Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN PENCEGAHAN INFEKSI PASCA

OPERASI DI RUMAH

Topik Kegiatan : Pencegahan Infeksi Pasca Operasi di Rumah


Hari, tanggal : Sabtu, 30 Desember 2017
Waktu :
Tempat : Ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan keluarga pasien mampu mencegah infeksi
pasca operasi pada pasien di rumah.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan keluarga pasien mampu:
1. Menyebut pengertian infeksi
2. Menyebut penyebab infeksi
3. Mengenali tanda dan gejala infeksi infeksi
4. Mengetahui pencegahan infeksi
5. Mengetahui cara cuci tangan yang benar

B. Sasaran
Pasien dan keluarga pasien Ruang Bima

C. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian Infeksi
2. Penyebab Infeksi
3. Tanda dan Gejala Infeksi
4. Pencegahan Dekubitus
5. Cuci tangan yang Benar
D. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi/Tanya jawab

E. Media
1. Leaflet
F. Setting Acara
1. Acara
Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
Pendahuluan 1. Pembukaan acara oleh Mendengarkan
(10 menit) moderator pembukaan yang
2. Salam pembuka disampaikan oleh
3. Memperkenalkan diri moderator.
4. Kontrak waktu
5. Menjelaskan
mekanisme kegiatan
Pelaksanaan Penyampaian materi oleh Mendengarkan dan
(30 menit) pemateri: memberikan umpan
1. Mengenali pengetahuan balik terhadap materi
dan pengalaman peserta yang disampaikan.
penyuluhan
2. Pengertian infeksi
3. Penyebab infeksi
4. Tanda dan gejala
infeksi
5. Pencegahan infeksi
6. Cara cuci tangan yang
benar
1. Sesi Tanya jawab 1. Mengajukan
2. Evaluasi hasil yang pertanyaan mengenai
dipandu oleh moderator materi yang kurang
paham
2. Menjawab pertanyaan
yang diajukan
Penutup Moderator: Mendengarkan dengan
(10 menit) 1. Mempersilahkan seksama
Fasilitator dari
pembimbing klinik dan
pembimbing akademik
untuk menambahkan
ataupun menjelaskan
kembali jawaban
pertanyaan peserta
yang belum terjawab.
2. Menjelaskan
kesimpulan dari materi
penyuluhan
3. Ucapan terimakasih
4. Salam penutup
2. Setting Tempat

Moderator Penyaji

Fasilitator Notulen
Audian

Observer

G. Pengorganisasian
Moderator:
Penyaji
Fasilitator
Observer
Notulen

H. Job Description
1. Moderator : Mengarahkan jalannya acara
2. Penyaji : Menyampaikan materi penyuluhan dan menjawab pertanyaan
3. Fasilitator : Membantu mengarahkan peserta untuk bergerak secara aktif dalam diskusi
4. Observer : Mengamati jalannya penyuluhan, mengevaluasi jalannya penyuluhan
5. Notulen : Mencatat keseluruhan hasil penyuluhan
I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Penyelenggaraan pembelajaran dilakukan oleh mahasiswa bekerjasama dengan
perawat ruangan
b. Pengorganisasian dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan penyuluhan
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan penyaji.
b. Peserta tidak meninggalkan tempat selama penyuluhan berlangsung atau
meninggalkan acara dengan ijin kepada panitia.
c. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.
d. Ada umpan balik positif dari peserta, yang ditunjukkan dengan peserta penyuluhan
dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri.
e. Jumlah peserta minimal 10 orang
f. Kegiatan berjalan lancar dan tepat waktu

3. Evaluasi Hasil
Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta
a. Peserta dapat menyebutkan pengertian infeksi
b. Peserta dapat menyebutkan penyebab infeksi
c. Peserta dapat menyebutkan tanda gejala infeksi
d. Peserta dapat menyebutkan pencegahan infeksi
e. Peserta dapat melakukan sendiri cara cuci tangan yang benar

7
Materi Penyuluhan
PENCEGAHAN INFEKSI PASCA OPERASI DI RUMAH

A. Pendahuluan
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen.
Menurut WHO tahun 2012, penyakit infeksi membunuh 3,5 juta orang tiap tahunnya.
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling utama dinegara-
negara berkembang, termasuk Indonesia.
Infeksi adalah masuknya bakteri atau kuman ke dalam tubuh dan jaringan yang terjadi
pada individu. Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang
disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Secara umum, pasien yang masuk
rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa
masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang
baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi
(Harrison, 2001).

Keluarga dan pasien sering menganggap demam yang dirasakan biasanya hanya demam
biasa dan baru menyadari bahwa membutuhkan pertolongan saat kondisi mulai menurun.
Banyak yang beranggapan jika luka terasa panas pada sekitar luka hanya dianggap sakit
biasa, dan jika luka terasa gatal klien sengaja menggaruk dengan tangan yang belum tentu
bersih. Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan tentang infeksi.

Upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman klien dan keluarga mengenai


pencegahan infeksi, sampai cara cuci tangan yang benar agar infeksi tidak terjadi.
B. Pengertian Infeksi
Masuknya disertai dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan suatu bibit penyakit di
dalam tubuh manusia sehingga timbul gejala- gejala penyakit (www.depkes.go.id).
Infeksi adalah proses invasive oleh mikroorganisme dan berproliferasi di dalam tubuh
yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005).

C. Penyebab Infeksi
1. Adanya benda asing atau jaringan yang sudah mati di dalam tubuh
2. Luka terbuka dan kotor
3. Gizi buruk
4. Daya tahan tubuh lemah
5. Mobilisasi terbatas atau kurang gerak

D. Tanda-tanda Infeksi
Menurut Septiari (2012) tanda- tanda infeksi adalah sebagai berikut :
1. Rubor (Kemerahan)
Rubor adalah kemerahan, ini terjadi pada area yang mengalami infeksi karena
peningkatan aliran darah ke area tersebut sehingga
menimbulkan warna kemerahan.
2. Calor (Panas)
Kalor adalah rasa panas pada daerah yang mengalami infeksi akan terasa panas, ini
terjadi karena tubuh mengkompensasi aliran darah lebih banyak ke area yang mengalami
infeksi untuk mengirim lebih banyak
antibody dalam memerangi antigen atau penyebab infeksi.
3. Tumor (Bengkak)
Tumor dalam konteks gejala infeksi bukan sel kanker seperti yang umum dibicarakan
akan tetapi pembengkakan yang terjadi pada area yang mengalami infeksi karena
meningkatnya permeabilitas sel dan meningkatnya aliran darah.
4. Dolor (Nyeri)
Dolor adalah rasa nyeri yang dialami pada area yang mengalami infeksi, ini terjadi karena
sel yang mengalami infeksi bereaksi mengeluarkan zat tertentu sehingga menimbulkan
nyeri. Rasa nyeri mengisyaratkan bahwa terjadi gangguan atau sesuatu yang tidak normal
jadi jangan abaikan nyeri karena mungkin saja ada sesuatu yang berbahaya.

5. Fungsio Laesa.

Fungsio laesa adalah perubahan fungsi dari jaringan yang mengalami infeksi. Contohnya
jika luka di kaki mengalami infeksi maka kaki tidak akan berfungsi dengan baik seperti
sulit berjalan atau bahkan tidak bisa berjalan.

Jika infeksi terjadi sudah cukup lama, akan terbentuk cairan putih kental di daerah
infeksi tersebut yang disebut dengan nanah (pus).

E. Pencegahan Infeksi
1. Mandi 2 kali sehari, daerah yang terbalut luka jangan sampai terkena air atau basah
karena dapat meninkatkan kelembaban pada kulit yang terbungkus sehingga dapat
menjadi tempat berkembang biak kuman dan bakteri.
2. Makanan yang dibutuhkan makanan yang mengandung protein atau tinggi kalori tinggi
protein (TKTP). Makanan yang mengandung protein misalnya : susu, telur, madu, roti,
ikan laut, kacang-kacangan.
3. Ganti balutan minimal dua hari sekali di pelayanan kesehatan terdekat,
4. Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang balutan/ luka,
5. Minum antibiotic sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi.

F. Cara Cuci Tangan yang Benar


Berikut 6 langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar menurut WHO :
1. Pertama cuci terlebih dahulu telapak tangan anda hingga pertengahan lengan
menggunakan air bersih yang mengalir, ambil sabun, lalu gosok dan usap kedua telapak
tangan anda secara lembut menggunakan sabun tersebut.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan anda secara bergantian.
3. Agar lebih maksimal, jangan lupa jari - jari tangan anda juga gosok hingga bersih secara
bergantian.
4. Dan pastikan semua ujung jari anda juga dibersihkan hingga bersih dengan
mengatupkannya.
5. Kemudian gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan - lahan. Bersihkan kedua
pergelangan tangan secara bergantian dengan gerakan memutar. Langkah akhiri dengan
membasuh seluruh episode tangan anda menggunakan air bersih yang mengalir dan
keringkan menggunakan kain atau tisu bersih.

Prinsip dari 6 langkah cuci tangan antara lain :

1. Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau


dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash).
2. Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
3. 5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash
DAFTAR PUSTAKA

WHO (2012)
www.depkes.go.id/ Diakses tanggal 28 Desember 2017
Potter & Perry. 2005. Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik,. Ed.4. Jakarta:
ECG.