Anda di halaman 1dari 15

2.

1 Pengertian Sistem Hidrolik


Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya dengan
menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar
dari daya awal yang dikeluarkan. Dimana fluida penghantar ini dinaikan tekanannya oleh
pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa
saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari silinder
kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak
maju dan mundur.
(https://mekatronikasmkn7smg.wordpress.com/pengertian-sistem-hidrolik/)
2.1.1. DASAR SISTEM HIDROLIK.
Dalam sistem hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah
jenis fluida cair yang umum dipakai.

Sifat dari zat cair :


- Tidak mempunyai bentuk yang tetap, selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya.
- Zat cair tidak dapat dikompresi.
- Meneruskan tekanan ke segala arah.

Hidrolik dapat dinyatakan sebagai alat yang memindahkan tenaga dengan mendorong
sejumlah cairan tertentu. Komponen pembangkit aliran fluida bertekanan disebut pompa, dan
komponen pengubah tekanan hidrolik menjadi gerak mekanik (lurus/rotasi) disebut elemen
kerja (silinder/motor hidroulik).

Keuntungan-keuntungan sistem hidrolik :


- Fleksibel dalam penempatan komponen transmisi tenaga.
- Gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengangkut gaya yang besar.
- Penerus gaya (oli) juga berfungsi sebagai pelumas.
- Beban dengan mudah bisa dikontrol dengan menggunakan katup pengatur tekanan (relief
valve).
- Dapat dioperasikan pada kecepatan yang berubah-ubah.
- Arah operasi dapat dibalik seketika.
- Lebih aman jika beroperasi pada beban berlebih.
- Tenaga dapat disimpan dalam akumulator.
Kelemahan sistem hidrolik :
Sistem hidrolik membutuhkan suatu lingkungan yang betul-betul bersih. Komponen-
komponennya sangat peka terhadap kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh debu, korosi
dan kotoran-kotoran lain, serta panas yang mempengaruhi sifat-sifat minyak hidrolik.

PERSAMAAN / RUMUS DASAR


Tekanan adalah gaya per-satuan luas penampang.
Dalam persamaan dinyatakan dengan :

P=F/A

dimana :
P = Pressure/ Tekanan (Pascal).
F = Force/gaya (Newton).
A = Area/luas (Meter 2)

Kapasitas adalah jumlah aliran per-satuan waktu.


Dalam persamaan dinyatakan dengan :

Q=V/t

dimana :
Q = Kapasitas/Debit (M3/dt).
V = Volume Fluida (M3).
t = Waktu (dt).

Atau ;

Q=AxV
dimana :
A = Luas (Meter 2).
V = Kecepatan Fluida (M/dt).

Persamaan Boyle :
P1 x V1 = P2 x V2

dimana :
P = Tekanan
V = Volume

Persamaan Kontinuitas :
Q1 = Q2 A1 x V1 = A2 x V2

Konversi satuan :
- 1 Pascal = 1 Newton/ Meter2 (Pa = N/M2)
- 1 Bar = 105 Pa = 100 kPa = 14.7 Psi (Lbf/ in2) = 1 Kgf/ Cm2
- 1 M3/dt = 60 M3/menit
- 1 M3/menit = 1000 LPM (liter/menit).

II. FLUIDA HIDROLIK.


Fungsi fluida hidrolik :
- Sebagai pemindah/penerus gaya.
- Pelumas bagian-bagian yang bergesekan.
- Pengisi celah (seal) jarak antara dua bidang yang melakukan gesekan.
- Sebagai pendingin atau penyerap panas yang timbul akibat gesekan.

Syarat fluida hidrolik :


- Mampu mencegah korosi atau kontaminasi.
- Mampu mencegah adanya pembentukan endapan.
- Tidak mudah membentuk buih-buih oli.
- Stabil & mampu menjaga nilai kekentalan.
- Dapat memisahkan kandungan air.
- Sesuai atau cocok dengan penyekat/seal dan gasket yang dipakai pada komponen.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan fluida hidrolik adalah “Viscositas”,
karena viscositas akan mempengaruhi kemampuan untuk mengalir dan melumasi bagian-
bagian yang bergesakan. Viscositas fluida hidrolik dinyatakan dengan Nilai Viscositas.

Dalam pemilihan nilai viscositas oli sebaiknya mengacu pada manufactur pompa / sistem
hidrolik agar sistem bekerja secara optimal.

Viscositas oli yag tinggi memberikan pengisian yang baik antara celah (gap) dari pompa,
valve & motor hidrolik, tetapi jika nilai viscositas terlalu tinggi akan mengakibatkan :
- Hambatan yang besar sehingga menyebabkan seretnya gesekan elemen penggerak (actuator)
dan kavitasi pompa (udara masuk ke pompa).
- Pemakaian tenaga bertambah, karena kerugian gesekan.
- Penurunan tekanan bertambah melalui saluran-saluran dan katup-katup.

Jika viscositas oli terlalu rendah, akan mengakibatkan :


- Kerugian-kerugian kebocoran dalam yang berlebihan.
- Aus berlebihan oleh karena pelumasan tidak mencukupi pada pompa dan motor.
- Menurunkan efisiensi motor dan pompa.
- Suhu oli naik atau bertambah karena kerugian-kerugian kebocoran bagian dalam.

Nilai viscositas oli dinyatakan dengan :


- Viscositas absolut : Poise atau Centipoise (Cp).

Pressure Regulating Valve


- Viscositas kinematik : Centistoke (Cst).
- Viscositas relatif : SUS (Saybolt Universal Second).
- Angka koefisien Society of Automotive Engineer (SAE).
- Derajat engler (oE)

III. PRESSURE REGULATING VALVE (KATUP PENGATUR TEKANAN)


Pressure regulating valve digunakan untuk mengatur tekanan sistem atau subsistem suatu
rangkaian hidrolik. Ada beberapa jenis valve tersebut yang mana fungsi dari valve tersebut
didalam rangkaian dijadikan dasar untuk penamaannya.

Beberapa Valve yang digolongkan dalam rressure regulating valve adalah Pressure relief
valve (Katup pelepas/pengaman tekanan), Pressure reducing valve (Katup penurun tekanan).
Unloading valve, Offloanding valve, Counter balance valve dan Sequence valve

a. Pressure Relief Valve


Digunakan untuk mengatasi tekanan maksimum sistem dalam rangkaian atau sub rangkaian,
dengan demikian akan memberikan perlindungan terhadap beban berlebih.

b. Pressure Reducing Valve


Digunakan untuk mengurangi atau menurunkan batas-batas tekanan dari rangkaian utama ke
tekanan yang lebih rendah pada suatu sub rangkaian.

c. Unloading Valve
- Digunakan untuk menyediakan arah balik aliran pompa ke tanki, sementara sistem harus
dipertahankan (sistem unloading).
- Disebut juga katup pengisi akumulator.

d. Offloading Valve
Digunakan untuk menyediakan arah balik aliran pompa ke tangki sementara tekanan sistem
tidak dipertahankan (sistem off loading).

e. Counter Balance Valve


Digunakan untuk memberikan perlawanan aliran fluida pada saat batas-batas tekanan yang
dapat dipilih (gaya pengimbang).

f. Sequence Valve
Digunakan untuk menimbulkan gerakan dalam suatu sistem dalam suatu urutan-urutan
tertentu dan untuk menjaga tekanan minimum yang ditentukan sebelumnya dalam saluran
primer sementara operasi sekunder tetap berlangsung.
(http://mymachining.blogspot.co.id/2012/04/pengetahuan-dasar-hidrolik.html)
2.1.2 Prinsip dasar di balik semua sistem hidrolik ini sebenarnya sangat lah sederhana yaitu
gaya yang diberikan pada satu titik akan dipindahkan ke titik yang lain menggunakan cairan
yang “dimampatkan”. Cairan yang biasa digunakan adalah minyak atau oli. Pada gambar di
bawah ini ada sebuah sistem hidrolik sederhana yang terdiri dari dua unit piston dan pipa yang
berisi minyak. Dua unit piston ini masuk ke dalam dua unit silinder gelas yang diisikan dengan
minyak dan terhubung satu sama lain dengan pipa yang diisi dengan minyak. Jika Anda
memberikan gaya ke bawah pada piston bagian kiri maka gaya tersebut akan ditransmisikan ke
piston kedua di bagian kanan melalui minyak dalam pipa. Hal yang menarik dari sistem
hidrolik ini adalah pipa yang menghungbungkan kedua silinder tersebut dapat mempunyai
panjang dan bentuk apapun yang penting tidak bocor karena kebocoran tersebut bisa
menggangu kemampatan dari minyak atau oli tersebut. Selain itu, sistem hidrolik ini juga bisa
berupa garpu dimana satu master silinder dapat mendorong lebih dari satu slave silinder yang
diinginkan.

Dari gambar diatas, kita dapat mengetahui bagaimana perhitungan dari sistem hidrolik ini.
Piston yang berada di sebelah kanan memiliki luas permukaan sembilan kali lebih besar
daripada piston di sebelah kiri. Asumsikan bahwa piston di sebelah kiri mempunyai diameter
sebesar 2 inch, sedangkan piston di sebelah kanan berdiameter 6 inch. Jika rumus luas dari
kedua piston tersebut adalah (Pi x r2) atau phi kali “r” kuadrat maka luas piston bagian kiri
sebesar 3,14 inch2, sedangkan luas piston di sebelah kanan adalah 28,26 inch2. Piston di
sebelah kanan adalah 9 kali lebih besar dari piston di sebelah kiri. Hal ini berarti bahwa setiap
gaya yang diberikan pada piston di sebelah kiri maka akan mengakibatkan gaya yang timbul
pada piston sebelah kanan sebesar 9 kali lebih besar. Jadi jika Anda menerapkan gaya ke
bawah 100 Pound pada piston bagian kiri maka sebuah gaya ke atas sebesar 900 pound akan
muncul di piston sebelah kanan.
(http://www.insinyoer.com/prinsip-kerja-sistem-hidrolik/)

2.1.3 Tangki hidrolik (hydraulic tank)

Tangki hidrolik memiliki fungsi utama menyimpan oli hidrolik. Syarat tangki hidrolik adalah
harus bisa menyerap panas dan memisahkan udara dengan oli. Jenis tangki hidrolik ada 2
macam yaitu Pressurized dan Vented (Non-Pressurerized.

Jenis tangki hidrolik Pressurized adalah jenis tangki yang tertutup. Tekanan udara luar tidak
akan mempengaruhi tekanan didalam tangki. Cara kerjanya yaitu oli yang ada didalam sistem
akan menyerap panas dan mengembang. Oli yang mengembang ini akan menekan udara yang
ada didalam tangki ke sistem.

Jenis tangki Vented (Non-Pressurized) adalah jenis tangki yang terbuka, maksudnya adalah
tekanan udara luar dapat masuk ke dalam tangki. Udara luar tersebut masuk kedalam tangki
melalui Breather tangki.
Oli Hidrolik (Hydraulic Fluid)
Fungsi utama dari oli hidrolik adalah
Transmiting power yaitu meneruskan tenaga dari satu arah ke arah yang lain
Sealing, yaitu melindungi seal pada kompone-kompone hidrolik
Cleaning, yaitu mencegah karat dan korosi pada komponen-komponen metal
Lubricating, yaitu melumasi komponen-komponen hidroloik yang bergerak dalam sistem
hidrolik seperti pompa hidrolik, katup hidrolik (valve), cylinder hidrolik.
Cooling, yaitu mendinginkan komponen yang berputar atau bergesekan.
Pompa Hidrolik (hydraulic Pump)

Pompa hidrolik (Hydraulic Pump) adalah suatu alat yang mengambil energi dari suatu
sumber (engine, motor elektrik, dll) dan mentransfer energi tersebut menjadi bentuk hidrolik.
Pompa menghisap oli hidrolik dari tangki dan mendorongnya ke sistem hidrolik disebut
Flow. Semua pompa menghasilkan flow dengan cara yang sama, besaran flow ini diukur
dalam besaran gallon per menit, liter per menit, dll. Pompa tidak menghasilkan atau
menyebabkan tekanan / pressure. Pressure disebabkan oleh hambatan terhadap aliran.
Hambatan dapat disebabkan oleh flow melalui hose, orifice, fitting, cylinder, motor, atau
apapun yang menghalangi flow menuju ke tangki.
Katub (Valve)
Valve pada sistem hidrolik memiliki fungsi sebagai pengatur tekanan, pengatur flow,
pengatur arah. valve ada beberapa macam, antara lain :
Directional Control valve, berfungsi untuk mengarahkan oli hidrolik ke sirkuit yang lain
dalam sistem hidrolik.Directional control valve dapat dioperasikan secara manual, hidrolik,
pnumetik, dan elektrik kontrol.
Relief Valve, berfungsi menjaga pressure pada batasan yang telah ditentukan dengan
membuka dan mengalirkan kelebihan oli ke sirkuit yang lain atau dialirkan kembali ke tangki
hidrolik.

Squence valve, digunakan pada saat dua sirkuit hidrolik disuplai oleh satu pompa dan ada
sirkuit yang diprioritaskan.

Pressure reducing valve, berfungsi menurunkan pressure pada sistem hidrolik dari pompa.
Pressure differential valve, berfungsi menjaga perbedaan pressure yang tetap antara dua
sirkuit hidrolik.

(http://alon2-coy.blogspot.co.id/2015/05/komponen-hidrolik-hydraulic-component.html)
2.2 Sistem pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk
menghasilkan efek gerakan mekanis. Karena menggunakan udara terkompresi, maka sistem
pneumatik tidak dapat dipisahkan dengan kompresor, sebuah alat yang berfungsi untuk
menghasilkan udara bertekanan tertentu.

Sistem kerja pneumatik mirip dengan sistem hidrolik. Ada beberapa bagian komponen yang
sedikit berbeda, namun seperti aktuator (motor dan silinder), filter, dan solenoid valve
memiliki prinsip yang sama dengan sistem hidrolik. Perbedaan mendasar dari kedua sistem
tersebut adalah fluida kerja yang digunakan, sistem hidrolik menggunakan fluida
inkompresibel sedangkan pada sistem pneumatik menggunakan fluida kompresibel. Tekanan
kerjanya juga pada rangeyang berbeda, jika sistem hidrolik bekerja pada tekanan 6,9-34
MPa, maka sistem pneumatik bekerja pada tekanan rendah 550-690 KPa.

(http://ichsanpr21.blogspot.co.id/2015/11/sistem-pneumatik-sistem-pneumatik.html)

2.2.1

2.3 Keuntungan Menggunakan Pneumatik

Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa keuntungan antara lain
dapat disebutkan berikut ini :
• Ketersediaan yang tak terbatas, udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa
batas sepanjang waktu dan tempat.
• Mudah disalurkan, udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui
pipa yang kecil, panjang dan berliku.
• Fleksibilitas temperatur, udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang
diperlukan, melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu, bahkan dalam kondisi
yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja.
• Aman, udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi
hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup
mudah, berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran.
• Bersih, udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya dengan
jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman
digunakan untuk industri obat-obatan, makanan, dan minuman maupun tekstil
• Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat melaj dengan kecepatan
yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. Bila Aktuator menggunakan
silinder pneumatik, maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Bagi motor pneumatik
putarannya dapat mencapai 30.000 rpm, sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai
450.000 rpm.
• Dapat disimpan, udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan
tekanan udara. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim
menjadi aman.
• Mudah dimanfaatkan, udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung missal untuk
membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin, maupun tidak langsung, yaitu melalui
peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu.

B. Kerugian / kelemahan Pneumatik


Selain memiliki kelebihan seperti di atas, pneumatik juga memiliki beberapa
kelemahan antara lain:
• Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik
hingga memenuhi syarat. memenuhi kriteria tertentu, misalnya kering, bersih, serta
mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. Oleh karena itu sistem
pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal, seperti kompressor, penyaring
udara, tabung pelumas, pengeering, regulator, dll.
• Mudah terjadi kebocoran, Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati
ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. Oleh karena
itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi.
Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada
sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin.
• Menimbulkan suara bising, Pneumatik menggunakan sistim terbuka, artinya udara yang telah
digunakan akan dibuang ke luar sistim, udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga
akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Cara mengatasinya adalah
dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.
• Mudah Mengembun, Udara yang bertekanan mudah mengembun, sehingga sebelum memasuki
sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi

(http://diditnote.blogspot.co.id/2013/02/keuntungan-dan-kerugian-pneumatik_4.html)

2.4 Perbedaan Hidrolik dengan Pneumatik


Hidrolik Pneumatik
Fluida yang digunakan fluida inkompresibel (oli) fluida kompresibel (Udara)
Tekanan kerja 6,9-34 MPa 550-690 KPa
Aplikasi Crane, truk pengangkat Pintu otomatis KRL,Rem
(dump truck), mesin angin
moulding, mesin press,
forklift
Batas temperatur 60 – 70°C 180°C

(http://ichsanpr21.blogspot.co.id/2015/11/sistem-pneumatik-sistem-pneumatik.html)
2.5
2.6 Sistem kontrol (sistem kendali) telah memegang peranan yang sangat penting dalam
perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat diperlukan pada pesawat ruang
angkasa, peluru kendali, dan sistem kemudi pesawat, sistem kontrol juga menjadi bagian
yang penting dan terpadu dari proses – proses dalam pabrik dan industri modern. Sebagai
contoh, sistem kontrol sangat diperlukan dalam operasi – operasi di industri untuk
mengontrol tekanan, temperatur, kelembaban, viskositas, dan aliran dalam industri proses,
pengerjaan dengan mesin perkakas, penanganan dan perakitan bagian – bagian mekanik
dalam industri manufaktur, dan sebagainya.

Karena kemajuan dalam teori dan praktek sistem kontrol, maka sistem kontrol dapat
memberikan kemudahan dalam mendapatkan performasi dari sistem dinamik, mempertinggi
kualitas dan menurunkan biaya produksi, mempertinggi laju produksi, meniadakan pekerjaan
– pekerjaan rutin dan membosankan yang harus dilakukan oleh manusia, dan sebagainya.

Pengertian sistem kontrol itu sendiri adalah proses pengaturan / pengendalian terhadap satu
atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga atau dalam
suatu rangkuman harga (range) tertentu. Dalam istilah lain disebut juga teknik pengaturan,
sistem pengendalian atau sistem pengontrolan. Secara umum sistem kontrol dapat
dikelompokkan sebagai berikut :

Dengan operator (manual) dan otomatik.


Jaringan tertutup (closed-loop) dan jaringan terbuka (open-loop).
Kontinu (analog) dan diskontinu (digital, diskrit).
Servo dan regulator.
Menurut sumber penggerak : elektris, pneumatis (udara, angin), hidarulis (cairan), dan
mekanis. (kontrol otomatik teori dan penerapan : 1994)
Sedangkan aksi pengontrolan ada enam aksi yaitu :
Dua posisi (on-off).
Proportional.
Integral.
Proportional plus Integral.
Proportional plus Derivative.
Proportional plus Integral plus Derivative. (teknik kontrol automatik sistem pengaturan jilid 1
: 1985)
Aksi kontrol PID (Proportional, Integral, Derivative) banyak ditemukan di dunia industri dan
satu – satunya strategi yang paling banyak diadopsi pada pengontrolan proses. Berdasarkan
survey, 97% industri yang bergerak dalam bidang proses (seperti kimia, pulp, makanan,
minyak, dan gas) menggunakan PID sebagai komponen utama dalam pengontrolannya.
(kontrol PID untuk proses industri : 2008)

(https://anto12.wordpress.com/2010/04/29/pengertian-sistem-kontrolkendali/)

2.6.1 Open Loop


Open loop control atau kontrol lup terbuka adalah suatu sistem yang keluarannya tidak
mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol. Artinya, sistem kontrol terbuka keluarannya
tidak dapat digunakan sebagai umpan balik dalam masukan.

Dalam suatu sistem kontrol terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan
masukan acuan. Jadi, untuk setiap masukan acuan berhubungan dengan operasi
tertentu, sebagai akibat ketetapan dari sistem tergantung kalibrasi. Dengan adanya
gangguan, system control open loop tidak dapat melaksanakan tugas sesuai yang
diharapkan. System control open loop dapat digunakan hanya jika hubungan antara
masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun
eksternal.

2.6.2 Close Loop

Sistem kontrol lup tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai
pengaruh langsung pada aksi pengontrolan, sistem kontrol lup tertutup juga merupakan
sistem kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak, yang merupakan selisih
antara sinyal masukan dan sinyal umpan balik (yang dapat berupa sinyal keluaran atau
suatu fungsi sinyal keluaran atau turunannya, diumpankan ke kontroler untuk
memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem mendekati harga yang
diinginkan. Dengan kata lain, istilah “lup tertutup” berarti menggunakan aksi umpan –
balik untuk memperkecil kesalahan sistem.

menunjukkan hubungan masukan dan keluaran dari sistem kontrol lup tertutup. Jika
dalam hal ini manusia bekerja sebagai operator, maka manusia ini akan menjaga sistem
agar tetap pada keadaan yang diinginkan, ketika terjadi perubahan pada sistem maka
manusia akan melakukan langkah – langkah awal pengaturan sehingga sistem kembali
bekerja pada keadaan yang diinginkan.

(http://wisnukusbandono.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-open-loop-dan-close-loop.html)