Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH TEKNIK PEMBUATAN SAP

KELOMPOK 10:
1. AULIA RAHMANIA M (E520173267)
2. IHDHATUL UMMA (E520173281)
3. MISNOVIANA S (E520173291)
4. SITI ZUBAIDAH (E520173308)
5. HABIBI AHMAD (ES20173280)
6. SUTIONO (ES20173306)

STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS


PRODI SI KEPERAWATAN TAHUN 2017
KELAS PPNI GROBOGAN
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam melakukan strategi pelaksanaan pendidikan, ada tiga variabel utama yang paling
berkaitan yaitu: kurikulum, pengajar serta pengajaran. Ketiganya terangkum dalam suatu proses
belajar dan mengajar. Kurikulum adalah program belajar untuk siswa sebagai dasar dalam
merencanakan pengajaran. Bentuk operasionalnya adalah pengajaran. Sedangkan pengajaran
selain harus menguasai kurikulum juga harus menterjemahkan serta menjabarkannya kepada
siswa melalui proses pengajaran. Dengan demikian, perlu dicegah adanya kesenjangan antara
kurikulum sebagai program dengan pengajaran sebagai operasionalisasi program (Firdaus,
2008).
Kurikulum program belajar bagi siswa, disusun secara sistematik dan diberikan untuk
mencapai tujuan pendidikan. Program belajar yang masih bersifat umum tersebut, tertuang dalam
silabus dan memerlukan penjabaran lebih lanjut oleh pengajar sebelum diberikan kepada siswa
melalui proses pengajaran. Pengajaran akan berhasil apabila satuan pelajaran yang bersumber
dari silabus telah disusun sebelumnya. Untuk itu pengajar dituntut agar terampil menyusun
satuan pelajaran/satuan acara perkuliahan dan mampu mengajarkannya kepada siswa (Firdaus,
2008). Dari keterangan diatas, penulis tertarik membahas mengenai SAP

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan SAP ?
2. Apa manfaat SAP ?
3. Apa fungsi SAP ?
4. Apa tujuan SAP ?
5. Apa prinsip-prinsip pembuatan SAP ?
6. Bagaimana tentang langkah-langkah penyusunan SAP ?
7. Bagaimana Menyusun SAP ?
C. Tujuan Pembelajaran :
1. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini, peserta trampil menyusun Satuan Acara Pembelajaran materi
diklat yang akan disampaikannya.
2. Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta mampu :
a) Menjelaskan pengertian SAP
b) Menjelaskan manfaat SAP
c) Menjelaskan fungsi SAP
d) Menjelaskan tujuan SAP
e) Menjelaskan prinsip-prinsip pembuatan SAP
f) Menjelaskan tentang langkah-langkah penyusunan SAP
g) Menyusun SAP
BAB 2
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

A. Pengertian SAP
SAP atau Satuan Acara Pembelajaran , ada pula yang menyebutnya dengan Satpel atau Satuan
Pelajaran atau Kurikulum Mikro.
Ada berbagai pengertian tentang SAP tersebut, antara lain :
1. Satuan Acara Perkuliahan (SAP) merupakan proyeksi kegiatan (aktivitas) yang akan
dilakukan oleh guru/dosen atau staf pengajar dalam prose pembelajaran di kelas. Oleh
karenanya, SAP merupakan bagian integral yang tidak dapat dilepaskan dari pembelajaran
(Firdaus, 2008)
2. Satuan Acara Perkuliahan (SAP) diartikan sebagai program pengajaran yang meliputi satu
atau beberapa pokok bahasan/topik untuk diajarkan selama satu kali atau beberapa kali
pertemuan. SAP memberikan petunjuk secara rinci tentang sipnosis, kompetensi mata
kuliah,indikator kompetensi, pokok bahasan/topik strategi pembelajaran, media dan alat,
evaluasi, estimasi waktu dan kepustakaan (Nurdin, 2013).
3. Satuan Acara Pembelajaran (SAP) adalah acuan pelaksanaan proses belajar mengajar
(Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI Jurusan Agroteknolog FP-UHO, 2014)
Adapun dasar untuk penyusunan satuan acara perkulihan menurut Firdaus (2008) adalah:
1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional.
2. Peraturan Pemerintah RI nomor 60 tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi.
3. Surat Keputusan menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/2000 tentang pedoman
penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa.
B. Tujuan SAP

Sebagai pedoman dan arah bagi fasilitator dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran

C. Manfaat SAP

Menurut Departemen Kesehatan PUSDIKLAT SDM Kesehatan - Badan PPSDM Kesehatan,


Manfaat penyusunan SAP dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh setiap fasilitator
antara lain :
1. Menjadi instrumen pengendalian dan pembinaan terhadap fasilitator dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran.
2. Fasilitator dan peserta dapat mengetahui proses pembelajaran yang akan berlangsung dan
metoda-metoda untuk mencapai tujuan materi tersebut.

D. Fungsi SAP

Menurut Sitorus (2015) SAP berfungsi memberikan petunjuk secara rinci, pertemuan demi
pertemuan, mengenai tujuan, ruang lingkup materi yang akan diajarkan, kegiatan BM, media dan
evaluasi yang akan digunakan. SAP berfungsi sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, yaitu
1. Preventif
Mencegah dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan dalam
kurikulum.
2. Korektif
Berfungsi sebagai rambu-rambu yang harus ditaati dan sebagai pedoman dalam
melaksanakan pendidikan.
3. Konstruktif
Memberikan arah secara rinci bagi pelaksanaan dan pengembangan pendidikan yang
mengacu pada kurikulum.

E. Prinsip-Prinsip Pembuatan SAP


Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembuatan GBPP dan SAP menurut
Sitorus (2015) yaitu
1. Relevansi
a) Relevan dengan lingkungan hidup peserta (mahasiswa).
b) Relevan dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan masa yang akan datang
(kemajuan IPTEK).
c) Relevan dengan tuntutan dunia kerja.
2. Efektifitas
a) Efektif mengajar bagi pengajar
b) Efektif belajar bagi pembelajar
3. Efisiensi
Efisien dalam pendidikan berarti efisien dalam : waktu, biaya, penggunaan tenaga dan
peralatan.
4. Kontinuitas
Satuan Acara Perkuliahan memiliki saling hubungan antara materi Pokok Bahasan/Sub
Pokok Bahasan, satu dengan yang lainnya.
5. Komprehensif
Semua kegiatan dan komponen dalam GBPP dan SAP merupakan satu kesatuan yang
berinteraksi dan berinterfungsi secara terpadu dan harmonis dalam rangka mencapai tujuan
pengajaran yang telah dirumuskan.
6. Flexibilitas
GBPP dan SAP tidak boleh kaku, harus luwes, dapat bertindak dan mempunyai
keleluasaan bergerak yang disebabkan oleh situasi dan kondisi yang tiba-tiba berubah atau sangat
diperlukan adanya suatu perubahan.

F. Langkah-Langkah Penyusunan SAP

Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan SAP suatu mata kuliah menurut
Windia (2010) adalah sebagai berikut.
1. Mempelajari kurikulum yang meliputi :
a) Mata kuliah yang diajarkan.
b) Nomor Kode Mata kuliah
c) Bobot Mata kuliah, untuk dijabarkan dalam minggu.
d) Tujuan kurikuler, untuk dijabarkan menjadi Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan dijabarkan
lagi menjadi Tujuan Instruksional Khusus (TIK).
e) Deskripsi Mata kuliah, untuk dijabarkan menjadi Pokok Bahasan.
f) Buku Sumber yang menunjang Pokok-pokok Bahasan.
2. Mempersiapkan Format dan SAP
Format GBPP dan SAP dapat dibuat dengan bentuk kolom-kolom memanjang horizontal
atau tidak dalam bentuk kolom, tetapi memanjang ke bawah.

Langkah-langkah dalam penyusunan SAP menurut Windia (2010) yaitu:


1. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah
Terdiri atas Nama Mata Kuliah, Kode Mata Kuliah, dan Jumlah SKS Mata Kuliah.
2. Waktu Pertemuan.
Waktu pertemuan dalam SAP adalah lama waktu pertemuan (misalnya 2 x 50 menit, 2 x 100
menit, minggu ke-1, minggu ke-2, dan sebagainya) untuk menuntaskan 1 (satu) indikator
pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus.
3. Indikator Pencapaian Kompetensi.
Tulislah satu indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus untuk
setiap satu satuan waktu pertemuan, di mana dengan lama waktu pertemuan yang ditentukan
tersebut maka indikator pencapaian kompetensi yang bersangkutan sudah dapat dicapai.
4. Materi Pokok.
Materi pokok yang ditulis dalam SAP disesuaikan dengan materi bahan ajar yang dibutuhkan
peserta didik untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi dalam satu satuan waktu
pertemuan yang ditentukan.
5. Pengalaman Belajar.
Pengalaman belajar dalam setiap SAP menguraikan tentang kegiatan fisik maupun mental
yang dilakukan oleh peserta didik dalam kaitannya dengan pemenuhan indikator pencapaian
kompetansi yang telah ditetapkan.
6. Strategi Pembelajaran.
Strategi pembelajaran dalam SAP berisi uraian tentang (1) tahapan-tahapan kegiatan
pembelajaran, (2) kegiatan pengajar, (3) kegiatan mahasiswa, (4) penilaian, (5), media dan
alat pembelajaran, dan (6) sumber belajar.

G. Sistematika SAP

Komponen-komponen suatu SAP adalah sebagai berikut :


A Mata Ajart (Materi) : diisi Pokok/ Sub Pokok Bahasan
B Tujuan Materi : diambil dari TPU dan TPK
C Sasaran latihnya : sebutkan kriteria/ siapa peserta
D Waktu : dalam menit atau JPL
E Tempat : Kelas/ Lab/ Tempat Lain
(mis:bangsal RS)
F Metoda : Cara pembelajaran yang
akan digunakan
G Alat bantu : alat/ instrument yang akan
digunakan
H Slide/transparent : Bahan yang
dipaparkan/ditayangkan
I Lembar Tugas : Petunjuk penugasan
J Kegiatan Pembukaan, Inti, penutup
Pembelajaran
K Rujukan Buku yang digunakan sebagai
referensi / kepustakaan
L Evalasi nilai evaluasi

H. Teknik penyusunan SAP


Berikut akan diuraikan tentang cara penulisan setiap komponen dalam SAP, terutama pada
komponen-komponen :
1. Tujuan Pembelajaran : umum maupun khusus
2. Metode pembelajaran.
3. Alat bantu pembelajaran.
4. Kegiatan Pembelajaran.
5. Instrument evaluasi formatif (setelah materi selesai).
Berikut penjelasannya masing-masing, yaitu
1. Tujuan Pembelajaran
Menurut Firdaus (2008), tujuan pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu;
a). Tujuan Pembelajaran Umum
Adalah rumusan tentang tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa sesudah
mereka mengikuti kegiatan instruksional belajar. Kegiatan istruksional yang dimaksud
disini adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dari setiap
mata kuliah. Fungsi dari tujuan instruksional umum adalah :
1) Merupakan dasar untuk penyusunan tujuan istruksional khusus (TIK) atausasaran belajar
2) Merupakan tujuan mata kuliah secara ringkas
3) Merupakan dasar untuk menentukan kegiatan mengajar
4) Merupakan pernyataan tentang kedudukan suatu matakuliah dalam kurikulum.
Tujuan intruksional umum (TIU) menunjukkan sifat-sifat yang memuat kata-kata yang bersifat
luas dan umum, dapat dinyatakan dari segi siswa dapat pula dari segi pengajar, dan rumusannya
tidak dinyatakan saebagai perilaku. TIU yang disusun dengan baik menunjukkan ruang bidang
yang akan dipelajari dan tingkat penguasaan yang diinginkan (.Atmoko, 2006; Departemen
Kesehatan Pusdiklat Sdm Kesehatan - Badan Ppsdm Kesehatan; Firdaus, 2008)
Menurut Atmoko T (2006) rumusan TPU yang baik harus memenuhi kriteria antara lain sbb:
1) Merupakan kompetensi umum dari suatu kemampuan tertentu ( TPU merupakan gabungan
dari beberapa kompetensi khusus)
2) Terdiri dari kata kerja operasional (= hasilnya dapat diukur dan diamati) yang diikuti kata
benda (obyek = keterangan dari perilaku yang akan dicapai), sehingga rumusan TPU menjadi
rasional.
b). Tujuan Pembelajaran Khusus
Merupakan penjabaran lebih lanjut dari TPU yang harus dicapai atau dikuasai oleh peserta
setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran dan merupakan serangkaian rumusan
terperinci tentang perilaku mahasiswa yang diharpakan dapat mencapai sesudah mengikuti
kegiatan pendidikan. Penyusunan ini harus memenuhi beberapa syarat yaitu:
1. Dinyatakna sebagai perilaku mahasiswa yang dapat diamati dan diukur
2. Dinyatakan dengan jelas dan lugas dan disebut secara khusus materi ilmu yang bersangkutan
3. Menyebut syarat-syarat untuk mencapai perilaku mahasiswa
4. Jika mungkin menyebutkan hasil minimum yang dapat dicapai
Syarat pertama dalam penyusunan TIK diatas harus menggunakan kata kerja yang dapat diamati
dan diukur seperti menyebut, mengerjakan, mengidentifikasi, menggolongkan,membandingkan
dan sebagainya. Rumusan TPK memerlukan kriteria, bahwa kompetensi yang harus dicapai
harus berorientasi pada peserta dan dapat diukur. Mengingat yang menjadi subyek aktif proses
diklat adalah peserta. Rumusan TPK harus mengandung komponen A,B,C dan D, yang berarti
:Audience (peserta) harus dapat mengerjakan atau berpenampilan seperti yang dinyatakan dalam
TPK, ^Behaviour (perilaku) peserta setelah selesai kegiatan pembelajaran,
^Condition(persyaratan) yang harus dipenuhi pada saat paserta menampilkan perilaku setelah
selesai kegiatan pembelajaran. ^Degree (tingkat keberhasilan) peserta setelah selesai kegiatan
pembelajaran (.Atmoko, 2006).
2. Metoda Pembelajaran

Metode mengajar adalah cara yang dipergunakan tenaga pengajar dalam berinteraksi
dengan mahasiswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan metode yang
ditentukan oleh tenaga pengajar diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar mahasiswa
sehubungan dengan kegiatan mengajar yang berlangsung. Dengan kata lain, ada interaktif
edukatif. Dalam setiap kegiatan pelatihan mungkin akan bervariasi metodanya, selain materi dan
peserta juga sangat tergantung pada waktu, alat yang tersedia, lokasi pembelajaran, fasilitator
dan sebagainya (.Atmoko, 2006).

3. Alat Bantu Pembelajaran

Memilih alat bantu pembelajaran menuruntAtmoko T (2006). sangat tergantung pada tujuan
diklat yang akan dicapai. Pada dasarnya ada 2 macam alat bantu pembelajaran yaitu bersifat
Umum dan Khusus.
a) Alat bantu pembelajaran Umum : seperti papan tulis/ whiteboard beserta kelengkapannya.
Alat bantu pembelajaran seperti ini tidak perlu ditulis dalam SAP.
b) Alat bantu pembelajaran Khusus : seperti alat peraga tertentu, atau disebut teaching/
training aids, merupakan alat yang mendukung peningkatan pemahaman, kemampuan dan
memperlancar kegiatan pembelajaran. Sebaiknya ditulis secara spesifik misalnya : model
jantung, phantom, instrumen kesehatan seperti alat pengukur tensi, alat KB, dll.
c) Pemilihan alat bantu pembelajaran, didasarkan atau sesuai tujuan dan metoda pembelajaran
yang akan dilaksanakan. Alat bantu pembelajaran yang akan di gunakan dalam proses
pembelajaran harus ditulis secara jelas dan rinci, agar tidak menimbulkan kesulitan pada saat
kegiatan tengah berlangsung.

4. Kegiatan Pembelajaran
Penyusunan kegiatan pembelajaran harus berfokus kepada peserta yang diposisikan sebagai
subyek, diikuti dengan bentuk kegiatan yang harus dilakukannya (behaviour). Setiap langkah
kegiatan pembelajaran harus ditulis secara berurutan (sequencing) mulai dari awal s/d akhir, juga
disesuaikan dengan Pokok dan Sub Pokok Bahasan yang tertera dalam GBPP (Atmoko, 2006).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) diartikan sebagai program pengajaran yang meliputi satu atau
beberapa pokok bahasan/topik untuk diajarkan selama satu kali atau beberapa kali pertemuan.
SAP memberikan petunjuk secara rinci tentang sipnosis, kompetensi mata kuliah,indikator
kompetensi, pokok bahasan/topiK strategi pembelajaran, media dan alat, evaluasi, estimasi
waktu dan kepustakaan. Bertujuan sebagai pedoman dan arah bagi fasilitator dalam
melaksanakan proses kegiatan pembelajaran yang memiliki manfaat sebagai preventif, korektif
dan kostruktif.
B. Saran

Sebagai tenaga kesehatan yang akan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran, diharapkan

pedoman penyusunan Satuan Acara Pembbelajaran ini digunakan guna menunjang proses

perencanaan pembuatan kegiatan yang akan dilakukan baik selama proses perkuliahan ataupun

keika akan terjun ke masyarakat langsung.


DAFTAR PUSTAKA

Atmoko, Tjipto. (2006). Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), Silabi dan Satuan Acara
Perkuliahan(SAP). Bandung; Universitas Padjajaran
Firdaus. (2008). Pembuatan Silabus Satuan Acara Perkuliahan Dan Acara Praktik. Palembang;
Politeknik Negeri Sriwijaya
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI Agroteknologi FP- UHO. (2014). Silabus Dan Satuan
Acara Perkuliahan. Jurusan Agroteknologi FP- UHO
Nurdin, Syarifudin. (2013). Pengembangan Kurikulum, Silabus, dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
Di Perguruan Tinggi Agama Islam. Juni 2013 Ta’dib Vol.16 No.1. Padang; IAIN Imam Bonjol
Padang
Windia, Wayan. (2010). Manual Prosedur Penyusunan Spesifikasi Program Studi Dan Program
Pembelajaran. Jimbaran; Universitas Udayana