepatuhan (compliance audit), berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
memeriksa bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi
suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan ketentuan, atau peraturan tertentu.
3. Audit operasional (operational audit), berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan
mengevaluasi bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas
dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.

Pemeriksaan manajemen terdiri dari dua dasar fungsi yang tetap objektif tetapi
berbeda objeknya. Objek yang pertama adalah memeriksa atau mengevaluasi keefektivan
bagian keuangan dalam pemberian pengarahan dan penelitian keuangan yang meliputi
keseluruhan organisasi termasuk pelaksanaan dari berbagai macam unit. Objek yang kedua
dari pemeriksaan adalah untuk mengatur efisiensi di dalam fungsi keuangan yang
berhubungan dengan keuangan, akuntansi, budget dan pedoman kebijaksana.

Tabel 1.2

Program Pemeriksaan Manajemen Fungsi Keuangan.

N0 Proses Pemeriksaan Manajemen Ulasan

Objek Keuangan:

Langkah pertama dalam proses ini ialah


mengadakan pemeriksaan awal dan
selajutnya memeriksa objek dari fungsi Strategi obyektifitas keuangan
keuangan dalam organisasi tersebut. perusahaan terdiri dari suatu
Keobjektifan keuangan harus dievalusi rangkaian tafsiran dari obyek
dengan maksud untuk menentukan bahwa keuangan yang dapat dipergunakan
mereka mendukung langsung obyek yang sebagai pendukung dari
1 lebih penting. keseluruhan maksud dan tujuan.

Departemen obyektifitas untuk


Bagian keuangan yang obyektif harus fungsi keuangan adalah suatu
2
ditingkatkan dengan dua tujuan yang harus contoh dari obyek bagian keuangan

9
selalu diingat. yang akan dipergunakan untuk
tujuan yang lebih penting. Dalam
Pertama untuk menjamin keobyektifan data
proses analisa obyek keuangan,
yang dijumpai dan yang kedua untuk kelompok pemeriksa manajemen
menjamin bahwa kegiatan keuangan pada harus hati-hati meneliti dan
organisasi tersebut terus berjalan dan mengarahkan kegiatan yang sedang
diperlukan adanya peningkatan dalam dijalankan oleh perusahaan.
pengawasannya. Tugas pemeriksaan Langkah-langkah untuk melakukan
manajemen dalam langkah yang satu dan dukungan ini harus digambarkan
dua dibuat sesuai dengan pedoman yang lebih teliti dalam perencanaan
sama dari seluruh obyek. Organisasi yakni maupun pengawasan dari berbagai
mendukung kegiatan berbagai unit baik
unsur pemeriksaan manajemen.
perusahaan maupun bukan perusahaan
yang akan menetukan pedoman obyek atau
standard perusahaan yang dirumuskan.
Sebagai tambahan: proses pemeriksaan
harus berhati-hati dalam menganalisa
keseluruhan obyek perusahaan yang
penting dan setiap unit kegiatan yang
berkemampuan serta tetap
berpedomanpada apa yang telah digariskan.

Pedoman dasar perencanaan


tahunan pada bagian keuangan
adalah suatu contoh dari bentuk
dan ukuran dasar perencanaan
keuangan. Dasar perencanaan yang
Perencanaan :
terpisah harus digabungkan dalam
proses pemeriksaan manajemen harus satu wadah oleh fungsi keuangan
berhati-hati menganalisa perencanaan untuk mendukung setiap
3 ihtisar fungsi keuangan. obyektifitas yang lebih penting.

Di dalam fase proses perencanaan Rencana tindakan bagian ukuntansi


pemeriksaan keuangan harus menunjukkan rencana kegiatan dan
memperhatikan mutu dan keefektifan dari tindakan yang terperinci untuk
pimpinan perusahaan. keuangan setiap unit. Daftar ini
termasuk sub-set dari perencanaan
Bagian perencanaan adalah teknik akuntansi budget, dan pajak-pajak
membuat perencanaan melalui obyek yang selalu di hubungkan dengan
utama di teruskan ke obyek pertengahan obyek utama. Sub-set itu dibagi
dan seterusnya ketingkat yang lebih rendah menjadi departemen akuntansi dan
dalam organisasi tersebut dan berbagai unit analisa keuangan dari perencanaan
4 departemen. tindakan.

10
Orgasisasi:
Di dalam diagram kedudukan
Kebenaran dari fungsi keuangan dalam
perusahaan ditunjukkan dalam cara fungsi orgasasi berbadan hukum. Dalam
ini pada luasnya struktur organisasi pasal ini fungsi keuangan
perusahaan. Agar fungsi keuangan melaporkan pada pimpinan
memberikan pertolongan yang berarti dan perusahaan untuk mendapat
bermanfaat, maka harus bebas dari dukungan yang diperlukan untuk
kegiatan unit yang lain dan pada tingkat menyelesaikan obyek yang lebih
yang sama seperti pada setiap unit lain yang penting yang terpaksa
lebih utama. membutuhkan bantuan keuangan.

Analisa bagian organisasi harus di masukkan Di dalam diagram organisasi bagian


dalam fumgsi keuangan agar meningkatkan keuangan. Fungsi keuangan yang
lebih penting seperti akuntansi
keberhasilan dan efesiensi data keuangan.
budget dan pajak-pajak yang
Pemeriksaan manajemen supaya dipisahkan menjadi sub-unit. Dalan
menganalisa keefektifan organisasi bagian hal ini pemecahan akan mengurangi
keuangan dengan membandingkan rencana kesamaan (rangkap) usaha dan
organisasi dengan kemampuan organisasi keberhasilan partner kerja dapat
5 dalam meningkatkan keberhasilan. terkendali dengan baik.

Pengawasan:

Fungsi pengawasan dibagi dalam dua bagian


dalam unit keuangan: akuntansi dan
anggaran belanja atau analisa keuangan
bidang akuntansi bertanggung jawab untuk
menyusun, memilih, mangalisa dan Maksud utama dalam pengawasan
melaporkan hasil kegiatan bagian keuangan. fungsi keuangan adalah untuk
menjamin berbagai tingkat
Laporan tersebut memuat susunan dan manajemen menerima informasi
laporan-laporan lain yang berhubungan yang diperlukan untuk harian,
dengan keuangan. mingguan, dan proses pembuatan
Departemen anggaran belanja laporan bulanan.
bertangungjawab penuh dalam pelaksanaan Bagian keuangan juga harus
system informasi keuangan dalam menjamin bahwa data yang
perusahaan, yang akan mengumpulkan data diperoleh adalah akurat, dapat
dari berbagai macam kegiatan. dibuktikan kebenarannya dan
Data itu juga harus dipergunakan oleh bermanfaat untuk keseluruhan
setiap unit dalam memonitor dan mengukur organisasi. Unsur pemeriksaan
keuangan yang direncanakan untuk
kebarhasilan mereka.
menjamin bahwa obyektifitas
6 utama akan didapat.

11
Akuntansi:

Pengawasan yang terpenting dalam fungsi


akuntansi harus dievaluasi dan diperiksa.

Pemeriksaan pertanyaan-pertanyaan untuk


bagian penulisan akuntansi terdiri dari
daftar dan penjelasan singkat dari berbagai
pengawasan akuntansi yang seharusnya Setiap pengawasan yang tidak
berada pada bagian akuntansi. Berbagai efisian agar dicatat di bawah bagian
pertanyaan yang direncanakan oleh tim ulasan dan kemudian di ikhtisarkan
pemeriksa manajemen untuk menetukan pada perkiraan biaya seperti
kuat-lemahnya proses pengawasan taksiran biaya yang tidak efisien
7 akuntansi. pada bagian keuangan.

Pengawasan dengan Tanya jawab


Anggaran Belanja & Analisa Keuangan:
untuk bagian anggaran belanja
Proses pemeriksaan dalam anggaran belanja terdiri dari suatu daftar pedoman
dana analisa keuangan berbeda dengan pengawasan yang direncanakan
pengawasan mesin yang mendetail yang untuk memonitor efisiensi dan
dibutuhkan dalam akuntansi untuk keberhasilan dari data deparetemen
menjamin keefektifan sumber-sumber anggaran belanja.
keuangan perusahaan.
Pertimbangan penelitian juga harus
Anggaran belanja dan analisa keuangan termasuk unsur-unsur untuk
dibuat untuk menjamin bahwa informasi mengevaluasi hasil keuangan bila
yang benar dapat diperoleh dan dapat dibandingkan dengan standard yang
8 dibuktikan kebenarannya. ditafsirkan.

Staf pemeriksaan manajemen harus berhati-


hati meneliti kembali berbagai pertanyaan
dalam pengawasan dengan tanya jawab
untuk bagian anggaran belanja.

Problem yang utama terungkap dalam


Pengawasan kelemahan yang telah
langkah ini dapat dimasukkan dalam analisa
dimasukkan selama proses
keuangan atau budget.
pemeriksaan akan dibuatkan
Pada bagian lain problem itu dapat ringkasaannya seperti pada ikhtisar
disebabkan oleh ketidak mampuan unit tafsiran biaya pada taksiran biaya
pelaksana untuk memperoleh data yang yang tidak efisien pada bagian
9 benar. keuangan

12
BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan

Audit atas fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan menemukan informasi
tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan
operasional disoroti khusus dari segi keuangan.

Agar audit manajemen atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada
empat hal yang mutlak perlu mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan,
perencanaan keuangan, organisasi dan pengawasan.

Manfaat audit manajemen fungsi keuangan, antara lain mengatur pencarian sumber-
sumber dana yang dibutuhkan perusahaan, alat utama dalam proses pembentukan keputusan,
manfaat audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk
menyatakan pendapat tentang kewajaran, memeriksa dan mengevaluasi keefektifan dan
efisiensi bagian keuangan dan beberapa manfaat ekonomi dari audit laporan keuangan.

Ruang lingkup pada audit manajemen fungsi keuangan, meliputi fungsi manajemen
keuangan, struktur Organisasi, manajemen atas cash and marketable securities, manajemen
atas capital expenditure, manajemen atas portofolio dan laporan keuangan.

Terdapat tiga pendekatan audit yang yang digunakan dalam fungsi keuangan, yaitu
audit laporan keuangan (financial statement audit), audit kepatuhan (compliance audit), audit
operasional (operational audit).

13
Daftar Pustaka

Agoes, Sukrisno.1996.Auditing:Pemeriksaaan Akuntan. Jilid II, Lembaga Penerbit Fakultas


Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Alexander Hamilton Institute. 1986. Manajemen Audit, Usaha Nasional, Surabaya.

Boynton,William,Raymond N,Johnson,Walter G.Kell.2003.Modern Auditing. Ahli


Bahasa:Ichsan Stiyo Budi dan Herman Wibowo, Erlangga, Jakarta.

Courtemanche,Gil.1997.Pandangan Baru Internal Auditing.Editor:Hiro Tugiman, Kanisius,


Yogyakarta.

Hamilton, Alexander.1986.Manajemen Audit : meningkatkan efektivitas dan efisiensi, Usaha


Nasional, Surabaya.

http//.www.google.com diunduh tanggal 7 Oktober 2014

http://www.ilmu-ekonomi.com/2011/10/peranan-fungsi-keuangan.html

IBK. Bayangkara.2008.Audit Manajemen:Prosedur dan Implementasi, Salemba Empat,


Jakarta.

Siagian, P.Sondang.2001.Audit Manajemen, Bumi Aksara, Jakarta.

Tunggal, Amin Widjaya.2000.Management Audit:suatu pengantar. Cetakan kedua, Rineka


Cipta, Jakarta.

Weston. F.D, dan Copeland. E.T. 1992. Manajemen Keuangan. Ed. Delapan. Alih Bahasa
Wasana dan Kibrandoko,Binarupa Aksara, Jakarta.

14

Anda mungkin juga menyukai