Anda di halaman 1dari 20

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

Jl. Soekarno – Hatta Telp. (0282) 542749 Menganti Cilacap – 53274


Email : rs.afdila@yahoo.co.id Fax (0282) 542749

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AFDILA CILACAP
NOMOR : 00197 / RSIA/ X/ 2015
TENTANG

KEBIJAKAN SUMBER DAYA MANUSIA


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AFDILA CILACAP
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AFDILA CILACAP

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


Ibu dan Anak Afdila Cilacap maka diperlukan penyelenggaraan
pelayanan yang bermutu tinggi dari setiap unit pelayanan yang
ada;
b. bahwa dalam rangka terlaksananya pengelolaan Sumber Daya
Manusia secara optimal, perlu ditetapkan Kebijakan Sumber
Daya Manusia Rumah Sakit Ibu dan Anak Afdila Cilacap;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b perlu ditetapkan Surat Keputusan Direktur tentang
Kebijakan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Ibu dan Anak
Afdila Cilacap;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999


tentang Hak Asasi Manusia
2. Undang – undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran
3. Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Undang–undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 49 tahun2013
masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya
manusia di. Rumah sakit;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/
Menkes/Per/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan
Praktik Medis;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit;
MEMUTUSKAN
Menetapkan;

KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AFDILA


CILACAP TENTANG KEBIJAKAN PERENCANAAN SUMBER
DAYA MANUSIA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AFDILA
CILACAP;
KEDUA : Keputusan sebagaimana Diktum KESATU termuat dalam lampiran
Keputusan ini;
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya;

Ditetapkan di : Cilacap
Pada tanggal :1 November 2015
Rumah RSIA Afdila

dr. ADITYA RACHMAN


Direktur

Tembusan :
1. Ketua Yayasan Aditya Afdila
2. Ketua KOMED RSIA Afdila;
3. Ka. Keperawatan;
Lampiran
Keputusan : Direktur RSIA “Afdila” Cilacap
Nomor : ……. / RSIA/ X/ 2015
Tanggal : 1 November 2015

A. KETENTUAN UMUM
1. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari RSIA Afdila. menerbitkan Peraturan Pokok Pegawai RSIA
Afdila agar pegawai dapat mengetahui hak dan kewajibannya sehingga terwujud
hubungan kerja yang serasi, selaras dan seimbang. Dengan demikian diharapkan
tercipta ketenangan kerja dan kepuasan kerja dalam Rumah Sakit guna
mengoptimalkan produktivitas kerja serta terwujudnya kemajuan Rumah Sakit.
RS. memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pegawai untuk maju dan
mengembangkan diri serta karirnya, tanpa membedakan golongan, agama dan suku
bangsa, sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.
Setiap pegawai diharapkan memberikan tenaga dan pikirannya untuk melaksanakan
tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya secara optimal. Di lain pihak
Rumah Sakit akan selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai sesuai dengan
kemampuan dan kondisi Rumah Sakit.
2. Pengertian
Yang dimaksud dengan :
a. RS. ialah suatu Badan Usaha yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan
(Rumah Sakit) yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta nomor 79 Menganti
Kesugihan Cilacap;
b. Pegawai ialah pegawai dan karyawati yang mempunyai hubungan kerja
dengan Rumah Sakit dengan menerima upah.
c. Pegawai Tetap ialah pegawai yang terikat hubungan kerja dengan Rumah Sakit
untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
d. Pegawai Kontrak adalah pegawai yang terikat perjanjian hubungan kerja
dengan Rumah Sakit untuk jangka waktu tertentu.
e. Pegawai Training ialah pegawai yang diterima dengan masa 3 (tiga) bulan
masa percobaan.
f. Gaji ialah Gaji Pokok ditambah tunjangan-tunjangan berupa uang dan
dibayarkan pada tiap-tiap awal bulan berikutnya.
g. Hari Kerja ialah hari-hari yang ditetapkan oleh Rumah Sakit dimana
seseorang pegawai harus tetap aktif melakukan pekerjaannya.
h. Jam Kerja ialah waktu yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit dimana
seorang
,pegawai harus tetap aktif melakukan pekerjaannya.
i. Kerja Bergilir (shift) ialah kerja yang dilakukan secara bergilir dengan
pengaturan waktu tugas pagi, sore dan malam.
j. Panggil Kerja (call out) ialah panggilan kepada pegawai tertentu untuk
melaksanakan pekerjaan yang sangat mendesak diluar jam kerjanya.
k. Kerja Lembur ialah kerja yang dijalankan diluar jam kerja guna
melaksanakan pekerjaan yang harus diselesaikan segera atas perintah Rumah
Sakit.
l. Hari Istirahat (day off) ialah hari yang ditentukan untuk tidak bekerja bagi
pegawai shift.
m. Hari Libur ialah hari yang ditentukan untuk tidak bekerja oleh Rumah Sakit
berdasarkan ketentuan dari Pemerintah.
n. Cuti ialah dibebaskannya seseorang pegawai dari segala aktivitas
menjalankan tugas pekerjaan dalam jabatannya selama waktu tertentu.
o. Keluarga ialah istri dan anak kandung sebanyak 2 (dua) orang yang sah dan
terdaftar di Rumah Sakit.
p. Uang Pesangon ialah pemberian berupa uang dari Rumah Sakit kepada
pegawai sesuai dengan peraturan UU yang berlaku.
q. Uang Penghargaan Masa Kerja ialah pemberian berupa uang dari Rumah
Sakit kepada pegawai sebagai penghargaan masa kerja akibat adartya
pengakhiran hubungan kerja.
r. Formasi Jabatan adalah jabatan-jabatan yang tersedia sesuai dengan
kebutuhan organisasi Rumah Sakit.
3. Kebijakan di bidang Sumber Daya Manusia
RS. menyadari bahwa berhasil tidaknya tujuan yang hendak dicapai ditentukan
oleh sikap keterampilan, kejujuran, kesetiaan (loyalitas) dan pengabdian serta
dedikasi pegawai. Oleh karena itu kebijakan Rumah Sakit datam bidang Sumber
Daya Manusia, dengan tetap memperhatikan filosofi pembinaan Sumber Daya
Manusia yaitu "Profesionalisme" sesuai bidangnya, dengan memperhatikan hal-
hal sebagai berikut :
a. Evaluasi Pekerjaan (Job Evaluation )
Semua pekerjaan yang ada dinilai dengan sistem atau cara yang terbaik guna
mengetahui perbedaan pekerjaan-pelCerjaan itu. Dalam penilaian itu harus
diperhatikan besar dan sulitnya tanggung jawab seseorang atau pekerjaannya
serta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut.
b. Pendidikan / pengembangan karier
Rumah Sakit memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan
karir meningkatkan keterampilan (skill), antara lain dengan mengadakan program
pendidikan yang dilakukan oleh Rumah Sakit atau dengan mengirimkan
pegawai-pegawai ke lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan untuk
mengadakan tatihan-latihan (training) sesuai dengan pekerjaannya (job) di
Rumah Sakit atas biaya Rumah Sakit.
c. Uraian tugas pekerjaan (Job Description )
Rumah Sakit menyadari bahwa manajemen yang baik hanya dapat dicapai
apabila setiap pegawai mengetahui ruang lingkup tugas, wewenang dan
tanggung jawab serta hubungan tata cara kerja dengan unit satuan kerja lainnya
yang ada di Rumah Sakit.
Oleh karena itu menjadi tanggung jawab dari setiap atasan untuk :
 Memberikan petunjuk kepada setiap pegawai bawahannya agar
mengetahui uraian tugas (job description) masing-masing.
 Mengadakan mutasi, rotasi dan demosi dari pada bawahannya setelah
disetujui oleh Direktur Rumah Sakit.

d. Remunerasi dan Kesejahteraan lainnya


Rumah Sakit memberikan imbalan jasa dan tetap memperhatikan aspek keadilan
dan kesejahteraan lainnya sesuai kemampuan Rumah Sakit.
e. Penilaian Prestasi Kerja
Untuk merangsang gairah kerja dan selalu meningkatkan loyalitas dan
produktivitas kerja dari para pegawai, Rumah Sakit memberikan penilaian atas
prestasi kerja yang telah dicapai.
a. Pembinaan Karir
Pembinaan karir merupakan sistem pengembangan pegawai (Employee
Development) yang akan meningkatkan motivasi kerja. Diharapkan dengan
terpeiiharanya dan terbinanya karir pegawai akan meningkatkan loyalitas,
produktivitas, kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan tugas tanggung
jawab jabatan / pekerjaan yang dibebankan Rumah Sakit.
b. Pemeliharan Kesehatan / Pengobatan
Pemeliharaan Kesehatan dan perawatan / pengobatan diusahakan semaksimal
mungkin dengan mengikutsertakan pegawai pada program JPK Jamsostek.
c. Pemberian Penghargaan
Rumah Sakit memberikan penghargaan bakti kerja kepada pegawai yang telah
memberikan prestasifiya.
i. Perjalanan Dinas
Untuk melaksanakan tugas Rumah Sakit, pegawai dapat melakukan perjalanan
dinas baik dibiayai sepenuhnya oleh Rumah Sakit sesuai dengan peraturan
yang telah diterapkan oleh Direktur Rumah Sakit.
j. Kebebasan bertanya dan mengemukakan pendapat
Rumah Sakit memberikan kebebasan kepada pegawai untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat kepada atasannya dalam batas-batas yang wajar dan
bertanggung jawab dalam rangka upaya pendayagunaan Sumber Daya
Manusia.

B. PENERlMAAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI.


1. Penerimaan Pegawai
Penerimaan Pegawai dilakukan apabila dibutuhkan oleh Rumah Sakit dengan cara :
a. Memasang iklan melalui media masa
b. Menghubungi dan mencari informasi dari kantor DISNAKER
c. Menghubungi sekolah-sekolah, akademi-akademi, perguruan tinggi atau
lembagalembaga
pendidikan lainnya.
d. Arsip lamaran yang telah masuk.
Untuk memenuhi persyaratan lamaran kerja, pelamar harus melengkapi surat
lamaran kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit.

2. Persyaratan Penerimaan Pegawai.


2.1 Persyaratan usia :
a. Usia paling rendah 19 (sembilan belas) tahun maksimum 35 (tiga puluh
lima) tahun.
b. Penerimaan pegawai diatas usia 35 (tiga puluh lima) tahun karena
keahliannya dibutuhkan oleh Rumah Sakit dapat dilaksanakan atas
pertimbangan Manajemen.
c. Bagi pegawai baru tidak diperkenankan untuk melakukan pernikahan
minimal 2 tahun.

2.2 Persyaratan administrasi / kelengkapan surat-surat


Setiap pelamar harus menyampaikan :
a. Surat lamaran.
b. Daftar Riwayat Hidup.
c. Photo copy ijazah terakhir yang telah dilegalisir.
d. Daftar Riwayat Pekerjaan (bagi yang berpengalaman).
e. Surat keterangan tidak terkait lagi dengan kantor atau perusahaan dimana
ia pernah bekerja atau sedang bekerja (surat lolos butuh).
f. Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
g. Tidak boleh suami dan istri berstatus sebagai pegawai Rumah Sakit.
h. Pas photo terbaru berwarna dasar merah dari pelamar ukuran 4 x 6 cm
sebanyak 2 lembar.

2.2 Test & Wawancara


a. Evaluasi administrasi
b. Tes kejuruan sesuai dengan bidang pendidikan (tes tertulis).
c. Tes Psikologi
d. Tes keterampilan yang disesuaikan dengan kejuruan / bidang
e. Test kesehatan
f. Tes wawancara

2.4 On the Job Trining (OJT).


Setiap calon pegawai yang dinyatakan lulus seleksi dan memenuhi
syarat untuk diterima sebagai calon pegawai wajib mengikuti On the Job
Training yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit selama maksimal 3
(tiga) bulan dan dapat ditambah 1 (satu) bulan apabila dianggap belum
memuaskan.

2.5 Perjanjian kerja antara pegawai dengan Rumah Sakit.


Setelah calon pegawai yang dinyatakan lulus dalam mengikuti On
The Job Training dan memenuhi syarat untuk diterima sebagai pegawai
akan diikat dengan perjanjian kerja antara Rumah Sakit dengan pegawai
baru tersebut.
2.6 Pengesahan Hubungan Kerja
1. Sebelum Hubungan Kerja dengan Rumah Sakit dimulai, setiap calon
pegawai akan diberi kesempatan untuk membaca dan mempelajari
Peraturan Perusahaan yang menguraikan tentang hak dan kewajiban
pegawai serta persyaratan lainnya.
2. Hubungan Kerja antara pegawai dengan Pihak Rumah Sakit akan
dianggap sah apabila masing-masing Pihak telah menandatangani
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (untuk pegawai kontrak) atau
Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (untuk pegawai tetap).
3. Penandatanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau Perjanjian
Kerja Waktu Tidak Tertentu harus ditanda-tangani diatas materai
yang cukup.
2.7 Penempatan Pegawai
Setiap pegawai bersedia dan sanggup untuk ditempatkan dibidang tugas
apapun sesuai dengan keahiiannya serta bersedia ditempatkan dimana
saja sesuai dengan kebutuhan operasional Rumah Sakit.

C. MUTASI DAN PROMOSI PEGAWAI


1. Setiap pegawai harus bersedia dimutasikan atau dirotasikan kebagian lain
yang masih dalam lingkup kerja Rumah Sakit.
2. Setiap pelaksanaan Mutasi akan disyahkan dengan penerbitan Surat
Keputusan yang diberikan kepada pegawai yang terkena mutasi.
3. Penolakan untuk melaksanakan mutasi dan rotasi dapat dikategorikan sebagai
pelanggaran menolak perintah yang layak dari atasan.
Promosi Pegawai
1. Kenaikan pangkat / golongan / jabatan adalah merupakan kewenangan dan
kebijaksanaan sepenuhnya dari Pimpinan Rumah Sakit untuk menaikkan
pangkat / golongan / jabatan setingkat lebih tinggi dari posisi semula.
2. Dalam mempertimbangkan suatu promosi maka Pimpinan Rumah Sakit akan
mengacu kepada hal-hal sebagai berikut :
2.1 Kepribadian
2.2 Latar belakang pendidikan formal 1 informal dan keahlian yang dimiliki
2.3 Penilaian kinerja meliputi :
a. Kemampuan melaksanakan dan menyelesaikan tugas.
b. Prestasi yang telah dicapai
c. Kejujuran dan kehormatan pribadi
d. Disiplin
e. Moral
f. Etika dan kepernimpinan
g. Kepantasan / kelayakan untuk diberi kedudukan lebih tinggi

D. KETENTUAN JAM KERJA PEGAWAI


1. Waktu Kerja dan Istirahat
1.1 Waktu kerja ditetapkan 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam
seminggu sesuai dengan aturan hari dan jam kerja dibagian masing-
masing yang akan diatur daiam aturan tersendiri.
1.2 Setiap hari ksrja diberikan waktu istirahat selama 1 (satu) jam untuk
keperluan makan, minum dan lain-lain. Waktu istirahat tersebut tidak
termasuk waktu kerja.
1.3 Pegawai shift dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Departemen Medis :
1) 07.00 s/d 15.00 WIB
2) 15.00 s/d 21.00 WIB
3) 21.00 s/d 07.00 WIB
b. Unit kerja Non Medis
1) 07.00 s/d 15.00 WIB
2) 15.00 s/d 21.00 WIB
3) 21.00 s/d 07.00 W1B
c. Waktu kerja sebagaimana tersebut diatas sewaktu-waktu dapat berubah
sesuai dengan kepentingan Rumah Sakit.
1.4 Pegawai Non Shift dengan ketentuan sebagai berikut:
Waktu kerja kantor untuk pegawai Medis dan Non Medis diatur mulai
dari hari Senin sampai Jumat jam 07.00 - 15.00 WIB (5 hari kerja)
2. Lembur
2.1 Apabila ada pekerjaan yang sifatnya penting dan mendesak maka pegawai
diwajibkan bekerja lembur sesuai dengan tingkat kebutuhan untuk
mendukung kelancaran tugas operasional Rumah Sakit.
2.2 Pegawai yang bekerja melebihi 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat
puluh) jam seminggu pada hari kerja biasa atau pada hari libur resmi yang
ditetapkan pemerintah atau bekerja pada hari istirahat mingguan, dibayar
upah lembur dengan tetap memperhatikan waktu kerja dan waktu istirahat
yang diatur sesuai dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit.
2.3 Perintah kerja lembur harus dibuat secara tertulis oleh Manager selaku
User sesuai dengan form yang tersedia dan disetujui oleh Direktur Rumah
Sakit.
3. Giliran Kerja
3.1 Sesuai dengan sifat pekerjaan dan kebutuhan Rumah Sakit yang melayani
masyarakat selama 24 (dua puluh empat) jam sehari, maka dilakukan gilir
kerja (shift) pada bagian - bagian tertentu. Pelaksanaan gilir kerja diatur
dan ditentukan oleh Manager terkait dan disetujui oleh Direktur atau yang
berwenang untuk itu.
3.2 Untuk menjamin agar pekerjaan dapaf berjalan terus-menerus, maka
semua shift yang akan digantikan tidak dibenarkan meninggalkan
pekerjaannya sebelum ada shift pengganti berikutnya maupun atas seizin
Manager / PJ / Ka.Ru. yang bertugas pada saat itu.
3.3 Bagi para pelaksana tugas shift wajib melaksanakan serah terima dengan
benar atas semua pekerjaan yang telah dikerjakan maupun yang belum
dikerjakan kepada penggantinya.

E. KETENTUAN CUTI DAN IZIN PEGAWAI


1. Cuti Tahunan
1. Pegawai yang telah' bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut
berhak mendapat cuti tahunan selama 12 (dua belas) had kerja dengan
mendapat upah penuh.
2. Pelaksanaan cuti tahunan diajukan oleh pegawai dan diatur oleh Rumah
Sakit dengan memperhatikan kepentingan Rumah Sakit.
3. Untuk kepentingan Rumah Sakit dengan tidak merugikan pihak pegawai,
pelaksanaan cuti dapat ditunda paling lama 1 (satu) bulan semenjak hak
cuti tahunan tiba.
4. Hak atas cuti tahunan gugur apabila dalam waktu 1 (satu) bulan sejak
lahirnya hak cuti tersebut tidak digunakan oleh pegawai.

2. Cuti Haid, Hamil dan Melahirkan atau Gugur Kandungan


1. Pegawai wanita tidak diwajibkan bekerja pada hari pertama dan hari kedua
waktu haid dengan upah dibayar penuh, dengan ketentuan pegawai yang
bersangkutan harus memberitahukan hal tersebut kepada Rumah Sakit
dengan dilampiri Surat Keterangan Dokter.
2. Pegawai wanita yang hamil dan akan melahirkan berhak atas cuti hamil
selama 1/2 ( satu setengah) bulan saatnya menurut perhitungan dokter akan
melahirkan dan 1 1/2 (satu setengah) bufan sesudah melahirkan / gugur
kandungan dengan upah dibayar penuh.
3. Permohonan cuti hamil diajukan secara tertulis kepada Rumah Sakit
selama-lamanya 2 (dua) minggu sebelum cuti dijalani dengan melampirkan
Surat Keterangan Dokter.

3. Izin Meninggalkan Tugas


1. Dalam hal tertentu sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang
Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 atas permintaan pegawai didukung
oleh keterangan yang dapat menunjukkan kebenarannya. Rumah Sakit
memberikan izin meninggalkan pekerjaan dengan mendapat gaji sebagai
berikut :
a) Pegawai sendiri melaksanakan pernikahan diberikan izin selama 3
(tiga) hari.
b) Pernikahan anak pegawai, diberikan izin selama 2 (dua) hari.
c) Istri pegawai melahirkan diberikan izin selama 2 (dua) hari.
d) Menghitankan / membaptiskan anak pegawai diberi izin selama 2 (dua)
hari.
e) Kematian istri / suami / anak / orangtua mertua pegawai diberi izin
selama 2 (dua) hari.
2. Apabila hal tersebut pada ayat 1 huruf a s/d e terjadi diluar kota dengan
radius lebih dari 100 Km, maka untuk setiap keperluan tersebut pegawai
mendapat izin tambahan sebanyak 2 (dua) hari, dengan memperhatikan
kasusnya.
3. Rumah Sakit memberikan pertimbangan pemberian izin meninggalkan
pekerjaan diluar yang diatur kepada pegawai yang benar-benar
memerlukan untuk mengurus hal yang sangat penting dan izin tersebut
dapat diperhitungkan untuk hak cuti pegawai yang belum diambil pada
tahun yang bersangkutan. Pegawai yang meninggalkan jam tugas pada
tempat kerja harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari atasannya dan
mengurus izinnya di HRD.
4. Meninggalkan tempat kerja tanpa izin resmi dianggap " Mangkir " dan hal
ini dapat dikenakan sanksi
6. Jika atas kehendak Pemerintah agar pihak Rumah Sakit mewakili pegawai
untuk mengikuti penataran / kursus / pendidikan dan lain sebagainya,
maka selama yang bersangkutan mengikuti hal tersebut gaji dibayar
penuh.

F. PENGGOLONGAN DAN PENGGAJIAN PEGAWAI


1. Penggolongan Pegawai
Penggolongan pegawai berdasarkan Skala, Strata Pendidikan dan Pengalaman
Kerja.
2. Penggajian
Rumah Sakit menerapkan sistem penggajian dengan ketentuan sebagai berikut
:
2.1 Sistem penggajian.
Gaji ditetapkan berdasarkan pada tingkat dan golongan pegawai dengan
menilai jabatan, keahlian, pendidikan, kecakapan, prestasi kerja, kondite,
pengalaman dari pekerjaan yang bersangkutan.
a. Gaji dibayarkan setiap awal bulan berikutnya melalui Bank atau Cash.
1) Komponen Gaji terdiri dari :
a) Gaji Pokok.
2) Tunjangan Jabatan (Struktural) :
a) Direktur
b) Manager
c) Kepala Seksi
d) Kepala Ruangan
e) Penanggung Jawab
3) Tunjangan Khusus :
a) Uang Transportasi
b) Uang Makan
4) Lain-lain
a) Lembur
b) Voucher HP
2.2 Skala gaji diatur secara berjenjang sesuai dengan Keputusan Direktur Utama.
Besarnya gaji bagi pegawai dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun
ditetapkan serendah-serendahnya sebesar Upah Minimum Kabupaten
yang berlaku, sedangkan bagi pegawai yang masa kerjanya 1 (satu)
tahun atau lebih besarnya sesuai dengan Keputusan Direktur Rumah
Sakit.
2.3 Kenaikan Gaji :
a) Kenaikan gaji akan ditinjau secara berkala dengan memperhitungkan
tingkat inflasi kemampuan Rumah Sakit dan evaluasi atas prestasi
pegawai yang pelaksanaannya diatur dalam ketentuan dan
kebijaksanaan Rumah Sakit.
b) Peninjauan kenaikan gaji bagi seorang pegawai dapat juga dilaksanakan
berdasarkan permintaan dari Atasan langsung pegawai dan atau
kemampuan Rumah Sakit.
c) Kenaikan gaji tidak dilaksanakan atau tidak diberlakukan apabila
kinerja Rumah Sakit mundur atau tetap dan kemampuan Rumah Sakit
untuk melaksanakan hai tersebut tidak ada.
d) Kenaikan gaji tahunan bukan suatu keharusan dan bukan merupakan
hak bagi pegawai yang gajinya sudah melampaui Upah Minimum
Kabupaten Cilacap

G. Tunjangan Hari Raya Keagamaan


1. Setiap pegawai akan menerima tunjangan hari raya keagamaan yang
pembayarannya dilakukan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum Hari
Raya keagamaan yang dirayakan oleh pegawai masing-masing, dengan
ketentuan :
1.1 Bagi pegawai yang beragama Islam diberikan pada Hari Raya Idul Fitri
1.2 Bagi pegawai yang beragama Kristen Katolik dan Protestan diberikan pada
Hari Raya Natal
1.3 Bagi pegawai yang beragama Budha diberikan pada Hari Raya Waisak
1.4 Bagi pegawai yang beragama Hindu diberikan pada Hari Raya Nyepi
2.Besarnya tunjangan tersebut ditetapkan sesuai dengan Keputusan Direktur Utama.

H. PERINDUNGAN PEGAWAI
1. Perlindungan Bagi Pegawai Wanita
1.1 Rumah Sakit memberikan perlindungan kepada pegawai wanita sesuai
dengan kodrat, harkat dan martabatnya, termasuk dalam memberikan
perlindungan tersebut diatas adalah tidak memberhentikan pegawai wanita
yang disebabkan menikah dan atau melahirkan.
1.2 Pegawai wanita yang akan menikah harus memberitahukan rencana
pernikahannya maksimal 2 minggu sebelum acara pernikahan kepada
Manager SDM & Umum dengan diketahui oteh Manager yang
bersangkutan.
2. Rumah Sakit merencanakan dan melaksanakan pengalihan tugas yang sesuai
bagi pegawai wanita hamil tanpa mengurangi hak-haknya sebagai pegawai.
3. Pegawai wanita yang telah selesai menjalani cuti hamil dan melahirkan atau
cuti diluar tanggungan karena hamil dan melahirkan, kembali pada tempatnya
semula tanpa dikurangi hak-haknya pada waktu sebelumnya.
4.
I. PERATURAN DAN TATA TERTIB KERJA
Kewajiban dan Larangan
Tara tertib, disiplin dan sanksi merupakan salah satu faktor penting demi
tercapainya tujuan bersama yang bermanfaat bagi Rumah Sakit maupun
pegawai, oleh sebab itu pegawai Rumah Sakit harus mengetahui hal-hal
sebagai berikut :

1.1 Kewajiban Pegawai :


a) Menjalankan, menjunjung tinggi dan mengamalkan visi dan misi Rumah
Sakit.
b) Mengikuti kegiatan dalam bentuk apapun yang diprogramkan dan
diadakan oleh Rumah Sakit.
c) Setiap pegawai berkewajiban mengutamakan kepentingan Rumah Sakit
dan bekerja sama sepenuhnya demi kemajuan Rumah Sakit.
d) Mematuhi dan melaksanakan segala tata tertib yang berlaku di Rumah
Sakit.
e) Disiplin dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari
dengan menggunakan / memanfaatkan / memelihara serta menjaga
keutuhan semua barang / fasilitas / tempat dan melaporkan kepada
pimpinan / atasannya apabila mengetahui adanya kerusakan / hal-hal
yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian bagi Rumah Sakit.
f) Pada saat alih tugas atau mengundurkan diri dari pekerjaannya, agar
mengembalikan dan atau menyerahkan barang-barang inventaris yang
dipinjam pakaikan berikut dokumen administrasi yang menjadi
tanggung jawabnya dalam kondisi baik dan lengkap.
g) Memanfaatkan / menggunakan waktu kerja seefisien dan seefektif
mungkin.
h) Kehadiran Kerja :
1) Pegawai harus clock in pada mesin yang telah disediakan serta tidak
diperbotehkan mewakili clock in orang lain.
2) Memakai seragam yang telah ditentukan, lengkap dengan artibut
dan ID. Card yang telah dikeluarkan oleh Rumah Sakit.
3) Pegawai wajib berada ditempat tugas dan tidak dibenarkan
meninggalkan tugas pada saat jam kerja tanpa seijin Pimpinan /
Atasan Langsung dan disetujui oleh Bagian HRD.
4) Apabila tidak hadir kerja, wajib terlebih dahulu memberitahukan
kepada Atasannya dengan alasan yang dapat diterima kebenarannya
dan harus diajukan secara tertulis.
5) Izin tidak masuk kerja akan diberikan apabila :
a) Orang Tua / Mertua / Saudara kandung / Istri / Suami / Anak
/ Anggota keluarga serumah Meninggal Dunia.
b) Pegawai Menikah.
c) Menikahkan anak.
d) Mengkhitankan anak.
e) Mambaptiskan anak.
f) Istri melahirkan / keguguran.
6) Izin tidak masuk kerja diluar ketentuan tersebut butir e tidak dapat
diberikan kecuali apabila pegawai menghendaki harus izin, maka
izin akan diberikan dengan catatan akan dipotong gaji 4 % per hari
dari total gaji yang diterima selama pegawai izin.
i) Apabila tidak hadir kerja tanpa adanya pemberitahuan terlebih
dahulu, maka :
1) Pegawai dianggap mangkir.
2) Cuti tahunan dipotong sesuai dengan ketidak hadiran.
3) Potong Gaji 4 % per hari dari total gaji yang diterima selama
pegawai izin.
i) Melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan Etika Profesi, Job
Description, Protap, dan Kode Etik Rumah Sakit Seluruh Indonesia
sesuai dengan profesinya masing-masing dan peraturan yang berlaku di
Rumah Sakit.
k. Memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia perusahaan terhadap
siapapun mengenai hal-hal yang diketahui sehubungan dengan jabatan.
l. Membina dan memelihara suasana kerja yang serasi, safing
menghormati, saling menghargai dan saling mendukung serta penuh
dengan rasa tanggung jawab dalam setiap melaksanakan pekerjaanya.
m. Menjaga dan membawa nama baik Rumah Sakit dan semua pimpinan
yang ada di Rumah Sakit dari tingkat bawah sampai tingkat tertinggi,
baik didalam maupun di luar jam kerja.
n. Setiap pegawai bersikap sopan, sabar, penuh perhatian dan bersikap
saling menolong serta dapat menarik simpatik kepada pasien / keluarga
/ pengunjung, karena hai tersebut merupakan salah satu upaya yang
ampuh, untuk tidak membuat pasien / keluarga pengunjung menjadi
jera atas pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit.
o. Apabila mengetahui hal-hal yang akan merugikan Rumah Sakti dan
atau membahayakan keselamatan orang lain baik pimpinan, pegawai
maupun pemakaian jasa Rumah Sakit agar dengan segera
memberitahukan kepada Pimpinan Rumah Sakit secara berjenjang.
p. Memberikan keterangan / data-data yang benar baik mengenai dirinya
sendiri maupun keluarga yang menjadi tanggungannya kepada HRD /
Personalia dan apabila ada perubahan status dirinya (pemikahan /
perceraian), kelahiran anak, kematian suami / istri / anak guna akurasi
data pegawai.
q. Pegawai diwajibkan membaca, memahami, mematuhi dan
melaksanakan semua Prosedur Tetap dan semua Peraturan yang telah
diberlakukan oleh Rumah Sakit.
1.2 Larangan Kepada Pegawai :
4.3 Dilarang meminta dan atau menerima pemberian atau janji baik
langsung atau tidak langsung dalam bentuk apapun dan dari siapapun
yang berhubungan dengan tugas atau jabatannya untuk kepentingan
pribadi, baik dilakukan didalam maupun diluar lingkungan Rumah
Sakit yang dapat merugikan dan atau merusak nama baik dan "ClTRA"
Rumah Sakit.
4.4 Dilarang melakukan pekerjaan lain didalam Rumah Sakit yang tidak
ada kaitannya dengan tugas atau jabatannya kecuali apabila diizinkan
atasan.
4.5 Dilarang melakukan pekerjaan rangkap pada instansi lain yang dapat
mengganggu pekerjaan di Rumah Sakit dan tanpa izin / persetujuan
Direktur Rumah Sakit.
4.6 Dilarang tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima oleh
atasan / pejabat yang berwenang.
4.7 Dilarang datang terlambat dan pulang sebelum berakhirnya waktu kerja
tanpa alasan yang dapat diterima oleh atasan / pejabat berwenang
Rumah Sakit.
4.8 Pada saat bekerja dilarang membawa anak dan atau membawa pacar
ditempat kerja.
4.9 Pada saat jam kerja dilarang tidur, menonton dan menggosip dan atau
membicarakan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dibicarakan
4.10 Dilarang memindahkan dan atau menggunakan barang-barang
inventaris diluar kepentingan Rumah Sakit tanpa seizin Atasan /
Pihak Rumah Sakit.
4.11 Pada saat jam kerja dilarang memakai sandal, membunyikan radio 1
tape dengan suara yang kuat, membaca surat kabar / majalah serta
makan di meja kerja.
4.12 Dilarang menggunakan fasilitas telephone untuk kepentingan pribadi.
4.13 Selama dilingkungan Rumah Sakit dilarang merokok dan
mengingatkan kepada orang lain yang sedang merokok untuk tidak
merokok.
4.14 Dilarang menginggalkan pekerjaan / tempat kerja tanpa izin dari
atasannya / pejabat berwenang Rumah Sakit.
4.15 Dilarang menolak melaksanakan perintah / penugasan yang layak dari
atasannya.
4.16 Dilarang membawa / menggunakan barang-barang I alat-alat /
dokumen milik Rumah Sakit keluar dari lingkungan Rumah Sakit
tanpa izin atasan, baik untuk mendapatkan keuntungan pribadi
maupun tidak.
4.17 Dilarang menerima tamu dalam waktu kerja yang tidak ada kaitannya
dengan tugas / jabatannya, kecuali hal-hal yang sangat penting dan
mendesak serta atas izin atasan / pimpinan.
4.18 Dilarang melaSecara perorangan atau bersama-sama dilarang
melakukan usaha atau perbuatan yang merongrong kebijakan
Pimpinan dan operasionalisasi Rumah Sakit.
4.19 Dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan yang
dapat berakibat fatal terhadap keselamatan Rumah Sakit ataupun
orang-orang yang berada didalamnya atau merusak atau membiarkan
milik Rumah Sakit maupun dirinya dan orang lain dalam keadaan
bahaya.
4.20 Minum-minuman keras, mabuk, membawa, menyimpan /
menyalahgunakan obat-obat terlarang dalam lingkungan Rumah Sakit
baik dalam jam kerja maupun diluar jam kerja.
4.21 Berjudi di dalam lingkungan Rumah Sakit baik dalam jam kerja
maupun diluar jam kerja.
4.22 Membawa, menyimpan / menyalahgunakan senjata api / senjata tajam
kedalam lingkungan Rumah Sakit yang tidak ada kaitan dalam
pekerjaannya.
4.23 Melakukan tindakan yang melanggar kesusilaan, tidak bermoral
sehingga mencemarkan / merugikan nama baik Rumah Sakit baik
didalam jam kerja maupun diluar jam kerja.
4.24 Membujuk atau memikat pimpinan / atasan /teman sekerja untuk
melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma, baik norma
susila, norma agama maupun norma hukum sehingga menimbulkan
keresahan dan perasaan tidak aman bagi seluruh pegawai dan
Pimpinan Rumah Sakit.
4.25 Berkelahi, bertengkar, menganiaya, mengancam, menghina orang lain
ditempat kerja yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun
orang lain.
4.26 Membongkar rahasia Rumah Sakit atau mencemarkan nama baik
Rumah Sakit dan keluarganya kecuali untuk kepentingan negara.
4.27 Dengan sengaja atau kelalaian mengakibatkan dirinya dalam keadaan
sedemikian rupa sehingga tidak dapat menjalankan pekerjaan yang
diberikan kepadanya.
1.3 Klasifikasi Pelanggaran
4.28 Dengan telah diaturnya beberapa Kewajiban dan Larangan
sebagaimana tercantum pada pasal 16 diatas, apabila pegawai tidak
mematuhinya maka dianggap melakukan Pelangggran.
4.29 Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai dikelompokkan
menjadi 3 jenis pelanggaran :
4.30 Pelanggaran Berat.
1) Meminta dan atau menerima pemberian atau janji baik langsung
atau tidak langsung dalam bentuk apapun dan dari siapapun yang
berhubungan dengan tugas atau jabatannya untuk kepentingan
pribadi, baik dilakukan didalam maupun diluar lingkungan Rumah
Sakit yang dapat merugikan dan atau merusak nama baik dan
"CITRA" Rumah Sakit.
2) Membongkar rahasia Rumah Sakit atau mencemarkan nama baik
Rumah Sakit dan keluarganya kecuali untuk kepentingan negara.
3) Membawa / menggunakan barang-barang / alat-alat / dokumen
mifik Rumah Sakit keluar dari lingkungan Rumah Sakit tanpa izin
atasan, baik untuk mendapatkan keuntungan pribadi maupun tidak.
4) Secara perorangan atau bersama-sama melakukan usaha atau
perbuatan yang merongrong kebijakan Pimpinan dan operasionatisasi
Rumah Sakit.

Ditetapkan di : Cilacap
Pada tanggal : 1 November 2015
Direktur RSIA Afdila Cilacap

dr. ADITYA RACHMAN