Anda di halaman 1dari 1

Aku tak menggenggam apa yang seharusnya bukan

Bebaslah...
Kalau kau burung dara
Kau akan tahu mana rumah dan mana tempat singgah

Aku mengusirmu dari tahta bernama hati


Lalu dengan tak tahu diri aku memintamu kembali
Maaf...
Aku sedang berdiri pada batas kewarasan diri
Saat kujumpai dirimu tak berada di tempat yang sama lagi

Ingin menuntut kecewa atas perasaan yang tak lagi sama


Inginku berteriak marah saat kujumpai dirimu melangkah
Inginku mengiba untuk kesempatan kedua
Tapi ku bisa apa?
Saat diriku sendiri penabur garam di segala luka

Apa kabar kamu?


Pemilik rindu yang berpeluk usang debu
Pencuri hati yang tak lekas kembali
Setidaknya sejauh ini...
Terimakasih sudah menjadi alasan bertahan
Meski tangan tak selalu bergenggaman
Terimakasih sudah menjadi alasan menjaga hati
Semoga Tuhan lekas merestui